Anda di halaman 1dari 1

Ayat tentang infaq : QS Al baqoroh ayat 261-264, 274 berucap, Ya Rabbku, ya Rabbku, sementara makanannya

Tafsir : Allah memuji orang-orang yang menafkahkan haram, minumannya juga haram, pakaiannya haram, dan
hartanya di jalan-Nya, dan tidak menyertai kebaikan dan dibesarkan (tumbuh) dengan makanan yang haram.
sedekah yang diinfakkannya itu dengan mengungkit- Bagaimana mungkin do’anya akan dikabulkan”
ungkitnya di hadapan si penerima dan tidak juga di hadapan Hadits di atas diriwayatkan Muslim dalam kitab Shahihnya
orang lain, baik melalui ucapan maupun perbuatan.Dan dan juga at-Tirmidzi.
firman Allah swt: walaa adzaa (“Dan dengan tidak
menyakiti.”) Maksudnya, mereka tidak melakukan hal-hal Setelah Allah menganugerahkan rezeki-Nya kepada mereka
yang tidak disukai oleh si penerima, hingga menghapuskan dan membimbing mereka agar memakan makanan yang
kebaikan yang mereka lakukan tersebut. Selanjutnya Allah baik-baik, Allah juga memberitahukan bahwa Dia tidak
Ta’ala menjanjikan kepada mereka pahala yang berlimpah mengharamkan makanan-makanan itu kecuali bangkai saja,
atas perbuatan tersebut, dengan firman-Nya: laHum ajruHum yaitu binatang yang mati dengan sendirinya, tanpa
‘inda rabbiHim (“Mereka mendapat pahala di sisi Rabb disembelih. Insya Allah mengenai masalah ini akan diuraikan
mereka.”) Maksudnya, pahala mereka itu hanya berasal dari lebih lanjut dalam penafsiran surat al-Maa-idah.
Allah semata. Wa laa khaufun ‘alaiHim (“Tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka.”) Yaitu terhadap berbagai Selain itu, Allah juga mengharamkan daging babi, baik yang
bencana yang akan mereka hadapi pada hari kiamat kelak. disembelih maupun yang mati dengan sendirinya. Lemak
Walaa Hum yahzanuun (“Dan tidak pula mereka bersedih babi termasuk dalam hukum dagingnya, karena secara
hati.”) Maksudnya, (terhadap) anak-anak yang mereka generalisasi, atau karena dagingnya mengandung lemak, atau
tinggalkan serta hilangnya kesempatan dari kehidupan dunia melalui cara qiyas (analogi) menurut suatu pendapat. Allah
dan kegemerlapannya tidak menjadikan mereka kecewa, Ta’ala juga mengharamkan kepada mereka binatang yang
karena mereka telah mendapatkan sesuatu yang lebih baik disembelih dengan menyebut nama selain nama Allah, baik
bagi mereka dari semuanya itu. Ada beberapa hadits yang itu dengan mengatas namakan berhala, sekutu, tandingan,
telah melarang kita mengungkit-ungkit pemberian. Misalnya dan lain sebagainya, yang dahulu menjadi kebiasaan orang-
orang Jahiliyah untuk mempersembahkan korban kepadanya.
yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitabnya, Shahih
Muslim, dari Abu Dzar, ia menceritakan, Rasulullah
bersabda: “Ada tiga orang yang pada hari kiamat kelak Allah Larangan menyuap hakim : Al baqoroh : 188 dan surat
tidak mengajak mereka bicara, tidak melihat mereka, tidak 4:58
menyucikan mereka dan bagi mereka azab yang pedih. Yaitu:
orang yang menyebut-nyebut pemberian yang ia telah Jangan mengambil dan menguasai barang barng orng lain
berikan, orang yang memanjangkan kainnya (di bawah mata dengan cara yang batil dan jangn menyuap hakim untuk
kaki), dan orang yang menjual barang dagangannya dengan memenangkan perkara dari harta orang lain dengan dosa
sumpah palsu.” termasuk harta yang haram dan dosa yang terlarang yaitu

Ayat Riba : QS ali imron : 130 dan al baqoroh 275-276 Riba : memliki harta orlin tidak dngn timbnagn yang di
:Tafsir : Yang dimaksud riba di sini ialah riba nasi’ah. brikan, ridwah : harta yang di gunakan untk menyuap hakim,
Menurut sebagian besar ulama bahwa riba nasi’ah itu menerima sodaqoh abgi orang yang mampu, Menjual bacaan
selamanya haram, walaupun tidak berlipat ganda (Riba itu al quran,Menrima upah ibadah solat dll.
ada dua macam: nasiah dan fadhl. Riba nasiah ialah
pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang
meminjamkan. Riba fadhl ialah penukaran suatu barang “Barangsiapa merampas hak seorang muslim dengan
sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan
dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya
mengharamkan baginya surga,” maka salah seorang
karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian,
bertanya,”Meskipun sedikit, wahai Rasulullah?” Rasulullah
seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan menjawab,”Ya, meskipun hanya setangkai kayu sugi
sebagainya. Riba yang dimaksud dalam ayat ini riba nasiah (siwak).”[HR Muslim. “Setiap muslim terhadap muslim yang
yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat lain adalah haram darahnya, harga dirinya, dan hartanya”.
Arab zaman jahiliyah.).Allah melarang hamba-hamba-Nya [HR Muslim].
yang beriman melakukan riba dan memakannya dengan
berlipat ganda, sebagaimana yang mereka lakukan pada masa
jahiliyah. Orang-orang jahiliyah berkata, “Jika utang sudah Sungguh menakutkan bukan ketika kita berani mengambil
jatuh tempo, maka ada dua kemungkinan: dibayar atau hak milik orang lain, bukan siksa di dunia saja yang kita
dapatkan akan tetapi siksa di akhirat menunggu kita.
dibungakan. Jika dibayarkan, maka selesai urusannya. Jika
Seharusnya kita bisa memaknai hidup kita dengan hal-hal
tidak dibayar, maka dikenakan bunga yang kemudian
yang positif. Hidup apa adanya, semampu kita, tak perlu iri
ditambahkan kepada pinjaman pokok”. Maka pinjaman yang dengan orang lain, tak perlu bersikap memaksakan diri untuk
sedikit dapat bertambah besar berlipat-lipat (pinjaman hidup lebih dengan cara-cara kotor.
ditambah bunga, lalu dibungakan lagi).Mematuhi segala
perintah dan menjauhi segala larangan Allah adalah
ditujukan untuk kebaikan manusia itu sendiri. Allah Ketika kita telah berani mengambil barang, hak milik orang
menghendaki manusia untuk menjadi orang yang beruntung, lain sekecil apapun maka kita harus bersiap kehilangan
namun tergantung juga kepada manusia itu sendiri akan bahkan kehilangan yang kita rasakan akan jauh lebih besar.
Hati-hatilah dalam berhutang, jangan sampai kita tidak
memilih keberuntungan atau tidak. Keberuntungan yang
membayarnya….jika kita tidak membayar hutang, sama saja
sebagai akibat taqwa kepada Allah ini mencakup
kita telah mengambil hak milik orang lain
keberuntungan di dunia dan di akhirat.

Ayat tentang menakar menimbang : Qs al arop : 85, Al


isro :35, Al anam : 152 : Tafsir : Dikususkan ancaman itu
terhadap orang yang berbuat curang dalam menimbang hal
itu sbelum nambi muhmad di utus olh allah menjadi adat
kebiasaan uyang di lakukan oleh para pengussaha baik di
mekah maupun di madinah, di madinah ada seorang laki laki
namanya abu juainah dia mempunyai 2 timbang kecil dan
yang besar apbila menimbnag untuk di beli hasil pertanian
/buahhan dengn mengunakan timbngan yang besr apabila dia
menjual dia menggunakan tmbngan yang kcil. Yang menjdi
sbb kerusakan adal : kcurangan dalam menakar tdak jjur
tujuannya korupsi, Kebhngan dan kmunafikan.

Etika konsumsi dalam islam : qs al baqoroh : 172-173


tafsir : Melalui firman-Nya, Allah swt. memerintahkan
hamba-hamba-Nya yang beriman agar memakan makanan
yang baik-baik dari rizki yang telah dianugerahkan Allah
Ta’ala kepadanya, dan supaya mereka senantiasa bersyukur
kepada-Nya atas rizki tersebut, jika mereka benar-benar
hamba-Nya. Memakan makanan yang halal merupakan salah
satu sebab terkabulnya do’a dan diterimanya ibadah.
Sebagaimana memakan makanan yang haram menghalangi
diterimanya do’a dan ibadah. Hal itu sebagaimana
diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad
dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan


tidak menerima kecuali yang baik-baik. Dan sesungguhnya
Allah telah memerintahkan kepada orang-orang yang
beriman apa yang telah diperintahkan kepada para rasul. Dia
berfirman, ‘Hai Para rasul, makanlah makanan yang baik-
baik dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku
Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan.’ (QS. Al-
Mu’minun: 51) Dia juga berfirman, ‘Hai orang-orang yang
beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang
Kami berikan kepadamu.’ (QS. Al-Baqarah: 172)

Kemudian Rasulullah menceritakan seseorang yang


melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan pakaiannya
berdebu. Ia mengangkat kedua tangannya ke langit seraya