Anda di halaman 1dari 6

Christian Science

Apa sajakah yang diajarkan Christian Science? Inti pengajaran Christian Science dapat
ditemukan dalam buku Science and Health with Key to the Scripture, memuat antara lain:

1. Ajaran tentang Allah, Yesus Kristus, dan Roh Kudus


Christian Science mempercayai Allah yang Tritunggal, namun dengan pemahaman
yang berbeda dari pemahaman gereja pada umumnya. Allah bukan hanya sebagai Bapa,
melainkan juga Ibu, atau Ibu-Bapa. Yesus itu manusia, bukan Ilah, yang lahir dari
wanita, berjalan di bumi, yang memampukan manusia untuk memperoleh pengetahuan
pengertian tentang Allah. Ia menjadi contoh tentang manusia idg eal yang mampu
mencapai status "satu dengan Allah". Sedangkan Kristus didefinisikan sebagai
"pewujudnyataan tertinggi dan ilahi dari, yaitu, sang Pikiran, yang datang kepada
daging untuk menghancurkan kesalahan yang bersarang di dalamnya". Dengan
demikian, Christian Science membedakan Yesus dari Kristus. Berdasarkan pemahaman
ini pula Christian Science tidak mengakui kematian Yesus Kristus untuk menebus dosa
manusia dan mendamaikan manusia dengan Allah, demikian pula kebangkitan dan
kenaikan-Nya ke surga. Lalu Roh Kudus digambarkan sebagai Ilmu Pengetahuan Ilahi,
pengembangan dari Kehidupan, Kebenaran, dan Kasih. Christian Science percaya
bahwa Tritunggal sejati adalah Kehidupan, Kebenaran, dan Kasih. Inilah Tritunggal
utama yang disebut Allah.

2. Ajaran Tentang Manusia


Christian Science memahami manusia pertama sebagai citra Allah memiliki keserupaan
dengan Allah. Karena Allah adalah Roh maka manusia pada hakikatnya adalah roh.
Manusia di dalam citra Allah, Roh, harus seluruhnya rohani dan sama sempurnanya
dengan penciptanya. Allah menciptakan manusia sesungguhnya tidak berdosa. Karena
itu orang sakit dan berdosa yang tampak dalam penampilan jasmani adalah perwakilan
yang salah dari manusia, bahkan dalam kenyataannya merupakan salah paham yang
bersifat bendawi.

3. Ajaran Tentang Dosa dan Penyakit


Karena Allah adalah baik, “Semua di dalam semua”, berupa Pikiran dan tidak bersifat
material, maka dosa, penyakit dan maut; sama seperti materi, sebenarnya tidak ada, atau
bukan merupakan hal-hal yang nyata. Kepercayaan akan adanya hal-hal tersebut hanya
disebabkan oleh kekeliruan penglihatan atau salah tangkap belaka, atau karena orang
itu menolak mengakui fakta bahwa Allah adalah Semua di dalam semua. Orang seperti
itu dianggap masih memiliki mortal mind (pikiran yang fana) dan masih terikat pada
mortal error (kekeliruan yang fana). Untuk membebaskan diri dari pikiran dan
kekeliruan yang fana itu, Mary Baker memberi resep yang sederhana: “Ubah pikiranmu
[tentang kenyataan] dan ubah hidupmu.” Segera sesudah seseorang melihat kehidupan
dan kenyataan melalui lensa menurut resep itu, maka dosa, penyakit, dan maut akan
menghilang dan ia akan menjadi Allah, dan segala sesuatu menjadi baik.

4. Ajaran Tentang Keselamatan dan Penyembuhan


Keselamatan berarti memahami Allah, Kehidupan, Kebenaran, dan Kasih, dan
mendemonstrasikan keyakinan akan semua itu sebagai yang unggul atas dosa,
kesakitan, dan maut pada kehidupan masa kini. Sehubungan dengan itu, diyakini bahwa
bagi manusia yang sejati tidak ada penyakit dan maut, dalam arti bahwa kehidupan
tidak bisa dirusak. Yang mengalami penyakit, maut, ataupun neraka hanyalah manusia
jasmani, yang tidak sejati dan yang jahat. Dengan demikian, keselamatan mencakup
pengetahuan atau science tentang Allah dan praktik penyembuhan.

5. Ajaran Tentang Akhir Zaman


Christian Science tak percaya adanya akhir zaman. Mereka meyakini bahwa tak ada
kedatangan Kristus kedua kali, tak ada kerajaan maut dan neraka, tak ada sorga, tak ada
kebangkitan tubuh, tak ada penghakiman terakhir, tak ada langit baru dan bumi baru.
Tidak ada akhir zaman yang bersifat universal dan berlaku bagi semua orang. Yang
ada hanyalah akhir zaman individual, kematian yang terjadi pada diri setiap orang.
Kematian itu dipahami sebagai perubahan yang mengantar orang pada kehidupan baru
yang bebas dari unsur dan sifat kebendaaan.

-. Bagaimananakah praktek kebaktian Gereja Kristus, Ahli Ilmu Pengetahuan?


Kebaktian Christian Science berlangsung dengan sangat sederhana, tanpa simbolisme.
Ini sama seperti pada masa hidup May Baker . Satu orang memimpin dengan membaca
Alkitab dari King James Version dan satu orang lainnya membacakan bagian-bagian
yang terkait dari Science and Health. Bacaan yang sama dibaca di seluruh dunia di
setiap Gereja Christian Science.
Christian Science tidak mempunyai pelayanan baptisan. Roti dan anggur tidak
dilayankan dalam perjamuan kudus. Perjamuan kudus dipahami sebagai kesatuan
dengan Allah melalui doa, sementara baptisan adalah regenerasi (pembaruan) yang
terus-menerus terjadi.
Penyembuhan dilakukan oleh seorang praktisi yang mendapatkan lisensi dari Gereja
Induk di Boston. Seorang praktisi dapat menyembuhkan dengan doa, bahkan dalam
jarak ratusan dan ribuan mil, sama seperti ketika Yesus menyembuhkan hamba
perempuan kepala pasukan Romawi (Matius 8:5-13) dan anak perempuan seorang
Yunani (Markus 7:25-30). Untuk menjadi praktisi, seseorang harus menjalani
pendidikan yang sistematik, entah dengan belajar sendiri atau melalui guru-guru yang
bersertifikat, serta menunjukkan bukti-bukti karya penyembuhan yang berhasil

Kristen

- Alkitab menjelaskan bahwa Allah Tritunggal adalah tiga pribadi yang Esa, yaitu Allah
Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Semua pribadi pada diri Allah memiliki
atribut ilahi. Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah.
Bapa memprakarsai penciptaan dan penebusan; Anak menebus ciptaan; dan Roh Kudus
melahirbarukan dan menguduskan, dalam rangka mengaplikasikan penebusan kepada
orang-orang percaya.
Allah sebagai Bapa yang memelihara, yang memberikan kasih seorang Bapa Sejati
yang sangat mesra, begitu penyayang dan begitu tertib penuh ketegasan (disiplin). Bapa
Sorgawi tidak pernah sama dengan para bapa (bapak-bapak atau para ayah) dunia ini
dalam hal kasih dan karakter yang tidak dapat terbandingi dengan kasih dan karakter
Bapa Sorgawi.
Allah Anak merupakan pribadi kedua dalam Tritunggal. Ia adalah firman (logos) Allah
yang menjadi manusia dan memakai nama YESUS (Ibrani: Yeshua; Yunani: Iesous;
Inggris: JESUS) Yohanes 1:1-14. Kasih-Nya yang besar akan dunia ini membuat-Nya
rela datang ke dalam dunia, melakukan karya penyelamatan, merendahkan diri sampai
mati di kayu salib, dikuburkan, lalu bangkit pada hari yang ketiga, naik ke sorga dan
dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan mati.
Alkitab mengajarkan bahwa Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, dan Roh Kudus
adalah Allah. Alkitab juga mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah.
Roh Kudus adalah pembimbing, pendamping, penolong, penyerta, dan penghibur yang
tidak terlihat yang berdiam di dalam hati setiap manusia percaya (1Korintus 3:16). Roh
Kudus bukanlah tenaga aktif. Roh Kudus bukanlah kebijaksanaan (pikiran) tertinggi
dari seluruh alam jagad kosmik. Roh Kudus bukanlah manusia tokoh pendiri suatu
agama baru. Roh Kudus tidak pernah berbau hal yang mistik. Memang benar bahwa
Allah itu maha kuasa, tetapi Roh Kudus itu bukan sekedar kuasa atau kekuatan, tetapi
Roh Kudus adalah Allah, sebab Allah itu Roh. Dengan demikian Roh Kudus adalah
Pribadi Allah itu sendiri dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Allah.

- Manusia dibentuk dan diciptakan oleh Allah. Kejadian 1:26-27 ; 2:7 menjelaskan
bahwa manusia merupakan ciptaan Allah bukan jelmaan sebagian dari diri Allah atau
anak biologisNya. Manusia adalah hasil karya Allah yang diciptakan secara unik dan
berbeda dari ciptaan yang lain. Allah membentuk manusia dengan tanganNya sendiri
dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Manusia dibentuk menurut
rencana Allah. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, baik laki-laki dan
perempuan. Manusia juga merupakan mandataris Allah yanf diberi kuasa atas alam
semesta. Selain itu manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan
memerlukan manusia lain dalam hidupnya.
Manusia memang segambar dan serupa dengan Allah tetapi manusia tidak sempurna
seperti Allah. Manusia jatuh ke dalam dosa mulai dari Adam dan Hawa sampai
sekarang. Manusia dibebaskan berkat penyaliban Yesus Kristus. Walaupun pribadi
manusia adalah berdosa, tetapi itu tidak menjauhkan manusia dari Allah dan tetap
memiliki keserupaan dengan Allah.

- Dosa adalah nyata. Dosa adalah ketidaktaan manusia dalam hubungannya dengan Allah
yang diungkapkan melalui pemberontakan dan pelanggaran manusia. Alkitab
menjelaskan bahwa semua manusia telah jatuh ke dalam dosa karena Adam dan Hawa
telah jatuh ke dalam dosa. Dosa adalah pelanggaran hukum Allah yang menyebabkan
manusia menjadi jauh dari Allah. Dosa berasal dari hati dan pikiran manusia, dan
memisahkan manusia dari Allah. Akibat akhir dosa adalah maut (Yes. 59:2; Mrk. 7:21-
23; Rm. 5:12; 6:23)
Kristus, anak Allah, menyerahkan diriNya untuk disiksa dan mati di atas kayu salib
untuk menebus dosa-dosa umat manusia dan karenaNya hubungan kasih antara Allah
dan manusia menjadi pulih. Kasih Allah begitu besar sehingga mengaruniakan Yesus
sehingga umat manusia tidak hidup di dalam kebinasaan melainkan memperoleh hidup
yang kekal bersama Dia.

- Dalam doktrin Kristen mengenai keselamatan, kita diselamatkan daari murka yaitu
penghakiman Allah terhadap dosa (Roma 5:9, 1 Tesalonika 5:9). Dosa telah
memisahkan kita dari Allah sementara konsekuensi dosa dalah kematian (Roma 6:23).
Keselamatan dalam Alkitab merujuk pada pelepasan dari konsekuensi dosa dan karena
itu termasuk penghapusan dosa.
Hanya Allah yang dapat menyingkirkan dosa dan melepaskan kita dari hukuman dosa.
Allah menyelamatkan umat manusia melalui Kristus. Secara khusus, kematian Yesus
di atas salib dan kebangkitanNya itulah yang menghasilkan keselamatan kita (Roma
5:10). Alkitab menyatakan secara jelas bahwa keselamatan diberikan sebagai anugerah,
hadiah yang kita tidak layak dapatkan dari Allah, dan hanya tesedia melalui iman di
dalam Yesus Kristus. Keselamatan hanya tersedia melalui iman kita kepada Yesus.

- Dalam Kristen, kita mempercayai bahwa Yesus akan datang untuk kedua kalinya,
menghakimi orang yang hidup dan mati, akan ada langit dan bumi yang baru.
Peristiwa di masa depan yang seringkali disebut sebagai “akhir jaman” dideskripsikan
di 2 Petrus 3:10: “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan
lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala
api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.” Ini akan menjadi
puncak dari rentetan kejadian yang disebut “hari Tuhan,” hari ketika Allah ikut campur
tangan dalam sejarah umat manusia untuk tujuan penghakiman. Pada saat itu, semua
yang pernah Allah ciptakan, “langit dan bumi” (Kej 1:1), akan Ia musnahkan.
Peristiwa ini, menurut kebanyakan ahli Alkitab, akan terjadi di akhir Kerajaan Seribu
Tahun. Dalam kurun waktu 1000 tahun ini, Kristus akan memerintah di bumi sebagai
Raja di Yerusalem, duduk di atas takhta Daud (Luk 1:32-33), dan memerintah dengan
penuh kedamaian namun dengan “gada besi” (Why 19:15). Pada akhir masa 1000 tahun
itu, Setan akan dilepaskan, dikalahkan, dan kemudian dilemparkan ke lautan api (Why
20:7-10). Kemudian, setelah berlangsungnya penghakiman terakhir oleh Allah, akhir
jaman akan berlangsung seperti yang digambarkan 2 Petrus 3:10. Alkitab menyatakan
beberapa hal terkait peristiwa ini.
Pertama-tama, akan terjadi kerusakan hebat secara menyeluruh. “Langit,” yang berarti
alam semesta – seperti bintang-bintang, planet-planet, dan galaksi-galaksi— akan
dimusnahkan oleh satu ledakan hebat. Kemungkinan besar berupa ledakan nuklir atau
reaksi atom yang bisa memusnahkan dan menghancurkan semua materi yang kita kenal
saat ini. Semua elemen yang membentuk alam semesta ini akan binasa dalam api.
Unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya (2 Ptr 3:12).
Peristiwa ini akan menjadi peristiwa yang sangat bising, seperti yang dideskripsikan
oleh berbagai versi Alkitab, akan terdengar seperti “dentuman keras” (NIV), “suara
yang teramat bising” (KJV), “suara yang keras sekali” (CEV), dan “dentuman seperti
kilat” (AMP). Tidak diragukan lagi, ketika peristiwa itu tiba, semua orang akan melihat
dan mendengarnya. Alkitab menyatakan “bumi dan seluruh isinya akan hilang lenyap.”
Allah kemudian akan menciptakan “langit yang baru dan bumi yang baru” (Why 21:1),
termasuk “Yerusalem yang baru” (ay.2), ibu kota surga, tempat bagi kekudusan yang
sempurna, yang akan turun dari surga ke bumi baru. Inilah kota di mana para orang
kudus, yaitu mereka yang namanya telah tertulis di Kitab kehidupan dari Anak Domba
(Why 13:8), akan hidup kekal untuk selama-lamanya. Petrus menyatakan ciptaan baru
ini sebagai “tempat di mana terdapat kebenaran” (2 Ptr 3:13).
Bagian terpenting dari deskripsi Petrus mengenai akhir jaman ini mungkin diwakili
oleh ayat 11-12: “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci
dan salehnya kamu harus hidup, yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat
kedatangan hari Allah. ”Orang Kristen tahu apa yang akan terjadi. Kita harus menjalani
hidup yang menggambarkan pemahaman itu.
Hidup ini sedang berlalu. Hendaklah kita berfokus pada langit yang baru dan bumi yang
baru. Hidup kita yang “suci dan saleh” harus menjadi kesaksian bagi mereka yang
belum mengenal Juru Selamat. Kita harus memberitakan Injil kepada orang lain supaya
mereka ikut terhindar dari takdir yang mengerikan, yang sudah menanti mereka yang
menolak-Nya. Dengan penuh antusias, “kita menantikan kedatangan Anak-Nya dari
surga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus yang akan
menyelamatkan kita dari murka yang akan datang” (1 Tes 1:10).