Anda di halaman 1dari 11

BAB II

PEMBAHASAN

A. Karakteristik Konsolidasi dengan Akuisisi Melebihi Nilai Tercatat

1. Prosedur Konsolidasi
Pada praktiknya, transaksi akuisisi suatu perusahaan oleh perusahaan lain
sebesar nilai buku sangatlah jarang dilakukan. Perusahaan pengakuisisi (investor)
biasanya akan melakukan uji kelayakan (due diligence) atas bisnis yang akan
diakuisisi. Hasil akurat dari uji kelayakan tersebut dapat menunjukkan apakah bisnis
yang akan diakuisisi memiliki nilai lebih atau lebih rendah dari nilai bukunya. Faktor-
faktor yang dapat mempengaruhi proses penilaian kelayakan bisnis saat proses
kombinasi bisnis antara lain prospek bisnis perusahaan yang akan diakuisisi terutama
dalam menciptakan penghasilan tambahan bagi perusahaan pengakuisisi, kondisi
industri secara umum, nilai strategis bisnis, kualitas manajemen, dan tentunya nilai
wajar dari asset maupun liabilitas yang dilaporkan oleh perusahaan yang akan
diakuisisi.
Proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi atas akuisisi yang dilakukan
di atas nilai buku tidak memiliki perbedaan signifikan disbandingkan akuisisi pada
nilai buku. Sebagai contoh, tertanggal 1 Januari 2015, PT Nusantara mengeluarkan
investasi senilai Rp 1.500.000.000 untuk keseluruhan kepemilikan pada PT Andalas.
Nilai investasi Rp 1.500.000.000 merupakan nilai wajar konsiderasian (fair value
consideration) hasil penilaian yang dilakukan oleh PT Nusantara atas berbagai faktor
yang terkait pada PT Andalas.
PT Nusantara akan mencatat transaksi akuisisi PT Andalas sebagai berikut :

1 Januari 2015
(1) Investasi pada PT Andalas 1.500.000.000
Kas 1.500.000.000

Transaksi akuisisi PT andalas juga menggunakan skema penghitungan yang


seperti pembahasan sebelumnya, sehingga memperoleh hasil perhitungan sebagai
berikut:
Nilai Investasi
1.500.000.000
Nilai Buku
Saham Biasa 800.000.000
Saldo Laba 400.000.000
Total Nilai Buku
1.200.000.000
Selisih (diferensial) antara nilai investasi dan nilai buku
300.000.000

Berdasarkan perhitungan tersebut, terlihat bahwa PT Nusantara mengeluarkan


investasi yang lebih tinggi dibandingkan nilai buku PT Andalas, yaitu sebesar Rp
300.000.000. Secara perhitungan, investasi PT Nusantara pada PT Andalas
ditunjukkan pada tabel berikut:

Perhitungan Kepemilikan PT Nusantara atas PT Andalas

Rasio Investasi Non Modal Saldo Laba Diferensial


Pengendalia Saham
n
Saldo 1 100:0 1.500.000.000 0 800.000.00 400.000.00 300.000.00
Januari 2015 0 0
Laba Bersih 100:0
Deviden 100:0
Saldo 1 100:0 1.500.000.000 0 800.000.00 400.000.00 300.000.00
Januari 2015 0 0 0

Untuk pengonsolidasian laporan keuangan, dapat dilakukan proses yang sama


seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Berdasarkan perhitungan pada
tabel tersebut, maka diperoleh jurnal eleminasi sebagai berikut :

(2e) Saham Biasa – PT Andalas 800.000.000


Saldo Laba 400.000.000
Diferensial 300.000.000
Investasi pada PT Andalas 1.500.000.000

Dapat dilihat bahwa jurnal eliminasi tersebut juga menghapus seluruh saldo
ekuitas milik entitas anak, dalam kasus ini adalah saham biasa dan saldo laba, sebesar
nilai tercatatnya. Sementara itu, kelebihan nilai investasi hasil konsideran nilai wajar
atas nilai buku entitas anak yang diakuisisi selanjutnya dieliminasikan terhadap suatu
akun perantara yang disebut diferensial.
2. Diferensial
Berdasarkan PSAK 22 (Revisi 2010), diferensial harus dialokasikan pada asset
teridentifikasi yang diperoleh dan/atau liabilitas yang diambil alih yang dianggap
menyebabkan nilai wajar dari entitas anak yang dikonsolidasikan melebihi nilai
bukunya atau dialokasikan sebagai goodwill.

B. Aset Teridentifikasi dan Liabilitas Diambil Alih


Menurut PSAK 22 (2010) asset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang
diambil alih haruslah memenuhi definisi asset dan liabilitas menurut kerangka dasar
penyusunan penyajian laporan keuangan pada tanggal akuisisi serta merupakan bagian yang
dipertukarkan dalam proses akuisisi. Selain itu, PSAK 22 (2010) juga menyatakan bahwa
dimungkinkan untuk memunculkan suatu asset atau liabilitas baru yang sebelumnya tidak
diakui oleh pihak yang diakuisisi.
Pengklasifikasian dan penentuan asset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil alih
perlu didasarkan pada hal-hal seperti: (1) persyaratan kontraktual, (2) kondisi ekonomi, (3)
kebijakan operasional dan akuntansinya, serta (4) kondisi terkait lainnya yang ada pada
tanggal terjadinya akuisisi. Perusahaan yang melakukan akuisisi mengukur asset
teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dengan nilai wajar pada tanggal
akuisisi, kecuali untuk komponen-komponen berikut ini: liabilitas kontijensi, pajak
penghasilan (PSAK 46), imbalan kerja (PSAK 24), asset idemnifikasi, hak yang diperoleh
kembali atas asset tak berwujud, pembayaran berbasis saham (PSAK 53), dan asset tersedia
untuk dijual (PSAK 58).
1. Goodwill
PSAK 22 (2010) mendefinisikan goodwill sebagai selisih antara nilai agregat
dari (1) imbalan yang dialihkan, (2) jumlah kepentingan nonpengendali, (3) nilai
wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya diakuisisi jika kombinasi bisnis
dilakukan bertahap, dan jumlah neto dari asset teridentifikasi yang diperoleh dan
liabilitas yang diambil alih. Dapat dikatakan pula bahwa goodwill mencerminkan
pandangan investor (pihak pengakuisisi) atas potensi atau nilai lebih yang dimiliki
investee (pihak diakuisisi) sehingga pihak pengakuisisi mau membayar lebih atas nilai
bersih asset yang dimiliki pihak diakuisisi.
Dalam kasus akuisisi PT Andalas oleh PT Nusantara, jika diasumsikan bahwa
perbedaan nilai investasi dan nilai buku disebabkan oleh goodwill, maka
pengalokasian diferensial pada goodwill menggunakan jurnal eliminasi sebagai
berikut:

(4e) Goodwill 300.000.000


Diferensial 300.000.000

Jika suatu kombinasi bisnis memunculkan pengakuan terhadap goodwill, maka


goodwill yang diakui merupakan subjek pengujian penurunan nilai sesuai PSAK 48
dan tidak dapat diamortisasi. Penurunan nilai goodwill terjadi ketika nilai tercatat
lebih tinggi dibandingkan dengan nilai yang dapat diperoleh kembali (recoverable
amount), yakni nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya penjualan
dan nilai pakai atau hasil investasi di masa mendatang.

2. Pembelian dengan Diskon


Selain melakukan pembelian yang dapat menyebabkan terjadinya goodwill,
dapat juga terjadi akuisisi dengan konsiderasi nilai wajar yang ditukarkan oleh
investor lebih rendah dibandingkan nilai wajar dari seluruh asset bersih yang dimiliki
investee. Kondisi ini mengindikasikan bahwa saat dilakukan akuisisi terdapat
“goodwill negative” , pembelian yang dilakukan investor atas investee terjadi pada
harga diskon (bargain purchase). Pembelian dengan diskon mungkin terjadi ,
misalnya dalam kondisi penjualan yang dilakukan dengan terpaksa.
PSAK 22 (revisi 2010) mengindikasikan bahwa investor (pengakuisisi) harus
mengakui keuntungan yang dihasilkan dari pembelian dengan diskon ini melalui laba
atau rugi pada tanggal akuisisi. Namun sebelum mengakui keuntungan tersebut, perlu
dipastikan apakah investor telah mengidentifikasi secara tepat dan menyeluruh asset
yang diperoleh maupun liabilitas yang diambil alih dari pihak yang diakuisisi.
Sebagai ilustrasi, misalkan PT Nusantara membeli PT Andalas seharga
Rp.1.000.000.000 Diketahui dari nilai wajar persediaan dan tanah adalah
Rp.50.000.0000 dan Rp.150.000.000 lebih tinggi dibandingkan nilai bukunya (Maka
nilai wajar dari nilai asset bersih adalah Rp.1.400.000.000) , maka terdapat selisih
sebesar Rp.140.000.000 antara nilai wajar asset PT Andalas dengan konsiderasi nilai
wajar yang diserahkan PT Nusantara. Berdasarkan transaksi tersebut, PT Nusantara
mencatat jurnal sebagai berikut:

1 Januari 2015
(5) Investasi pada PT Andalas 1.000.000.000
Kas
1.000.000.000

Jurnal Eliminasi saat melakukan konsolidasi:

(6E) Saham Biasa-PT Andalas 800.000.000


Saldo Laba 400.000.000
Diferensial
200.000.000
Investasi pada PT Andalas
1.000.000.000

Jurnal Eliminasi saat mengalokasikan Diferensial :

(7E) Persediaan 50.000.000


Tanah 150.000.000
Diferensial 200.000.000
Keuntungan pembelian asset
400.000.000

C. ILUSTRASI AKUISISI DENGAN KEPEMILIKAN PENUH

Konsolidasi Sesaat Setelah Akuisisi

Sebagai ilustrasi konsolidasi atas akuisisi dengan kepemilikan penuh untuk kombinasi bisnis
yang dilakukan di atas nilai tercatat, akan digunakan kasus akuisisi PT Andalas oleh PT
Nusantara dengan modifikasi informasi sebagai berikut: PT Nusantara membeli seluruh
saham PT Andalas seharga Rp.1.500.000.000. Diketahui bahwa nilai buku dari seluruh asset
bersih PT Andalas adalah Rp.1.400.000.000 sehingga terdapat diferensial dari akuisisi ini
sebesar Rp.300.000.000 yang dialokasikan kepada goodwill sebesar Rp.100.000.000 dan aset
teridentifikasi lainnya sebesar Rp.200.000.000.

PT Nusantara akan mencatat transaksi akuisisi PT Andalas pada bukunya sebagai berikut:
1 Januari 2015

Investasi pada PT Andalas 1.500.000.000

Kas 1.500.000.000

*mencatat pembelian saham PT Andalas

Jurnal untuk mengeliminasi ekuitas entitas anak dalam pengonsolidasian laporan keuangan
sesaat setelah akuisisi:

Saham Biasa PT Andalas 800.000.000

Saldo Laba 400.000.000

Diferensial 300.000.000

Investasi pada PT Andalas 1.500.000.000

*mengeliminasi saldo awal investasi

Jurnal eliminasi untuk pengalokasian diferensial:

Persediaan 50.000.000

Tanah 210.000.000

Goodwill 100.000.000

Diferensial 300.000.000

Bangunan dan Peralatan 60.000.000

*mengeliminasi saldo awal investasi


Konsolidasi pada Periode Setelah Akuisisi

Untuk periode setelah terjadinya akuisisi atas akuisisi yang dilakukan di atas nilai tercatat,
tidak terdapat perbedaan mendasar dibandingkan konsolidasi ketika akuisisi dilakukan pada
nilai tercatat.

Dengan informasi yang sama pada ilustrasi sebelumnya, diketahui bahwa selama tahun
berjalan PT Nusantara mengumumkan dan membagikan dividen sebesar Rp.300.000.000,
sedangkan PT Andalas mengumumkan dan membagikan dividen sebesar Rp.50.000.000. PT
Nusantara, sebagai entitas yang memiliki PT Andalas akan mencatat transaksi terkait
penerimaan dividen dari entitas anak sebagai berikut:

31 Desember 2015

Kas 50.000.000

Investasi pada PT Andalas 50.000.000

*mencatat penerimaan dividen dari PT Andalas (Rp.50.000.000 x 100%)

Selain itu, selama tahun berjalan PT Andalas melaporkan perolehan laba bersih sebesar
Rp.200.000.000 yang dapat dihitung dari menjumlahkan seluruh pendapatan lalu dikurangi
seluruh beban yang dilaporkan. Atas laba bersih yang dilaporkan ini, PT Nusantara sebagai
pemilik, dapat mengakui perolehan pendapatan sebesar porsi kepemilikan atas PT Andalas
berdasarkan metode ekuitas sebagai berikut:

31 Desember 2015

Investasi pada PT Andalas 200.000.000

Bagian Laba atas PT Andalas 200.000.000

*mencatat pengakuan penghasilan dari PT Andalas (Rp.200.000.000 x 100%)

Selain itu untuk mengakui penghaspusan diferensial yang terjadi selama periode berjalan,
maka PT Nusantara akan mencatat jurnal sebagai berikut:

Bagian Laba atas PT Andalas 50.000.000

Investasi pada PT Andalas 50.000.000

*menyesuaikan diferensial terkait persediaan terjual (Rp.50.000.000 x 100%)


Investasi pada PT Andalas 5.000.000

Bagian Laba atas PT Andalas 5.000.000

*menyesuaikan diferensial terkait bangunan peralatan (Rp.5.000.000 x 100%)

Laba Bersih dan Saldo Laba Konsolidasian

Berdasarkan kertas kerja konsolidasian pada buku paket di table 4.6 dapat kita lihat bahwa
laba bersih konsolidasian PT Nusantara dan entitas anak untuk periode yang berakhir 31
Desember 2015 adalah Rp.755.000.000. Sedangkan saldo laba konsolidasian per tanggal 31
Desember 2015 adalah Rp.1.955.000.000. Adapun perhitungan laba bersih konsolidasian
untuk PT nusantara dan entitas anak adalah sebagai berikut:

Laba bersih PT Nusantara 755.000.000

Dikurangi:Bagian alaba atas PT Andalas (155.000.000)

Ditambah:Porsi milik PT Nusantara atas laba(rugi)PT Andalas 200.000.000

Ditambah:Amortisasi diferensial terkait bangunan dan peralatan 5.000.000

Dikurangi:Penghapusan diferensial terkait persediaan (50.000.000)

Laba Rugi Konsolidasian 755.000.000

Berdasarkan perhitungan diatas dapat terlihat bahwa ketika entitas anak dimiliki
sepenmuhnya oleh entitas induk serta tidak ada penyesuaian komponen-komponen tertentu,
laba rugi konsolidasian adalah sama dengan laba rugi yang dilaporkan oleh entitas induk.

Sedangkan perhitungan saldo laba konsolidasian PT Nusantara dan entitas anak per 31
Desember 2015 adalah:

Saldo Laba PT Nusantara per 1 Januari 2015 1.500.000.000

Laba bersih PT Nusantara 755.000.000

Dikurangi::Bagian laba atas PT Andalas (155.000.000)

Ditambah:Porsi milik PT Nusantara atas laba(rugi)PT Andalas 200.000.000

Ditambah:Amortisasi diferensial terkait bangunan dan peralatan 5.000.000

Dikurangi:Penghapusan diferensial terkait persediaan (50.000.000)

Dikurangi:Dividen diumumkan oleh PT Nusantara (300.000.000)

Laba Rugi Konsolidasian 1.955.000.000


Konsolidasi pada Periode Setelah Terjadinya Akuisisi

Pada periode setelah periode terjadinya akuisisi, beberapa hal harus diperhatikan ketika
menyiapkan laporan keuangan konsolidasian untuk entitas anak yang diakuisisi tidak pada
nilai tercatatnya. Karena pada pengakuisisian yang tidak dilakukan pada nilai tercatatat
menimbulkan diferensial yang perlu dialokasikan terhadap aset diperoleh atau liabilitas
diambil alih, atau bahkan goodwill. Maka, entitas induk perlu memastikan bahwa diferensial
tersebut telah diukur secara tepat. PSAK 22 (2010) mensyaratkan entitas untuk mengukur dan
mencatat aset yang diperoleh maupun liabilitas yang diambil alih telah sesuai standar terkait
untuk akunakun tersebut. Misalkan diferensial diaolkasikan terhadap aset tetap yang diukur
menggunakan metode biaya historis, maka perusahaan perlu memastikan apalah penyusutan
yang dicatat telah sesuai atau membutuhkan tambahan(pengurangan) penyusutan untuk
tujuan konsolidasian. Bila diferensial kemudian disebabkan karena munculnya goodwill,
maka sesuai PSAK 22 (Revisi 2010), entitas perlu melakukan pengujian penurunan nilai
(impairment) setiap periode pelaporan.

D. AKUISISI DENGAN KEPEMILIKAN SEBAGIAN

Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tidak pada nilai tercatat


kepemilikan sebagian, hal yang perlu diperhatikan adalah keberadaan kepentingan
nonpengendali. Karena keberadaan kepentingan nonpengendali, PSAK 65 (Revisi 2014)
mensyaratkan entitas induk untuk menyajikan secara terpisah bagian dari kepentingan
nonpengendali pada ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Hal ini
dimaksudkan untuk menunjukkan kepada pengguna laporan keuangan seberapa besar bagian
dari asset bersih yang dimiliki entitas anak yang tidak dikuasai oleh entitas induk. Dalam hal
ini yang di atribusikan kepada kepentingan nonpengendali termasuk bagian laba rugi dan
setiap komponen yang diakui sebagai bagian penghasilan komprehensif lain.

Ilustrasi Konsolidasian dengan Kepemilikan Sebagian

PT Nusantara membeli 75% saham PT Andalas seharga Rp1.200.000.000. pada saat


dilakukan akuisisi, diketahui pula bahwa nilai wajar dari kepentingan nonpengendali adalah
Rp300.000.000 sedangkan nilai wajar seluruh asset dan liabilitas PT Andalas adalah
Rp1.400.000.000. nilai buku dari seluruh ekuitas PT Andalas adalah Rp1.200.000.000,
sehingga terdapat diferensial dari akuisisi ini sebesar Rp300.000.000 yang dialokasikan pada
goodwill sebesar Rp100.000.000 dan asset teridentifikasi lainnya sebesar Rp200.000.000.
Sebagai gambaran, transaksi akuisisi PT Nusantara terhadap PT Andalas ditunjukkan berikut
ini :

Nilai investasi Rp1.200.000.000


Nilai buku
Saham biasa Rp 800.000.000
Saldo laba Rp 400.000.000
Total Nilai Buku Rp1.200.000.000
Porsi kepemilikan 75%
Nilai buku atas kepemilikan diakuisisi Rp900.000.000
Perbedaan antara nilai investasi dan nilai buku Rp300.000.000

PT Nusantara akan mencatat transaksi akuisisi PT Andalas ini sebagai berikut :


1 Januari 2015
(28) Investasi pada PT Andalas Rp1.200.000.000
Kas Rp1.200.000.000
Untuk pengonsolidasian laporan keuangan sesaat setelah akuisisi, jurnal eliminasi yang
dibuat adalah pengeliminasian ekuitas anak perusahaan.

(29e) Saham biasa- PT Andalas Rp.800.000.000


Saldo laba Rp400.000.000
Diferensial Rp300.000.000
Investasi pada PT Andalas Rp1.200.000.000
Kepentingan nonpengendali Rp 300.000.000
Mengeliminasi saldo awal investasi

Jurnal eliminasi lainnya adalah pengalokasian diferensial:


(30e) Persediaan Rp 50.000.000
Tanah Rp210.000.000
Goodlwill Rp100.000.000
Diferensial Rp300.000.000
Bangunan dan peralatan Rp 60.000.000
Mengeliminasi saldo awal investasi

Jurnal pengalokasian diferensial ini mendistribusikan diferensial yang muncul dari transaski
akuisisi. Persediaan mengalami kenaikan nilai wajar dari nilai tercatat sebsar Rp50.000.000,
tanah mengalami kenaikan nilai wajar sebesar Rp210.000.000, sedangkan bangunan dan
peralatan mengalami penurunan nilai sebesar Rp60.000.000. Selain itu, atas transaksi
kombinasi bisnis PT Nusantar dan PT Andalas, diakui munculnya goodwill sebesar
Rp100.000.000 dari selisih antara imbalan yang diserahkan PT Nusantara atas nilai wajar
asset bersih PT Andalas. Dapat terlihat pada jurnal (29e) menunjukkan sedikit perbedaan
dengan jurnal (19e) ketika kepemilikan dipenuhi seluruhnya. Pada kepemilikan sebagian ini,
jurnal penghapusan saldo awal investasi memunculkan suatu akun baru, yakni kepentingan
nonpengendali yang mencerminkan hak pemegang saham nonpengendali atas asset yang
dimiliki entitas anak.

Laporan posisi keuangan konsolidasian PT Nusantara dan entitas anak sesaat setelah akuisisi

PT Nusantara dan Anak Perusahaan


Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 01 Januari 2015

Asset Liabilitas 1.300.000.000


Kas dan Setara kas 700.000.000 Utang usaha 2000.000.000
Piutang Usaha 850.000.000 Utang Obligasi 300.000.000
Persediaan 800.000.000 Kepentingan nonpengendali
Tanah 2.210.000.000 Ekuitas
Bangunan dan peralatan 3.340.000.000 Saham biasa 3.000.000.000
Akumulasi penyusutan (600.000.000) 2.470.000.000 Saldo laba 1.200.000.000
Merek dagang 400.000.000
Goodwill 100.000.000
Total asset 7.800.000.000 Total liabilitas dan ekuitas 7.800.000.000

Konsolidasian Pada Periode Akuisisi


Melanjutkan ilustrasi akuisisi yang dilakukan oleh PT Nusantara terhadap PT Andalas,
dengan informasi yang sama, diketahui bahwa selama tahun berjalan PT Nusantara
mengumumkan dan membagikan dividen sebesar Rp50.000.000. PT Nusantara, sebagai
perusahaan yang memiliki PT Andalas, akan mencatat transaksi terkait penerimaan dividen
dari anak perusahaan sebagai berikut:
31 Desember 2015
(31) Kas 37.500.000
Investasi pada PT Andalas 37.500.000
Selama tahun berjalan PT Andalas melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp200.000.000
yang dapat dihitung dari menjumlahkan seluruh pendapatan lalu dikurangi seluruh beban
yang dilaporkan. Atas laba bersih yang dilaporkan ini, PT Nusantara sebagai pemilik, dapat
mengakui perolehan pendapatan sebesar porsi kepemilikan atas PT andalas berdasarkan
metode ekuitas sebagai berikut :
31 Desember 2015
(32) Investasi pada PT Andalas 150.000.000
Bagian laba atas PT Andalas 150.000.000

Selain itu untuk mengakui penghapusan diferensial yang terjadi selama periode berjalan,
makaPT Nusantara akan mencatat jurnal sebagai berikut:
(33) Bagian laba atas PT Andalas 50.000.000
Investasi pada PT Andalas 50.000.000
(34) Investasi pada PT Andalas 5.000.000
Bagian laba atas PT Andalas 5.000.000

E. ISU LAIN SEPUTAR KONSOLIDASIAN

Biaya Transaksi Terkait Akuisisi

Biaya transaksi yang terkait proses pengakuisisian suatu perusahaan sangat besar
kemungkinannya untuk dikeluarkan oleh pihak pengakuisisi. Biaya transaksi terkait akuisisi
dapat berupa biaya makelar, biaya hukum dan konsultasi, biaya terkait akuntansi, biaya
penilaian dan jasa professional lainnya, biaya administrasi umum, serta biaya pendaftaran
maupun penerbitan efek jika pengakuisisian menggunakan instrument utang atau ekuitas.
Menurut PSAK 22, seluruh biaya transaksi terkait akuisisi harus dibebankan pada periode
ketika biaya tersebut terjadi atau jasa diterima kecuali biaya untuk menerbitkan efek baik
berupa utang atau ekuitas yang perlakuannya mengikuti PSAK 55 (Revisi 2014) Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.
Sebagai contoh, PT Nusantara mengakuisisi seluruh kepemilikan pada PT Andalas senilai
Rp1.500.000.000. Atas transaksi pengakuisisian tersebut, PT Nusantara mengeluarkan pula
beberapa biaya yakni biaya jasa penilaian asset sebesar Rp70.000.000; biaya hukum dan
akuntansi sebesar Rp80.000.000; serta biaya penerbitan dan pencatatan emisi efek sebesar
Rp50.000.000. PT Nusantara menerbitkan saham sebanyak 1.000.000 lembar saham, dengan
nilai per Rp1.000, maka PT Nusantara akan mencatat transaksi pengakuisisian sebagai
berikut :
(40) Investasi pada PT Andalas Rp1.550.000.000
Beban Pengakuisisian Rp 150.000.000
Kas Rp 200.000.000
Modal saham Rp1.000.000.000
Premium saham Rp500.000.000
PT Nusantara akan mencatat nilai investasi sebesar Rp1.550.000.000 yakni imbalan yang
dikeluarkan ditambah dengan biaya penerbitan dan pencatatan emisi efek yang menurut
PSAK 55 perlu dikapitalisasi. Sedangkan biaya-biaya lainnya langsung dibebankan pada
tahin itu dan muncul pada laporan laba rugi komprehensif.

Anda mungkin juga menyukai