Anda di halaman 1dari 13

SISTEM INFORMASI DESA TERINTEGRASI BERBASIS

KONVENSIONAL
(STUDI KASUS DESA RAKSABAYA KECAMATAN CIMARAGAS KABUPATEN
CIAMIS)

Andri1), Lutfi Abim2), Nurul Huda Yusuf3), Rifal Huda4), Wilda Ade Lia5)

Mahasiswa Program Studi Ilmu Permerintahan


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Galuh

e-mail: wildaadelia99@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi karena belum optimalnya sistem informasi yang


Pemerintah Desa berikan terhadap masyarakat Desa Raksabaya Kecamatan
Cimaragas Kabupatren Ciamis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian
deskriptif dan metode kualitatif. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini
adalah melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Jumlah informan yaitu
sebanyak 6 orang. Analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasararkan hasil peneloitian dapat
disimpulkan bahwa Sistem Informasi yang digunakan dalam sistem Informasi
Desa, di Desa Raksabaya Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis ini masih
Konvensional, padahal desa sudah memiliki media seperti blogspot dan Facebook.
Namun tidak di manfaatkan sebagaimana fungsinya. Adanya hambatan-hambatan
seperti Belum adanya Software Sistem Informasi digital atau website resmi Desa
Raksabaya, Kurangnya pemeliharaan sistem informasi oleh operator atau tekhnisi
dan Kurangnya IPTEK dari Pemerintah Desa dan Masyarakat ini menjadi
hambatan dalam pelayanan Publik yang seharusnya sudah menggunakan sistem
Informasi Digital berbasis E-Desa. Upaya yang akan dilakukan yaitu Pihak desa
rajin mengikuti DIKLAT atau penyuluhan dan pen sosialisasian terkait Sistem
Informasi Digital berbasis E-Desa sehingga software dapat diinstal dan
dioprasikan dengan merekrut dan memanfaatkan SDM yang ada dengan cara
mempekerjaan lulusan SMK baik kejuruan TKJ ataupun RPL.

Kata Kunci:
Sistem informasi, Desa Terintegrasi, Desa Berbasis Konvensional.
A. PENDAHULUAN era revolusi industri 4.0 perlu adanya
Salah satu fungsi dasar pada teknologi informasi bagi masyarakat
pemerintahan adalah menyelenggarakan terutama masyarakat desa perlu akan
pelayanan publik. Layanan admisitratif informasi yang cepat dan tepat agar
adalah salah satu jenis pelayanan publik mereka tidak tertinggal. Peningkatan
dari yang ada. Pada Undang-Undang (UU) kualitas pelayanan yang transparan dan
Republik Indonesia Nomor 25 Tahun akuntabel dalam penyelenggaraan
Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik pemerintah dan pelayanan kepada
menekankan pemerintah harus masyarakat sudah menjadi keharusan dan
memberikan pelayanan publik kepada kebutuhan penyelenggara negara untuk
masyarakat, baik pusat maupun daerah. mengambil peran dan berpartisipasi aktif
Dalam era desentralisasi saat ini, dalam pemberian layanan data dan
pemerintah desa menjadi salah satu informasi yang dapat dipercaya dan
lembaga publik yang memliki kewenangan berkesinambungan kepada masyarakat di
dan kewajiban untuk menyelenggarakan Desa Raksabaya Kecamatan Cimaragas
pelayanan publik yang terbuka, efisien dan Kabupaten Ciamis Jawa Barat.
efektif serta bertanggung jawab. Desa Raksabaya merupakan daerah
Ada beberapa hal yang harus yang kaya akan potensi alamnya baik dari
dipersiapkan oleh pemerintah desa dalam segi Pariwisata, karena memiliki objek
melaksanakan fungsi dan tanggung jawab Wisata Curug Kembar Desanya tidak
terhadap pelayanan publik, merujuk pada kalah dengan desa – desa yang lain, selain
Undang-Undang Nomor 25 Tahun Tahun itu potensi yang dimiliki di desa
2009 Pelayanan Publik, ada empat hal Raksabaya dapat meningkatkan
yang harus dilakukan oleh pemerintah produktivitas daerah menuju pembangunan
desa, antara lain menurut Lumbung Desa. Untuk meningkatkan hal tersebut
Komunitas, (2014): perlu adanya suatu promosi yaitu berupa
1. Menata dan menetapkan standar informasi mengenai pelayanan dan potensi
pelayanan desa agar lebih dikenal di masyarakat luas.
2. Menyusun, menetapkan dan Tetapi pada kenyataannya Sistem
pemberitahuan maklumat pelayanan Informasi Desa Di Desa Raksabaya
3. Menempatkan pelaksana yang ahli Kecamatan Cimaragas terjadi
4. Menyediakan sarana, prasarana, ketertinggalan, sehingga Obyek Wisata
dan/atau memberikan fasilitas Curug Kembar tidak terekspos keluar dan
pelayanan publik yang mendukung Informasi yang didapat oleh masyarakat
pelaksanaan pelayanan yang baik dan terb atas.
memadai. Berkaitan dengan hal ini penulis
Di Era globalisasi dan teknologi dapat merujuk indikator-indikator dibawah
saat ini di haruskan semakin mendorong ini:
timbulnya kebutuhan informasi yang cepat 1. Belum adanya Software Sistem
dan tepat, hal tersebut sangat dirasakan Informasi digital atau website resmi
vital bagi masyarakat diberbagai bidang. Desa Raksabaya Kecamatan Cimaragas
Maka dari itu untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Ciamis.
2. Kurangnya pemeliharaan sistem Menurut KBBI “Integrasi berasal
informasi oleh operator atau tekhnisi. darai bahas inggris yaitu integrasi yaitu
3. Kurangnya IPTEK dan lemahnya kesempurnaan atau keseluruhan.
tekhnisi di bidang IT. (http//kbbi.we.id/desa, tanggal 08
Berdasarkan latar belakang diatas, November 2019, pukul 13.22 WIB).
untuk membatasi masalah yang di telili Desa Terintegrasi didefinisikan
penulis merumuskan sebagai berikut: sebagai proses penyesuaian di antara
1. Bagaimana Sistem Informasi yang unsur-unsur yang berbeda satu sama
digunakan dalam sistem Informasi lain dalam kehidupan masyarakat desa
Desa, di Desa Raksabaya Kecamatan menghasilkan pola masyarakat yang
Cimaragas Kabupaten Ciamis? memiliki fungsi kompatibilitas.
2. Bagaimana hambatan-hambatan yang 3. KONVENSIONAL
dihadapi dalam penerapan Sistem Secara etimologi, kata
Informasi Digital Berbasais E-Desa di konvensional berasal dari kata konvensi
Desa Raksabaya Kecamatan Cimaragas yang artinya kesepakatan atau
Kabupaten Ciamis? permufakatan yang dibuat oleh
3. Bagaimana Upaya-upaya yang dilakuan sejumlah orang, baik itu dalam
dalam penerapan Sistem Informasi organisasi, daerah, maupun negara.
Digital Berbasais E-Desa di Desa Sehingga istilah konvensional adalah
Raksabaya Kecamatan Cimaragas hal-hal yang dilakukan berdasarkan
Kabupaten Ciamis? kesepakatan umum.
(https://www.maxmanroe.com/vid/umu
B. LANDASAN TEORITIS m/pengertiankonvensional.html, tanggal
1. SISTEM INFORMASI 08 November 2019. Pukul 13:29).
Menurut Tata Sutabri. Dalam Desa Berbasis konvensional
Analisis Sistem Informasi (2012:38) : didefinisikan sebagai proses
“Sistem informasi adalah suatu sistem penyelenggaraan administratif desa
didalam suatu organisasi yang yang dilakukan secara konvensional
mempertemukan kebutuhan pengolahan atau berdasarkan kesepakatan dan/
transaksi harian yang mendukung kuno.
fungsi operasional organisasi yang C. METODE PENELITIAN
bersifat manajerial dengan kegiatan Penelitian ini menggunakan jenis
strategi dari suatu organisasi untuk penelitian deskriptif dan metode kualitatif.
dapat menyediakan laporan-laporan Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Desa
yang diperlukan oleh pihak luar Raksabaya, Kecamatana Cimaragas,
tertentu”. Kabupaten Ciamisl. Informan terdiri dari
2. DESA TERINTEGRASI Kepala Desa Raksabaya (Dedi Kusnadi),
“Desa adalah kesatuan wilayah Sekretaris Desa (Mulyadi), Kaur
yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang umum/Kesra (Arif karya Nugraha, SH),
mempunyai sistem pemerintahan sendiri Kaur Keuangan (Dede ) dan masyarakat
dikepalai oleh seorang kepala desa”. desa sebagai penerima pelayanan publik.
(http//kbbi.we.id/desa, tanggal 08 Jenis dan sumber data yang digunakan
November 2019, pukul 13.22 WIB). dalam penelitian ini ada 2 macam, yaitu
(1) Data primer yang diperoleh dari
observasi dan wawancara secara langsung pemerintahan umum, kependudukan,
ke subjek penelitian yang dipilih dengan keuangan desa, pembangunan, kegiatan
atas dasar orang-orang yang terlibat BPD, lembaga kemasyarakatan, dan
langsung pada Pelayan Sistem Informasi profil desa.
Desa di Desa Raksabaya, Kecamatan Dengan demikian istilah
Cimaragas, Kabupaten Ciamis melalui mengembangkan sistem informasi desa
observasi ke lapangan, (2) Data sekunder di dalam UU Desa memang tepat dan
adalah data yang diperoleh yang harus dimengerti sebagai peningkatan
digunakan sebagai penunjang dalam sistem yang sebelumnya bersifat
menganalisa masalah penelitian. Berupa manual tradisional menjadi sistem yang
literatur, dokumen, dan laporan yang memanfaatkan sepenuhnya keunggulan
dikeluarkan oleh pemerintah yang teknologi informasi dan komunikasi
berkaitan dengan permasalahan yang (TIK).
diteliti. Teknik pengumpulan data dalam Selain itu ada berbagai peraturan
penelitian ini adalah melalui wawancara, yang mendasari penyelenggaraan
observasi dan dokumentasi. Teknik monitoring dan pendataan desa dari
analisis data yang digunakan adalah lembaga supra desa, meliputi
metode analisis kualitatif yaitu, penelitian Permendagri 12/2007 tentang Profil
yang bersifat menafsirkan data yang Desa dan Kelurahan, Permendagri
diperoleh tetapi tidak sampai pada 81/2016 tentang Evaluasi
penalaran teori (Sugiyono, 2006). Lalu Perkembangan Desa, Permendesa
untuk teknik analisa data menggunakan tentang IDM, peraturan terkait Podes
teknik analisa data primer karena data BPS, dan peraturan dari
yang dibutuhkan diperoleh langsung dari kementerian/lembaga teknis yang
hasil observasi dan wawancara dengan meminta data dan laporan dari desa.
responden penelitian. Analisis data dimulai Dukungan pemerintah dan
dari pengumpulan data, reduksi data, pemda termasuk oleh mitra
penyajian data dan penarikan kesimpulan. pembangunan dalam pengembangan
D. HASIL PENELITIAN DAN sistem data dan informasi harus
PEMBAHASAN difokuskan untuk mendukung
1. Sistem Informasi yang digunakan pelaksanaan kedua kebijakan umum
dalam sistem Informasi Desa, di tersebut. Ketersediaan data dan
Desa Raksabaya Kecamatan pengelolaan data yang baik dalam
Cimaragas Kabupaten Ciamis. berbagai tingkatan administrasi
Sebelum UU Desa terbit, sistem pemerintahan mempunyai peranan yang
informasi desa telah diatur sentral. Sebagai contoh, program
Kepmendagri Nomor 47 Tahun 2002, perlindungan sosial tidak akan
kemudian digantikan oleh Permendagri maksimal jika data sasaran tidak akurat
Nomor 32 Tahun 2006 tentang karena tidak dimutakhirkan secara
Pedoman Administrasi Desa dan teratur. Hasil dana transfer ke desa tidak
terakhir digantikan Permendagri 47 akan diketahui dan tidak dapat
Tahun 2016. Sesuai permendagri dievaluasi apakah akan berkontribusi
tersebut, pengelolaan data dan kepada perbaikan indikator-indikator
informasi di desa meliputi data pelayanan dasar dan penanggulangan
kemiskinan jika tidak ada sistem peduli dengan kemajuan informasi dan
monitoring yang baik. Teknologi saat ini. Ini juga kesalahan
Sumber daya manusia adalah kami tidak memberikan bimbingan
yang berkaitan dengan pegawai terhadap masyarakat kami, namun kami
Pemerintah Desa Raksabaya selaku juga butuh bimbingan dan rangkulan
figur yang menjalankan Sistem dari pihak PEMDA terkait sistem
Informasi Desa (SID). Kemampuan Informasi ini. Padahal kalau saja pihak
pegawai Pemerintah Desa dalam kita dulu ada yang melek Internet
menjalankan Sistem Informasi Desa mungkin potensi desa ini sudah
(SID) sangat dibutuhkan karena terekspos dalam segi obyek wisatanya,
keefektitasan sistem ini terlihat jika karena kami punya Curug Kembar
pegawai mempunyai kemampuan dan sebagai aset Desa ini. Namun karena
kompetensi yang mumpuni dan paham keterbatasan pengetahuan potensi kami
terkait pengelolaan sistem aplikasi terbengakali”
tersebut. Dalam membangun sumber Ini menjadi bukti bahwa harus
daya manusia kompeten dalam ada kedeatan antara PEMDA dan
mengoperasikan Sistem Informasi Desa Aparatur Desa untuk mewujudkan
(SID). terealisasinya SID dengan mengadaan
Namun berdasarkan hasil BIMTEK ataupun penyampaian
observasi Sistem Informasi yang pemahaman terhadap Aparatur Desa.
digunakan dalam sistem Informasi Dengan keadaan informasi yang tidak
Desa, di Desa Raksabaya Kecamatan E-Desa maka akan menimbulkan jarak,
Cimaragas Kabupaten Ciamis yaitu seharusnya Perlunya adanya
berbasis Konvensional, ini dapat di keterbukaan terhadap masyarakat agar
tarik kesimpulan bahwa SDM Aparatur tidak terjadi jarak antara masyarakat
pemerintahan desa memang gbelum dan pemerintah, seperti halnya
memadai untuk merealisasikan SID. penggunaan Dana Desa harus adanya
Sedangkan keterampilan pegawai transparansi dari pemerintah begitu juga
sangat diperlukan untuk menunjang ketika melakukan musrembang yang
informasi yang menarik dan aktual, telah diatur dalam Undang-Undang
sehingga akan mendapatkan perhatian Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
dari masyarakat. Ini menunjukan untuk mengajak masyarakat dalam
bahwa pegawai tidak akan membangun masyarakat dalam
mendapatkan respon yang baik dari membangun Desa. Hal tersebut harus
masyarakat terkait Sistem Informasi dilaksanakan oleh Pemerintah Desa
Desa (SID) sehingga membuat rasa agar masyarakat merasakan keyakinan
percaya ataupun tidak percayanya terhadap Pemerintah kalau sudah
masyarakat terhadap pemerintah terkait melakukan hal yang terbaik bagi Desa.
pengelolaan Sistem tersebut. Ada yang paling inti yaitu terkait
Menurut Informan (Dedi pelayanan publik Pemerintah Desa
Kusnadi/Kepala desa) mengatakan: harus dapat memberikan yang terbaik
“Aparatur desa kami tidak melek IT terkait hal tersebut.
termasuk saya, jadi tidak heran ketika Mengenai software atau aplikasi
masyarakat desa kami tidak begitu yang seharusnya sudah dimiliki Desa
menurut Informan (Dede/Kaur mengharapkan ada pembaruan dan
Keuangan) mengatakan: inovasi-inovasi di Desa ini, mungkin
“Dulu pada tahun 2012 Desa dari pihak masyarakatnya (mahasiswa)
Raksabaya ini sudah memiliki Website untuk membantu Aparatur Desa dan
hasil dari mahasiswa KKN dari ikut andil dalam pembaruan Sistem
Universitas padjajaran, namun karena Informasi Desa agar Dapat
keterbatasan IPTEK website itu tidak mengekspos Desa kita”
dapat digunakan karena aparatur desa Ragam Kebutuhan Informasi
masih buta internet” dan Data yang Penting Disediakan
Jadi pada prakteknya Proses dalam Sistem Informasi Desa yang
penerimaan informasi di Desa seharusnya ada di Desa Raksabaya:
Raksabaya ini masih dari mulut ke 1) Kependudukan
mulut, dan masih menggunakan banner- Keadaan dan perubahan, yaitu
banner dan poster. Menurut Informan daftar penduduk desa, pencatatan
(Mulyadi/Sekretaris Desa): kelahiran, perkawinan, perceraian,
“ sebenarnya kita punya blog namun kematian, tingkat pendidikan,
iya masalahnya tetap sama yaitu kepemilikan identitas hukum, dan
pada tekhnisi, blog ini tidak kami pekerjaan.
gunakan malah terakhir post itu 2) Pendidikan
tahun 2017. Kami juga punya Kondisi khusus pendidikan
Facebook dengan nama Desa anak-anak usia sekolah, termasuk
Raksabaya, dan Facebook itu kita status bersekolah, tidak bersekolah,
gunakan hanya untuk mengabadikan dan putus sekolah yang dipilah
momen saja seperti pada kegiatan berdasarkan gender.
17 Agustus atau saat kerjabakti 3) Kesehatan
seperti itu. Untuk informasi kita Data dan informasi wabah,
masih tradisional.” penyakit endemik, data ibu hamil
Selain informasi dari Aparatur dan kepatuhan pemeriksaan
Desa, kita juga sempat berbincang kehamilan/prenatal/postnatal, data
terkait keberadaan SID di Desa anak balita dan status gizi, angka
Raksabaya, informan (Tri kematian ibu dan bayi. Juga
Hastuti/masyarakat) mengungkapkan: “ termasuk informasi mengenai
Sejauh ini informasi yang pemerintah fasilitas dan tenaga kesehatan
Desa sampaikan melalui Banner atau tingkat desa.
lewat RT setempat. Memang tidak 4) Kondisi sarana dan prasarana dasar
efektif tapi untuk beberapa orang tua Perumahan, air bersih, dan sanitasi.
sudah terbiasa, dan kasian jika terlalu Menggambarkan keadaan
dipaksa untuk melek internet”. perumahan menurut kelayakan
Jika kita perhatikan, sebenarnya kesehatan lingkungan, termasuk
masyarakat banyak yang mendukung akses air bersih dan fasilitas
dan mengharapkan Sistem Informasi sanitasi.
digital. Seperti menurut Informan (Aji 5) Kemiskinan dan kerentanan
Mulyadi) yang kami temui di warung Identifikasi rumah tangga
dekat Balai Desa: “ Sebenarnya saya berdasarkan status sosial ekonomi,
khususnya rumah tangga miskin manfaatkan sebagaimana
dan rentan, termasuk yang fungsinya.
dikepalai oleh perempuan dan/atau  Belum adanya informasi tentang
disabilitas, penerima program desa sehingga masyarakat tidak
perlindungan sosial. mendapatkan informasi terkait
6) Pembangunan Perencanaan tentang desa.
Data rencana pembangunan jangka  Kurang updatenya informasi
menengah, rencana tahunan; hasil terkait tentang desa, sehingga
kegiatan-kegiatan pembangunan; banyak terjadi penyalahan dana
dan inventaris proyek. bantuan.
7) Keuangan desa  Informasi terkait pelayanan
Data anggaran desa, publik belum ada.
penggunaan anggaran, dan  Tekhnisi atau operator desa butuh
penyertaan modal oleh desa Bimbingan dan Pelatihan terkait
8) Aset desa pemanfaatan TI.
Daftar aset dan perubahan aset
desa, keadaannya, status 2. Hambatan-hambatan yang dihadapi
penguasaan, baik merupakan dalam penerapan Sistem Informasi
sarana prasarana fisik maupun Digital Berbasis E-Desa di Desa
nonfisik (misalnya penyertaan Raksabaya Kecamatan Cimaragas
modal) Kabupaten Ciamis.
9) Organisasi kemasyarakatan Hambatan yang kami
Menggambarkan organisasi- temukan dalam penerapan Sistem
organisasi kemasyarakatan yang Informasi Digital Berbasis E-Desa di
ada di desa dan kegiatan- Desa Raksabaya ini meliputi:
kegiatannya. 1) Belum adanya Software Sistem
10) Kegiatan ekonomi masyarakat Informasi digital atau website
Menggambarkan jenis-jenis resmi Desa Raksabaya
pekerjaan masyarakat, kegiatan Kecamatan Cimaragas
pertanian, industri, perdagangan, Kabupaten Ciamis.
termasuk kepemilikan lahan. Berdasarkan hasil penelitian
11) Informasi kawasan perdesaan tentang hambatan yang dihadapi
Sarana prasarana kawasan, tata dalam Penerapan Sistem Informasi
guna lahan, dan lingkungan. digital berbasis E-Desa di Desa
(Sumber: Analisis KOMPAK) Raksabaya yaitu Belum adanya
software Sistem Informasi Digital
Berdasarkan hasil observasi berbasis E-Desa. Artinya semua
kelompok kami, maka dapat di kegiatan yang dilakukan
sederhanakan bahwa: pemerintah Desa dalam segi
 Sistem Ionformasi Desa masih Penyampaian informasi masih
Konvensional, padahal desa sudah berupa konvensioinal atau
memiliki media seperti blogspot tradisional.
dan Facebook. Namun tidak di Ini tentu menjadi kendala,
karena semakin berkembangnya
Teknologi semakin canggihnya alat indikasikan dari kurangnya IPTEK
atau penyedia informasi. Dengan dari Pemerintah Desa terhadap/dan
tidak tersedianya Software Sistem masyarakat setempat. Maksudnya,
Informasi Digital berbasis E-Desa jika seandainya pemerintah desa
menjadi ketertinggalan atau sudah melek IPTEK maka yang
membuat Desa ini stuck, dalam harus mereka lakukan adalah
artian masyarakat tidak bisa memberi pelayanan dan
melihat prestasi atau data selain pemanfaatan teknologi. Namun
masyarakat sendiri yang pada kenyataannya pihak
menanyakan langsung pada pihak pemerintah desa juga belum pandai
pemerintaha Desa (Kantor Kepala memanfaatkan IPTEK sehingga
Desa). mereka belum keluar dari zona
2) Kurangnya pemeliharaan sistem nyaman dan stuck pada Sistem
informasi oleh operator atau Informasi desa yang terus berbasis
tekhnisi. konvensional.
Selain belum adanya 3. Upaya-upaya yang dilakuan dalam
Software Sistem Informasi Digital penerapan Sistem Informasi Digital
berbasis E-Desa hambatan Berbasais E-Desa di Desa Raksabaya
selanjutnya yaitu kurang Kecamatan Cimaragas Kabupaten
pemeliharaan Sistem Informasi Ciamis.
Digital berbasis E-Desa di Desa Upaya-upaya yang perlu
Ini. Berdasarkan hasil penelitian dilakuan dalam penerapan Sistem
yang sudah kami kumpulkan data- Informasi Digital Berbasais E-Desa
datanya ternyata Sistem Informasi di Desa Raksabaya:
Digital berbasis E-Desa Desa Desa 1) Belum adanya Software Sistem
ini dulu pada tahun 2012 sudah Informasi digital atau website
mempunya website yang pada resmi Desa Raksabaya
waktu itu di buat oleh KKN dari Kecamatan Cimaragas
Universitas Padjajaran. Kabupaten Ciamis.
Hal ini sangat Berdasarkan hasil
menyayangkan dan berdampak penelitian tentang hambatan yang
negatif ketika tidak tersedianya dihadapi dalam penerapan Sistem
SDM sebagai tekhnisi sehingga Informasi Digital berbasis E-Desa
tidak dapat memelihara Website yaitu belum adanya Software
ini. Hambatan ini juga diperkuat Sistem Informasi digital atau
dengan beberapa ungkapan dari website resmi sehingga
informan yang sudah kita keruki mengharuskan Pihak desa rajin
informasinya. mengikuti DIKLAT atau
3) Kurangnya IPTEK dari penyuluhan dan pen sosialisasian
Pemerintah Desa dan terkait Sistem Informasi Digital
Masyarakat. berbasis E-Desa.
Hambatan penerapan Dengan mengikuti Diklat
Sistem Informasi Digital berbasis diharapkan pemerintah Desa paham
E-Desa ini juga dapat di cara pengoprasian Sistem Informasi
Digital berbasis E-Desa dengan Masyarakat sehingga yang harus
menginstal software resmi Sistem dilkukan Pemerintah daerah
Informasi Digital berbasis E-Desa. kabupaten yaitu lebih giat
Sehingga dapat memberi Pelayanan memberikan pelatihan dan
dengan tepat dan cepat seiring BIMTEK setelah pemerintah
berjalannya waktu. Desa di berikan pelatihan maka
2) Kurangnya pemeliharaan sistem selanjutnya masyarakat yang di
informasi oleh operator atau berikan bimbingan oleh pihak
tekhnisi. Desa.
Berdasarkan hasil
penelitian tentang hambatan yang KESIMPULAN
dihadapi dalam penerapan Sistem Berdasarkan hasil penelitian maka
Informasi Digital berbasis E-Desa dapat penulis simpulkan sebagai
yaitu Kurangnya pemeliharaan berikut:
sistem informasi oleh operator atau 1. Sistem Informasi yang digunakan
tekhnisi, maka yang harus dalam sistem Informasi Desa, di
dilakukan oleh Pemerintah daerah Desa Raksabaya Kecamatan
kabupaten yaitu lebih giat Cimaragas Kabupaten Ciamis ini
memberikan pelatihan dan masih Konvensional, padahal desa
BIMTEK/DIKLAT. sudah memiliki media seperti
Selain itu, pemerintah blogspot dan Facebook. Namun
desa lebih n elek teknologi bila tidak di manfaatkan sebagaimana
perlu merekrut Lulusan SMK yang fungsinya.
keahliannya di bidak teknologi 2. Hambatan-hambatan yang dihadapi
ataupun RPL dan TKJ. Sehiungga dalam penerapan Sistem Informasi
Sistem Informasi Digital berbasis Digital Berbasis E-Desa di Desa
E-Desa akan terpelihara dan Raksabaya Kecamatan Cimaragas
terlaksana, selain itu juga dapat Kabupaten Ciamis yaitu Belum
mengurangi pengangguran di adanya Software Sistem Informasi
masyarakat. Karena dapat kita digital atau website resmi Desa
ketahui bersama bahwa lulusan Raksabaya Kecamatan Cimaragas
SMK banyak yang tidak bvekerja Kabupaten Ciamis, Kurangnya
dan menyumbang jumlah pemeliharaan sistem informasi oleh
pengangguran. operator atau tekhnisi dan
3) Kurangnya IPTEK dari Kurangnya IPTEK dari Pemerintah
Pemerintah Desa dan Desa dan Masyarakat.
Masyarakat. 3. Upaya-upaya yang dilakuan dalam
Berdasarkan hasil penerapan Sistem Informasi Digital
penelitian tentang hambatan Berbasais E-Desa di Desa Raksabaya
yang dihadapi dalam penerapan Kecamatan Cimaragas Kabupaten
Sistem Informasi Digital Ciamis yaitu dengan cara
berbasis E-Desa yaitu mengharuskan Pihak desa rajin
Kurangnya IPTEK dari mengikuti DIKLAT atau penyuluhan
Pemerintah Desa dan dan pen sosialisasian terkait Sistem
Informasi Digital berbasis E-Desa
sehingga software dapat diinstal dan
dioprasikan dengan merekrut dan
memanfaatkan lulusan SMK baik
kejuruan TKJ ataupun RPL agar
mengurangi tingkat penggangguran.

DAFTAR PUSTAKA

Permendagri 47 Tahun 2016 tentang


Administrasi Pemerintahan
Desa
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif dan R
& D. Bandung: Alfabeta.
Tata Sutabri, 2012, Analisis Sistem
Informasi, Andi Offset,
Yogyakarta
http//kbbi.we.id/des
https://www.maxmanroe.com/vid/u
mum/pengertiankonvensional
.html
Lampiran 1:

DATA INFORMAN

No NAMA L/P JABATAN


1 DEDI KUSNADI L KEPALA DESA
2 MULYADI L SEKRETARIS DESA
3 ARIF KARYA NUGRAHA, SH. L KAUR UMUM/KESRA
4 DEDE L KAUR KEUANGAN
5 TRI HASTUTI P MASYARAKAT
6 AJI MULYADI L MASYARAKAT
Lampiran 2:

DATA OBSERVER

1. Nama : ANDRI
NIM : 3506180233
KELAS :E

2. Nama : LUTFI ABIM PERMADANI


NIM : 3506180121
KELAS :E

3. Nama : NURUL HUDA YUSUF


NIM : 3506180026
KELAS :D

4. Nama : RIFAL HUDA


NIM : 3506180189
KELAS :F

5. Nama : WILDA ADE LIA


NIM : 3506180129
KELAS :F
Lampiran 3: Dokumentasi