Anda di halaman 1dari 8

Makalah

Pendidikan Kewarganegaraan
“ Faktor Pendorong Integrasi Nasional ”

Kelompok 1 :

Annabelle / 05
Felli / 12
Nikita / 24

X-MIPA 4
DAFTAR ISI

BAB I ...................................................................................................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN ............................................................................................................................................................................. 3
1.1 Latar Belakang.................................................................................................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................................................................. 3
1.3 Tujuan ..................................................................................................................................................................................... 3
BAB II .................................................................................................................................................................................................... 4
PEMBAHASAN ................................................................................................................................................................................ 4
2.1 Pentingnya Integrasi Nasional................................................................................................................................... 4
2.2 Faktor Pembentuk Integrasi Nasional .................................................................................................................. 5
BAB III................................................................................................................................................................................................... 7
PENUTUP ............................................................................................................................................................................................ 7
3.1 Kesimpulan ........................................................................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................................................................... 8
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Integrasi nasional merupakan suatu konsep yang mengarah pada terciptanya keutuhan
bangsa melalui penciptaan persatuan dan kesatuan di antara keberagaman yang ada. Menurut
Myron Weiner, integrasi nasional adalah proses penyatuan dari berbagai kelompok budaya dan
sosial ke dalam satu kesatuan wilayah, dalam rangka pembentukan suatu identitas nasional.
Sedangkan, menurut Dr. Nazaruddin Sjamsuddin, integrasi nasional merupakan proses
penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupannya, yaitu aspek sosial, politik,
ekonomi, dan budaya. Melalui integrasi nasional ini, setiap rakyat diharapkan bisa memberikan
upaya terbaik untuk memajukan bangsa.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan masyarakat majemuk yang memiliki suku
bangsa, bahasa, serta agama yang bervariasi. Keragaman ini menjadi tantangan tersendiri
bagi bangsa karena jika tidak ada persatuan dan kesatuan serta toleransi, maka akan mudah
terpecah belah. Jika mudah terpecah belah, negara juga mudah dijajah dan disusupi sehingga
pada akhirnya hancur. Melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini, terdapat beberapa hal yang
berkaitan dengan integrasi nasional.

Tak hanya itu, integrasi nasional juga menjadi salah satu cara untuk menyatukan
berbagai perbedaan yang ada di Indonesia dan penting untuk diwujudkan dalam kehidupan
masyarakat Indonesia. Maka, kita perlu mengetahui dan memahami apa saha hal-hal yang
menjadi faktor pendorong integrasi nasional agar bangsa Indonesia semakin maju dan bersatu
padu.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah integrasi nasional penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia?


2. Apa saja faktor-faktor pendorong integrasi nasional?
3. Apa hal yang harus dimiliki oleh negara beraliran integral?
4. Bagaimana cara mewujudkan integrasi nasional yang baik dan benar di Indonesia?
5. Apa saja yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan semangat nasionalisme?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui penting atau tidaknya integrasi nasional.


2. Untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan agar integrasi nasional dapat
terwujud.
3. Untuk mengetahui lebih dalam tentang konsep negara integralistik.
4. Untuk mengetahui masyarakat Indonesia yang berkehidupan majemuk.
5. Untuk memupuk rasa cinta tanah air dan nasionalisme terhadap bangsa Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pentingnya Integrasi Nasional

Kita sebagai manusia hidup dalam realitas yang plural, hal ini pun juga terjadi pada
masyarakat Indonesia yang berkehidupan majemuk (plural society). Masyarakat majemuk
adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau beberapa komunitas atau kelompok-
kelompok yang secara kultur (budaya) dan ekonomi memiliki struktur lembaga yang
berbeda-beda dan beragam. Konsep negara integralistik ialah suatu masyarakat yang integral,
segala golongan, segala bagian, segala anggotanya berhubungan erat satu sama lain, dan
merupakan persatuan masyarakat yang organis.
Hal terpenting yang harus dimiliki dalam negara yang berlandaskan aliran pikiran
integral ialah penghidupan bangsa seluruhnya. Artiya, negara tidak memihak pada suatu
golongan yang paling kuat, atau yang paling besar, tidak menganggap kepentingan seorang
sebagai yang pusat, akan tetapi negara menjamin keselamaan hidup bangsa seluruhnya
sebagai persatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Jadi, integrasi nasional adalah penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam
kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional. Terdapat faktor-faktor
pendukung integrasi nasional yang menyebabkan terjadinya di Indonesia.Pengertian integrasi
nasional secara umum adalah proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang
berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat. Peran dan
fungsi integrasi nasional penting untuk menyatukan perbedaan dan keragaman di Indonesia.
Indonesia adalah negara yang beragam yang terdiri dari berbagai macam jenis suku dan
budaya, yang memiliki puluhan ribu pulau.Keragaman tersebut tentu membutuhkan sebuah
payung yang mampu menyatukan perbedaan di bawah semangat nasionalisme, hingga
kemudian munculnya integrasi nasional.

Tentu terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya integrasi nasional, baik


faktor pendukung maupun faktor penghambat integrasi nasional. Faktor pendukung
mendorong terjadinya integrasi nasional, sebaliknya faktor penghambat menghambat
terjadinya integrasi nasional di Indonesia.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki keberagaman budaya, mulai dari suku
bangsa, ras, dan agama. Keanekaragaman yang Indonesia miliki ini seperti pedang bermata
ganda dimana keragaman sebagai karunia tetapi juga sebagai ancaman. Keanekaragaman
sebagai karunia adalah keberanian untuk menerima perbedaan. Namun, menerima perbedaan
bukan hanya dengan kompetensi ketrampilan, melainkan lebih banyak terkait dengan
persepsi dan sikap sesuai realitas dan kehidupan yang menyeluruh.
Di satu sisi hal ini memang membawa dampak positif bagi bangsa karena kita bisa
memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola
budaya- budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun selain menimbulkan sebu
ah keuntungan, hal ini juga bisa menimbulkan masalah yang baru. Dengan wilayah dan
budaya yang melimpah itu akan menghasilkan karakter atau manusia manusia yang berbeda
pula sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia.
Maka dari itu, penting bagi sebuah negara agar masyarakatnya terintegrasi dengan
baik. Dengan masyarakat yang terintegrasi dengan baik, negara bisa membangun
kemakmuran demi mencapai tujuan yang diimpikan. Seperti pada Era Reformasi tahun 1998,
dengan adanya kepentingan pribadi membuat Indonesia tidak bisa menggapai tujuannya.
Beberapa masyarakat Indonesia terkadang juga bertindak atas wewenangnya sendiri.
Misalnya seperti peperangan antar suku, pertikaian antar agama, atau pembakaran tempat
ibadah. Konflik-konflik seperti itu yang membuat integrasi nasional sulit untuk diwujudkan.

2.2 Faktor Pembentuk Integrasi Nasional

1. Adanya rasa senasib dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktor sejarah.
Diakibatkan oleh faktor-faktor sejarah Indonesia telah mengalami sejarah yang kelam di
masa lalu. Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, perjuangan yang
dilakukan oleh seluruh latar belakang bangsa, dengan rasa senasib masa lalu ini bisa menjadi
salah satu faktor pendorong untuk mewujudkan integrasi nasional dengan terus dibawa
sampai sekarang dan dimasa yang akan datang.

2. Adanya keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia.


Perbedaan dan kemajemukan di Indonesia bukanlah alasan faktor penyebab konflik sosial.
Tidak semua perbedaan membuat perpecahan, justru sebaliknya keragaman itu membawa
suatu masyarakat pada suatu keinginan untuk bersatu. Justru perbedaanlah yang membuat
masyarakat Indonesia memiliki keinginan untuk mempersatukan perbedaan di dalam satu
kesatuan bangsa yang utuh.
Keinginan tersebut salah satunya bertujuan untuk memperkuat suatu kelompok maupun
negara. Mengingat persatuan merupakan cita-cita atau nilai-nilai dalam Pancasila yang harus
diterapkan dalam kehidupan.
Seperti halnya ketika terjadi peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Para pemuda
Indonesia yang berasal dari berbagai daerah, suku, dan latarbelakang bersatu mengucapkan
sumpah yang bertujuan membentuk persatuan bangsa, negara, dan bahasa Indonesia.

3. Antisipasi dari ancaman luar


Ancaman dari luar apalagi di era globalisasi sekarang ini tidak dapat diartikan sebagai
ancaman yang menjajah melainkan lebih dari pada itu, dengan mengantisipasi hal tersebut
terjadi dan menanamkan sikap waspada setiap warga Indonesia.

Indonesia sudah sekian lama merdeka dengan beragam kebudayaan dan bentangan wilayah
yang berdaulat. Hal itu memungkinkan terjadinya suatu ancaman dari luar seperti
pengambilan wilayah atau pulau paling luar.
Hal itu menjadi kekuatan tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk tetap bersatu dan
mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia. Begitu pula dengan masalah kebudayaan,
dimana masyarakat Indonesia cenderung fanatik dengan hal-hal yang berkaitan dengan
budaya. Ketika suatu budaya yang sudah lama berkembang di Indonesia kemudian diklaim
oleh negara lain, hal itu akan membuat bangsa Indonesia terusik dan menjadi bersatu untuk
mempertahankan eksistensi kebudayaan tersebut.

4. Semangat persatuan dan kesatuan


Kesadaran yang perlu diperdalam dalam setiap lubuk hati paling dalam masyarakat adalah
untuk menjalin rasa kekeluargaan, persahabatan, dan sikap saling tolong-menolong sehingga
keharmonisan untuk hidup secara berdampingan dapat terwujud.

5. Adanya kepribadian dan pandangan hidup bangsa


Adanya kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama, yaitu Pancasila. Pancasila
sendiri menjadi nilai yang dijunjung tinggi oleh warga Indonesia dan mendorong terjadinya
integrasi nasional. Ideologi Pancasila ini juga tidak bisa digantikan dengan ideologi lain
karena memang itu merupakan keputusan final yang telah dirancang sebagai pendangan
hidup.

Meskipun Indonesia mempunyai banyak perbedaan atau keragaman, namun bisa tetap bersatu
karena masyarakat senantiasa menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

6. Adanya jiiwa dan rasa gotong royong, solidaritas, dan toleransi keagamaan yang kuat.
Dengan rasa semangat akan kerukunan yang tinggi, kedamaian suatu negara pasti tercapai.
Sikap toleran terhadap perbedaan baik dari segi suku, agama, dan ras, menjadi kunci penting
untuk terwujudnya negara dengan solidaritas yang kuat.

7. Adanya kesepakatan atau konsensus nasional dalam perwujudan Proklamasi


Kemerdekaan, Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bendera sang
Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, bahasa kesatuan bahasa Indonesia.

8. Cinta tanah air


Faktor pembentuk integrasi nasional yang terakhir adalah adanya rasa cinta tanah air di
kalangan bangsa Indonesia. Hal ini digunakan untuk mengisi kemerdekaan di negara
Indonesia. Dengan cinta tanah air, bangsa pasti akan melakukan yang terbaik untuk menjaga
persatuan dan kesatuan negara agar tetap makmur dan tidak terpecah belah.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Integrasi nasional merupakan persoalan yang dialami hampir semua negara. Hal ini
disebabkan karena mendirikan negara berarti menyatukan orang-orang dengan segala
perbedaan yang ada menjadi satu etinitas kebangsaan. Maka dari itu, integritas nasional
adalah hal yang sangat penting untuk memajukan sebuah negara dan harus diwujudkan
dengan strategi yang mantap. Melalui integritas nasional, dapat terjamin diwujudkannya
keselarasan, keserasian, dan keseimbangan dalam mencapai tujuan suatu bangsa. Sebuah
negara tanpa integritas nasional sangat membahayakan kesolidaritasan negara, keutuhan
wilayah, dan keselamatan segenap rakyat.

Integritas nasional ini bisa terwujud dengan adanya faktor-faktor pendorong dan
pembentuknya, tetapi yang paling penting adalah perasaan dari lubuk hati paling dalam setiap
warga negara. Setiap warga negara seharusnya memiliki keinginan dari diri sendiri untuk
memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
DAFTAR PUSTAKA

Abdulkarim, Aim. 2019. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Bandung,


Grafindo Media Pratama

Ariza, Raihani. 2019. Integrasi Nasional.


https://www.academia.edu/39808256/INTEGRASI_NASIONAL .
Diakses pada Kamis, 24 Januari 2020 17:24

Thegorbalsla. 2019. Integrasi Nasional : Pengertian, Pendorong, Penghambat,


Contoh. https://thegorbalsla.com/integrasi-nasional/ . Diakses pada Kamis, 24 Januari 2020
16:41

Mokhammad. 2019. Faktor Pembentuk Integrasi Nasional serta Contoh dan


Penjelasannya. https://www.haruspintar.com/faktor-pembentuk-integrasi-nasional/ . Diakses
pada Kamis, 24 Januari 2020 17:11

Nugraha, R. Gita Ardhy. 2017. 7 Faktor Pendorong dan Penghambat Integrasi


Nasional di Indonesia. https://guruppkn.com/faktor-pendorong-dan-penghambat-integrasi-
nasional. Diakases pada Kamis, 24 Januari 2020 19:57