Anda di halaman 1dari 23

Dafa Zenobia

1102019051
PBL Skenario 1 Langkah 3
Logam Berat di Sungai Citarum Merusak Susunan Saraf
Sasbel
1. MM Pencemaran Lingkungan
1.1 Definisi
1.2 Klasifikasi
1.3 Penyebab
1.4 Proses
1.5 Perubahan Komposisi
2. MM Pencemaran Air
2.1 Definisi
2.2 Penyebab
2.3 Ciri - ciri
2.4 Sumber
2.5 Proses
2.6 Dampak
2.7 Pencegahan
3. MM Pencemaran Udara
3.1 Definisi
3.2 Penyebab
3.3 Ciri - ciri
3.4 Sumber
3.5 Proses
3.6 Dampak
3.7 Pencegahan
4. Pencemaran Tanah
4.1 Definisi
4.2 Penyebab
4.3 Ciri - ciri
4.4 Sumber
4.5 Proses
4.6 Dampak
4.7 Pencegahan
5. MM Progam Klinik Sanitasi
5.1 Definisi
5.2 Tujuan
5.3 Sasaran
5.4 Sumber Daya
5.5 Kegiatan
5.6 Indikator Keberhasilan

1. MM Pencemaran Lingkungan
1.1 Definisi
Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup,zat energi,dan
komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan
manusia atau oleh roses alam sehingga kualitas lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat
berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang – undang Pokok Pengelolaan
Lingkungan Hidup NO. 4Tahun 1982)
1.2 Klasifikasi
Pencemaran air, udara, suara, tanah.
Pencemaran Air: keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah
lingkungan air alami. misalnya sungai yang telah tercemar oleh limbah pabrik
Pencemaran Udara :keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah
lingkungan udara alami. misalnya udara yang terkena asap pabrik
Pencemaran Tanah : keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah
lingkungan tanah alami. misalnya air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah
industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
Pencemaran suara : adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau
suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di
sekitarnya. misalnya Kebisingan yang ditimbulkan oleh aktifitas mesin, mendengar orang
bertengkar, pesawat jet tinggal landas, suara petir.
Pencemaran menurut macam bahan pencemar terbagi menjadi 3, yaitu :
a. Pencemaran kimiawi
Bahan pencemar berupa zat-zat kimia, seperti zat radioaktif, logam
(Hg,Pb,Cd,Cr,danNi),pupuk anorganik, pestisida, deterjen, dan
minyak.
b. Pencemaran biologi
Bahan pencemar berupa mikroorganisme, seperti Escherichia coli,
Entamoeba coli, dan Salmonella thuposa.
c. Pencemaran fisik
Bahan pencemar berupa benda-benda yang sulit terurai di alam,
misalnya kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.

Berdasarkan Tingkat Pencemaran


1. Pencemaran ringan, yaitu pencemaran yang dimulai menimbulkan
gangguan ekosistem lain. Contohnya pencemaran gas kendaraan
bermotor.
2. Pencemaran kronis, yaitu pencemaran yang mengakibatkan
penyakitkronis. Contohnya pencemaran Minamata, Jepang.
3. Pencemaran akut, yaitu pencemaran yang dapat mematikan seketika.
Contohnya pencemaran gas CO dari knalpot yang mematikan orang
didalam mobil tertutup, dan pencemaran radioaktif.
1.3 Penyebab
1. Pembuangan sampah di sembarang tempat
Sampah atau sisa limbah rumah tangga di buang ke sungai dapat menyebabkan air menjadi
keruh dan kotor sehingga dapat mengganggu keberlangsungan hidup biota yang ada di sungai
tersebut. Kebutuhan manusia juga akan terganggu karena air sungai tersebut sudah berubah
menjadi keruh dan kotor akibat sampah-sampah yang di buang di sungai. Membuangan
sampah sembarangan dapat juga menyebabkan banjir.
2. Penggunaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan
Penggunaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan dapat membuat air
terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia yang ada pada bahan peledak dan racun.selain itu
ekosistemnya akan menjadi rusak dan airnya pun tidak sehat lagi serta terumbu karang dan
habitat laut akan hancur karena penggunaan bahan peledak dan racun.
3. Penebangan pohon secara liar
Hutan yang gudul akibat penebangan pohon secara liar dapat menyebabkan permukaan tanah
menjadi semakin sedikit karena ketika hujan banyak tanah yang terbawah arus air yang
mengalir ke sungai
maupun danau. Penebangan pohon secara liar juga dapat menyebabkan longsor karena ketika
hujan air yang mengalir dengan mudah mengikis tanah, sehingga tanah tersebut ikut terbawa
karena tidak ada lagi akar-akar pohon yang menahan tanah tersebut. Karena sering menebang
pohon secara berangsur-angsur dapat menyababkan kerusakan alam dan lingkungan
sekitarnya.
4. Pencemaran polusi udara
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih subtansi fisik, kimia atau biologi di
atmosfir dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan dan
tumbuhan,mengganggu
estetika dan kenyamanan atau merusak properti. Beberapa definisi gangguan fisik seperti
polusi, suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara.
5. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah
lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena kebocoran limbah cair atau
bahan kimia industry, penggunaan pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar ke
dalam lapisan sub-permukaan, kecelakaan kendaraan pengangkut minyak dan zat kimia, air
limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industry yang langsung di buang ke
tanah secara tidak memenuhi syarat.
6. Asap rokok
Merokok di tempat umum dapat menyebabkan udara menjadi sangat pengap, karena asap
rokok mengandung zat-zat yang sangat berbahaya oleh karena itu asap tersebut tidak hanya
berbahaya bagi si perokok tetapi juga orang-orang di sekitarnya.
7. Asap pembakaran sampah
Pencemaran asap pembakaran sampah yang di sebabkan oleh ulah manusia yang membakar
sampah di sembarangan tempat atau di tempat yang bebas. Asap pembakaran sampah
tersebut akan tercemar pada polusi udara dan menjadi penyakit bagi manusia yang menghirup
asap pembakaran sampah tersebut.
8. Pencemaran bahan radioaktif
Pencemaran radioaktif dapat menyababkan mutasi gen yang menimbulkan kanker atau tumor.
Debu radioaktif berasal dari bom atau reactor nuklir.pencemaran bahan radioaktif juga
termasuk penyebab
terjadinya pencemaran lingkungan.
9. Asap kendaraan
Salah satu pencemaran lingkungan dapat terjadi karena pengaruh asap kendaraan. Asap
kendaraan bermotor sangat tidak baik untuk kesehatan manusia dari proses fotosintesis pada
tumbuhan, karena asap kendaraan mengandung hasil pembakaran yang tidak sempurna dan
penggunaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan dapat menyebabkan kadar co2 di
bumi. Tumbuhan memang membtuhkan co2 tapi jika kadar co2 bertambah, tetapi tidak di
sertai dengan penambahan
jumlah tumbhan itu juga dapat menyebabkan lingkungan sekitar menjadi rusak.
Pencemaran lingkungan hidup dapat disebabkan oleh dua faktor, diantaranya :
A. Faktor Internal Pencemaran Lingkungan Hidup (secara ilmiah) :
1) Debu beterbangan oleh tiupan angin.
2) Abu atau debu dan gas-gas volkanik dari letusan gunung berapi.
3) Proses pembusukan sampah.
4) Letusan gunung berapi yang memuntahkan debu, pasir, batu,dan
bahan vulkanik lain yang menutupi dan merusak daratan/permukaan
tanah.
B. Faktor Eksternal (karena ulah manusia) :
1) Pembakaran bahan bakar fosil
2) Debu atau serbuk dari kegiatan industri dan pertambangan
3) Pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara

1.4 Proses
Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia.
Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali,
danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang
terjadi di darat baik di kota maupun di desa.
Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan
proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan
mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.
Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu
mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk
memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan
sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan
alam yang kian hari kian bertambah parah.
1.5 Perubahan Komposisi

-Polutan tak toksik


-Polutan toksik

a. Polutan fisik: fisiknya dapat mencemari lingkungan (pecahan botol besi, besi tua berkarat,
dsb)
b. Polutan kimia: berbentuk senyawa kimia sintesis maupun alami
yang kalau konsentrasinya meningkat dapat menimbulkan pencemaran (CO2, CO, Hg, Pb)
c. Polutan biologi: berbentuk makhluk hidup yang dpaat menimbulkan pencemaran (E.coli)
d. Polutan social budaya: berbentuk perilaku atau hasil budaya tidak sesuai dengan norma
social budaya setempat sehingga mengganggu kehidupan social budaya

Baku Mutu Lingkungan

Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yang diperkenankan bagi zat atau bahan pencemar
terdapat di lingkungandengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup,
tumbuhan atau benda lainnya. Menurut pengertiansecara pokok, baku mutu adalah peraturan
pemerintah yang harus dilaksanakan yang berisi spesifikasi dari jumlahbahan pencemar yang
boleh dibuang atau jumlah kandungan yang boleh berada dalam media ambien. Secaraobjektif,
baku mutu merupakan sasaran ke arah mana suatu pengelolaan lingkungan ditujukan. Kriteria
baku mutuadalah kompilasi atau hasil dari suatu pengolahan data ilmiah yang akan digunakan
untuk menentukan apakah suatukualitas air atau udara yang ada dapat digunakan sesuai
objektif penggunaan tertentu.
2. MM Pencemaran Air
2.1 Definisi
Pencemaran air adalah masuknya komponen yang bercampur dengan air sehingga
menurunkan kualitas air. Komponen tersebut antara lain adalah unsur, energi, dan zat
lainnya.Pencemaran air antara lain adalah pencemaran air laut, pencemaran air tanah, air
sungai, dan air danau.
Berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997 menyatakan bahwa pencemaran air adalah menurunnya
kualitas air akibat masuknya makhluk hidup, zat, energi ke dalam air akibat aktifitas manusia.
Penurunan kualitas air tersebut dapat disebabkan secara sengaja oleh aktifitas manusia.
Contohnya adalah membuang sampah di sungai dan lain – lain.

2.2 Penyebab
Pencemaran air terjadi pada sumber-sumber air seperti danau, sungai, laut dan air
tanah yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Air dikatakan tercemar jika tidak dapat
digunakan sesuai dengan fungsinya. Walaupun fenomena alam, seperti gunung
meletus, pertumbuhan gulma yang sangat cepat, badai dan gempa bumi merupakan
penyebab utama perubahan kualitas air, namun fenomena tersebut tidak dapat
disalahkan sebagai penyebab pencemaran air. Pencemaran ini dapat disebabkan oleh
limbah industri, perumahan, pertanian, rumah tangga, industri, dan penangkapan ikan
dengan menggunakan racun. Polutan industri antara lain polutan organik (limbah
cair), polutan anorganik (padatan, pen), sisa bahan bakar, tumpaham minyak tanah
dan oli merupakan sumber utama pencemaran air, terutama air tanah.
Disamping itu penggundulan hutan, baik untuk pembukaan lahan pertanian,
perumahan dan konstruksi bangunan lainnya mengakibatkan pencemaran air tanah.
Limbah rumah tangga seperti sampah organik (sisa-sisa makanan), sampah anorganik
(plastik, gelas, kaleng) serta bahan kimia (detergen, batu batere) juga berperan besar
dalam pencemaran air, baik air di permukaan maupun air tanah. Polutan dalam air
mencakup unsur-unsur kimia, pathogen/bakteri dan perubahan sifat Fisika dan kimia
dari air. Banyak unsur-unsur kimia merupakan racun yang mencemari air.
Patogen/bakteri mengakibatkan pencemaran air sehingga menimbulkan penyakit pada
manusia dan binatang. Adapuan sifat fisika dan kimia air meliputi derajat keasaman,
konduktivitas listrik, suhu dan pertilisasi permukaan air. Di negara-negara
berkembang, seperti Indonesia, pencemaran air (air permukaan dan air tanah)
merupakan penyebab utama gangguan kesehatan manusia/penyakit.
2.3 Ciri – ciri
1. Parameter Fisika
Paremeter ini digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran air. Salah satu indikator yang
dapat diamati adalah warna air, bau, rasa, dan kekeruhan.
2. Parameter Kimia
Dalam hal ini parameter yang diamati adalah pH, zat organik dan jumlah logam berat dalam
air.
3. Parameter Bakteriologi
Hal ini dilakukan untuk mengetahui kandungan bakteri dalam air. Parameter yang diamati
antara lain adalah jumlah coliform, puristik, dan patogenik yang ada di air.
4. Parameter Suhu
Suhu dapat dijadikan indikator untuk membuktikan bahwa suatu perairan itu tercemar. Hal
ini dikarenakan beberapa organisme seperti bakteri yang sangat peka terhadap perubahan
suhu pada air. Oleh karena itu, jumlah populasi bakteri di suatu lingkungan perairan dapat
menjadi indikator pencemaran air.
5. Parameter Rasa dan Bau
Salah satu indikator pencemaran air adalah terjadinya perubahan rasa dan bau. Air yang
jernih pada umumnya tidak memiliki rasa dan bau atau biasa dikenal memiliki pH netral. Air
yang tercemar biasanya berbau busuk, bau gas, terasa pahit dan asam.
6. Parameter Warna. Air yang bersih dan jernih berwarna transparan dan tidak berbau.
7. Parameter kekeruhan
Kekeruhan juga dapat menjadi salah satu indikator bahwa air itu tercemar Kekeruhan pada air
dapat disebabkan oleh adanya tanah liat, lempung, air bercampur dengan limbah seperti
limbah rumah tangga, limbah industri dan meningkatnya jumlah mikroorganisme di dalam air

1. ADANYA BAHAN PELARUT DAN ENDAPAN


Bahan pelarut dan endapan dapat membuat air berbau, memiliki derajat keasaman yang
tinggi, memiliki rasa, dan berwarna.

2. BERBAU
Air yang murni dan sehat tidak akan menimbulkan bau. Jika sudah tercemar oleh zat polutan,
air tersebut akan menimbulkan bau busuk dan menyengat.

3. DERAJAT KEASAMAN TIDAK NETRAL


Normalnya, derajat keasaman air adalah 7. Jika melebihi atau kurang dari 7, air tersebut
sudah tercemar.

4. MIKROORGANISME YANG BERLEBIH


Limbah atau sampah yang ada di dalam air akan diuraikan oleh mikroorganisme. Untuk
menguraikannya, mikroorganisme membutuhkan pasokan oksigen. Semakin banyak limbah
atau sampah, membuat jumlah mikroorganisme dan pasokan oksigen yang dibutuhkan juga
semakin banyak. Hal ini akan membuat kandungan oksigen di dalam air berkurang sehingga
hewan dan tumbuhan yang hidup di dalamnya akan kekurangan oksigen.

5. MEMILIKI RASA
Air yang baik, murni, dan sehat adalah air yang tidak memiliki rasa. Jika memiliki rasa, baik
itu asam, manis, atau pahit, dapat dipastikan air tersebut tercemar.

6. RADIOAKTIVITAS AIR MENINGKAT


Jika jumlah zat radioaktif sangat banyak, radioaktivitas air akan meningkat yang
kemungkinan besar air tersebut sudah tercemar. Jika tidak segera ditangani, zat-zat yang
berasal dari aktivitas manusia dan aktivitas mesin ini dapat merusak lingkungan.
7. SUHU AIR BERUBAH
Dalam kondisi normal, suhu air lebih rendah dibandingkan dengan suhu lingkungan. Karena
itulah, air akan terasa dingin saat disentuh. Jika dalam kondisi normal suhu air terus berubah,
dapat dipastikan air tersebut sudah tercemar.

8. BERWARNA
Air yang bersih tidak akan berwarna dan terlihat bening. Jika zat polutan sudah
mencemarinya, air akan mudah berubah warna.

2.4 Sumber
1. Limbah rumah tangga seperti air sabun dan sampah yang banyak orang
membuangnya secara sembarangan di sungai.
2. Limbah industri. Banyak sekali limbah pabrik yang langsung dibuang ke sungai. Hal
ini jika dibiarkan terus menerus dapat menyebabkan pencemaran air di sungai.
3. Limbah Pertanian. Limbah ini berasal dari pupuk kimia dan pestisida yang digunakan
untuk memelihara tanaman. Hal ini dapat mencemari air yang terkandung di dalam
tanah.
4. Peternakan. Dalam peternakan sering memotong hewan baik itu ayam, bebek, sapi
maupun kambing. Darah dari penyembelihan hewan tersebut dapat mencemari air jika
dibuang ke sungai atau dibuang sembarangan.
5. Limbah kendaraan yang beroli juga dapat mencemari air.
6. Sampah yang dibuang sembarangan juga dapat mencemari air, terutama air sungai.
Hal ini dikarenakan banyak sekali orang yang membuang sampah di sungai. Selain
dapat mencemari air, membuang sampah di sungai juga dapat menimbulkan penyakit
jika tidak diatasi dengan baik.
7. Penggundulan hutan juga dapat mencemari air. Hal ini dikarenakan tidak ada lagi
pohon yang mengikat air tanah sehingga jumlah air akan berkurang.
8. Di area pertambangan juga dapat memicu terjadinya pencemaran air dan mengurangi
jumlah air bersih.

2.5 Proses
- Pencemaran air permukaan.
Air yang semula merupakan air hujan, akan menghanyutkan berbagai macam limbah dan
kotoran lain baik yang berada dipermukaan tanah maupun yang telah dialirkan oleh air
sungai. Kotoran tersebut sangat bervariasi, dapat merupakan kotoran organik (kotoran ma
nusia, hewan dan sisa tumbuhan), maupun kotoran anorganik. Air itu menyerap karbon d
an nitrogen yang berasal dari tumbuhan dan tercampur debu. Air tersebut mengalir sepanj
ang sungai, terakumulasi di danau yang
akhirnya mengalir ke laut. Air yang tingkat kotorannya mencapai tingkat yang membaha
yakan manusia dan kehidupan lain disebut sebagai air yang telah tercemar
- Pencemaran air dalam tanah.
Air permukaan yang sudah tercemar sebagian mengalir di permukaan dan sebagian yang
lain masuk ke dalam lapisan tanah. Air yang menguap sesudah berada di
udara yang suhunya dingin, akan segera terkondensasi dan kemudian jatuh
lagi sebagai air hujan atau salju. Air yang merembes ke dalam tanah mengalir melalui ber
bagai lapisan tanah dan akhirnya berkumpul di suatu tempat dan
membentuk lapisan air dalam tanah.
Pencearan air sumur dangkal atau air sumur pompa dangkal sangat dimungkinkan terjadi
sebagai akibat rembesan air kotor, septi tank yang merembes ke bawah masuk ke dalam l
apisan dalam tanah atau melalui retakan. Air yang masuk ke dalam tanah dapat mengala
mi penyaringan alamiah, namun
penyaringan itu tidak cukup untuk membersihkan air dalam tanah secara
alamiah.
2.6 Dampak
Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi dalam 4 kategori

- dampak terhadap kehidupan biota air


- dampak terhadap kualitas air tanah
- dampak terhadap kesehatan
- dampak terhadap estetika lingkungan

Dampak terhadap kehidupan biota air

Banyaknya zat pencemar pada air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar
oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga akan mengakibatkan kehidupan dalam
air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya.
Selain itu kematian dapat pula disebabkan adanya zat beracun yang juga
menyebabkan kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air.
Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah yang
seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat. Dengan air limbah menjadi sulit
terurai. Panas dari industri juaga akan membawa dampak bagi kematian organisme,
apabila air limbah tidak didinginkan dahulu.

Dampak terhadap kualitas air tanah

Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan faecal coliform telah
terjadi dalam skala yang luas, hal ini telah dibuktikan oleh suatu survey sumur
dangkal di Jakarta. Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran
tersebut.

Dampak terhadap kesehatan


Peran air sebagai pembawa penyakit menular bermacam-macam antara lain :
- air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen
- air sebagai sarang insekta penyebar penyakit
- jumlah air yang tersedia tak cukup,
sehingga manusia bersangkutan tak dapat membersihkan diri - air sebagai media
untuk hidup vector penyakit Ada beberapa penyakit yang masuk dalam katagori
water-borne diseases, atau penyakit-penyakit yang dibawa oleh air, yang masih
banyak terdapat di daerah-daerah.
Penyakit-penyakit ini dapat menyebar bila mikroba penyebabnya dapat masuk ke
dalam sumber air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sedangkan jenis mikroba yang dapat menyebar lewat air antara lain, bakteri, protozoa
dan metazoa.

Dampak terhadap estetika lingkungan

Dengan semakin banyaknya zat organic yang dibuang ke lingkungan perairan, maka
perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang
menyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan.
Masalah limbah minyak atau lemak juga dapat mengurangi estetika. Selain bau,
limbah tersebut juga menyebabkan tempat sekitarnya menjadi licin. Sedangkan
limbah detergen atau sabun akan menyebabkan penumpukan busa yang sangat
banyak. Inipun dapat mengurangi estetika.
2.7 Pencegahan
1. Menempatkan industri pabrik di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk. Hal ini
untuk mencegah pencemaran lingkungan baik pencemaran udara, air dan darat.
2. Mengawasi penggunaan zat kimia dan pestisida
3. Mencegah penggundulan hutan dan melakukan program reboisasi agar menjaga
keseimbangan air. Hal ini dikarenakan pohon dapat membantu mengikat air di dalam tanah
sehingga dapat menjaga keseimbangan air di dalam tanah.
4. Membuang sampah pada tempatnya. Hal ini dapat mengurangi pencemaran air. Salah satu
caranya adalah dengan memisahkan antara sampah plastik, sampah organik dan lain – lain.
Cara menanggulangi pencemaran dapat dilakukan dari diri kita sendiri dengan membiasakan
diri membuang sampah pada tempatnya, memisahkan antara sampah organik dan sampah
anorganik, melakukan daur ulang sampah plastik dan botol plastik untuk dimanfaatkan
sebagai bahan kerajinan.
Selain itu, palstik bekas detergen dan sabun juga dapat anda jadikan bahan untuk tas atau
dompet dan lain – lain. Dengan demikian anda akan menginspirasi masyarakat di sekitar anda
untuk lebih peduli terhadap lingkungan sehingga dapat mengurangi pencemaran air. Untuk
limbah industri alangkah baiknya dilakukan pengolahan terlebih dahulu agar tidak mencemari
lingkungan perairan.

3. MM Pencemaran Udara
3.1 Definisi
Pengertian pencemaran udara menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 1407 tahun
2002 mengenai Pedoman Pengendalian Dampak Pencemaran Udara, Pencemaran udara adalah
penurunan mutu udara sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat
memenuhi fungsinya diakibatkan oleh masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dari
komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia.
3.2 Penyebab
Polusi udara disebabkan oleh berbagai hal, ada yang berasal dari alam seperti gunung berapi
dan ada yang berasal dari perbuatan manusia seperti kebocoran gas, TPA, kebakaran hutan,
industri, pabrik, pembangkit listrik, dan alat transportasi.

1. Aktivitas Gunung Berapi


Aktivitas gunung berapi dapat menyebabkan polusi udara karena letusannya.

Ukuran butir abu vulkanik dari letusan gunung berapi berbeda dan bervariasi.

Hal in dapat berdampak pada gangguan pernafasan.

Gas-gas vulkanik dari gunung berapi bersifat toksik, yaitu berupa HF, NO2, CO2, H2O, dan SO2.

2. Kebakaran Hutan
Penyebab polusi udara yang paling banyak adalah oleh aktivitas manusia.

Kebakaran hutan walaupun bisa terjadi secara alami terutama di daerah yang sangat kering dan
yang berangin kencang, namun manusia juga sangat berperan dalam kebakaran hutan yang
terjadi salah satunya di Indonesia.

Sebagian besar kejadian kebakaran hutan disebabkan oleh manusia.

Kebarakan hutan bisa menyebabkan polusi karena menghasilkan asap dan kabut yang juga
berbahaya untuk kesehatan.

Asap akibat kebakaran hutan mengandung karbon yang berbahaya.

Karbon itu seperti gas karbon dioksida, nitrous oksida, dan karbon monoksida.

Unsur lain yang lebih berbahaya yaitu partikulan logam berat karena jumlahnya yang banyak
dan wujudnya yang sangat halus.

Kandungan yang sangat berbahaya ini dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan kanker
paru-paru dan kematian.

3. Industri
Industri dan pabrik saat ini di Indonesia memiliki jumlah yang sangat banyak.

Dengan banyaknya aktivitas pabrik dan industri mengakibatkan banyak juga limbah yang
dihasilkan.

Limbah yang dihasilkan bisa dalam bentuk limbah cair, limbah padat, maupun limbah gas.

Limbah gas merupakan limbah yang sangat berperan dalam mencemari udara.

Kandungan limbah ini bermacam-macam sesuai dengan jenis produksinya.

4. Tempat Pembuangan Akhir (TPA)


Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan sanitari landfill atau dikenal sebagai lahan urug.
TPA merupakan salah satu terjadinya pencemaran udara.

Timbunan sampah menyumbang pencemaran gas metan bagi lingkungan.

Diperkirakan setiap harinya dalam 1 ton sampah dapat menghasilkan sekitar 50 kg gas metan.

Penumpukan sampah di TPA pasti mengalami pembusukan yang besar karena diuraikan oleh
bakteri sehingga dapat menghasilkan gas metan, karbon dioksida, dan sejumlah gas lainnya
yang berpotensi menyebabkan pencemaran.

5. Pembangkit Listrik
Industri Pembangkit Listrik yang Tidak Sehat
Pembangkit listrik memiliki peranan yang sangat besar bagi kehidupan manusia, akan tetapi
juga memiliki sisi negatif.

Pembangkit listrik saat ini masih banyak yang belum ramah lingkungan sehingga
menyebabkan banyaknya polusi udara yang terjadi.

Pembangkit listrik tenaga uap menghasilkan polutan yang sangat banyak dalam setiap
pembakaran batu baranya.

Polutan beracun yang dihasilkan seperti merkuri, timbal, arsenik, dan lainnya menyebabkan
berbagai masalah kesehatan bagi penduduk yang bertempat tinggal di sekitar PLTU batu bara
tersebut.

Hal ini dikarenakan partikel yang sangat halus dari polutan PLTU dapat dengan mudah terhirup
dan masuk ke paru-paru.

6. Abu Vulkanik
Polutan juga dapat disebabkan oleh abu dari gunung berapi yang berupa abu vulkanik.

Abu yang mengepul di udara membawa serpihaan-serpihan debu yang dapat mengganggu jarak
pandang dan pernapasan.

Letusan gunung api membawa gas seperti CO2, SO2, CO, He, DF dan H2O (gas).

Dampak dari adanya letusan gunung berapi ini akan menyebabkan hujan asam serta
pencemaran udara di daerah sekitar.

Bukan hanya gas yang menimbulkan pencemaran udara dalam letusan gunung api, material
halus seperti debu juga terlempar ke lingkungan sekitar.

Paparan debu dari gunung api sangat berbahaya bagi bayi, anak-anak, dan warga usia lanjut
yang menderita penyakit pernafasan.

Debu gunung berapi sendiri bersifat korosif dan jika masuk ke mata dapat melukai mata.

Partikel debu ini beristalin silica yang dapat menyebabkan penyakit paru silicon jika terpapar
lebih lama.
7. Alat Transportasi
Penyebab lain terjadinya polusi udara adalah alat transportasi.

Pesatnya laju pertumbuhan penduduk membuat alat transportasi yang semakin banyak.

Hal ini menyebabkan alat transportasi memiliki andil yang sangat besar dalam menyebabkan
polusi udara.

Penggunaan bahan bakar yang belum ramah lingkungan ini dapat menghasilkan emisi zat-zat
yang berbahaya.

Dampak dari hal tersebut yaitu dapat menimbulkan berbagai penyakit pernafasan kronis.

Alat transportasi, mulai dari kendaraan umum maupun kendaraan pribadi di kota besar
misalnya Kota Jakarta, kendaraan memenuhi setiap bagian di jalan raya.

Mayoritas kendaraan tersebut ialah kendaraan pribadi, banyaknya kendaraan pribadi di kota
tersebut dikarenakan nilai jual bahan bakar tergolong rendah sehingga masyarakat lebih
memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding dengan kendaraan umum.

3.3 Ciri – ciri

1. Tingginya kadar karbondioksida. Tingginya kadar karbondioksida ini dapat diketahui dari
maraknya pembakaran hutan dan aktifitas manusia dalam membakar sampah rumah tangga
dan tidak terkendalinya proses pembuangan asap dari sejumlah pabrik dan knalpot kendaraan
bermotor yang ada;
2. Warna udara dapat dilihat. Hal ini disebabkan karena udara yang mengandung kadar O2
yang tinggi telah tercampur dengan sejumlah gas atau zat yang membahayakan sehingga
udara yang seharusnya tidak berwarna menjadi berwarna hitam keabu-abuan.
3. Berbau menyengat dan menyesakkan. Udara yang tercemar akan memiliki bau yang sangat
tidak enak saat dihirup atau menyebabkan sesak nafas bagi siapa saja yang menghirupnya.
Hal ini disebabkan adanya kandungan zat lain yang memiliki karakteristik berbahaya seperti
SO2 atau Metana yang terdapat dalam lapisan udara yang tercemar.
4. Kualitas udara yang pengap. Udarayang tercemar akan memiliki kualitas udara yang terasa
pengap dan meningkatnya suhu karena percampuran dengan gas hasil pembakaran dan
pembuangan yang bersifat panas.
5. Iritasi pada mata. Kualitas udara yang telah mengalami pencemaran akan menyebabkan
iritasi pada mata karena udara tersebut telah terkontaminasi dengan zat berbahaya bagi
kesehatan. Seperti contohnya asap dari hasil pembakaran ladang akan menyebabkan mata
menjadi merah dan iritasi.

3.4 Sumber
Menurut asalnya, pencemaran udara dapat dibagi menjadi dua macam, yakni :
a. Pencemaran Udara Alami Adalah : Masuknya zat pencemar ke dalam
udara / atmosfer, akibat prosesproses alam seperti asap kebakaran hutan,
debu gunung, pancaran garam dari laut, debu meteroid dan sebagainya.
b. Pencemaran Udara Non- Alami Adalah : Masuknya zat pencemar oleh
aktivitas manusia, yang pada umumnya tanpa disadari dan merupakan
produk sampinga, berupa gas-gas beracun, asap, partikel-partikel halus,
senyawa belerang, senyawa kimia, buangan panas dan buangan nuklir.
Pencemaran Udara Primer
Pencemaran udara primer merupakan substansi pencemaran yang berasal langsung dari sumber
pencemaran udara tersebut dan dipancarkan langsung ke atmosfer. Karbon monoksida,
merupakan contoh dari pencemaran udara primer karena hasil dari pembakaran akibat dari
aktivitas manusia.

Pencemaran Udara Sekunder


Pencemaran udara sekunder merupakan substansi zat pencemar yang terbentuk dari hasil reaksi
zat pencemar-pencemar primer di muka bumi.

Pembentukan ozon merupakan salah satu contoh dari pencemaran udara sekunder. Ozon
terbentuk dari senyawa hidrokarbon dan nitrogen oksida dengan adanya sinar matahari.
Pencemaran udara sekunder dapat menyebabkan masalah seperti asap fotokimia.

Perbedaan pencemaran udara primer dengan pencemaran udara sekunder ialah jika pencemaran
udara primer secara langsung dipancarkan ke udara oleh sumber pencemar sedangkan
pencemaran udara sekunder ialah pencemaran udara yang dihasilkan dari reaksi antara zat
pencemar udara primer dengan molekul lain.

Aktivitas manusia

 Transportasi
 Industri
 Pembangkit listrik
 Pembakaran (perapian, kompor, furnace, insinerator dengan berbagai jenis bahan bakar)
termasuk pembakaran biomassa secara tradisional
 Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti CFC
Sumber alami

 Gunung berapi
 Rawa-rawa
 Kebakaran hutan
 Denitrifikasi

3.5 Proses
Proses penurunan kualitas lingkungan udara pada umumnya disebabkan oleh masuknya
zat pencemar ke dalam lingkungan udara tersebut, baik alami (seperti: kebakaran hutan
oleh teriknya matahari, debu vulkanik, debu meteorit, pancaran garam dari laut dan
sebagainya) maupun akibat aktivitas manusia yang justru sering menimbulkan masalah
(seperti pancaran gas beracun dari pemupukan pembasmian hama, asap rumah tangga,
transportasi, produk sampingan dari industri dan sebagainya). Permasalahan penurunan
kualitas lingkungan udara timbul akibat pertambahan penduduk serta pengembanagn
ilmu dan telnologi, dimana aktivitas dan mobilitas manusia bertambah. Sebagai contoh,
makin bertambah penduduk berarti semua kebutuhan bertambah, sehingga produk
sampingannya bertambah pula. Demikian pula kebutuhan akan udara bertambah, baik
untuk bernapas maupun sebagai media pembuangan. Dampak mekanisasi dan
energisasi terhadap lingkungan alami cukup fundamental dan meluas. Karenanya,
hubungan antara makhluk hidup dan lingkungan alami, disatu pihak, dengan masalah
mekanisasi dan energisasi dan lain pihak, perlu dipelajari, dikaji dan dipahami. Ekologi
ekosistemnya mempelajari hubungan serta keterkaitan antara makhluk hidup dengan
lingkungan alami dimana didalamnya terdapat termodinmaika yang mempelajari
proses-proses irreversible dalam alam, antara lain proses-proses energi dan biologi.
Dari sini dapat diketahui bahwa proses-proses alam akan mengarah pada keacakan
(disorder), khususnya pada keacakan lingkungan (environmental disorder). Hukun
pertama termodinamika menyatakan bahwa : “Jumlah yang terpakai dan yang terbuang
dalam proses pengolahan sumber energi alam harus sama dengan jumlah masukan
sumber primer”. Setiap zat yang dipancarkan ke dalam udara akan mengalami
pengangkutan, pencampuran dan penyebaran (dispersi) sesuai dengan dinamika udara,
maka perlu ditinjau dan dipelajari proses-proses fisis dan persamaan-persamaan
dinamis yang berlaku diatmosfer, seperti : - Proses pengangkutan / transportasi - Proses
pencampuran / pengenceran (difusi) - Proses turbulensi - Proses perubahan fasa air ,
dan sebagainya.

3.6 Dampak

1. Hujan asam
Hujan asam disebabkan oleh karbon dioksida di udara yang larut dalma air hujan sebagai asam
lemah. Hujan asam ini diakibatkan oleh adanya belerang yang merupakan pengotor dalam
bahan bakar fosil seperti bensin. Selain itu nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen
akan membentuk sulfur dioksida. Zat tersebut kemudian akan membentuk asam sulfat dan
asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersamaan dengan air hujan. Hujan yang asam
akan meningkatkan kadar keasamaan pada tanah dan air permukaan, ini berbaaya bagi
kehidupan ikan dan tanaman.

2.Penipisan lapisan ozon

Ozon (O3) adalah senyawa kimia yang memiliki 3 ikatan yang tidak stabil. Di atmosfer, ozon
terbentuk seara alami dan terletak di lapisan stratosfer pada ketinggian 15-60 km diatas
permukaan bumi. Fungsi dari lapisann ini adalah untuk melindungi bumi dari radiasi sinar
ultraviolet yang dipancarkan sinar matahari yang berbahaya bagi kehidupan.

3.Pemanasan global

Kadar CO2 yang tinggi dilapisan atmosfer dapat menghalangi pantulan panas dari bumi ke
atmosfer sehingga permukaan bumi menjadi lebih panas. Peristiwa ini disebut efek rumah kaca
yang akan menjadikan pemanasan global.
1. Dampak Pencemaran Udara Terhadap Manusia
 Mengakibatkan terjadinya gangguan pernapasan bagi manusia karena oksigen tercemar
oleh senyawa berbahaya.
 Menyebabkan terjadinya masalah pada kulit manusia, misalnya kulit kusam, keriput,
flek hitam, bahkan kanker kulit.
 Menimbulkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan pernapasan, seperti asma,
batuk, dan lainnya.
 Polusi udara juga dapat mengakibatkan manusia menjadi mudah stress dan emosi tak
seimbang.
 Membuat pandangan menjadi terganggu akibat asap
2. Dampak Pencemaran Udara Pada Lingkungan
 Memicu terjadinya hujan asam, dimana hujan asam tersebut dapat merusak tumbuhan-
tumbuhan.
 Mengakibatkan terjadinya global warming. Polusi udara merupakan salah satu
penyebab terjadinya global warming dalam jangka waktu yang lama.
 Pencemaran udara juga dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi
terganggu. Udara yang kotor membuat tanaman mudah terkena penyakit, misalnya
klorosis, nekrosis, dan bintik hitam.

3.7 Pencegahan
1. Tidak melakukan pembakaran dan atau penebangan pohon-pohon di hutan dengan
sembarangan. Pohon-pohon di hutan merupakan sumber oksigen bagi mahluk hidup.
2. Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, misalnya tenaga surya dan
biogas.
3. Menggunakan kendaraan umum massal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi
untuk membantu meminimalisir terjadinya polusi akibat emisi kendaraan bermotor.
4. Menciptakan jalur hijau di perkotaan dengan menanam pohon-pohon di tempat-tempat
tertentu agar udara yang tercemar dapat diserap melalui proses fotosintesis.
5. Menghindari melakukan uji coba nuklir secara massif untuk mencegah pencemaran
udara oleh radioaktif.
6. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat umum tentang pentingnya menjaga
kelestarian lingkungan. Selain itu, perlu dilakukan aksi nyata yaitu membuang sampah
pada tempatnya dan membersihkan lingkungan.
7. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit tenaga listrik, industri,
dan rumah tangga. Ini akan mengurangi polutan yang terlepas ke atmosfer.

4. Pencemaran Tanah
4.1 Definisi
Pencemaran tanah merupakan keadaan dimana adanya berbagai bahan substansi kimia yang
masuk ke dalam lapisan tanah sehingga mengubah struktur dan lingkungan di dalam tanah.
Sumber utama dari adanya pencemaran tanah ini adalah adanya kebocoran limbah kimia yang
biasanya ada di pabrik baik itu bahan kimia organic maupun yang kimia tulen. Biasanya di
dalam pabrik tempat pembuangan limbah kimia ini terdapat di dalam bunker yang terdapat di
dalam tanah sehingga sangat rawan terjadi kebocoran. Jika bunker tersebut sudah bocor maka
selanjutnya yang terjadi adalah masuknya berbagai zat kimia tersebut ke dalam tanah dan
merusak struktur tanah itu sendiri.
4.2 Penyebab
1. Limbah Padat – Limbah industri yang padat merupakan limbah buangan dari hasil industri
pabrik berupa padatan, bubur, atau lumpur yang berasal dari hasil pengolahan pabrik tersebut.
Misalnya saja limbah dari pabrik gula, kertas, rayon, pulp, pengawet buah, ikan, daging,
plywood dan lainnya.
2. Limbah Cair – Sedangkan limbah cair adalah hasil pembuangan dari industri yang
berbentuk cair. Contoh limbah cair ini adalah seperti sisa dari pengolahan limbah industri
kimia dan logam. Limbah dalam bentuk cair ini sangat berbahaya terutama jika mengandung
berbagai bahan kimia yang berpotensi menganggu kesehatan manusia.
3. Limbah anorganik – Limbah anorganik ini merupakan jenis limbah yang tidak mampu
mengalami penguraian yang dilakukan oleh mikroorganisme lainnya seperti jamur dan
bakteri. Contoh dari limbah anorganik ini misalnya adalah limbah kantong plastic, kaleng
bekas, botol minuman, bekas botol air mineral dan lainnya. limbah anorganik ini memerlukan
tindakan pembuangan yang harus diatur sedemikian rupa supaya tidak membuat kerugian
pada tanah dan juga makhluk hidup lainnya karena tanah menjadi tercemar oleh adanya
limbah ini.
4. Limbah organic – Untuk jenis limbah organic merupakan limbah yang lebih ramah
dibandingkan dengan limbah anorganik. Hal ini terjadi karena limbah organic mampu
diuraikan kembali oleh mikroorganisme di dalam tanah sehingga tidak begitu berbahaya bagi
tanah itu sendiri. Jenis limbah ini misalnya saja tinja atau feses, oli, cat, sampah rumah
tangga yang dari tumbuhan. Meskipun limbah atau sampah organic ini tidak begitu berbahaya
namun perlu diingat bahwa jika terlalu banyak sampah organic di dalam tanah maka
penguraiannya pun akan semakin lama dan hal ini membuat pertumbuhan berbagai tanaman
di dalamnya menjadi lebih lambat dan hal ini tidak baik begitu lingkungan.
5. Limbah industri – Limbah industri ini bisa berasal dari limbah indsutri kecil dari perumahan
atau limbah industri besar berskala pabrik. Limbah ini bisa juga berasal dari dunia usaha
hotel, rumah makan, pasar, perdagangan, tempat wisata, instansi pemerintah dan swasta, dan
lainnya. limbah yang dihasilkan bisa berupa limbah padat maupun cair dan organic maupun
anorganik.
6. Limbah pertanian – Limbah dari hasil pertanian ini juga mampu menyebabkan pencemaran
tanah. misalnya saja adalah dengan penggunaan pupuk atau pestisida pada pertanian sehingga
menyebabkan tanah menjadi tercemar. Jika penggunaan pestisida dan pupuk ini sudah
melebihi batas wajarnya maka akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan termasuk
rusaknya hasil tanaman dan juga hasil tanaman yang tidak optimal lagi.

4.3 Ciri – ciri

1. Tingginya derajat keasaman atau pH tanah. Hal ini menyebabkan tanah tidak dapat
menjadi media tanam sejumlah tanaman yang bermanfaat bagi manusia dan mahkluk hidup
lainnya;
2. Hilangnya unsur hara dari tanah. Unsur hara merupakan bagian terpenting dari tanah
karena unsur hara ini memungkinkan adanya pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan
mikroorganisme dan mikroba dalam tanah. Penyebabnya dapat berasal dari kontaminasi
pestisida, limbah cair dari rumah tangga dan industri, dan adanya logam berat dalam tanah;
3. Tidak adanya tanda-tanda pertumbuhan jamur atau mikroorganisme lain. Tanah yang
tercemar tentunya tidak dapat lagi memberikan pendukung kehidupan bagi mahkluk hidup
yang tinggal di dalamnya atau di atas permukaan tanah.
4. Minimnya kandungan mineral. Kandungan mineral yang terdiri dari C-Organik, Nitrogen,
Kalium, Fosfor, Kalsium, Magnesium, dan Oksigen akan berkurang dari struktur tanah
apabila sejumlah polutan yang melakukan penetrasi kedalam tanah melebihi ambang batas
normal sehingga polutan tersebut akan mengambil alih atau merusak kandungan mineral
dalam tanah.
5. Mengandung plastik dan bahan-bahan yang tidak dapat diurai. Semakin banyak sampah
plastik yang tertimbun di dalam tanah, maka semakin buruk kondisi tanah tersebut karena
plastik dan bahan yang tidak dapat terurai akan menyebabkan kontaminasi tanah dalam
jangka waktu yang lama.

Tanah Tercemar

 Tanah tidak subur


 pH dibawah 6 (asam) atau pH diatas 8 (basa)
 Berbau busuk
 Kering
 Mengandung logam berat
 Mengandung sampah anorganik

4.4 Sumber

1. Limbah padat dan cair

Pada daftar sumber pencemaran tanah, tentu saja terdapat salah satu komponen utama yang
memiliki pengaruh terbesar di dalamnya.

Dalam konteks ini komponen utama itu tak lain merupakan limbah padat serta limbah cair.

Kedua hal itu dapat merusak banyak hal. Sementara untuk limbah sendiri berasal dari
berbagai aktivitas yang di lakukan oleh manusia.

Tetapi dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh makhluk hidup di muka bumi.

2. Pestisidan dan pupuk

Dalam kegiatan pada bidang pertanian, tentu saja telah sangat familiar dengan adanya
pestisidan serta pupuk yang terbuat dari bahan kimia.

Di mana pada akhirnya pertumbuhan tanaman juga memungkinkan akan baik.

Meski demikian, tanpa kalian sadari dalam hal ini pestisida serta pupuk juga dapat memicu
terjadinya pencemaran tanah. Hal ini memang seperti sifat bahan kimia yang memang cukup
berbahaya.

3. Bahan kimia

Sejauh ini tentu saja kita telah tahu terdapat banyak sekali bahan kimia yang masuk di dalam
tanah pada permukaan bumi.

Nah, berbagai jenis bahan kimia itu memiliki pengaruh juga terhadap keadaan atau konidi
tanah kita saat ini.
Oleh sebab itu, kita juga harus berhati-hati atau pandai apabila ingin membersihkan bahan
kimia.

Hal ini tak lain sebab semakin banyak bahan kimia yang masuk dalam tanah, sehingga
pencemaran tanah yang terjadi juga akan semakin tinggi.

4. Deforestasi

Istilah yang terakhir mungkin cukup asing untuk kalian semua. Deforestasi ini tak lain
merupakan istilah untuk pengurangan pohon dalam jumlah yang besar.

Sebenearnya keberadaan pohon sangat bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan, utamanya


yang berhubungan dengan kesuburan tanah.

Tak hanya itu, dengan berkurangnya pohon, maka polusi udara juga akan meningkat, padahal
polusi udara akan memicu terjadinya pencemaran tanah juga.

4.5 Proses
Jika suatu zat berbahaya telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu
air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian
terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak
langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di
atasnya.
Sampah dalam jumlah banyak, berperan besar dalam pencemaran tanah. Tanah yang
mengandung sampah diatasnya akan menjadi tempat hidup berbagai bakteri penyebab
penyakit. Pencemaran oleh bakteri dan polutan lainnya dari sampah akan mengurangi kualitas
air tanah. Air tanah yang menurun kualitasnya dapat terlihat dari perubahan fisiknya.
Perubahan fisik, misal berbau, berwarna, berasa, bahkan terdapat lapisan seperti minyak.
Beberapa jenis sampah, seperti plastik, dan logam yang merupakan sampah anorganik, sulit
terurai sehingga berpengaruh pada kemampuan tanah menyerap air.
Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat
menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke
dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah
tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari
air tanah dan udara di atasnya.
Tertimbunnya limbah dalam jangka waktu lama menyebabkan permukaan tanah menjadi rusa
k dan air yang meresap ke dalam tanah terkontaminasi bakteri tertentu dan berakibat turunnya
kualitas air tanah pada musim kemarau oleh karena telah terjadinya pencemaran tanah. Timb
unan yang mengering akan dapat mengundang bahaya kebakaran. Sisa hasil industri pelapisa
n logam yang mengandung zat-zat seperti tembaga, timbal, perak,khrom, arsen dan boron ada
lah limbah cair yang sangat beracun terhadap mikroorganisme. Peresapannya ke dalam tanah
akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting terh
adap kesuburan tanah dan dalam hal ini pun menyebabkan pencemaran tanah. Pupuk yang di
gunakan secarterus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah, yang menyebabka
n kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tana
h semakin berkurang. Dalam kondisi ini tanpa disadari
justru pupuk juga mengakibatkan pencemaran tanah. Pestisida yang diguna-kan bukan saja m
ematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme yang
berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah
organisme di dalamnya. Selain pencemaran tanah penggunaan pestisida
yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap
pestisida tersebut.
4.6 Dampak
1. Dampak Pada Kesehatan
Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung , jalur masuk ke dalam tubuh
dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium , berbagai macam pestisida dan herbisida
merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada
anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal. Paparan
kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan
kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat
menyebabkan kerusakan ginjal, dan mungkin tidak bisa diobati, PCB dan siklodiena terkait
pada keracunan hati, Organofosfat dan karmabat menyebabkan ganguan pada saraf otot.
Ada beberapa macam dampak pada kesehatan seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi
mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada
dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan Kematian.
2. Dampak Pada Lingkungan Atau Ekosistem

Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya
dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak
lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah
dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada
kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.
Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan
kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya
bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan
metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah
tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai
makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari
rantai makanan tersebut.
4.7 Pencegahan

1. Menumbuhkan serta mengembangkan kesadaran masyakat

Hal pertama yang sangat sulit untuk dilakukan dalam penanggulangan ini yaitu dalam
menyadarkan masyarakat akan pentingnya menghindari terjadinya pencemaran tanah.

Sebetulnya, fakta dari penjagaan tanah tidak dapat di lakukan sendiri. Harus kita lakukan
dengan cara kerjasama yang baik oleh berbagai pihak.
Oleh sebab itu kita harus menumbuhkan serta mengembangkan kesadaran masyarakat luas
dalam hal tersebut karena sangat di perlukan.

2. Melakukan sistem 3R (reduce, rause, dan recycle)

Sistem 3R ini tentu saja telah akrba ditelinga kita.

3R ini merupakan kepanjangannya dari reduce, rause dan recycle. Dalam sistem ini,
sebaiknya jika sampah yang masih mempunya kondisi yang baik serta dapat di olah tidak di
buang terlebih dahulu.

Dengan sebutan lain, di lakukan daur ulang guna mengurangi pencemaran tanah.

3. Program reboisasi atau penanaman kembali

Pencemaran tanah tidak hanya dapat mengakibatkan pencemaran udara. Namun, pencemaran
udara ini juga dapat mengakibatkan pencemaran tanah.

Nah, dalam mentantisipasi hal tersebut maka kita dapat melakukan reboisasi atau penanaman
kembali. Yang menjadi salah satu aspek penting yang perlu untuk di perhatikan.

Tak hanya itu saha, reboisasi juga dapat membantu kesuburan tanah agar kembali terjaga.

4. Remidiasi tanah

Apabila reboisasi merupakan penanaman pohon kembali, maka remidiasi ini bertujuan dalam
pembersihan kembali.

Sehingga, bagian tanah yang sudah tercemari dengan berbagai sebab, akan kembali
dibersihkan sehingga daat kembali menjadi subur.

Yang tentunya hasil dari remidiasi tanah ini tidak bisa 100 %. Meski demikian, paling tidak
cara ini sudah sangat bermanfaat untuk keadaan tanah yang membaik daripada sebelumnya.

5. Bioremidiasi

Masih mempunyai maksud yang sama dengan remidiasi, bioremidiasi ini juga adalah salah
satu metode penjernihan atau pembersihan tanah kembali.

Namun demikian, pada metoded bioremidiasi, yang dimanfaatkan merupakan bakteri dan
juga jamur.

Sehingga, pembersihan dalam bioremidiasi ini akan menggunakan bakteri dan jamur yang
mampu untuk merombak berbagai zat yang terkandung serta mencemari tanah.

5. MM Progam Klinik Sanitasi


5.1 Definisi
Klinik sanitasi adalah suatu upaya atau kegiatan yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan
promotif, preventif, dan kuratif yang difokuskan pada penduduk yang berisiko tinggi
untuk mengatasi masalah penyakit berbasis lingkungan pemukiman yang dilaksanakan oleh
petugas puskesmas bersama masyarakat yang dapat dilaksanakan secara pasif dan aktif di
dalam dan di luar gedung.
Klinik sanitasi merupakan inovatif program promosi kesehatan yang bermanfaat untuk
menanggulangi penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan klinik sanitasi seperti konseling,
kunjungan rumah (home care) dan intervensi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kegiatan klinik sanitasi di Puskesmas Gucialit dan Puskesmas Gambut dalam
menanggulangi penyakit berbasis lingkungan.
5.2 Tujuan
1. Terciptanya keterpaduan kegiatan lintas program dan lintas sektor dalam program
pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan dengan
memberdayakan masyarakat;
2. Meningkatnya pengetahuan, kesadaran, kemampuan dan perilaku masyarakat
(pasien, klien dan masyarakat) untuk mewujudkan lingkungan dan perilaku hidup
bersih dan sehat;
3. Meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan masyarakat untuk mencegah dan
menanggulangi penyakit berbasis lingkungan serta masalah kesehatan lingkungan
dengansumber daya yang ada;
4. Menurunnya angka penyakit berbasis lingkungan dan meningkatnya kondisi kesehatan
lingkungan.

5.3 Sasaran
1) penderita penyakit (pasien) yang berhubungan dengan masalah kesehatan lingkungan
(yang datang ke puskesmas atau yang diketemukan di lapangan).
2) masyarakat umum (klien) yang mempunyai masalah kesehatan lingkungan (yang
datang ke puskesmas atau yang menemui petugas klinik sanitasi di lapangan).
3) lingkungan penyebab masalah bagi penderita/klien dan masyarakat sekitarnya.
5.4 Sumber Daya
1. Tenaga Pelaksana
Tenaga pelaksana dalam kegiatan klinik sanitasi di UPTD Puskesmas Lebaksiu adalah tenaga
inti di bidang kesehatan lingkungan yaitu sanitarian .Sebagai tenaga pendukung adalah tenaga
kesehatan lainnya yaitu bidan, perawat, petugas gigi, dan yang lainnya.

2. Prasarana dan Sarana


Prasarana dan sarana yang ada di ruang klinik sanitasi yang sesuai standar yaitu ruangan, alat
transportasi, alat peraga penyuluhan dan formulir konseling.
3. Sumber Dana
Sumber dana untuk kegiatan Klinik Sanitasi dari APBD II dan dana BOK (rincian biaya
pelaksanaan kegiatan Klinik Sanitasi terlampir).
5.5 Kegiatan
Kegiatan dalam gedung (Indoor Activity)

Kegiatan dalam gedung di fokuskan pada identifikasi penyakit yang di


derita pasien, kegiatan konseling yaitu tenaga kesling/sanitarian
mewawancarai dan memberikan penyuluhan kepada pasien serta janji
kunjungan rumah. Kegiatan di dalam gedung di lakukan adalah
membahas segala permasalahan, cara pemecahan masalah, hasil
monitoring/evaluasi dan perencanaan klinik sanitasi dan dalam mini
lokakarya puskesmas yang melibatkan seluruh penanggung jawab
kegiatan dan di laksanakan sebulan sekali.

Kegiatan luar gedung (outdoor Activity)

Kegiatan luar gedung merupakan tindak lanjut dari kegiatan


konseling berupa kunjungan rumah. Pada kunjungan rumah ini
dilakukan inspeksi sanitasi terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal
pasien serta penyuluhan yang lebih terarah , baik kepada pasien,
keluarga pasien maupun tetangga sekitar. Kunjungan ini merupakan
kegiatan rutin yang dipertajam sasarannya, karena saat kunjungan
petugas telah mempunyai data tentang sarana sanitasi lingkungan yang
bermasalah yang perlu diperiksa dan faktor-faktor perilaku yang
berperan besar dalam terjadinya penyakit. Apabila dalam kunjungan
tersebut perlu dilakukan suatu perbaikan atau pembangunan sarana
sanitasi dasar dengan biaya besar, maka petugas dapat mengusulkan
kepada instansi terkait (Depkes RI, 2002).

5.6 Indikator Keberhasilan


1. Kunjungan Klien Meningkat, Pasien Turun
2. Cakupan SAB/S Swadaya Meningkat
3. Kunjungan Lapangan Meningkat
4. Penyakit Lingkungan Kurang
5. Hub. baik dg L/P dan L/S
Indikator input progam adalahsumber pendanaan progam danpertimbangan menganai SDM
yangdimiliki masyarakat