Anda di halaman 1dari 55

LAPORAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III ANGKATAN III KELAS B
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DASAR PNS DALAM ANEKA SEBAGAI


DOKTER GIGI DALAM MELAKSANAKAN EDUKASI KESEHATAN GIGI
DI RSUD PURUK CAHU KABUPATEN MURUNG RAYA
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

OLEH:

drg. PUSPA SIMANUNGKALIT


NO. Peserta: 628/Peldas-CPNS.III/III/19

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
TAHUN 2019
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III ANGKATAN III KELAS B
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TAHUN 2019

JUDUL: : IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DASAR PNS DALAM


ANEKA SEBAGAI DOKTER GIGI DALAM
MELAKSANAKAN EDUKASI KESEHATAN GIGI DI
RSUD PURUK CAHU
NAMA : drg. PUSPA SIMANUNGKALIT
NIP : 19860527 201903 2 009
NO. PESERTA : 628/Peldas-CPNS.III/III/19

DISETUJUI UNTUK DISEMINARKAN

TANGGAL 3 SEPTEMBER 2019


DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

COACH, MENTOR,

Dr. SUCIE, S.Pd.,M.Pd dr. SUGIANTO P.SIMANJUNTAK,Sp.An


NIP. 19650328 198503 2 002 NIP. 19780617 200604 1 014

i
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III ANGKATAN III KELAS B
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TAHUN 2019

JUDUL : IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DASAR PNS DALAM


ANEKA SEBAGAI DOKTER GIGI DALAM
MELAKSANAKAN EDUKASI KESEHATAN GIGI DI
RSUD PURUK CAHU KABUPATEN MURUNG RAYA
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
NAMA : drg. PUSPA SIMANUNGKALIT
NIP : 19860527 201903 2 009
NO. PESERTA : 628/Peldas-CPNS.III/III/19

TELAH DISEMINARKAN

TANGGAL 4 SEPTEMBER 2019


DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

DEWAN PENGUJI:

COACH, MENTOR,

Dr. SUCIE, S.Pd.,M.Pd dr. SUGIANTO P.SIMANJUNTAK,Sp.An


NIP. 19650328 198503 2 002 NIP. 19780617 200604 1 014

PENGUJI

Drs. ARENT D. MUDHA,SP


NIP. 19610913 198803 1 004

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkat dan
karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan laporan aktualisasi
“Implementasi Nilai-Nilai Dasar PNS dalam ANEKA Sebagai Dokter Gigi dalam
Melaksanakan Edukasi Kesehatan Gigi di RSUD Puruk Cahu Kabupaten Murung
Raya Provinsi Kalimantan Tengah” ini sesuai dengan waktu yang diharapkan.
Dalam penyusunan laporan aktualisasi ini tidak lepas dari bantuan dan
bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis
menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:
1. Ibu Sri Widanarni, S.IP., M.Si Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Kalimantan Tengah sebagai Penyelenggara Kegiatan Pelatihan
Dasar CPNS Golongan III Angkatan III Tahun 2019.
2. Ibu Dr. Sucie, S.Pd., M.Pd selaku coach yang telah bersedia membimbing dan
mengarahkan penulis dalam penyusunan laporan aktualisasi ini.
3. Bapak dr. Sugianto P Simanuntak,. Sp. An selaku direktur RSUD Puruk Cahu yang
telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk menjadi mentor dalam
penyusunan laporan aktualisasi ini.
4. Bapak/Ibu Widyaiswara yang telah memberikan materi ANEKA kepada penulis
sehingga penulis dapat menyusun Laporan Aktualisasi ini.
5. Orang tua, suami dan teman-temanku kelas B, spesial untuk Merry, Nata, Nova,
dan Mimi yang sudah bersusah payah bersama.

Penulis menyadari bahwa proposal rancangan aktualisasi ini masih memiliki


banyak kekurangan dan juga jauh dari sempurna. Untuk itu, penulis mengharapkan
masukan berupa kritik maupun saran yang bersifat membangun demi perbaikan
dimasa yang akan datang. Akhir kata, semoga segala kebaikan datang dari semua
penjuru.

Palangka Raya, 5 September 2019


Penulis,

iii
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................... i


LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................... ii
KATA PENGANTAR …… ..................................................................... iii
DAFTAR ISI .......................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR ............................................................................... vii

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1

A. Latar Belakang ............................................................................ 1


B. Tujuan Aktualisasi ...................................................................... 3
C. Ruang Lingkup ........................................................................... 4

BAB II GAMBARAN UMUM ................................................................ 5

A. Gambaran Umum RSUD Puruk Cahu ........................................ 5


B. Visi daN Misi .............................................................................. 6
C. Sasaran Kerja Pegawai ............................................................. 8
D. Penugasan dari Pimpinan ........................................................... 8
E. Kegiatan Atas Inisiatif Sendiri .................................................... 9

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI ................................................. 10

A. Landasan Teori ........................................................................... 10


B. Kegiatan Aktualisai .................................................................... 12
C. Jadwal Kegiatan Aktualisasi........................................................ 17

BAB IV CAPAIAN AKTUALISASI ........................................................ 18

Kegiatan1. Melaksanakan inventaris kegiatan edukasi


kesehatan gigi ............................................................. 19
Kegiatan2 Melaksanakan edukasi kesehatan gigi kepada
pasien ........................................................................... 22
Kegiatan3 Melaksanakan edukasi kesehatan gigi kepada
masyarakat ................................................................... 25
Kegiatan 4. Membuat video tentang kesehatan gigi ....................... 28
Kegiatan 5 Membuat banner kesehatan gigi .................................. 30
Kegiatan 6 Membuat leaflet kesehatan gigi .................................... 32

iv
BAB V PENUTUP ................................................................................ 34

A. Kesimpulan ......................................................................... 34
B. Analisis Dampak dan Rencana Aksi .................................. 35
C. Rekomendasi ...................................................................... 43

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

v
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Penentuan Kualitas Isu ...................................................... 2

Tabel 3.1 Rancangan Aktualisasi ....................................................... 13

Tabel 3.2 Jadwal Kegiatan Aktualisasi ............................................... 17

Tabel 4.1 Capaian Aktualisasi ............................................................ 18

Tabel 4.2 Nilai ANEKA Dalam Capaian Aktualisasi ............................ 19

Tabel 5.1 Analisis Dampak dan Rencana Aksi ................................... 35

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Sasaran Kerja Pegawai 2019 ..................................... 8


Gambar 4.1 Inventaris data kegiatan edukasi ................................ 21
Gambar 4.2 Diskusi dengan mentor............................................... 21
Gambar 4.3 Diskusi dengan tim poli gigi ....................................... 21
Gambar 4.4 Menjelaskan ke pasien bahwa gigi bungsu
harus dicabut.(dgn media) .......................................... 23
Gambar 4.5 Menjelaskan bahwa tukang gigi tidak memiliki izin
untuk pemasangan behel (dengan media) ................. 24
Gambar 4.6 Salah satu media yang digunakan untuk edukasi
kesehatan gigi ke pasien ............................................ 24
Gambar 4.7 Penyuluhan kesehatan gigi ke sekolah dengan
menggunakan model gigi sebagai alat bantu ............ 26
Gambar 4.8 Penyuluhan kesehatan gigi ke masyarakat
merupakan tanggung jawab dokter gigi...................... 26
Gambar 4.9 Video dengan judul “Cabut Gigi Adalah Pilihan
Terakhir” telah ditayangkan di TV ruang tunggu
RSUD Puruk Cahu .................................................... 28
Gambar 4.10 Tersedianya banner akan meningkatkan
pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi ..... 30
Gambar 4.11 Leaflet dibuat dengan desain dan warna yang
menarik ...................................................................... 32
Gambar 4.12 Penulis membuat sendiri leaflet kesehatan gigi ......... 33

vii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu aspek (indikator) keberhasilan suatu organisasi pemerintah


yaitu kelancaran pelayanan di sektor publik yang hingga saat ini belum
sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat luas. Kelancaran pelayanan publik
ini juga sangat tergantung kepada sumber daya manusia. Oleh karena itu
“aparatur” yang mewakilinya pun tidak boleh dipegang oleh sembarang
orang. Diperlukan aparatur yang memiliki sumber daya manusia yang handal
dan professonal. Dengan adanya Undang-Undang RI Nomor 5 tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara, diharapkan mampu memperbaiki manajemen
pemerintahan yang beorientasi pada pelayanan publik. Aparatur Sipil Negara
(ASN) harus mampu menjalankan revolusi mental dengan mendasari
tuntunan kehidupan beragama secara benar, selalu memiliki komitmen
dalam melayani masyarakat. Dengan memiliki etos kerja yang baik tentu
akan menghasilkan kinerja yang baik, sehingga akan didapatkan ASN yang
professional.
Dalam rangka mewujudkan ASN yang profesional, maka salah satu
upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui pelatihan dasar CPNS pola
baru yang terintegrasi. Pelatihan dasar ini lebih mengedepankan habituasi
terhadap nilai-nilai ASN dan implementasi dari fungsi ASN di unit kerja
masing-masing. Dalam Perka LAN No. 12 Tahun 2018, Pelatihan Dasar
Golongan III dengan pola baru ini, terdiri atas pembelajaran klasikal (on
campus) dan non klasikal/habituasi (off campus). Melalui proses habituasi,
diharapkan terciptanya ASN yang memiliki nilai-nilai dasar yang disingkat
menjadi ANEKA. Nilai dasar ANEKA yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika
public, komitemen mutu dan anti korupsi. Nilai-nilai dasar ini harus
diinternalisasikan dan dilaksanakan dalam pelaksanaan tugas keseharian.
Sebelum menjalani pelatihan dasar, penulis sudah bekerja kurang
lebih dua bulan di RSUD Puruk Cahu. Selama dua bulan tersebut, penulis

1
mendapati tiga isu yang perlu diperbaiki khususnya di poli gigi. Penulis akan
mengangkat satu isu yang harus segera ditindaklanjuti. Di antara ketiga isu
tersebut, penulis ingin mengangkat satu isu yang harus segera ditindaklanjuti
sesuai kemampuan rumah sakit. Oleh karena itu, ketiga isu tersebut
dianalisa menggunakan teknik analisis penilaian kualitas isu. Teknik analisis
yang digunakan teknik USG. Setiap isu dinilai dengan memberikan skor
antara 1 – 5. Nilai angka 1 sangat tidak kecil, 2 kecil, 3 sedang, 4 besar, 5
sangat besar. Rincian teknik USG adalah sebgai berikut.
1. Urgency yaitu menilai seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,
dianalisis dan ditindaklanjuti.
2. Seriousnes yaitu seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan
dengan akibat yang ditimbulkan.
3. Growth yaitu seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut
jika tidak ditangani sebagaimana mestinya.

Tabel 1.1
Penentuan Kualitas Isu

NO
ISU YANG TERINDENTIFIKASI U S G JLH
.
Tingginya keluhan masyarakat atas pelayanan poli
1 3 4 3 10
gigi RSUD Puruk Cahu
Rendahnya pengetahuan masyarakat Murung Raya
2 4 4 4 12
mengenai kesehatan gigi dan mulut
Rendahnya komitmen staf di poli gigi RSUD Puruk
3 4 3 4 11
Cahu untuk melaksanakan pelayanan maksimal

Berdasarkan hasil analisis pada tabel di atas, maka penulis


memutuskan untuk mengangkat isu “rendahnya pengetahuan masyarakat
Murung Raya mengenai kesehatan gigi dan mulut”. Akibat rendahnya
pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi menyumbang angka status
kesakitan gigi yang tinggi di poli gigi RSUD Puruk Cahu. Selain tingginya
angka kesakitan gigi, dijumpai juga berbagai jenis penyakit yang bervariasi.
Padahal rumah sakit memiliki keterbatasan sarana dan prasarana dalam
menangani berbagai macam penyakit rongga mulut. Pelayanan menjadi

2
kurang efektif karena menghabiskan waktu dan tenaga. Oleh karena itu,
salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan pencegahan.
Pencegahan penyakit gigi ini dapat dilakukan melalui Edukasi Kesehatan
Gigi. Melalui edukasi, diharapkan terjadi perubahan prilaku dan kesadaran
masyarakat tersebut untuk menjaga dan memelihara kesehatan rongga
mulutnya, menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Dalam pelaksanaan Edukasi Kesehatan Gigi di RSUD Puruk Cahu
diperlukan seorang ASN yang profesional dan berintegritas. Diharapkan
dokter gigi ASN dapat memberikan pelayanan yang prima, sebagai wujud
aktualisasi dari nilai dasar ASN sehingga secara tidak langsung dapat
berkontribusi dalam visi RSUD Puruk Cahu sekaligus meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.
Berdasarkan uraian tersebut dilakukan pengaktualisasian nilai-nilai
dasar ANEKA dengan judul “Implementasi Nilai Aneka Sebagai Dokter Gigi
Dalam Melaksanakan Edukasi Kesehatan Gigi di RSUD Puruk Cahu
Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah.

B. Tujuan Aktualisasi
Tujuan penulisan proposal rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar
profesi PNS ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu dan Anti Korupsi) sebagai berikut.
1. Memahami lebih dalam mengenai nilai-nilai dasar profesi Aparatur
SipilNegara (ASN) yang mencakup ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).
2. Mampu menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA berdasarkan tugas dan
fungsi dokter gigi sebagai ASN sehingga terbentuk PNS yang jujur, adil,
disiplin, berintergritas, profesional, serta mengutamakan kepentingan
Negara dan masyarakat dalam melakukan pelayanan kesehatan di
RSUD Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya.
3. Mewujudkan pelayanan publik di bidang kesehatan gigi yang lebih baik
lagi untuk mewujudkan tercapainya tujuan kesehatan nasional

3
C. Ruang Lingkup Bahasan
Adapun lingkup bahasan kegiatan aktualisasi dan penerapan nilai-nilai
dasar ASN ini dilakukan oleh penulis pada instansi tempat bekerja yaitu di
RSUD Kabupaten Murung Raya yang akan dilaksanakan sejak tanggal 27
Juli 2019 sampai dengan 02 September 2019.

4
BAB II
GAMBARAN UMUM

A. Gambaran Umum RSUD Puruk Cahu


Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puruk Cahu adalah salah
satu Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) di lingkungan
Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah yang
memiliki Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah
(PPK-BLUD) sejak tahun 2015. Termasuk dalam kategori rumah sakit tipe
C, RSUD Puruk Cahu saat ini telah berstatus lulus Akreditasi Rumah
Sakit tingkat perdana sejak 5 Oktober 2016. RSUD Puruk Cahu memiliki 8
poliklinik yaitu poli umum, poli penyakit dalam, poli anak, poli kebidanan
dan kandungan, poli bedah, poli paru, poli THT, dan poli gigi. Selain itu
didukung dengan unit penunjang antara lain laboratorium, ICU, radiologi,
fisioterapi, farmasi serta Instalasi Gawat Darurat (IGD).
RSUD Puruk Cahu merupakan rumah sakit milik Pemerintah
Daerah Kabupaten Murung Raya yang terletak di ibukota kabupaten,
tepatnya di kota Puruk Cahu. Merupakan rumah sakit rujukan 15 (lima
belas) puskesmas induk dan 122 puskesmas pembantu (pustu), serta
melayani pasien rujukan dari desa-desa yang tersebar di 10 (sepuluh)
kecamatan dan juga melayani pasien yang dirujuk dari luar kabupaten di
sekitar Kabupaten Murung Raya.
Secara historis Puruk Cahu telah memiliki rumah sakit yang
dibangun dan berdiri pada tahun 1950, terletak di Jl. A. Yani (Lokasi
puskesmas Puruk Cahu saat ini) saat itu di pimpin oleh seorang perawat
bernama Ruben Rampai, kemudian di pimpin oleh dr. Kolopaking, dr.
Suroso, dr. Jo Winarno, dr. Tiel Jabar, dr. Hasan Zain, dr. Suharjono, dr.
Tjandra Kristanto
Puruk Cahu saat itu masih berstatus Kabupaten Administratif. Pada
Tahun 1983, di relokasi ke areal yang baru (yang ada sekarang ini)di
Jalan A. Yani No. 497 pada masa kepemimpinan direktur dr. Tjandra
Kristanto. Tahun 1993 Rumah Sakit berkembang terdiri dari ruang

5
poliklinik, kamar kebidanan, ruang radiologi, dan unit gawat darurat.
Tahun 2000 ada penambahan ruangan yaitu ruang laboratorium dan
ruang bedah. Tahun 2002 Rumah Sakit berubah menjadi Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Murung Raya. Tahun 2004-2005 dibangun dan
di fungsikan VIP, dapur, laundry, IPSRS, kamar Jenazah.Tahun 2006-
2007 dibangun dan di fungsikan ruang paru dalam kelas I,II dan III. Tahun
2010–2011 dibangun dan di fungsikan ruang rawat inap bedah dan ruang
rawat inap anak. Tahun 2016 RSUD Puruk Cahu TerAkreditasi Bintang 1
(Program Khusus). Tahun 2016 akhirnya mendapat kepercayaan
kenaikan Tipe, dari Tipe D ke Tipe C dan mendapat juara 1 terbaik
pelayanan prima se Kalimantan Tengah.
Berbagai perubahan telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir,
baik isu yang berkembang di luar lingkungan maupun yang terjadi secara
internal di dalam organisasi RSUD Puruk Cahu. Isu tentang keterbatasan
akses pelayanan kesehatan pada sebagian masyarakat tertentu,
perkembangan ilmu dan teknologi, huge burden disease, hingga semakin
terbukanya batas-batas informasi yang berimbas terhadap makin kritisnya
pelanggan terhadap pelayanan kesehatan serta perubahan regulasi
pemerintah. Sejak RSU Puruk Tjahu yang akhirnya berubah nama
menjadi RSUD Puruk Cahu pernah di pimpin oleh:
1. dr. Bambang Dwi Hayunanto (1984-1995)
2. dr. R.Hendro Prasetyo (1995-1998)
3. dr. H. Husni Anwar (1999-2002)
4. dr. Sudaryanto,Sp.OG (2002-2004)
5. dr. Suria Siri (2004-2013)
6. dr. Bintarti Amalia,DESS,Sp.P (2013-2015)
7. drg. Marthin Maha,Sp.Ort (2015 sampai sekarang.

B. Visi, Misi, Nilai, Motto,Tujuan RSUD Puruk Cahu


Adapun visi dari RSUD Puruk Cahu adalah “Terwujudnya Rumah
Sakit Yang Unggul dan Menjadi Pilihan Utama Masyarakat Murung Raya
dan Sekitarnya”. Visi ini perlu ditanamkan pada setiap unsur organisasi

6
sehingga menjadi visi bersama yang ada gilirannya mampu mengarahkan
dan menggerakan segala sumber daya instansi. Visi adalah harapan yang
hendak diwujudkan pada masa yang akan dating atau periode 5 tahun
mendatang, visi tersebut harus mampu mengilhami semua anggota
organisasi dan mampu memotivasi serta membangkitkan semangat dan
rangsangan bagi seluruh anggotanya untuk meraih atau mencapainya.
Rumah Sakit Umum Daerah Puruk Cahu sebagai satu-satunya
rumah sakit umum milik Pemerintah Kabupaten Murung Raya diharapkan
dapat memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki dan fungsinya sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat
Kabupaten Murung Raya. Oleh karena sebagai rumah sakit milik
pemerintah maka diharapkan selain dapat memberikan pelayanan terbaik
dan terjangkau oleh msyarakat Kabupaten Murung Raya yang sangat
membutuhkan pelayanan kesehatan juga diharapkan Rumah Sakit Umum
Daerah Puruk Cahu mampu mewujudkan Kemandirian dalam
pengelolaannya.

Misi RSUD Puruk Cahu adalah sebagai berikut.


1. Memberikan pelayanan prima pada masyarakat.
2. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia.
3. Melaksanakan peningkatan mutu berkelanjutan
4. Meningkatkan jalinan kerjasama dengan institusi terkait.
5. Melengkapi sarana dan prasarana secara bertahap

Nilai-nilai yang dianut RSUD Puruk Cahu :


1. Profesionalisme
2. Integritas
3. Kolaborasi
4. Kesempurnaan
5. Orientasi

7
Motto Pelayanan di RSUD Puruk Cahu yang juga sekaligus merupakan
kebijakan mutu RSUD Puruk Cahu adalah “Melayani dengan
SENYUMAN”. SENYUMAN merupakan akronim dari “Sigap, Empati,
Nyaman, Unggul Dan Manusiawi”.

RSUD Puruk Cahu bertujuan berpartisipasi dalam pembangunan di


bidang kesehatan masyarakat demi peningkatan kualitas sumber daya
manusia Indonesia khususnya Murung Raya secara jasmani dan rohani.

C. Sasaran Kerja Pegawai


Sasaran Kerja Pegawai (SKP) adalah rencana dan target kinerja yang
harus dicapai oleh pegawai kurun waktu penilaian yang bersifat nyata dan
dapat diukur serta disepakati pegawai dan atasan nya. Adapun sasaran
kerja pegawai penulis adalah seperti tertera di gambar berikut.

Gambar 2.1. Sasaran Kerja Pegawai

D. Penugasan Dari Pimpinan


Selain melaksanakan aktualisasi, penulis mendapatkan penugasan untuk
aktif mengikuti akreditasi. Penulis ditugaskan di pokja Hak Pasien dan
Keluarga (HPK).

8
E. Kegiatan Atas Inisiatif Sendiri
Penulis berinisiatif untuk membuat media leafleat dan media lainnnya.
Penulis merasa media ini perlu untuk menunjang promosi kesehatan gigi
di RSUD Puruk Cahu. Selain itu dikarenakan rumah sakit juga belum
memiliki media promosi kesehatan untuk gigi.

9
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Landasan Teoritis
Sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa tujuan nasional
bangsa Indonesia adalah membentuk suatu pemerintahan Negara
Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Dalam rangka mencapai tujuan nasional bangsa yang diamanatkan
tersebut, maka salah satu unsur yang memiliki peranan besar adalah
Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh karena itu diperlukan ASN yang
profesional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi
dan nepotisme serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi
masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat
persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Berdasarkan Peraturan Kepala LAN-RI Nomor 38 Tahun 2014 dan
Undang-Undang ASN No. 5 Tahun 2014 tentang nilai-nilai dasar profesi
ASN dalam Penyelenggaraan Diklat Prajabatan pola baru, peserta latsar
diharapkan mampu memahami nilai-nilai dasar profesi ASN dengan cara
mengalami sendiri dalam penerapan dan aktualisasi pada tempat tugas
sehingga peserta latsar dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
Nilai-nilai dasar tersebut merupakan seperangkat prinsip yang
menjadi landasan dalam menjalankan profesi yang dikenal dengan istilah
ANEKA. Nilai-nilai dasar tersebut diantaranya adalah :
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah
seorang PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik.
Akuntabilitas juga dapat diartikan sebagai pertanggungjawaban dari

10
hasil pekerjaan. Sebagai ASN, pengambilan keputusan secara
akuntabel berarti dapat membuat keputusan dan tindakan yang tepat
dan akurat.
2. Nasionalisme
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN.
Bahkan tidak hanya sekedar wawasan saja tetapi kemampuan
mengaktualisasikan nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan
tugasnya merupakan hal yang lebih penting. Diharapkan dengan
nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki orientasi
berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara. Nilai-
nilai yang berorientasi pada kepentingan publik menjadi nilai dasar
yang harus dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Pegawai ASN dapat
mempelajari bagaimana aktualisasi sila demi sila dalam Pancasila
agar memiliki karakter yang kuat dengan nasionalisme dan wawasan
kebangsaannya. Nasionalisme Pancasila merupakan pandangan atau
paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah
airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
3. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi atas standar/norma yang menentukan
baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung
jawab pelayanan publik.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain
yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja
pegawai. Bidang apapun yang menjadi tanggung jawab pegawai
negeri sipil semua mesti dilaksanakan secara optimal agar dapat
memberi kepuasan kepada stakeholder. Komitmen mutu merupakan
tindakan untuk menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja
yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan
pelayanan publik.

11
5. Anti Korupsi
Tindakan dan perilaku sadar akan bahaya korupsi dan berusaha untuk
membentengi dan melawan setiap tindakan yang mengacu maupun
yang terkait dengan tindakan korupsi.

B. Kegiatan
Rencana aktualisasi yang akan dilakukan penulis dalam
“Implementasi Nilai-Nilai Dasar PNS Dalam ANEKA Sebagai Dokter Gigi
Dalam Melaksanakan Edukasi Kesehatan Gigi di RSUD Puruk Cahu
Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah” selama masa
habituasi yaitu :
1. Melaksanakan inventaris kegiatan (edukasi) pelayanan kesehatan
gigi dan mulut.
2. Melaksanakan edukasi kesehatan gigi kepada pasien.
3. Melaksanakan penyuluhan kesehatan gigi kepada masyarakat.
4. Membuat video tentang kesehatan gigi.
5. Membuat media promosi berupa banner/ tentang kesehatan gigi.
Diharapkan melalui pelaksanaan edukasi kesehatan gigi,
masyarakat Murung Raya khususnya pasien yang berkunjung ke rumah
sakit dapat lebih menyadari pentingnya kesehatan gigi. Kegiatan-
kegiatan yang termuat dalam rencana aktualisasi tersebut akan
dilaksanakan dengan tahapan-tahapan kegiatan sebagaimana yang
diuraikan dalam tabel berikut ini :

12
Unit Kerja : RSUD Puruk Cahu
Identifikasi Isu : 1. Tingginya keluhan masyarakat atas pelayanan Poli Gigi RSUD Puruk Cahu
2. Rendahnya pengetahuan masyarakat Murung Raya mengenai kesehatan gigi dan mulut
3. Rendahnya komitmen staf di Poli Gigi RSUD Puruk Cahu untuk melaksanakan pelayanan maksimal

Isu yang diangkat : Rendahnya pengetahuan masyarakat Murung Raya mengenai kesehatan gigi dan mulut
Gagasan : Meningkatkan pengetahuan masyarakat Murung Raya mengenai kesehatan gigi dan mulut melalui Edukasi Kesehatan Gigi

Tabel 3.1
Rancangan Aktualisasi

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil Keterkaitan Substansi Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai
Mata Diklat Visi Misi RSUD Puruk Organisasi
Cahu
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Melaksanakan a. Diskusi dengan Tersedianya data Akuntabilitas Dengan tersedianya Whole of
inventaris pimpinan dan kegiatan edukasi Mengetahui peranan data awal mengenai Government
kegiatan tim poli gigi kesehatan gigi dan dan tugas sebagai kegiatan edukasi Melaksanakan
edukasi b. Pencatatan mulut di RSUD Puruk dokter gigi untuk kesehatan gigi, maka komunikasi,
kesehatan gigi kegiatan edukasi Cahu meningkatkan akan memudahkan koordinasi, dan kerja
dan mulut. yang sudah pelayanan. rencana kegiatan sama dengan
maupun yang Nasionalisme edukasi yang akan pimpinan dan tim di
akan Melaksanakan dilanjutkan. Hal ini akan poli gigi RSUD Puruk
dilaksanakan. musyawarah dalam menunjang pelaksanaan Cahu
diskusi (sila ke4) pelayanan di poli gigi
Etika Publik sehingga visi RSUD
Menghormati pimpinan puruk cahu sebagai
dan tim poli gigi rumah sakit yang unggul
berkonsultasi. dan menjadi pilihan
Komitmen Mutu utama masyarakat
13
Mampu mendata jenis Murung Raya dapat
edukasi kegiatan agar terwujud.
efektif dan efisien
Anti Korupsi
Percaya diri dalam
mengajukan pendapat.
2 Melaksanakan a. Memutuskan Meningkatnya Akuntabilitas Dengan terlaksananya Pelayanan publik
edukasi diagnosa pasien pemahaman pasien Mampu menjelaskan edukasi kepada pasien Meningkatkan
kesehatan gigi b. Menentukan jenis tentang kondisi edukasi dengan baik. maka akan pelayanan kesehatan
kepada pasien dan media kesehatan giginya. Nasionalisme. meningkatkan gigi di poli gigi RSUD
edukasi yang Tidak diskriminasi. pengetahuan pasien Puruk Cahu
dibutuhkan pasien Semua pasien akan dan juga meningkatkan WoG
c. Edukasi mendapatkan edukasi pelayanan poli gigi yang Selalu
sesuai kebutuhan tanpa pada akhirnya juga mengutamakan
membeda-bedakan. berkontribusi positif komunikasi dan
Etika Publik pada visi rumah sakit. koordinasi serta kerja
Sopan dan santun sama dengan
ketika menjelaskan pimpinan dan tim di
edukasi kesehatan gigi poli gigi RSUD Puruk
Komitmen Mutu Cahu
Kreatif menggunakan
media penunjang dalam
edukasi
Anti Korupsi
Tidak memungut biaya
atas konsultasi/edukasi
yang dilaksanakan
Melaksanakan a. Menentukan Terlaksananya Akuntabilitas Dengan terlaksananya Pelayanan publik
3 penyuluhan sasaran penyuluhan sehingga Mampu melaksanakan penyuluhan kepada Penyelenggaraan
kepada masyarakat yang terjadi peningkatan penyuluhan dengan masyarakat maka akan pelayanan publik

14
masyarakat akan disuluh pengetahuan baik. meningkatkan menjadi lebih efektif
b. Menentukan masyarakat tentang Nasionalisme. pengetahuan dan efisien dengan
materi penyuluhan kesehatan gigi. Mampu melaksanakan masyarakat tentang dibantu media
c. Izin/konsultasi edukasi kesehatan gigi kesehatan gigi dan juga edukasi
dan menentukan dengan bahasa meningkatkan brosur/leaflet.
jadwal Indonesia atau bahasa pelayanan di poli gigi WoG
d. Pelaksanaan yang mudah dimengerti. yang pada akhirnya juga Selalu
Etika Publik berkontribusi positif mengutamakan
Sopan dan santun pada visi rumah sakit. komunikasi,
ketika menjelaskan koordinasi, dan kerja
penyuluhan kesehatan sama dengan
gigi pimpinan dan tim di
Komitmen Mutu poli gigi RSUD Puruk
Kreatif menggunakan Cahu
media/ alat peraga RSUD Puruk Cahu
dalam edukasi
Anti Korupsi
Tidak memungut biaya
atas konsultasi/edukasi
yang dilaksanakan
4 Membuat a. Membuat/mencari Tersedianya media Nasionalisme. Dengan tersedianya Pelayanan publik
video tentang isi materi video. promosi kesehatan Mampu mempersiapkan media edukasi video, Penyelenggaraan
kesehatan gigi b. Konsul dgn tim gigi sebagai video yang tidak maka akan pelayanan publik
poli gigi dan unit penunjang pelayanan bertentangan dengan meningkatkan menjadi lebih efektif
PROMKES terkait di poli gigi RSUD Pancasila. pengetahuan dan efisien dengan
Puruk Cahu. Etika Publik masyarakat mengenai dibantu video.
Cermat dan teliti dalam kesehatan gigi Puruk WoG
menyiapkan isi materi Cahu sebagai rumah Selalu
video sakit yang unggul dan mengutamakan
Komitmen Mutu menjadi pilihan utama komunikasi,

15
Mampu mempersiapkan masyarakat Murung koordinasi, dan kerja
media promkes video Raya dapat terwujud sama dengan
yang menarik. pimpinan dan tim di
Anti Korupsi poli gigi RSUD Puruk
Kerja Keras : mau Cahu
menyisihkan waktu RSUD Puruk Cahu
dalam mempersiapkan
video
Membuat a. Menyiapkan Tersedianya media Akuntabilitas Dengan tersedianya Pelayanan publik
5 banner materi banner promosi kesehatan Mampu membuat banner, maka Dengan menyediakan
kesehatan gigi b. Konsul dgn tim gigi sebagai banner tepat sasaran meningkatkan informasi kesehatan
poli gigi dan penunjang dan sesuai dengan pengetahuan gigi akan menunjang
PROMKES pelayanan. keilmuan terbaru. masyarakat. Hal ini pelayanan publik
c. Pencetakan Nasionalisme. sesuai visi RSUD Puruk yang prima.
Mampu menciptakan Cahu sebagai rumah Whole of
materi banner tanpa sakit yang unggul dan Government
bertentangan dengan menjadi pilihan utama Selalu
Pancasila. masyarakat Murung mengutamakan
Etika Publik Raya karena komunikasi,
Cermat dan teliti dalam menyediakan pelayanan koordinasi, kerja
menyiapkan materi yang prima. sama dengan
materi. pimpinan dan tim di
Komitmen Mutu poli gigi RSUD Puruk
Mampu berkreasi Cahu
menciptakan banner
yang menarik
Anti Korupsi
Tidak menjual banner
untuk keuntungan
pribadi.

16
C. Jadwal Kegiatan Aktualisasi
Berdasarkan rancangan aktualisasi yang telah disusun, selanjuitnya penulis menentukan rencana jadwal aktualisasi
nilai dasar dengan model interval waktu. Sesuai dengan jadwal pelaksanaan Latsar CPNS Golongan III Angkatan III Kelas
B Tahun 2019, maka kegiatan aktualisasi nilai dasar ANEKA dilaksanakan dari tanggal 27 Juli- 2 September 2019 Tahun
2019. Lebih jelasnya, akan diuraikan pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.2
Jadwal Kegiatan Aktualisasi

NO. DAFTAR KEGIATAN WAKTU TEMPAT SASARAN OUTPUT


PELAKSANAAN
1. Melaksanakan inventaris kegiatan 29-7-2019 RSUD Puruk Tim poli gigi Tersedianya data
edukasi kesehatan gigi dan mulut. Cahu
2. Melaksanakan edukasi kesehatan Setiap Hari RSUD Puruk Pasien Terlaksananya edukasi
gigi kepada pasien Cahu
3. Melaksanakan penyuluhan kepada 8-8- 2019 Kab Murung Masyarakat Terlaksananya
masyarakat Raya penyuluhan
4. Membuat video tentang kesehatan 15-8-2019 RSUD Puruk Masyarakat Tersedianya media
gigi Cahu promkes video
5. Membuat banner kesehatan gigi 22-8-2019 RSUD Puruk Masyarakat Tersedianya media
Cahu promkes banner.

17
BAB IV
CAPAIAN AKTUALISASI

Penulis telah merealisasikan rancangan kegiatan pada kegiatan off


campus di RSUD Puruk Cahu selama 30 hari. Kegiatan tersebut berjalan
dengan baik dan lancar. Pelaksanaan aktualisasi di RSUD Puruk Cahu
dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan bekerja keras serta
menerapkan prinsip gotong royong. Dengan dukungan dari direktur rumah
sakit, rekan-rekan medis dan pasien, maka penulis dapat menerapkan nilai
dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan mengimplementasikan nilai-nilai
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi
(ANEKA). Selama aktualisasi, penulis telah melakukan beberapa capain
aktualisasi, yang dapat diuraikan di dalam tabel sebagai berikut.

Tabel 4.1
Hasil Capaian Aktualisasi

NO. DAFTAR KEGIATAN WAKTU


1. Melaksanakan inventaris kegiatan edukasi kesehatan 31 Juli 2019
gigi dan mulut.
2. Melaksanakan edukasi kesehatan gigi kepada pasien Setiap Hari

3. Melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat 5 Agustus 2019


4. Membuat video tentang kesehatan gigi 7 Agustus 2019
5. Membuat banner kesehatan gigi 10 Agustus 2019
6. Membuat leaflet kesehatan gigi dan media edukasi 14 Agustus 2019
lainnya.

Selama menjalani kegiatan off campus, selain melaksanakan


kegiatan aktualisasi, penulis mendapatkan tugas tambahan sebagai tiim
akreditasi rumah sakit yaitu pokja HPK (Hak Pasien dan Keluarga). Salah
satu tugas penulis dalam tim HPK memastikan bahwa pasien dan
keluarganya mendapat informasi sesuai kebutuhannya. Informasi-informasi
tersebut dapat tertuang dalam bentuk leaflet, banner, dll. Oleh karena itu
kedua kegiatan tersebut dapat dilakukan beriringan.

\
Tabel 4.2
Nilai ANEKA dalam Capaian Aktualisasi

Kegiatan 1 Melaksanakan inventaris kegiatan edukasi kesehatan


gigi
Tanggal / Tempat 31 Juli 2019 / RSUD Puruk Cahu

Judul Implementasi Nilai Dasar PNS Dalam Aneka Sebagai


Dokter Gigi Dalam Melaksanakan Edukasi Kesehatan
Gigi di RSUD Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya
Provinsi Kalimantan Tengah
Bukti Hasil Capaian  Data Mengenai Edukasi
 Sasaran Kerja Pegawai (lampiran)
 Foto Kegiatan
Implementasi Nilai Dasar ANEKA
Nilai dasar ANEKA yang diperoleh penulis sebagai dokter gigi ASN selama
melaksanakan edukasi kesehatan gigi pada kegiatan 1 adalah sebagai berikut.
Akuntabilitas
Dokter gigi berkompetensi dimulai dari promosi, preventif, kuratif maupun
rehabilitative. Tugas penulis dalam hal promotif yaitu melaksanakan edukasi.
Edukasi yang baik diawali dari perencanaan yang baik pula. Disini penulis telah
melaksanakan kewajibannya sesuai kompetensi dokter gigi yaitu merencanakan
edukasi yang terarah sesuai kebutuhan masyarakat di Puruk Cahu dan sesuai
kemampuan rumah sakit.
Nasionalisme
Penulis melaksanakan diskusi dengan pimpinan dan tim di poli gigi untuk
memutuskan jenis edukasi yang dapat dilaksanakan di RSUD Puruk Cahu. Hal ini
merupakan gambaran dari Pancasila yaitu sila ke 4 mengenai musyawarah untuk
mencapai mufakat.
Etika Publik
 Penulis menentukan edukasi harus sesuai dengan kebutuhan pasien. Misalnya
dalam mengedukasi anak-anak berbeda dengan mengedukasi orang dewasa.
Dalam mengedukasi anak anak dibutuhkan media atau bentuk penyuluhan yang
lebih menarik. Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan yang matang untuk
edukasi tersebut. Hal ini sesuai dengan nilai dasar etika publik yaitu membuat
keputusan sesuai dengan prinsip keahlian.

\
 Dengan mengadakan diskusi bersama pimpinan dan tim di poli gigi, maka
penulis telah melaksanakan salah satu nilai dasar etika publik yaitu menghargai
komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
Komiten Mutu
Penulis memilah edukasi yang sesuai dengan kebutuhan pasien dan menciptakan
media kreatif untuk memudahkan pelaksanaan edukasi. Dengan begitu nantinya
edukasi menjadi lebih tepat sasaran, mudah dilakukan dan menghemat waktu. Hal
ini sesuai dengan nilai komitmen mutu yaitu efisien, efektif, dan inovatif
Anti Korupsi
Penulis peduli akan kebutuhan masyarakat mengenai kesehatahan gigi. Penulis
menjumpai banyak kasus di Murung Raya dimana masyarakat tidak menyadari
bahwa pentingnya menjaga kesehatan gigi. Banyak dijumpai usia dini telah
kehilangan banyak gigi. Dalam hal ini, penulis telah menggambarkan nilai anti
korupsi yaitu peduli.
Tujuan Kegiatan Diperolehnya data mengenai edukasi di RSUD
sebelumnya sehingga memudahkan perencanaan
ataupun pemilihan edukasi yang sesuai.
Hasil Capaian (output) Tersedianya inventaris data kegiatan edukasi kesehatan
gigi.
Dokumentasi

Gambar 4.1. Inventaris Data Kegiatan Edukasi

\
Gambar 4. 2. Diskusi dengan mentor

Gambar 4.3. Diskusi dengan tim di poli gigi

\
Kegiatan 2 Melaksanakan edukasi kesehatan gigi kepada
pasien
Tanggal / Tempat Setiap hari sepanjang Off Campus / Poli Gigi RSUD
Puruk Cahu
Judul Implementasi Nilai Dasar PNS Dalam Aneka Sebagai
Dokter Gigi Dalam Melaksanakan Edukasi Kesehatan
Gigi di RSUD Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya
Provinsi Kalimantan Tengah
Bukti Hasil Capaian Daftar nama pasien yang diedukasi
Lembar edukasi RSUD Puruk Cahu
Foto Kegiatan
Implementasi Nilai Dasar ANEKA
Nilai dasar ANEKA yang diperoleh penulis sebagai dokter gigi ASN selama
melaksanakan edukasi kesehatan gigi pada kegiatan 2 adalah sebagai berikut.
Akuntabilitas
Penulis menyadari bahwa mendapatkan edukasi yang tepat sesuai kebutuhan
adalah hak pasien. Dokter gigi di poli gigi RSUD Puruk Cahu berkewajiban
memberikan pelayanan edukasi tersebut. Setiap sebelum melakukan tindakan,
pasien diberikan edukasi yang sejelas jelasnya mengenai rencana perawatan,
akibatnya maupun pilihan alternative. Ataupun pasien yang hanya berkonsultasi,
tetap diedukasi sesuai kondisinya dengan jujur dan benar. Dalam konteks ini,
penulis telah menjalankan tugas dan kewajibannya, serta bertindak dan berupaya
untuk memberikan kontribusi untuk mencapai pelayanan gigi yang maksimal.
Nasionalisme
Penulis melaksanakan diskusi dua arah dengan pasien mengenai kondisi
kesehatan giginya. Penulis memberikan kesempatan kepada pasien untuk
mengutarakan pendapatnya. Dengan begitu, pasien terlibat dalam menentukan
keputusan yang akan diambil untuk dirinya sendiri.
 Hal ini merupakan gambaran dari Pancasila yaitu sila ke 4 mengenai
musyawarah untuk mencapai mufakat dan memberikan hak pasien untuk
protes.
 Hal ini juga menggambarkan bahwa penulis adalah pelayan publik. Penulis
mampu memberikan pelayanan yang mudah, jujur, terus terang, bermutu,
berorientasi pada pasien.

\
Etika Publik
Penulis menyuluh dengan sopan dan santun, mendengarkan dan menghargai
pendapat pasien mengenai kesehatannya. Penulis menjelaskan tanpa
menyinggung perasaan pasien dan tidak memaksakan kehendak walaupun
penyuluhan kita benar.
Dalam konteks ini penulis telah memberikan pelayanan kepada pasien secara
jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat dan menghargai komunikasi, konsultasi dan
kerjasama.
Komiten Mutu
Penulis membuat media penyuluhan agar lebih mudah dipahami dan menghemat
waktu. Media dapat beruppa poster ataupun video yang dibuat sendiri oleh penulis
menggunakan peralatan seadanya. Penulis juga kreatif menggunakan waktu yang
singkat untuk tetap melakukan penyuluhan, mengingat jumlah pasien yang
banyak. Dalam konteks ini penulis mampu menciptakan edukasi yang efisien,
efektif, dan kreatif tanpa mengurangi mutu pelayanan.
Anti Korupsi
Penulis disipin dan konsisten untuk melaksanakan edukasi terus menerus.
Dengan begitu diharapkan pelaksanaan edukasi tersebut menjadi kebiasaan dan
tertanam dalam diri penulis.
Tujuan Kegiatan Meningkatkan pengetahuan masyarakat Murung Raya
tentang kesehatan gigi
Hasil Capaian (output) Terlaksananya edukasi kesehatan gigi kepada pasien

Dokumentasi

Gambar 4.4. Menjelaskan ke pasien bahwa gigi


bungsu harus dicabut.(dgn media)

\
Gambar 4.5. Menjelaskan bahwa tukang gigi tidak
memiliki izin untuk pemasangan behel
(dengan media)

Gambar 4.6. Salah satu media yang


digunakan untuk edukasi kesehatan gigi ke
pasien

\
Kegiatan 3 Melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat

Tanggal /Tempat 5 Agustus 2019 /MIN Beriwit Puruk Cahu

Judul Implementasi Nilai Dasar PNS Dalam Aneka Sebagai


Dokter Gigi Dalam Melaksanakan Edukasi Kesehatan
Gigi di RSUD Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya
Provinsi Kalimantan Tengah
Bukti Hasil Capaian  Surat penugasan
 UMAN Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Gigi
 Foto Kegiatan
Implementasi Nilai Dasar ANEKA
Nilai dasar ANEKA yang diperoleh penulis sebagai dokter gigi ASN selama
melaksanakan penyuluhan ke MIN Beriwit Puruk Cahu pada kegiatan 3 adalah
sebagai berikut.
Akuntabilitas
Selain melayani pasien, penulis juga bertanggung jawab untuk meningkatkan
pengetahuan masyarakat Murung Raya tentang kesehatan gigi khususnya anak
sekolah. Penulis melakukan penyuluhan di sekolah dengan sasaran adalah anak-
anak. Kesehatan gigi harus dijaga sedini mungkin pada anak-anak. Dalam konteks
ini, penulis telah menjalankan tugas dan kewajibannya, serta bertindak dan
berupaya untuk memberikan kontribusi untuk mencapai pelayanan gigi yang
maksimal melalui promosi kesehatan.
Nasionalisme
 Penulis mengimplementasikan nilai Ketuhanan dengan cara mengembangkan
etika sosial. Ketika mengadakan penyuluhan, penulis berpakain rapi sesuai
budaya sekolah MIN Beriwit Puruk Cahu. Selain itu penulis dan tim juga
menggunakan bahasa yang sopan dan dapat dimengerti oleh siswa.
 Penulis mengganggap bahwa meningkatnya derajat kesehatan akan
meningkatkan kesejahteraan. Artinya pelayan publik ikut memikirkan
bagaimana membangun manusia Indonesia melalui meningkatkan derajat
kesehatan giginya. Disini penulis telah menunjukkan jiwa kemanusiaan yang
sesuai dengan Pancasila, sila kedua.
 Penulis mengajak siswa untuk aktif bertanya. Hal ini sesuai dengan sila ke-

\
empat yaitu musyawarah berdiskusi.
Etika Publik
Penulis melaksanakan koordinasi dan bekerja sama dengan tim PKRS (promosi
kesehatan rumah sakit) dan sekolah terkait rencana pelaksanaan penyuluhan
agar tujuan penyuluhan tercapai yaitu meningkatkan pengetahuan siswa tentang
kesehatan gigi. Dalam konteks ini penulis telah memberikan pelayanan kepada
pasien secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat dan menghargai komunikasi,
konsultasi dan kerjasama.
Komiten Mutu
Penulis menggunakan media model gigi dan sikat gigi. Siswa juga disuruh
membawa sikat gigi dan odol masing-masing. Dalam konteks ini penulis mampu
melaksanakan penyuluhan tanpa menganggu belajar. Penulis melaksanakan
penyuluhan dengat cepat, ringkas namun berkualitas. Hal tersebut dikarenakan
penyuluhan dibantu dengan media yang kreatif.
Anti Korupsi
Penulis meyakini bahwa anti korupsi dapat dilakukan mulai dari hal kecil dan
sederhana. Penulis disiplin dan konsisten memberikan edukasi ke pasien. Penulis
berkomitmen untuk tidak bosan dan malas melakukan edukasi karena hal tersebut
adalah tanggung jawab dokter gigi untuk memberikan pelayanan yang terbaik.
Percaya diri dengan kemampuan dan kompetensi penulis sebagai dokter gigi.
Tujuan Kegiatan Meningkatkan pengetahuan siswa MIN Beriwit Puruk
Cahu mengenai kesehatan gigi.
Hasil Capaian (output) Terlaksananya penyuluhan ke MIN Beriwit Puruk Cahu

Dokumentasi

Gambar 4.7. Penyuluhan kesehatan gigi ke sekolah dengan


menggunakan model gigi sebagai alat bantu

\
Gambar 4.8. Penyuluhan kesehatan gigi ke masyarakat
merupakan tanggung jawab dokter gigi

\
Kegiatan 4 Membuat video tentang kesehatan gigi

Tanggal / Tempat 7 Agustus 2019 / RSUD Puruk Cahu

Judul Implementasi Nilai Dasar PNS Dalam Aneka Sebagai


Dokter Gigi Dalam Melaksanakan Edukasi Kesehatan
Gigi di RSUD Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya
Provinsi Kalimantan Tengah
Bukti Hasil Capaian Video
Foto Kegiatan
Implementasi Nilai Dasar ANEKA
Nilai dasar ANEKA yang diperoleh penulis sebagai dokter gigi ASN selama
membuat video tentang kesehatan gigi adalah sebagai berikut.
Akuntabilitas
Penulis melaksanakan tanggung jawabnya sesuai kompetensi sebagai dokter gigi
untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Murung Raya mengenai kesehatan
gigi. Penulis membuat media video untuk memudahkan edukasi kepada
masyarakat.
Nasionalisme
Penulis membuat video mengenai promosi kesehatan gigi. Promosi kesehatan gigi
merupakan kebijakan pemerintah untuk dilaksanakan penulis sebagai dokter gigi
ASN. Video tersebut berorientasikan kepada kepentingan publik dan menciptakan
kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
Penulis juga menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penulis
merasa bahwa seluruh masyarakat memiliki kehendak hidup bersama. Negara
pun diharapkan mampu memberikan kebaikan bersama bagi warganya. Meskipun
dijumpai kemajemukan dan keanekaragaman bahasa, tetap dipersatukan oleh
Bahasa Indonesia. Hal ini sesuai dengan sila ketiga Pancasila.
Etika Publik
Penulis bekerja sama dengan tim di poli gigi, PKRS dan PDE rumah sakit. Penulis
merasa perlu menciptakan suasana lingkungan kerja yang nyaman. Dengan
meminta tolong kepada tim untuk membantu penulis dalam penyelesaian video.
Dengan meyakinkan mereka bahwa video tersebut sangat berguna untuk promosi
kesehatan di RSUD Puruk Cahu. Dalam konteks ini penulis mampu menerapkan
nilai dasar etika publik yaitu mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong
kinerja pegawai, mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.

\
Komiten Mutu
Penulis berusaha membuat video yang kreatif sehingga pengunjung tertarik untuk
menonton. Dengan begitu, setidaknya pengunjung mendapatkan wawasan
mengenai kesehatan giginya.
Anti Korupsi
Penulis meyakini bahwa anti korupsi dapat dilakukan mulai dari hal kecil dan
sederhana. Dalam pembuatan video kesehatan gigi melibatkan tim di poli gigi dan
menggunakan HP untuk merekam. Walaupun proses pembuatan video sederhana
namun tidak mengurangi nilai edukasi. Selain melibatkan tim poli gigi, penulis juga
melibatkan tim PKRS dan PDE di rumah sakit. Penulis mengucapkan terima kasih
atas bantuan mereka.
Tujuan Kegiatan Menyediakan media untuk memudahkan edukasi ke
masyarakat khususnya pengunjung RSUD Puruk Cahu.
Hasil Capaian (output) Tersedianya video sebagai media promkes gigi dan
media edukasi
Dokumentasi

Gambar 4.9. Video dengan judul “Cabut Gigi adalah Pilihan


Terakhir” telah ditayangkan di TV ruang tunggu
RSUD Puruk Cahu.

\
Kegiatan 5 Membuat Banner Kesehatan Gigi

Tanggal / Tempat 10 Agustus 2019 /Ruang Tunggu RSUD Puruk Cahu

Judul Implementasi Nilai Dasar PNS Dalam Aneka Sebagai


Dokter Gigi Dalam Melaksanakan Edukasi Kesehatan
Gigi di RSUD Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya
Provinsi Kalimantan Tengah
Bukti Hasil Capaian Baner
Foto Kegiatan
Implementasi Nilai Dasar ANEKA
Nilai dasar ANEKA yang diperoleh penulis sebagai dokter gigi ASN selama
membuat baner kesehatan gigi adalah sebagai berikut.
Akuntabilitas
Penulis melaksanakan tanggung jawabnya sesuai kompetensi sebagai dokter gigi
untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Murung Raya mengenai kesehatan
gigi. Penulis membuat baner sebagai media promosi kesehatan gigi kepada
masyarakat.
Nasionalisme
Penulis membuat baner mengenai promosi kesehatan gigi. Promosi kesehatan
gigi merupakan kebijakan pemerintah untuk dilaksanakan penulis sebagai dokter
gigi ASN. Baner tersebut berorientasikan kepada kepentingan publik dan
menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
Etika Publik
 Isi baner memakai bahasa dan gambar yang sopan dan tidak menyinggung
pihak manapun. Hal ini sesuai nilai dasar etika publik yaitu memegang teguh
nilai ideology Pancasila.
 Selain itu, disini penulis mampu melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah dalam hal promosi kesehatan. Sekarang pemerintah berusaha untuk
menggalakan tindakan promotif.
 Penulis menghargai komunikasi, konsultasi dan kerja sama dengan PKRS dan
tim poli gigi.
Komiten Mutu
Penulis memilih topik kesehatan gigi yang umum sehingga topik tersebut
merupakan kebutuhan banyak orang. Penulis mendesain baner dengan singkat
dan jelas sehingga mudah dipahami. Dengan warna biru muda, membuat tampilan

\
baner semakin menarik. Dalam konteks ini penulis mampu membuat baner yang
efisien, efektif dan bermutu.
Anti Korupsi
Penulis bekerja keras dan mandiri dalam mendesain baner.
Tujuan Kegiatan Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan
gigi.
Hasil Capaian (output) Tersedianya banner sebagai media promkes gigi

Dokumentasi

Gambar 4.10. Tersedianya banner akan meningkatkan


pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan gigi

\
Kegiatan 6 Membuat leaflet kesehatan gigi

Tanggal 14 Agustus 2019

Judul Implementasi Nilai Dasar PNS Dalam Aneka Sebagai


Dokter Gigi Dalam Melaksanakan Edukasi Kesehatan
Gigi di RSUD Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya
Provinsi Kalimantan Tengah
Bukti Hasil Capaian Leaflet
Foto Kegiatan
Implementasi Nilai Dasar ANEKA
Nilai dasar ANEKA yang diperoleh penulis sebagai dokter gigi ASN selama
membuat leaflet kesehatan gigi adalah sebagai berikut.
Akuntabilitas
Penulis melaksanakan tanggung jawabnya sesuai kompetensi sebagai dokter gigi
untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Murung Raya mengenai kesehatan
gigi. Penulis membuat leaflet sebagai media promosi kesehatan gigi kepada
masyarakat.
Nasionalisme
Penulis membuat leaflet mengenai promosi kesehatan gigi. Promosi kesehatan
gigi merupakan kebijakan pemerintah untuk dilaksanakan penulis sebagai dokter
gigi ASN. Leaflet tersebut berorientasikan kepada kepentingan publik dan
menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
Etika Publik
 Isi leaflet memakai bahasa dan gambar yang sopan dan tidak menyinggung
pihak manapun. Hal ini sesuai nilai dasar etika publik yaitu memegang teguh
nilai ideology Pancasila.
 Selain itu, disini penulis mampu melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah dalam hal promosi kesehatan. Sekarang pemerintah berusaha untuk
menggalakan tindakan promotif.
 Penulis menghargai komunikasi, konsultasi dan kerja sama dengan PKRS dan
tim poli gigi.
Komiten Mutu
Penulis menciptakan leaflet yang kreatif dan menarik. Topiknya tepat sasaran
sesuai kondisi masyarakat Murung Raya. Leaflet yang dibuat adalah dengan topik
sebagai berikut.

\
 Halitosis/ bau mulut
 Bahaya yang terjadi jika kamu ke tukang gigi
 Ayo rawat kesehatan gigi ibu hamil
Anti Korupsi
Mampu membuat leaflet sendiri dengan alat sederhana.
Tujuan Kegiatan Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
kesehatan gigi
Hasil Capaian (output) Tersedianya leaflet sebagai media promkes gigi

Dokumentasi

Gambar 4.11. Leaflet dibuat dengan desain


dan warna yang menarik

Gambar 4.12. Penulis membuat sendiri leaflet

\
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penulis telah mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar
pola baru Golongan III Angkatan III Tahun 2019 yang berjalan mulai 27
Juli 2019 hingga 02 September 2019. Kegiatan tersebut sesuai dengan
tahapan-tahapan yang telah ditentukan oleh Badan Pengelola Sumber
Daya Manusia Provinsi Kalimantan Tengah. Salah satu tahapan yang
sangat penting adalah melakukan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi
Pegawai Negeri Sipil di lingkungaan kerja yaitu di poli gigi RSUD Puruk
Cahu.
Aktualisasi nilai-nilai dasar meliputi akuntabilitas, nasionalisme,
etika publik, komitmen mutu, anti korupsi, whole of goverment dan
pelayanan publik. Dalam pelaksanaannya, nilai-nilai tersebut berjalan
sinergis dengan nilai-nilai instansi RSUD Puruk Cahu. Dimana kedua
nilai ini mengharuskan seorang ASN untuk mementingkan kepentingan
masyarakat dari pada kepentingan individu. Kegiatan aktualisasi tersebut
mendukung dalam pencapaian visi RSUD Puruk Cahu yaitu terwujudnya
rumah sakit yang unggul dan menjadi pilihan utama masyarakat Murung
Raya dan sekitarnya”.

\
B. Analisis Dampak dan Rencana Aksi
Tabel 5.1
Analisis Dampak dan rencana Aksi

No Kegiatan Nilai ANEKA Dampak Rencana Aksi


1 Melaksanakan Akuntabilitas Jika kegiatan inventaris kegiatan  Melaksanakan inventaris
inventaris kegiatan Penulis telah melaksanakan kewajibannya sesuai edukasi tidak menerapkan nilai data edukasi secara
edukasi kesehatan gigi kompetensi dokter gigi yaitu merencanakan edukasi ANEKA, maka berkala.
yang terarah sesuai kebutuhan masyarakat di Puruk  Materi edukasi menjadi tidak  Mencari atau
Cahu dan sesuai kemampuan rumah sakit. terarah dan tidak sesuai kebutuhan mengembangkan
Nasionalisme pasien maupun kemampuan metode edukasi dan
Penulis melaksanakan diskusi dengan pimpinan dan rumah sakit promotif lainnya yang
tim di poli gigi untuk memutuskan jenis edukasi yang  Dijumpai perbedaan persepsi lebih menarik.
dapat dilaksanakan di RSUD Puruk Cahu. Hal ini mengenai edukasi.
merupakan gambaran dari Pancasila yaitu sila ke 4  Dijumpai rasa saling tidak
mengenai musyawarah untuk mencapai mufakat. menghargai di antara tim poli gigi
Etika Publik sehingga mengurangi kerja sama
Penulis melaksanakan diskusi dengan pimpinan dan di dalam tim.
tim di poli gigi untuk memutuskan jenis edukasi yang  Masyarakat akan bosan dengan
dapat dilaksanakan di RSUD Puruk Cahu. Hal ini model pelayanan yang tidak
merupakan gambaran dari Pancasila yaitu sila ke 4 menarik sehingga pengetahuan
mengenai musyawarah untuk mencapai mufakat tentang kesehatan gigi pun tidak
Komitmen Mutu meningkat
Penulis memilah edukasi yang sesuai dengan
kebutuhan pasien dan menciptakan media kreatif
untuk memudahkan pelaksanaan edukasi. Dengan
begitu nantinya edukasi menjadi lebih tepat sasaran,
mudah dilakukan dan menghemat waktu. Hal ini
sesuai dengan nilai komitmen mutu yaitu efisien,
efektif, dan inovatif
Anti Korupsi

\
Penulis peduli akan kebutuhan masyarakat mengenai
kesehatahan gigi. Penulis menjumpai banyak kasus di
Murung Raya dimana masyarakat tidak menyadari
bahwa pentingnya menjaga kesehatan gigi. Banyak
dijumpai usia dini telah kehilangan banyak gigi. Dalam
hal ini, penulis telah menggambarkan nilai anti korupsi
yaitu peduli.
2 Melaksanakan edukasi Akuntabilitas Apabila ANEKA tidak diterapkan dalam Memberikan pelayanan
kesehatan gigi kepada Penulis menyadari bahwa mendapatkan edukasi kegiatan edukasi kesehatan gigi kesehatan dengan sebaik-
pasien yang tepat sesuai kebutuhan adalah hak pasien. kepada pasien maka baiknya dan semaksimal
Dokter gigi di poli gigi RSUD Puruk Cahu berkewajiban  Terlaksana edukasi yang kurang mungkin terutama dalam
memberikan pelayanan edukasi tersebut. Setiap profesional dan tidak meningkatkan pelayanan poli gigi.
sebelum melakukan tindakan, pasien diberikan pengetahuan pasien kesehatan
edukasi yang sejelas jelasnya mengenai rencana gigi.
perawatan, akibatnya maupun pilihan alternative.  Pasien merasa tidak diberlakukan
Ataupun pasien yang hanya berkonsultasi, tetap sama untuk mendapatkan
diedukasi sesuai kondisinya dengan jujur dan benar. informasi. Pasien merasa dokterlah
Dalam konteks ini, penulis telah menjalankan tugas yang mengambil keputusan akan
dan kewajibannya, serta bertindak dan berupaya untuk dirinya. Hal tersebut akan
memberikan kontribusi untuk mencapai pelayanan gigi mengurangi kepercayaan pasien
yang maksimal. kepada rumah sakit
Nasionalisme  Pasien tidak nyaman dan sulit
Penulis melaksanakan diskusi dua arah dengan diajak bekerja sama dalam
pasien mengenai kondisi kesehatan giginya. Penulis perawatan penyakitnya.
memberikan kesempatan kepada pasien untuk  Pasien tidak mengerti tentang
mengutarakan pendapatnya. Dengan begitu, pasien kondisinya sehingga menyebabkan
terlibat dalam menentukan keputusan yang akan sulit bekerja sama dalam
diambil untuk dirinya sendiri. perawatannya.
 Hal ini merupakan gambaran dari Pancasila yaitu  Tidak disiplin dan konsisten
sila ke 4 mengenai musyawarah untuk mencapai melakukan penyuluhan tidak
mufakat dan memberikan hak pasien untuk meningkatkan wawasan
protes. masyarakat tentang kesehatan gigi.
 Hal ini juga menggambarkan bahwa penulis
adalah pelayan publik. Penulis mampu
memberikan pelayanan yang mudah, jujur, terus

\
terang, bermutu, berorientasi pada pasien.
Etika Publik
Penulis menyuluh dengan sopan dan santun,
mendengarkan dan menghargai pendapat pasien
mengenai kesehatannya. Penulis menjelaskan tanpa
menyinggung perasaan pasien dan tidak memaksakan
kehendak walaupun penyuluhan kita benar.
Dalam konteks ini penulis telah memberikan
pelayanan kepada pasien secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat dan menghargai komunikasi, konsultasi
dan kerjasama.
Komitmen Mutu
Penulis membuat media penyuluhan agar lebih mudah
dipahami dan menghemat waktu. Media dapat
beruppa poster ataupun video yang dibuat sendiri oleh
penulis menggunakan peralatan seadanya. Penulis
juga kreatif menggunakan waktu yang singkat untuk
tetap melakukan penyuluhan, mengingat jumlah
pasien yang banyak. Dalam konteks ini penulis mampu
menciptakan edukasi yang efisien, efektif, dan kreatif
tanpa mengurangi mutu pelayanan.
Anti Korupsi
Penulis disipin dan konsisten untuk melaksanakan
edukasi terus menerus. Dengan begitu diharapkan
pelaksanaan edukasi tersebut menjadi kebiasaan dan
tertanam dalam diri penulis.
3 Melaksanakan edukasi Akuntabilitas Apabila ANEKA tidak diterapkan dalam  Memberikan pelayanan
kesehatan gigi kepada Selain melayani pasien, penulis juga bertanggung kegiatan edukasi kesehatan gigi kesehatan dengan
masyarakat jawab untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat kepada masyarakat maka, akan: sebaik-baiknya dan
Murung Raya tentang kesehatan gigi khususnya anak  Tidak terlaksana edukasi yang semaksimal mungkin
sekolah. Penulis melakukan penyuluhan di sekolah profesional dan meningkatkan terhadap masyarakat.
dengan sasaran adalah anak-anak. Kesehatan gigi pengetahuan pasien  Melaksanakan
harus dijaga sedini mungkin pada anak-anak. Dalam  Tidak menjadi contoh kepada penyuluhan kepada
konteks ini, penulis telah menjalankan tugas dan siswa untuk mencintai tanah air kelompok masyarakat
kewajibannya, serta bertindak dan berupaya untuk dengan menggunakan Bahasa lain dan tidak terbatas

\
memberikan kontribusi untuk mencapai pelayanan gigi Indonesia. hanya di sekolah.
yang maksimal melalui promosi kesehatan.  Sekolah akan jera melakukan kerja Misalnya penyuluhan ke
Nasionalisme sama berikutnya karena tidak kelompok ibu PKK.
 Penulis mengimplementasikan nilai Ketuhanan sesuai budaya sekolah. Sehingga
dengan cara mengembangkan etika sosial. Ketika penyuluhan untuk meningkatkan
mengadakan penyuluhan, penulis berpakain rapi pengetahuan masyarakat gagal.
sesuai budaya sekolah MIN Beriwit Puruk Cahu.  Anak sekolah kurang paham
Selain itu penulis dan tim juga menggunakan karena tidak menggunakan media.
bahasa yang sopan dan dapat dimengerti oleh
siswa.
 Penulis mengganggap bahwa meningkatnya
derajat kesehatan akan meningkatkan
kesejahteraan. Artinya pelayan publik ikut
memikirkan bagaimana membangun manusia
Indonesia melalui meningkatkan derajat
kesehatan giginya. Disini penulis telah
menunjukkan jiwa kemanusiaan yang sesuai
dengan Pancasila, sila kedua.
 Penulis mengajak siswa untuk aktif bertanya. Hal
ini sesuai dengan sila ke-empat yaitu
musyawarah berdiskusi.
Etika Publik
Penulis melaksanakan koordinasi dan bekerja sama
dengan tim PKRS (promosi kesehatan rumah sakit)
dan sekolah terkait rencana pelaksanaan penyuluhan
agar tujuan penyuluhan tercapai yaitu meningkatkan
pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi. Dalam
konteks ini penulis telah memberikan pelayanan
kepada pasien secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat dan menghargai komunikasi, konsultasi dan
kerjasama.
Komiten Mutu
Penulis menggunakan media model gigi dan sikat gigi.
Siswa juga disuruh membawa sikat gigi dan odol
masing-masing. Dalam konteks ini penulis mampu

\
melaksanakan penyuluhan tanpa menganggu belajar.
Penulis melaksanakan penyuluhan dengat cepat,
ringkas namun berkualitas. Hal tersebut dikarenakan
penyuluhan dibantu dengan media yang kreatif.
Anti Korupsi
Penulis meyakini bahwa anti korupsi dapat dilakukan
mulai dari hal kecil dan sederhana. Penulis disiplin dan
konsisten memberikan edukasi ke pasien. Penulis
berkomitmen untuk tidak bosan dan malas melakukan
edukasi karena hal tersebut adalah tanggung jawab
dokter gigi untuk memberikan pelayanan yang terbaik.
Percaya diri dengan kemampuan dan kompetensi
penulis sebagai dokter gigi.
4 Membuat video Akuntabilitas Apabila ANEKA tidak diterapkan dalam  Meningkatkan mutu
tentang kesehatan gigi Penulis melaksanakan tanggung jawabnya sesuai kegiatan membuat video kesehatan video agar sesuai
kompetensi sebagai dokter gigi untuk meningkatkan gigi maka, akan: kebutuhan masyarakat.
pengetahuan masyarakat Murung Raya mengenai  Tersedianya media promosi  Mengangkat tema
kesehatan gigi. Penulis membuat media video untuk kesehatan berupa video namun kesehatan gigi yang
memudahkan edukasi kepada masyarakat. kurang meningkatkan pengetahuan berbeda sehingga video
Nasionalisme masyarakat lebih bervariatif.
Penulis membuat video mengenai promosi kesehatan  Seluruh pengunjung tidak mengerti
gigi. Promosi kesehatan gigi merupakan kebijakan tujuan video tersebut karena tidak
pemerintah untuk dilaksanakan penulis sebagai dokter menggunakan bahasa pengantar
gigi ASN. Video tersebut berorientasikan kepada Indonesia.
kepentingan publik dan menciptakan kesejahteraan  Penerima edukasi (masyarakat)
masyarakat yang lebih baik. kurang senang dalam menyerap
Penulis juga menggunakan Bahasa Indonesia yang informasi karena menggunakan
baik dan benar. Penulis merasa bahwa seluruh bahasa yang tidak sopan.
masyarakat memiliki kehendak hidup bersama. Negara  Tidak menjangkau masyarakat
pun diharapkan mampu memberikan kebaikan dalam jumlah besar. Tidak
bersama bagi warganya. Meskipun dijumpai mengurangi rasa jenuh di ruang
kemajemukan dan keanekaragaman bahasa, tetap tunggu.
dipersatukan oleh Bahasa Indonesia. Hal ini sesuai  Memberikan imbalan jasa kepada
dengan sila ketiga Pancasila. tim yang membantu mengimput
Etika Publik video. Hal ini bisa menjadi memicu

\
Penulis bekerja sama dengan tim di poli gigi, PKRS tumbuhnya bibit korupsi.
dan PDE rumah sakit. Penulis merasa perlu
menciptakan suasana lingkungan kerja yang nyaman.
Dengan meminta tolong kepada tim untuk membantu
penulis dalam penyelesaian video. Dengan
meyakinkan mereka bahwa video tersebut sangat
berguna untuk promosi kesehatan di RSUD Puruk
Cahu. Dalam konteks ini penulis mampu menerapkan
nilai dasar etika publik yaitu mengutamakan
pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai,
mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
Komiten Mutu
Penulis berusaha membuat video yang kreatif
sehingga pengunjung tertarik untuk menonton. Dengan
begitu, setidaknya pengunjung mendapatkan wawasan
mengenai kesehatan giginya.
Anti Korupsi
Penulis meyakini bahwa anti korupsi dapat dilakukan
mulai dari hal kecil dan sederhana. Dalam pembuatan
video kesehatan gigi melibatkan tim di poli gigi dan
menggunakan HP untuk merekam. Walaupun proses
pembuatan video sederhana namun tidak mengurangi
nilai edukasi. Selain melibatkan tim poli gigi, penulis
juga melibatkan tim PKRS dan PDE di rumah sakit.
Penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan
mereka.
5 Membuat Banner Akuntabilitas Apabila ANEKA diterapkan dalam  Meningkatkan mutu
Kesehatan Gigi Penulis melaksanakan tanggung jawabnya sesuai kegiatan membuat banner kesehatan baner agar sesuai
kompetensi sebagai dokter gigi untuk meningkatkan gigi maka, akan: kebutuhan masyarakat.
pengetahuan masyarakat Murung Raya mengenai  Tidak terlaksanannya tanggung  Mengangkat tema
kesehatan gigi. Penulis membuat baner sebagai jawab penullis untuk meningkatkan kesehatan gigi yang
media promosi kesehatan gigi kepada masyarakat. pengetahuan masyarakat berbeda sehingga
Nasionalisme khusunya di ruang tunggu banner lebih bervariatif.
Penulis membuat baner mengenai promosi kesehatan  Pengunjung tidak mengerti isi topik
gigi. Promosi kesehatan gigi merupakan kebijakan baner karena menggunakan

\
pemerintah untuk dilaksanakan penulis sebagai dokter bahasa Indonesia dan bukan
gigi ASN. Baner tersebut berorientasikan kepada bahasa medis.
kepentingan publik dan menciptakan kesejahteraan  Pengunjung tidak senang dengan
masyarakat yang lebih baik. topik yang menyinggung dan tidak
Etika Publik sopan.
 Isi baner memakai bahasa dan gambar yang sopan  Media tidak menarik perhatian
dan tidak menyinggung pihak manapun. Hal ini pengunjung rumah sakit.
sesuai nilai dasar etika publik yaitu memegang teguh
nilai ideology Pancasila.
 Selain itu, disini penulis mampu melaksanakan
kebijakan dan program pemerintah dalam hal
promosi kesehatan. Sekarang pemerintah berusaha
untuk menggalakan tindakan promotif.
 Penulis menghargai komunikasi, konsultasi dan kerja
sama dengan PKRS dan tim poli gigi.
Komiten Mutu
Penulis memilih topik kesehatan gigi yang umum
sehingga topik tersebut merupakan kebutuhan banyak
orang. Penulis mendesain baner dengan singkat dan
jelas sehingga mudah dipahami. Dengan warna biru
muda, membuat tampilan baner semakin menarik.
Dalam konteks ini penulis mampu membuat baner
yang efisien, efektif dan bermutu.
Anti Korupsi
Penulis bekerja keras dan mandiri dalam mendesain
baner.
6 Membuat leaflet Akuntabilitas Apabila ANEKA tidak diterapkan dalam  Mengingkatkan mutu
kesehatan gigi Penulis melaksanakan tanggung jawabnya sesuai kegiatan membuat leaflet kesehatan leaflet agar sesuai
kompetensi sebagai dokter gigi untuk meningkatkan gigi, maka, akan: kebutuhan masyarakat.
pengetahuan masyarakat Murung Raya mengenai  Tersedianya media promosi  Mengangkat tema
kesehatan gigi. Penulis membuat leaflet sebagai kesehatan gigi yang kurang tepat kesehatan gigi yang
media promosi kesehatan gigi kepada masyarakat. sasaran sehingga tidak berbeda sehingga leaflet
Nasionalisme meningkatkan pengetahuan lebih bervariatif.
Penulis membuat leaflet mengenai promosi kesehatan masyarakat.
gigi. Promosi kesehatan gigi merupakan kebijakan  Materi leaflet akan lebih sulit

\
pemerintah untuk dilaksanakan penulis sebagai dokter dipahami karena menggunakan
gigi ASN. Leaflet tersebut berorientasikan kepada bahasa medis
kepentingan publik dan menciptakan kesejahteraan  Media promkes bisa jadi
masyarakat yang lebih baik. bertentangan dengan masyarakat
Etika Publik karena isi maupun pemilihan kata
 Isi leaflet memakai bahasa dan gambar yang sopan yang kurang sopan.
dan tidak menyinggung pihak manapun. Hal ini  Media promkes gigi menjadi
sesuai nilai dasar etika publik yaitu memegang teguh mudah dipahami karena disertai
nilai ideology Pancasila. gambar-gambar yang menarik
 Selain itu, disini penulis mampu melaksanakan  Pemborosan jika dibuat di
kebijakan dan program pemerintah dalam hal percetakan padalah masih bisa
promosi kesehatan. Sekarang pemerintah berusaha dikerjakan secara mandiri.
untuk menggalakan tindakan promotif.
 Penulis menghargai komunikasi, konsultasi dan kerja
sama dengan PKRS dan tim poli gigi.
Komiten Mutu
Penulis menciptakan leaflet yang kreatif dan menarik.
Topiknya tepat sasaran sesuai kondisi masyarakat
Murung Raya. Leaflet yang dibuat adalah dengan topik
sebagai berikut.
 Halitosis/ bau mulut
 Bahaya yang terjadi jika kamu ke tukang gigi
 Ayo rawat kesehatan gigi ibu hamil
Anti Korupsi
Mampu membuat leaflet sendiri dengan alat
sederhana.

\
C. Rekomendasi
Penulis memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak yang terkait dalam
pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini.
1. Instansi Tempat Aktualisasi
Diharapkan kegiatan yang telah dilaksanakan dapat tetap dilanjutkan
dan dapat mendukung program rumah sakit dalam meningkatkan
pelayanan di RSUD Puruk Cahu.
2. Aparatur Sipil Negara (ASN)
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab perlu
mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANEKA
3. Peserta Diklat Pelatihan Dasar
Agar mampu mengembangkan kemampuannya sesuai dengan
tanggung jawabnya sebagai Aparatu Sipil Negara (ASN) dalam
melayani masyarakat.

\
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administari Negara. 2019. Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi

Pegawai Negeri Sipil. Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan

dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta :

Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administari Negara. 2019. Akuntabilitas. Modul Penyelenggaraan

Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil

Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administari Negara. 2019. Nasionalisme. Modul Penyelenggaraan

Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil

Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administari Negara. 2019. Etika Publik. Modul Penyelenggaraan

Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil

Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administari Negara. 2019. Komitmen Mutu. Modul Penyelenggaraan

Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil

Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administari Negara. 2019. Anti Korupsi. Modul Penyelenggaraan

Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil

Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administari Negara. 2019. Whole Of Goverment. Modul

Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai

Negeri Sipil Golongan III. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara.

\
\
\
\