Anda di halaman 1dari 4

STATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP) 4

Hari : Kamis, 30 Januari 2020.


Pertemuan :4
Sp/Dx : 4/ gangguan persepsi sensori : Halusinasi Pendengaran.
Ruangan : kelas anestesi
Nama Klien : Ny.Nia

A. Proses Keperawatan.
1. Kondisi Klien.
Data subjektif :
· Klien mengatakan masih mendengar suara wanita berteriak kesakitan.
· Klien mengatakan mendengarnya ketika sendiri.
Data objektif :
· Klien masih tampak ketakutan.
· Klien masih tampak mengarahkan telinga kesuatu tempat.

2. Diagnosa Keperawatan.
Gangguan persepsi sensori : Halusinasi Pendengaran.

3. Tujuan Khusus
a. Klien mampu mengontrol halusinasi dengan cara melakukan 2 cara:
1. menghardik dengar cara bilang “suara itu palsu”
2 mengajak ngobrol kepada teman lain
b. menyebutkan manfaat dari program pengobatan

4. Rencana Tindakan Keperawatan.


a. Evaluasi jadwal kegiatan sebelumnya SP1,2,dan3.
b. Tanyakan program pengobatan
c. jelaskan pentingnya penggunaan obat pada gangguan jiwa
d. jelaskan akibat bila putus obat
e. jelaskan cara mendapatkan obat/berobat
f. jelaskan pengobatan 5B
g. masukan dalam jadwal harian pasien

B. Strategi Komunikasi.
1. Fase Orientasi.
a. Salam Terapeutik.
“assalamualaikum wr.wb, selamat pagi ibu nia...”
b. evaluasi
“bagaimana keadaan ibu nia sekarang? Apakah suara-suaranya masih muncul ?
Apakah sudah dipakai dua cara yang telah kita latih ?Apakah pagi ini sudah minum
obat?
c. kontrak (topik,waktu,tempat)
“Hari ini kita akan mendiskusikan tentang obat-obatan yang ibu minum. Kita akan
diskusi selama 20 menit sambil menunggu makan siang. Di sini saja ya ibu?”

2. Tahap kerja
Evaluasi apakah klien sudah bisa melakukan cara-cara yang diajarkan sebelumnya
“bagaimana ibu nia ada bedanya setelah minum obat secara teratur. Apakah suara-
suara berkurang/hilang ? Minum obat sangat penting supaya suara-suara yang ibu
dengar dan mengganggu selama ini tidak muncul lagi. Berapa macam obat yang ibu
minum ? (Perawat menyiapkan obat pasien) yang ini (CPZ) 3 kali sehari jam 7 pagi,
jam 1 siang dan jam 7 malam gunanya untuk menghilangkan suara-suara. yang ini
(THP) 3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku. Sedangkan
yang ini (HP) 3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang. Kalau
suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh diberhentikan ya bu. Nanti
konsultasikan dengan dokter, karena kalau putus obat, ibu akan kambuh dan sulit
untuk mengembalikan ke keadaan semula. Kalau obat habis ibu bisa minta ke dokter
untuk mendapatkan obat lagi. ibu juga harus teliti saat menggunakan obat-obatan ini.
Pastikan obatnya benar, artinya ibu harus memastikan bahwa itu obat yang benar-
benar punya ibu Jangan keliru dengan obat milik orang lain. Baca nama kemasannya.
Pastikan obat diminum pada waktunya, dengan cara yang benar. Yaitu diminum
sesudah makan dan tepat jamnya ibu juga harus perhatikan berapa jumlah obat sekali
minum, dan harus cukup minum 10 gelas per hari ya bu”
3. Tahap terminasi
“Bagaimana perasaan ibu setelah kita bercakap-cakap tentang obat? Sudah berapa
cara yang kita latih untuk mencegah suara-suara? Coba sebutkan! Bagus! (jika
jawaban benar). Mari kita masukkan jadwal minum obatnya pada jadwal kegiatan ibu
Jangan lupa pada waktunya minta obat pada perawat atau pada keluarga kalau di
rumah. Nah makanan sudah datang. Besok kita ketemu lagi untuk melihat manfaat 4
cara mencegah suara yang telah kita bicarakan. Mau jam berapa? Bagaimana kalau
jam 10.00. sampai jumpa.”
STRATEGI PELAKSANAAN
TINDAKAN KEPERAWATAN
SP4 HALUSINASI PENDENGARAN

Disusun oleh:
Nama : ajeng mutiara
Nim : AKX.17.007

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN KONSENTRASI


ANESTESI DAN GAWAT DARURAT MEDIK
UNIVERSITAS BHAKTI KENCANA
BANDUNG
2020