Anda di halaman 1dari 11

Jawaban Soal:

1. Level of strategy dalam perencanaan strategis:


Konsep strategi yang sering dikemukakan oleh para ahli pada umumnya
memiliki tiga hierarki yang masing-masing memiliki critical point tersendiri.
Mullins dan Walker (2010:41) menyatakan: “The three major levels of strategy
in most large, multiproduct organizations are (1) corporate strategy, (2)
business-level strategy, and (3) functional strategies focused on a particular
product-market entry. In small, single-product-line companies or
entrepreneurial start-ups, however, corporate and business-level strategic
issues merge.”

Menurut Hayes dan Wheelwright, 1984 dalam (Tjiptono, 2003:4) strategi dalam
suatu perusahaan terdiri dari strategi level korporasi, level unit bisnis atau 18 lini
bisnis, dan level fungsional. Penjelasan dari ketiga hierarki strategi adalah
sebagai berikut:
a) Strategi Level Korporasi
Strategi level korporasi dirumuskan oleh manajemen puncak yang mengatur
kegiatan dan operasi organisasi yang memiliki lini atau unit bisnis lebih dari
satu. Dalam mengembangkan sasaran level korporasi, setiap perusahaan
perlu menentukan salah satu dari beberapa alternatif berikut: 1) Kedudukan
dalam pasar; 2) Inovasi; 3) Produktivitas; 4) Sumber daya fisik dan finansial;
5) Profitabilitas; 6). Prestasi dan pengembangan manajerial; 7) Prestasi dan
sikap karyawan; dan 8) Tanggung jawab sosial.
b) Strategi Level Unit Bisnis
Strategi level unit bisnis lebih diarahkan pada pengelolaan kegiatan dan
operasi suatu bisnis tertentu. Pada dasarnya strategi level unit bisnis
berupaya menentukan pendekatan yang sebaiknya digunakan oleh suatu
bisnis terhadap pasarnya dan bagaimana melaksanakan pendekatan tersebut
dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan dalam kondisi pasar
tertentu. Salah satu contoh strategi level unit bisnis adalah model yang
dikemukakan oleh Porter (1980), dimana ada tiga strategi generic yang dapat
dipilih, yaitu diferensiasi, fokus, dan cost leadership.
c) Strategi Level Fungsional
Strategi level fungsional merupakan strategi dalam kerangka fungsi-fungsi
manajemen (secara tradisional terdiri atas riset dan pengembangan,
keuangan, produksi dan operasi, pemasaran, personalia/sumber daya
manusia) yang dapat mendukung strategi level unit bisnis. Sebagai contoh,
bila strategi level unit bisnis menghendaki agar diadakan pengembangan
produk baru, maka departemen riset dan pengembangan berupaya menyusun
rencana mengenai cara mengembangkan produk baru tersebut. Menurut
Tjiptono (2003:5), strategi fungsional umumnya lebih terperinci dan
memiliki jangka waktu yang lebih pendek daripada strategi organisasi.
Tujuan pengembangan strategi fungsional adalah untuk
mengkomunikasikan tujuan jangka pendek, menentukan tindakan-tindakan
yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan jangka pendek, dan untuk
menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pencapaian tujuan tersebut.
Strategi fungsional perlu dikoordinasikan satu sama lain untuk menghindari
terjadinya konflik kepentingan dalam organisasi.

Penerapan level of strategy di lingkungan lembaga kependidikan dapat


digolongkan ke dalam tiga tingkatan, yakni:
1) Strategi korporasi
Strategi korporasi pada dasarnya mempunyai dua fokus strategi yaitu
penspesifikasian industri dimana divisi bisnis dari organisasi perusahaan akan
bersaing pengalokasian sumber-sumber daya perushaan untuk divisi bisnis
itu. Strategi korporasi dalam bidang pendidikan terkait dengan keputusan-
keputuan strategis dalam soal pendanaan untuk selalu portofolio dari unit-unit
di bawahnya. Dengan strategi korporasi ini, organisasi pendidikan akan lebih
dapat menentukan arah untuk jenis-jenis pesaing mana yang akan siap
dihadapi oleh sumber-sumber daya yang tesedia untuk menghadapi
persaingan dengan lawan-lawan tersebut.
2) Strategi bisnis
Strategi tingkat bisnis memfokuskan pada cara sekolah dapat bersaing dengan
sekolah lain sehingga dapat menjadi daya pendorong untuk terus
meningkatkan mutu. Isu utama yang dikaji pada tingkat bisnis adalah cara
mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif dan menganalisa
kompetensi yang dapat memenuhi kebutuhan organisasi. Sekolah
mengembangkan suatu bagian organisasi sekolah dapat berupa tim kerja yang
menganalisa dan mengembangkan manajemen hubungan sekolah dengan
masyarakat sehingga sekolah mengetahui aspek yang diinginkan layanan oleh
masyarakat sebagai pedoman dan bahan pertimbangan sekolah untuk
menerapkan rencana strategis.
3) Strategi fungsional di jajaran bidang, seksi-seksi, dan sekolah-sekolah.
Strategi tingkat fungsional mempunyai ruang lingkup yang lebih sempit dari
strategi bisnis. Strategi fungsional berhubungan dengan aktivitas bidang
fungsional seperti strategi keuangan sekolah. Kepala sekolah mendelegasikan
pengembangan strategi fungsional kepada para wakil kepala sekolah, seperti
kegiatan promosi sekolah. Sekolah menganalisa keunggulan sekolah yang
nantinya dikembangkan menjadi pedoman dalam arah kebijakan sekolah.
2. Pentingnya pencermatan lingkungan di organisasi pendidikan/sekolah:
Analisis lingkungan atau disebut juga pengamatan/pencermatan lingkungan
dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang digunakan oleh perumus atau
perencana srategi untuk memantau sektor lingkungan dalam menentukan
peluang atau ancaman terhadap perusahaan. Kegiatan dalam menganalisis
lingkungan meliputi: memonitor, mengevaluasi, dan menyebarkan informasi
berdasarkan hasil pengamatan lingkungan eksternal dan internal, kepada orang-
orang penting dalam perusahaan. Tujuannya adalah sebagai alat manajemen
untuk menghindari kejutan strategis dan memastikan kesehatan manajemen
dalam jangka panjang. Dengan menganalisa lingkungan, maka organisasi akan
mampu memahami berbagai kebutuhan dan aspirasi serta perubahan-perubahan
yang terjadi dalam organisasi, dan berkembang di masyarakat sebagai rujukan
utama dalam menciptakan kesepadanan organisasi dengan kebutuhan
masyarakat. Beberapat alasan pentingnya mendiagnosis dan menganalisis
lingkungan antara lain: (1) karena lingkungan yag berubah sangat cepat/dinamis,
sehingga kebutuhan untuk beradaptasi dengan lingkungan membutuhkan
kegiatan analisis lingkungan; (2) Para manajer perlu menyelidiki lingkungan
untuk menyelidiki faktor apa yang mengancam organisasi dalam upaya
pencapaian tujuan serta menentukan apakah faktor-faktor yang ada sekarang
memberikan kesempatan lebih besar kepada organisasi dalam pencapaian
tujuan; (3) Organisasi yang secara sistematis melakukan analisi lingkungan
umumnya lebih efektif dibandingkan dengan yang tidak melakukannya.
Para pengelola pendidikan (kepala sekolah, kepala dinas pendidikan) sebagai
eksekutif modern saat ini harus mampu mengamati dan merespons segenap
tantangan yang dimunculkan oleh lingkungan eksternal baik yang dekat maupun
yang jauh. Lingkungan eksternal dekat adalah lingkungan yang mempunyai
pengaruh langsung pada operasional lembaga pendidikan, seperti berbagai
potensi dan keadaan dalam bidang pendidikan yang menjadi konsentrasi usaha
sekolah itu sendiri, situasi persaingan, situasi pelanggan pendidikan, dan
pengguna lulusan. Kesemuanya berpengaruh pada penentuan strategi yang
diperkirakan mendukung sekolah mencapai tujuannya. Lingkungan eksternal
yang jauh adalah berbagai kekuatan dan kondisi yang muncul di luar lingkungan
eksternal yang dekat meliputi keadaan sosial ekonomi, politik, keamanan
nasional, perkembangan teknologi, dan tantangan global. Secara tidak langsung
berpengaruh terhadap penyelenggaraan sistem pendidikan. Pengamatan dan
penilaian yang dilakukan secara simultan terhadap lingkungan eksternal dan
internal lembaga pendidikan memungkinkan para pengelola pendidikan mampu
mengidentifikasi berbagai jenis peluang yang ada untuk dapat merumuskan dan
mengimplementasikan berbagai rencana pendidikan secara berhasil.
Kekuatan:
a. SMA XYZ ditunjang oleh tenaga pendidik dan kependidikan yang memiliki
kompetensi tinggi
b. SMA XYZ memiliki fasilitas pendidikan yang memadai baik dari segi
jumlah maupun kualitas
c. SMA XYZ sistem pendidikan yang mengacu pada pedoman kurikulum
nasional dan domestik yang sesuai dengan kepribadian bangsa
Kelemahan:
a. Sarana dan prasarana SMA XYZ kurang ditinjau dari kelengkapan untuk
setiap jurusan
b. Rasio guru dan siswa masih belum ideal di mana jumlah siswa terlalu banyak
untuk satu rombongan kelas
c. Pembiayaan SMA XYZ yang memerlukan dana yang masih terlalu tinggi
mengingat beberapa keunggulan yang dimiliki
Peluang:
a. Peningkatan kelengkapan sarana dan prasarana melalui kerja sama dengan
pemerintah daerah dan instansi swasta lain
b. Rekrutmen guru yang memiliki kompetensi unggul terus dilakukan untuk
memenuhi rasio yang idel
c. Bantuan dari pemerintah dapat lebih meringankan biaya pendidikan yang
harus dibayarkan siswa
Tantangan:
a. Penambahan sarana dan prasarana laboratorium terkendala kekurangan
lahan
b. Guru ada yang kurang berminat untuk meningkatkan kapasitas dirinya sesuai
dengan perkembangan teknologi informasi
c. Bantuan pemerintah terkendala birokrasi yang panjang dan butuh wakut
lama untuk merealisasikannya
3. Dalam bidang pendidikan yang dimaksud dengan:
a. Core business
Undang-undang pendidikan nasional No 20 Tahun 2003 telah memberikan
definisi dari pendidikan yaitu proses yang dilakukan secara sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif yang bertujuan untuk mengembangkan potensi
dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Dengan menciptakan sumber daya
manusia yang cerdas Indonesia berharap akan dapat memajukan bangsa dan
Negara. Dari berbagai fakta empirik dilapangan, diketahui bahwa tingkat
kemajuan yang dicapai oleh suatu bangsa ditentukan oleh kualitas dari
sumber daya manusia yang dimiliki oleh bangsa tersebut. Betapa
melimpahnya sumber daya alam, modal serta sarana dan prasarana, pada
akhirnya ditangan sumber daya manusia yang handal terletak kemajuan yang
ingin dicapai. Sumber daya yang cerdas hanya dapat diciptakan dari proses
pembangunan pendidikan sehingga pembangunan pendidikanmerupakan
bagian integral dari keseluruhan pembangunan nasional. Karena hasil dari
pembangunan pendidikan akan dapat mengangkat pembangunan yang
lainnya. Pembangunan pendidikan erat hubungannya dengan mutu
pendidikan dan mutu pendidikan tidak akan terlepas dari guru dan peserta
didik yang melakukan sebuah interaksi dikenal dengan sebutan belajar
mengajar. Menurut Edward Sallis (2008:67) institusi pendidikan merupakan
pemberi jasa. Jasanya berupa pemberian beasiswa, penilaian, dan bimbingan
bagi para pelajar, para orang tua dan para sponsor Kegiatan utama
pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan
pembelajaran, sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada
pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Dalam proses belajar
mengajar yang merupakan core business dari pendidikan seorang guru
dituntut untuk meningkatkan aktivitas, kreativitas, kualitas, dan
profesionalismenya.
b. Mandat
Mandat merupakan suatu keharusan yang memiliki landasan hukum, yang
secara formal yuridis harus dilaksanakan sesuai dengan aspirasi dan
kebutuhan masyarakat. Secara organisastor mandat meliputi berbagai
kewajiban, tugas, fungsi yang harus dilakukan oleh organisasi. Pencapaian
tujuan Bidang Pendidikan menjalankan strategi hanya terfokus pada mandat
tugas yang telah tertulis secara yuridis dalam Undang-Undang No. 3 Tahun
2003 Tentang Sistem Pendidkan Nasional. Sekolah adalah organisasi
pelayanan yang diberi mandat oleh publik untuk menyelenggarakan
pendidikan sebaik-baiknya. Mengingat sekolah adalah organisasi pelayanan
publik, maka sekolah harus transparan kepada publik mengenai proses dan
hasil pendidikan yang dicapai. Transparansi dicapai melalui kemudahan dan
kebebasan publik untuk memperoleh informasi dari sekolah. Transparansi
sekolah perlu ditingkatkan agar publik memahami situasi sekolah dan
dengan demikian mempermudah publik untuk berpartisipasi dalam
penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Upaya-upaya yang perlu dilakukan
dalam kerangka meningkatkan transparansi sekolah kepada publik antara
lain melalui pendayagunaan berbagai jalur komunikasi, baik secara langsung
melalui temu wicara, maupun secara tidak langsung melalui jalur media
tertulis (brosur, leaflet, newsletter, pengumuman melalui surat kabar)
maupun media elektronik (Darma, 2010: 72).
c. Societal Environment
Societal environement dibedakan menjadi tiga tempat, yaitu lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Selanjutnya
diuraikan indikator lingkungan sosial antara lain dari lingkungan keluarga
meliputi cara orang tua mendidik dan suasana rumah, dari lingkungan
sekolah meliputi relasi guru dengan guru dan relasi siswa dengan siswa, dari
lingkungan sosial meliputi bentuk kehidupan masyarakat dan teman bergaul.
Societal environment sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak secara
mental dan spiritual.
4. Analisis EFAS dan IFAS
Dalam analisa SWOT ini ada empat faktor utama yang akan dilakukan
pengamatan, yaitu Strength, Weakness, Opportunities dan Threats.
Analisis EFAS (Eksternal Faktor Analysis Summary)
Digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor eksternal organisasi. Data
eksternal organisasi dikumpulkan untuk menganalisis hal-hal yang menyangkut
persoalan ekonomi, sosial budaya, demografi, politik, pemerintah, serta data
eksternal lainnya, yang nantinya berpengaruh terhadap kesempatan dan ancaman
bagi organisasi. Dalam sel kesempatan, dirumuskan beberapa peluang yang
dihadapi oleh organisasi.
Analisis IFAS (Internal Faktor Analysis Summary)
Digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal organisasi yang berkaitan
dengan kekuatan dan kelemahan yang dianggap strategis. Data dan informasi
aspek internal organisasi dapat digali dari beberapa fungsional organisasi
misalnya dari aspek manajemen, sumber daya manusia,pemasaran, produk dan
lain-lain dalam sel (Strengths) menentukan beberapa ancaman yang dihadapi
organisasi. Dalam sel (Weakness), menentukan bebrapa kelemahan yang masih
membelit organisasi.

Hasil analisis pada tabel matriks faktor strategi internal dan faktor strategi
eksternal dipetakan pada matriks posisi dengan cara berikut:
 sumbu horizontal (x) menunjukkan kekuatan dan kelemahan, sedangkan
sumbu vertical (y) menunjukkan peluang dan ancaman.
 posisi organisasi ditentukan dengan hasil sebagai berikut:
- kalau peluang lebih besar daripada ancaman maka nilai y > 0 dan
sebaliknya kalau ancaman lebih besar daripada peluang maka nilainya y <
0.
- kalau kekuatan lebih besar daripada kelemahan maka nilai x > 0 dan
sebaliknya kalau kelemahan lebih besar daripada kekuatan maka nilainya
x < 0.
Keterangan masing-masing kuadran diagram analisis SWOT adalah:
Kuadran I : Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Organisasi
tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat
memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus
diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan
pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy).
Kuadran II : Meskipun menghadapi berbagai ancaman, organisasi ini masih
memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus
diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk
memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi
diversifikasi (produk atau pasar).
Kuadran III: Organisasi menghadapi peluang pasar yang sangat besar,
tetapi dilain pihak, ia menghadapi beberapa
kendala/kelemahan internal. Kondisi bisnis kuadran 3 ini mirip
dengan Question Mark pada BCG matrik. Fokus strategi
organisasi ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal
organisasi sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih
baik. Misalnya, Apple menggunakan strategi peninjauan
kembali teknologi yang dipergunakan dengan cara
menawarkan produk-produk baru dalam industi
microcomputer.
Kuadran IV: Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan,
organisasi tersebut menghadapi berbagai ancaman dan
kelamahan internal.

Alat untuk menyusun faktor-faktor strategis organisasi adalah matrik SWOT.


Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan
ancaman eksternal yang dihadapi organisasi dapat disesuaikan dengan
kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan
empat set kemungkinan alternatif strategis yang dijelaskan seperti gambar
dibawah ini:
Tabel Matrik SWOT
a. Strategi SO
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran organisasi, yaitu dengan
memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan
peluang sebesar-besarnya.
b. Strategi ST
Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki
organisasi untuk mengatasi ancaman.
c. Strategi WO
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada
dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
d. Strategi WT
Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensive dan
berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari
ancaman.