Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH TEKNIK ENERGI

“ENERGI ALTERNATIF GEOTHERMAL”


(Dosen Pengampu : Ir. Edy Mulyadi, SU, MT)

Disusun oleh :
Dyah Ayu Pitaloka (1631010089)
Elok Putri Rachmawati (1631010090)
Ira Rahmawati (1631010099)
Achmad Fanani (1631010103)
Ludira Lindra W (1631010120)

TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL "VETERAN"
JAWA TIMUR
2019
DAFTAR ISI

BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
I.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 1
I.2 Tujuan ..................................................................................................................... 2
I.3 Manfaat ................................................................................................................... 2
BAB II ..................................................................................................................... 3
TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................... 3
II.1 Pengertian Energi ................................................................................................. 3
II.2 Pengertian Energi Alternatif ............................................................................... 3
II.3 Jenis – Jenis Energi Alternatif ............................................................................ 3
II.4 Energi Geothermal ............................................................................................... 3
II.5 Syarat – Syarat yang Harus dipenuhi Supaya Panas Bumi dapat digunakan
....................................................................................................................................... 4
II.6 Jenis Energi Panas Bumi ..................................................................................... 5
II.7 Tahapan Kegiatan Operasional Panas Bumi .................................................... 8
II.8 Potensi Energi Geothermal di Indonesia........................................................... 9
II.9 Dampak dari Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal di Indonesia ........... 11
II.10 Perkembangan Energi Panas Bumi ............................................................... 12
II. 11 Investasi Energi Panas Bumi di Indonesia 14
II.12 Penerapan Energi Panas Bumi di Indonesia ................................................. 16
BAB III ................................................................................................................. 18
PENUTUP ............................................................................................................. 18
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 20

II
BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Pengembangan energi terbarukan sangat perlu untuk dilakukan karena
kebutuhan masyarakat akan energi terus meningkat tiap tahunnya. Namun,
berbanding terbalik dengan simpanan energi yang ada sekarang ini (Minyak Bumi,
Batu Bara) yang tiap tahun semakin menipis. Hal ini dapat menyebabkan
ketidakseimbangan antara kebutuhan energi terhadap persediaan energi yang ada
saat ini. Sehingga, hal ini dapat mengancam ketahanan energi di masa depan.
Sehingga diperlukan adanya solusi dari masalah ini, yaitu perlu adanya energi –
energi alternatif yang dapat menggantikan peran energi yang dihasilkan dari fosil.
Meningkatnya kebutuhan energi dapat disebabkan karena peningkatan
jumlah penduduk, peningkatan taraf hidup masyarakat, meningkatnya jumlah
kendaraan yang ada, perkembangan industri dan teknologi yang semakin pesat.
Karena faktor – faktor diatas, pemerintah menegeluarkan Kebijakan Energi
Nasional (KEN) sebagai solusi untuk mengatasi masalah – masalah yang terjadi,
yakni melakukan konversi, disversifikasi, dan intensifikasi energi.
Salah satu energi alternatif yang dikembangkan pemerintah adalah energi
Geothermal atau energi panas bumi. Seperti yang kita ketahui, Indonesia terletak di
area Ring of Fire dimana banyak ditemukan gunung berapi aktif di Indonesia,
sehingga jumlah energi panas Bumi di Indonesia dapat dipastikan melimpah.
Namun, tentunya untuk memanfaatkan energi panas Bumi ini tidaklah mudah,
karena untuk dapat mengeksplorasi energi alternatif harus berada sedekat mungkin
dengan sumber energi panas bumi.
Energi panas Bumi adalah energi yang diekstraksi dari panas yang tersimpan
di dalam bumi. Energi panas Bumi digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga
Panas Bumi. Energi Panas Bumi cukup. ekonomis dan ramah lingkungan, namun
terbatas hanya pada dekat area perbatasan lapisan tektonik.

1
I.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi energi alternatif panas bumi
2. Untuk mengetahui perkembangan energi panas bumi
3. Untuk mengetahui teknologi energi panas bumi yang digunakan
4. Untuk mengetahui mekanisme kerja energi panas bumi
5. Untuk mengetahui penerapan teknologi panas bumi
6. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan teknologi panas bumi

I.3 Manfaat
1. Agar dapat mengetahui definisi energi alternatif panas bumi
2. Agar dapat mengetahui bagaimana perkembangan energi panas bumi
3. Agar dapat mengetahui teknologi energ panas bumi yang di gunakan
4. Agar dapat mengetahui mekanisme kerja energi panas bumi
5. Agar dapat mengetahui bagaimana dan dimana saja penerapan teknologi
panas bumi
6. Agar dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan teknologi panas bumi

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Pengertian Energi


Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja yang dapat berupa panas,
cahaya, mekanika, kimia, dan elektromagnetika.
(UU No. 30 Tahun 2007)

II.2 Pengertian Energi Alternatif


Energi baru adalah energi yang berasal dari sumber energi baru.
Sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang dihasilkan dari sumber
daya energi yang berkelanjutan jika dikelola dengan baik, antara lain panas bumi,
angin, bioenergi, sinar matahari, aliran dan terjunan air, serta gerakan dan
perbedaan suhu lapisan laut.
Energi terbarukan adalah energi yang berasal dari sumber energi terbarukan.
(UU No. 30 Tahun 2007)

II.3 Jenis – Jenis Energi Alternatif


1. Panas bumi
2. Angin
3. Bio energi
4. Sinar matahari
5. Aliran dan terjunan air
6. Gerakan dan perbedaan suhu air laut
(UU No. 30 Tahun 2007)

II.4 Energi Geothermal


Energi geothermal atau energi panas bumi adalah sejenis tenaga panas alam
yang berasal dari dalam bumi, terdapat di daerah yang bergeografis di Kawasan
jalur vulkanis, dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan tenaga listrik seperti
sumber tenaga alternatif minyak bumi, batu bara, dan lain – lain.
(Timotius, 2018)

3
Energi geothermal merupakan sumber energi terbarukan berupa energi thermal
(panas) yang dihasilkan dan disimpan di dalam inti bumi. Istilah geothermal berasal
dari bahasa Yunani dimana kata “geo”, berarti bumi dan “thermos”, berarti panas,
menjadi geothermal yang juga sering disebut panas bumi. Energi panas di inti bumi
sebagian besar berasal dari peluruhan radioaktif dari berbagai mineral di dalam inti
bumi.
Energi geothermal merupakan sumber energi bersih bila dibandingkan
dengan bahan bakar fosil karena sumur geothermal melepaskan sangat sedikit gas
rumah kaca yang terperangkap jauh di dalam inti bumi, ini dapat diabaikan bila
dibandingkan dengan jumlah gas rumah kaca yang dilepaskan oleh pembakaran
bahan bakar fosil. Ada cukup energi geothermal di dalam inti bumi, lebih dari
kebutuhan energi dunia saat ini. Namun, sangat sedikit dari total energi panas bumi
yang dimanfaatkan pada skala global karena dengan teknologi saat ini hanya daerah
di dekat batas-batas tektonik yang menguntungkan untuk dieksploitasi.
Potensi panas bumi yang dimiliki Indonesia berdasarkan data Departemen
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Kita memiliki
potensi energi panas bumi sebesar 27.000 MW yang tersebar di 253 lokasi atau
mencapai 40% dari cadangan panas bumi dunia. Dengan kata lain, kita merupakan
negara dengan sumber energi panas bumi terbesar di Dunia.

II.5 Syarat – Syarat yang Harus dipenuhi Supaya Panas Bumi dapat
digunakan
1. Adanya batuan panas bumi berupa magma
2. Adanya persediaan air tanah dekat sumber magma untuk membentuk uap
panas
3. Adanya batuan berpori yang menyimpan sumber uap dan air panas
4. Adanya batuan keras yang menahan hilangnya uap air dan panas
5. Adanya gejala tektonik supaya dapat terbentuk rekahan – rekahan dikulit
bumi untuk memberikan jalan kepada uap dan air panas bergerak ke
permukaan bumi
6. Suhu minimum 180 – 250oC
(Timotius,2018)

4
II.6 Jenis Energi Panas Bumi
1. Energi panas bumi “Uap Kering“
Pemanfaatan energi panas bumi yang ideal adalah bila panas bumi yang
keluar dari perut bumi berupa uap kering, sehingga dapat digunakan
langsung untuk menggerakkan turbin generator listrik.
Panas bumi yang berupa fluida misalnya air panas alam (hot spring) di
atas suhu 1750 C dapat digunakan sebagai sumber pembangkit Flash Steam
Power Plants. Tipe ini menggunakan uap basah sebagai sumber energinya.
Uap ini perlu dipisahkan antara air dan uapnya. Pada awalnya uap basah
yang keluar berasal dari cairan bertemperatur tinggi yang ada di perut bumi.
Uap basah biasanya mengandung 20% uap dan 80% air. Berdasarkan hal ini
diperlukan separator untuk proses pemisahannya. Uap yang sudah
dipisahkan diteruskan ke turbin untuk menggerakkan generator, sedangkan
airnya disuntikkan kembali ke dalam perut bumi. Proses penyuntikan air ini
selain untuk menjaga keseimbangan air dalam tanah, air yang sudah
diinjeksi akan mengalami proses pemanasan lagi yang nantinya dapat
dimanfaatkan. Tipe ini merupakan tipe yang sering digunakan di Indonesia.
Contohnya adalah PLTP Salak dengan 2 x 55 MW.

Gambar 1. Dry Steam Power Plant

5
2. Energi Panas Bumi Air Panas (Flash Steam Power Plants)
Energi panas bumi yang berupa air panas ini maksudnya adalah
sebagian besar berupa air panas atau kombinasi uap dan air panas (hot water
dominated) dengan temperatur di atas 3600F (1820C) dapat digunakan
dalam flash plants untuk menghasilkan energi listrik. Pemanfaatannya yaitu
dengan menyemprotkan fluida ke dalam suatu tanki yang mempunyai
tekanan lebih rendah dari tekanan fluida tersebut., sehingga fluida tersebut
akan cepat mengalami flash atau menguap. Uap air yang dihasilkan tersebut
yang selanjutnya digunakan untuk memutar turbin untuk mengaktifkan
generator sehingga listrik dapat menyala. Sedangkan air yang tersisa dapat
secara langsung diinjeksikan ke dalam bumi.
Pada tipe ini cairan panas merupakan energi utama untuk
menggerakan turbin. Teknologi ini bekerja pada suhu uap reservoir yang
sangat panas (>235 derajat celcius) dan air yang tersedia di reservoir amat
sedikit jumlahnya. Teknologi ini merupakan teknologi tertua yang telah
digunakan di Lardarello, Italia pada tahun 1904.
Pada umumnya cairan ini berupa cairan asin yang disebut brine
dan megandung banyak mineral. Cairan ini tidak bisa langsung disalurkan
melalui pipa karena dapat menyebabkan korosi. Cairan ini harus dipisahkan
antara air dan uap. Uap yang telah dipisahkan disalurkan ke pembangkit
melalui pipa. Uap dikumpulkan pada suatu wadah dan kemudian digunakan
untuk menggerakkan turbin. Uap yang meninggalkan turbin
dikondensasikan untuk memaksimalkan kinerja turbin. Pada umumnya uap
tersebut dikondensasi dengan cara direct contact condenser.

6
Gambar 2. Flash Steam Power Plant

Jenis ini sesuai untuk PLTP kapasitas kecil dan untuk kandungan
gas yang tinggi. Contoh jenis ini di Indonesia adalah PLTP Kamojang 1 x
250 kW dan PLTP Dieng 1 x 200. Jika uap kering yang tersedia dalam
jumlah yang lebih besar, dapat dipergunakan PLTP jenis Condensing, dan
dipergunakan kondensor dengan kelengkapannya yang seperti menara
pendingin dan pompa. Tipe ini sesuai untuk kapasitas yang lebih besar.
Seperti contohnya adalah PLTP Kamojang 1 x 30 MW dan 2 x 55 MW,
serta PLTP Drajad 1 x 55 MW.

3. Energi Panas Bumi dengan Temperatur Rendah (Binary Cycle Power


Plants)
Energi panas bumi ini mempunya temperatur yang relatif rendah, yaitu
sekitar 4000 F. Fluida ini digunakan dalam lingkaran tertutup untuk
memutar turbin. Teknologi binary geothermal power plant ini dimanfaatkan
oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk memproduksi
prototipe pembangkit listrik berkapasitas 1 kW dari panas bumi.
(Timotius,2018)
Pada tipe ini batuan panas merupakan sumber energinya. Batuan
panas pada perut bumi merupakan akibat dari kontak dengan sumber panas
bumi yaitu magma. Teknologi ini dapat dioperasikan pada suhu rendah
yaitu antara 90o - 175o C. Pada proses pemanfaatannya, air disuntikan ke

7
dalam batuan panas dan nantinya akan diambil uap panas dari proses
tersebut. Uap panas ini digunakan sebagai penggerak turbin karena letak
sumber batuan panas ini jauh di dalam perut bumi. Untuk pemanfaatannya
diperlukan teknik pengeboran khusus yang memerlukan biaya yang relatif
tinggi. Keuntungan dari teknologi binary-cycle ini adalah dapat
dimanfaatkan pada sumber panas bumi bersuhu rendah. Selain itu teknologi
ini tidak mengeluarkan emisi, karena alasan tersebut teknologi ini
diperkirakan akan banyak dipakai dimasa yang akan datang. Sedangkan
kedua teknologi yang dijelaskan sebelumnya menghasilkan emisi karbon
dioksida, nitritoksida dan sulfur, namun 50x lebih rendah dibanding emisi
yang dihasilkan pembangkit minyak.

Gambar 2.2.3 Binary Cycle Power Plant

II.7 Tahapan Kegiatan Operasional Panas Bumi


1. Survei pendahuluan, kegiatan ini dilakukan oleh pemerintah pusat atau
daerah untuk mencari daerah yang berkemungkinan atau mempunyai prospek panas
bumi, melului tanda-tanda geologi yang nampak.
2. Eksplorasi, merupakan kegiatan lanjutan dari survei. Eksplorasi bertujuan
mengadakan survei geologi, geofisika, dan geokimia. Sehingga dapat diketaui
dengan jelas apakah daerah tersebut benar-benar dapat dinilai sebagai tempat
penghasil panas bumi.

8
3. Pemboran eksplorasi, kegiatan pemboran sumur eksplorasi ini bertujuan
untuk membuktikan apakah suatu daerah menghasilkan sumber daya panas bumi
yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.
4. Study kelayakan, bertujuan untuk menilai apakah sumber daya panas bumi
yang terdapat di daerah tersebut layak secara teknis dan ekonomis untuk diproduksi
sebagai pembangkit listrik.
5. Eksploitasi, merupakan kegiatan pengembangan sumur eksplorasi, injeksi,
dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas.
6. Pemanfaatan, yaitu usaha untuk memproduksi dan merawat sistem
pembangkit listrik yang telah beroperasi.
(Timotius,2018)

II.8 Potensi Energi Geothermal di Indonesia


Potensi geothermal di Indonesia tersebar di berbagai provinsi, yaitu Sumatra,
Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan provinsi lainnya. Pulau jawa dengan kuantitas
penduduk yang sangat padat, menyebabkan kebutuhan energi di pulau Jawa lebih
tinggi. Di Jawa, potensi panas bumi terbesar dapat ditemukan di Jawa Barat, karena
banyak gunung api disana.“Provinsi Jawa Timur juga tak kalah dengan provinsi
lain. Potensi geothermal Indonesia ada hampir 50% di Jawa Timur. Hampir setiap
karesidenan di Jawa Timur memiliki potensi geothermal yang bisa membangkitkan
energi listrik antara 10 megawatt (MG) sampai 100 megawatt (MG),” Tempo.com
tanggal 18 Desember 2012. Sampai saat ini, dari 11 titik potensial yang sudah
ditemukan sebagai tempat berpotensi geothermal dan bisa membangkitkan energi
panas bumi, baru tiga titik yang sudah dieksplorasi. Yaitu Wilayah Kerja
Pertambangan (WKP) Gunung ijen, WKP Telaga Ngebel, dan WKP Hyang
Argopuro.Potensi geothermal (panas bumi)di wilayah Jawa Timur harus
dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena pemanfaatan energi terbarukan mempunyai
banyak keuntungan di samping sedikitnya dampak negatif yang ditimbulkan dalam
pengembangannya. Energi terbarukan hanya menghasilkan sedikit emisi karbon,
sehingga dapat mengurangi terjadinya pemanasan global serta perubahan iklim
yang tidak menentu. Adanya sebelas titik yang berpotensi geothermal di Jawa

9
Timur perlu dimaksimalkan dalam pemanfaatannya. Jika tidak, maka akan sangat
disayangkan, karena menyia-nyiakan potensi alam yang dikaruniakan oleh Tuhan.
Sebelas titik yang menjadi tempat ditemukannya potensi geothermal itu lima
diantaranya merupakan gunung api kuarter yaitu, Ngebel-Wilis, Gunung Pandan,
Arjuno, Argopura, dan Ijen. Tiga gunung intermediet, yaitu Gunung Cangar,
Songgoroti, dan Tritis. Dua gunung api tersier, yaitu Gunung Melati dan Rejosari.
Dan satu system geothermal gunung nonvulkanik, yaitu Gunung Tirtosari.
Jika dibandingkan dengan sumber energi lainnya, pemanfaatan geothermal
memiliki banyak keuntungan. Terutama di sektor lingkungan maupun ekonomi.
Pada sektor lingkungan, pembangkit listrik energi panas bumi adalah pembangkit
listrik yang paling ramah lingkungan. Berbeda dengan PLTU, PLTP tidak
memerlukan bahan bakar, sehingga kebersihan lingkungan dapat lebih terjaga.
Limbah hasil produksi energi panas bumi hanya berupa air, jadi tidak
akanmenimbulkan polusi udara dan merusak atmosfer. Selain itu, pembangkit
listrik energi panas bumi juga tidak akan mempengaruhi keberadaan air tanah,
karena sisa buangan air disuntikkan ke bumi dengan kedalaman yang jauh dari
lapisan air tanah. Keuntungan lain dari penggunaan PLTP adalah emisi karbon yang
dihasilkan lebih sedikit dari PLTU. Emisi karbon yang dihasilkan PLTP hanya
sekitar 175 kg/MWh, sedangkan emisi karbon yang dihasilkan dari PLTU adalah
sekitar 980 kg/MWh.
Pada sektor ekonomi, penggunaan energi panas bumi dapat menambah devisa
negara. Hal itu bukan hanya berarti kita mengekspor energi panas bumi.
Mengekspor energi panas bumi mungkin saja terjadi, namun pasti akan ada
beberapa kendala. Karena sifatnya yang tidak dapat diangkut jauh dari sumbernya.
Jika menggunakan PLTP, maka secara otomatis penggunaan bahan bakar fosil akan
terkurangi, sehingga bahan bakar fosil yang dihasilkan oleh pertambangan di
Negara Indonesia dapat diekspor ke luar negeri.
Pembangunan PLTP harus dimaksimalkan, karena energi adalah hal yang
sangat dibutuhkan, sebagai penggerak industri dan aspek lainnya. Tanpa energi
manusia tidak akan dapat hidup. Salah satunya yaitu di Ngebel, Jawa Timur. Daerah
yang terkenal sebagai tempat wisata ini telah mengembangkan potensi panas bumi

10
sebagai pembangkit listrik. Potensi panas bumi Ngebel terletak di Gunung Wilis
Kabupaten Ponorogo. Selain di Ngebel, diharapkan di sebelas titik yang sudah
dinyatakan berpotensi geothermal ini bisa mengembangkan potensinya sehingga
ancaman krisis atau kelangkaan energi berbahan bakar fosil di masa mendatang
tidak akan menjadikan penderitaan bagi anak cucu.
(Mastura,2015)

II.9 Dampak dari Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal di Indonesia


Pemanfaatan energi geothermal atau panas bumi sebagai salah satu sumber energi
alternatif diyakini mempunyai berbagai keuntungan dan kelebihan. Di antara
kelebihan dan keuntungan pemanfaatan energi geothermal tersebut adalah :
1. Panas bumi (geothermal energy) merupakan salah satu sumber energi paling
bersih. Jauh lebih bersih dari sumber energi fosil yang menimpulkan polusi atau
emisi gas rumah kaca.
2. Geothermal merupakan jenis energi terbarukan yang relatif tidak akan habis.
Sumber energi ini terus-menerus aktif akibat peluruhan radioaktif mineral.
3. Energi Geothermal ramah lingkungan yang tidak menyebabkan pencemaran
(baik pencemaran udara, pencemaran suara, serta tidak menghasilkan emisi
karbon dan tidak menghasilkan gas, cairan, maupun meterial beracun lainnya).
4. Panas bumi (geothermal energy), dibandingkan dengan energi alternatif lainnya
seperti tenaga surya dan angin, bersifat konstan sepanjang musim. Di samping
itu energi listrik yang dihasilkan dari geothermal tidak memerlukan solusi
penyimpanan energi (energy storage) karena dapat dihasilkan sepanjang waktu.
5. Untuk memproduksi energi geothermal membutuhkan lahan dan air yang
minimal, tidak seperti misalnya pada energi surya yang membutuhkan area yang
luas dan banyak air untuk pendinginan. Pembangkit panas bumi hanya
memerlukan lahan seluas 3,5 kilometer persegi per gigawatt produksi listrik.
Air yang dibutuhkan hanya sebesar 20 liter air tawar per MW / jam.
Selain memiliki kelebihan, energi geothermal pun memiliki kekurangan. Di
antara kekurangan energi geothermal adalah :

11
1. Biaya modal yang tinggi. Pembangunan pembangkit listrik geothermal
memerlukan biaya yang besar terutama pada eksploitasi dan pengeboran.
2. Pembangkit listrik tenaga panas bumi hanya dapat dibangun di sekitar lempeng
tektonik di mana temperatur tinggi dari sumber panas bumi tersedia di dekat
permukaan.
3. Pembangunan pembangkit listrik geothermal diduga dapat mempengaruhi
kestabilan tanah di area sekitarnya.

II.10 Perkembangan Energi Panas Bumi


Usaha pemanfaatan panas bumi terus diupayakan semaksimal mungkin. Hal
ini berkaitan dalam rangka program penganekaragaman energi, penghematan BBM
serta dalam rangka indeksasi. Dalam implementasi pengembangan panas bumi di
lapangan ternyata menunjukkan adanya kurang tertariknya investor sehingga
kemajuan pengembangannya mengalami kelambatan. Oleh sebab itu Pemerintah
telah mengambil langkah untuk mengantisipasi keadaan tersebut melalui penerbitan
beberapa Keputusan Presiden dan Keputusan Menteri untuk mengatur pengelolaan
panasbumi antara lain:

 Keppres No. 22 Tahun 1981 tentang Kuasa Pengusahaan Eksplorasi dan


Ekploitasi Sumberdaya Panasbumi Untuk Pembangkitan Energi/Listrik
Kepada Pertamina di Indonesia. Isi Keppres ini antara lain adalah bahwa
apabila Pertamina belum atau tidak bisa melaksanakan pengusahaan
tersebut, Menteri Pertambangan dan Energi dapat menunjuk pihak lain
sebagai Kontraktor untuk mengadakan kerjasama dengan Pertamina dalam
bentuk Kontrak Operasi Bersama (Join Operation Contract).
 Keppres No. 45 Tahun 1991 tentang Perubahan Keppres No. 22 Tahun
1981. Intinya adalah memberikan ijin kepada BUMN lain selain Pertamina,
dan Badan Usaha Milik Nasional lain yang berstatus badan hukum termasuk
koperasi untuk keperluan usaha ketenagalistrikan dan usaha lainnya.

Saat ini kebijaksanaan yang mengatur perpajakan pengusahaan sumberdaya


panasbumi tertuang dalam Keppres No. 11 tahun 1989 tentang Penundaan

12
Pembayaran Pajak Penambahan Nilai Atas Penyerahan Jasa Pencarian Sumber dan
Pemboran Untuk Minyak, Gasbumi dan Panasbumi Bagi Pengusahaan Yang Belum
Berproduksi. Di sisi lain, pengusahaan sumber panasbumi juga ada kebijaksanaan
penurunan pajak dari 46% seperti tertuang dalam Keppres No. 49 Tahun 1991
tentang Perlakuan Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pungutan-
pungutan Lainnya Terhadap Pelaksanaan Kuasa dan Ijin Pengusahaan Sumberdaya
Panasbumi untuk Pembangkit Energi Listrik. Penurunan pajak dimaksud adalah
untuk Bea Masuk dan Bea Meterai Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Penjualan
untuk Barang Mewah, Pajak Penghasilan, Pajak Penambahan Nilai atas Barang dan
Jasa, dan Pungutan-pungutan Lainnya yang ditetapkan Menteri Keuangan terhadap
Pelaksanaan Kuasa Pengusahaan Sumberdaya Panasbumi Skala Besar dan Ijin
Pengusahaan Sumberdaya Panasbumi Skala Kecil. Ketentuan pajak tersebut hanya
berlaku untuk usaha penyediaan uap (sisi hulu) tetapi tidak berlaku di sisi hilir
(energi listrik).

Cadangan minyak nasional diindikasikan semakin menipis dan pada tahun


2000, Indonesia akan menjadi pengimpor minyak sedangkan cadangan batubara
dan gasbumi akan terbatas menjadi sumber energi primer karena peranannya
bergeser menjadi komoditi ekspor. Maka panasbumi dapat diharapkan menjadi
salah satu sumber energi pilihan utama mengisi kebutuhan energi apabila dikelola
secara profesional dan efisien, contohnya di Pulau Sumatera.

Pada akhir Repelita VI, diperkirakan sistem Sumatera telah interkoneksi secara
integrated yang terdiri dari sistem-sistem Wilayah I, II, III dan IV.

 Wilayah I Sistem Aceh – akan mengalami cadangan yang rendah sampai


dengan tahun 1998 yaitu 4 – 18%. Bila transmisi 150 kV Langsa – Banda
Aceh selesai (Loan ADB Power XXIV) tahun 1998 maka Wilayah I dan II
akan interkoneksi sehingga gabungan cadangan sistem akan membaik.
 Wilayah II Sistem Medan – sedang mengalami cadangan yang tinggi tetapi
memiliki keandalan sistem kurang baik. Hal ini disebabkan adanya
kapasitas PLTGU yang terlalu besar jika dibandingkan dengan beban

13
puncak sistem. Sampai Repelita VII, PLN tidak akan menambah
pembangkit baru tetapi pengembangan selanjutnya akan dipasok dari
proyek IPP (Independent Power Producer). Sebagian dari proyek IPP
tersebut adalah PLTP yang berlokasi di daerah yang belum pernah
dikembangkan potensi uap panasbuminya, sehingga ada faktor resiko
ketidak pastian tersediannya IPP sesuai jadwal.
 Wilayah III Sistem Padang – memiliki cadangan yang sangat besar dengan
telah beroperasinya PLTA dan PLTU skala besar. Namun bila interkoneksi
Wilayah III dan IV terealisasi melalui Kiliran – Lao Lahat (Loan ADB
Power XXIV) yang rencananya akan selesai 1998 maka Wilayah IV yang
berada pada posisi sangat kritis pembangkitannya akan membaik
kondisinya.

II.11 Investasi Energi Panas Bumi di Indonesia

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi


(EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) FX Sutijastoto
menyampaikan, biaya investasi yang cukup tinggi membuat pengembangan proyek
panas bumi berjalan lambat. Biaya investasi proyek panas bumi tinggi karena
menggunakan teknologi terbaru. Masyarakat Indonesia sudah terlalu nyaman
membeli energi murah karena selalu disubisidi oleh pemerintah. Sehingga, terlalu
sulit untuk beralih menggunakan ke energi baru terbarukan. Masyarakat
dininabobokan oleh subsidi BBM sehingga kita menikmati energi murah.
Akibatnya saat kita beralih susah untuk merubah mindset
Pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PTLP) masih menghadapi
sejumlah kendala sehingga total kapasitas terpasang saat ini masih minim yakni
1.500 megawatt (MW). Padahal, pengembangan PLTP diperlukan untuk
menunjang program pemerintah 35 ribu MW.
Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto menerangkan, ada beberapa tantangan lain
pengembangan PLTP di Indonesia :
1. Adanya risiko pembiayaan dan investasi untuk proyek panas bumi

14
Biaya di muka tinggi dan waktu yang relatif lama untuk menemukan,
mengkonfirmasi, dan mengembangkan sumber daya panas bumi dapat
memiliki dampak negatif pada pembiayaan proyek secara keseluruhan.
Estimasi biaya eksplorasi panas bumi di Indonesia mencapai 8-9 persen dari
total biaya proyek.
2. Mekanisme pengelolaan wilayah kerja panas bumi
Pengembang yang ingin mendapatkan suatu wilayah kerja panas bumi mesti
mengikuti proses lelang pemerintah sebagaimana diatur dalam Undang-
undang Panas Bumi Nomor 21 Tahun 2014. Pengelolaan juga bisa
dilakukan melalui penugasan kepada BUMN. Selain itu, terdapat masalah
di pemilik wilayah kerja yang melakukan kontrak operasi bersama dengan
pemilik modal. Hal ini dikarenakan beberapa dari kontrak tersebut pada
akhirnya menimbulkan permasalahan, sehingga wilayah kerja tersebut tidak
berjalan sesuai target bahkan banyak wilayah kerja mangkrak sehingga
menyia-nyiakan potensi yang ada.
3. Harga jual listrik dari panas bumi
Penentuan harga jual beli listrik panas bumi sering menimbulkan masalah
karena tidak ada titik temu antara PT PLN dan pengembang. melihat
perbedaan harga listrik dari berbagai pembangkit energi lain sangat
mempengaruhi PLN dalam menentukan harga listrik panas bumi. Oleh
karena itu kami mendorong percepatan RPP (Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran) mengenai pemanfaatan tidak langsung yang membuat
model feed in tarif dengan rancangan skema fixed prices yang akan diatur
melalui Permen ESDM.
4. Pengadaan lahan dan lingkungan
Berdasarkan Undang-undang Nomor 2014 kegiatan panas bumi dapat
dilakukan di wilayah hutan konservasi melalui pemanfaatan jasa lingkungan.
Izin saat ini hanya diberikan untuk selain zona rimba dan inti berdasarkan
PP Nomor 108 tahun 2015. Melihat sebagian besar potensi panas bumi ada
di zona inti, sehingga harus ada standar prosedur untuk usulan perubahan
zonasi.

15
II.12 Penerapan Energi Panas Bumi di Indonesia
Dari sedikit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Indonesia yang telah
beroperasi dan menghasilkan listrik antara lain:
1) PLTP Kamojang
PLTP Kamojang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Merupakan
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi tertua di Indonesia yang pertama kali
dibuat pada tahun 1982. PLTP ini dioperasikan oleh PT. Pertamina Geothermal
Energy (PGE) yang mampu memproduksi hingga 235 MW listrik. PLTP Kamojang
terdiri atas lima unit yaitu PLTP Kamojang I, Kamojang II, Kamojang III,
Kamojang IV, dan Kamojang V.
2) PLTP Kahendong
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lahendong terletak di Sulawesi Utara.
Beroperasi pertama kali pada tahun 2004. Dioperasikan oleh PT Pertamina
Geothermal Energy (PGE) dan mampu memproduksi listrik hingga 80 MW. Terdiri
atas empat unit yaitu PLTP Lahendong I, PLTP Lahendong II, PLTP Lahendong
III, dan PLTP Lahendong IV.
3) PLTP Sibayak
PLTP Sibayak terletak di Gunung Sibayak – Gunung Sinabung, Provinsi
Sumatera Utara. Pembangkit yang mampu menghasilkan listrik sebesar 12 MW ini
terdiri atas tiga unit yaitu PLTP Sibayak Unit 1, Sibayak Unit 2, dan Sibayak Unit
3.
4) PLTP Ulubelu
PLTP Ulubelu terletak di Kecamatan Ulubelu, Kab. Tanggamus, Lampung.
Pembangkit listrik yang mulai beroperasi pada tahun 2012 ini mampu
menghasilkan listrik sebesar 110 MW. PLTP Ulubelu terdiri atas dua unit yakni
PLTP Ulubelu Unit 1 dan PLTP Ulubelu Unit 2.
5) PLTP Gunung Salak
PLTP Gunung Salak terletak di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa
Barat. Memulai beroperasi pada tahun 1994. Pembangkit yang dioperasikan
bersama oleh Chevron Geothermal Indonesia dan PT Pertamina ini mampu
menghasilkan energi listrik sebesar 375 MW.

16
6) PLTP Darajat
PLTP Darajat terletak di Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Pembangkit yang dioperasikan bersama oleh Chevron Geothermal Indonesia dan
PT Pertamina ini mampu menghasilkan energi listrik sebesar 259 MW dan terdiri
atas 3 unit.
7) PLTP Wayang Windu
PLTP Wayang Windu terletak di Kab. Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Beroperasi semenjak tahun 1999. Pembangkit yang dioperasikan oleh Star Energy
ini menghasilkan energi listrik sebesar 227 MW.

17
BAB III

PENUTUP

Pembangkit listrik tenaga geothermal merupakan salah satu pembangkit


listrik yang menggunakan energi terbarukan (energi geothermal merupakan salah
satu energi terbarukan yang dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang
besar). Selain itu pembangkit listrik ini ramah lingkungan karena tidak
menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya. Sehingga pembangkit ini
tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca, energi geothermal juga merupakan
energi yang tidak akan habis dan bisa didaur ulang.
Teknologi yang digunakan pada pembangkit listrik tenaga geothermal ialah
flash steam power plant, dry steam power plant, dan binary cycle power plant. Di
Indonesia teknologi yang sering digunakan ialah dry steam power plant
dikarenakan sumber energi di Indonesia kebanyakan berupa cairan. Selain itu
teknologi ini juga paling cocok pada kondisi air di Indonesia karena limbah yang
dihasilkan dari teknologi ini berupa air yang bisa diinjeksikan ke bumi sebagai
sumber air tanah.
Permasalahan yang dihadapi pembangkit listrik ini ialah besarnya dana yang
dibutuhkan untuk membangun pembangkit disekitar sumber geothermal. Dan juga
perlu waktu yang relatif lama untuk mengeksplorasi dan eksploitasi sumber
geothermal itu sendiri, serta penggunaan teknologinya harus tepat karena
menyangkut efesiensi energi listrik yang dihasilkan.
Namun, banyak sekali keuntungan yang diperoleh dari pembangkit listrik
tenaga geothermal. Pada sektor lingkungan, lingkungan disekitar pembangkit tidak
akan tercemar karena limbah yang dihasilkan berupaair. Pada sektor ekonomi,
penggunaan energi geothermal akan menghemat anggaran negara untuk import
minyak. Pada sektor energi, penggunaan energi geothermal mampu mengurangi
krisis energy. Pada energi listrik, energi listrik yang dihasilkan oleh energi
geothermal sekitar 1.197 MW.
Penggunaan energi geothermal patut dicoba karena merupakan energi yang
ramah lingkungan dan merupakan sumber energi yang tidak akan habis serta dapat

18
di daur ulang. Sosialisasi dan dukungan perlu dilakukan pemerintah agar semua
masyarakat tahu akan manfaat energi geothermal dan diharapkan mampu
mengembangkan serta memanfaatkan teknologi ini.

19
DAFTAR PUSTAKA

Undang – Undang Nomor 30 Tahun 2007.


(https://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/UU_2007_30.pdf). Diakses
pada tanggal 09 November 2019 pukul 22.05 WIB
Timotius,Chris.2018. “Potensi Energi Panas Bumi di Indonesia“.
(file.upi.edu›POTENSI_ENDRGI_PANS_BUMI_DI_INDONESIA).
Diakses pada tanggal 09 November 2019 pukul 22.05 WIB
Mastura, Dian Emy. 2015. “Energi Geothermal Digalakkan Kesejahteraan
Masyarakat Terealisasikan“.(https://docplayer.info/55476611-Energi-
geothermal-digalakkan-kesejahteraan-masyarakat-terealisasikan-karya-ini-
disusun-untuk-mengikuti-lomba-esai.html). Diakses pada tanggal 09
November 2019 pukul 22.05 WIB

20