Anda di halaman 1dari 5

Jurnal Poltekkes Jambi Vol XIII Nomor 4 Edisi Juli

2016
ISSN 2085-1677

HUBUNGAN JENIS PERMAINAN TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK DI


TAMAN KANAK-KANAK KEC. TELANAIPURA JAMBI

Gusti Lestari Handayani


Dosen Jurusan Keperawatan Poltekes Kemenkes Jambi

ABSTRAK

Perkembangan teknologi dan era globalisasi mempengaruhi banyak hal, termasuk jenis
permainan anak, yang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan anak.
Kematangan sosial anak prasekolah merupakan suatu kemampuan yang dimiliki anak usia 3-6 tahun
Permasalahan usia dini yang tidak terselesaikan dari sejak awal dapat menyebabkan permasalahan
perkembangan pada masa selanjutnya Akhir-akhir ini permasalahan sosial yang terjadi pada anak-anak
menunjukan peningkatan. Dari hasil studi awal peneliti, pada salah satu TK di Kota Jambi terlihat bahwa
kematangan sosial anak masih rendah dengan munculnya beberapa indikator seperti, tidak mau bergiliran
menggunakan alat permainan, menangis ketika bertengkar dengan teman serta ada yang mendominasi
kelas bahkan bersifat agresifitas.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis permainan terhadap perilaku sosial
pada anak usia pra sekolah di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Telanaipura Jambi.
Rancangan penelitian adalah cross sectional dengan besar sampel minimal 138 anak dengan
α=0,05 dan β=5%. Lokasi penelitian adalah di Taman kanak-Kanak Kecamatan Telanaipura Jambi Yaitu
TK Al Aqsa, TK Pembina dan TK Adhyaksa. Subjek penelitian adalah Orang tua anak yang bersekolah
diTaman kanak-Kanak tempat penelitian dilakukan. Pelaksanaan penelitian pada bulan Juni-Juli 2012.
Data dikumpulkan melalui wawancara pada orang tua dengan menggunakan kuisioner dan observasi.
Analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi-Square.
Hasil analisis menunjukan bahwa jenis permainan memiliki hubungan yang signifikan terhadap
perilaku sosial anak dengan p value 0,005. dan dapat diketahui bahwa jenis permainan assosiative
memberikan kontribusi besar terhadap perilaku sosial anak yang positif.

Kata Kunci: Jenis Permainan, Perilaku sosial

ABSTRACT

Growth of globalization era and technology influence many matter, including type game of child,
representing one of the factor influencing growth of child. Social child maturity of pre school represent
child 3-6 year in have interaction with good vinicity environment or others verbal and also nonverbal in
order to fulfilling its requirement to be able to be accepted by friend coeval and adult expecting him to
obtain;get to feel to be required and feel to worth. Problems of early age wasnot finished from since early
can cause problems of growth next period, its influence not even pertinent but environment. Recently
problems of social that happened was improvement. Early study researcher, skill of social exist in one of
nursery School in Jambi seen that child social maturity still lower ex: do not want to be in rotation use
plaything, weeping when clashing with friend and also predominating class even have the character of
agresifitas.
Target of this research is to know influence type of game to preschool social behavior in Nursery
School Kec. Telanaipura Jambi.
Design reseach was crossectional study, minimum sampel 138 child with α = 0,05 and β = 5%.
Location of study in Nursery School Kec. Telanaipura Jambi that Is TK Al Aqsa, TK Builder and of TK
Adhyaksa. Time of research in Juni-Juli 2012. Data collected through observation and kuisioner. Data
analysis using statistical test: Chi-Square.
Result:type of game have significan relationship to preschool social behavior with value p 0,005.
So that require to be improved attention to give of plaything child able to improve ability of social behavior
which are positive.

Keyword: Type of Game, Social Behavioral

190
Hubungan Jenis Permainan Terhadap Perilaku Sosial Anak...
2016
Gusti Lestari Handayani

PENDAHULUAN Permasalahan usia dini yang tidak


terselesaikan dari sejak awal dapat
Prosestumbuh kembang seorang menyebabkan permasalahan perkembangan
anak akan melalui tahap-tahap pada masa selanjutnya, pengaruhnya tidak
perkembangan dengan tugas saja pada yang bersangkutan tapi pada
perkembangan yang berbeda-beda, lingkungan. Akhir-akhir ini permasalahan
keberhasilan pencapaian suatu tugas sosial yang sebelumnya belum terjadi namun
perkembangan di suatu tahap akan muncul sebagai suatu yang perlu menjadi
membantu kelancaran tahap berikutnya. perhatian khusus yaitu kasus bunuh diri yang
Hal ini menunjukkan bahwa anak dilakukan balita Sepanjang tahun 2011,
dikatakan berkembang secara normal tercatat ada 23 anak melakukan upaya
apabila anak dapat menyelesaikan tugas- percobaan bunuh diri. Dari jumlah tersebut,
tugas yang harus dijalaninya pada masa enam anak bisa diselamatkan sementara 17
tersebut. Sebaliknya apabila anak tidak lainnya meninggal (Komisi Perlindungan
mampu menyelesaikan tugas-tugas yang Anak, 2012). Perilaku sosial positif yang
harus dijalaninya maka dapat dikatakan ditunjukan balita pun bisa didapat misalnya
bahwa anak mengalami hambatan dalam permainan game yang menggunakan
perkembangannya. Secara umum, perkembangan teknologi yang disajikan oleh
kesesuaian antara perkembangan anak layar persegi antara lain dapat meningkatkan
dengan apa yang harus dicapainya dilihat kemampuan seseorang dalam penguasaan
melalui kematangan sosialnya. bahasa asing karena sebagian game
Kematangan sosial seseorang berbahasa inggris sehingga seseorang
tampak pada perilakunya. Perilaku dituntut untuk memahami bahasa tersebut
tersebut menunjukan kemampuan individu untuk penguasaan permainan.
dalam mengurus dirinya sendiri dan Propinsi Jambi yang merupakan
partisipasinya dalam aktivitas-aktivitas daerah yang sedang berkembang memiliki
yang mengarah pada kemandirian jumlah balita sebanyak 110.083 (3,82%)
sebagaimana layaknya orang dewasa. balita sedangkan untuk Kota Jambi 45.100
Kematangan sosial adalah hal yang balita (10,09%) (Depkes, 2007). Kota Jambi
berkaitan dengan kesiapan anak memiliki 8 Kecamatan yang masing-masing
memiliki Taman Kanak-Kanak, jumlah
peserta didik terbanyak adalah di Kecamatan
bentuk keterampilan yang dikuasai dan Telanaipura yaitu 1.694 anak (Diknas Kota
dikembangkan sehingga akan membantu Jambi, 2012).
kematangan sosial kelak. Keterampilan sosialanak
Tahap-tahap perkembangan anak prasekolah merupakan suatu kemampuan
salah satunya adalah fase bermain. Anak yang dimiliki anak usia 3-6 tahun dalam
tidak dapat memisahkan antara bermain dan berinteraksi dengan orang lain atau
bekerja. Bermain adalah unsur yang penting lingkungan sekitarnya baik verbal maupun
untuk perkembangan anak baik fisik, nonverbal yang dapat dalam rangka
emosional, mental, intelektual, kreativitas dan memenuhi kebutuhannya untuk dapat
sosial. Fungsi bermain adalah untuk diterima oleh teman sebaya dan orang
stimulasi pertumbuhan anak, namun sering dewasa agar ia memperoleh rasa
terjadi kesalahan-kesalahan di dalam dibutuhkan dan rasa berharga. Dari hasil
pemilihan alat permainan anak sehingga studi awal peneliti, keterampilan sosial yang
fungsi bermain pada anak menjadi tidak ada pada salah satu TK di Kota Jambi
optimal (Soetjiningsih, 2005). terlihat bahwa kematangan sosial anak
Saat ini dari hasil observasi masih rendah dengan munculnya bebera
dilapangan sangat jarang terlihat bahkan pa indikator seperti, tidak mau bergiliran
dibeberapa tempat tidak terlihat lagi ada menggunakan alat permainan, menangis
sekelompok anak yang bermain bersama, ketika bertengkar dengant eman serta ada
mengikuti aturan-aturan permainan, yang mendominasi kelas dan bahkan ada
berkembangnya permainan dengan yang menunjukan agresifitas.
menggunakan teknologi terkini, dengan alat
permainan tersedia dalam bentuk jadi dan
diperuntukkan bermain secara individu.

191
Jurnal Poltekkes Jambi Vol XIII Nomor 4 Edisi Juli 2016

BAHAN DAN CARA KERJA Tabel 2. Hubungan Jenis Permainan di


Sekolah dan Perilaku Sosial Anak
Jenispenelitianiniadalahdeskriptifanali-
Perilaku Perilaku p OR 95%
tik dengan rancangan cross Sosial Sosial CI
sectional.Lokasi penelitian adalah Kota Positive Negative
Jambi. Pengambilan data dilakukan di n % n % 0,005 1,79
Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Assosiativ 28 22,3 1 6,7 1,72-1,86
e Play
Telanaipura Jambi yang dipilih secara acak,
Non 78 83,7 31 25,3
berdasarkan hasil random didapatkan 3 Associativ
(tiga) Taman Kanak-Kanak yaitu TK Al- e Play
Aqso, TK Adhyaksa dan TK Pembina.
Masing-masing TK mewakili jenis TK yaitu Pada penelitian ini didapatkan
TK Islam terpadu, TK Swasta dan TK Milik hubungan yang signifikan antara jenis
Pemerintah. Penelitian dilaksanakan pada permainan di rumah dan perilaku sosial
bulan Juni-Juli 2012. Data dikumpulkan anak dengan p value 0,04begitu juga
dengan menggunakan kuisoner dan lembar dengan jenis permainan di sekolah yaitu
observasi. Skala pengukuran untuk 0,005 dan dapat diketahui bahwa jenis
perkembangan social anakdengan permainan assosiative memberikan
mengunakan skala maturitas social dari kontribusi besar terhadap perilaku sosial
Vineland (Vineland Social Maturity Scale) anak yang positif.
(Saryono, 2010). Besar sampel adalah 138 Usia prasekolah adalah usia saat
anak. Pemilihan sampel dengan cara terjadi perubahan sosial utama karena anak
proportionate stratifed random sampling. mulai memasuki usia sekolah, ketika
Analisis Uji Statistik Variabel Penelitian hubungan beralih dari hubungan dengan
dengan menggunakan ujistatistik Chi- orang dewasa menjadi hubungan dengan
Square. anak sebaya lainnya. Untuk beberapa anak
perubahan ini lebih sulit dibanding anak
HASIL DAN PEMBAHASAN lainnya. Ia harus belajar bersaing dan
bekerjasama dan akan belajar menerima
Hasil uji statistik pada tabel 1 atau menolak standar perilaku
didapatkan p value 0,04 berarti p value < kelompoknya (Sacharin, 1996).
0,05 pada interval kepercayaan 95% dapat Pada tahap
disimpulkan bahwa terdapat hubungan perkembangananakusiaprasekolahini,
yang signifikan antara jenis permainan di anakmulaimenguasaiberbagaiketrampilanfis
rumah dan perilaku sosial anak. Begitu pula ik, dananak
dengan jenis permainan disekolah
menunjukan hasil yang signifikan p value mengeksplorasikemandiri
0,005 (Tabel 2). annya (Hurlock, 2004).
Pada awal manusia dilahirkan
Tabel 1. Hubungan Jenis Permainan di Ru- belum bersifat sosial dalam arti belum
mah dan Perilaku Sosial Anak meiliki kemampuan berinteraksi dengan
orang lain. Kemampuan sosial anak
Perilaku Perilaku p OR 95%
Sosial Sosial CI
diperoleh dari berbagai kesempatan dan
Positif Negatif pengalaman bergaul dengan orang-orang
n % N % 0,04 1,63 dilingkungannya. Kebutuhan berinteraksi
Assosiative 44 39,2 7 11,8 1,55-1,71 dengan orang lain telah dirasakan sejak
Play enam bulan, disaat itu mereka telah
Non 62 66,8 25 20,2
Associative mengenal manusia lain terutama ibu dan
Play anggota keluarganya.
Perilaku anak atau dalam bahasa
lain disebut juga temperamen menurut
Chess & Thomas dalam Wong (2005)
mengidentifikasi sembilan variabel
diantaranya adalah kemampuan anak
dalam beradaptasi atau menyesuaikan
rutinitas pada situasi yang baru. Anak
dianggap mempunyai kemampuan adaptasi
tinggi jika menunjukan kemampuan untuk

192
Hubungan Jenis Permainan Terhadap Perilaku Sosial Anak...
2016
Gusti Lestari Handayani

dalam ketenangan dan sebaliknya memecahkan masalah dari hubungan


kemampuan adapatasi rendah jika tidak tersebut. Pada saat melakukan aktifitas
mampu menyesuaikan diri dengan mudah. bermain, anak belajar berinteraksi dengan
Perilaku sosial anak-anak dalam teman, memahami lawan bicaranya dan
perkembangan menuju kematangan sosial belajar tentang nilai sosial yang ada pada
dapat diwujudkan dalam bentuk interaksi kelompoknya. Hal ini adalah tahapan awal
sosial diantaranya perilaku tidak sosial bagi anak usia toddler dan prasekolah
berupa pembangkangan (negativisme), untuk meluaskan aktifitas sosialnya diluar
agresivitas, bertengkar, mengejek, lingkungan keluarga.
menggertak,mementingkan diri sendiri dan Bermain memiliki fungsi untuk
bisa berupa perilaku positive yaitu simpati, meningkatkan perkembangan
kerjasama, kemurahan hati, sikap ramah sensorimotor, intelektual, sosial dan moral,
serta tidak mementingkan diri sendiri. kreativitas, kesadaran diri dan nilai
Bermain merupakan kegiatan yang terapeutik. Jenis permainan berbeda untuk
dilakukan seseorang untuk memperoleh masing-masing fungsi, untuk
kesenangan, kegembiraan dan kepuasan perkembangan sosial pada anak usia pra
tanpa memperhitungkan hasil akhir. sekolah dianjurkan untuk bermain rumah
Permainan memberikan pengaruh besar mainan, boneka, mobil-mobilan, peralatan
dalam mengembangakn kemampuan sosial dokter dan perawata, alat berdandan
anak, karena dengan permainan anak-anak (Wong, 2005). Dalam penelitian ini terlihat
dapat mengetahui peran dan fungsiya bahwa jenis permainan anak lebih banyak
dalam kelompok, dengan permainan anak permainan yang mendorong perkembangan
juga memunyai tman banyak, membuat fisik seperti perosotan, papan jungkat
hidup anak lebih menarik dan jungkit, ayunan, sepeda dibandingkan
menyenangkan. Melalui kegiatan bermain permainan yang mendorong kemampuan
daya pikir anak terangsang untuk anak bersosialisasi.
merangsang perkembangan emosi, Faktor lain yang mempengaruhi
perkembangan sosial dan perkembangan adalah Jenis kelamin. Peran jenis kelamin
fisik. yaitu dengan cara dimana seseorang
Permainan akan mengembangkan bertindak sebagai wanita da pria. Para ahli
dan memperluas sosialisasi anak sehingga teoritis pembelajaran sosial percaya bahwa
anak dapat mengatasi persoalan yang akan masyarakat memepengaruhi perilaku
timbul dalam hubungan sosial. Dengan wanita dan laki-laki dan merupakan sumber
sosialisasi akan berkembang nilai moral utama feminitas dan maskulinitas (Pooter &
dan etik. Anak belajar yang benar dan yang Perry, 2005).
salah serta bertanggung jawab atas Anak laki-laki bermain lebih kasar
kehendaknya. Bermain berfungsi juga daripada anak perempuan dan lebih
sebagai alat untuk memupuk kesadaran diri menyukai permainan olahraga daripada
anak karena dengan bermain anak akan jenis permainan lainnya. Pada awal masa
sadar tentang kemampuan, kelemahan dan kanak-kanak, anak laki-laki menunjukan
tingkah lakunya. perhatian pada berbagai jenis permainan
Waktubermainmerupakansaranaunt yang lebih banyak tetapi terjadi sebaliknya
uktumbuhdalamlingkungandankesiapannyad pada akhir masa kanak-kanak.
alambelajar formalataupun informal
(Gunarsa, 2003).Alat permainan merupakan DAFTAR PUSTAKA
salah satu alat untuk menstimulasi
pertumbuhan dan perkembangan anak. Departemen Kesehatan RI , (2007). Profil
Jenis alat permainan balita akan Kesehatan Indonesia 2005. Depkes RI,
merangsang kemampuan tertentu baik fisik, Jakarta
motorik kasar dan halus, bahasa serta Diknas Kota Jambi (2012), Pendataan PTK
PAUDNI tahun 2011-2014, Diknas Kota
tingkah laku sosial (Soetjiningsih, 2005). Jambi.
Melalui kegiatan bermain, anak Gunarsa (2003). Psikologi Perkembangan. BPK
akan belajar memberi dan menerima. Gunung Mulia, Jakarta.
Bermain dengan orang lain (assosiative Hurlock (2004), Psikologi Perkembangan. PT.
play) akan membantu anak Gramedia, Jakarta.
mengembangkan hubungan sosial, belajar

193
Jurnal Poltekkes Jambi Vol XIII Nomor 4 Edisi Juli 2016

Komisi Perlindungan Anak (2011), Balita Wong, D.L (2005). Pedoman Klinis Keperawatan
Meninggal Akibat Bunuh Diri, diakses di pediatrik. EGC, Jakarta.
www.beritasatu.com pada tgl. 27 April
2012.
Potter, PA. & Perry, AG. (2005). Buku ajar
fundamental keperawatan: Konsep,
proses, dan praktik. (Fundamental of
nursing: Consepts, process, and
practice, 1997) Alih bahasa: Yasmin
Asih, Made Sumarwati, Dian Evriyani,
Laily Mahmudah, Ellen.P., Kusrini,
Sari,K., Enie Novieastari. Edisi 4. Vo.1.
Jakarta: Penerbitbukukedokteran EGC.
Sacharin.RM (1996). Prinsif keperawatan
Pediatrik. EGC, Jakarta.
Saryono (2010). Kumpulan Instrumen Penelitian
Kesehatan, Nuha Medika, Yogyakarta.
Soetjiningsih (2005), Tumbuh Kembang Anak,
EGC, Jakarta.

194