Anda di halaman 1dari 17

BAB I

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

1.1 Sejarah singkat perusahaan / industri

PT Gapura Angkasa adalah salah satu perusahaan Ground Handling hasil


patungan anatara tiga perusahaan BUMN, yaitu PT. Garuda Indonesia, PT
Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, yang 100% sahamnya dimiliki oleh
pemerintah hanya statusnya bukan BUMN. Pada awalnya PT Garuda
Indonesia selaku airlines melaksanakan kegiatan Ground Handling untuk
keperluan perusahaan sendiri, mengingat kebutuhan akan pelayanan yang
profesional dan tuntutan hasil kerja yang optimal dengan tanpa mengabaikan
unsur keselamatan (safety), kehandalan (reliability), ketepatan waktu
(punctuality) dan kepuasan pelanggan (costumer satisfaction), maka PT
Garuda Indonesia mempertimbangkan untuk menyerahkan kegiatan
pelaksanaan Ground Handling untuk semua pesawat yang dimilikinya dan
bisa berkonsentrasi pada operasional pesawat saja. Dari sinilah asal mula
dibentuknya PT GAPURA ANGKASA.

PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II (sebagai pemegang otoritas di


hampir seluruh bandara di Indonesia). Pada tanggal 26 Januari 1998 dan
bersamaan dengan ulang tahun ke-49 PT Garuda Indonesia maka komisaris
dari ketiga perusahaan negara tersebut memutuskan untuk mendirikan PT
Gapura Angkasa sebagai perusahaan pelayanan darat yang melayani
penerbangan domestik dan internasional di pelabuhan udara. PT Gapura
Angkasa terus menerus belajar dari pengalaman dan menjaga kualitas
pelayanan kepada pelanggan. Tanggung jawab dan kewajiban PT Gapura
Angkasa untuk menjadi pelengkap dan untuk bekerja sama dalam melayani
operasional penerbangan di Indonesia dan untuk memberikan kecakapan
dan ketepatan pelayanan yang hanya dapat diraih dengan mengembangkan
sistem manajemen, peralatan yang layak dipakai dan memiliki motivasi tinggi
merupakan kunci dari perjalanan perusahaan.

Pada mulanya PT Garuda Indonesia melaksanakan kegiatan secara


keseluruhan mulai dari tiket, pelayanan penumpang, pelayanan pesawat
serta penanganan kargo.Namun setelah dirasakan perlu adanya
profesionalisme dalam pelayanan Ground Handling maka PT Angkasa Pura I
dan II memutuskan mendirikan perusahaan baru. Dengan menempatkan
beberapa tim kerja dari PT Garuda Indonesia untuk berkarir di PT Gapura
Angkasa ini merupakan salah satu cara untuk menjaga kepercayaan publik
bahwa PT Gapura Angkasa dipegang oleh tim yang profesional dibidangnya.

Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No: SR-04/MK/016/1998


dan akte pendirian nomor 32 tanggal 26 Januari 1998, bukti bahwa kerja

6
sama antara PT Garuda Indonesia dengan PT Angkasa Pura I dan II
melahirkan perusahaan baru yakni PT Gapura Angkasa. Pendirian PT
Gapura Angkasa ini diharapkan mampu menciptakan sinergi kuat hingga
tercapainya kinerja perusahaan yang sehat, profesionalisme yang pada
akhirnya mampu mengembangkan misi perusahaan untuk menjadi
perusahaan Ground Handling yang terbaik di Asia.

PT Gapura Angkasa mulai dikenal di dunia internasional melalui pertemuan


IATA (International Air Transport Association) di Kuala Lumpur bulan april
1998 dan PT Gapura Angkasa mulai dikenal dunia (khususnya bagi
International Airlines dan perusahaan Ground Handling). Ground Handling
International Magazine vol.3 issue may 1 june 1998 (hal.2) yang
dipublikasikan oleh Ground Handling International Publication & Exhibition of
The Stable (UK). Iklan tersebut mengukuhkan keanggotaan PT Gapura
Angkasa dalam IATA.

Dengan berdirinya PT Gapura Angkasa, PT Garuda Indonesia langsung


menyerahkan pelayanan Ground Handling kepada pihak PT Gapura
Angkasa. Setelah beberapa bulan beroperasi, PT Gapura Angkasa mendapat
tawaran untuk menjadi rekan kerja airlines yang lain, yaitu : Silk Air dan Royal
Brunei menambah daftar klien PT Gapura Angkasa cabang Balikpapan dan
Bouraq dilayani oleh PT Gapura Angkasa cabang Manado, dan bulan
Agustus 1998 Trans Nusantara (penerbangan kargo) menandatangani
kerjasama dengan PT Gapura Angkasa untuk penerbangan cabang : Jakarta,
Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Ambon, dan Jayapura. Setelah Silk Air,
Royal Brunei, Bouraq, dan Trans Nusantara, giliran Qantas Airways
menandatangani kerjasama dengan PT Gapura Angkasa.

Sampai saat ini PT Gapura Angkasa telah mempunyai 51 klien yaitu Air
China, Aeroflot Russian Airlines, Aviastar, China Airlines, China Southern
Airlines, Continental Airlines, Air Asia, Japan Airlines, Air North, Korean Air,
Airfast Indonesia, Airfrance KLM, Asialink Cargo Airlines, Malaysian Airlines,
Batavia Air, Cardigair, Pacific Royale, Cathay Pacific, Qantas, Royal Brunei,
Silk Air, Thai Airways, Lion Air, Vietnam Airlines, Wings Air, Citilink,
Expressair, Firefly, Air New Zealand, Hainan Airlines, Kalstar Aviation,
Hongkong Airlines, Skywest, Nordwind Airlines, MAI, Garuda Indonesia,
Nusantara, Qatar Airways, RPX One Stop Logistics, Shanghai Airlines,
Shenzhen Airlines, Sky Aviation, Sichuan Airlines Co. Ltd., Sriwijaya Air,
Transmile, Travira Air, Tri-M.G. Airlines, Jetstar, Eastindo.com, dan
Chartered, VVIP, Military Flights. Khusus untuk PT Gapura Angkasa cabang
Denpasar di tahun 2013 ini memiliki 15 klien baik airlines internasional
ataupun domestik, yaitu : Garuda Indonesia, Malaysia Airlines, Thai Airways,
China Airlines, Korean Air, Air France KLM, Qatar Airways, Hong Kong
Airlines, Skywest Airlines, Cathay Pacific, Nord Wind, Jetstar, Batavia Air, Air
New Zealand, dan Citilink.

7
1.2 Visi dan misi perusahaan / industri

Visi
Menjadi penyedia jasa ground handling dan jasa terkait lainnya di bandar
udara dengan kualitas layanan kelas dunia (To Provide World-Class Airport
Services)

Misi
Sebagai perusahaan penyedia jasa ground handling dan jasa terkait lainnya
di bandar udara, guna berkontribusi positif dalam integrasi bisnis jasa
penerbangan nasional

1.3 Struktur organisasi perusahaan / industri

STRUKTUR ORGANISASI
KANTOR CABANG BANDARA HANG NADIM
PT. GAPURA ANGKASA

General Manager (GM)

Bombong
Widiatmoko

Manager Operasi Manager Administrasi &


(MO) Keuangan (MI)

Praktistika Indra Jellita Juliyanthi

Spv. Pax & Baggage Spv. Pax & Baggage Spv. Ground Support
Premium (KP) LCC (KP) Equipment (MG)

Herlina Susiani Tanzil Aziz Iskandar Zulkarnain

Spv. Cargo Handling


(FF)

Efi Rakhmad Tribakti

8
1.4 Ruang lingkup perusahaan / industri

1. Passenger and baggage handling

Di dalam Praktek kerja lapangan dibidang ground handling ada beberapa


objek (bagian) diantaranya yaitu :

a.Check-In
b. Gate
c. Greeting
d. Flight Operation
e. Ramp
f. L/L (Lost and Found)
g. GSE (Ground Support Equipment) Operator

a. Check-In
Di sini kita dapat mempelajari bagaimana proses pelaporan kembali
penumpang yang akan masuk ke pesawat yang meliputi pengecekan
idenritas penumpang, pemilihan/penempatan tempat duduk didalam pesawat,
permintaan khusus penumpang (Kursi Roda, Spesial Meal, dsb) serta proses
pelaporan bagasi untuk dikumpulkan/dimuat kedalam gerobak yg nantinya
akan dimasukkan kedalam compartement pesawat (Loading Bagasi). Setiap
penumpang akan mendapatkan free bagasi sebesar :

 Kelas Y = 20 kg
 Kelas C = 30 kg
 Kelas F = 40 kg

Ketika berat bagasi penumpang melampaui berat free bagasi, maka


penumpang tersebut harus membayar jumlah berat yang kelebihan tersebut.
Ketentuan besarnya biaya yang harus dibayarkan penumpang diatur oleh
kebijakan masing-masing airlines. Batas maksimal berat bagasi yang bisa
dilaporkan adalah 32 kg, jika berat bagasi lebih dari 32 kg maka bagasi harus
masuk kedalal Kargo. Dan untuk tas yang hendak dibawa menuju cabin
(Handcarry) harus memiliki berat tidak lebih dari 7 kg dengan volume yang
telah ditentukan.
Dan jika penumpang memiliki barang bawaan yang dikategori sebagai
dangerous goods, terbuat dari besi, tabung gas, dsb harus melaporkan
barang bawaaan tersebut untuk ditindaklanjuti apakah bisa dibawa terbang
dengan pesawat atau tidak. Untuk dangerous sendiri, penanganannya
dilakukan oleh AVSEC (Aviation Security) dan nantinya akan dibuatkan
sebuah dokumen yang bernama NOTOC (Notification To Captain)

9
b. Gate
Tugas dan pembelajaran yang bisa didapat disini adalah mengenai cara
pengecekan ulang kartu identitas penumpang yang disesuaikan dengan
nama penumpang yang tertera pada boarding pass. Tujuannya sendiri adalah
untuk mencegah adanya penumpang gelap yang tidak membeli tiket. Selain
itu, disini kita bertugas untuk melakukan kegiatan boarding yang akan
diperintahkan oleh Ramp. Dalam kegiatan boarding ini kita mempersiapkan
penumpang untuk masuk kedalam pesawat serta menghitung jumlah
penumpang yang ada, untuk disesuaikan dengan jumlah penumpang masuk
yang terdapat disistem check-in. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengindari
kelebihan atau kekurangan jumlah penumpang yang tidak diketahui.

c. Greeting
Bagian ini sangat identik dengan sambutan. Karena disini Kita menjadi orang
yang menyambut penumpang ketika turun dari pesawat dan mengarahkan
penumpang tersebut menuju pintu kedatangan (Arrival). Begitu pun
sebaliknya, ketika petugas gate telah melakukan boarding penumpang, maka
kita bertugas untuk mengarahkan penumpang menuju ke pesawat yang
sesuai dengan tujuannya. Selain mengarahkan penumpang, disini kita harus
mengawasi penumpang agar tidak melakukan aktifitas yang dianggap
mengganggu dan menghambat kegiatan petugas ground handling di area
apron.

d. Flight Operation
Tidak sembarangan orang bisa menempati posisi ini. Hanya orang yang
memiliki lisensi FOO (Flight Operation Officer) resmi yang bisa berada di
bagian ini. Tugas yang diemban Flight Operator ini adalah membantu pilot
yang sedang mengudara dengan cara berkomunikasi lewat radio untuk
memberikan dan memperisapkan berbagai informasi dan dokumen yang
berhubungan dengan pesawat (Keadaan cuaca, Load Sheet, Flight Plan,
dsb.). Untuk seorang yang melakukan praktek kerja lapangan, kita dapat
mengambil pelajaran bagaimana cara mempersiapkan dokumen yang
dibutuhkan pesawat, memantau pesawat, dan memberi berbagai
informasiyang dibutuhkan pilot yang sedang mengudara.

e. Ramp
Ramp bisa diibaratkan sebagai pemimpin diarea ramp (Area sekitar pesawat
ketika pesawat mulai mendarat sampai kembali lepas landas. Tugas ramp
sendiri adalah mengkoordinir semua bagian mulai dari check-in, gate,
greeting dan flight operation untuk dapat dengan segera menyelelasikan
tugasnya masing-masing sebelum waktu keberangkatan pesawat,, supaya
pesawat tidak mengalami keterlambatan (delay). Selain itu ramp juga
bertugas mengawasi setiap pergerakan dan kegiatan diarea ramp seperti
Proses Refueling, Catering Uplift, Loading & Unloading Bagasi, Cargo & Mail,
Proses naik turun penumpang dan mengumpulkan berkas-berkas seperti
ramp checklist, fuel order, meal order, dsb.

10
f. Lost and Found (L/L)
Ini adalah bagian dimana kita dapat mempelajari bagaimana cara
penanganan bagasi penumpang yang turun dari pesawat. Hal yang paling
penting disini adalah ketelitian dan kesabaran menghadapi berbagai macam
sifat penumpang. Tugas pokok lost and found sendiri adalah mengecek
bagasi penumpang dengan cara menyamakan nomor bagasi yang ada di
label bagasi masing-masing penumpang, serta mengurus kelebihan,
kehilangan dan kerusakan bagasi yang dialami penumpang.

Banyak penyebab terjadinya kelebihan, kerusakan, dan kehilangan bagasi,


salah satunya adalah terjadi kesalahan pelabelan bagasi oleh petugas airline
atau salah muat bagasi ke penerbangan lain. Prosedur untuk pencarian
bagasi adalah, penumpang datang ke unit baggage service kemudian
mengisi PIR/ property irregularity report selanjutnya jika dokumen sudah
lengkap pihak airline akan melakukan pencarian tracing. Setelah bagasi
ditemukan airline bisa mengirim ke alamat penumpang dengan biaya
pengiriman ditanggung oleh airline tersebut.

g. GSE (Ground Support Equipment) Operator


Tugas pokok dari GSE Operator adalah mempersiapkan berbagai alat dan
perlengkapan GSE yang dibutuhkan oleh pesawat pesawat saat berada di
area apron. Peralatan GSE sendiri meliputi 2 bagian yaitu :

1) Non-powered Equipment
Yaitu alat dan perlengkapan GSE yang dalam fungsi dan kegunaannya tidak
memerlukan energy ataupun bahan bakar untuk menggunakannya.
Contohnya : Wheel cock, PBS (Passenger Boarding Stairs), container &
pallet.

2) Powered Equipment
Alat dan perlengkapan GSE Powered Equipment ini adalah semua alat dan
perlengkapan yang memerlukan energy atau bahan bakar untuk dapat
mengoperasikannya. Contohnya : GPU (Ground Power Unit), Container
Loader, Lavator

2. Operation

a. Departemen control adalah unit kerja di jajaran apron PT Gapura Angkasa


yang bertugas memonitor dan mengkoordinasi pelaksanaan seluruh
operasional penerbangan yang ditangani oleh PT Gapura Angkasa di
bandara.

b. Load control adalah unit kerja di jajaran apron PT Gapura Angkasa yang
bertugas mempersiapkan, mengontrol dan membuat dokumen muatan
pesawat.
c. Load master adalah staf yang bertugas menaikkan dan menurunkan
muatan dari dan ke compartment pesawat,

11
d. Ramp handling, adalah unit kerja di jajaran apron PT Gapura Angkasa
yang bertugas sebagai koordinator pelaksanaan handling pesawat di apron.

3. Kargo

PT. Gapura Angkasa melaksanakan pelayanan pengiriman kargo yang


dimulai dari proses penerimaan, storage dan pemberangkatan kargo
(Outgoing dan Incoming Cargo). Adapun airlines yang dilayani atau
menggunakan jasa PT. Gapura Angkasa Cabang Bandar Udara Internasional
Adai Sucipto Yogyakarta, antara lain :
1. Garuda Indonesia (GA)
2. Malaysia Airlines (MH).

12
BAB II
DESKRIPSI KEGIATAN SELAMA OJT

2.1 Alur kerja proses bisnis di unit OJT

Di dalam Praktek kerja lapangan, ada beberapa objek (bagian) yang dapat
dipelajari, diantaranya yaitu :
a. Check-In
b. Gate
c.Ramp
d. L/L (Lost and Found)

2.2 Spesifikasi tugas yang dilaksanakan

a. Check-In
Setelah saya Duty di Check-in saya belajar entri data pada
sistem,document Ibu Hamil, perbantuan wheel chair, serta pelebelan
bagasi .
b. Gate
Saat saya duty di Gate, saya belajar Sweeping Baggage, Document
Wheel Chair, Document Sweeping Baggage, Membawa Wheel Chair
masuk kedalam pesawat, menjemput Wheel Chair dari pesawat,
membantu mengarahkan penumpang ke pintu keluar atau pintu masuk ke
pesawat, membantu mengganti sanboard tujuan pesawat.
c. Ramp
Saat Duty di Ramp, saya belajar Ramp Checklist Garuda Indonesi, Ramp
Checklist Citilink .
d. L/L
Dan yang terakhir saat saya Duty di LL , saya membantu memerikla label
bagasi penumpang Garuda Indonesia, Citilink. Membantu membuat data
penumpang Transit, membantu membuat data Courtesy Tracing Lost Of
Uncheked Article Report.

13
2.3 Target Yang Diharapkan

Saya mengharapkan setelah selesai OJT ini saya bisa bergabung di


PT.Gapura Angkasa, saya akan memperlihatkan kinerja saya dengan sebaik-
baiknya dengan pelayan yang memuaskan.

2.4 Perangkat keras yang di gunakan di LL

Microsoft Exel

2.5 Perangkat Lunak yang di gunakan di CITILINK

Gunau & Naviter

2.6 Dokumen atau File yang di hasilkan

Dokumen-dokumen atau File-file yang dihasilkan adalah :

a. Check-in

1.1 Surat Layak Terbang 1.2 Cek-Id

1.3 Pelabelan Bagasi 1.4 Print Boardingpass

14
b. Gate

1.5 form Sweeping Baggage

1.6 Pre Boarding Announcment 1.7 sweeping baggage

15
c. Ramp

1.7 Ramp Checklis

16
d. L/L

1.8 Courtesy Tracing 1.9 Label Bagasi

17
BAB III

TUGAS KHUSUS / TOPIK LAPORAN

3.1 Tugas khusus / topik laporan

Topik Laporan ini saya sebagai Mahasisw/i OJT di PT. Gapura Angkasa memiliki
kemampuan memahami dan melaksanakan proses yang di ajarkan serta
mempraktikan dalam setiap kegiatan yang saya laksanakan, seperti :

a. Layanan pada saat kedatangan


- Menyambut penumpang
- Ramah terhadap penumpang
- Mengarahkan penumpang ke pintu keluar
- Mendampingi penumpang untuk proses pelaporan Transit
- Menjemput Wheel Chair turun dari pesawat
- Membantu Wheel Chair mengambil bagasi
- Membantu Wheel Chair ke wc
- Membantu pengecekan label bagasi penumpang agar tidak tertukar
dengan bagasi penumpang yang lain
- Membantu membuat Courtesy Tracing Lost Of Unchecked Article
Report
- Membantu mengumpulkan data penumpang yang Transit

b. Layanan pada saat keberangkatan


- Mengarahkan penumpang keruang tunggu
- Memberi tahu penumpang jam keberangkatan
- Memberi tahu penumpang bahwa tidak boleh membawa tas lebih dari
2 (dua)
- Wheel Chair lebih dulu masuk ke pesawat
- Membantu penumpang menunjukan pintu pesawat
- Membantu Sweeping Baggage penumpang
- Membantu membuat Sweeping Baggage Receipt Form
- Membantu membuat Surat Pernyataan Wheel Chair

18
BAB IV PENUTUP

KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, salah satu faktor penting untuk menunjang kegiatan
transportasi udara adalah adayanya ground handling. Ground Handling
adalah perusahaan penerbangan yang berkaitan dengan penanganan atau
pelayanan terhadap penumpang, mulai dari bagasi, kargo, peralatan
pembantu pergerakan pesawat didarat dan pesawat terbang itu sendiri
selama berada dibandara, sejak pesawat udara tersebut mendarat sampai
lepas landas. Dan setelah mempelajari dunis penerbangan di PT. Gapura
Angkasa saya memperoleh pengetahuan dan wawasan tentang kinerja di
dunia penerbangan .

4.2 Manfaat dari tugas yang dilaksanakan

Manfaat dari tugas yang dilaksanakan adalah :

- Saya dapat lebih mengerti tentang PT. Gapura Angkasa,

- Saya lebih mengetahui secara langsung kinerja di dunia penerbangan

- Saya bisa menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama saya OJT di
PT.Gapura Angkasa .

4.3 Manfaat OJT bagi siswa

- OJT adalah penerapan seorang mahasiswa/i pada dunia kerja nyata


yang sesungguhnya, yang bertujuan untuk mengembangkan
keterampilan dan etika pekerjaan, serta untuk mendapatkan
kesempatan dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan
yang ada kaitannya dengan kurikulum pendidikan.
- Program OJT yang dilaksanakan bertujuan untuk memenuhi
kewajiban dan menjadi bekal bagi mahasiswa/i untuk nantinya terjun
langsung ke dunia lapangan pekerjaan. Selain itu, agar mahasiswa/i
dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama diperkuliahan
dengan dunia pekerjaan atau lingkungan industri.

19
- Saya dapat menambah wawasan serta ilmu yang terus berkembang
dalam Dunia Penerbangan
- Saya dapat memperoleh Data-data atau File-file yang diperlukan
- Saya dapat menerapkan ilmu yang telah saya dapat selama saya OJT
di PT. Gapura, Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam .

20
4.4 Saran

Salah satu faktor penting untuk menunjang kegiatan transportasi udara ini
adalah adanya ground handling. Ground Handling atau dalam bahasa
Indonesia biasa disebut dengan Tata Operasi Darat adalah aktifitas
perusahaan penerbangan yang berkaitan dengan penanganan atau
pelayanan terhadap para penumpang berikut bagasinya, kargo, pos,
peralatan pembantu pergerakan pesawat di darat dan pesawat terbang itu
sendiri selama berada di Bandara, sejak pesawat udara tersebut mendarat
sampai lepas landas. Ground Handling tersebut menangani pre-flight service
dan post-flight service.

Ground Handling sendiri dapat dijadikan media pembelajaran bagi


seseorang yang ingin mempelajari dan mendalami dunia pekerjaan dalam
bidang ini. Dan hal tersebut banyak dimanfaatkan pelajar. Mahasiswa untuk
melakukan kegiatan praktek kerja lapangan diperusahaan penyedia jasa
Ground Handling, salah satunya adalah PT. Gapura Angkasa.

Dan Setelah mempelajari dunia penerbangan khususnya Ground Handling di


PT. Gapura Angkasa kita memperoleh pengetahuan yang paling utama
tentang proses dan prosedur penanganan, penjemputan tamu ( VIP
Assistance, Meet and Greet, dan Airport Representative ) penumpang, bagasi
dan cargo.

 Lampiran :

 Surat lampiran dari lembaga

21
 Administrasi OJT

22