Anda di halaman 1dari 16

PRAKTIKUM I

INFUS

A .FORMULA

1. Formula asli : Infus NaCl 0,9%


2. Master formula
a. Nama produk : NAFUSA®
b. Nama pabrik :PT. Akfar Yamasi Makassar
c. Jumlah produksi :2 Botol @ 500 ml
d. Tanggal formulasi : 8 oktober 2019
e. Tanggal produksi : 24 oktober 2019
f. Nomor registrasi : DKL1900100149A1
g. Nomor batch : D9241011
Tabel Master Formula
No. Registrasi INFUS NaCl 0,9%
DKL1900100149A1 Jumlah
Nama produk produksi
No. Batch NAFUSA® 2 Botol @
D9241011 500 ml
Produksi
PT. Akfar Yamasi Makassar Tanggal
Tanggal formulasi produksi
8 oktober 2019 24 oktober
2014

Dibuat oleh:
Kelompok 1
Kode
No Nama bahan Fungsi Jumlah Jumlah
bahan
persatuan perbatch

Na-01 Natrium Zat aktif 4,5 gram 9 gram


1
choloridum
2 Aq-02 Aquapro injeksi Pelarut 500 ml 1000 ml

3 Ca-03 Carbo adsorben Penyerap 0,75gram 1,5 gram


B. URAIAN BAHAN
1. Natrium klorida ( FI Edisi IV Hal.584 )
Nama resmi NATRII CHLORIDUM

Nama lain Natrium klorida,NaCl

Rumus dan berat NaCl BM:58,44


molekul
Pemerian Hablur berbentuk kubus, tidak berwarna atau serbuk
hablur putih,rasa asin.

Kelarutan Mudah dalam air, sedikit lebih mudah larut dalam air
mendidih,larut dalam gliserin, sukar larut dalam etanol

Stabilitas Stabil dalam bentuk larutan, larutan stabil dapat


menyebabkan penguraian partikel dalam gelas

Kegunaan Sumber ion klorida dan ion natrium, zat aktif

Inkompatibilitas Larutan NaCl bersifat kolektif dengan besi membentuk


endapan jika bereaksi dengan perak, Kelarutan nipagin
menurunkan dalam larutan NaCl.

Konsentrasi/dosis Lebih dari 0,9%, injeksi IV 3-5% dalam 1000 ml


selama 1 jam.

Khasiat Sumber ion klorida dan ion natrium.

Farmakologi Berfungsi untuk mengatur distribusi air. Cairan dan


keseimbangan elektrolit dan tekanan dan tekan
osmotik cairan tubuh.

Efek samping Mual, diare,kram usus halus,menurunkan saliva dan


lakrimasi, berkeringat, demam, hipertensi, gagal ginjal,
sakit kepala.

Kontraindikasi Menyebabkan hipematremox karena keracunan NaCl


oleh pereaksi yang gagal.

Penyimpanan Dalam wadah tetutup baik.

Cara sterilisasi Pemanasan secara basah (aultoklaf) dengan


pengeringan bakteri steril.
Alasan pemilihan 1. Normal saline atau disebut juga NaCl 0,9%
bahan cairan merupakan cairan yang bersifat fisiologi,
nontoksis dan tidak mahal. Normal salin aman
digunakan kondisi apapun.
2. Digunakan sebagai larutan pengisotonis, agar
sediaan infus yang akan dibuat dapat setara
dengan tekanan osmosis. Cairan tubuh yskni
0,9% yang juga merupakan NaCl pada sediaan
ini.

2. Aqua pro in injeksi ( FI Edisi III Hal 96 )


Nama resmi AQUA PRO INJECTION

Nama lain Air untuk injeksi

Rumus dan berat H2O /18,02


molekul
Pemerian Keasaman-kebasaan, amonium besi, tembaga timbal
kalsium , klorida, natrrium sulfat , zat teroksidasi
memenuhi syarat yang tertera pada aqua destilata.

Kelarutan Dapat bercampur dengan pelarut polar dan elektrolit

Stabilitas Stabil secara kimia dan bentuk fisika bagian dingin dan
cairan uap.

Kegunaan Pelarut

Inkompatibilitas Bereaksi dengan obat dan bahan tembaga yang mudah


terhidrolisis.

Konsentrasi/dosis 0,1-0,3%

Khasiat Untuk pembuatan injeksi

Farmakologi Mengurangi penyerapan zat racun disaluran


pencernaan, sehungga menurunkan efek racun secara
sistemik.

Efek samping Muntah, konstipasi.

Kontraindikasi Hipersensitivitas.

Cara sterilisasi Autoklaf.


Penyimpanan Dalam wadah tertutup kedap. Jika disimpan dalam
wadah tertutup kapas berlemah harus digunakan dalam
waktu 3 hari setelah pembuatan.

Alasan pemilihan Karena digunakan untuk melarutkan zat aktif.


bahan

3. Carbo adsorben (FI Edisi III Hal 173)


Nama resmi CARBO ADSORBEN

Nama lain Arang jerap.

Rumus dan berat 4,2


molekul
Pemerian Serbuk hablur, bebas dari butiran , hitam tidak berbau,
tidak berasa.

Kelarutan Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol.

Stabilitas Stabil ditempat yang tertutup dan kedap udara.

Kegunaan Anti dotum

Inkompatibilitas Bereaksi dengan obat dan bahan tembaga yang mudah


terhidrolisis.

Konsentrasi/dosis 0,1-0,3%

Khasiat Anti dotum

Farmakologi Adalah dengan mengurangi penyerapan zat racun


diseluruh pencernaan sehingga meninggalkan efek
racun secara sistemik.

Efek samping Muntah, konstipasi, feses hitam.

Kontraindikasi Hipersentivitas

Penyimpanan Dalam wadah terutup baik.

Cara sterilisasi Oven 180ºC selama 30 menit

Alat pemilihan Norit sehingga tidak bereaksi dengan zat aktif


bahan
C. PERHITUNGAN

1.1 Perhtitungan bahan


a. Perhitungan bahan per dosis
Tiap botol 500 ml dilebihkan 10%
1. NaCl = 0,9%
0,9
= 100 × 500 ml = 4,5 g
2. Aqua pro injeksi ad 500 ml
0,15
3. Carbo adsorben = × 500 ml
100
= 0,75 𝑔
b. Penambahan volume pada sediaan
kelebihan volume injeksi dalam wadah untuk cairan encer lebih dari
50 ml adalah 2% ( FI edisi IV hal 1044)
1. Nacl = 4,5 g + 2% = 4,59 g
2. Aqua pro injeksi = 500 ml + 2% = 510 g
3. Karbon adsorben = 0,75 g + 2% = 0,765 g
c. Perhitungan per batch
1. NaCl = 2 × 4,95 g = 9,9 g
2. Aqua pro injeksi = 2 × 550 g = 1100 ml
3. Carbo adsorben = 2 × 0,825 g = 1,65 g
d. Penambahan volume kelebihan 10%
1. NaCl = 9,18 g + 10% = 10,098 g
2. Aqua pro injeksi = ad 1020 ml + 10% = 1122 ml
3. Carbo adsorben = 1,53 g + 10% = 1,683 g

2. Perhitungan isotonis
a. Osmolaritas
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ ∶ 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒
⦋ ⦌ × 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑡𝑜𝑚 × 1000
𝐵𝑀

9/1
= x 2 x 100 = 308 mOs m/l ( 270-328) Isotonis
58,44
OSMOLARITAS TONISITAS
>350 Hipertonis
329-350 Agak hipertonis
270-328 Isotonis
250-269 Sedikit hipotonis
0-249 Hipotonis

b. Perhitungan titik beku


0,52−(𝐵1 × 𝐶)
B= 𝐵2

Keterangan :

B1 : Penurunan titik beku zat berkhasiat


B2 : Penurunan titik beku NaCI ( 0,5760 )
C : Konsentrasi zat berkhasiat
C. METODE KERJA
1. Alat
Batang pengaduk, Botol infus, Corong gelas, Erlenmeyer, Gelas ukur, Gelas
piala, Karet botol, Sendok tanduk, Timbangan analitik.

2. Bahan
Aluminium foil, Aqua pro injeksi, Carbo adsorben, Natrium klorida, Kertas
pH, Kertas saring, Tissue.

3. Prosedur kerja

1. Dikalibrasi botol dan gelas piala


2. Ditimbang bahan yang akan digunakan
3. Disterilkan alat dan bahan
4. Dimasukkan NaCl sebanyak 4,9 g, kedalam gelas piala yang sudah
dikalibrasi dan disterilkan, ditambahkan ± 20 ml aqua pro injeksi,
kemudian aduk hingga larut.
5. Dicukupkan volumenya ad 550 ml, kemudian cek pHnya.
6. Dimasukkan Carbo Adsorben kedalam campuran tersebut, di aduk
hingga homogen.
7. Disaring sebanyak 3 kali penyaringan.
8. Dimasukkan kedalam botol infus, kemudian ditutup kedap.
9. Disterilkan kembali di autoklaf.
10. Diberi etiket,brosur dan dimasukkan ke dalam kemasan.

a. Evaluasi sediaan
4. Evaluasi

1. Uji kebocoran

Sediaan infus (Cairan bening tidak berwarna wadah takaran tunggal)


yang masi panas setelah selesai disterilkan dengan cara botol infus
diletakkan secara terbalik. Kemudian dimasukkan kedalam larutan
metilen blue 0,1%, jika ada wadah yang bocor maka larutan metilen
blue akan masuk ke dalam tersebut sehingga larutan dalam wadah
akan berwarna biru.

2. Uji pH

Pengujian pH cairan infus NaCl 0,9 % dengan cara memasukkan


kertas pH ke dalam cairan infus NaCl 0,9 %, kemudian kertas pH
dicocokkan dengan dengan parameter pH yang ada pada wadah kertas
pH.

3. Uji keseragaman volume

Pada uji ini dilakukan pengamatan keseragaman volume sebelum dan


setelah sterilisasi sediaan infus NaCl.

4. Uji kejernihan dan warna

Dengan cara menggunakan kertas putih polos dan berwarna gelap


yang disejajarkan dengan sediaan. Pada uji ini diamati sediaan jernih
dan tidak berwarna.
HASIL EVALUASI

JENIS HASIL
NO SYARAT KESIMPULAN
EVALUASI PENGAMATAN

Kebocoran Tidak bocor Sediaan memenuhi Memenuhi


1 syarat jika larutan syarat (sesuai
tidak menjadi biru range)

pH Ph larutan 6 Sesuai dengan pH Memenuhi


2
fisiologi (Ph 5,5-7) syarat

Keseragaman Seragam (tidak Memenuhi syarat Memenuhi


3 volume berkurang) apabila volumenya syarat
seragam

Kejernihan Tidak terdapat Memenuhi syarat Memenuhi


dan warna butiran carbon apabila tidak terdapat syarat
4
adsorben dalam larutan
(larutan jernih)
DAFTAR PUSTAKA

Ditjen POM.1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Departemen Kesehatan


Republik Indonesia, Jakarta. 96, 176.

Ditjen POM.1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Departemen Kesehatan


Republik Indonesia, Jakarta. 584.

Ikatan Apoteker Indonesia. 2009. ISO Infomasi Spesialite Obat Indonesia,


volume 44-2009 s/d 2010. Jakarta: ISFI Penerbit

Sweetween. Scana 2009. Martindale the bormplate drug. Refence


Pharmaceutika
LAMPIRAN

1. TABEL STERILISASI
NAMA ALAT JUMLAH CARA STERILISASI

Botol infus 8 Oven (suhu 180oC selama 1 jam)

Beker gelas 500 ml 4 Oven (suhu 180oC selama 1 jam)

Batang pengaduk 4 Oven (suhu 180oC selama 1 jam)

Corong gelas 4 Oven (suhu 180oC selama 1 jam)

Erlenmeyer 4 Oven (suhu 180oC selama 1 jam)

Gelas ukur 100 ml 4 Autoklaf (suhu 121oC selama 30 menit)

Sendok tanduk 4 Autoklaf (suhu 121oC selama 30 menit)

Tutup botol infus 8 Autoklaf (suhu 121oC selama 30 menit)

NAMA BAHAN JUMLAH CARA STERILISASI

NaCl 36 gram Oven (suhu 180oC selama 1 jam)

Carbo adsorben 6,0 gram Oven (suhu 180oC selama 1 jam)

Kertas saring 12 Oven (suhu 180oC selama 1 jam)


2. DOKUMENTASI WADAH
3. KEMASAN
4. ETIKET
5. BROSUR
6. DOKUMENTASI SEDIAAN JADI