Anda di halaman 1dari 9

Topik : SEJARAH PERJUANGAN BANGSA DALAM MEWUJUDKAN

CITA - CITA NASIONAL.


Nama / No Urut : ILYAS / ASLI
Pelaksanaan :
Judul : PENGHAYATAN NILAI-NILAI SEJARAH PERJUANGAN
BANGSA DAPAT MEWUJUDKAN CITA-CITA NASIONAL.

1. Pendahuluan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau mengenal sejarah bangsanya sendiri.
Arti mengenal disini bukan hanya sebatas tahu, melainkan mau menerima sejarah apapun
adanya dengan secara utuh serta menghayati nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa
sehingga dapat mewujudkan cita-cita nasional yaitu masyarakat adil dan makmur
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Dilihat dari perjalanan sejarahnya, bangsa Indonesia telah mengalami pahit
getirnya penderitaan penjajahan bangsa asing, dengan semangat persatuan dan
kesatuan, pantang menyerah dan rela berkorban serta tekad yang kuat seluruh rakyat
Indonesia menunjukkan keberanian melawan penjajah untuk menentukan nasibnya
sendiri menuju bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur
serta sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah melalui periode-periode perjuangan
seperti periode pra kemerdekaan ( Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 ) periode ini di
mulai adanya penjajahan zaman Belanda, saat itu bangsa Indonesia masih bersifat
kedaerahan, dalam arti berjuang melawan penjajah di daerah masing-masing. Akibat
penjajahan tersebut rakyat berusaha untuk mengangkat derajat bangsa Indonesia dari
penjajahan Belanda, maka lahirlah kebangkitan nasional. Setelah Belanda menyerah
kepada Jepang, gantian Jepang yang menjajah bangsa Indonesia. Selama penjajahan
Jepang sangat dirasakan penderitaan yang dialamai bangsa Indonesia. Jepang banyak
merampas hak-hak milik rakyat, rakyat di perlakukan tidak prikemanusiaan (kerja
romusha). Dengan perjuangan yang gigih maka lahirlah Proklamasi 17 Agustus 1945
2
yang dikenal dengan periode kemerdekaan (1945-1949), masa ini bangsa Indonesia
mengalami cobaan yang berat. Dalam rangka mempertahankan kemerdekaan baik dari
dalam negeri maupun luar negeri. Setelah bangsa Indonesia merdeka Belanda (sekutu)
berusaha untuk menjajah lagi, namun dengan kekuatan TNI dengan rakyat mampu
melawan penjajahan Belanda (sekutu) serta mampu menjaga keutuhan bangsa dan
negara dari rongrongan dari dalam negeri seperti PKI di Madiun , G 30 S/PKI, DI/TII,
PRRI, PERMESTA, RMS, SEPARATIS ACEH, OPM dan lain-lain. Selain periode tersebut,
bangsa Indonesia juga mengalami masa-masa Periode Liberal (1959-1965), Periode Orde
Baru (1965-1998), Periode Reformasi (1998-Sekarang).
Ditinjau dari perjuangan bangsa Indonesia dari masa pra kemerdekaan sampai
dengan sekarang, membuktikan bahwa bangsa Indonesia senantiasa mendasarkan diri
pada semangat perjuangan seluruh rakyat Indonesia yang didorong oleh semangat
senasib dan seperjuangan serta rela berkorban untuk bangsa dan negara. Dari fakta
sejarah perjuangan bangsa Indonesia dapat ditarik nilai-nilai yang dapat menentukan dan
mempertahankan kemerdekaan dengan menghayati nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa
Indonesia dapat mewujudkan cita-cita nasional sesuai dengan yang tercantum dalam UUD
1945 yaitu membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

2. Pembahasan.

Untuk mewujudkan cita-cita nasional, tidak lepas dari fakta sejarah perjuangan
bangsa Indonesia. Dengan nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia, sangat menentukan
bagi keberhasilan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan 17 Agustus 1945
membela kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan. Nilai-nilai sejarah perjuangan
bangsa Indonesia adalah sebagai berikut :
3

a. Rasa senasib dan sepenanggungan. Nilai ini muncul sebagai akibat dari
penindasan yang dilakukan oleh penjajah terhadap bangsa Indonesia rasa senasib
sepenanggungan yang dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia menimbulkan
semangat untuk berjuang melawan penjajah. Dengan perjuangan yang gigih
tercapailah kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Era Reformasi sekarang ini, perlu
menghayati nilai-nilai perjuangan untuk mengisi kemerdekaan dalam arti memiliki
rasa senasib dan sepenanggungan terhadap sesama bangsa. Masih banyak rakyat
yang miskin sehingga perlu membutuhkan bantuan. Sempitnya lapangan kerja
yang akhirnya menimbulkan pengangguran. Rasa senasib dan sepenggungan yang
dilakukan rakyat dulu dengan tujuan mengusir penjajah, tapi di era reformasi
dengan tujuan untuk menciptakan tujuan nasional yaitu masyarakat adil dan
makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

b. Semangat persatuan dan kesatuan. Bangsa Indonesia Merdeka tanggal 17


Agustus 1945 merupakan hasil dari semangat persatuan dan kesatuan melawan
penjajah. Sebelum bangsa Indonesia merdeka, perjuangan masih bersifat
kedaerahan dan ternyata tidak dapat membuahkan hasil. Maka dari itu timbullah
rasa persatuan dan kesatuan antar daerah untuk melawan penjajah dan muncullah
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sebagai modal dasar kebangkitan nasional
dalam merebut kemerdekaan. Di era sekarang ini perlu menghayati dan
mengamalkan semangat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari
sebagai bukti nyata mengisi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan mencegah setiap
upaya kegiatan baik dari dalam negeri maupun luar negeri dari ancaman,
gangguan yang akan membahayakan terhadap persatuan dan kesatuan bangsa
dalam mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan
keselamatan bangsa, sehingga akan tercapai keutuhan nasional.

c. Semangat rela berkorban jiwa dan raga. Dengan semangat rela berkorban
jiwa dan raga yang melekat pada bangsa Indonesia timbul sebagai kesadaran
untuk hidup merdeka. Karena tanpa kesadaran rela berkorban jiwa dan raga.
Secara tulus dan ikhlas maka keinginan mewujudkan tujuan nasional tidak akan
bisa, tapi dengan kesadaran semangat rela berkorban jiwa dan raga dalam mengisi
kemerdekaan dalam dalam kehidupan sehari-hari, maka akan tercapai tujuan
nasional seperti yang tercantum dalam Pancasila dan UUD 1945.

d. Semangat pantang menyerah. Semangat pantang menyerah yang melekat


pada pribadi bangsa Indonesia timbul sebagai kesadaran bahwa untuk mencapai
kemerdekaan di butuhkan semangat juang yang tinggi dan tidak mudah
terpengaruh oleh apapun yang akan menghalangi tujuan dan cita-cita nasional.

Diluar dari perjuangan bangsa Indonesia mulai zaman pra kemerdekaan (sebelum
proklamasi 17 Agustus 1945), zaman kemerdekaan (1945-1949), zaman orde lama (1959-
1965), zaman orde baru (1965-1998) dan zaman reformasi (1998-Sekarang)
membuktikan bahwa bangsa Indonesia senantiasa mendasarkan diri pada rasa senasib
sepenanggungan. Semangat persatuan dan kesatuan, rela berkorban jiwa dan raga,
semangat pantang menyerah.

Kalau kita lihat perjuangan para pendahulu, yang berjuang tanpa pamrih
selayaknya kita harus mau berkorban guna mewujudkan cita-cita nasional seperti yang
tertulis di dalam pembukaan UUD 1945 yaitu untuk mewujudkan masyarakat yang adil
dan makmur. Diabad sekarang ini, bangsa Indonesia harus rela mengorbankan jiwa dan
raga demi mempertahankan tanah air. Makna tersebut sangat penting terlebih lagi
didalam memasuki abad ke-21. Dimana tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa
Indonesia tidak semakin ringan. Pada abad ini
5

banyak generasi muda yang tidak mengenal apa itu makna perjuangan para pahlawan
yang telah mendahuluinya. Mereka tidak tau, kalau para pahlawan tidak berjuang
mungkin mereka tidak akan mengenal kehidupan yang mereka alami ini. Pada generasi
muda sekarang harus diberi pelajaran mengenai wawasan kebangsaan, agar mereka
tertanam rasa patriotisme dan rasa cinta terhadap tanah air.

Agar tujuan bangsa Indonesia tercapai, perlu adanya penghayatan terhadap nilai-
nilai sejarah perjuangan bangsa Indonesia dengan cara menetapkan dan melaksanakan
nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan
adanya rasa memiliki nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa maka akan mendorong
tercapainya tujuan nasional yaitu masyarakat adil dan makmur yang berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945.

3. Kesimpulan.
a. Secara umum, sejarah perjuangan bangsa dalam lima (5) periode yaitu
periode pra kemerdekaan, periode kemerdekaan, periode orde lama periode orde
baru dan periode reformasi. Dari mulai periode pra kemerdekaan sampai dengan
periode reformasi, melahirkan nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa Indonesia
antara lain rasa senasib sepenanggungan, semangat persatuan dan kesatuan,
semangat rela berkorban jiwa dan raga, semangat pantang menyerah.

b. Untuk mencapai tujuan nasional, perlu adanya penghayatan dan


pengamalan nilai-nilai sejarah perjuangan di dalam kehidupan sehari-hari sebagai
bukti nyata dalam mengisi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dengan menghayati
nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa dapat mencegah dari ancaman maupun rong-
rongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

c. Nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa sudah semakin terkikis dikehidupan


generasi muda bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan, mereka banyak tidak
mengenal apa makna perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita.
Para pendahulu kita telah berjuang untuk mengusir para penjajah dari muka bumi
Indonesia yang sudah berabad-abad menindas rakyat Indonesia. Mereka tanpa
pamrih dan tidak mengenal lelah berjuang demi terwujudnya Kemerdekaan NKRI.

d. Dengan penghayatan nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa Indonesia


tercapai tujuan nasional sesuai dengan yang tercantum dalam UUD 1945 yaitu
membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial.
PENGHAYATAN NILAI-NILAI SEJARAH
PERJUANGAN BANGSA DAPAT MEWUJUDKAN
CITA-CITA NASIONAL

NILAI-NILAI SEJARAH
PERJUANGAN BANGSA

KONDISI NILAI- PENGHAYATAN NILAI-NILAI SEJARAH


PERJUANGAN YANG TERWUJUDNYA
NILAI NILAI-NILAI CITA-CITA
PERJUANGAN SAAT SEJARAH DIHARAPKAN
NASIONAL
INI

MEROSOTNYA
NILAI-NILAI KURANGNYA MINAT DI
SEJARAH KALANGAN
PADA GENERASI GENERASI MUDA
MUDA