Anda di halaman 1dari 4

STATISTIKA

Multivariate Analysis of Variance


“MANOVA”

NUR HIKMAH WIDYANINGSIH


201870096
TRISAKTI SCHOOL OF MANAGEMENT
BEKASI
Multivariate Analysis of Variance (MANOVA)
Uji Manova
Manova adalah uji statistik yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel
independen yang berskala kategorik terhadap beberapa variabel dependen sekaligus yang
berskala data kuantitatif. Analisis ini dsiebut juga dengan istilah multivariat anova.
Multivariat anova merupakan singkatan dari multivariate analysis of variance, artinya
merupakan bentuk multivariate dari analysis of variance (ANOVA). Bentuk multivariate
maksudnya adalah terdapat lebih dari satu variabel terikat. Sehingga uji manova digunakan untuk
mengukur pengaruh variabel independen terhadap beberapa variabel dependen secara simultan
atau sekaligus.
Uji ini mirip sekali dengan uji Hotelling’s T2. Letak perbedaannya adalah jika uji
hotelling’s T2 digunakan apabila hanya terdapat 1 variabel independen dengan 2 kategori saja.
Sedangkan multivariat anova dapat digunakan pada lebih dari 1 variabel independen dan/atau
kategori dua atau lebih.

Jadi apabila dibuat kesimpulan:


Uji ini adalah bentuk multivariat dari ANOVA, sedangkan Hotelling’s T2 adalah bentuk
multivariat dari independen t test. Berikut Gambarannya:

Multivariat anova dapat dikatakan kebalikan dari analisis diskriminan, karena pada
analisis diskriminan variabel dependen yang berskala kategorik dan variabel independen yang
berskala kuantitatif. Kedua uji ini mempunyai kesamaan dalam cara menentukan nilai variate
dan menguji signifikansi statistic antar kelompok.
Keunggulannya adalah mampu digunakan untuk menganalisis pengaruh setiap variabel
independen yang berskala kategorik terhadap masing-masing variabel dependen secara terpisah,
di mana variabel dependen berskala kuantitatif.
Dalam penggunaannya, membutuhkan asumsi, yaitu ukuran sampel yang lebih besar dari
pada univariat ANOVA, di mana dalam manova ada batasan khusus dalam setiap sel (kelompok),
minimal sebanyak 20 observasi. Dan jumlah sampel di setiap sel harus lebih besar dari jumlah
variabel dependen.
Manova hampir sama dengan One Way Anova, letak perbedaannya adalah pada jumlah
variabel dependen atau variabel terikat yang diuji di dalam model. Kalau One Way Anova, hanya
ada 1 variabel dependen, sedangkan pada Manova ada lebih dari 1 variabel dependen.
Prosedur-prosedur yang dilakukan dalam penggunaan MANOVA:
 Tahap 1 = Menentukan objek dari MANOVA
 Tahap 2 = Membuat design penelitian dari MANOVA
 Tahap 3 = Asumsi dari multiple MANOVA
 Tahap 4 = Memperkirakan Model MANOVA dan Menilai keseluruhan Fit
 Tahap 5 = Menginterpretasi dari MANOVA variat
 Tahap6 = Memvalidasi dari hasil tersebut
Di bawah ini akan dijelasakan masing-masing prosedur yang dilakukan dalam
penggunaan MANOVA. Tahap 1 bertujuan untuk menganalisis hubungan ketergantungan yang
direpresentasikan sebagai perbedaan dalam satu set ukuran. Hal ini tergantung pada serangkaian
kelompok yang dibentuk oleh satu atau lebih kategoris dari langkah-langkah independen. Untuk
memberikan wawasan ke dalam sifat dan kekuatan prediksi dari langkah-langkah independen
serta keterkaitan dan perbedaan dalam beberapa tindakan tergantung.
Tahap 2 untuk sample size requirements dapat dilihat secara keseluruhan atau kelompok.
Dalam factorial designs menggunakan dua atau lebih treatments. Pada selecting treatments yang
digunakan berdasarkan tipe dan nomor (interaction effects). Penggunaan kovariat adalah
ANCOVA AND MANCOVA.
. Tahap 3 merupakan mengobservasi variabel independen. Kemudian dilihat apakah
adanya kesamaan dalam varian (covariance matrices for all groups). Distribusinya tergolong
normal atau tidak. adanya linearitas dan multicollinearity selama dalam variabel dependen dan
adanya sensitivity outliers.
Tahap 4 memiliki tujuan untuk menyeleksi beberapa kriteria untuk significance tets dan
assessing statistical power
. Tahap 5 menafsirkan efek kovariat, jika digunakan. Menilai mana variabel dependen
ditunjukkan adanya perbedaan antar kelompok setiap perlakuan
Tahap 6 menjelaskan tentang replikasi, menggunakan kovariat apa dan penilaian
penyebab.
Asumsi yang berlaku dalam MANOVA adalah:
 Variabel dependen terdistribusi normal
 Setiap pasang variabel dependen, kovariat, dan semua pasangan variabel
dependen-kovariat adalah linear
 Variabel dependen memiliki tingkat variansi yang sama sepanjang daerah variabel
prediktor
 Variabel dependen maupun independen dapat dikorelasikan satu sama lain
Batasan-batasan penggunaan MANOVA antara lain:
 Outliers-outliers dapat menghasilkan galat tipe I atau tipe II dan tidak ada tanda
yang menandakan galat tipe mana yang terjadi dalam analisis
 Multikolinearitas dan singularitas (saat terdapat korelasi yang tinggi antara
variabel dependen, salah satu variabel dependen akan menjadi kombinasi linear
dari variabel dependen lainnya)
Selain itu dapat dijelaskan pula mengenai prosedur dalam univariat yaitu menggunakan t-
test untuk menguji perbedaan antara dua kelompok, t-statistik merupakan rasio dari perbedaan
antara mean sample (u1 – u2) terhadap standar errornya. Standar error merupakan estimasi
perbedaan antara mean yang diharapkan karena kesalahan sample, bukan perbedaan
sesungguhnya antara mean. Jika nilai absolut t lebih besar dari nilai kritis t, maka kita dapat
menolak Ho yang mengatakan tidak ada perbedaan. Hal ini berarti perbedaan aktual secara
statistik lebih besar dari perbedaan yang diharapkan dari kesalahan sampel.
Kemudian dalam prosedur univariat juga menggunakan Analysis of Variance (ANOVA)
untuk menguji perbedaan antara tiga kelompok atau lebih terhadap dua atau lebih variabel
independen menggunakan uji F. ANOVA digunakan untuk menentukan probabilitas bahwa
perbedaan dalam mean antar beberapa kelompok adalah berdasarkan kesalahan sample.
Pengujian ANOVA secara langsung membandingkan dua estimasi independen dari variance
untuk variabel dependen. Yang pertama mewakili variabilitas umum dari responden dalam
kelompok (MSW) dan yang lainnya mewakili perbedaan antar kelompok yang mempunyai
pengaruh treatment (MSB).
Selanjutnya, untuk prosedur MANOVA sendiri menjelaskan bahwa Jika pada t-test dan
ANOVA, pengujian hipotesis nol adalah kesamaan mean dari variabel dependen antar kelompok.
Pada MANOVA pengujian hipotesis nol adalah kesamaan mean dari vector multiple variable
dependen antar kelompok. The Two-Group Case: Hotelling's T2 bentuk yang merupakan
perluasan khusus dari univariate t-test. Hotelling’s T2 menyediakan pengujian statistik variabel
yang dibentuk dari variabel dependen yang menghasilkan perbedaan kelompok terbesar.
Hotelling’s T2 juga digunakan untuk masalah “inflating” jenis kesalahan I yang timbul ketika
membuat serangkaian t-test mean kelompok pada beberapa ukuran dependen. Hal ini
mengendalikan inflasi dari jenis kesalahan I dengan menyediakan pengujian keseluruhan secara
tunggal dari perbedaan kelompok diantara semua variabel dependen pada level a yang
ditetapkan.