Anda di halaman 1dari 4

MUHAMMAD HAMZAH AL-KAUTSAR B.

180341617548

OFFERING C10 (PPD)

Faktor yang memengaruhi perkembangan

Menurut saya faktor yang memengaruhi perkembangan manusia berdasarkan diri manusia terbagi
menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

 Faktor Internal
- Kondisi Fisiologis
 Gen
 Menentukan warna rambut, kulit, ukuran tubuh, jenis kelamin, kemampuan
intelektual, hingga emosi.
 Kondisi gen inilah yang menjadikan setiap individu memiliki pola
perkembangan yang beragam.
 Hormon
 Merupakan zat kimia yang diproduksi oleh sel‐sel kelenjar yang berfungsi
mengkoordinasikan proses‐proses fisiologis dalam tubuh manusia.
 Berikut merupakan contoh hormone yang ada dalam diri manusia,
1. Anti Diuretik Hormone (ADH) Æ meningkatkan absorbsi air dari
tubulus ginjal dan meningkatkan tekanan darah.
2. Oksitosin Æ merangsang kontraksi uterus, pengeluaran air susu.
3. Growth Hormone (GH) Æ merangsang pertumbuhan tulang dan
otot, meningkatkan sintesis protein, mobilisasi lemak, menurunkan
metabolisme karbohidrat.
4. Prolaktin Æ meningkatkan perkembangan payudara selama
kehamilan dan produksi air susu setelah kelahiran.
5. Tiroid Stimulating Hormone (TSH) Æ merangsang produksi dan
sekresi hormon tiroid.
6. Adenocorticotropic Hormone (ACTH) Æ merangsang sekresi dan
produksi hormon steroid dan korteks adrenal.
7. Luteinizing hormon (LH) Æ merangsang pertumbuhan korpus
luteum, ovulasi, produksi esterogen dan progesteron (pada wanita);
Merangsang sekresi testosteron, perkembangan jaringan interstisial
(pada laki‐laki).
8. Folicel stimulating hormon Æ merangsang pertumbuhan folikel telur
dan ovulasi (pada Wanita); Merangsang produksi sperma (pada laki‐
laki).
9. Melanosit stimulating hormon Æ bersama dengan ACTH terlibat
dalam pembentukan kulit.
10. Tiroksin dan Triidotironin Æ meningkatkan laju metabolisme,
sensitivitas kardiovaskuler terhadap aktivasi saraf simpatik,
mempengaruhi kematangan homeostasis otot skelet. Faktor
Internal Pertumbuhan dan Perkembangan
11. Kalsitonin Æ menurunkan konsentrasi Ca dan fosfat.
12. Hormon paratiroid Æ meningkatkan konsentrasi Ca dlm darah,
menurunkan kadar fosfat darah, bekerja mempengaruhi tulang,
usus, ginjal, dan sel‐sel lainnya.
13. Adrenalin/epinefrin Æ meningkatkan kecepatan denyut jantung,
dan tekanan darah, mengatur diameter arteriol, merangsang
kontraksi otot polos, meningkatkan konsentrasi gula darah.
14. Noradrenalin/norepinefrin Æ menyebabkan konstriksi arteriol dan
meningkatkan laju metabolisme.
15. Glukokortikoid (kortison dan kortikosteron) Æ mempengaruhi
proses metabolisme, mengatur konsentrasi gula darah,
antiinflamasi, mempengaruhi proses pertumbuhan, menurunkan
pengaruh stress dan sekresi ACTH.
16. Insulin Æ menurunkan gula darah, meningkatkan simpanan
glikogen, mempengaruhi otot, hati dan jaringan adiposa. • Glukagon
Æ meningkatkan kadar gula darah.
17. Estrogen Æ mempengaruhi perkembangan organ seks dan ciri‐ ciri
kelamin wanita, merangsang perkembangan folikel telur,
mempengaruhi siklus menstruasi, merangsang penealan dinding
uterus, dan memeilihara kehamilan.
18. Progesteron Æ mempengaruhi siklus menstruasi, merangsang
penealan dinding uterus, dan memeilihara kehamilan.
19. Human chorionic gonadotrpin (HCG) Æ memelihara kehamilan.
20. Testosteron Æ mempengaruhi perkembangan organ seks dan ciri
kelamin pria, serta pembentukan sperma.
 Gizi dan asupan makanan
 Setiap manusia mempunyai kebutuhan makan yang berbeda‐beda. Dan
setiap bahan makanan memiliki kandungan gizi yang spesifik. Tubuh
manusia yang mendapatkan asupan gizi yang lengkap, maka akan
mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangannya.
 Fungsi makanan bagi tubuh manusia adalah sebagai berikut:
1. Sumber energi
2. Sumber pengatur dan pelindung tubuh terhadap penyakit
3. Sumber pembangun tubuh baik untuk pertumbuhan maupun
perbaikan tubuh
4. Sumber bahan pengganti sel‐sel tua yang usang dimakan usia/rusak
5. Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan,
misalnya keseimbangan air, asam basa dan mineral di dalam cairan
tubuh
6. Penghangat dan pelindung organ penting
7. Berperan di dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai
penyakit, misalnya sebagai antioksidan dan antibodi.
 Kesehatan badan
 Jika kondisi badan sakit, maka sudah tentu berpengaruh pada pertumbuhan
dan perkembangan anak itu sendiri. Salah satunya adalah grafik berat badan
anak akan menurun. Berat badan dijadikan indikator pertumbuhan apabila
di bawah garis normal berat badan maka dikhawatirkan mengidap gangguan
kesehatan anak yang serius.
 Kesehatan badan juga akan menghambat perkembangan, misalnya:
1. Jika kondisi badan sakit, maka berpengaruh pada pertumbuhan dan
perkembangan anak.
2. Salah satunya adalah grafik berat badan anak akan menurun.
3. Berat badan dijadikan indikator pertumbuhan apabila di bawah
garis normal berat badan maka dikhawatirkan mengidap gangguan
kesehatan anak yang serius.
4. Sakit disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya dikarenakan; 1)
Gangguan imonologis, 2) Infeksi kronis, 3) Faktor cuaca; 4)
Gangguan gizi; 5) Riwayat penyakit tertentu.
 Kondisi Psikologis
 Kondisi/kejadian tertentu yang menghambat berfungsinya psikis, terutama yang
menyangkut perkembangan kecerdasan dan emosi.
 Misalnya: minder, gugup, takut, atau tidak percaya diri.

 Faktor Eksternal
 Faktor Biologis
Berkaitan dengan kebutuhan primer seorang anak pada awal kehidupannya. Faktor ini
berasal dari pengaruh ibu dan bapaknya.
 Faktor Fisik
Faktor ini berkaitan dengan kondisi keamanan, cuaca, geografis, sanitasi, atau
kebersihan lingkungan. Misalnya, jika peserta didik tinggal di daerah yang huniannya
kumuh, maka perkembangannya berbeda dengan anak yang tinggal di hunian yang
bersih.
 Faktor Ekonomi
 Faktor ini berkaitan dengan kondisi keuangan keluarga. ƒ
 Perkembangan peserta didik dipengaruhi dari faktor ini. ƒ
 Karena faktor ini pula, terjadi pengelompokan status sosial di masyarakat. ƒ
 Jika anak tidak diberi pengertian yang tepat, akan berakibat fatal. ƒ
 Jika berlebih akan melahirkan potensi sombong, dan jika kurang, maka akan
terjadi minder.
 Faktor Budaya
 Setiap daerah memiliki budaya sendiri.
 Keragaman budaya ini tentunya akan berpengaruh pada perkembangan peserta
didik.
 Anak yang tinggal di lingkungan yang berbudaya Jawa, tentu perkembangannya
berbeda dengan anak yang tinggal di masyarakat Batak.
 Faktor Pendidikan
 Pendidikan merupakan proses menjadikan manusia menjadi manusia.
 Penanaman norma perilaku yang benar dan dilakukan secara sengaja oleh
keluarga, sekolah, dan masyarakat akan mempengaruhi pola perkembangan
anak didik.
 Faktor Agama
 Agama dapat mempengaruhi perilaku orang yang memeluknya.
 Anak yang dibesarkan oleh lingkungan yang beragama, maka akan berbeda
perkembangannya dengan anak yang dibesarkan bukan pada lingkungan yang
beragama.
 Agama merupakan media kontrol bagi perkembangan peserta didik untuk
menghadapi masa kini dan masa depannya.
 Faktor Lingkungan
 Lingkungan terbagi menjadi 3 (tiga), yakni: Keluarga, sekolah, masyarakat
 Masing‐masingnya memiliki porsi yang sama pentingnya.
 Namun, lingkungan keluarga menjadi pondasi bagi perkembangan anak didik
sebelum ia mengenal lingkungan sekolah dan masyarakat.