Anda di halaman 1dari 2

Aborsi spontan (Keguguran) adalah kehamilan yang tidak layak (janin tidak dapat bertahan hidup)

atau hilangnya kehamilan secara spontan sebelum umur kehamilan 20 minggu.


Aborsi spontan pada umumnya disebut sebagai Keguguran. Arti Medis dari aborsi berarti akhir dari
kehamilan, apakah karena disengaja atau tidak disengaja. Kebanyakan keguguran terjadi pada
trimester pertama kehamilan, dari tujuh hingga dua belas minggu setelah pembuahan.
Aborsi spontan adalah kebalikan dari aborsi yang diinduksi. Dalam aborsi spontan, itu murni
kebetulan, yaitu secara spontan.
Keguguran sangat umum terjadi, karena kebanyakan keguguran terjadi pada awal kehamilan.
Seorang Ibu bahkan tidak menyadari bahwa ia sedang hamil, sulit untuk memperkirakan seberapa
sering keguguran terjadi.
Penyebab Keguguran
Pada umumnya keguguran terjadi disebabkan oleh masalah genetik dalam embrio yang akan
menghambat bayi berkembang secara normal. Biasanya, Kesalahan genetik fatal in tidak ada
hubungannya dengan ibu.
Dalam kasus lain, Penyakit atau kondisi medis tertentu dapat menyebabkan keguguran atau dapat
meningkatkan risiko mengalami keguguran. Ibu yang menderita diabetes atau penyakit tiroid
berisiko mengalami keguguran. Infeksi yang menyebar ke plasenta, termasuk beberapa infeksi virus,
juga dapat meningkatkan risiko keguguran.
Secara umum, faktor risiko keguguran meliputi hal-hal berikut:
Usia ibu yang lebih tua (Di atas 35 tahun)
Merokok
Konsumsi alkohol
Trauma uterus
Paparan radiasi
Riayat keguguran sebelumnya
Berat badan ibu yang ekstrem
Kelainan anatomi uterus
Mengonsumsi narkoba
Mengidap penyakit tertentu, seperti diabetes atau masalah tiroid
Penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) sekitar waktu pembuahan dapat meningkatkan
risiko keguguran
Tanda Dan Gejala Keguguran
Tanda Dan Gejala keguguran termasuk:
Pendarahan pervaginaan dari ringan hingga berat
Nyeri panggul adalah gejala khas keguguran.
Kram berat
Nyeri perut
Kadang-kadang, terdapat bagian dari jaringan janin atau plasenta
Lemah
Demam
Diagnosis Keguguran
Pemeriksaan USG
Pemeriksaan ultrasound (USG) biasanya dilakukan jika seorang Ibu mendapati gejala keguguran. USG
dapat menentukan apakah kehamilan masih utuh dan denyut jantung janin hadir. Pemeriksaan USG
juga dapat mengungkapkan apakah kehamilan merupakan kehamilan ektopik (terletak di luar rahim,
biasanya di tuba Fallopi), yang mungkin memiliki gejala dan tanda yang sama seperti keguguran.
Pemeriksaan Lainnya
Tes lain yang mungkin dilakukan termasuk tes darah untuk hormon kehamilan, jumlah darah untuk
menentukan tingkat kehilangan darah atau untuk melihat apakah ada infeksi, dan melakukan
pemeriksaan panggul.
Merencanakan Kehamilan Kembali Pasca Keguguran
Diskusikan rencana kehamilan Anda berikutnya dengan dokter kandungan. Beberapa penyedia
layanan kesehatan merekomendasikan untuk menunggu tenggat waktu tertentu (dari satu siklus
menstruasi hingga 3 bulan) sebelum mencoba untuk hamil lagi.
Untuk mencegah terjadinya keguguran lagi, Dokter kandungan atau penyedia perawatan kesehatan
Anda dapat merekomendasikan pengobatan atau perawatan tertentu.
Meluangkan waktu untuk menyembuhkan baik secara fisik maupun emosional setelah keguguran
sangat penting. Jangan terlalu merasa bersalah karena keguguran. Konseling tersedia untuk
membantu Anda mengatasi kehilangan atau kesedihan Anda.
Pencegahan Keguguran
Biasanya keguguran tidak dapat dicegah dan biasanya terjadi karena kehamilan tidak normal. Ibu
yang mengalami perdarahan vagina selama kehamilan selalu disarankan untuk beristirahat dan
membatasi aktivitas seksual sampai tidak ada tanda-tanda potensial keguguran. Ada kemungkinan
bahwa beberapa faktor risiko keguguran dapat diminimalkan dengan mempertahankan berat badan
yang sehat dan menghindari konsumsi alkohol, obat-obatan terlarang, serta tidak merokok.