Anda di halaman 1dari 12

BAHAYA INTERNET BAGI REMAJA

DiSusun Oleh :
1.Amanda Suci

2.Firman Fadilah

3.M.Aditya

SMA S PEMBANGUNAN BUKITTINGGI

TH 2019/2020
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum.Wr.Wb.

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong saya menyelesaikan karya tulis
ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolonganya mungkin saya tidak akan
sanggup menyelesaikan tepat pada waktunya. Karya tulis ini disusun agar pembaca
dapat mengetahui seberapa besar pengaruh internet terhadap kehidupan remaja
melalui pengamatan dari berbagai sumber. Karya tulis ini di susun oleh penyusun
dengan berbagai rintangan, baik itu yang datang dari saya sendiri maupun yang
datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan pertolongan dari Tuhan
akhirnya karya tulis ini dapat terselesaikan.
Karya tulis ini memuat tentang, pengaruh internet terhadap kehidupan remaja
dan sengaja dipilih karena menarik perhatian saya untuk dicermati dan perlu
mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan. Saya
juga mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah banyak
membantu saya menyelesaikan karya tulis ini.
Semoga karya tulis ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun karya tulis ini masih terdapat beberapa kekurangan. Saya
menyadari bahwa karya tulis ini kurang sempurna. Oleh karena itu, kritik yang
membangun dari pembaca sangat saya harapkan. Terima kasih.

Wassalamualaikum .Wr.Wb.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
BAB II LANDASAN TEORI
A. Pengertian Internet
B. Sejarah & Perkembangan Internet
C. Alasan menggunakan Internet
D. Manfaat Internet Bagi Remaja
E. Pengaruh Internet Terhadap Remaja
F. Dampak Positif Penggunaan Internet
G. Dampak Negatif Penggunaan Internet
H. Upaya Penencegahan Dampak Negatif Internet Terhadap Remaja
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
C. Populasi dan Sampel
D. Teknik Analisa Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Uraian Hasil
B. Pembahasan
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
C. Penutup
DAFTAR PUSTAKA
BAB II

KERANGKA TEORITIS

A. Pengertian Internet
Internet adalah istilah yang merupakan kependekan dari kata
interconnected networking. Secara umum, internet merupakan jaringan
komputer global yang menghubungkan jutaan komputer di seluruh dunia
(Juharis Rasul, 2008). Sedangkan menurut Alwi (1998), internet adalah
jaringan komputer yang sangat besar, terdiri dari jutaan perangkat
komputer yang terhubung sebagai pertukaran informasi diantara
pemakai komputer.

B. Sejarah & Perkembangan Internet

Sejarah Internet di mulai pada 1969 ketika departemen kesehatan


Amerika, U.S. Devence Advanced Research Projects Agency (DARPA)
memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya
menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan.
Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET.
Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil
dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi
dan membentuk sebuah jaringan. Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil
menyempurnakan program e-mail yang dia ciptakan setahun yang lalu
untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung
menjadi populer. Pada tahun yang sama, Icon @ juga diperkenalkan
sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”
(Mujiyanto).
Pada tahun 1982 dibentuk transmission control protocol atau TPC
dan internet protokol atau IP yang kita kenal semua. Untuk meragamkan
alam dijaringan komputer yang ada, pada tahun 1984 diperkenalkan
sistem nama domain, yang kini dikenal dengan DNS atau Domain Name
System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah
lebih dari 1000 komputer. Pada tahun 1988, Jarko Oikarinen dari
Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet
Relay Chat. Pada Tahun 1992, Tim Berners Lee menemukan program
editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan
komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah
yang disebut WWW, atau Worl Wide Web.
Dewasa ini kemajuan teknologi internet telah merambah ke segala
bidang kehidupan, mulai dari bidang bisnis, hiburan, budaya dan bahkan
pendidikan. Kita semakin dipermudah dengan adanya teknologi yang
satu ini. sejak perkembangan pertamanya, Internet telah merubah tatanan
dan budaya hampir sebagian manusia diberbagai penjuru dunia.
Meninggalkan segala pekerjaan yang bersifat manual dan mulai beralih
kepada dunia digital (internet)
BAB III
METODE PENELITIAN

A.Jenis Penelitian
Dalam mengerjakan Karya Ilmiah ini, peneliti menggunakan Metode
Penelitian Angket. Winkel W.S dan Hastuti Sri (2006) menjelaskan bahwa angket
adalah suatu daftar atau kumpulan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara
tertulis juga. Sedangkan menurut Komalasari (2011), Angket dikenal dengan
sebuah kuisioner. Angket dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
Macam-macam Angket:
1. Dilihat dari cara memberikannya, angket dapat dibedakan:
a. Angket langsung, yaitu bila angket itu langsung diberikan kepada responden
yang ingin diselidiki . Jawaban diperoleh dari sumber pertama tanpa menggunakan
perantara.
b. Angket tidak langsung, yaitu bila angket itu disampaiakan kepada orang lain
dan diminta pendapat tentang pendapat atau keadaan orang lain. Jawaban angket
itu diperoleh dengan melalui perantara, sehingga jawabannya tidak dari sumber
pertama.
2. Dilihat dari strukturnya, angket dapat dibedakan menjadi :
a. Angket berstruktur, yaitu angket yang bersifat tegas, konkrit dengan
pertanyaan-pertanyaan yang terbatas dan menghendaki jawaban yang tegas dan
terbatas pula.
b. Angket tak berstruktur, dipergunakan apabila konselor menginginkan uraian
lengkap dari subyek tentang sesuatu hal, di mana diminta uraian yang terbuka dan
panjang lebar. Disampaikan dengan mengajukan pertanyaan bebas.

Disamping itu, alasannya penulis yaitu, dengan menggunakan angket,


melakukan penelitian tidak terlalu sulit dan menjadi mudah, dan juga penulis
memilih angket karena keputusan teman-teman sekelas. Angket memiliki
kelemahan dan kelebihan, kelemahannya adalah biasanya orang-orang yang
mengisi angket kurang jujur sehingga hasilnya belum tentu sesuai, sedangkan
kelebihannya adalah mengerjakan dengan menggunakan angket lebih mudah dan
praktis.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian : MA KHAS Kempek


2. Waktu Penelitian : 1 Minggu
C. Populasi dan Sampel

1. Populasi
Berdasarkan pokok penelitian yang menyangkut tentang bagaimana
”Pengaruh Internet Terhadap Remaja” di MA KHAS Kempek-Cirebon, maka
yang menjadi populasi adalah siswa kelas XII IPA 1 yang memanfaatkan fasilitas
internet pada tahun 2015/2016 yang berjumlah 37 siswa yang berasal dari sebagian
siswa MA KHAS Kempek-Cirebon.
2. Sampel
Dalam penarikan sampel mengenai bagaimana ”Pengaruh Internet Terhadap
Remaja” di MA KHAS Kempek-Cirebon, penulis menggunakan teknik sample
Proportionatr Stratified Random Sampling yaitu dengan mengambil 10 dari 37
siswa yang memakai fasilitas internet yang dijadikan sample. Karena sejumlah
siswa tersebut, penulis sudah merasa cukup untuk mewakili bagaimana mengetahui
”Pengaruh Internet Terhadap Remaja” di MA KHAS Kempek-Cirebon, dan
dijadikannya sebagai sumber pembelajaran oleh seluruh siswa-siswi di MA KHAS
Kempek-Cirebon.

D.Teknik Analisa Data

Peneliti akan melakukan pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan


kepada 10 siswa kelas XII IPA 1 yang telah dipilih menjadi subjek penelitian untuk
mendapatkan jawaban secara tertulis juga. Dan penelitian seperti ini dinamakan
dengan “Teknik Angket”
BAB IV

PEMBAHASAN
A. Uraian Hasil

No. Pernyataan Ya Tidak Ragu


1 Saya mengerti tentang internet. 8 1 1
2 Saya cukup mengerti untuk menggunakan internet. 6 2 2
3 Internet sangat penting bagi saya. 9 0 1
4 Saya menggunakan internet untuk belajar. 5 3 2
5 Saya menggunakan internet untuk mencari informasi. 5 3 2
Saya menggunakan internet untuk mengakses jaringan
6 7 1 2
sosial.
7 Saya menggunakan internet untuk bermain game online. 6 2 2
Saya menggunakan internet hanya untuk mengerjakan
8 5 2 3
tugas sekolah.
Saya menggunakan internet untuk download photo, lagu,
9 8 1 1
video, dan lain-lain.
Saya menggunakan internet untuk upload photo, lagu,
10 7 1 2
video, dan lain-lain.
Saya menggunakan internet untuk mengolah
11 2 5 3
blog/website.
12 Saya tidak mengerti tentang internet. 1 8 1
13 Saya masih bingung untuk menggunakan internet. 2 6 2
14 Internet tidak penting bagi saya. 0 9 1
Selama di pesantren, saya tidak pernah menggunakan
15 7 1 2
internet.
16 Selama di pesantren, saya sering menggunakan internet. 1 7 2
17 Sejak menggunakan internet, prestasi saya meningkat. 3 5 2
18 Sejak menggunakan internet, prestasi saya menurun. 5 3 2
19 Saya menggunakan internet tidak menentu tempatnya. 5 4 1
20 Saya menggunakan internet tidak menentu waktunya. 7 2 1

B. Pembahasan
 83% siswa MA KHAS Kempek Cirebon mengerti tentang internet.
 65% siswa MA KHAS Kempek Cirebon cukup mengerti untuk
menggunakan internet.
 95% siswa MA KHAS Kempek Cirebon menganggap bahwa internet
sangatlah penting.
 55% siswa MA KHAS Kempek Cirebon menggunakan internet untuk
belajar.
 55% siswa MA KHAS Kempek Cirebon menggunakan internet untuk
mencari informasi.
 75% siswa MA KHAS Kempek Cirebon menggunakan internet untuk
mengakses jaringan sosial.
 65% siswa MA KHAS Kempek Cirebon menggunakan internet untuk
bermain game online.
 57% siswa MA KHAS Kempek Cirebon menggunakan internet hanya
untuk mengerjakan tugas sekolah.
 83% siswa MA KHAS Kempek Cirebon menggunakan internet untuk
download photo, lagu, video, dan lain-lain.
 75% siswa MA KHAS Kempek Cirebon menggunakan internet untuk
upload photo, lagu, video, dan lain-lain.
 27% siswa MA KHAS Kempek Cirebon menggunakan internet untuk
mengolah blog/website.
 75% siswa MA KHAS Kempek Cirebon selama di pesantren, tidak
pernah menggunakan internet.
 25% siswa MA KHAS Kempek Cirebon selama di pesantren, sering
menggunakan internet.
 35% siswa MA KHAS Kempek Cirebon sejak menggunakan internet,
prestasinya meningkat.
 55% siswa MA KHAS Kempek Cirebon sejak menggunakan internet,
prestasinya menurun.
 53% siswa MA KHAS Kempek Cirebon menggunakan internet tidak
menentu tempatnya.
 73% siswa MA KHAS Kempek Cirebon menggunakan internet tidak
menentu waktunya.
DAFTAR PUSTAKA

Alwi Shahab. 2000. Internet Bagi Profesi Kedokteran. Jakarta (ID): EGC.

Chaenah Nur. 2013. Perkembangan Peserta Didik. Makassar (ID): Jurusan


Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik. Universitas Negeri Makassar.

Febriani F.C. 2013. Pengaruh Internet Terhadap Kehidupan Remaja. [Internet]:


Diunduh pada 2016 Mei 20. http://firdacahya.blogspot.co.id/

Hawari Dadang. 2010. Al-Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa.
Yogyakarta (ID): PT. Dana Bhakti Primayasa.

Juharis Rasul. 2008. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta (ID):


Quadra.

Komalasari dkk. 2011. Asesmen Teknik Non Tes Perspektif BK Komprehensif.


Jakarta (ID): PT. Indeks.

Luthfi Ahmad. 2007. Studi Tentang Pemanfaatan Internet Bagi Pengguna di


Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumenep Jawa Timur [Skripsi].
Yogyakarta (ID): Program Studi Ilmu Perpustakaan Jurusan IPI Fakultas Adab.
UIN Sunan Kalijaga.

Mujiyanto. Materi Pembelajaran TIK : Internet dan Jaringan. [Internet]:


Diunduh pada 2016 Mei 24. https://smpn2telukkuantan.files.wordpress.com/

Severin W.J dan Tankard J.W. 2005. Communication Theoris, methods & Uses
in The Massa Media, Teori Komunikasi: Sejarah, Metode & Terapan di dalam
Media Massa. Jakarta (ID): Prenada Media.

Winkel W.S dan Hastuti Sri. 2006. Bimbingan dan Konseling di Institusi
Pendidikan. Yogyakarta (ID): Media Abadi
BAB V
A. Kesimpulan
Intensitas dan kualitas program yang diakses melalui internet mempengaruhi
sikap remaja kota-kota besar terhadap perkembangan internet. Remaja yang lebih
sering menggunakan internet, tentu akan lebih mengetahui program – program
yang dimiliki internet secara intens, hal tersebut menyebabkan mereka lebih
mengetahui betapa banyaknya kesenangan yang mereka dapatkan dari internet,
sehingga mereka akan selalu mengikuti perkembangan internet. Seperti menambah
teman dari internet dan berkomunikasi secara intens dengan komunitasnya. Yang
menyebabkan mereka tidak pernah luput dari online di internet, pada awalnya
mereka merasakan kecanduan hingga responden kami mengaku lupa waktu saat
menggunakan internet. Mereka merasa waktu berjalan begitu cepat hingga tanpa
mereka sadari telah melewatkan waktu berjam – jam di dunia maya (internet).
Bahkan, sering kali lupa pada tugas yang harus mereka kerjakan di dunia nyata, di
sini terlihat bahwa mereka sangat antusias terhadap perkembangan internet.
Di sisi lain remaja yang tidak terlalu sering menggunakan internet, mereka
hanya mengakses internet di sisi kebutuhan mareka saja, seperti untuk keperluan
tugas ataupun sekedar bertukar e-mail, beberapa responden kami menyatakan tidak
ingin terlalu tergantung dengan internet. Sehingga memutasi pengaksesannya dan
hanya memanfaatkan untuk keperluan yang sekiranya penting bagi mereka. Karena
hal tersebut mereka cenderung tidak terlalu tertarik dengan perkembangan internet
yang ada.

B. Saran

Internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan
diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena
adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalahgunaan fasilitas internet sebagai
sarana untuk Kriminalitas atau Asusila.
Namun demikian tidak semua remaja melakukan hal yang demikian, hanya
segelintir remaja yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki
rasa tanggung jawab terhadap diri pribadi dan seluruh kewajibannya. Seperti
sekolah dan belajar dengan giat, namun pada ada baiknya internet digunakan oleh
para remaja untuk mencari ilmu atau mendapatkan informasi yang berhubungan
dengan materi pelajaran yang ia terima disekolah, hal tersebut memungkinkan para
remaja menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan
ilmu pengetahuan dibandingkan dengan mereka yang hanya duduk diam didepan
meja dan mendengarkan gurunya berbicara.
Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang
dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda), remaja adalah
makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya

C. Penutup

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam karya tulis ilmiah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya waktu serta
pengalaman kami dalam membuat karya tulis ini. Kami harap para pembaca dapat
memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya
karya ilmiah ini dan penulisan karya ilmiah di kesempatan – kesempatan
berikutnya. Semoga karya ilmiah ini berguna bagi penulis, khususnya juga untuk
para pembaca.