Anda di halaman 1dari 21

KELOMPOK 5

AUDIT SIKLUS INVESTASI DAN PEMBIAYAAN

NAMA KELOMPOK

AGUSTINA SETYOWATI (19/MPA-XXXIXA/01)

SURYA NITI HAPSARA (19/MPA-XXXIXA/15)

WISUDAWATI H ULUMANDO (19/MPA-XXXIXA/17)

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI

UNIVERSITAS GAJAH MADA

2019
SIFAT SIKLUS INVESTASI DAN PEMBIAYAAN

 PENELAAHAN ATAS SIKLUS INVESTASI DAN PEMBIAYAAN


Auditor biasanya ingin memperoleh jawaban atas pertanyaan- pertanyaan berikut ketika
sedang mengaudit siklus investasi dan pembiayaan :
 Aset apa yang diperlukan untuk mendukung operasi entitas, dan apakah rencana
jangka panjang manajemen untuk menumbuhkan dasar aset enittas?
 Aset apa yang diakuisisi atau dilepas selama periode berjalan?
 Bagaimana aset yang baru diakuisisi dibiayai dan apakah rencana jangka
panjang manajemen untuk membiayai pertumbuhan entitas?

Aktivitas investasi adalah pembelian dan penjualan tanah, bangunan, peralatan, serta
aset lain yang umumnya tidak ditahan untuk dijual kembali. Aktivitas investasi juga
mencakup pembelian dan penjualan instrumen keuangan yang tidak untuk
diperdagangkan. Langkah pertama dalam mengaudit investasi melipti pemahaman atas
aset yang diperlukan untuk mendukung operasi entitas bersangkutan (misalnya mesin,
peralatan, fasilitas, tanah atau sumber daya alam) dan tingkat pengembalian yang
diharapkan perusahaan.

Langkah kedua ialah penentuan aset apa yang diakuisisi selama periode berjalan.
Biasanya pertumbuhan aset tetap harus memperlihatkan hubungan yang konsisten dengan
pertumbuhan pendapatan, dengan memperhitungkan sejumlah periode pembukaan.
Auditor sering memusatkan strategi audit pada audit perubahaan aset jangka panjang,
bukan pada keseluruhan populasi aset jangka panjang.

Aktivitas pembiayaan adalah transaksi dimana kas diperoleh dari atau dibayarkan
kembali kepada kreditur (pembiayaan dengan hutang) atau pemilik ( pembiayaan dengan
ekuitas). Aktivitas pembiayaan meliputi perolehan pinjaman, lease modal, menerbitkan
obligasi, menerbitkan saham preferen atau saham biasa. Aktivitas pembiayaan juga
meliputi pembayaran untuk melunasi hutang, mengakuisisi kembali saham dan membayar
deviden.

 MENGGUNAKAN PEMAHAMAN TENTANG BISNIS DAN INDUSTRI UNTUK


MENGEMBANGKAN STARTEGI AUDIT
Apabila auditor mngembangkan pendekatan berdasarkan bisnis dari bawah keatas
untuk aktivitas investasi, maka auditor akan sering mengaudit investasi dalam aset tetap,
bersama pembiayaan dari invesatsi ini, karena hal itu saling berkaitan erat. Jika auditor
ingin mengembangkan ekspektasi mengenai laporan keuangan, maka penting untuk
memahami bagaimana aset yang dimiliki mendukung operasi entitas, aset baru apa yang
diakuisisi dan bagaimana dibiayai. Gambar 17-1 menyajikan ikhtisar informasi keuangan
yang berkaitan dengan aktivitas pembiayaan dan investasi.
Sekolah Pengecer Pab perabot Kmputer
Hotel
Distrik makanan RT elektronik
Aset tetap bersih dari total
75% 57% 42% 36% 16%
aset
Hutang operasi dari total aset 25% 57% 36% 47% 56%
Pembiayaan dengan hutang
65% 19% 33% 23% 10%
dari total aset
Ekuitas dari total aset 10% 58% 31% 30% 34%
100 100 100 100 100
Penjualan terhadap aset tetap
0,8 1,3 1,6 3,7 17,3
bersih
Penjualan terhadap total aset 0,6 0,8 0,7 1,4 2,8

Berdasarkan rata-rata industri hotel, aset tetap bersih sekitar 75% dari total aset. Industri
hotel bergerak dalam industri jasa yang produk intinya adalah penyewaan properti jangka
panjang dan propert-properti tersebut sangat penting bagi perusahaan. properti tersebut
biasanya dibiayai oleh utang dimana rata-rata utang industri sebesar 65% dari total aset.
Secara rata-rata industri hotel hanya menghasilkan penjualan senilai $0,80 untuk setiap
dolar aset bersih.
Aset tetap bersih pada sekolah distrik rata-rata sebesar 57% dari total aset. Perbedaan
antara hotel dan sekolah adalah bahwa banyak sekolah sudah berumur cukup tua sehingga
obligasi telah ditarik. Investasi baru dan pembiayaan harus melewati proses persetujuan
publik. Risiko salah saji yang material dalam siklus investasi dan pembiayaan untuk
industri seringkali rendah.
Aset tetap bersih pada pengecer makanan rata-rata nya sebesar 42% dari total aset.
Pengecer makanan beroperasi dengan margin laba yang sangat tipis sehingga akuisisi
tahunan atas properti, pabrik dan peralatan biasanya dikendalikan secara seksama. Volume
aktivitas yang lebih tinggi yang menyertai marjin laba rendah dicerminkan dengan
kenyataan bahwa pengecer makanan mendapatkan penjualan sekitar $1,60 untuk setiap
dolar investasi dalam aset tetap bersih.
Industri peralatan rumah tangga mempunyai proporsi aset yang lebih kecil yang
diinvestasikan dalam pabrik dan peralatan, serta proporsi yang lebih besar yang
diinvestasikan dalam persediaan dan piutang. Industri ini mempunyai proporsi
pembiayaan utang yang lebih kecil dan proporsi ekuitas yang lebih tinggi. Industri ini
menghasilkan penjualan yang lebih tinggi sebesar $3,70 dari penjualan untuk setiap dolar
investasi dalam aset tetap bersih.
Pabrikan komputer memerlukan investasi yang paling kecil dalam properti, pabrik dan
peralatan. Industri ini mampu menghasilkan penjualan tertinggi sebesar $17,30 untuk
setiap dolar investasi dalam aset tetap dan industri ini juga menghasilkan arus kas bebas
yang mencukupi, sehingga bagian lancar dan jangka panjang dari rata-rata hutang hanya
10% dari total aset.

SIKLUS INVESTASI

 TUJUAN AUDIT
Gambar 17-2 tujuan audit spesifik untuk siklus investasi
Kategori asersi Tujuan audit atas kelompok Tujuan audit saldo akun
asersi
Keberadaan / keterjadian Akuisisi yang tercatat dari Aset tetap yang tercatat
transaksi tetap (EO1), merupakan aset produktif
pelepasan aset tetap (EO2), yang digunakan pada
dan reparasi serta tanggal neraca (EO4)
pemeliharaan (EO3)
merupakan tarnsaksi yang
terjadi selama tahun
berjalan
Kelengkapan Semua transaksi akuisisi Saldo aset telah mencakup
aset tetap (C1) dan pengaruh semua transaksi
pelepasan aset tetap (C2) yang terjadi selama
serta reparasi dan periode berjalan. (C4)
pemeliharaan (3) yang
terjadi selama periode
berjalan telah dicatat
Hak dan kewajiban Entitas memiliki atau
mendapatkan hak atas
semua aset tetap yang
dicatat pada tanggal neraca
(ROI)
Penilaian/ alokasi Transaksi untuk beban Aset tetap dicatat pada
penyusutan dan penurunan harga pokok dikurangi
nilai aset tetap telah dinilai akumulasi penyusutan
dengan tepat (VA1) (VA2) dan diturunkan
nilainya sebesar
penurunan nilai material
(VA3)
Penyajian Transaksi penyusutan, Aset tetap dan lease modal
dan pengungkapan reparasi, dan pemeliharaan telah diidentifikasi dengan
serta lease operasi telah benar dan diklasifikasikan
diidentifikasi dengan benar dalam laporan keuangan
dan diklasifikasikan dalam (PD2).
laporan keuangan (PD1)

 PERTIMBANGAN PERENCANAAN AUDIT


Materialitas
Aset tetap biasanya merupakan aset yang materialdari laporan keuangan.
Pertimbangan utama dalam mengevaluasi alokasi material adalah penentuan besarnya
salah saji yang akan mempengaruhi keputusan seorang pemakai laporan keuangan.
Pertimbangan kedua adalah hubungan nya dengan biaya untuk mendeteksi kesalahan.
Auditor biasanya akan mengalokasikan secara proposional materialitas yang lebih kecil
ke aset tetap dibandingkan ke piutang atau persediaan.
Risiko Inheren
Risiko inheren pada asersi keberadaan dapat meningkat sampai ketingkat
sedang atau tinggi karena potensi aset yang tidak dapat digunakan lagi, mungkin tidak
dihapus. Asersi kelengkapan dapat mencapai tingkat sedang atau tinggi jika aset-aset
konstruksi atau lease modal yangmungkin dicatat sebagai lease operasi karena
kerumitan akuntasi untuk lease.
Risiko Prosedur Analitias
Prosedur analitis bersifat efektif dari segi biaya dan hal itu dapat membantu
auditor dalam mengevaluasi kelayakan laporan keuangan.
Risiko Pengendalian
Lingkungan pengendalian yang kuat, penilaian risiko yang efektif, akuntabilitas
yang efektif atas penggunaan sumber daya dan pemantauan sistem pengendalian
penting dalam konteks akuntansi untuk aset tetap. Transaksi yang secara individu
bersifat material seperti akuisisi tanah atau bangunan atau pengeluaran modal yang
besar biasanya merupakan pokok dari pengendalian terpisah yang mencakup anggaran
modal dan otorisasi oleh dewan komisaris. Akibatnya risiko pengendalian mungkin
rendah untuk asersi keberadaan atau keterjadian.

PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO ASET TETAP

MENENTUKAN RISIKO DETEKSI

Dalam audit pertama, auditor harus memperoleh bukti tentng ketepatan saldo awal akun
dan kepemilikan aset bersangkutan. Risiko terbesar yang berkaitan dengan penugasan pertama
meliputi informasi audit tentang saldo-saldo awal, yang memerlukan transaksi audit pada
tahun-tahun sebelumnya. Dalam penugasan berulang auditor memusatkan perhatian pada
transaksi tahun berjalan.proporsi terbesar dari aset tetap adalah aset pada awal tahun, yang
sebelumnya telah diaudit. Ketika menentukan risiko deteksi, auditor harus mempertimbangkan
sejauh mana klien mempunyai aset kontruksi, lease modal yang signifikan dan penambahan
serta penarikan yang signifikan dari aset-aset itu. Risiko deteksi dalam penugasan yang
berulang seringkali tergantung pada pengendalian internal atas siklus pengeluaran.

MERANCANG PENGUJIAN SUBSTANTIF

Pengujian substantif akan dijelaskan dalam seksi-seksi berikut:

Prosedur Awal

Prosedur awal yang penting ialah memahami tentang bisnis dan industri bersangkutan.
Industri yang bersifat padat modal biasanya mempunyai biaya tetap operasi yang bessar dan
memerlukan volume yang signifikan untuk mencapai break even atau impas. Sebelum
melaksanakan pengujian substantif lainnya auditor menentukan bahwa saldo buku besar umum
awal untuk akun akun aset tetap telah sesuai dengan kertas kerja periode sebelumnya.
Berikutnya auditor harus menguji ketepatan matematis serta merekonsiliasi totalnya dengan
perubahan saldo buku besar umum tertakait aset tetap. Auditor juga harus memvouching pos-
pos pada skedul ke ayat jurnal dalam buku besar dan menelususri ayat jurnal buku besar untuk
menentukan penyajian yang akurat.

Prosedur Analitis

Salah satu bagian penting dalam siklus investasi adalah menentukan bahwa laporan
keuangan yang diaudit konsisten dengan ekspetasi auditor. Prosedur analitis bertujuan untuk
menentukan prosedur yang dapat dijalankan auditor untuk menilai kelayakan saldo-sldo aktiva
tetap, beban penyusutan, beban perbaikan dan pemeliharaan, serta semua beban yang berkaitan
dengan lease operasi. Jika hasil prosedur analitis konsisten dengan ekspetasi auditor, maka
strategi audit dapat dimodifikasi untuk mengurangi luas pengujian rincian transaksi dan saldo
yang telah dibhas diatas.

Pengujian Rincian Transaksi


Pengujian subtantive ini mencakup tiga transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap
yaitu:

1) Penambahan
2) Pelepasan
3) Reparasi dan pemeliharaan
a. Memvouching Penambahan Aktiva Tetap
Semua penambahan yang normal harus didukung oleh dokumentasi berupa otorisasi
dalam notulen rapat, voucher, faktur, kontrak, dan cek-cek yang dibatalkan. Jumlah
yang dicatat harus divouching untuk mendukung dokumentasi.
Apabila aktiva tetap diperoleh dari lease modal, maka biaya properti dan
kewajiban yang berkaitan harus dicatat sebesar nilai sekarang pembeyaran lease
minimun masadepan.
Vouchung atas penambaha memberikan bukti tentang asersi keberadaan atay
keterjadian, hak dan kewajiban, dan penilaian atau alokasi.
b. Memvouching Pelepasan Aktiva Tetap
Bukti-bukti tentang penjualan, dan tukar-menukarharus tersedia bagi auditor dalam
bentuk nota pembayan kas, otorisasi tertulis, dan perjanjian penjualan. Prosedur berikut
dapat digunakan auditor untuk menentukan apkah semua penarikan sudah dicatat:
1. Menganalisis akun pendapatan rupa-rupa untuk hasil dari penjualan aktiva tetap
2. Menyelidiki disposisis fasilitas yang berkaitan dengan lini produk atau operasi
yang dihentikan
3. Menelusuri penarikan pesanan kerja dan otorisasi untuk penarikan kecatatan
akuntansi
4. Mereview polis asuransi untuk mengakhiri atau mengurangi penanggungan
5. Melakukan tanya-jawab dengan manajemen tentang penarikan

Semua bukti tetntang penarikan dan pelepasan yang telah dicatat dengan benar
menberikan bukti yang berkaitan dengan asersi keberadaan atau keterjadian, hak dan
kewajiban, serta penilaiana atau alokasi. Bukti-bukti yang mendukung keabsahan
transaksi yang mengurangi saldo aktiva tetap berkaitan dengan asersi kelengkapan.

c. Mereview Ayat Jurnal Beban Reparasi dan Pemeliharaan


Tujuan auditor melaksanakan pengujian ini adalah untuk menentukan kelayakan dan
konsistensi pembebanan ke beban reparasi. Kelayakan meliputi pertimbangan
mengenai apakah klien telah melakukan pembedaan yang tepat anatara pengeluaran
modal dan pendapatan. Untuk pengujian ini auditor harus memeriksa dokumen
pendukung seperti faktur penjual, pesanan kerja perusahaan, dan otorisasi manajemen
guna menentukan kelayakan beban atau kebutuhan akan ayat jurnal penyesuaian.
Prngujian subtantif ini memberikan bukti yang penting mengenai asersi kelengapan
untuk aktiva tetap karena hal itu harus mengungkapan pengeluaran yang akan
dikapitalisasi.

Pengujian Rincian Saldo


Tiga prosedur dalam kategori pengujian substantif ini adalah: (1) menginspeksi aktiva tetap,
dan (2) memeriksa dokumen dan kontrak hak kepemilikan.

1. Menginspeksi Aktiva Tetap


Inspeksi aktiva tetap akan memungkinkan auditor untuk mendapatkan
pengetahuan pribadi yang langsung mengenai eksistensinya. Dalam penugasan yang
berulang, inspeksi yang terinci dapat dibatasi pada pos-pos yang tercantum pada skedul
penambahan aktiva tetap.
Akan tetapi, auditor juga harus waspada terhadap bukti relevan yang lain
tentang aktiva tetap yang berkaitan dengan masing-masing asersi kelengkapan serta
keberadaan dan bukti mengenai kondisi umum dari aktiva tetap lainnya serta apakah
hal itu saat ini sendang digunakan, yang berkaitan dengan asersi penilaian atau alokasi.

2. Memeriksa Dokumen dan Kontrak Hak Kepemilikan


Kepemilikan atas kendaraan dapat ditetapkan dengan memeriksa sertifikat hak
(BPKB), sertifikat pendaftaran (STNK), dan polis asuransi. Untuk peralatan, perabotan,
dan furniture, faktur yang telah dibayar mungkin merupakan bukti terbaik mengenai
kepemilikan. Bukti tentang kepemilikan dalam industri real estate apartemen dapat
ditemukan dalam akte pembelian, polis asuransi pemilikan, tagihan pajak property,
tanda terima pembayaran hipotek dan polis asuransi kebakaran.

Pengujian Rincian Saldo: Estimasi Akuntansi


Dua pengujian yang penting atas estimasi akuntansi adalah pengujian substantif
untuk:
 Mereview penyisihan penyusutan
Dalam pengujian ini, auditor mencari bukti tentang kelayakan, konsistensi, dan
ketepatan beban penyusutan. Penentuan kelayakan penyisihan penyusutan meliputi
pertimbangan atas factor-faktor seperti (1) sejarah masa lalu klien dalam mengestimasi
umur manfaat dan (2) umur manfaat yang tersisa atas aktiva yang ada.

CAuditor harus mengevaluasi apakah klien telah memperhitungkan secara


layak penurunan nilai (impairment) aktiva tetap apabila terjadi perubahan yang
material bagaimana suatu aktiva digunakan, atau apabila terjadi perubahan yang
material dalam lingkungan bisnis.

PERBANDINGAN PENYAJIAN LAPORAN DENGAN GAAP

Persyaratan penyajian laporan aktiva tetap dalam keuangan bersifat ekstensif.


Properti yang digadaikan sebagai jaminan atas pinjaman harus diungkapkan. Kelayakan
pengungkapan klien yang berkaitan dengan aktiva menurut lease dapat ditentukan
dengan melihat kembali ke pengumuman akuntansi otoritatif dan perjanjian lease yang
berkaitan.

SIKLUS PEMBIAYAAN

Siklus pembiayaan (financing cycle) mencakup dua kelompok transaksi utama


sebagai berikut:
 Transaksi utang jangka panjang mencakup peminjaman dari obligasi, hipotek, wesel,
dan utang, serta pembayaran pokok dan bunga yang berkaitan.
 Transaksi ekuitas pemegang saham mencakup penerbitan dan penarikan saham preferen
serta saham biasa, transaksi saham treasuri atau treasury stock, dan pembayaran dividen.

TUJUAN AUDIT
Untuk masing-masing dari kelima kategori asersi laporan keuangan, Tabel dibawah ini
mencantumkan sejumlah akun-akun yang dipengaruhi oleh transaksi pembiayaan.

Tujuan Audit atas Kelompok


Kategori Asersi Transaksi Tujuan Audit Saldo Akun
Beban bunga yang dicatat dan Saldo utang jangka panjang
transaksi laporan laba-rugi yang dicatat merupakan utang
lainnya menyajikan pengaruh yang ada pada tanggal neraca
transaksi utang jangka Saldo ekuitas pemegang
panjang dan peristiwa yang saham merupakan hak
terjadi selama periode pemilik yang ada pada
Keberadaan atau Keterjadian berjalan tanggal neraca
Saldo utang jangka panjang
merupakan semua utang
Semua transaksi beban bunga kepada kreditor jangka
dan pendapatan lainnya yang panjang pada tanggal neraca
berkaitan dengan utang Saldo ekuitas pemegang
jangka panjang yang terjadi saham merupakan klaim
selama periode berjalan telah pemilik atas aktiva entitas
Kelengkapan dicatat yang melaporkan
Semua saldo utang jangka
panjang yang tercatat
merupakan kewajiban entitas
yang melaporkan
Saldo ekuitas pemegang
saham merupakan klaim
pemilik atas aktiva entitas
Hak dan Kewajiban yang melaporkan
Transaksi beban bunga dan
pendapatan lainnya yang Saldo utang jangka panjang
berkaitan dengan utang dan ekuitas pemegang saham
jangka panjang telah dinilai telah dinilai dengan tepat
Penilaian atau Alokasi dengan tepat sesuai GAAP sesuai GAAP.
Saldo utang jangka panjang
dan ekuitas pemegang saham
telah diidentifikasi dan
diklasifikasikan dengan tepat
dalam laporan keuangan
Semua syarat, ketentuan,
komitmen, dan provisi terkait
yang bersangkutan dengan
utang jangka panjang telah
diungkapkan secara memadai
(PD3).
Semua fakta berkenaan
dengan penerbitan saham
seperti nilai pari atau nilai
Transaksi utang jangka ditetapkan saham, saham
panjang dan ekuitas yang diotorisasi dan
pemegang saham telah diterbitkan, serta jumlah
diidentifikasi serta saham yang ditahan sebagai
diklasifikasikan dengan tepat treasury stock atau terikat
Penyajian dan Pengungkapan dalam laporan keuangan opsi telah diungkapkan.
PERTIMBANGAN PERENCANAAN AUDIT
1) Materialitas
Ekuitas pemegang saham jelas merupakan komponen neraca yang material.
Pengaruh transaksi siklus pembiayaan terhadap laporan laba rugi juga sangat bervariasi
dalam hal signifikansinya seperti juga pengaruh dividen terhadap laba ditahan.
2) Risiko Inheren
Risiko salah saji dalam melaksanakan dan mencatat transaksi siklus
pembiayaan biasanya rendah. Dalam banyak perusahaan, transaksi ini tidak sering
terjadi, kecuali untuk pembayaran dividend an bunga, yang sering ditangani oleh agen-
agen dari luar.
3) Risiko Prosedur Analitis
Prosedur analitis ini memberikan indikator tentang kebutuhan entitas akan
pembiayaan, kemampuannya, untuk melunasi utang, dan kelayakan biaya bunga
(termasuk baik beban bunga maupun bunga yang dikapitalisasi).
4) Risiko Pengendalian
Aplikabilitas komponen pengendalian internal untuk transaksi dan saldo siklus
pembiayaan serupa dalam banyak hal dengan yang telah diuraikan sebelumnya untuk
siklus investasi.

PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO HUTANG JANGKA PANJANG


Dari sudut pandang auditing, wesel bayar, hutang hipotek, dan hutang obligasi
mempunyai karakteristik yang serupa. Pada umumnya, bentuk hutang ini (1) melibatkan
perjanjian kontraktual berbunga, (2) memerlukan persetujuan dari dewan direksi, dan (3) dapat
dijamin dengan penggadaian atau agunan. Untuk akun-akun ini, terdapat masalah yang relatif
sedikit dalam mencapai tujuan audit.

Transaksi hutang jangka panjang ini jarang menimbulkan pisah batas akhir tahun. Jadi,
pengujian substantif atas saldo hutang jangka panjang dapat dilaksanakan baik sebelum
maupun sesudah tanggal neraca.

Menentukan Risiko deteksi


Karena sifat dan jarang terjadinya sebagian besar jenis transaksi hutang jangka
panjang, maka risiko inheren seringkali rendah untuk semua asersi saldo akun yang
berkaitan kecuali kelengkapan dan penilaian atau alokasi. Risiko inheren untuk asersi
ini mungkin berada pada tingkat sedang atau tinggi karena kerumitan yang terlibat
dalam menghitung amortisasi diskonto atau premi obligasi. Berdasarkan pertimbangan
faktor-faktor ini dan setiap penilaian risiko pengendalian yang relevan, tingkat risiko
deteksi yang tepat dapat ditentukan untuk setiap asersi signifikan yang berkaitan dengan
saldo hutang jangka panjang

Merancang Pengujian Subtantif


Dari pengujian yang mungkin dilakukan ini, auditor merancang program audit
untuk memenuhi tingkat risiko deteksi yang dapat diterima atas setiap asersi. Auditor
mengandalkan terutama pada (1) komunikasi langsung dengan sumber independen dari
luar, (2) penelaahan dokumentasi, dan (3) perhitungan kembali untuk mendapatkan
bukti kompeten yang mencakupi mengenai asersi yang bersangkutan dengan saldo
hutang jangka panjang.
Prosedur Awal
Di sini penting untuk mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industrinya,
menentukan kebutuhan entitas akan pembiayaan eksternal, dan kemampuan untuk
melunasi hutang. Karena pembiayaan begitu jelas berkaitan dengan aktivitas investasi,
maka auditor dapat melaksanakan prosedur-prosedur tersebut secara serentak.
Karena ada kemungkinan pengujian substantif dapat dilakukan atas masing-
masing daftar yang dibuat sebelumnya, maka prosedur ini berkaitan dengan komponen
ketepatan matematis dan klerikal dari asersi penilaian atau alokasi, serta dilaksanakan
dengan menggunakan skedul hutang jangka panjang sebagai dasar untuk pengujian
substantif tambahan.

Prosedur Analitis

Suatu bagian penting dari audit atas hutang jangka panjang adalah menentukan
bahwa informasi keuangan yang akan diaudit konsisten dengan harapan audit. Langkah
– langkah prosedur analitis yaitu :
1. Auditor juga harus mengevaluasi pengungkapan mengenai jatuh tempo
hutang dan perjanjian utang sebagai bagian dari tanggung jawab auditor
atas evaluasi apakah suatu entitas dapat mempertahankan kelangsungan
hidup.
2. Auditor akan mengevaluasi kemampuan entitas untuk menghasilakan arus
kas yang mencukupi guna memenhi komitmen yang berkaitan dengan
beban bunga, jatuh tempo hutang.
3. Menghitung rasio
4. Menganalisis hasil – hasil rasio dibandingkan dengan ekspektasi
berdasarkan data tahun – tahun sebelumnya, anggaran, industri, dan data
lainnya.

Ratio or Other Financial Formula Audit Significance


Information
Free Cash Flow Cash Flow from Operating – Arus kas bebas yang negatif
Capital Expenditures merupakan kebutuhan akan,
dan mendekati jumlah dari,
pembiayaan yang diharpkan
guna mencegah kekeringan
kas atau investasi
Interest – bearing Debt to Interest – Bearing Debt : Total Memeberikan kelayakan atas
Total Assets Assets proporsi hutang entitas yang
dapat dibandingakn dengan
pengelaman tahun
sebelumnya atau data industri
Shareholders’ Equity to Total Shareholders’ Equity : Total Memberikan kelayakan atas
Assets Assets proporsi ekuitas entitas yang
dapat dibandingkan dengan
pengalaman tahun
sebeblumnya atau data
industri
Comparing Return on Assets ROA = (Net Income + Jika sebuah perusahaan
with the incremental Cost of (Interest x (1 – tax mampu menghasilkan tingkat
Debt rate)))/Average Total Assets pengembalian yang lebih
tinggi atas aset dibanding
biaya inkremental hutangnya,
maka ini merupakan tanda
bahwa entitas dapat
menggunakan pembiayaan
dengan hutang untuk
memperluas aktivitas dana
laba entitas tersebut
Return on Common Equity (Net Income – Preferred Memberikan pngujian
Dividends) : Avirage kelayakan atas ekuitas
pemegang saham dengan
Common Shareholders’ adanya struktur laba dan
Equity pembiayaan perusahaan

Pengujian Rinci Transaksi


Langkah melakukan pengujian rinci transaski yaitu : memvouching ayat jurnal dalam
akun hutang jangka panjang dan akun – akun laporan laba – rugi yang berkaitan. Contoh untuk
melakukan pengujian rinci transaksi obligasi seperti berikut :
1. Auditor harus mendapatkan bukti tentang nilai nominal dan hasil bersih
obligasi itu tanggal penerbitan. Penerbitan instrumen hutang ini harus
ditelusu ke penerimaan kas sebagimana yang di buktikan oleh surat kiriman
uang dari pialang.
2. Pembayaran pokok hutang jangka panjang dapat diverifikasi dengan
memeriksa voucher dan cek – cek pembayaran: sementara pembayaran
penuh dapat divalidasi dengan memeriksa wesel yang dibatalkan atau
sertifikasi obligasi.
3. Apabila menyangkut pembayaran cicilan, maka kelayakannya dapat
ditelusuri ke skedul pembayaran kembali.
4. Ketika obligasi juga dapat dikonversi menjadi saham. Bukti – bukti tentang
transaksi semacam itu dapat tersedia dalam bentuk sertifikat obligasi yang
dibatalkan dan penerbitan sertifikasi saham yang berkaitan.
5. Apabila bunga obligasi dibayar oleh agen independen, maka auditor harus
memeriksa laporan agen tentang pembayaran tersebut.

Voucing ayat jurnal ke akun – akun hutang jangka panjang akan memberikan
bukti mengenai empat asersi berikut : keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, hak
dan kewajiban dan penilaian atau alokasi.

Pengujian Rincian Saldo


Ada tiga pengujian substantif dalam kategori ini : (1) menilai otorisasi dan kontrak atas
hutang jangka panjang, (2) mengkonfirmasi hutang dengan pembeli pinjaman dan perwalian
obligasi, serta (3) menghitung kembali beban bunga.
1. Mereview otorisasi dan kontrak
Bukti tentang otorisasi ini harus ditemukan dalam notulen rapat dewan
direksi dan terdapat langkah langkah untuk mereview otorisasi dan kontrak
yaitu : (1) otorisasi untuk penerbitan hutang harus mencakup referensi pada
bagian anggaran rumah tangga yang berlaku berkenaan dengan pembiayaan
semacam itu. (2)otorisasi ini juga harus mencakup pendapat konsultan
hukum perusahaan tentang legalitas hutang itu. (3) Penelaahan kontrak juga
harus mencakup rincian perjanjian dan ketaatan perusahaan terhadap hal itu,
serta rincian kewajiban menurut lease modal.
2. Mengkonfirmasi Hutang
Auditor diharapkan untuk mengkonfirmasi eksitensi dan persyaratan
hutang jangka panjang melalui komunikasi langsung dengan pemberi
pinjaman serta trustee obligasi. Ketika wesel bayar terhadap bank harus di
konfirmasi ke bank dan bila wesel lainnya akan dikonfirmasi kepada
pemegang melalui surat terpisah. Setiap konfirmasi harus memuat suatu
permintaan atas status hutang itu saat ini dan transaksi tahun berjalan.
Mengkonfirmasi hutang jangka panjang berkaitan dengan asersi yang
sama seperti dalam mengkonfirmasi hutang uaha; yaitu keberadaan atau
kejadian, kelengkapan, hak dan kewajiban, serta penilaian dan alokasi.
3. Menhitung kembali beban bunga
Auditor akan melakukan kembali perhitungan bunga klien dan
menelusuri pembayaran ke voucher pendukung, cek yang dibatalkan, serta
jawaban atas permntaan konfirmasi. Sebaliknya, bunga akrual diverifikasi
dengan mengidentifikasi tanggal pembayaran bungan terkahir dan
menghitung kembali jumlah yang dibukukan oleh klien.
Apabila ada kupon bunga obligasi, maka auditor dapat memeriksa
kupon yang dibatalkan dan merekonsiliasinya dengan jumlah yang dibayar.
Apabila obligasi pada awal dijual dengan premi atau diskonto maka auditor
harus menelaah skedul amortisasi klien dan memverifikasi jumlah
amortisasi yang dicatat melalui perhitungan kembali.
Pengujian terkait asersi keberadaan atau keterjadian, penilaian atau
alokasi, dan kelengkapan.

PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO EKUITAS PEMEGANG SAHAM


1. Menetukan Risiko Deteksi
Risiko deteksi dapat di lihat dari transaksi saham yang bersifat rutin atau tidak.
Transaksi saham yang bersifat rutin sering di tangani oleh registrar dan agen tranfer.
Dalam kasus tersebut, baik penilain risiko inheren maupun pengendalian untuk
asersi saldo akun yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut mungkin rendah.
Penilaian risiko inheren dan pengendalian mungkin lebih tinggii jika ada transaksi
non rutin yang melibatkan penerbitan saham dakam akuisisi, sekuritas konvertibel,
atau opsi saham.
2. Merancang Pengujian Substantif
a. Prosedur Awal
Langkah – langkah yang harus di lakukan dalam prosedur awal yaitu :
1) Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industri serta menentukan:
 Signifikansi dari berbagai sumber pembiyaan (hutang dan ekuitas)
bagi entitas
 Pendorong ekonomi utama yang mempengaruhi kebutuhan entitas
akan pembiyaan dan kemampuannya untuk mendapatkan modal
entitas serta membayar deviden
 Standar industri sejauh mana industri tersebut menggunakan
pendanaan dengan ekuitas
2) Melaksanakan prosedur awal atas saldo dan catata ekuitas pemegang saham
yang akan mendapat pengujian lebih lanjut
 Menelusuri saldo awal untuk akun – akun ekuitas pemegang saham
ke kertas kerja tahun sebelumnya
 Mereview aktivitas dalam akun ekuitas pemegang saham dan
menyelidiki ayat jurnal yang tampak tidak biasa dari segi jumlah
atau sumbernya
 Mendapatkan skedul perubahan saldo ekuitas pemegang saham yang
disiapkan klien dan menentukan bahwa hal itu secara akurat
merupakan catatan akuntansi mendasar yang disiapkan darinya
dengan :
 Melakukan footing dan crissfooting skedul serta
merekonsiliasi totalnya dengan saldo buku tambahan dan
buku besar yang berkaitan.
 Menguji kecocokan pos – pos pada skedul dengan ayat jurnal
dalam akun buku tambahan dan buku besar yang bertalian.

b. Prosedur Analitis
Prosedur analitis menyajikan beberapa langkah yaitu :
1) Menghitung Rasio
Ratio or other financial Formula Audit Significance
information
Return on common (net income – preferred Memberikan suatu ukuran tingkat
stockholders’ equity dividends)/ average pengembalian yang dihasilkan dari
common stockholders’ investasi pemegang saham biasa.
equity Auditor harus memahami faktor
persaingan yang memungkinkan
sebuah perusahaan mendapatkan
pengembalian tinggi yang tidak
biasa
Equity to total Stockholders’ equity / Memberikan kelayakan proporsi
liabilities and equity (stockholders’ equity + ekuitas entitas tersebut yang dapat
total liabilities) diperbandingkan dengan
pengalaman tahun lalu atau data
industri
Dividens payout rate Cash dividends/ net Auditor biasanya akan
income mengharapkan tingkat pembayaran
dividen yang rendah untuk
perusahaan dengan tingkat
pertumbuhan tinggi yang perlu
mereinvestasikan laba guna
mendanai investasi dalam modal
kerja dan aktivitas jangka panjang.
Earnings per share Net income / Laba per saham berguna untuk
Weightedaverage dibandingkan denga harga per
common share saham. Rasio ini dapat
outstabding dibandingkan dengan rasio laba
harga industri untuk kelayakannya
Sustainable growth rate Return on common Memberikan estimasi tingkat
equity * (1- Tingkat pertumbuhan penjualan yang dapat
pembayaran dividen) diperoleh tanpa mengubah
profitabilitas atau struktur
pembiayaan ketika pertumbuhan
penjualan lebih cepat secara
signifikan dari pada tingkat
pertumbuhan yang dapat
dipertahankan.
Menganalisis hasil – hasil rasio dibandingkan dengan pengharapan
berdasarkan data tahun –tahun sebelumnya, yang di annggarkan, industri,
dan data lainnya. Prosedur analitis ini berkaitan dengan asersi keberadaan
atau kertejadiaan, kelengkapan, dan penilaian atau alokasi.
c. Pengujian Rinci Transaksi
Kategori pengujian ini mencangkup vouching ayat jurnal dalam akun
modal disetor dan laba ditahan seperti yang akan dijelaskan dalam bagian
bagian berikut.
1) Vouching ayat jurnal ke Akun Modal Disetor
Setiap perubahan dalam akun modal disetor harus ke dokumen
pendukung. Unutk penerbitan saham baru, auditor dapat memeriksa surat
kiriman uang dari hasil penerbitan itu. Jika pertimbangan untuk saham itu
bukan kas, maka auditor harus memeriksa secara seksama dasar penilaian,
seperti nilai pasar pertimbangan yang diterima atau diberikan. Untuk saham
yang diterbitkan, kutipan harga pasar mungkin berguna dalam menentukan
kelayakan penilaian; sementara apabila nilai properti yang diterima
digunakan, maka suatu penaksiran mungkin diperlukan suatu analisis atas
modal disetor.
Dokumen harga pokok saham treasuri harus tersedian bagi auditor
nerupa otorisasi dalam catatan, voucher pengeluaran, dan cek yang
dibatalkan. Asersi yang berkaitan yaitu keberadaan atau keterjadian, hak
dan kewajiban, serta penilaian atau alokasi.
2) Vouching Ayat Jurnal Ke Laba Ditahan
Dalam menentukan kelayakan pembagian dividen, auditor harus :
 Menetapkan bahwa hak preferensi atau hak lainnya dari
pemegang saham dan setiap pembatasan pembagian dividen
telah diakui
 Menetapkan jumlah saham yang beredar pada tanggal
pencatatan dan memverifikasi ketepatan total pengumuman
dividen dengan menghitung kembali
 Memastikan kelayakan ayat jurnal untuk mencatat pengumuman
itu.
 Menelusuri pembayaran dividen ke cek – cek yang dibatalkan
dan dokumen lainnya.

Asersi yang terlibat dalam vouching ayat jurnal ke laba ditahan


yaitu: penilaian dan alokasi, keberadaan dan keterjadian serta hak dan
kewajiban.

d. Pengujian Rincian Saldo


1) Review Akte Pendirian dan Anggaran Rumah Tangg
Dalam review akte pendirian dan ART auditor harus melakukan tanya –
jawab dengan manajemen dan konsulen hukum klien tentang perubahan
dalam satu kedua dokumen itu dan auditor harus melakukan penelaahan
yang luas atas akte pendirian dan anggaran rumah tangga.
Penhujian substantif ini dirancang untuk menentukan bahwa modal
saham telah diterbitkan sesuai hukum dan dewan komisaris telah bertindak
dalam ruang lingkup wewenangnya. Jadi, pengujian ini memberikan bukti
yang penting tentang asersi keberadaan atau keterjadian dan hak serta
kewajiban.
2) Review Otorisasi dan Persyaratan Penerbitan Saham
Auditor harus memeriksa setiap emisi atau penerbitan dan syarat –
syaratnya serta membuat catatan yang tepat dalam kertas kerja, seperti
penelaahan atas notulen rapat yang harus memeberikan bukti transaksi
ekuitas pemegang saham.
Pengujian substantif ini berkaitan dengan asersi keberadaan atau
keterjadian dan hak serta kewajiban.
3) Konfirmasi Saham yang Beredar dengan Registrar dan Agen Transfer
Apabila klien menggunakan registrar, maka auditor dapat
mengkonfirmasi total saham yang di otorisasi, diterbitkan, dan beredar pada
tanggal neraca dengan registrat. Sebaliknya, konfirmasi dengan agen
transfer akan memberikan bukti tentang saham yang dipegang oelh masing
– masing pemegang saham.
Konfirmasi saham yang beredar berkaitan dengan 3 asersi berikut:
keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, dan hak serta kewajiban.
4) Memeriksa Buku Sertifikat Saham
Pengujian ini diwajibkan apabila klien bertindak sebagai agen tranfer
bagi dirinya sendiri. Pengujian ini akan melibatkan beberapa langkah.
 Auditor harus memeriksa buku sertifikasi saham
 Auditor harus mememastikan bahwa perubahan yang terjadi
selama tahun berjalan telah dicatat dengan benar dalam masing
– masing akun pemegang saham di buku besar pembantu.
 Auditor harus merekonsiliasi total saham yang diterbitkan dan
beredar seperti yang tercantum dalam buku sertifikat saham
dengan total saham yang dilaporkan dalam buku besar pemegang
saham serta akun modal saham
5) Memeriksa Sertifikat Saham yang Ditahan Sebagai Treasury Stock
Langkah – langkah yang dilakukan auditor: Auditor harus menghitung
sertifikat itu pada saat yang sama dengan perhitungan sekuritas lainnya.
Perhitungan harus dilakukan pada tanggal neraca. Jika tidak mungkin
dilakukan harus ada rekonsiliasi antara tanggal perhitungan hingga tanggal
neraca. Jumlah saham yang ditahan juga harus cocok dengan saham yang
diperlihatkan dalam akun trasury stock.
Pengujian ini berkaitan dengan tiga asersi berikut: keberadaan atau
keterjadian, kelengkapan dan hak serta kewajiban.
JASA BERNILAI TAMBAH DALAM SIKLUS INVESTASI DAN PEMBIYAAN
Auditor dapat memberikan 2 jasa benilai tambah yang penting. 1) auditor dapa
mengevaluasi seberapa efektif entitas telah memanfaatkan aset untuk menghasilkan penjuala,
laba dan arus kas 2) auditor dapat mengevaluasi investasi aset yang direncanakan entitas itu
dan menentukan apakah langkah – langkah yang direncanakan dapat menjadi pendukung yang
penting untuk mencapai sasarannya.
Auditor harus memiliki pengetahuan tentang keunggulan dan kelemahan
pembiayaan dari bank, pembiayaan dengan hipotek, pembiyaan dengan lease,
pembiayaan yang mungkin terjadi dari perusahaan asuransi atau satuan usaha lain atau
sebagai kelas saham preferen.