Anda di halaman 1dari 2

Sastra imajinatif dan Sastra non-imajinatif

Sastra imajinatif
Adalah Sastra imajinatif adalah sastra yang diciptakan berdasarkan imajinasi pengarang, ex:
puisi,cerpen, novel, drama.

Sastra non-imajinatif
adalah sastra yang diciptakan berdasarkan fakta/kenyataan yang terjadi sebenarnya yang di tuangkan
dengan gaya sastra atau denganimajinasi. Ex: esai, kritik, sejarah, memoar atau memory, biografi dan
auto biografi.

Pengertian esai, kritik, sejarah, memoar, biografi dan auto biografi :

 Esai, adalah tulisan yang mengangkat sauatu masalah sastra berdasarkan


subjektivitas penulis.
 Kritik, adalah penilian atau penghakiman terhadap suatu karya sastra
 Sejarah, adalah kejadian masalalu yang di tuliskan sejarawan.
 Biografi, adalah riwayat hidup seseorang yang dituliskan oleh orang lain.
 Autobiografi, adalah riwayat hidup seseorang yang di tulis oleh dirinya sendiri.

Pengertian
Sastra imajinatif adalah sastra yang diciptakan berdasarkan imajinasi atau khayalan seorang
pengarang atau penyair. Sebagai contoh sastra imajinatif adalah puisi,cerpen, novel, drama.
Sedangkan sastra non-imajinatif adalah sastra yang diciptakan berdasarkan fakta atau kenyataan
yang terjadi sebenarnya yang di tuangkan dengan gaya sastra atau dengan imajinasi.
Sastra Imajinatif dan Sastra Non-imajinatif – merupakan jenis sastra yang berkembang dalam
kesusastraan Indonesia. Sastra imajinatif memiliki ciri khayali yang kuat dibandingkan dengan sastra
non imajinatif. Bahasa yang dipakai dalam sastra imajinatif lebih menekankan penggunaan bahasa
yang mengandung konotatif, sedangkan sastra Non-imajinatif bahasa yang digunakan bersifat
denotatif.
Sebetulnya tidak ada karya sastra imajinatif yang sepenuhnya khayali dan berbahasa konotatif. Dan
tidak selamanya karya sastra non-imajinatif tidak bersifat khayali dan berbahasa denotatif. Dalam
karya sastra imajinatif dan sastra non-imajinatif ciri-ciri khayali dan penggunaan bahasa
konotatif-denotatif tidak ada ukurannya. Kedua unsur tersebut bercampur baur, hanya bobotnya
yang berbeda-beda. Jika karya sastra unsur khayalinya berkurang penggunaan bahasa cenderun
denotif maka digolongkan sastra non-imajinatif begitu pula sebaliknya.

Ciri-ciri Sastra Imajinatif dan Sastra Non-imajinatif


Sastra Imajinatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut, yaitu (1) lebih banyak bersifat khayali, (2)
menggunakan bahasa konotatif, dan (3) memenuhi syarat-syarat estetika seni. Sedangkan ciri-ciri
karya sastra non-imajinatif adalah sebagai berikut (1) lebih banyak unsur faktualnya daripada
khayalinya, (2) menggunakan bahasa denotatif, dan (3) memenuhi syarat-syarat estetika seni.

Jenis-jenis Sastra Non-imajinatif


Begitu pula ada beberapa jenis sastra non-imajinatif, yaitu (1) Esei, (2) Kritik, (3) Biografi, (4)
Otobiografi, dan (5) Sejarah
Selain yang di sebut di atas tadi, sastra non-imajinatif ada jenis yang lainnya yaitu memoar,
catatan harian, dan surat-surat. Dalam sastra Indonesia modern jenis sastra tersebut di atas jarang
dimasukkan sebagai karya sastra. Karena apa yang disebut karya sasstra di Indonesia adalah yang
berjenis imajinatif.
Demikian pembahasan singkat tentang artikel sastra imajinatif dan sastra non imajinatif yang
dapat dismpaikan semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Artikel menarik lainnya :


 sastra imajinatif
 sastra imajinatif dan non imajinatif

 contoh sastra imajinatif

 pengertian sastra imajinatif

 jenis sastra imajinatif dan non imajinatif

 pengertian sastra imajinatif menurut para ahli

 pengertian imajinatif dan contoh

 contoh puisi sastra imajinatif

 contoh karya sastra yang bersifat fiksionalitas

 sastra ima