Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’ala yang telah memberikan nikmat serta
hidayah-Nya terutama nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah mata kuliah Dasar Akutansi Keuangan dengan judul “PROSES PANCATATAN
AKUNTANSI”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata
kuliah Dasar Akutansi Keuangan di STIE Persada Bunda
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan pembuatan makalah,
khususnya kepada dosen kami yang telah memberikan arahan dalam pembuatan makalah ini,
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tepat pada waktunya.
Dalam penulisan makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan baik pada teknik
penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan
saran dari semua pihak yang membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini.

Pekanbaru, 17 April 2015

Tim Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................1
DAFTAR ISI............................................................................ ...................................2
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................3
A. Latar Belakang..............................................................................................................3
B. Rumusan Masalah.........................................................................................................3
C. Tujuan Penulisan...........................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN..............................................................................................4
A. Pengertian Akuntansi.....................................................................................................4
B. Persamaan Dasar Akuntansi..........................................................................................4
C. Proses Pencatatan Akuntansi........................................................................................5
D. Pengertian Siklus Akuntansi...........................................................................................7
BAB III PENUTUP......................................................................................................8
A. Kesimpulan....................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................9
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Jika berbicara mengenai masalah kehidupan pasti menyangkut kesejahteraan manusia di


dunia. Bukan hanya hal dari segi biologis saja, tetapi juga menyangkut kehidupan sosial di
masyarakat. Dalam konteks kesejahteraan tidak lepas pengaruhnya dari segi ekonomi. Ekonomi
memang sangat penting untuk di pelajari dan di terapkan ilmunya sebagai salah satu cara
mensejahterakan masyarakat di dunia. Dalam hal ekonomi, Akuntansi adalah cara serta seni yang
digunakan untuk mempermudah dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan
aktivitas keuangan.

Akuntansi juga dapat diterjemahkan sebagai cara atau metode yang digunakan untuk
menyelenggarakan pencatatan-pencatatan mengenai transaksi keuangan sehingga menghasilkan
informasi yang relevan untuk pengambilan suatu keputusan. Pada proses akuntansi,
pengidentifikasian peristiwa-peristiwa ekonomi dilakukan terlebih dahulu. Setelah
teridentifikasi, peristiwa-peristiwa ekonomi tersebut kemudian dicatat untuk menjadi alur
aktivitas keuangan perusahaan. Pencatatan terdiri atas pembuatan jurnal peristiwa-peristiwa
secara sistematis dan kronologis. Di dalam pencatatan, peristiwa-peristiwa ekonomi juga akan
diklarifikasikan dan dibuat ikhtisarnya.

Dalam makalah ini kami akan membahas tentang Proses Pencatatan Akuntansi

B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana pemrosesan transaksi keuangan?


2. Bagaimana langkah-langkah dalam proses pencatatan (Akuntansi)?
3. Apa kegunaan dari Jurnal?

C. TUJUAN PENULISAN

1. Untuk memahami pemrosesan transaksi keuangan


2. Untuk memahami langkah-langkah dalam proses pencatatan (Akuntansi)
3. Untuk memberikan beberapa kegunaan yang signifikan pada proses pencatatan
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN AKUNTANSI
Secara umum, akuntansi (accounting) dapat dipahami sebagai suatu proses kegiatan mengolah
data keuangan (input) agar menghasilkan informasi keuangan (output) yang bermanfaat bagi
pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan atau organisasi ekonomi yang
bersangkutan.

Akuntansi juga dapat diterjemahkan sebagai cara atau metode yang digunakan untuk
menyelenggarakan pencatatan-pencatatan mengenai transaksi keuangan sehingga menghasilkan
informasi yang relevan untuk pengambilan suatu keputusan.

Transaksi adalah kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, atau
yang mengakibatkan berubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara kekayaan dan sumber
pembelanjaan.

B. PROSES PENCATATAN AKUNTANSI


I. TRANSAKSI KEUANGAN
Sudah merupakan keharusan bahwa setiap transaksi keuangan yang dilakukan harus disertai
dengan bukti. Bukti merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kerja pada
atasan bahwa transaksi telah dilakukan
1. Macam-macam Bukti Transaksi
a. Bukti Transaksi Internal
1) Memo antarbagian
Dibuat oleh bagian bagian yang terdapat dalam perusahaan untuk kepentingan perusahaan itu
sendiri. Biasanya digunakan sebagai dasar pencatatan selanjutnya
2) Memorial Post
Merupakan bukti yang menunjukkan adanya keputusan, misalnya dari bagian penanggung jawab
perlengkapan mengenai penggunaan perlengkapan perusahaan

b. Bukti Transaksi Eksternal


1) Faktur
Faktur adalah bukti penjualan barang yang dilakukan secara kredit yang dibuat oleh pihak
penjual dan diberikan kepada pihak pembeli. Faktur ini biasanya dibuat rangkap, yang asli
diberikan kepada pembeli sebagai bukti pencatatan pembelian barang, sedangkan salinannya
dipegang oleh penjual sebagai bukti pencatatan penjualan barang.

2) Kwitansi
Merupakan bukti transaksi bahwa yang bersangkutan telah menerima uang atau telah membayar
uang secara tunai.

3) Nota Kredit
Bukti transaksi penerimaan kembali barang yang telah dijual secara kredit (retur penjualan), atau
pengurangan harga faktur karena barang sebagian rusak atau kualitas yang tidak sesuai dengan
pesanan. Dalam hal demikian nota kredit dibuat oleh pihak penjual dan dikirimkan kepada pihak
pembeli.
4) Nota Debit
Bukti transaksi pengiriman kembali barang yang dibeli karena sebagian barang yang dibeli ada
yang rusak atau tidak sesuai pesanan. Maka, nota debet dibuat oleh pembeli untuk dikirimkan
kepada penjual.
5) C e k
Yang dimaksud dengan cek adalah surat perintah yang dibuat oleh pihak yang mempunyai
rekening di Bank, agar Bank membayar sejumlah uang kepada pihak yang nemanya tercantum
dalam cek tersebut. Pihak-pihak yang berhubungan dalam pengeluaran cek tersebut adalah :
 Pihak penarik, yaitu pihak yang mengeluarkan dan menandatangani cek tersebut.
 Pihak penerima, yaitu pihak yang menerima pembayaran cek tersebut.
6) Bilyet Giro
Selain penggunaan cek, dalam dunia usaha sering ditemukan penggunaan bilyet giro sebagai alat
pembayaran. Bilyet giro merupakan surat perintah dari nasabah suatu bank kepada bank yang
bersangkutan, untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening nya ke dalam rekening
yang namanya tertulis dalam bilyet giro pada bank yang sama atau pada bank lain. Dengan
demikian pihak penerima tidak bisa menguangkan bilyet giro kepada bank yang bersangkutan,
tetapi harus menyetorkan kepada bank tempat rekeningnya sebagai tambahan simpanan.
Penggunaan bilyet giro dalam lalu lintas pembayaran, dianggap lebih praktis dan memudahkan
administrasi pada bank-bank yang bersangkutan.

2. Analisis Bukti Transaksi


Bukti transaksi adalah bukti adanya peristiwa yang berhubungan dengan keuangan. Fungsinya
sebagai dasar pencatatan akuntansi, sebagai bukti tertulis bila terjadi peristiwa hukum dimasa
yang akan datang, dan sebagai dasar pencatatan, penerimaan, dan pengeluaran keuangan
Untuk dapat mencatat bukti transaksi kedalam buku jurnal maka bukti-bukti ini harus dianalisis
sehingga dapat diketahui debet atau kredit perlakuan yang tepat untuk akun yang terkait dengan
bukti transaksi tersebut. Jadi fungsi Analisis Bukti Transaksi yaitu untuk Untuk menentukan
apakah perkiraan harus di debet atau di kredit, dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

1. Harta (asset), yaitu sumber ekonomis yang juga meliputi biaya-biaya yang terjadi akibat
transaksi sebelumnya dan mempunyai manfaat di masa yang akan datang. Harta merupakan
jumlah kekayaan yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan usahanya. Harta dapat
dikelompokkan atas kelancaran (likuiditas) yaitu harta lancar, investasi jangka panjang, harta
tetap, harta tidak berwujud dan harta-harta lainnya.
2. Utang (kewajiban), yaitu pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan oleh perusahaan pada
masa yang akan datang. Pengorbanan untuk masa yang akan datang ini terjadi akibat kegiatan
usaha. Kewajiban ini dibedakan atas utang lancar dan utang jangka panjang
3. Modal, yaitu selisih antara harta dengan kewajiban dan merupakan hak pemilik perusahaan atas
sebagian harta perusahaan. Akuntansi modal pada perusahaan perseorangan disertai nama
pemilik, akuntansi modal pada persekutuan disertai dengan nama sekutu. Pada perusahaan
Perseroan Terbatas, akuntansi modal disebut dengan modal saham
4. Pendapatan, yaitu penghasilan yang diperoleh perusahaan baik yang berhubungan langsung
dengan kegiatan usaha atau pun tidak berhubungan langsung
5. Biaya, yaitu pengorbanan yang terjadi selama melaksanakan kegiatan usaha untuk memperoleh
pendapatan, baik yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha atau pun tidak berhubungan
langsung.

Contoh :
Anda menerima uang gaji bulan September 2013 sebesar Rp 5.000.000,-

Analisis transaksi :
Anda menerima uang, karena telah memberikan jasa sehingga memperoleh penghasilan.
Penghasilan dalam transaksi tersebut masuk kedalam unsur pendapatan.
Dalam contoh transaksi diatas, kita bisa nyatakan bahwa harta juga mengalami penambahan
berupa uang.
Atas transaksi tersebut kita dapat simpulkan :
• Aset bertambah dan pendapatan bertambah
• Apabila aset bertambah maka akan dicatat disebelah DEBET
• Apabila Pendapatan bertambah maka akan dicatat disebelah KREDIT
II. JURNAL
Jurnal merupakan catatan yang tersusun secara sistematis dan berdasarkan kronologis dari
transaksi-transaksi finansial yang jumlah dan keterangannya ringkas. Diantaranya waktu
kejadian ,keterangan transaksi serta debet dan kredit. Jurnal disebut juga “book of original
entry”

Fungsi Jurnal

 Fungsi pencatatan , artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang
ada harus dicatat seluruhnya
 Fungsi historis artinya transaksi dicatat sesuai kejadian waktunya
 Fungsi analisis artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan
analisis dari bukti bukti transaksi
 Fungsi instruktif artinya pencatatan dala jurnal merupakan instruksi atau perintah
untukmelakukan posting debet/kredit ke dalam buku besar
 Fungsi informatif artinya jurnal dapat memberikan informasi transaksi yang terjadi

Jurnal terbagi 2 yaitu :


1. Jurnal Umum merupakan jurnal yg mencatat seluruh transaksi dalam satu kesatuan (berdasarkan
urutan waktu). Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :
Bentuk Jurnal Umum
Keterangan:
1. Kolom tanggal digunakan untuk mencatattanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi.
2. Kolom akun/keterangan digunakan untukmencatat transaksi yang didebet dan dikredit,
disertai keterangan singkattentang transaksi tersebut.
3. Kolom ref. (referensi) digunakan untukmencatat kode akun ketika ayat jurnal dipindahkan
ke buku besar. Sebelumdipindahkan, kolom ref. tetap dalam keadaan kosong.
4. Kolom debet digunakan untuk mencatatnilai transaksi.
5. Kolom kredit digunakan untuk mencatatnilai transaksi.
6. Halaman digunakan sebagai referensipada buku besar.

2. Jurnal Khusus dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan


jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:
a. Jurnal penjualan (Sales Journal) Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang
dagangan yang dilakukan secara kredit.
b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal) Berfungsi sebagai tempat mencatat semua
transaksi penerimaan kas.
c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal) Berfungsi sebagai tempat mencatat semua
transaksi pengeluaran kas.
d. Jurnal Pembelian (Purchases Journal) Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat
transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit.
Langkah-langkah Membuat Jurnal
1. Catatlah tanggal terjadinya transaksi pada kolom tanggal, sesuai tanggal yang tercantum pada
bukti transaksi
2. Isilah kolom bukti dengan nomor bukti transaksi
3. Pada kolom akun/keterangan, tuliskan akun-akun yang mengalami perubahan akibat transaksi
4. Isilah kolom debet/kredit sesuai dengan jumlah uang yang terlibat dalam transaksi
Di dalam mengerjakan buku jurnal apabila sudah habis halaman pertama,maka dilanjutkan ke
halaman berikutnya dengan memakai kata penjelasan “pindahan”.

Contoh membuat jurnal :


Pada tanggal 3 September 2013 Usaha Reparasi BAGUS membeli perlengkapan toko secara
tunai dari pemasok seharga Rp 100.000,00
Analisis transaksi :
Transaksi ini mengakibatkan perlengkapan (harta) bertambah Rp 100.000,00. Di pihak lain,
pembayaran tunai menyebabkan kas (harta) berkurang Rp 100.000,00. Harta bertambah di debet,
harta berkurang di kredit
Maka jurnalnya adalah sebagai berikut
III. BUKU BESAR
Merupakan kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat
dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan sebagai tahapan catatan terakhir dalam akuntansi
yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikan yang berasal
dari jurnal.
Bentuk Buku Besar
a. Bentuk Scontro
Bentuk Scontro adalah bentuk buku besar sebelah-menyebelah atau disebut 2 kolom. Contoh
bentuk buku besar 2 kolom adalah sebagai berikut
b. Bentuk Staffel
Yang dimaksud dengan buku besar bentuk Staffel adalah buku besar berbentuk halaman atau
disebut juga buku besar 4 kolom. Bentuk ini terdiri dari sisa debet dan sisa kredit. Adapun
bentuk Staffel, perhatikan gambar berikut ini.

Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar


Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
a) Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur perkiraan yang bersangkutan yang
ada pada buku besar
b) Pindahkan jumlah debet atau kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit perkiraan
buku besar
c) Catat nomor kode akun ke dalam kolom referensi jurnal sebagai tanda jumlah jurnal telah
dipindahkan ke buku besar
d) Catat nomor halaman jurnal ke dalam kolom referensi buku besar setiap pemindah-bukuan.
BAB III

KESIMPULAN

Akuntansi merupakan cara atau metode yang digunakan untuk menyelenggarakan pencatatan-
pencatatan mengenai transaksi keuangan sehingga menghasilkan informasi yang relevan untuk
pengambilan suatu keputusan.

Proses pencatatan akuntansi terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari mengetahui macam-macam
bukti transaksi dan menganalasisnya supaya mudah dalam mengelompokannya ke dalam akun
debet atau kredit. Lalu melalui transaksi keuangan itu segala macam bukti transaksi dicatat ke
dalam jurnal dan setelah itu mempostingnya ke dalam buku besar

DAFTAR PUSTAKA

http://elysasimihanggraini.blogspot.com/2012/10/proses-pencatatan-akuntansi.html

http://ikaamaliapmu.wordpress.com/2013/03/24/proses-akuntansi/

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120915061329AAwGJtu

Alam S. 2007. Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Esis.