Anda di halaman 1dari 6

NAMA : ROBERTUS WILLY GONZAGA

NIM : 142140182
KELAS : EA C
MATA KULIAH : ANALISIS INVESTASI

BAB 2 PASAR MODAL

1. PENGERTIAN PASAR MODAL


a. Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI No. 1548/KMK/1990 : Pasar Modal
(dalam arti secara umum) adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi,
termasuk di dalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga
perantara di bidang keuangan, serta keseluruhan suart-surat berharga yang
beredar.
b. Pasar Modal (dalam arti sempit) adalah suatu tempat dalam pengertian fisik
yang mengorganisasikan transaksi penjualan efek atau disebut bursa efek.
2. FUNGSI PASAR MODAL
a. Sebagai sumber penghimpun dana
b. Sebagai sarana investasi
c. Pemerataan pendapatan
d. Sebagai pendorong investasi
3. MANFAAT PASAR MODAL
a. Jumlah dana yang dapat dihimpun bisa berjumlah besar.
b. Dana tersebut dapat diterima sekaligus pada saat pasar perdana selesai.
c. Solvabilitas perusahaan tinggi sehingga memperbaiki citra perusahaan.
d. ketergantungan emiten terhadap bank menjadi kecil.
e. Cash flow hasil penjualan saham biasanya lebih besar dari harga nominal
perusahaan.
f. Emisi saham cocok untuk membiayai perusahaan yang berisiko tinggi.
g. Tidak ada beban finansial yang tetap.
h. Jangka waktu penggunaan dana tidak terbatas.
i. Tidak dikaitkan dengan kekayaan sebagai jaminan tertentu.
j. Profesionalisme dalam manajemen meningkat
4. MANFAAT PASAR MODAL BAGI INVESTOR
a. Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi. Peningkatan ini
tercermin pada meningkatnya harga saham yang menjadi capital gain.
b. Memperoleh dividen bagi yang memiliki saham dan mendapatkan bunga tetap
atau bunga mengambang bagi yang memiliki obligasi.
c. Memperoleh hak suara dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) bagi
pemegang saham dan mempunyai hak suara dalam saham rapat umum
pemegang obligasi (RUPO) bagi pegang obligasi.
d. Dapat dengan mudah mengganti instrumen investasi, misalnya dari saham
perusahaan A berganti ke saham perusahaan B sehingga dapat meningkatkan
keuntungan atau mengurangi resiko.
e. Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrumen untuk
mengurangi risiko.
5. MANFAAT PASAR MODAL BAGI PEMERINTAH
a. Menuju ke arah profesional di dalam memberikan pelayanannatya sesuai
dengan bidang tugas masing-masing.
b. Sebagai pembentuk harga dalam bursa paralel.
c. Semakin bervariasinya jenis lembaga penunjang.
d. Likuiditas efek semakin tinggi.
6. LEMBAGA YANG TERKAIT DENGAN PASAR MODAL
a. Badan Pembina Pasar Modal
b. Badan Pengawas Pasar Modal ( BAPEPAM)
c. Lembaga Penunjang Pasar Modal
i. Lembaga Penunjang Pasar Perdana
1. Penjamin emisi atau Underwriter
2. Akuntan Publik
3. Konsultan Hukum
4. Notaris
5. Agen Penjual
6. Perusahaan Penilai
ii. Lembaga Penunjang Pasar Sekunder
1. Pedagang efek
2. Perantara Perdagangan Efej (Broker)
3. Perusahaan Efek
4. Biro Administrasi Efek
iii. Lembaga Penunjang Penerbitan Obligasi
1. Wali Amanat atau Trustee
2. Penanggung atau Guarantor
3. Agen Pembayar
7. Pasar sekunder adalah tempat perdagangan surat berharga yang sudah beredar. Pasar
ketiga adalah pasar perdagangan surat berharga pada saat pasar kedua tutup.
8. PENAWARAN PERDANA KE PUBLIK
a. Jika saham akan dijul untuk menambah modal, saham baru dapat dijual
dengan berbagai macam cara sebagai berikut:
i. Dijual kepada pemegang saham yang sudah ada.
ii. Dijual kepada karyawan lewat ESOP (employee stock ownership plan)
iii. Menambah saham lewat dividen yang tidak dibagi.
iv. Dijual langsung kepada pembeli tunggal (biasanya investor institusi)
secara privat (private placement).
v. Ditawar kepada publik.
b. Keuntungan dari going public adalah
i. Kemudahan meningkatkan modal dimasa mendatang.
ii. Meningkatkan likuiditas bagi pemegang saham.
iii. Nilai pasar perusahaan diketahui.
c. Kerugian dari going public adalah
i. Biaya laporan yang meningkat.
ii. Pengungkapan.
iii. Ketakutan untuk diambil alih.
9. BANKER INVESTASI
Pasar primer adalah tempat penjualan saham baru yang melibatkan banker investasi.
Saran-saran yang diberikan oleh Banker Investasi yaitu
a. tipe sekuritas apa saja yang akan dijual,
b. harga dari sekuritas, dan
c. waktu pelemparannya.
10. PASAR MODAL SEKUNDER
Pasar sekunder dibedakan menjadi pasar bursa saham ( stock exchange ) dan over-the
counter (OTC) market.
a. Pasar Bursa Saham : Full-service broker menawarkan jasa yang lengkap
termasuk sebagai berikut:
i. Investment research and advice,
ii. asset management,
iii. order execution,
iv. clearing.
Bentuk Order : Investor dapat menggunakan tiga macam bentuk dari order
(amanat) yaitu; market order, limit order dan stop order.
b. OTC Market : Pasar negosiasi atau Over The Counter (OTC) Market
merupakan pasar bursa saham di mana harga dari sekuritas ditentukan dengan
cara negosiasi (tawar-menawar) antara investor dan dealer.

BAB 3 PASAR MODAL INDONESIA

Bursa efek (pasar modal) yang terbesar di Indonesia adalah Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang
juga dikenal dengan nama asingnya sebagai Jakarta Stock Exchange (JSX).

SEJARAH PASAR MODAL DI INDONESIA

Periode Pertama (1912-1942) : Periode Jaman Belanda.

1. Cikal bakal pertama : Vereniging voor Effectenhandel (14 Desember 1912)


2. Disusul di Surabaya (1 Januari 1925) dan Semarang (1 Agustus 1925)
3. Saham yang diperdagangkan saham perusahaan Belanda yang berafiliasi dengan
Dutch East Indies Trading Agencies

Periode Kedua (1952-1960) : Periode Orde Lama.

1. BEJ dibuka lagi tanggal 3 Juni 1952 untuk menampung obligasi pemerintah yang
sudah dikeluarkan pada tahun-tahun sebelumnya
2. Terjadi sengketa Irian Barat maka tahun 1960 sekuritas perusahaan Belanda tidak
diperdagangkan lagi

Periode Ketiga ( 19977-1988) : Periode Orde Baru.

1. BEJ lahir kembali tahun 1997


2. Kepres No. 52 tahun 1976 menetapkan pembentukan Badan Pelaksana Pasar Modal
(BAPEPAM) dan PT Danareksa
Periode Keempat (1989- Mei 1995) : Periode Bangun Dari Tidur yang Panjang.
Periode Kelima (Mulai Mei 1995): Periode Otomatisasi.
Periode Keenam (Mulai Agustus 1997-September 1998): Krisis Moneter.
Periode Ketujuh (Mulai Juli 2000) : Tanpa Warkat.
Periode Kedelapan (Mulai Oktober 1998-Desember 2002) : Penyambungan.
Periode Kesembilan (Mulai Januari 2003-Januari 2008): Kebangkitan Kembali.
Periode Kesepuluh (Mulai Oktober 2007): Bursa Efek Indonesia.
Periode Kesebelas (Mulai Akhir Januari 2008-Maret 2009): Krisis Global.
Periode Keduabelas (April 2009-Agustus 2011): Kejayaan.
Periode Ketigabelas (Agustus 2011-Juni 2012): Stagnasi.
Periode Keempatbelas (Juni 2012-Mei 2013): Kembali Berjaya.
Periode Kelimabelas (Juni 2013-Juni 2014): Ketidakpastian Tapering AS.

BAPEPAM-LK
Mempunyai tugas untuk mengatur, mengarahkan dan mengawasi kegiatan sehari-hari pasar
modal. BAPEPAM-LK juga mempunyai tugas merumuskan kebijakan dibidang lembaga
keuangan seperti misalnya membuat dan meyakinkan pelaksaan peraturan , kebijakan,
standar, norma dan pedoman kriteria dan prosedur dibidang pasar modal, dan menerapkan
prinsip-prinsip keterbukaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik.

OTORITAS JASA KEUANGAN


Pasal 1 UU NO 21 Tahun 2011, OJK mempunyai fungsi: (1) pengaturan (regulation), (2)
pengawasan (supervision), (3) pemerikasaan (inspection), (4) penyidikan (investigation).

PROSEDUR PENDAFTARAN SEKURITAS DI BEI


Prosedur pendaftaran sekuritas di BEI meliputi tiga tahapan yaitu: persiapan diri,
memperoleh izin registrasi dari BAPEPAM-LK, melakukan penawaran perdana ke publik
(initial public offering) dan memasuki pasar sekunder dengan mencatatkan efeknya di bursa.

SISTEM PERDAGAN DI BEI


Transaksi perdagangan di BEI menggunakan order-driven market system dan sistem lelang
kontinyu (countinous auction system).
Order-driven market system berarti bahwa pembeli dan penjual sekuritas yang ingin
melakukan transaksi harus melalui broker.
Sistem lelang kontinyu (countinous auction system) maksudnya harga transaksi ditentukan
oleh penawaran (supply) dan permintaan (demand) dari investor. Untuk sistem manual, harga
penawaran penjualan (ask price) dan harga permintaan pembelian (bid price) dari investor
diteriakkan oleh broker di lantai bursa.

INDEKS PASAR MODAL


BEI mempunyai beberapa indeks, yaitu indeks harga saham gabungan (IHSG), indeks liquid
45 (ILQ-45), indeks-indeks IDX (Indonesia Stocks Exchange) Sektoral, indeks Jakarta
Islamic Index (JII), indeks Papan Utama dan Indeks Papan Pengembangan, indeks Kompas
100, indeks BISNIS-27, indeks PEFINDO25, indeks SRI-KEHATI, indeks Saham Syariah
Indonesia (Indonesia Sharia Stock Index atau ISSI), dam Indeks IDX30, Infobank 15,
Smintra 18, MNC36.

PENYELESAIAN TRANSAKSI
Setelah transaksi perdagangan terjadi di lantai bursa, pekerjaan yang panjang di belakang
bursa masih menunggu setelahmya. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan administrasi,
pembayaran dan penerbitan setifikat kepemilikan. Proses penyelesaian pekerjaan-pekerjaan
ini disebut dengan kliring dan perusahaan yang dipercaya untuk menaganinya adalah PT
Kliring Pinjaman Efek Indonesia (KPEI) (sebelumnya adalah PT Kliring Deposit Efek
Indonesia (KDEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sistem netting adalah sistem yang dapat menghitung penghasilan neto (net) dari dana dan
efek terhadap seluruh transaksi yang dilakukan oleh anggota bursa pada saru hari kerja bursa.

Sistem Pemindahbukuan adalah pemindah-tanganan suatu sekuritas tidak diikuti dengan


penerbitan setifikat secara fisik, tetapi cukup dilakukan pemindahbukuan posisi kepemilikan
secara elektronik.