Anda di halaman 1dari 4

OSEANOGRAFI FISIK

Resume Pengenalan dan Sejarah Ilmu Oseanografi

Disusun Oleh :

Geraldy Patrickia P. P.

03311840000096

Dibimbing Oleh :

Khomsin, ST, MT

DEPARTEMEN TEKNIK GEOMATIKA


FAKULTAS TEKNIK SIPIL, LINGKUNGAN DAN
KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA
2020
BAB I

A Voyage of Discovery

Oseanografi atau ilmu kelautan adalah suatu cabang ilmu bumi yang secara secara
spesifik mempelajari tentang lautan atau samudra. Bidang ilmu ini mencakup berbagai topik
seperti organisme laut dan dinamika ekosistem, arus dan gelombang laut, tektonik lempeng,
kondisi batimetri dan berbagai topik lainnya. Oseanografi sendiri dibagi menjadi beberapa
bidang yaitu Oseanografi Fisik, Oseanografi Geologi, Oseanografi Kimia, Oseanografi
Biologi.

Tujuan utama dalam mempelajari ilmu ini adalah memahami lautan sehingga dapat
digunakan untuk memprediksi perubahan yang akan datang pada lingkungan. Beberapa
tujuan lain mempelajari ilmu kelautan atau Oseanografi adalah;

1. Karena lautan merupakan sumber daya makanan, sehingga mungkin beberapa orang
tertarik mempelajari bagaimana proses makanan tersebut terbentuk dan unsur unsur
pendukung proses pembuatannya.
2. Pembangunan struktur / bangunan on-shore maupun off-shore, penggunaan laut untuk
transportasi, pemanfaatan minyak dan gas bawah laut, pemanfaatan laut dalam objek
wisata, dan pemanfaatan pemanfaatan lainnya.
3. Lautan mempengaruhi cuaca dan iklim pada atmosfer, mulai dari distribusi hujan,
kekeringan, hingga badai dan angin topan.

Proses pembelajaran dari Oseanografi sendiri meliputi; pemaparan overview dari laut,
pengertian dari persamaan-persamaan dinamika laut dan model penggambaran dinamika laut.
Dalam penggambaran dinamika laut, dapat digunakan 3 unsur yaitu; teori, observasi dan
model numerik. Dapat digambarkan diagram metode sebagai berikut;
BAB II

HISTORICAL SETTING

Oseanografi atau Ilmu kelautan merupakan ilmu tentang laut, dengan penekanan pada
karakternya sebagai lingkungan. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran yang
cukup kuantitatif yang akan digunakan untuk memprediksi masa depan dengan beberapa
kepastian. Sedangkan Oseanografi Fisik merupakan cabang ilmu Oseanografi yang
membahas sifat fisik dan dinamika dari laut, seperti interaksi dari laut dengan atmosfer,
persediaan panas samudera, pembentukan massa air, arus, dan dinamika pesisir.

Periodesasi dari eksplorasi laut sendiri dibagi menjadi beberapa era;

1. Era Permukaan Oseanografi – 1873; era ini ditandai dengan koleksi sistematis
pengamatan pelaut atas angin, arus, gelombang, suhu, dan fenomena lain yang
dapat diamati dari dek kapal berlayar.
2. Era Eksplorasi Laut Dalam – 1873-1914; Ditandai dengan beberapa ekspedisi
oseanografi untuk survei kondisi permukaan dan bawah permukaan, terutama di
dekat daerah kolonial.
3. Era Survei Sistematis Nasional – 1925-1940; Ditandai Dengan survei rinci dari
daerah kolonial.

4. Era Metode Baru – 1947-1956; Ditandai dengan survei panjang menggunakan


instrumen-instrumen baru.
5. Era Kerjasama Internasional – 1957-1978; Dimulainya survei multinasional laut
dan studi proses kelautan.

6. Era Satelit – 1978-1995; Dimulainya survei global proses kelautan dari luar
angkasa menggunakan bantuan satelit.
7. Era Ilmu Sistem Bumi – 1995; Dimulainya studi global menggunakan pengukuran
yang dilakukan di dalam air dan data ruang dalam model numerik.

Dalam hampir semua kasus, ahli kelautan menggunakan metode pengamatan atau
observasi untuk memahami proses-proses yang terjadi di laut, sehingga metode pengamatan
atau observasi sendiri sangatlah penting untuk mendapatkan sampel data yang baik sehingga
lebih mengenal laut dengan baik dan dapat memprediksikan dampaknya bagi lingkungan kita
di masa depan.

Beberapa konsep yang dibutuhkan dalam metode pengamatan atau observasi sendiri
meliputi; akurasi, presisi, dan linearitas. Akurasi berhubungan dengan perbedaan antara nilai
yang terukur dengan nilai sebenarnya, presisi berhubungan dengan perbedaan antara
pengukuran ulang, lalu untuk linearitas berhubungan dengan Output atau hasil dari instrumen
menjadi fungsi linear dari input.