Anda di halaman 1dari 7

Karismatik

1. Tokoh Sentral:
- Dennis J. Bennett (28 Oktober 1917 - 1 November 1991) adalah seorang imam
Episkopal Amerika, yang, mulai tahun 1960, bersaksi bahwa ia telah menerima
Baptisan Roh Kudus. Ia lahir di Inggris tetapi dibesarkan di California, Bennett
adalah seorang tokoh mani dalam Gerakan Karismatik dalam gereja Kristen.
Setelah menyatakan pada tanggal 3 April 1960 dari mimbar bahwa ia telah dibaptis
dalam Roh Kudus, ia diminta untuk mengundurkan diri di Gereja Episkopal St.
Markus, sebuah jemaat yang beranggotakan 2600 orang di Van Nuys, California.
Bennett ditampilkan dalam artikel-artikel di majalah Newsweek dan Time dan
bukannya menjadikan gerejanya sebagai media yang hiruk-pikuk, ia
mengundurkan diri dari penggembalaannya. Ia melanjutkan pelayanannya di
Gereja Episkopal St. Lukas di Seattle, Washington hingga 1981 ketika ia
meninggalkan paroki untuk mendirikan dan memimpin Asosiasi Pembaruan
Kristen bersama istrinya Rita. Ia juga berperan penting dalam pendirian Episcopal
Renewal Ministries pada tahun 1973.
- Kevin Ranaghan (lahir 1940) adalah seorang sarjana agama Amerika, diakon
Katolik, dan pendiri People of Praise. Ranaghan ditahbiskan sebagai diakon Katolik
permanen pada tahun 1973. Ia bergabung dengan Komite Layanan Nasional
Amerika Serikat untuk Pembaruan Karismatik Katolik selama 15 tahun, dan selama
11 tahun menjadi direktur eksekutifnya. Dia telah menjadi penyelenggara utama
konferensi nasional dan internasional, khususnya Konferensi Pemimpin Katolik
1975 di Roma, dan Konferensi Ekumenis 1977 di Kansas City. Saat ini menjabat
sebagai anggota Dewan ICCRS yang mewakili ekspresi komunitas dari pembaruan,
Kevin juga menjabat sebagai wakil presiden dewan. Dia adalah anggota dewan
sejak pendiriannya pada akhir 1970-an hingga 1984. Pada 1990, dia kembali ke
Dewan dalam perannya sekarang.
- David Johannes du Plessis (7 Februari 1905 - 2 Februari 1987) adalah seorang
menteri Pentakosta kelahiran Afrika Selatan. Ia dianggap sebagai salah satu
pendiri utama gerakan karismatik, di mana pengalaman Pantekosta tentang
baptisan dengan Roh Kudus menyebar ke gereja-gereja non-Pantekosta di seluruh
dunia.
- William Marrion Branham (6 April 1909 - 24 Desember 1965) adalah seorang
pendeta Kristen Amerika dan penyembuh iman yang memprakarsai pemulihan
penyembuhan pasca-Perang Dunia II. Dia meninggalkan dampak abadi pada
televangelisme dan gerakan Karismatik modern dan diakui sebagai "arsitek utama
pemikiran restorasi" untuk karismatik oleh beberapa sejarawan Kristen. Pada saat
mereka diadakan, pertemuan inter-denominasi adalah pertemuan keagamaan
terbesar yang pernah diadakan di beberapa kota di Amerika. Branham adalah
menteri pelepasan Amerika pertama yang berhasil berkampanye di Eropa;
pelayanannya menjangkau khalayak global dengan kampanye besar yang
diadakan di Amerika Utara, Eropa, Afrika, dan India.
- Asa Alonso Allen (27 Maret 1911 - 11 Juni 1970), lebih dikenal sebagai A. A. Allen,
adalah seorang pendeta dengan pelayanan penyembuhan dan pembebasan
penginjilan Pentakosta. Dia, untuk sementara waktu, dikaitkan dengan gerakan
"Voice of Healing" yang didirikan oleh Gordon Lindsay. Dia meninggal pada usia 59
di San Francisco, California. Allen dimakamkan di kantor pusat pelayanannya di
Miracle Valley, Arizona.
- Granville Oral Roberts (24 Januari 1918 - 15 Desember 2009) adalah seorang
penginjil Kristen Karismatik Amerika, ditahbiskan di gereja Pentakosta Kekudusan
dan United Methodist. Ia dianggap sebagai bapak baptis dari gerakan karismatik
dan salah satu pengkhotbah yang paling dikenal di seluruh dunia. Ia mendirikan
Asosiasi Evangelistik Oral Roberts dan Universitas Oral Roberts.
Sebagai salah satu pemimpin agama Amerika paling terkenal dan kontroversial
pada abad ke-20, khotbahnya menekankan iman benih. Pelayanannya mencapai
jutaan pengikut di seluruh dunia yang mencakup periode lebih dari enam dekade.
Pelayanan penyembuhannya dan membawa Pentakostalisme Amerika ke arus
utama memiliki dampak paling besar, tetapi ia juga memelopori televangelisme
dan meletakkan dasar-dasar Injil kemakmuran dan ajaran kehidupan yang
berlimpah. Luasnya dan gaya pelayanannya, termasuk permohonan dana yang
dipublikasikan secara luas, menjadikannya subjek yang konsisten untuk
diperdebatkan di kalangan kritikus dan pendukung

2. Sejarah:
Aliran ini sebenarnya sudah ada sejak zaman reformasi dikenal dengan
Anabaptis, bahkan mereka [penganutnya] mengaku sudah ada sejak gereja mula-mula
abad kedua, yaitu yang dikenal dengan montanisme. Hal ini diambil dari tokoh Kristen,
Santo Athanasius dari Alexandria dan Santo Antonius, Montanisme sendiri dibangun
oleh Origenus. Namun baru muncul sebagai gereja pada abad 20an. Kemunculannya
banyak mendapatkan sambutan di berbagai negaran namun juga terkadang
menimbulkan reaksi gereja-gereja resmi: Presbiterian, Kongregasiona, Anglikan dan
sebagainya. Gerakan ini ada yang menjadi gereja, namun juga ada yang tetap menjadi
gerakan atau sekte. Atau juga disebut Gerakan Pentakostal baru, hal ini dilihat dari
ajaran teologinya. Namun, terdapat juga beberapa daerah yang berkonflik antar
anggota gereja Kharismatik ini, yaitu antara kaum muda dan pendahulunya, hal ini
dikarenakan tradisi dalam ibadah yang sangat emosional, menekankan doa, pujian dsb.
Zaman perkembangan Kristen Kharismatik yang paling besar terjadi pada abad XIX,
yang juga disebut sebagai Gerakan Pentakostal Baru, atau Gerakan Zaman Baru, atau
Gerakan Gelombang ke Tiga.
Di Nigeria, pada tahun 1970 mengalami keterpurukan pertumbuhan ekonomi,
infrastrukur dan permasalahan perbankan. Gerakan agama ini dilakukan bersama-
sama dengan warga negara yang beragama lain; Islam Fundamental, Kristen
Evangelical, dan mengajarkan kehidupan yang bermoral. Pertumbuhannya sangat
cepat, hingga pada tahun 1991 Kristen Evangelical mencapai 6 juta penganut,
sedangkan 1994 tercatat 400 ribu penganut Kharismatik.
Di Amerika yang lebih banyak beraliran Lutheran, memiliki pergumulan sendiri
dalam menghadapi Kristen Kharismati ini.
Pada aba ke XIX,khususnya pada pasca Perang Dunia IItahun 1945, Gerakan
Kharismatik ini mengalami kejayaan. Setelah kemenangan Amerika pada banyak
tempat, termasuk pada Perang Korea (1950)Amerika mengalami perkembangan
dalam industri dan berkelimpahan materi. Namun kekosongan spiritual juga tidak bisa
diabaikan, sehingga Gerakan Kharismatik mudah sekali disukai orang. Salah satu
sebabnya adalah karena Teologi ini juga mengajarkan Teologi Sukses.
Di Korea Selatan Gerakan Kharismatik sangat besar. Diawali dengan
kemenangan Amerika Serikat pada Perang Korea (1950), Gerakan ini kemudian
dikenal oleh warga negara itu. Tokoh yang paling terkenal adalah Paul Yongi Cho.
Melalui Seminar Pertumbuhan Gereja yang didakan di gereja Yoido Full Gospel Church
Bahkan penyebarannya sudah memasuki acara-acara dalam beberapa media, TV, dan
promosi lainnya.
3. Ajaran:
Landasan utama teologi dari Kristen Kharismatik adalah karunia rohani sebagai
gerakan roh. Tokoh-tokoh dalam Gerakan ini sangat fasih memakai ayat-ayat Alkitab
tertentu. Berbagai hal bisa kita lihat dari cara hidup penganutnya, buku-buku, Tata
cara ibadah Kharismatik serta lagu-lagu yang dipakai dalam ibadahnya

- Karunia Rohani
Karunia Rohani sebagai terjemahan dari Kharisma (tunggal) atau Kharismata (jamak)
terdapat di Perjanjian Baru: Surat Roma, Surat I Korintus dan I Petrus. Secara spesifik
terdapat dalam Roma 1:11, 5:15, 16, 6:23, 11:29, 12:6, dalam I Korintus 1:7, 7:7, 12:4,
9, 28, 30, 31, II Korintus 1:11, I Timotius 4:14, I Timotius 1:6, I Petrus 4:10. Hal ini
dipercaya sebagai pekerjaan Yesus Kristus dalam Roh Kudus.
Karunia rohani sangat banyak jumlahnya, di dalam Alkitab disebutkan :

 Berkata-kata dengan hikmat


 Berkata-kata dengan pengetahuan
 Karunia iman
 Karunia menyembuhkan
 Karunia bernubuat
 Karunia membedakan bermacam-macam roh
 Membedakan berkata-kata dalam bahasa roh
 Karunia menafsirkan bahasa roh
Bahkan masih banyak lagi tafsiran karunia roh dari Alkitab, namun yang paling
ditonjolkan adalah karunia menyembuhkan, bahasa roh, bahkan bisa dipelajari. Bagi
mereka, merupakan suatu keharusan, seorang yang memiliki hidup baru harus
memiliki karunia rohani yang membedakan dengan orang lain. Dari hal inilah, tidak
jarang ajarannya mengalami penolakan oleh Gereja-gereja dengan aliran lain, sebab
bagi mereka karunia rohani bukan ukuran seseorang beriman, karena merupakan hal
yang tidak dapat dicapai, bahkan ditakutkan membawa frustasi bagi jemaat.
Secara singkat, Dasar doktrin dari Gereja Kharismatik:

 Alkitab adalah inspirasi Allah


 Trinitas – satu hakikat tiga persona
 Hukum moral, apa yang mengikat seluruh umat manusia sebagai aturan hidup
 Keselamatan melalui penebusan Yesus Kristus
 Kebutuhan pertobatan dan iman kepada Yesus Kristus
 Kesucian, yang sukarela mengabdi kehendak seseorang kepada kebaikan
tertinggi Allah dan kerajaan-Nya
 Kesucian yang terus menerus yang tumbuh dan berkembang sebagai
pengetahuan seeorang yang bertumbuh dan berkembang
 Kesempurnaan kekristenan artinya bahwa seseorang dapat sungguh-sunggu
dikirim perbudakan kepada dosa
 Baptisan dalam Roh Kudus dan Karunia Rohani
 Penyembuhan Ilahi
 Spiritualitas kristiani, yaitu persatuan dengan Allah
 Bahwa Iblis adalah pengatur dunia dan dewa dari abad ini, tetapi Allah telah
memberikan kepada kita kekuatan dan kekuasaan mengalahkannya
 Keselamata itu bersifat kekal, yang walaupu seseorang kehilangan
keselamatan mereka, kebaikan terbaik adalah kebenaran orang percaya akan
ketekunannya
 Ikatan spiritual dalam gereja yang universal
 Sakramen Babtis dengan air dan Persatuan dengan Roh, termasuk kehadiran
Roti dan Anggur
 Kedatangan kedua dari Yesus Kristus ‘’pre-mellennium’’

- Salah satu ciri lain dari Teologi Kristen Kharismatik adalah ajaran tentang
kesempurnaan hidup dalam ekonomi dan kesehatan. Dalam hal ekonomi,
teologinya disebut sebagai "Teologi Sukses". Teologi yang bercirikan pada
kesuksesan, bahwa seorang Kristen yang diberkati adalah mereka yang sukses
dalam hidupnya. Banyak umat Kristen memahaminya sebagai ajaran yang
mengajarkan hidup berkelimpahan dan kemakmuran. Teologi Sukses atau Injil
Sukses (Gospel of Success) disebut juga Teologi Anak Raja, dan secara sederhana
dapat disebutkan ajaran yang menekankan bahwa:

Selain itu, sering sekali pengajarannya menonjolkan persembahan sebagai wujud


investasi kepada Tuhan, kuat dalam persembahan perpuluhan seperti yang terdapat
dalam Alkitab Perjanjian Lama: Kitab Maleakhi 3:10.

"Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan,


supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta
alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan
berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”

4. Organisasi:
Karismatik memilik struktur organisasi kongregasional. Gereja-gereja
kongregasional adalah gereja-gereja Protestan dalam tradisi Reformed yang
mempraktikkan pemerintahan gereja kongregasionalis, yang masing-masing
kongregasi independen dan secara otonom menjalankan urusannya sendiri.
Kongregasionalisme, sebagaimana didefinisikan oleh Pusat Penelitian Pew,
diperkirakan mewakili 0,5 persen dari populasi Protestan di seluruh dunia; meskipun
kebiasaan mereka yang berkaitan dengan politik dan ide-ide lainnya secara signifikan
dipengaruhi oleh bagian-bagian Protestan, serta jemaat Kristen lainnya. Laporan ini
mendefinisikannya dengan sangat sempit, terutama mencakup denominasi di
Amerika Serikat dan Inggris, yang dapat melacak sejarah mereka kembali ke Protestan,
Puritan, Separatis, Independen, kelompok agama Inggris yang keluar dari Perang
Saudara Inggris, dan Inggris pembangkang tidak puas dengan sejauh mana Gereja
Inggris telah direformasi.
Tradisi kongregasionalis hadir di Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Kanada,
Afrika Selatan, Australia, Selandia Baru, dan berbagai negara kepulauan di kawasan
Pasifik. Ini telah diperkenalkan baik oleh pembangkang imigran seperti London
Missionary Society. Sejumlah gereja kongregasi evangelis adalah anggota Persekutuan
Kongregasi Evangelikal Sedunia.
Di Inggris, banyak gereja-gereja Kongregasi mengklaim keturunan mereka dari
denominasi Protestan yang dibentuk atas teori persatuan yang diterbitkan oleh teolog
separatis Inggris Robert Browne pada 1582. Gagasan-gagasan Protestan yang tidak
patuh selama Reformasi Puritan Gereja meletakkan dasar Inggris untuk gereja-gereja
ini. Di Inggris, para Kongregasionalis awal disebut Separatis atau Independen untuk
membedakan mereka dari Presbiterian Calvinistik yang sama, yang gerejanya
merangkul pemerintahan berdasarkan pemerintahan para penatua. Kongregasionalis
juga berbeda dengan gereja Reformed yang menggunakan pemerintahan gereja
episkopal, yang biasanya dipimpin oleh seorang uskup.
Kongregasionalisme di Amerika Serikat menelusuri asal-usulnya kepada kaum
Puritan di New England, yang menulis Cambridge Platform 1648 untuk
menggambarkan otonomi gereja dan hubungannya dengan orang lain. Di Amerika
Serikat, model Gereja Kongregasi dilakukan dengan memigrasikan pemukim dari New
England ke New York, lalu ke Old North West, dan selanjutnya. Dengan desakan
mereka pada badan-badan lokal yang independen, gerakan reformasi sosial, termasuk
abolitionism, temperance, dan hak pilih perempuan. Kongregasionalisme modern di
Amerika Serikat sebagian besar terbagi menjadi tiga badan: Gereja Persatuan Kristus,
Asosiasi Nasional Gereja-Gereja Kristen Kongregasional dan Konferensi Kristen
Kongregasional Konservatif, yang paling konservatif secara teologis.
5. Praktek Ibadah:
- Perbedaan susunan tata ibadah atau liturgi pada denominasi gereja yang
berlainan memiliki alasannya masing-masing. Sejarah, filosofi, psikologi para
pendiri dan budaya setempat biasanya mengambil peran cukup dominan dalam
pembentukan sebuah liturgi. Mengklaim bahwa liturgi gerejanya adalah yang
paling Alkitabiah, secara pisik tidak bisa, karena Yesus sendiri tidak pernah
mengajarkannya. Secara filosofi bisa dibenarkan yaitu pada penerapan nilai-nilai
rohani Alkitab dalam tata urutan ibadah.
- Ibadah dalam gereja Karismatik tidak kaku dan terikat pada liturgi yang telah
dicetak di atas kertas. Sebagai tubuh kristus, dalam tiap ibadah, anggota-anggota
harus dibangunkan dalam imannya (1 Korintus 14:12). Dimana Roh Kudus ada, di
situ ada kebebasan (2 Korintus 3:17). Kita harus bebas dalam ibadah kita,
termasuk bertepuk tangan dan pemakaian alat musik lengkap (keyboard tunggal
atau grup band) (Galatia 5:1). Tetapi kemerdekaan itu tak boleh disalahgunakan
(Galatia 5:13). Dalam semua ibadah, tidak boleh ada kekacauan, tetapi semua
harus berjalan dengan sopan dan teratur (1 Korintus 14:40). Roh kudus harus
memimpin ibadah kita, agar Kristus selalu dipermuliakan (Galatia 5:25, Yohanes
16:13-14).

- Ibadah karismatik dapat menjadi gaya tanpa harus menganut teologi karismatik.
- Gaya musik yang digunakan biasanya gaya yang populer.
- Musik dimainkan dengan banyak instrumen.
- Ada ketegangan antara keanehan dan sikap penyambutan yang dialami oleh
orang-orang yang memasuki kebaktian karismatik.
- Ibadah harus bebas dari hal-hal yang dapat mencegah pertemuan intim antara
Tuhan dan orang-orang kudus.
- 3 komponen utama ibadah adalah 1) Pujian / Ibadah 2) Memberi 3) Memberi
khotbah
- Dapat dipahami bahwa adaptasi gaya tidak masalah dan perlu untuk
menjangkau kaum muda.
- Karismatik memberikan gagasan kebebasan dengan alasan bahwa Roh Kudus
meminta kontribusi dari anggota jemaat yang berbeda selama jeda, yang
disediakan antara lagu dan selama waktu doa "terbuka".
- Roh Kudus membebaskan orang untuk melakukan apa pun yang ada dalam
kehendak Allah.
- Roh Kudus menggerakkan orang untuk berpartisipasi dalam ibadat seluruh
tubuh. Ini termasuk mengangkat tangan, melompat, bernyanyi, dll.
- Para penyembah karismatik merasa bahwa gaya ibadah ini memperlengkapi
orang untuk meninggalkan pengalaman ibadah dan membawa Yesus ke dunia
yang terhilang.
- Kemampuan untuk menjadi bebas dari ibadah adalah membebaskan diri dari
pandangan manusia. Lebih khawatir tentang taat kepada Tuhan daripada apa
yang dipikirkan manusia tentang tindakan seseorang.
- Ada penekanan pada hubungan dengan Tuhan melalui ibadah.
- Waktu yang sama diberikan untuk ibadat dan pelajaran Alkitab.
- Banyak waktu yang dikhususkan untuk doa dan satu-satu pelayanan.
- Selalu dilakukan dalam format kontemporer dengan band multi-piece.
- Orang-orang dari Generasi "X" dan "Y" tertarik pada "perjumpaan kekuasaan"
ketika menghadiri gereja-gereja karismatik.
- Ada kebutuhan untuk menyeimbangkan keinginan untuk membuat pengunjung
merasa diterima tetapi juga menyambut Roh Kudus untuk bergerak.
- Gereja abad ke-21 sedang berkembang. Penting untuk terbuka terhadap angin
perubahan.
- Tujuan dari gaya ibadah ini adalah untuk memuliakan dan memberikan
perhatian kepada Tuhan.

6. Gereja-gereja yang termasuk Aliran ini:

 Gereja Berita Injil


 Gereja Bethany Indonesia - Bethany
 Gereja Bethel Injil Sepenuh - GBIS
 Gereja Bethel Indonesia - GBI / Bethel
 Gereja Isa Almasih - GIA
 Gereja Bethel Tabernakel - GBT
 Gereja Bukit Zaitun - GBZ
 Gereja Duta Injil
 Gereja Injili Sepenuh Indonesia - IFGF GISI
 Gereja Kemenangan Iman Indonesia - GKII
 Gereja Mawar Sharon - GMS
 Gereja Rumah Doa Segala Bangsa - Gereja RDSB
 Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (Assemblies of God)
 Gereja Tiberias Indonesia - GTI / Tiberias
 Gereja Yesus Kristus Tuhan (Abbalove Ministries)
 Charismatic Worship Service – CWS
 Dan lain-lain