Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Karakter

Karakter / watak merupakan sifat batin yang akan memengaruhi segenap pikiran, perilaku,
budi pekerti, dan tabiat yang ada pada manusia maupun pada makhluk hidup lainnya.

Pengertian Karakter Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian Karakter Menurut Para Ahli, adapun para ahli tersebut
diantaranya :

 Kamisa

Menurut Kamisa, karakter yakni ialah sifat kejiwaan, akhlak dan budi pekerti yang dimiliki
oleh seseorang yang mana dengan ada hal tersebut dapat membuatnya berbeda apabila
dibandingkan dengan orang lainnya. Berkarakater juga bisa diartikan sebagai memiliki
sebuah watak dan kepribadian.

 Doni Kusuma

Menurut Doni Kusuma, karakter merupakan sebuah gaya, sifat, ciri, dan juga karakteristik
yang dimiliki oleh seseorang yang berasal dari pembentukan atupun tempaan yang
diperolehnya melalui lingkungan di sekitarnya.

 Maxwell

Menurut Maxwell karakter pada dasarnya jauh lebih baik daripada dengan sekedar
perkataan. Selain itu, karakter ialah pilihan yang dapat menentukan sebuah tingkat
kesuksesan dari seseorang.

 Wyne

Menurut Wyne, karakter menandai cara teknis maupun cara yang digunakan untuk
memfokuskan terhadap penerapan dari nilai-nilai kebaikan ke dalam sebuah tingkah laku
dan juga tindakan

 Alwisol

Menurut Alwisol, karakter merupakan penggambaran dari tingkah laku yang dilakukan
dengan cara memperlihatkan serta menonjolkan nilai, baik itu benar maupun salah secara
implisit dan juga eksplisit. Karakter berbeda dengan sebuah kepribadian yang di dalamnya
tidak menyangkut nilai sama sekali.

 Gulo W

Menurut Gulo W, karakter adalah sebuah kepribadian yang bisa dilihat dari titik moral
maupun tolak etis, misalnya seperti kejujuran seseorang. Karakter mempunyai hubungan
pada sifat-sifat yang umumnya tetap.
 Ryan & Bohlin

Menurut Ryan & Bohlin, karakter adalah sebuah pola perilaku seseorang. Orang yang
memiliki karakter yang baik tentu saja akan paham mengenai kebaikan, suka akan kebaikan,
serta mengarjakan suatu kebaikan. Orang yang berperilaku yang sesuai kaidah moral
disebut sebagai orang yang berkarakter mulia.

 Imam Al-Ghajali

Menurut Imam Al-Ghajali, karakter ialah sifat yang tertanam di dalam sifat dan jiwa
seseorang. Sehingga mudah sikap, tindakan, dan perbuatan tersebut akan terpencarkan
secara spontan.

 W.B Saunders

Menurut W.B Saunders, karakter merupakan sifat yang nyata dan berbeda yang mana hal
itu ditunjukkan oleh seseorang. Karakter tersebut bisa dilihat dari beragam macam atribut
pada tingkah laku seseorang.

 Soemarno Soedarsono

Menurut Soemarno Soedarsono, karakter adalah sebuah nilai yang telah terpatri di dalam
diri seseorang melalui pengalaman, pendidikan, pengorbanan, dan percobaan, serta juga
pengaruh lingkungan yang kemudian dipadukan dengan nilai nilai yang terdapat pada diri
seseorang dan menjadi nilai intrinsik yang dinyatakan di dalam sistem daya juang yang
kemudian melandasari sikap dan perilaku, serta pemikiran seseorang.

 Drs. Hanna Djumhana Bastaman M.Psi

Menurut Drs. Hanna Djumhana Bastaman M.Psi, karakter adalah bentuk dari aktualisasi diri
serta internalisasi nilai serta moral yang berasal dari luar menjadi satu ke dalam bagian dari
kepribadiannya.

 Prof. Dr. H.M Quraish Shihab

Menurut Prof. Dr. H.M Quraish Shihab, karakter ialah pengalaman mengenai pendidikan &
sejarah yang mendorong kemampuan yang ada pada diri seseorang guna menjadi alat ukur
ataupun sisi manusia untuk mewujudkannya. Baik dalam bentuk pemikiran, sikap, perilaku,
dan karakter serta budi pekerti.

 Depdiknas (2008)

Menurut Pusat Bahasa Depdiknas, karakter ialah bawaan yang ada pada hati, jiwa,
kepribadian, sifat, tabiat, budi pekerti, personalitas, temperamen, dan juga watak.
Berkarakter bisa juga diartikan sebagai kepribadian, berperilaku, bersifat, berwatak, dan
bertabiat.

 Kementran pendidikan dan Kebudayaan (Kemedikbud)


Menurut Kemedikbud, karakter adalah bentuk cara berpikir dan juga berperilaku seseorang
yang kemudian akan menjadi ciri khasnya orang tersebut.

 Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, karakter bisa didefinisikan sebagai sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, akhlak
yang ada pada diri seseorang yang nantinya akan membedakan seseorang tersebut dengan
orang lainnya.

Karakter menurut saya adalah kepribadian seseorang dan juga menunjukan bagaimana
seseorang bertingkah laku di anggap sebagai ciri/karakteristik atau gaya atau sifat dari diri
seseorang yang berasal dari bentukan-bentukan yang diterima di lingkungan.

Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu korupsi, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli
berikut ini:

1. Robert Klitgaard

Menurut Robert Klitgaard, pengertian korupsi adalah suatu tingkah laku yang menyimpang
dari tugas-tugas resmi jabatannya dalam negara, dimana tujuannya untuk memperoleh
keuntungan status atau uang yang menyangkut diri pribadi atau perorangan, keluarga dekat,
kelompok sendiri, atau dengan melanggar aturan pelaksanaan yang menyangkut tingkah laku
pribadi.

2. Henry Campbell Black

Menurut Henry Campbell Black, definisi korupsi adalah suatu perbuatan yang dilakukan
dengan tujuan untuk mendapatkan suatu keuntungan yang tidak sesuai dengan kewajiban
resmi dan hak-hak dari pihak lain.

3. Albert Sydney Hornby

Menurut Albert Sydney Hornby, arti korupsi adalah suatu pemberian atau penawaran dan
penerimaan hadian berupa suap, serta kebusukan atau keburukan.

4. Nathaniel H. Leff
Menurut Nathaniel H. Leff, pengertian korupsi adalah suatu cara diluar hukum yang
digunakan oleh perorangan atau kelompok untuk mempengaruhi tindakan-tindakan
birokrasi.

5. Syeh Hussein Alatas

Menurut Syeh Hussein Alatas, pengertian korupsi adalah subordinasi kepentingan umum di
bawah kepentingan pribadi yang mencakup pelanggaran norma, tugas dan kesejahteraan
umum, yang diakukan dengan kerahasiaan, penghianatan, penipuan dan ketidakperdulian
dengan akibat yang diderita oleh rakyat.

6. Gunnar Myrdal

Menurut Gunnar Myrdal, pengertian korupsi adalah suatu masalah dalam pemerintahan
karena kebiasaan melakukan penyuapan dan ketidakjujuran membuka jalan membongkar
korupsi dan tindakan-tindakan penghukuman terhadap pelanggar. Tindakan dalam
pemberantasan korupsi umumnya dijadikan pembenar utama terhadap KUP Militer.

7. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, pengertian korupsi adalah tindakan penyelewengan atau penyalahgunaan


uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

Korupsi adalah tindakan seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan dalam suatu


masalah atau organisasi untuk mendapatkan keuntungan. Tindakan korupsi ini terjadi
karena beberapa faktor faktor yang terjadi di dalam kalangan masyarakat. Faktor internal
merupakan sebuah sifat yang berasal dari diri kita sendiri.