Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PERANCANGAN POMPA

1.1. Kapasitas Pompa

Kebutuhan air bersih untuk gedung ditentukan berdasarkan konsumsi harian,

maksimum.

Spesifikasi Hotel yang akan digunakan :

➢ Berkapasitas 105 kamar, per kamar menampung 2 orang tamu. Dengan

demikian total tamu yang dapat ditampung di hotel ini adalah 210 orang.

➢ Tinggi hotel 5 lantai (15 m).

Pada perancangan pompa ini, pompa dirancang hanya untuk memenihi air bagi

para tamu hotel.

Tabel 1.1 Jumlah air yang dipakai per orang dalam waktu pemakaian
menurut jenis gedung(Sularso dan Haruo Tohara, 200, hal 21)

Pemakaian air Waktu pemakaian


Jenis Gedung Keterangan
rata-rata per hari (l) air rata-rata (jam)
Kantor 100-120 8 Per karyawan

Runah Sakit 250-1000 10 Per tempat tidur

Gedung Bioskop dan Per pengunjung


10 3
Sandiwara
Took, departement store 3 8 Per pengunjung

Rumah makan 15 7 Per pengunjung

Kafetaria 30 5 Per pengunjung

Perumahan 160-250 8-10 Per penghuni

Hotel, Losmen 150-300 10 Per tamu

Sekolah 40-50 5-6 Per murid

Laboratorium 100-200 8 Per karyawan

Pabrik 60-140 8 Per orang per shif

1
Stasiun kereta api 3 15 Per penumpang

Dari Tabel 3.1 didapatkan bahwa kebutuhan air bersih pada hotel mencapai

150-300 lt/hari per orang. Saat-saat terjadinya konsumsi maksimum setiap hari akan

bergantung pada jenis gedung maupun pada kebiasaan para penghuni atau

pemakainya. Di indonesia konsumsi maksimumnya terjadi anatar jam 06.00 sampai

09.00 pagi

Pada perancangan ini pompa akan memenuhi seluruh kebutuhan para tamu hotel

hanya dalam 3 jam. Dengan ini jumlah total kebutuhan air bersih untuk mencukupi

semua penghuni hotel tersebut adalah :

Diambil kebutuhan maksimalnya 300lt/hari per orang, maka kebutuhan total

hotel per hari sebesar :

Q d = 600 x 105
B B

= 63000 lt/hari

= 63 m 3 /hari
P
P

Dipenuhi dalam waktu 3 jam

63 m3/hari
Qh =
3 jam/hari
= 21m3/jam

Untuk menghindari hal-hal diluar perhitungan maka kapasitas pompa dibuat

lebih besar dari hasil perhitungan, yaiu sebesar 30 m 3 /jam


P
P

2
1.2. Head Pompa

Spesifikasi instalasi pompa yang digunakan :

1.Total Head Static (h a ) 17,5


B B

2.Tekanan yang bekerja pada kedua permukaan adalah tekanan atmosfir

3.Kapasitas aliran pompa adalah 21 m 3 /jam


P
P

4.Panjang pipa keseluruhan adalah 22 m

5.Terdapat 5 belokan 90 o P
P

Untuk perancangan diameter pipa dapat dicari dengan persamaan :

Q = V.A

Besarnya kecepatan masuk ke mata impeler antara 10 sampai dengan 15 ft/dt.

Diambil kecepatan adalah 15 ft/dt.

15 ft/dt = 4 m/detik.

(Austin, 1990, hal 90)

πd 2
A=
4

4Q
d=

0,0058 m3/s x 4
d=
3 m/s x 3,14

= 0,0489 m

= 1,92

Sedangkan dalam pasaran pipa yang tersedia adalah pipa dengan ukuran :

1, 2.25, 1.5, 2, 2.5, 3, 4, 5, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 24, 30 dan 36 inci (Austin H.

Church, 1993, hal 90)

3
Pemilihan pipa harus diambil lebih besar dari 1,92 m, sehingga diameter pipa

yang dipakai pada pipa penghantar adalah 2 inch.

1.3. Head kerugian gesek untuk pipa lurus :

Dapat dihitung dengan persamaan :

(Sularso dan Haruo Taha, 200, hal 31)

10,666 x
hf = Q1,85
xL
C1,85 x d 4,85

Dimana :

Q = 21 m 3 /jam
P
P

= 0,0058 m 3 /s P P

C diambil 100 (Untuk baja baru) Lihat Tabel 2.2

d = 0,0508 m

L = 22 m

Tabel 1.2 Kondisi pipa dan harga C (formula Hazen-William)


(Sularso & Haruo Tohara, 2000, hal 78)

Jenis Pipa C

Pipa besi cor baru 130

Pipa besi cor tua 100

Pipa baja baru 120-130

Pipa baja tua 80-100

Pipa dengan lapisan semen 130-140

Pipa dengan lapisan ter arang batu 140

4
Sehingga :

10,666 x 0,00581,85
hf1 = x 22
1301,85 x 0,05084,85
= 3,92 m

1.4. Kerugian pada satu belokan

Karena belokan yang ada pada pipa transmisi yang diperlukan pada Gambar 3,2

dapat dihitung dengan :

 d  3,5 θ 0,5
f = 0,131+1,84 2R   0 
   90 

Dimana :

d/R = 1 dan θ = 90 0 P
P

Q
V=
π 2
d
4
0,0058
= π
(0,0508) 2
4
= 2,9 m/s

Diman :

 1 3,5 90 0,5
f = 0,131+1,842  0 
   90 
= 0,249

Maka :

2,9
hf 2 = 0,249 x
2(9,8)
= 0,0181m

5
Terdapat 7 belokan.

7 x 0,0181 = 0,12 m

Gambar 1.1 Belokan yang terdapat pada pipa Transmisi

Keterangan :

1. Belokan 1 2. Belokan 2

3. Belokan 3 4. Belokan 4

6
1.5. Head kecepatan keluar

Dapat dihitung dengan persamaan (Sularso dan Haruo Tahara, 200, hal 32) :

V2
hf 3 =
2g
2,92
=
2(9,8)
= 0,4290 m

1.6. Head total pompa yang digunakan

Dapat dihitung dengan persamaan (Sularso dan Haruo Tohara, 200, hal 26)

H = ha + hf1 + hf 2 + hf3
=17,5 + 3,92 + 0,12 + 0,42
= 21, 96 m

Untuk mengatasi rugi-rugi head total diluar perhitungan maka head total pompa

yang digunakan adalah 30 m.

Maka dengan ini didapatkan :

Tinggi tekan pompa/head (H) = 30 m

= 82 ft

Kapasitas pompa = 30 m 3 /jam (AS)


P
P

=132,15 gpm (AS)

Maka jenis pompa dapat ditentukan dengan grafik dibawah ini

7
Gambar 1.2 Grafik penentuan jenis pompa

(Austin, 1993, hal 56)

Dari grafik di atas, maka dengan kapasitas dan head yang ditentukan diperoleh

pompa radial.

1.7. Penentuan jumlah tingkat pompa

Jumlah tingkat pompa dapat ditentukan dengan persamaan :

(Sumber : Frits Dietsel, cetakan ketiga, hal 252)

H
i=
H1

8
Dengan : i = jumlah tingkat pompa

H = tinggi tekan pompa (m)

H 1 = tinggi tekan pompa yang diperoleh dari grafik (m)


P
P

Gambar 1.3 Penentuan jumlah tingkatan pompa

(Frits Dietsel, 1992, hal 252)

Dari perhitungan sebelumnya diperoleh :

Kapasitas pompa (Q) = 132,15 gpm (AS)

Head pompa (H) = 30 m

Maka dari grafik 2.4 diperoleh tinggi tekan pompa adalah :

Head pompa (H 1 ) P
P
= 30

9
Maka jumlah tingkatan pompa yang diperoleh adalah :

H
i=
H1
30
= =1
30

Jumlah pompa dalam perancangan ini adalah 1 tingkat.

1.8. Putaran motor

Pada perancangan ini dipilih motor listrik sebagai penggerak pompa dengan

spsifikasi dari tabel 3.3

Putaran pompa = 2900 rpm

A. Kecepatan spesifik

Kecepatan spesifik pompa dapat ditentukan dengan persamaan 2.7

(Austin H.Church, cetakan ketiga, hal 49)

nQ
n s= 3/4
H

Dengan : n s = kecepatan spesifik (rpm)


B B

Q = kapasitas pompa (gpm)

N = Putaran poros penggerak (rpm)

H = tinggi tekan pompa (ft)

Maka kecepatan spesifik pompa adalah :

10
nQ
n s= 3/4
H
2900 132,15
=
823/4
=1223,22 rpm

C. Daya Pemompaan

Daya pemompaan merupakan daya yang berasal dari pompa yang dapat

dipindahkan dan digunakan ke fluida.

Besarnya daya pemompaan dapat dihitung dengan:

(Frits Dietsel, cetakan ketiga, hal 252)

Pv = γ x g x H x Q Hp

Dengan P v = daya pemompaan (kw)


B B

3
γ = kerapatan fluida yang dipompa (kg/m ) P P

G = grafitasi (9,81 m/det 2 ) P P

H = tinggi tekan pompa (m)

Q = kapasitas pompa (m 3 /det)


P
P

Untuk air bersih memiliki berat jenis ( γ ) = 1000 kg/m3 P

Maka daya pemompaan :

Pv = γ x g x H x Q Hp
=1000 x 0,81x 30 x 0,0083
= 2442,69 wat
= 3,27 Hp

11
Guna menggerakkan pompa dengan daya pemompaan P v , maka dibutuhkan daya
B B

motor yang lebih besar dari daya pemompaan tersebut. Besarnya daya motor

penggerak dapat ditentukan dengan rumus


Pv
P=
ηe

e merupakan efesiensi pompa yang dicari dengan grafik pada gambar 2.5

Gambar 1.4 Efesiensi Pompa

(Karassik L.J.,1976 hal 213)

Dari perhitungan sebelumnya diketahui:

Kapasitas pompa (Q) = 132,15 gpm (AS)

Putaran spesifik pompa (n s ) = 1223,22 rpm


B B

12
Dari gambar 3.5 diperoleh efesiensi pompa ηe = 65%

Sehingga :

Pv
P=
ηe
2442,69
=
0,65
= 3757,98 watt
= 3,75 Kw

Sehingga daya yang dibutuhkan untuk menggerakan pompa yang digunakan

adalah 4 Kw.

13
1.9. Perawatan

Pelaksanaan pengoperasian dan pemeliharaan jaringan transmisi dan distribusi

meliputi :

* Pemeriksaan pipa inlet dan alat ukur debit secara berkal, satu bulan sekali

* Pemeriksaan katup, pipa penguras secara berkala 3 bulan-4 bulan sekali

* Penggantian komponen jaringan Distribusi yang rusak segera mungkin, agar

tidak mengganggu pengoperasian dan pasokan ke konsumen.

14
BAB II

KESIMPULAN

1. Dari hasil perhitungan Pompa yang dibutuhkan pada perancangan ini : Jenis

Pompa : Pompa Sentrifugal

Tingkatan pompa : 1 tingkat

Daya Pemompaan : 4 Kw

Panjang pipa Diameter Pipa


Pipa h L (m)
B B Tekanan (Psi)
(m) (inci)
Bawah Tanah (A-B) 19,5 3½ 3,34 27,88
Lantai I (A-F) 97,5 3½ 9,85 22,75
Lantai II (A-G) 100,5 3½ 10,84 18,26
Lantai III (A-H) 103,5 3½ 11,38 13,92
Lantai IV (A-I) 106,5 3½ 11,93 9,57
Lanatai IV (A-J) 109,5 3½ 12,09 5,29

Melihat tabel diatas yang didapat dari perhitungan, bahwa besar kerugian-kerugian yang

diakibatkan faktor gesekan pada pipa-pipa pendek dan berdiameter kecil tidak terlalu

mempengaruhi terhadap penurunan tekanan di sepanjang pipa. Demikian juga dengan

alat-alat yang mendukung perpipaan tersebut. Kecuali jika ada perancangan khusus untuk

katup yang berfungsi untuk menurunkan. Yang menjadi faktor penyebap penurunan yang

sangat besar adalah beda ketinggian antara Tower dengan Titik yang ditinjau di setiap

lantai kamar hotel

15
2. Dari besar tekanan kerja yang di peroleh dari perhitungan maka :

Jenis katup yang di pakai : Globe Flange yang berfungsi untuk Mengatur

laju aliran ke setia lantai .

Material Katub : Besi

Klas : #150

Jenis Flange : Lap Join Flange

Material Flange : Besi

Klas : #150

16
DAFTAR PUSTAKA

Austin, C.,1990, Pompa dan Boiler Sentrifugal, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Dietsel, F.,1992, Turbin, Pompa, dan Kompresor, Penerbit Erlangga, Jakarta

Munson, B.R, Mekanika Fluida, Edisi Ke Empat, jilid Kedua.

Oloson, R.M., dan Wright, S.J, 1999, Dasar-dasar Mekanika fluida Teknik, Penerbit PT.

Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Raswari, “Teknologi dan Perancangan Sistem Perpipaan”

Sularso dan Tahara, H, 2004, Pompa dan Kompresor, Penerbit PT. Pradnya Paramita,

Cetakan Kedelapan, Jakarta.

17