Anda di halaman 1dari 26

CRITICAL BOOK REPORT

MK. PERKEMBANGAN
PESERTA DIDIK

PRODI S1 PGSD-FIP

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

(Dra. Rahmulyani, M.pd.,2019)

Nama Mahasiswa : Mauliddina Utami

NIM : 1192411043

Dosen Pengampu :Friska Indria Nora Hrp S.pd, M.pd

Mata Kuliah : Perkembangan Peserta Didik

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN – UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

SEPTEMBER 2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena
atas rahmat dan kasih saying- Nya sehingga saya dapat membuat dan menyelesaikan
tugas Critical Book Report mata kuliah Perkembangan Peserta Didik. Terima kasih
juga saya ucapkan kepada bapak dosen pengampu yang telah membimbing dan
memberi bahan kepada saya untuk menyelesaikan tugas Critical Book report ini.

Harapan saya hasil dari Critical Book Report ini dapat bermanfaat bagi siapa
saja yang membacanya. Sebagai manusia biasa tentu tugas ini masih ada kekurangan-
kekurangan oleh sebab itu dengan tangan terbuka saya menginginkan kritik dan
saran dari bapak dosen pengampu maupun dari para pembaca untuk kebaikan dan
kesempurnaan pembuatan critical book report selanjutnya.

Sekian dan terima kasih.

Medan, September 2019

Penyusun

Mauliddina utami

1192411043

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………….…………..ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ……………………………………………………….…………………1

1.2 Tujuan CBR ………………………………………………………………….……….....1

1.3 Manfaat CBR ……………………………………………………………….……….…..1

BAB II IDENTITAS BUKU DAN RINGKASAN ISI BUKU

2.1 Identitas Buku ……………………………………………………………………..……2

2.2 Bab I ………………………………………………………………...…….…………….3

2.3 Bab II ……………………………………………………………………………………4

2.4 Bab III ………………………………………………………………………….……….6

2.5 Bab IV …………………………………………………………………………………11

2.6 Bab V …………………………………………………………………………………..12

2.7 Bab VI ……………………………………………………..........……………………..13

2.8 Bab VII ……………………………..………………………………………………….14

2.9 Bab VIII …………………………........………………………………………………..16

2.10 Bab IX ………………………………..………………………………………………19

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Keunggulan Buku …………….....……………………………………………………..22

3.2 Kelemahan Buku ………………………………...…………………………………….22

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan …………………………………...………………………………………..23

4.2 Saran ………………………………………..……………………………………….23.

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada dasarnya semua buku yang telah ditulis oleh para penulis memiliki
keunikan masing masing. Namun ada juga diantara mereka yang masih memiliki
kekurangan hingga buku tersebut belum begitu sempurna untuk dipelajari
sehinnga dibutuhkan buku lain untuk melengkapi kekurangan buku yang
demikian.
Oleh karena itu saya membuat critical book ini untuk melihat perbedaan dan
persamaan darin kedua buku yang berbeda penulisnya mengenai suatu materi
pembelajaran dan juga untuk memenuhi tugas mata kuliah perkembangan peserta
didik.

1.2 Tujuan CBR


1. Mengetahui kelebihan buku perkembangan peserta didik agar dapat menarik
perhatian para pembaca bahwasannya buku ini bagus untuk dibaca
2. Mengetahui kekurangan isi buku
3. Mencari dan mengetahu informasi mengenai topic yang terkandung dalam
kedua isi buku.

1.3 Manfaat CBR


1. Dapat memberi informasi kepada pembaca buku mengenai kelebihan dan
kelemahan pada isi buku.
2. Dapat membantu para mahasiwa dalam memilah buku yang bagus untuk
dipelajari.

1
BAB II

IDENTITAS BUKU DAN RINGKASAN ISI BUKU

2.1 Identitas Buku

Identitas Buku 1

Judul Buku : Perkembangan Peserta Didik

Penulis : Dra. Rahmulyani, M.Pd., Kons

Penerbit : Unimed Press

Tahun terbit : 2019

Tebal Halaman : 195 halaman

ISBN : 978-602-7938-39-7

Identitas Buku II

Judul Buku : Perkembangan Peserta Didik

Penulis : Dra., Hj., Sitti Hartinah, DS., M.M

Penerbit : PT Refika Aditama

Tahun terbit : 2008

Tebal Halaman : 228 Halaman

ISBN : 979-1073-10-4

2
Ringkasan Isi Buku

2.2 BAB 1

HAKEKAT PERKEMBANGAN

Perkembangan merupakan serangkaian perubahan perubahan progressif yang


terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman dalam diri individu
dari mulai lahir sampai mati.Perkembangan secara umum mempunyai ciri ciri sebagai
berikut : (1) Terjadinya perubahan dalam. (2) Terjadinya perubahan dalam proporsi.
(3) Lenyapnya tanda tanda yang lama. (4) Diperolehnya tanda tanda yang baru.

Selain itu, perkembangan juga memiliki prinsip, diantaranya sebagai berikut :


(1) perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti. (2) Semua aspek
perkembangan saling mempengaruhi. (3) Perkembangan mengikuti pola. (4)
perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan. (5) Setiap fase perkembangan
mempunyai ciri khas. (6) Setiap individu yang normal akan mengalami fase
perkembangan. (7) Prinsip kematangan.

Pembangian fase perkembangan dapat ditinjau dari analisis biologis yaitu


menentukan fase perkembangan berdasarkan keadaan atau proses pertumbuhan
tertentu. Selain itu perkembangan juga dapat berdasarkan pada apa yang dapat
diberikan pasda anak pada masa tertentu dan bagaimana mengajar anak pada usia
tertentu.

Kriteria dalam menentukan fase fase perkembangan individu dapat didasarkan


pada : (1) Fase usia prasekolah (2) Fase usia sekolah dasar (3) Fase usia sekolah
menengah (4) Fase usia mahasiswa.

3
2.3 BAB 2

TEORI TEORI PERKEMBANGAN

a. Teori Psikoanalisis
 Teori Freud (1856-1939)

Teori ini menyatakan bahwa kepribadian memiliki tiga struktur, diantaranya :


(1) Id (2) Ego (3) Superego. Id terdiri dari insting, yang merupakan persediaan energi
psikis individu, tidak memiliki kontak dengan realitas. Sedangkan ego membuat
keputusan rasional. Selain itu, superego diartikan sebagai stuktur kepribadian yang
mempertimbangkan apakah sesuatu itu benar atau salah.

 Teori Erik Erikson (1902-1994)

Menurut teori erikson, kemajuan manusia dicapai melalui de;lapan tahap


perkembangan yang berlangsung seumur hidup. Didalam setiap tahap dihadapkan
pada sebuah krisis yang merupakan suatu tugas perkembangan unik yang harus
diselesaikan.

b. Teori kognitif
 Teori pieget (1896-1980)

Menurut teori ini individu secara aktif membangun pemahaman mengenai dunia dan
melalui empat tahap perkembangan kognitif.

 Teori vygotsky (1896-1934)

Menurut teori ini menekankan bagaimana budaya dan interaksi social mengarahkan
perke,mbangan kognitif yang tidak terpisahkan dari aktivitas social dan budaya.

 Teori perkembangan informasi

4
Menurut teori ini secara bertahap remaja mengembangkan kapasitas yang lebih besar
untuk memproses informasi, dimana hal ini memungkinkan mereka untuk
memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang kompleks.

c. Teori perilaku dan kognitif social


 Behaviorisme skinner

Teori ini menekankan studi ilmiah mengenai respons perilaku yang teramati serta
determinan lingkungan, dalam hal ini pikiran, kesadaran, atau ketidaksadaran tidak
dibutuhkan untuk menjelaskan perilaku dan perkembangan.

 Teori kognitif social

Menurut teori ini menyatakan bahwa perilaku lingkungan dan kognisi merupakan
factor factor penting dalam perkembangan.

d. Teori kontekstual ekologis

Teori ini menekaankan kepada pentingnya pengaruh lingkungan terhadap


perkembangan yang mengidentifikasi kedalam 5 sistem lingkungan, antara lain
mikrosistem, mesosisterm, eksosistem, makrosistem, kronosistem.

e. Orientasi teori eklektif

Dari semua teori tentang perkembangan, tidak satupun diantaranya dapat menjelaskan
perkembangan manusia secara lengkap san menyeluruh. Oleh sebab itu diperlukan
pendekatan eklektif dalam mempelajari perkembangan manusia.

5
2.4 BAB 3

PERKEMBANGAN REMAJA

A. Perkembangan fisik

Selain terjadi pertambahan tinggi badan yang sangat cepat, pada masa remaja
berlangsung perkembangan seksual yang cepat pula. Perkembangan ini ditandai
dengan munculnya ciri – ciri kelamin primer dan sekunder. Ciri ciri kelamin primer
berkenaan dengan perkembangan alat reproduksi baik pada pria maupun wanita.
Sedangkan kelamin sekunder berkenaan dengan tumbuhnya bulu bulu pada seluruh
badan, perubahan suara semakin besar, membesarnya buah dada pada wanita, dan
tumbuhnya jakun pada pria.

Factor factor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik ;

1. Factor internal , meliputi (a) sifat jasmaniah yang diwariskan dari orang
tuanya (b) kematangan
2. Factor eksternal, meliputi (a) kesehatan (c) makanan (4) stimulasi
lingkungan.

B. Perkembangan Intelektual

Secara umum kemampuan berfikir formal mengarahkan remaja kepada


pemecahan masalah masalah berfikir secara sistematik. Berkembangnya kemampuan
berfikir formal operasional pada remaja ditandai dengan 3 hal penting :

1. Anak mulai mampu berfikir mengenai kemungkinan kemungkinan .


2. Anak telah mampu berfikir ilmiah.
3. Remaja telah mampu memadukan ide ide secara logis.

6
Factor yang memengaruhi perkembangan intelektual kognitif antara lain :

1. Factor Hereditas
Factor ini membahas mengenai sifat sifat yang dimiliki anak sejak lahir yang
akan menentukan daya intelektualnya .
2. Factor lingkungan
a. Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dilihat anak sejak lahir.
Disinlah anak akan diberikan pendidikan pendidikan kecil dalam berbagai
bidang kehidupan sehingga anak memiliki informasi dan pengetahuan
yang banyak sebagai alat untuk berfikir.
b. Sekolah
Sekolah merupakan lembaga formal yang diberi tanggung jawab untuk
meningkatkan perkembangan anak termasuk perkembangan berfikir anak.
Guru hendaknya menciptakan hubungan yang akrab dengan peserta didik,
sehingga peserta didik akan merasa aman mengenai segala masalah yang
dialaminya .

C. Perkembangan emosi.

Emosi termasuk kedalam ranah afektif, emosi juga banyak berpengaruh pada
fungsi fungsi psikis yang lainnya seperti pengamatan, tanggapan, pemikiran, dan
kehendak. Individu akan mampu melakukan pengamatan atau pemikiran dengan baik,
jika disertai dengan emosi yang baik pula.

1. Bentuk bentuk emosi

Bentuk bentuk emosi meliputi ; (1) Amarah (2) Kesedihan (3) Rasa takut (4)
Kenikmatan (5) Cinta (6) Terkejut (7) Jengkel (8) Malu.

7
2. Hubungan antara emosi dan tingkah laku

Hubungan antara emosi dan tingkah laku adalah bahwa emosi dapat memainkan
peranan penting dalam pola berfikir maupun tingkah laku individu.

3. Ciri ciri perkembangan emosi remaja


a. Perubahan jasmani
b. Perubahan pola interaksi dengan orangtua
c. Perubahan interaksi dengan teman sebaya
d. Factor pandangan luar
e. Perubahan interaksi dengan sekolah
f. Kematangan emosi.

D. Perkembangan Bahasa

Sejak bayi mulai berkomunikasi dengan orang lain, sejak itu pulabahasa mulai
diperlukan oleh manusia. Perkembangan bahasa bayi dimulai dengan suara tanpa arti
dan diikuti dengan bahasa satu suku kata, dua suku kata, dan seterusnya sampai
menyusun kalimat sederhana dan seterusnya melakukan sosialisasi dengan bahasa
yang semakin kompleks sesuai dengan tingkat perilaku social.

1. Hubungan kemampuan berbahasa dan kemampuan berfikir

Aktivitas berfikir individu sesungguhnya dibantu dengan menggunakan


symbol-simbol verbal dan tata hukum bahasa.guna menggabungkan kata kata
menjadi satu kalimat yang bermakna berapa pun seseorang dalam berfikir tidak
mengeluarkan kata kata secara eksplisit melainkan hanya didalam hati .
sesungguhnya ketika proses berfikir itu menggunakan bantuan bahasa bahasa yang
dilafalkan didalam hati.

8
2. Factor factor yang mempengaruhi perkembangan bahasa
a. Kognisi f. status social ekonomi keluarga
b. Pola komunikasi dalam keluarga g. kondisi lingkungan
c. Jumlah anak atau anggota keluarga
d. Posisi urutan kelahiran
e. Kedwibahasaan

E. Perkembangan bakat khusus

Bakat merupakan kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan


keterampilan baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus. Bakat berbeda
dengan kemampuan yang mengandung makna sebagai daya untuk melakukan sesuatu
sebagai hasil pembawaan dan latihan. Sedangkan bakat khusus merupakan
kemampuan bawaan berupa potensi khusus dan jika memperoleh kesempatan
berkembang dengan baik, akan muncul sebagai kemampuan khusus dalam bidang
tertentu sebagai potensinya.

1. Hubungan antara bakat dengan prestasi

Perwujudan nyata dari bakat dan kemampuan adalah prestasi. Karena bakat
dan kemampuan sangat menetukan prestasi seseorang, orang yang memiliki bakat
matematika diprediksikan mampu mencapai prestasi yang menonjol dalam bidang
matematika. Prestasi yang menonjol dalam bidang matematika merupakan cerminan
dari bakat khususnya yang dimiliki dalam bidang tersebut.

2. Factor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus


a. Factor internal, meliputi ;
 Minat
 Motif prestasi
 Keberanian mengambil resiko
 Keuletan dalam menghadapi tantangan

9
b. Factor eksternal, meliputi ;
 Kesempatan maksimal untuk mengembangkan diri
 Sarana dan prasarana
 Dukungan dan dorongan keluarga
 Lingkungan tempat tinggal
 Pola asuh orang tua

10
2.5 BAB 4

TUGAS – TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA

Menurut Robert J. Havighust, ia mengatakan bahwa tugas perkembangan


adalah tugas yang muncul pada saat atau sekitar satu periode tertentu dari kehidupan
individu dan jika berhasil akan menimbulkan fase bahagia dan membawa
keberhasilan dalam melaksanakan tugas – berikutnya.

A. Jenis tugas tugas perkembangan remaja


1. Mencapai hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya
baik pria maupun wanita
2. Mencapai peran social pria dan wanita
3. Menerima keadan fisiknya dan menggunakannya secara efektif
4. Mencari kemandirian emosional dari orang tua dan orang orang
dewasa lainnya.
5. Mencapai jaminan kebebasan ekonomis
6. Memilih dan menyiapkan lapangan pekerjaan
7. Persiapan melalui kehidupan berkeluarga
8. Mengembangkan keteramplan intelektual dan konsep yang penting
untuk kompetensi kewarganegaraan
9. Mencapai dan mengharapkan tingkah laku social yang bertanggung
jawab
10. Memperoleh suatu himpunan nilai nilai dan sistem etika sebagai
pedoman tingkah laku.

11
2.6 BAB 5

KEBUTUHAN DAN PERBEDAAN KEBUTUHAN REMAJA

Menurut Abraham H. Maslow (1970), Ia menyatakan bahwa manusia sebagai


makhluk yang tidak pernah berada dalam keadaan sepenuhnya puas. Dalam konteks
ini Maslow mengemukakan hierarki kebutuhan dari yang paling dasar sampai yang
paling tinggi, yaitu :

1. Kebutuhan fisiologis
2. Kebutuhan ingin rasa aman
3. Kebutuhan rasa memiliki dan kasih sayang
4. Kebutuhan penghargaan
5. Kebutuhan rasa ingin tahu
6. Kebutuhan estetik
7. Kebutuhan pertumbuhan
8. Kebutuhan aktualisasi diri

A. Kebutuhan remaja dalam perkembangannya


1. Kebutuhan akan kasih sayang
Terlihat adanya sejam masa yang lebih muda dan menunjukkan berbagai
cara perwujudan selama masa remaja.
2. Kebutuhan akan keikutsertaan dan diterima dalam kelompok
Ini merupakan hal yang penting sejak remaja melepaskan diri dari
keterikatan keluarga dan berusaha memantapkan hubungan hubungan
dengan teman lawan jenis.
3. Kebutuhan untuk berdiri sendiri
Dimulai sejak usia lebih muda menjadi sangat penting manakala remaja
dituntut untuk mengambil keputusan.

12
2.7 BAB 6

PERKEMBANGAN KONSEP DIRI

Konsep diri merupakan gagasan tentang diri sendiri yang mencakup


keyakinan, pandanagn dan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri.

A. Dimensi konsep diri


1. Pengetahuan
Dimensi pertama dari konsep diri ini adalah apa yang kita ketahui tentang diri
sendiri . gambaran diri tersebut pada dasarnya akan membentuk citra diri.
2. Harapan
Harapan merupakan apa yang kita cita citakan di masa depan. Ketika kita
mempunyai sejumlah pandangan tentang siapa kita sebenarnya, pada saat
yang sama kita juga mempunyai sejumlah pandangan lain tentang
kemungkinan menjadi apa diri kita dimasa yang akan dating.
3. Penlaian
Penilaian diri sendiri merupakan pandangan kita tentang harga atau kewajaran
kita sebagai pribadi.

B. Factor yang mempengaruhi konsep diri


a. Usia kematangan e. Teman teman sebaya
b. Penampilan diri f. kreativitas
c. Nama dan julukan g. cita cita
d. Hubungan keluarga

13
2.8 BAB 7

PENYESUAIAN DIRI DAN FACTOR FACTOR YANG MEMPENGARUHIYA

A. Pengertian penyesuaian diri

Menurut sekneiders, pengertian penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut
pandang, yaitu :

1. Penyesuaian diri sebagai adaptasi, yaitu penyesuaian diri sebagai suatu usaha
mempertahankan diri secara fisik.
2. Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas, yaitu penyesuaian diri dimana
individu diharuskan untuk selalu mampu menghindarkan diri dari
penyimpangan perilaku, baik secara moral, social, maupun emosional.
3. Penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan, yaitu penyesuaian diri dengan
kemampuan untuk merencanakan dari mengorganisasikan respons dalam cara
cara tertentu sehingga konflik ataupun kesulitan tidak terjadi.

B. Proses penyesuaian diri

Menurut Sehmenders, proses penyesuaian diri melibatkan 3 unsur, diantara sebagai


berikut:

1. Motivasi
2. Sikap terhadap realitas dan proses penyesuaian diri
3. Pola dasar proses penyesuaian diri

14
C. Karakteristik penyesuaian diri remaja
1. Penyesuaian diri remaja terhadap peran dan identitasnya
Dalam konteks ini, penyesuaian diri remaja secar khas berupaya untuk dapat
berperan sebagai subjek yang kepribadiannya memang berbeda dengan anak
ataupun orang dewasa.
2. Penyesuaian diri remaja terhadap pendidikan
3. Penyesuaian diri remaja terhadap kehidupan
Dalam konteks ini, mereka ingin memahami kondisi seksual dirinya dan
lawan jenisnya serta mampu bertindak untuk menyalurkan dorongan
seksualnya yang dapat dimengerti dan dibenarkan oleh norma social dan
agama.
4. Penyesuaian diri remaja terhadap norma social
Dalam konteks ini remaja ingin diakui keberadaanya dalam masyarakat luas
serta ingin bebas menciptakan aturan aturan tersendiri yang lebih sesuai untuk
kelompoknya.
5. Penyesuaian diri remaja terhadap penggunaan waktu luang
6. Penyesuaian diri remaja terhadap penggunaan uang
7. Penyesuaian diri remaja terhadap kecemasan konflik dan frustasi.

D. Faktor yang mempengaruhi proses penyesuaian remaja


1. Kondisi fisik, meliputi aspek hereditas dan konstitusi fisik, sistem utama
tubuh, dan kesehatan fisik
2. Kepribadian, meliputi unsur kemauan dan kemampuan untuk berubah,
pengaturan diri, realisasi diri, dan intelegensi
3. Edukasi atau pendidikan, meliputi belajar, pengalaman, latihan,
determinasi diri
4. Lingkungan, meliputi lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat
5. Agama dan budaya

15
2.9 BAB 8
PERMASALAHAN YANG TIMBUL PADA MASA REMAJA USIA
SEKOLAH MENENGAH
A. Masalah masalah yang mungkin timbul bertalian dengan perkembangan fisik
dan psikomotorik
1. Adanya variasi yang mencolok dalam tempo dan irama serta
kepesatan laju perkembangan fisik antara individu atau kelompok
yang dapat menimbulkan kecanggungan bergaul satu sama lain.
2. Perkembangan ukuran ukuran tinggi dan berat badanm yang
kurang proporsional
3. Perubahan suara dan peristiwa menstruasi dapat juga menimbulkan
gejala emosional tertentu seperti perasaan malu.
4. Matangnya organ reproduksi membutuhkan pemuasan biologis,
jika tidak terbimbing akan mendorong remaja melakukan homo
seksual.
B. Masalah masalah yang mungkin timbul berkenaan dengan perkembangan
bahasa dan perilaku kognitif.
1. Jika individu yang memiliki IQ tinggi tetapi kurang bimbingan,
maka akan membawa aksesnosikologis
2. Kadang kadang terjadi ketidakselarasan antara keinginan atau
minat seseorang dengan bakat khusus yang dimilikinya, akan
membawa kesulitan dalam memilih program atau jurusan
disekolahnya.

C. Masalah yang timbul bertalian dengan perkembangan periolaku social,


moralitas dan keagamaan
1. konflik orang tua yang mungkin berakibat tidak senang dirumah
bahkan ada yang lari meninggalkan rumah.
2. Melakukan perbuatan yang justru bertentangan dengan norma
masyarakat atau agamanya.
16
D. Masalah yang timbul bertalian dengan perkembangan perilaku afektif, konatif,
dan kepribadian
1. Mudah sekali digerakkan untuk melakukan kegiatan destruktif
yang spontan untuk melampiaskan ketegangan emosianalnya
meskipun ia tidak mengetahui maksud yang sebenarnya dari
tindakan tindakannya itu.
2. Ketidakmampuan menegakkan kata hatinya membawa akibat
sukar terintegrasikan dan sistesis fungsi fungsi psiko-fisinya yang
berlanjut akan sukar pula menemukan identitas pribadinya.

E. Masalah tawuran
Tawuran merupakan suatu kegiatan perkelahian atau tindak kekrasan yang
dilakukan oleh sekelompok orang atau satu rumpun masyarakat atau suku
karena adanya perbedaan pandangan dan tujuan akan suatu hal.
1. Tawuran remaja yang pernah terjadi di beberapa wilayah
 Tawuran antar pelajar warnai hari guru di Medan
 Razia pelajar
 Siswa SMP hadang dan bacok murid sekolah lain hingga
tewas
2. Faktor yang menyebabkan tawuran pelajar
a. Factor internal, meliputi
 lemahnya pertahanan diri
 kurangnya kemampuan dalam menyesuaikan diri
b. factor eksternal, meliputi
 factor lingkungan yang tidak kondusif
 factor Ekonomi
3. upaya mencegah dan mengatasi masalah tawuran
a. keteladanan keluarga

17
b. peran sekolah
 membuat peraturan sekolah yang tegas
 memberikan pendidikan anti tawuran
 mendeteksi dan menangani pelajar berotak criminal
 menjalin komunikasi dan kerjasama pelajar antar
sekolah
 membuat program ekstrakulikuler tawuran
c. peran lingkungan sekolah, diperlukan suasana dan
lingkungan yang kondusif bagi perkembangan interaksi
social para pelajar.
d. Kebijakan pemerintah, ditegakkan nya lagi program
penataran P4.

18
2.10 BAB 9

IMPLIKASI PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH MENENGAH


TERHADAP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

A. Implikasi perkembangan fisik dan perilaku psikomotorik


Perilaku psikomotorik pada usia remaja menunjukkan gerakan gerakan yang
canggung dan kurang terkoordinasikan. Pada masa ini terjadi perbedssn
perkembangan psikomotorik antara perkembangan remaja putri dan remaja
pria. Remaja putri biasanya lebih cepat berkembang sekitar satu sampai dua
tahun dibandi ngkan dengan remaja pria.
A. Implikasi perkembangan bahasa dan perilaku kognitif.
Dalam hal perkembangan kognitif, siswa sekolah menengah telah mampu
mengoperasikan kaidah kaidah logika formal, seperti asosiasi, diferensiasi,
komparasi dan hubungan sebab akibat meskipun masih bersifat abstrak dan
relatif terbatas.
B. Implikasi perilaku social, moralitas dan keagamaan
Implikasi dari perkembangan perilaku social, moral dan keagamaan anak usia
sekolah menengah adalah pendidikan hendaknya dilaksanakan dalam bentuk
bentuk kelompok belajar atau perkumpulan remaja yang positif.
C. Implikasi perilaku apektif, konatif, dan kepribadian
Kecenderungan tipe kepribadian sudah menujukkan pola, meskipun belum
begitu terpadu. Kecenderungan minat dan pilihan karier sudah relative lebih
jelas. Masa usia sekolah menengah ini merupakan masa krisis identitas.
Sekiranya kondisi psiko sosialnya menunjang maka akan tampak identitas
yang positif, sebaliknya jika tidak menunjang akan tampak identitas yang
negative.

19
D. Implikasi perkembangan emosi remaja terhadap penyelenggaraan pendidikan
1. Pengembangan keterampilan emosional, dapat dilakukan dengan cara :
 Mengungkapkan perasaan
 Mengelola perasaan
 Memahami perasaan
 Menilai intensitas perasaan
 Mengendalikan dorongan hati
2. Pengembangan keterampilan kognitif
 Belajar membaca dan menafsirkan isyarat isyarat social
 Belajar menggunakan langkah langkah penyelesaian masalah dan
pengambilan keputusan
 Belajar bersikap positif
 Belajar memahami sopan santun
 Belajar mengembangkan kesadaran diri
3. Pengembangan keterampilan perilaku
 Mempelajari komunikasi verbal dan nonverbal
 Belajar mengambil keputusan pribadi
 Belajar mengelola perasaan
 Belajar menangani keputusan pribadi
 Belajar membuka diri
 Belajar mengembangkan tanggung jawab pribadi
 Belajar mengembangkan ketegasan
 Belajar menyelesaikan konflik
E. Implikasi perkembangan konsep diri
1. Membuat siswa mendapat dukungan dari guru
2. Membuat siswa merasa bertanggungjawab
3. Membuat siswa merasa mampu
4. Mendorong siswa agar bangga dengan dirinya secara realitis

20
F. Implikasi tugas tugas perkembangan remaja bagi pendidikan
1. Sekolah dan perguruan tinggi perlu memberikan kesempatan
melaksanakan kegiatan kegiatan non akademik melalui perkumpulan
2. Siswa yang lambat perkembangan jasmaninya diberi kesempatan
berlomba dalam kegiatan kelompoknya sendiri.
3. Apabila ada remaja bertinhkah laku yang tidak sesuai dengan jenis
kelaminnya, mereka perlu dibantu melalui bimbingan dan konseling.
4. Pemberian bantuan kepada siswa untuk memilih lapangan kerja yang
sesuai dengan minat dan keinginannya.

21
BAB III

PEMBAHASAN

BUKU UTAMA

1. Keunggulan
 Cover atau sampul buku cukup menarik untuk dilihat
 Cara penyajian materi cukup bagus
 Sistematika penulisan buku sudah bagus
 Pada setiap bab dibuat rangkuman mengenai materi yang sudah
dijelaskan.
2. Kelemahan
 Pembahasan setiap bab terlalu panjang sehingga membuat pembaca
merasa bosan
 Penyajian bahasa dalam buku kurang dapat dimengerti
 Terdapat kata yang sulit dimengerti atau dipahami
 Masih ada penulisan kata yang salah

BUKU PEMBANDING

1. Keunggulan
 Cover buku kurang menarik perhatian bagi pembaca.
 Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
 Sistematika penulisan buku kurang bagus.
2. Kelemahan
 Terlalu banyak pembahasan.
 Pada setiap bab tidak dibuat rangkuman sehingga pembaca terlalu
bosan untuk membaca setiap bab.

22
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan

Di dalam buku perkembangan peserta didik ini mengenai kekurangan


dalam penulisan dan pembahasan yaitu dalam penulisan buku masih ada
penulisan EYD yang kurang tepat sehingga pembaca merasa kurang puas
dalam buku ini, selanjutnya dalam pembahasan buku peekembangan peserta
didik ini masih ada kata yang masih kurang berkenan dalam pembahasan
sehingga pembaca merasakan beberapa subab yang masih pembaca kurang
pahami, selanjutnya dalam pemaparan yang menyangkut analisis kualitas tes
itu masih belum paham dalam subab tersebut dengan demikian penulis lebih
rinci dalm pemaparan subab tersebut.

4.2 Saran
Ada baiknya jika pada penulisan isi buku menggunakan kata ataupun
kalimat yang dapat dipahami oleh pembaca, serta ditambahkan gambar
animasi sehingga membuat pembaca tidak merasa cepat bosan ketika
membacanya.

23