Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK

OLEH :

NASMI

1722070023

TEKNIK KELAUTAN

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP

2020
TUGAS

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK

OLEH :

SYUMRAH ILHAMSYAH

1722070033

TEKNIK KELAUTAN

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP

2020
1. PERBEDAAAN KONTRAKTOR PELAKSANA DAN KONTRAKTOR
PENGAWAS
A. Kontraktor pelaksana
Adalah badan hukum atau perorangan yang ditunjuk untuk melaksanakan
pekerjaan proyek sesusai dengan keahliannya. Atau dalam defenisi lain menyebutkan
bahwa pihak yang penawarannya telah diterimah dan telah diberi surat penunjukan serta
telah menandatangani surat perjanjian pemborongan kerja dengan pemberi tugas
sehubungan dengan pekerjaan proyek. Pada tempat penuliskerja proyek ini, pemilik
proyek ( owner ) memberikan kepercayaan secara langsung kepada kontraktor pelaksanan
untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi. Peraturan dan persetujuan tentang hak dan
kewajibab masing-masing pihak diatur dalam dokumen kontrak.
B. Sedangkan kontraktor pengawas

Yaitu badan usaha atau perorangan yang diminta owner (pemilik proyek) untuk
mengawasi pelaksanaan proyek sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan baik
dan dapat selesai dengan cepat. Penyedia jasa konsultan ini harus memiliki beberapa
orang ahli di bidang Arsitektur, Teknik Sipil, Mekanikal Elektrikal, listrik dan lain-lain.

Peran utama perusahaan konsultan proyek adalah memastikan kualitas proyek


konstruski sesuai dengan perencanaan. Konsultan melakukan pengawalan terhadap client
mulai dari tahap perencanaan proyek dan perancangan pembangunan proyek hingga masa
pelaksanaan pembangunaan proyek berakhir. Sedangkan untuk tugas konsultan proyek
antara lain sebagai berikut :

 Mengelola administrasi dalam kontrak kerja


 Melakukan pengawasan selama proyek konstruksi berjalan
 Melampirkan/ Membuat laporan pekerjaan yang diserahkan kepada pemilik proyek
 Memberikan saran atau pertimbangan kepada pemilik proyek maupun kontraktor
 Melakukan koreksi dan memberikan persetujuan mengenai hasil gambar (shop
drawing) yang diajukan oleh kontraktor sebagai pedoman pelaksanaan proyek
 Memilih dan menyetujui tipe dan merek bahan/material konstruksi yang diusulkan
oleh kontraktor agar sesuai dengan harapan pemilik proyek namun tetap berpedoman
dengan kontrak kerja konstruksi yang sudah dibuat sebelumnya.
2. Matrix organisasi bisnis atau matrix konfesional
Struktur organisasi matriks digunakan untuk memudahkan pengembangan
pelaksanaan beragam program atau proyek. Setiap departemen dikepalai oleh vice
precident yang mempunyai tanggung jawab fungsional bagi seluruh proyek. Sedangkan
setiap manajer proyek mempunyai project responsibility untuk penyelesaian dan
implementasi strategi.
Organisasi matrik akan menghasilkan wewenang ganda dimana wewenang
horizontal diterima manajer proyek sedangkan wewenang fungsionalnya yaitu sesuai
dengan keahliannya dan tetap akan melekat sampai proyek selesai, karena memang
terlihat dalam struktur formalnya. Akibatnya anggota organisasi matrik mempunyai dua
wewenang, yang berarti dalam melaksanakan kegiatannya para anggota harus
melaporkannya kepada dua atasan. Untuk mengatasi masalah yang timbul, biasanya
manajer proyek diberi jaminan untuk melaksanakan wewenangnya dalam memberikan
perintah dimana manajer proyek tersebut akan langsung melapor pada manajer puncak.
Berikut ini adalah peta/ bagan organisasi matriks