Anda di halaman 1dari 6

Antihipertensi Adalah tekanan darah yang terjadi pada saat jantung

berelaksasi (mengembang)
Tekanan darah dinyatakan dengan satuan mm Hg, misalnya 150
A. Definisi Antihipertensi (Farmakologi Ulasan Bergambar)
/ 80 mm Hg, artinya tekanan daras sistolik 150 dan tekanan
Tekanan darah ditentukan oleh 2 faktor, yaitu :
darah diastolic 80 mm Hg.
(a) Curah jantung
Tabel tekanan darah menurut WHO :
Ialah hasil kali denyut jantung dan isi sekuncup
Jenis tekanan darah Sistolik Diastolik
jantung. Besarnya isi sekuncup ditentukan oleh
kekuatan kontraksi otot jantung dan volume darah yang Normotensi < 140 < 90

kembali ke jantung. Borderline 140 – 160 90 – 95

(b) Resistensi perifer Hipertensi > 160 > 95

Adalah gabungan tekanan otot polos arteri dan Dikatakan hipertensi bila ada peningkatan tekanan (lebih besar

viskositas darah. Resistensi disebabkan oleh dari normal) darah sistolik atau diastolik yang kronis.

berkurangnya elastisitas dinding pembuluh darah Tekanan darah tubuh diatur oleh Sistem Renin-

akibat adanya arteriosclerosis yang terjadi karena Angiotensin-Aldosteron (RAAS). Hormon renin dihasilkan oleh

meningkatnya usia atau karena pengendapan. ginjal. Bila aliran darah dalam glomeruli berkurang, ginjal akan

Ada 2 macam tekanan darah, yaitu : melepaskan renin. Dalam plasma renin bergabung dengan

(a) Tekanan darah sistolik protein membentuk Angiotensin I yang oleh enzim ACE

Adalah tekanan darah yang terjadi pada saat jantung (Angiotensin Converting Enzyme) dirubah menjadi Angiotensin

berkontraksi. Tekanan ini selalu lebih besar dari II, yang aktif dan bersifat vasokonstriksi dan menstimulir

tekanan diastolik hormon aldosteron yang mempunyai efek retensi air dan garam,

(b) Tekanan darah diastolik sehingga volume darah bertambah, mengakibatkan tekanan
darah meningkat.
Disamping RAAS, tekanan darah juga dipengaruhi (a) Garam, ion Na+ bersifat retensi air sehingga
oleh beberapa faktor, antara lain : memperbesar volume darah, juga memperkuat
(a) Volume denyut jantung : makin besar volume denyut noradrenalin, dengan demikian memperkuat
jantung, tekanan darah makin tinggi. vasokonstriksi.
(b) Elastisitas dinding arteri : makin kurang elastis, tekanan (b) Asam glizirizat (yang terkandung dalam succus), dapat
darah makin tinggi. mempertinggi tekanan darah pada orang tertentu.
(c) Neurohormon (adrenalin dan noradrenalin) : lepasnya (c) Hormon estrogen dalam pil KB bersifat menahan air
neurohormon dirangsang oleh emosi, gelisahm stress, dan garam, demikian juga hormon androgen.
takut, marah, lelah atau rokok. Neurohormon bersifat (d) Stress (ketegangan emosional) akibat pelepasan
vasokonstriksi perifer sehingga tekanan darah naik. hormon adrenalin yang bersifat vasokonstriktif
Tekanan darah tinggi bukanlah penyakit, tapi hanya kelainan (e) Kehamilan
atau gejala yang disebabkan oleh penyakit ginjal, penciutan
aorta atau tumor pada anak ginjal (menyebabkan produksi B. Patofsiologi Hipertensi (Farmakologi Ulasan Bergambar)
hormon berlebihan), yang mempunyai efek adanya gangguan Berdasarkan etiologi, hipertensi dibagi dua yaitu :
pada sistem regulasi tekanan darah. Hipertensi yang tidak (a) Hipertensi essensial atau hipertensi primer, disebut juga
diketahui penyebabnya disebut hipertensi essensial. hipertensi isiopatik, yaitu hipertensi yang tidak jelas
Hipertensi mengakibatkan resiko besar seperti penyebabnya. Hipertensi ini merupakan 90% dari kasus
kerusakan jantung (infark jantung), pembuluh darah (bila hipertensi. Faktor yang mempengaruhinya antara lain
pembuluh darah di otak pecah dapat menyebabkan infark otak usia, jenis kelamin, merokok, kolesterol, berat badan
sehingga badan menjadi lumpuh separuh), kerusakan ginjal, dan aktifitas renin plasma.
selapu mata dan komplikasi lain. Faktor lain yang menyebabkan (b) Hipertensi sekunder, prevalensi hipertensi ini hanya 6 –
hipertensi : 8 % dari seluruh penderita hipertensi. Disebabkan oleh
penyakit, obat, dll. Yang disebabkan oleh penyakit D. Penggolongan Obat Hipertensi (Farmakologi Ulasan
ginjal disebut hipertensi renal, sedangkan yang Bergambar)
disebabkan oleh penyakit endokrin disebut hipertensi Penggolongan anti hipertensi dibagi atas
endokrin. Sedangkan obat – obat yang dapat a. Diuretik tiazid
menyebabkan hipertensi misalnya hormon kontrasepsi, b. Alpha-Bloker
hormon kortikosteroid, antai depresan, dll. c. Beta-Bloker
d. ACE Inhibitor
C. Gejala Hipertensi (Farmakologi Ulasan Bergambar) e. Antagonis angiontensin II
f. Kalsium chanel bloker
Gejala yang khas tidak ada, penderita kadang – kadang
g. Vasodilator
hanya merasa nyeri kepala pada pagi hari sebelum bangun
tidur, tetapi setelah bangun rasa nyeri akan hilang. Tetapi, ada
E. Mekanisme Kerja penggolongan anti hipertensi
beberapa kondisi yang dapat memicu tekanan darah tinggi, di
a. Diuretik tiazid adalah diuretic dengan potensi menengah
antaranya:
yang menurunkan tekanan darah dengan cara
 Kehamilan menghambat reabsorpsi sodium pada daerah awal
 Kecanduan alkohol tubulus distal ginjal, meningkatkan ekskresi sodium dan
 Penyalahgunaan NAPZA volume urin. Tiazid juga mempunyai efek vasodilatasi
 Gangguan ginjal langsung pada arteriol, sehingga dapat mempertahankan
 Gangguan pernapasan saat tidur. efek antihipertensi lebih lama. Tiazid diabsorpsi baik
pada pemberian oral, terdistribusi luas dan
dimetabolisme di hati. Efek diuretik tiazid terjadi dalam
waktu 1‐2 jam setelah pemberian dan bertahan sampai
12‐24 jam, sehingga obat ini cukup diberikan sekali neurotransmitter yang meningkatkan aktivitas system
sehari. Efek antihipertensi terjadi pada dosis rendah dan saraf simpatis. Stimulasi reseptor beta‐1 pada nodus
peningkatan dosis tidak memberikan manfaat pada sino‐atrial dan miokardiak meningkatkan heart rate dan
tekanan darah, walaupun diuresis meningkat pada dosis kekuatan kontraksi. Stimulasi reseptor beta pada ginjal
tinggi. Efek tiazid pada tubulus ginjal tergantung pada akan menyebabkan penglepasan rennin, meningkatkan
tingkat ekskresinya, oleh karena itu tiazid kurang aktivitas system renninangiotensin‐aldosteron. Efek
bermanfaat untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal akhirnya adalah peningkatan cardiac output,
(Farmakologi terapi). peningkatan tahanan perifer dan peningkatan sodium
b. Alpha‐blocker (penghambat adreno‐septor alfa‐1) yang diperantarai aldosteron dan retensi air. Terapi
memblok adrenoseptor alfa‐1 perifer, mengakibatkan menggunakan beta‐blocker akan mengantagonis semua
efek vasodilatasi karena merelaksaasi otot polos efek tersebut sehingga terjadi penurunan tekanan darah
pembuluh darah. Diindikasikan untuk hipertensi yang (Farmakologi terapi).
resisten (Farmakologi terapi). d. Angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEi)
c. Beta blocker memblok beta‐adrenoseptor. Reseptor ini menghambat secara kompetitif pembentukan
diklasifikasikan menjadi reseptor beta‐1 dan beta‐2. angiotensin II dari prekursor angiotensin I yang inaktif,
Reseptor beta‐1 terutama terdapat pada jantung yang terdapat pada darah, pembuluh darah, ginjal,
sedangkan reseptor beta‐2 banyak ditemukan di paru‐ jantung, kelenjar adrenal dan otak. Angitensin II
paru, pembuluh darah perifer, dan otot lurik. Reseptor merupakan vaso‐konstriktor kuat yang memacu
beta‐2 juga dapat ditemukan di jantung, sedangkan penglepasan aldosteron dan aktivitas simpatis sentral
reseptor beta‐1 juga dapat dijumpai pada ginjal. Reseptor dan perifer. Penghambatan pembentukan angiotensin iI
beta juga dapat ditemukan di otak. Stimulasi reseptor ini akan menurunkan tekanan darah. Jika sistem
beta pada otak dan perifer akan memacu penglepasan angiotensin‐renin‐aldosteron teraktivasi (misalnya pada
keadaan penurunan sodium, atau pada terapi diuretik) mampu mengkonversi angiotensin I menjadi angiotensin
efek antihipertensi ACEi akan lebih besar. ACE juga II tanpa melalui ACE (Farmakologi Terapi).
bertanggungjawab terhadap degradasi kinin, termasuk f. Calcium channel blockers (CCB) menurunkan influks
bradikinin, yang mempunyai efek vasodilatasi. ion kalsium ke dalam sel miokard, sel‐sel dalam sistem
Penghambatan degradasi ini akan menghasilkan efek konduksi jantung, dan sel‐sel otot polos pembuluh darah.
antihipertensi yang lebih kuat. Beberapa perbedaan pada Efek ini akan menurunkan kontraktilitas jantung,
parameter farmakokinetik obat ACEi. Captopril cepat menekan pembentukan dan propagasi impuls elektrik
diabsorpsi tetapi mempunyai durasi kerja yang pendek, dalam jantung dan memacu aktivitas vasodilatasi,
sehingga bermanfaat untuk menentukan apakah seorang interferensi dengan konstriksi otot polos pembuluh
pasien akan berespon baik pada pemberian ACEi. Dosis darah. Semua hal di atas adalah proses yang bergantung
pertama ACEii harus diberikan pada malam hari karena pada ion kalsium. Terdapat tiga kelas CCB:
penurunan tekanan darah mendadak mungkin terjadi; dihidropiridin (misalnya nifedipin dan amlodipin);
efek ini akan meningkat jika pasien mempunyai kadar fenilalkalamin (verapamil) dan benzotiazipin
sodium rendah (Farmkologi Terapi) (diltiazem). Dihidropiridin mempunyai sifat vasodilator
e. Antagonis Angiotensin II ditemukan pada pembuluh perifer yang merupakan kerja antihipertensinya,
darah dan target lainnya. Disubklasifikasikan menjadi sedangkan verapamil dan diltiazem mempunyai efek
reseptor AT1 dan AT2. Reseptor AT1 memperantarai kardiak dan dugunakan untuk menurunkan heart rate dan
respon farmakologis angiotensin II, seperti mencegah angina (Farmakologi Terapi).
vasokonstriksi dan penglepasan aldosteron. Dan oleh g. vasodilator (misalnya hidralazin, minoksidil)
karenanya menjadi target untuk terapi obat. Fungsi menurunkan tekanan darah dengan cara merelaksasi otot
reseptor AT2 masih belum begitu jelas. Banyak jaringan polos pembuluh darah. Antihipertensi kerj a sentral
(misalnya klonidin, metildopa, monoksidin) bekerja
pada adrenoseptor alpha‐2 atau reseptor lain pada batang
otak, menurunkan aliran simpatetik ke jantung,
pembuluh darah dan ginjal, sehingga efek ahirnya
menurunkan tekanan darah (Farmakologi terapi).

F. CONTOH OBAT BERDASARKAN


PENGGOLONGAN (farmakologi ulasan bergamba dan
iso)
a. Diuretik tiazid
Contoh obat: Bendroflumetiazid, Hidroklorotiazid.
b. Alpha-Bloker
Contoh obat: Doksasozin
c. Beta-Bloker
Contoh obat: Propanolol, Atenolol, Metoprolol
d. ACE Inhibitor
Contoh obat: Captopril, Enalapril
e. Antagonis angiontensin II
Contoh obat: Candesartan, Losartan
f. Kalsium chanel bloker
Contoh obat: Amlodipin, Nifedipin, Diltiazem.
g. Vasodilator
Contoh obat: Prasosin, Hidralasin.