Anda di halaman 1dari 3

Live Like Whalien 52

Joie, seorang introvert yang mencoba melihat betapa luasnya dunia ini di dalam kesendirian yang dirasakanya, mencoba merubah kepribadian
yang sudah melekat dalam dirinya dan keluar dari zona nyamanya........

berawal dari suatu pagi, matahari yang bersinar terang masuk ke celah celah kamar Joie, seperti biasanya Joie sudah bangun sedari tadi untuk
bersiap siap ke sekolah. Dia selalu bangun sendiri mengandalkan alarm dari handphone nya, ibunya tidak pernah menghampiri kamarnya untuk
sekedar mengecek atau membangunkanya, begitu pula ayahnya. Joie turun dari kamarnya untuk sarapan. Bi Ina, itu sebutan pembantu di rumah
keluarga Joie yang sudah lama bekerja dengan keluarga nya. "sarapan sendiri lagi" Joie mengeluh.

"iya non, bapak sama ibu sudah berangkat tadi pagi pagi sekali" ucap Bi Ina.

Joie hanya terdiam tak menanggapi ucapan Bi Ina karena sebenarnya ia sudah tau apa yang Bi Ina katakan, orangtuanya berangkat pagi sekali
tanpa berpamitan padanya.

selesai sarapan ia langsung berangkat dengan supirnya.

Sesampainya di sekolah, ia langsung berjalan menuju kelas nya. Ternyata sahabatnya satu satunya sudah berangkat sedari tadi, Cher namanya.

" cepet amat cher" ucap Joie dengan pelan

"mau nugas gue", jawab Cher sambil mengerjakan tugas nya

Joie tetap santai walaupun sebenarnya dia pun juga belum mengerjakan tugas yang diberikan. Ia malah lebih memilih menaruh kepalanya dimeja
sampai ketiduran.

"KKKKKRRRRRRIIIIIINNNNNNGGGG"

bel sekolah pun berbunyi. Joie yang sedang tertidur terkejut dibuatnya.

"mati gue tugas belum kelar" ucap Joie dalam batin.Ia memang anak yang malas dan tidak pernah mengerjakan tugas, namun sifatnya yang
bodoamat membuat nya tetap saja malas.

saat guru masuk ke kelas Joie dan mengabasen siswa yang sudah mengumpulkan tugas nama Joie pun dipanggil.

"Joie Natasha, mana tugasnya ? "

ucap Bu Nia

Joie mengacungkan jarinya dan berkata, "lupa buk...," ucapnya dengan santai

"anak malas!! , dari kemarin saya perhatikan kamu gak pernah satupun mengumpulkan tugas sayaa kan???!!! kamu ini niat sekolah apa enggak
siih!!!orang tua sama anak sama aja,"

bentak Bu Nia kepada Joie.

Joie terdiam tak berkutik, speechless tak bisa berkata kata ia terngiang kata kata Bu Nia "anak sama orang tua sama aja " ia seolah tak mau
disamakan dengan orangtuanya, ya orangtua Joie memang tak pernah sekalipun menghadiri rapat orangtua disekolahnhnya atau bahkan
mengambil rapport nya.

"Ambil Poin sana kamuu!!!"

ucap Bu Nia dengan geram.


Joie keluar kelas sambil menahan rasa emosi dan tidak terimanya.

Setelah mengambil poin ia langsung ke kelas lagi.

Ketika jam istirahat tiba Joie memilih berdiam diri dikelas tak melakukan apa apa.

"Jo, ayuk jajan " ajak Cher pada Joie

"males ah" jawab Joie

Cher terus memaksa Joie sampai akhirnya ia pun mau.

mereka berdua berjalan menuju kantin.

Sesampainya di kantin ternyata geng Nathan dan teman temanya sudah menempati sebuah bangku dan meja.

Mereka pun duduk menjauh dari geng Nathan.

Tapi ternyata geng Sasa melihat kehadiran Joie dan Cher. Ya geng Sasa memang geng paling terkenal di sekolah, semua orang mengetahuinya

“woi itu ada sasaran empuk ni, kerjain yok!!!” ujar Sasa pada anggota geng nya

“ide bagus tuh ayoook!!”

Mereka berjalan menuju meja tempat Joie dan Cher duduk. .

Lalu mereka memukul meja tersebut dan menggebrak.

Mereka langsung menarik Joie dan menjambak rambutnya tanpa sebab.

“Apa apaan si ini” ujar Cher membela kawanya.

“Gak usah ikut campur deh lu” ujar Sasa

Mata Joie meneteskan air mata tanpa ia menyadarinya.

Tiba tiba ada satpam yang datang dan melerai mereka.

“Sudah-sudah kalian jangan berantem terus bubar-bubar”

Sasa langsung pergi tanpa sepatah kata pun.

Joie menangis tak tahu apa yang ia telah perbuat sehingga dia diperlakukan seperti tadi. Ia tahu Sasa merupakan anak orang kaya, namun
pantaskah dia melakukan semua ini padanya. Toh Joie juga anak orang kaya, ia masih belum habis pikir dibuatnya.

“Sabar ya Jo emang setan si Sasa” kata Joie menyemangati temanya itu.

“Apa sih salah gua sebenernya” tanya Joie bingung.

“udah gak usah dilikirin Jo lu gak salah yang salah si anak setan itu, gak punya hati emang, “

“Tapi masih gak ngerti lagi gua sumpah”

Emang begitu Sasa gak ada kapok-kapoknya.

“Tapi yaudahlah” ujar Joie pasrah. Sebenarnya ia masih bingung tapi di sisi lain ia juga ingin melupakan apa yang terjadi tadi.

Setelah pulang sekolah ia bertemu Sasa lagi digerbang sekolah. Ia takut akan diperlakukan yang sama seperti tadi. Sasa berdiri didepan gerbang
sekolah sambil meyilangkan tangan nya.
“eh si cupu, sini gua belom selesai tadi” kata Sasa yang membuat jantung Joie semakin berdebar karena traumanya tadi.

“Tolong Sa gua ga salah apa-apa kenapa lu ngelakuin kaya gitu ke gua ?” tanya Joie

“Heh lu emang gak salah apa-apa sih, guanya aja yang gak suka sama lu “ jawab Sasa yang makin membuat Joie kesal.

Joie terdiam kehabisan kata-kata, Sasa menjawab seperti tak memikirkan perasaaan joie dan seakan-akan menjawab ny dengan asal-asalan.

Tiba- tiba supir Sas datang menjemput menaiki mobil mewah berwarna hitam dan membunyikan klalsonya.

“Eh supir gua dateng nih, duluan ya anak cupu sono lu pulang sendiri jalan kaki” ejek Sasa.

Lalu Joie lamgsung pergi juga karena suasana sekolah sudah sepi dan semua teman temanya sudah pulang semua. Ia memutuskan untuk memesan
ojek online agar lebih cepat sampai rumah kalau dia menelfon supirnya bisa dipastikan ia harus menunggu lama sampai supirnya menjemputnya.

Sampai dirumah ia merenung memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Tak ada yang memyayangi nya saat ini. Temanny tak ada yang peduli hanya Cher yang mungkin dapat menyemangati nya. Akhirnya dia sadar
bahwa apapun yang terjadi ia harus mencintai dirinya sendiri.

Tak ada yang dapat dilakukan selain introspeksi diri dan menyadari bahwa satu- satunya yang dapat ia percayai adalah dirinya sendiri. Menangis,
ya ia tak tahu mengapa saat ini hatinya begitu emosional sampai air mata nya berlinang. Hatinya kosong ia membutuhkan kasih sayang, batinya
tersiksa menerima semua kenyataan yang pahit. Ia berpikir bahwa tak ada lagi yang membutuhkanya lagi bahkan dia sudah tak berguna lagi
hidup. Joie putus asa tak ada semangat hidup dalam dirinya lagi. Hidup dalam kesendirian, keskosongan dan kehampaan yang selalu menyelimuti
hatinya.