Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Roda bisnis perusahaan memiliki keterkaitan dengan sumber daya manusia
(SDM) yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Hal ini dikarenakan sumber daya
manusia (SDM) memiliki peran yang sangat penting dalam kelangsungan hidup
sebuah perusahaan dalam menjalani sebuah bisnis. Sumber daya manusia (SDM)
yang dimiliki oleh perusahaan yaitu karyawan yang bekerja pada perusahaan.
Meskipun seiring dengan berkembangnya teknologi, banyak perusahaan yang
mulai memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menunjang pekerjaan para
karyawan yaitu dengan menggunakan mesin – mesin, tetapi peran karyawan sangat
dibutuhkan oleh perusahaan karena kontribusi yang diberikan oleh karyawan
dianggap lebih maksimal daripada konstribusi yang diberikan oleh mesin – mesin
yang mengandalkan umur ekonomis.

Industri sepatu di Indonesia sedang mengalami pertumbuhan karena setiap


manusia pasti membutuhkan alas kaki untuk menunjang aktivitas mereka dalam
menjalankan kegiatan sehari – harinya. Industri alas kaki dalam negeri masih terus
bertumbuh seiring dengan kenaikan permintaan dunia. Asosiasi Persepatuan
Indonesia (Asprisindo) meyakini pertumbuhan industri alas kaki lebih baik pada
tahun 2018 yang didorong oleh realisasi beberapa pabrik baru. Sekretaris Jenderal
Asprisindo Binsar Marpaung mengatakan sepanjang 2017 pertumbuhan industri
alas kaki yang dilihat berdasarkan nilai ekspor, hanya tumbuh sebesar 2% ke angka
US$4,7 miliar dari US$4,6 miliar. Binsar menyebutkan angka perkiraan optimistis
pertumbuhan industri alas kaki pada tahun ini sebesar 3,5%. Adapun, proyeksi
angka pertumbuhan yang tidak terlalu tinggi tersebut salah satunya disebabkan oleh
masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini, yaitu lemahnya industri
pendukung (https://ekonomi.bisnis.com).
Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), industri kulit, barang dari kulit,
dan alas kaki menjadi sektor dengan pertumbuhan paling tinggi pada kuartal
II/2018, yaitu sebesar 27,73% secara tahunan. Pertumbuhan ini mendorong industri
manufaktur besar dan sedang tumbuh sebesar 4,36%. saat ini ekspor sepatu
didominasi oleh perusahaan berskala besar, sedangkan pasar domestik banyak
digarap oleh industri kecil dan menengah. Ekspor alas kaki hingga April 2018
masih menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,91% dari US$ 1,58 miliar menjadi US$
1,72 miliar. Sepanjang tahun lalu ekspor alas kaki nasional tercatat senilai US$ 4,87
miliar atau tumbuh 4,95% dari tahun sebelumnya yang senilai US$ 4,64 miliar
(https://ekonomi.bisnis.com).

Di Indonesia terdapat salah satu kota yang memiliki perkembangan industri


sepatu yang terus mengalami peningkatan dan memiliki perkembangan yang
signifikan, kota tersebut yaitu Kota Bandung. Kota Bandung merupakan kota yang
memiliki banyak potensi mengenai industri kreatif karena Kota Bandung menjadi
daya tarik bagi para wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Kota
Bandung dapat disebut juga sebagai kota yang memiliki banyak sekali oleh – oleh
khas yang tidak terdapat di kota – kota lain yang terdapat di Indonesia.

Bandung sebagai ibukota provinsi Jawa Barat merupakan salah satu kota
besar di Indonesia yang menjadi target destinasi banyak pelancong, dari dalam
maupun luar negeri. Di Kota Bandung terdapat salah satu kawasan terkenal yang
memiliki ciri khas akan industri sepatu atau alas kaki, kawasan tersebut terletak di
Cibaduyut. Selama berpuluh-puluh tahun Bandung mampu memikat para
pelancong dengan kerajinan sepatu Cibaduyut yang memiliki kualitas tak diragukan
namun dengan harga yang terjangkau. Hal ini menjadikan kawasan Cibaduyut
ramai dan dalam awal perkembangannya mendorong terbentuknya Jalan Cibaduyut
sebagai kawasan perdagangan.

Penelitian dilakukan di CV. Britanindo yang berlokasi di JL. Cibaduyut


Kota Bandung dengan jumlah karyawan 35 orang. Untuk mengetahui fenomena
yang ada di CV. Britanindo Bandung, Untuk mengetahui fenomena yang terjadi
pada CV. Britanindo, peneliti mengadakan wawancara kepada pihak manajemen
(Bapak Raihan sebagai pemiliki perusahaan). Dari hasil wawancara tersebut kinerja
perusahaan selalu tidak mencapai target yang diinginkan sehingga berdampak pada
lambat nya perkembangan perusahaan. Fenomena ini didukung dengan data dari
perusahaan perbandingan antara target perusahaan dengan realisasi kinerja
perusahaan sebagai berikut:

Tabel 1.1
Pencapaian Produksi Sepatu Dari Tahun 2014 – 2018
Tahun Target/Pasang Realisasi/Pasang Persentase
Pencapaian
2014 4.700 2.330 49,57%
2015 6.000 4.560 76%
2016 6.600 5.940 90%
2017 7.800 6.860 87,95%
2018 9.500 7.100 74,74%
Sumber: CV. Britanindo

Berdasarkan tabel 1.3 mengenai pencapaian produksi sepatu dari tahun


2014 – 2018, menunjukkan bahwa produksi yang terealisasi dari tahun ke tahun
terus mengalami peningkatan tetapi dari tahun ke tahun target produksi tidak selalu
tercapai sehingga hal ini akan berdampak pada penjualan atau pendapatan yang
akan didapatkan oleh perusahaan. Penjualan atau pendapatan yang akan didapatkan
oleh perusahaan akan terus mengalami penurunan karena dampak dari produksi
sepatu yang tidak selalu tercapai pada setiap tahunnya. Hal ini akan menjadi hal
serius yang perlu diperhatikan oleh perusahaan karena apabila target produksi tidak
selalu tercapai maka tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan akan terus
mengalami kerugian karena dampak dari penurunan keuntungan atau pendapatan
perusahaan.
Pada umumnya berhasil atau tidaknya seorang karyawan, akan diukur dan
dilihat dari kinerja yang karyawan berikan kepada perusahaan. Karyawan yang
tidak dapat memberikan kontribusi secara maksimal dianggap gagal karena tidak
dapat bekerja sesuai dengan target perusahaan dan perlu dilakukan evaluasi agar di
waktu yang akan datang, karyawan dapat memperbaiki dan meningkatkan
kontribusi yang mereka berikan. Kinerja yang karyawan berikan akan berdampak
terhadap pendapatan atau penjualan yang didapatkan oleh perusahaan. Menurut
Robbins dan Judge (2015:555), mendefinisikan kinerja yaitu suatu hasil yang
dicapai oleh pegawai dalam pekerjaanya menurut kriteria tertentu yang berlaku
untuk suatu pekerjaan, dan yang menjadi indikator-indikator dalam kinerja
pegawai, yaitu: kualitas, kuantitas, efektivitas. dan kemandirian

Untuk mengetahui kemungkinan penyebab terjadinya fenomena diatas,


peneliti mengadakan pra survey yang terdiri dari kuesioner sementara dan hasil
wawancara dengan 15 karyawan yang terdapat di CV. Britanindo. Hasil pra-survey
yang dilakukan diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 1.2
Hasil Pra-Survey Faktor – Faktor Yang Kemungkinan Mempengaruhi
Kinerja Karyawan
No. Faktor yang Keluhan Persentase
Mempengaruhi Kinerja
Karyawan
1 Lingkungan Kerja Lokasi produksi terletak di 30%
kawasan yang memiliki cuaca
yang cukup panas dan sirkulasi
udara dianggap dapat
menganggu pernafasan
karyawan
2 Motivasi Kerja Kebutuhan untuk berafiliasi 25%
dan kebutuhan untuk
menguasai sesuatu
3 Gaya Kepemimpinan Pimpinan tidak memiliki 20%
hubungan yang harmonis
dengan seluruh karyawan
4 Kompensasi Besarnya gaji yang diterima 15%
tergantung dari pendapatan
yang diperoleh perusahaan
5 Kompetensi Masih terdapat karyawan yang 10%
tidak dapat bekerja secara teliti
dan cermat sehingga terkadang
banyak produk cacat
Jumlah 100%
Sumber: Data diolah oleh peneliti, 2019

Berdasarkan hasil pra-survey dari 15 karyawan yang bekerja pada CV.


Britanindo Bandung menunjukkan bahwa faktor lingkungan kerja yang dimiliki
menempati posisi pertama dengan persentase sebesar 30%, kemudian diikuti
faktor motivasi kerja sebesar 25% , gaya kepemimpinan 20%, kompensasi 15%
dan kompetensi 10%.

Faktor pertama yang kemungkinan menyebabkan terjadinya fenomena di


CV. Britanindo adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang dimiliki oleh CV.
Britanindo dapat dikatakan kurang baik karena lingkungan yang tersedia kurang
mampu untuk dapat menunjang karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan.
Menurut Widodo (2016:95), manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya
dengan baik sehingga dicapai suatu hasil yang optimal ,apabila diantaranya
ditunjang oleh kondisi lingkungan yang sesuai. Lingkungan kerja dalam suatu
perusahaan merupakan semua keadaan yang terdapat disekitar tempat kerja,yang
akan mempengaruhi karyawan baik langsung atau tidak langsung .lingkungan kerja
itu sendiri mencakup beberapa faktor dan banyak faktor yang mempengaruhi suatu
kondisi lingkungan kerja. Indikator – indikator dari lingkungan kerja yaitu,
penerangan/cahaya di tempat kerja, kebisingan di tempat kerja, sirkulasi udara di
tempat kerja, dekorasi di tempat kerja dan keamanan dan kenyamanan di tempat
kerja. Berdasarkan teori dan keluhan diatas kemungkinan yang menyebabkan
terjadinya fenomena ada pada indikator sirkulasi udara di tempat kerja, sedangkan
untuk indikator lain dirasakan baik oleh karyawan.
Faktor kedua yang menjadi kemungkinan yang dapat menyebabkan
terjadinya fenomena motivasi kerja karena para karyawan memiliki tidak memiliki
motivasi yang tinggi untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan para
karyawan tidak dapat bekerja sesuai dengan target perusahaan. Menurut Hasibuan
dalam Sutrischastini dan Agus (2015), motivasi adalah pemberian daya
penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja
sama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah
ditentukan. Terdapat tiga dimensi yang dapat mengukur motivasi kerja seorang
karyawan, yaitu kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan untuk berafiliasi dan
kebutuhan untuk menguasai sesuatu. Berdasarkan teori diatas dan berdasarkan
keluhan karyawan yang kemungkinan menebabkan fenomena diatas adalah pada
indikator kebutuhan untuk berafiliasi dan kebutuhan untuk menguasai sesuatu,
sedangkan untuk indikator lain dirasakan baik oleh karyawan.
Oleh karena itu, peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan
judul “Pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan Pada CV. Britanindo“.

1.2. Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah

1.2.1. Identifikasi Masalah

Permasalahan yang terjadi yaitu mengenai lingkungan kerja yang dimiliki


oleh perusahaan. Lingkungan kerja CV. Britanindo dianggap terletak di kawasan
yang memiliki cuaca yang cukup panas, kawasan macet dan memiliki sirkulasi
udara yang buruk karena asap kendaraan bermotor. Selain itu, motivasi kerja yang
dimiliki oleh para karyawan CV. Britanindo dapat dikatakan rendah karena para
karyawan merasa jenuh dengan pekerjaan yang mereka kerjakan selama ini karena
dianggap monoton serta pendapatan yang mereka dapatkan tergantung dari hasil
produksi dan penjualan yang di dapatkan oleh perusahaan. Kedua unsur tersebut
memiliki dampak terhadap kinerja karyawan CV. Britanindo yang tidak dapat
menghasilkan produk sepatu sesuai dengan target perusahaan yang akan
berpengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh perusahaan.
1.2.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka


identifikasi masalah yang ingin peneliti kemukakan yaitu:

1. Bagaimana lingkungan kerja pada CV. Britanindo


2. Bagaimana motivasi kerja pada CV. Britanindo
3. Bagaimana kinerja karyawan pada CV. Britanindo
4. Seberapa besar pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap
kinerja karyawan pada CV. Britanindo

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan identifikasi masalah yang ada, adapun tujuan penelitian ini


adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana lingkungan kerja pada CV. Britanindo


2. Untuk mengetahui bagaimana motivasi kerja pada CV. Britanindo
3. Untuk mengetahui bagaimana kinerja karyawan pada CV. Britanindo
4. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan kerja dan motivasi
kerja terhadap kinerja karyawan pada CV. Britanindo

1.4. Manfaat penelitian.

1. Secara Akademis
Penelitian ini memberikan manfaat bagi penulis dalam mengembangkan
wacana dunia bisnis terutama dalam pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja
terhadap kinerja karyawan dan dalam rangka mengembangkan ilmu manajemen
sumber daya manusia dengan cara melakukan pemahaman secara mendalam
dengan membandingkan teori – teori yang diperoleh pada perkuliahan dengan
kenyataan di lapangan secara langsung.

2. Secara Praktis
a. Bagi Peneliti
Merupakan syarat wajib dalam menempuh gelar Sarjana Manajemen
Program Studi Manajemen pada Fakultas Bisnis dan Manajemen
Universitas Widyatama Bandung. Serta dapat menambah wawasan
pengetahuan yang berkaitan dengan penyusunan skripsi mengenai pengaruh
lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan sehingga
peneliti memperoleh gambaran mengenai ilmu pengetahuan yang telah di
dapatkan saat menempuh perkuliahan selama beberapa waktu lalu.
b. Bagi CV. Britanindo
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi CV. Britanindo
untuk membantu dalam memberikan saran yang bermanfaat untuk
meningkatkan kinerja perusahaan.

1.5. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di CV. Britanindo yang terletak di JL. Situ Terate
No. 217 RT. 006/RW. 01, Cibaduyut Kidul, Bojongloa Kidul Bandung. Penelitian
ini dilakukan dari bulan Januari 2019 sampai selesai.

1.6. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan yang terdapat dalam tugas akhir (skripsi) ini adalah
sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi mengenai latar belakang masalah, yang menjadi acuan dan
landasan penelitian. Terdapat tujuan penelitian, yang merupakan fokus bagi
penelitian, Sebuah pencapaian yang diharapkan dari keseluruhan proses penelitian.
Terdapat pembatasan masalah, agar penelitian yang dilakukan tidak menyimpang
dari tujuan yang diharapkan. Serta yang terakhir dalam bab ini adalah sistematika
penulisan, yang berisi uraian singkat proses penulisan tugas akhir (skripsi).
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisi mengenai teori-teori yang berhubungan dengan pembahasan
penelitian yang menjadi landasan berfikir serta dasar penyusunan penelitian. Teori
– teori tersebut diperoleh dari buku-buku referensi serta sumber informasi lain yang
terkait dengan pembahsan penelitian.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN


Bab ini menjabarkan langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam
melakukan penelitian dan penulisan laporan penelitian. Agar hasil yang dicapai
tepat, maka diperlukan langkah-langkah penelitian yang terstruktur dan terarah,
sehingga hasil yang diperoleh tidak menyimpang dari tujuan awal penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


Bab ini berisi analisis dari hasil pengamatan, pengumpulan, serta
pengolahan data hingga hasil yang dicapai selama penelitian dan pembuatan tugas
akhir (skripsi).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


Bab ini berisi mengenai kesimpulan dari pokok – pokok bahasan yang
disertai dengan saran – saran bagi pihak terkait sebagai objek penelitian untuk
memperbaiki kekurangan yang ada dan untuk pengembangan di masa yang akan
data.