Anda di halaman 1dari 26

Laporan Pemetaan dan Analisis Tapak

Hasil Pengukuran Theodolite

Disusun Oleh
Kelompok 2

Irna Ramdhani (D051181002)

Ahmad Ridha Arsyad (D051181006)

Andi Ufiya Husna (D051181025)

Nurul Safitri (D051181305)

Eva Cristyyani (D051181503)

DEPARTEMEN ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah yang Maha Kuasa karena dengan
rahmat-Nya lah kami dapat menyelesaikan tugas laporan. Kegiatan yang kami
lakukan adalah praktikum dengan Alat Theodolite. Kegiatan ini tidak terlepas
dari bantuan dan bimbingan dari dosen pembimbing mata kuliah pemetaan dan
analisis tapak ,dan teman-teman lain.

Kami mohon maaf jika laporan ini banyak kesalahan dan kekurangan,
kami kelompok 2 telah berupaya keras untuk menyusun laporan ini dengan
sebaik-baikya. Oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca sangat kami
harapkan. Kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu penyelesaian laporan
ini kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya semoga laporan ini
bermanfaat untuk berbagai pihak.

Makassar, 14 Desember 2019

Penulis
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 2
DAFTAR ISI....................................................................................................................... 3
BAB I .................................................................................................................................. 4
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 4
1.1. Latar Belakang .................................................................................................... 4
1.2. Tujuan Praktikum................................................................................................ 5
1.3. Rumusan Masalah ............................................................................................... 5
BAB II................................................................................................................................. 6
DASAR TEORI .................................................................................................................. 6
2.1. Alat Ukur Theodolite ...................................................................................... 6
2.2. Metode Pengukuran Theodolite ...................................................................... 6
2.3. Kesalahan Pengukuran Theodolite.................................................................. 8
BAB III ............................................................................................................................. 10
METODE PENELITIAN .................................................................................................. 10
3.1. Perlengkapan yang digunakan dalam mengukur ........................................... 10
3.2. Langkah Kerja ............................................................................................... 14
3.3. Lokasi Survei ................................................................................................ 16
BAB VI ............................................................................................................................. 19
ANALISA DATA ............................................................................................................. 19
4.1 Rumus Pengukuran ....................................................................................... 19
4.2 Hasil Pengukuran dan Analisa Data.............................................................. 22
BAB V .............................................................................................................................. 23
PENUTUP ........................................................................................................................ 23
5.1. Kesimpulan ................................................................................................... 23
5.2. Saran ............................................................................................................. 23
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 24
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Lahan adalah suatu luasan di permukaan bumi dengan sifat-sifat tertentu
yang meliputi biosfer, atmosfer, tanah, lapisan geologi, hidrologi,serta hasil
kegiatan manusia masa lalu, sekarang sampai pada tingkat tertentu
mempunyai pengaruh yang berarti terhadap penggunaan lahan oleh manusia
kini dan manusia masa datang (FAO, 1976 dalam Budiyantoro, 1992).
Selanjutnya pada perencanaan penggunaan lahan pertanian harus
dilakukan proses penaksiran potensi lahan untuk tujuan penelitian, yang
meliputi interpretasi dan survei bentuk lahan, tanah, vegetasi, iklim dan aspek-
aspek lainya, sampai tingkatan mengidentifikasi dan membuat perbandingan
jenis tanaman yang diperbolehkannya.
Survey tanah adalah suatu cara atau metode untuk mengevaluasi lahan
guna mendapatkan data langsung dari lapangan. Kegiatan servey terdiri dari
kegiatan lapangan, membuat analisis data, interpretasi terhadap tujuan dan
membuat laporan survey. Survey tanah menurut merupakan pekerjaan
pengumpulan data kimia, fisik dan biologi di lapangan maupun di
laboratorium dengan tujuan pendugaan penggunaan lahan maupun khusus
(Abdullah, 1993).
Dalam pengertian yang lebih umum pengukuruan tanah dapat dianggap
sebagai disiplinyang meliputi semua metoda untuk menghimpun dan
melalukan proses informasi dan data tentang bumi dan lingkungan fisis.
Dengan perkembangan teknologi saat ini metoda terestris konvensionaltelah
dilengkapi dengan metoda pemetaan udara dan satelit yang berkembang
melalui program- program pertanahan dan ruang angkasa. deskripsi ilmu ukur
tanah.Secara umum tugas surveyor adalah sebagai berikut:

a. Analisa penelitian dan pengambilan keputusan. Pemilihan metoda


pengkuran, peralatan, pengikatan titik-titik sudut dsb.
b. Pekerjaan lapangan atau pengumpulan data, yakni melaksanakan pengkuran
dan pencatatan datadi lapangan.

c. Menghitung atau pemrosesan data, yakni hitungan berdasrkan data yang


dicatat untuk menentukanletak, luas dan volume.

d. Pemetaan atau penyajian data. Menggambarkan hasil ukuran dan


perhitungan untuk menghasilkan peta, gambar rencana tanah dan peta laut,
menggambarkan data dalam bentuk numeris atau hasilkomputer.

e. Pemancangan. Pemancangan tugu dan patok ukur untuk menentukan batas-


batas pedoman dalam pekerjaan konstruksi.
Oleh karena itu untuk mengetahui dan mendapatkan pengalaman dalam
melakukan pengukuran, dan menganalisis tapak, mahasiswa Departemen
Arsitektur Universitas Hasanuddin pada mata kuliah Pemetaan dan Analisis
Tapak diharuskan melakukan survei dan pengukuran tapak di lokasi sekitar
kampus, sehingga mudah dijangkau.

1.2.Tujuan Praktikum
Tujuan dari survei pengukuran tapak ini ialah

1. Mengetahui Dasar Teori dari Pengukuran yang telah di lakukan


2. Menentukan bentuk atau relief permukaan tanah beserta luasnya.
3. Mengetahui lokasi dan medan dari tapak yang akan di survei.
4. Mengenal dan dapat menggunakan alat ukur tanah theodolite
5. Memperoleh data-data yang dibutuhkan melakukan survey pemetaan dan
analisis tapak.
6. Menjelaskan langkah kerja yang dilakukan di lapangan.

1.3.Rumusan Masalah
1. Dimana lokasi survei pengukuran dilakukan?
2. Bagaimana kondisi tapak pada lokasi survei yang telah di pilih?
3. Bagaimana metode yang digunakan dalam proses pengukuran?
4. Alat-alat apa saja yang digunakan dalam proses pengukuran?
5. Bagaimana langkah kerja yang dilakukan di lapangan?
6. Hasil data pengukuran yang telah di lakukan beserta analisanya.
BAB II

DASAR TEORI

2.1. Alat Ukur Theodolite


Theodolit bisa didefinisikan secara umum sebagai alat ukur tanah
yangdipergunakan untuk mengukur sudut horizontal serta sudut vertikal.
Berbeda dengan waterpass yang hanya bisa mengukur sudut horizontal saja.
Pada dasarnya bentuk theodolit berupa teleskop yang bisa digerakan ke atas atau
ditegakan yang ditempatkan pada suatu piringan. Teleskop yang dimaksud juga
dapat bisa ditempatkan dipiringan kedua dan dapat diputar ke kiri maupun
kekanan atau bisa disebut pengukuran horizontal. Theodolit ini mampu
mengukur sampai dengan ketelitian yang sangat tinggi. Theodolit digunakan
untuk survey atau pengukuran pembuatan peta yang cukup sulit (memiliki relief
dan beda tinggi yang cukup besar). Theodolit sering digunakan untuk mengukur
polygon, pemetaan situasi ataupun bisa berguna untuk mengamatan matahari.

Gambar 1. Theodolite

2.2. Metode Pengukuran Theodolite


Pengukuran Dengan Theodolit

1. Pembacaan sudut horizontal (Az)

Sudut arah adalah sudut horisontal yang dibentuk oleh perpotongan suatu garis
dengan meridian bumi ( utara-selatan). Dalam pengukuran, untuk menyatakan
besarnya sudut dikenal dua cara, yaitu : “Bearing” dan “Azimuth”.
Bearing merupakan sudut arah yang diukur dari utara atau selatan magnet bumi ke
titik lain yang searah/berlawanan dengan arah putaran jarum jam, dengan sudut
kisaran antara 0-90. Azimuth merupakan sudut arah yang diukur dari utara magnet
bumi ke titik yang lain searah jarum jam sehingga mempunyai kisaran antara 0-
360.

2. Pembacaan sudut miring (V)

Sudut miring merupakan sudut yang dibentuk oleh garis bidik teropong dengan
bidang horisontal. Pada umumnya besarnya sudut horisontal dan vertikal terdapat
dalam satu mikrometer, namun adapula yang dipisahkan.

3. Pengukuran jarak (D) dan beda tinggi (BT)

Jarak horisontal (H) dan Jarak (D)


D = 100 ( Ca-Cb). Cos α
H = D. Cos α
H = 100 ( Ca – Cb). Cos2 α

Beda Tinggi (BT)

BT = H. Tg α – h

4. Penggambaran posisi tiap titik kenampakan pada peta

Penggambaran dapat dilakukan secara grafis dengan busur derajat untuk


menentukan sudut arah dan jaraknya dengan mistar (sesuai skala). Cara lain
adalah menggunakan sistem koordinat yang terdiri atas dua saling tegak lurus.
Posisi tiap sasaran yang diukur digambarkan dengan menghitung harga absis
dan ordinatnya.

5. Poligon

Poligon adalah rangkaian titik-titik yang dihubungkan secara berurutan. Jika


titik awal dan titik akhir bertemu, disebut sebagai poligon tertutup. Sebaliknya
jika titik awal dan titik akhir tidak bertemu maka disebut sebagai poligon
terbuka.
Poligon digunakan sebagai kerangka dasar di dalam pengukuran
kenampakan di lapangan. Poligon terbuka lebih sering untuk pekerjaan
perencanaan/perbaikan jalan, saluran, irigasi dll. Poligon tertutup untuk
pembuatan peta areal/wilayah dan kontur.

Untuk pembuatan poligon tertutup, pengukuran sudut arah cukup dilakukan


pada awal pengukuran saja. Sudut arah untuk titik berikutnya didasarkan
pada sudut arah awal (titik sebelumnya) dari sudut dalam bersangkutan.
Sudut dalam untuk menghitung sudut arah (azimuth) adalah sudut dalam
terkoreksi. Tiga parameter yang digunakan sebagai pedoman adanya
penyimpanan dan perlu koreksi adalah :

Σ sudut dalam = (n-2) x 180


Σ D sin α = 0
Σ D cos α = 0
Jika data pengukuran menyompang dari syarat di atas, maka poligon tidak
tertutup dan perlu adanya koreksi.
Persamaan umum dalam menghitung sudut arah adalah :

Azimuth (α)n = α (n-1) + 1800 – Sn

Untuk koreksi secara grafis, maka polygon yang tidak tertutup setelah
tergambar dapat dikoreksi dengan menghitung sudut atau cara graphical plot.

2.3. Kesalahan Pengukuran Theodolite


Kesalahan dalam pengukuran menggunakan alat ukur theodolite yang terjadi
dilapangan berupa,
Pengukuran adalah pengamatan dari besaran (jarak, sudut, tinggi, dll).
Pengamatan tidak luput dari kesalahan-kesalahan. Ada tiga jenis kesalahan
kesalahan yang bias terjadi pada saat anda menggunakan theodolit yaitu :

1. Kesalahan Kasar (blunders)


Kesalahan ini terjadi karena : kurang hati-hati (sembrono), kurang pengalaman
dan kurang perhatian. Sebagai catatan bahwa dalam pengukuran kesalahan ini
tidak boleh terjadi, bila terjadi harus diulang !

Contoh-contoh kesalahan blunder

a. Salah baca : 3 dibaca 8, 6 dibaca 9, 7 dibaca 9


b. Salah catat : misalkan 1 rentangan pengukuran tidak tercatat, atau salah
menempatkan data ukuran (sudut horisontal terbalik dengan helling)
c. Salah dengar
Cara mengatasi contohnya :
1. pengecekan sendiri hasil pengamatan dan pembacaan
2. gunakan alat bantu, contoh : kompas, GPS
3. selalu menggambar langsung sketsa setelah mendapatkan dan mencatat
hasil ukuran.
2. Kesalahan Systematis

Kesalahan sistematis umumnya terjadi metode atau cara pengukuran yang


salah dan karena alat ukur yang dipakai itu sendiri. Contoh penyebab yang
terkait dengan alat ukur :

Syarat pengaturan alat tidak lengkap


1. Unting-unting tidak digunakan, dll
2. Penyinaran pada alat bacaan tidak merata
3. Skala Rambu, kesalahan titik nol rambu

3. Kesalahan Acak
Akan terlihat apabila dilakukan pengamatan yang berulang-ulang. Beberapa
contoh yang mengakibatkan kesalahan acak :
1. Getaran tanah atau tanah tidak stabil.
2. Atmosfer bumi
3. Psikis pengamat (contoh : faktor kelelahan)
kesalahan ini dapat dibetulkan dengan hitung perataan apabila terdapat data
yang cukup.
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Perlengkapan yang digunakan dalam mengukur

Dalam percobaan pengukuran menggunakan theodolit harus dipersiapkan


peralatan dan perlengkapan lainnya, diantaranya :
1. Theodolite
Theodolite alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi
tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak.

Gambar 2. Detail Theodolite

Keterangan :

*Bagian Bawah, terdiri dari pelat dasar dengan tiga sekrup penyetel yang
menyanggah suatu tabung sumbu dan pelat mendatar berbentuk lingkaran.
Pada tepi lingkaran ini dibuat pengunci limbus.

*Bagian Tengah, terdiri dari suatu sumbu yang dimasukkan ke dalam


tabung dan diletakkan pada bagian bawah. Sumbu ini adalah sumbu tegak
lurus kesatu. Diatas sumbu kesatu diletakkan lagi suatu plat yang
berbentuk lingkaran yang berbentuk lingkaran yang mempunyai jari – jari
plat pada bagian bawah. Pada dua tempat di tepi lingkaran dibuat alat
pembaca nonius. Di atas plat nonius ini ditempatkan 2 kaki yang menjadi
penyanggah sumbu mendatar atau sumbu kedua dan sutu nivo tabung
diletakkan untuk membuat sumbu kesatu tegak lurus. Lingkaran dibuat
dari kaca dengan garis – garis pembagian skala dan angka digoreskan di
permukaannya. Garis – garis tersebut sangat tipis dan lebih jelas tajam bila
dibandingkan hasil goresan pada logam. Lingkaran dibagi dalam derajat
sexagesimal yaitu suatu lingkaran penuh dibagi dalam 360° atau dalam
grades senticimal yaitu satu lingkaran penuh dibagi dalam 400 g.

*Bagian Atas, terdiri dari sumbu kedua yang diletakkan diatas kaki
penyanggah sumbu kedua. Pada sumbu kedua diletakkan suatu teropong
yang mempunyai diafragma dan dengan demikian mempunyai garis bidik.
Pada sumbu ini pula diletakkan plat yang berbentuk lingkaran tegak sama
seperti plat lingkaran mendatar.

SYARAT – SYARAT THEODOLITE

Syarat – syarat utama yang harus dipenuhi alat theodolite sehingga siap
dipergunakan untuk pengukuran yang benar adalah sbb :

1. Sumbu kesatu benar – benar tegak / vertical.

2.Sumbu Kedua haarus benar – benar mendatar.

3.Garis bidik harus tegak lurus sumbu kedua / mendatar.

4.Tidak adanya salah indeks pada lingkaran kesatu.

2. Tripod (statip), berfungsi untuk menempatkan pesawat.


Gambar 3. Tripod
3. Baak ukur (rambu), berfungsi sebagai obyek oleh pesawat untuk
mendapatkan data-data bacaan benang.

Gambar 4. Baak Ukur


4. Patok, berfungsi untuk memberi tanda pada titik ukur atau pada titik
bantu.

Gambar 5. Patok
5. Rol meter, berfungsi untuk mengukur jarak langsung pada
pengukuran penyipat datar.
Gambar 6. Rol Meter
6. Meteran, berfungsi untuk mengukur tinggi pesawat.

Gambar 7. Meteran
7. Unting-unting, berfungsi untuk menempatkan sumbu I pada patok

Gambar 8. Unting-unting
8. Kompas, berfungsi untuk menunjukkan arah utara kompas.

Gambar 9. Kompas
9. Payung, berfungsi untuk melindungi pesawat dari sinar matahari
langsung maupun terpaan hujan.
10. Alat tulis, berfungsi untuk mencatat hasil pembacaan di lapangan.

3.2. Langkah Kerja

Ada 4 tahap kegiatan dalam mengoperasikan alat ini, yaitu:


(1) Memasang alat di atas kaki tiga
dengan tahapan sebagai berikut;
a. Kendurkan sekrup pengunci perpanjangan
b. Tinggikan setinggi dada
c. Kencangkan sekrup pengunci perpanjangan
d. Buat kaki statif berbentuk segitiga sama sisi
e. Kuatkan (injak) pedal kaki statif
f. Atur kembali ketinggian statif sehingga tribar plat mendatar
g. Letakkan theodolite di tribar plat
h. Kencangkan sekrup pengunci centering ke theodolite

(2) Mendirikan alat.


Namun syaratnya agak berbeda. Untuk teodolit syaratnya yang harus
dipenuhinya adalah
a. Atur (levelkan) nivo kotak sehingga sumbu kesatu benar-benar
tegak / vertical dengan menggerakkan secara beraturan sekrup
pendatar / kiap di tiga sisi alat ukur tersebut.
b. Atur (levelkan) nivo tabung sehingga sumbu kedua benar-benar
mendatar dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar /
kiap di tiga sisi alat ukur tersebut.
(3) Membidikan Alat
Maksud dan caranya sama dengan pada alat ukur waterpas, sedikit
perbedaannya adalah pada teodolit karena teropong tidak selalu harus
dalam keadaan mendatar, maka benang mendatar dapat diatur
kedudukan bacaannya sesuai keinginan pemakai, misalnya disamakan
dengan tinggi alat.
(4) Membaca Hasil Pembidikan
Pembacaan hasil pembidikan juga sama dengan pada alat ukur
waterpas, yaitu bacaan rambu ukur dan bacaan sudut. Perbedaan hanya
ada pada penampilan bacaan sudut dan sudut yang dibaca bukan
hanyasudut horizontal saja tetapi juga sudut vertikal.
3.3. Lokasi Survei

Praktek lapangan Pemetaan dan Analisis Tapak kelompok 2 akan


dilaksanakan di dalam lingkungan kampus Fakultas Teknik Universitas
Hasanuddin. Kawasan penelitian ini berada di wilayah yang cukup padat
penduduk.
Alamat : Jl. Malino, Borongloe, Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi
Selatan 92119

Gambar 10. Lokasi Survei


Gambar 11. Bentuk Polygon
Keterangan :
1. Keliling : 252 m
2. Luas : ±2800 m2
Kondisi titik tapak yang telah di survei secara langsung di lapangan
(keterangan foto )

Gambar 12. Kondisi Tapak (1)


Gambar 13. Kondisi Tapak (2)

Gambar 14. Kondisi Tapak (3)

Ada pula beberapa alasan kelompok 2 memilih lokasi tapak ini untuk
disurvey, antara lain;

1. Wilayah yang mudah diakses karena berada di dalam lokasi


kampus
2. Kondisi tapak nya berkontur sehingga jelas memperlihatkan
tinggi rendahnya tapak, serta menampilkan perbedaan
kemiringan dari lahan.
BAB lV

ANALISA DATA

4.1 Rumus Pengukuran


SUDUT DALAM
1. Perhitungan Sudut dalam Patok Utama
SDn =
(SHbelakang  SHdepan )luarbiasa  (SHbelakang  SHdepan )biasa
2
∑SD = ……..
2. Perhitungan Faktor Koreksi Sudut Dalam
FKSD =∑SD – (n - 2) . 180
3. Perhitungan Koreksi Sudut Dalam
SDn
KSDn = . FKSD
 SD
∑KSD = …….
4. Perhitungan Sudut Dalam Terkoreksi
SDKn = SDn – KSDn
5. Perhitungan Sudut Dalam Patok Detail
SDPDn = Sudut Detail – Sudut Depan Patok Utama

SUDUT VERTIKAL
6. Perhitungan Sudut Vertikal Patok Utama
(SVn depan luar biasa - 270)  (90  SVn depan biasa)
SVn =
2
7. Perhitungan Sudut Vertikal Patok Detail
SVDn = 90˚ - SV Detail

JARAK OPTIS
8. Perhitungan Jarak Optis Patok Utama
Dn = (BA-BB) x Cos SVn
9. Perhitungan Jarak Optis Patok Detail
DDn = (BA-BB) x Cos SVDn

KETINGGIAN
10. Perhitungan Beda Tinggi Patok Utama
BTn = (BA – BB) x Sin SVn
∑BT = ………….
11. Perhitungan Faktor Koreksi Beda Tinggi
 BT
FKBT =
 BT
12. Perhitungan Koreksi Beda Tinggi
KBTn = FKBT . │BTn│
∑KBTn = ……..
13. Perhitungan Beda Tinggi Terkoreksi
BTKn = BTn – KBTn
∑BTK = ………..

14. Perhitungan Ketinggian Patok Utama


Tn = T(n-1) + BTK(n-1)
T1 = 20 m = 2000 cm
15. Perhitungan Beda Tinggi Patok Detail
BTDn = (BA-BB) x Cos SVDn
16. Perhitungan Ketinggian Patok Detail
TDn = Tn + BTDn

AZIMUTH
17. Perhitungan Azimuth
AZn = (AZ(n-1) – SDKn) + 180
AZ1 = Sudut horizontal depan biasa P1-P2
18. Perhitungan Azimuth Patok Detail
AZDn = AZ Patok Utama + SDPDn
KOORDINAT X
19. Perhitungan Koordinat X Patok Utama
XAn = Dn x Sin Qn
∑XA = ………..
20. Perhitungan Faktor Koreksi Koordinat X
 XA
FKX =
 XA

21. Perhitungan Koreksi Koordinat X


KXn = FKX x │XAn│
∑KX = ………
22. Perhitungan Koordinat X Terkoreksi
XKn = XAn – KXn
∑XK = ………
23. Perhitungan Koordinat X pada gambar
Xn = XA(n-1) + XK(n-1)
X1 = 0
24. Perhitungan Koordinat X patok Detail
XDAn = DDn x Sin QDn
25. Perhitungan Koordinat X Detail pada gambar
XDn = X Patok utama + XDAn

KOORDINAT Y
26. Perhitungan Koordinat Y Patok Utama
YAn = Dn x Cos Qn
∑YA = ………..

27. Perhitungan Faktor Koreksi Koordinat Y


 YA
FKY =
 YA

28. Perhitungan Koreksi Koordinat Y


KYn = FKY x │YAn│
∑KY = ………
29. Perhitungan Koordinat Y Terkoreksi
YKn = YAn – KYn
∑YK = ………
30. Perhitungan Koordinat Y pada gambar
Yn = YA(n-1) + YK(n-1)
Y1 = 0
31. Perhitungan Koordinat Y patok Detail
YDAn = DDn x Cos QDn
32. Perhitungan Koordinat Y Detail pada gambar
YDn = Y Patok Utama + YDAn

KOORDINAT X, Y & Z PADA GAMBAR


33. Koordinat patok utama
(Xn, Yn, Tn)
34. Koordinat Patok Detail
(XDn, Ydn, TDn)

4.2 Hasil Pengukuran dan Analisa Data


BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat dianalisa yaitu ketika


melakukan pengukuran mengunggunakan Theodolit dapat dianalisa bahwa ada
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tidak samanya kondisi sebenarnya
dengan kondisi saat diproyeksikan. Salah satunya, yaitu ketika pengukuran itu
sendiri,kondisi alat belum centring atau belum datar, yang dipaksa untuk
menembak. Alhasil data tidak akurat dan tidak sesuai.

Hal yang paling penting dari praktikum kali ini yaitu kita mengukur 12
titik utama , dengan jumlah 27 patok detail, yang ternyata hal ini sangat
berpengaruh terhadap pemroyeksian sketsa kontur dan bentuk polygonnya.

5.2. Saran

pada saat pembuatan laporan ini Penulis menyadari bahwa banyak sekali
kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. dengan sebuah pedoman yang bisa
dipertanggungjawabkan dari banyaknya sumber Penulis akan memperbaiki
makalah tersebut . Oleh sebab itu penulis harapkan kritik serta sarannya
mengenai pembahasan laporan dalam kesimpulan di atas.
DAFTAR PUSTAKA

1. Pinatihs,Putra.2017.Analisa Tapak.Dipublikasikan Oleh:


https://www.academia.edu/24733561/ANALISA_TAPAK

2. Amalia, Nanda.30 Mei 2012. 3 Teknik Pengukuran Pemetaan


Topografi.Dipublikasikan oleh:
https://www.academia.edu/7517426/3_Teknik_Pengukuran_Pemetaan_To
fografi
3. Sudaryatno, 2001, Petunjuk PraktIkum Ilmu Ukur Tanah. Yogyakarta :
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.
4. Nawawi , Gunawan . 2001. Mengoperasikan dan merawat alat ukur tanah.
Dipublikasikan Oleh:
https://www.academia.edu/5491751/Mengoperasikan_dan_merawat_alat_
ukur_tanah

5. Nahrisah, putri .2016. Ilmu Ukur Tanah Pemetaan danSig. Dipublikasikan


oleh:
https://www.academia.edu/22430272/ILMU_UKUR_TANAH_PEMETA
AN_DAN_SIG
6. Syaripudin , akhmad. PENGANTAR SURVEY DAN PENGUKURAN.
Dipublikasikan oleh:
http://repositori.kemdikbud.go.id/11605/1/PENGANTAR%20SURVEY%20DAN%2
0PEMETAAN-1.pdf
Keterangan
(Tugas Masing-masing Anggota Selama Pengerjaan Tugas Pengukuran)

Irna Ramdhani :

- Memasang alat dan memegang Rambu Ukur


- Menghitung Perhitungan
-Membidik alat
-Membaca hasil bidikan

Ahmad Ridha Arsyad

-Memasang Alat
-Membidik Alat
-Membaca Hasil Bidikan Alat
-Mengoreksi Hasil Akhir Hitungan

Andi Ufiya Husna

-Memegang Rambu Ukur


-Mengoreksi Hasil Akhir Hitungan
-Menulis Hasil Bidikan Alat
-Membaca hasil bidikan alat

Nurul Safitri

-Menulis Hasil Bidikan Alat


-Menghitung Perhitungan
-Membaca Hasil Bidikan
-Mengetik hasil diskusi kelompok mengenai hasil pengukuran dalam laporan

Eva Cristyyani

-Memasang Alat dan memegang rambu ukur


-Mengoreksi Hasil Akhir Hitungan
-Membaca hasil bidikan alat
-Mengetik hasil diskusi kelompok mengenai hasil pengukuran dalam laporan