Anda di halaman 1dari 8

RANGKUMAN PRAKTIKUM

FARMAKOLOGI

BY DEPDIK 2018
KEDOKTERAN GIGI
Universitas Jenderal Achmad Yani
 PRAKTIKUM FARMAKOKINETIK
Alat dan bahan: - Corong plastik
- Gelas Ukur
- Alkohol 70%
- Stop Watch
- 22 Beaker glass 500 cc
- Baby Fish 10 ekor tiap beaker glass
Tujuan Praktikum : Mengamati pengaruh berbagai dosis obat terhadap respon hewan percobaan

Prinsip Percobaan : Untuk effective dose Semakin tinggi konsentrasi alkohol dalam
suatu cairan, semakin banyak ikan yang mengalami eksitasi (ikannya tuh bergerak tidak mengikuti
arus air, tetapi malah vertikal gitu guysss)

Untuk lethal dose Semakin tinggi konsentrasi alkohol dalam suatu


cairan, semakin cepat ikan yang mati

Cara Kerja : Pokoknya untuk cara kerjanya tuh sama buat lethal dose sama effective
dose , disiapin dulu 11 beaker glass, diisi air 200 cc + ikan, baru ditambah air + alkohol 200 cc
(air+alkohol totalnya 200cc, bukan air 200cc+alkohol), siapin alkoholnya diakhir karena alkohol
mudah menguap, nanti volumenya berkurang. NAH BEDANYA, effective dose kadar alkoholnya
dimulai dari 10,12,14............30cc kalau yang lethal dose kadar alkoholnya dimulai dari
26,28,30............46cc, terus diamati dehhh selama 5 menit, itung berapa ikan yang ekstasi pada
percobaan effective dose dan hitung jumlah ikan yag mati di percobaan lethal dose.

Pembahasan : Bagusnya hasil percobaan yang didapat itu sesuai dengan prinsip percobaan , tapi
hasilnya bisa beda karena beberapa faktor contohnya dosis yang terlalu tinggi, kondisi ikan yang
tidak segar serta besar kecilnya ukuran ikan.
Keterangan : itu gambar yang dari data yang kita dapet waktu praktikum
Keterangan : Nah yang diatas itu grafik yang sesuai sama prinsip percobaan

Jadi, margin of safety itu didapat dari LD50 DAN ED50, cara nentuinnya tarik garis lurus
di 50%, nanti garis itu memotong di garis grafik yg Effectived Dose (ED) sama di Lethal Dose
(LD), terus dikasih titik dan ditarik garis ke bawah NAH DAPET DEH MARGIN OF
diberikan
SAFETYNYA. Margin of safety itu batas aman dosis suatu obat, kalo misalnya obatnya
kurang dari margin of safety, maka tidak akan timbul efek terapetik dan kalo misalnya diberikan
lebih, akan menimbulkan efek toksik.

LD50 tuh adalah lethal dosis yang menyebabkan 50% kematian pada ikan. ED50 tuh dosis
yang menyebabkan 50% efek maksimum pada ikan. Efek maksimum tuh efek maksimam dari obat
yang masih aman diterima ikan, terus kenapa dinamain LD50 sama ED50 tuh karena mereka
diambil dari garis yang dibuat di 50%.
 PRAKTIKUM RESPON INDIVIDUAL

Alat dan bahan :


4 buah beaker glass 1 L
4 Dispossible syring 1cc
Na Phenobarbital 0,5cc untuk setiap syring
Hewan : tikus putih (mencit)
Tujuan :
Mengamati variasi individual terhadap obat
Prinsip Percobaan :
tiap individu memiliki respon farmakokinetik dan farmakodinamik yang berbeda terhadap
obat
Cara kerja :
- siapkan 4 ekor tikus, masukkan kedalam beaker glass
- amati tingkah laku tikus
- siapkan syring yang sudah diisi dengan Na phenobarbital
- suntikkan Na phenobarbital secara intraperitoneal pada tiap tikus
- tunggu obat bereaksi sampai 30 menit
- lalu, perhatikan tingkah laku tikus tersebut
tingkat pengaruh obat :
+ : ataksia, kondisi tikus menjadi tidak terlalu lincah dibandingkan posisi awal
++ : tidur, tapi masih memberikan respon kalo ada rangsangan
+++ : ga memberikan respon, kaya yang mati tapi masih nafas gitu gaes
++++ : udah is dead si tikusnya
Pembahasan :

Dari hasil praktikum, Penyuntikan Na phenobarbital terhadap 4 ekor mencit yang diberikan
perawatan sama, ukuran tubuh, berat badan, usia, dan jenis kelamin sama dapat menghasilkan
respon yang berbeda. Ini tuh karna tiap individu punya farmakokinetik sama farmakodinamik yang
beda.

Faktor yang mempengaruhi respon individu terhadap obat tuh ada farmakokinetik,
farmakodinamik, usia, jk, ukuran tubuh, bb, cara pemberian obat, waktu pemberian obat, kondisi
patologis, toleransi, dan faktor genetik. Tapi pada praktikum berhubung tikusnya sama, perawatan
sebelum praktikumnya sama, usia sama, jk sama, bb hampir sama, cara pemberian obat sama,
waktu pemberian obat sama, jadi pengaruh obat terhadap respon individu diliat dari
farmakokinetik sama farmakodinamiknya.

Nah, farmakokinetik tuh proses perjalanan obat di dalam tubuh, kaya proses absorbsi, distribusi,
metabolisme, sampe obat di ekskresikan. Kenapa farmakokinetik beda-beda tiap orang, soalnya
tingkat penyerapan obat tiap individu tuh beda gaes. Contohnya tingkat penyerapan orang di usus
halus tuh beda-beda

Terus, kalo farmakodinamik tuh efek obat terhadap organ yang ditujunya . kenapa
farmakodinamik berbeda tiap orang tuh karna respon fisiologis tiap individu terhadap obatnya
beda- beda. Contohnya orang yang sudah tua atau orang yang punya penyakit tertentu tuh akan
mempengaruhi respon individual. Karna kondisi organnya sudah tidak sebaik saat masih muda
atau sehat.

JANGAN LUPA DIBACA YA GUYS!!! JANGAN LUPA BACA JUGA BUKU


PRAKTIKUMNYA  SEMANGATT !!!!!!! SEMOGA MEMUASKAN OSPENYA, AAMIIN