Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

CUCI TANGAN, ETIKA BATUK, DAN CARA MEMBUANG SAMPAH


Di RUANG IPJT RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)


RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG
MALANG
2020
HALAMAN PERSETUJUAN

SAP PENYULUHAN CUCI TANGAN, ETIKA BATUK, DAN CARA


MEMBUANG SAMPAH YANG BENAR
Di RUANG IPJT RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Oleh :

UNIVERSITAS JEMBER
STIKES DHARMA HUSADA KEDIRI

Telah diperiksa dan disetujui pada :


Hari :
Tanggal :

Menyetujui,

Pembimbing Akademik, Pembimbing Klinik,

(..................................................) (..............................................)
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Cuci tangan, etika batuk dan cara membuang sampah yang
benar
Sasaran : Pasien dan Keluarga Pasien
Tempat : R. IPJT RSUD Dr. Saiful Anwar Malang
Hari/ Tanggal : jumat/ 14 februari 2020
Pukul : 09.00 WIB – selesai
Alokasi Waktu : 35 menit
Target : 15 Orang

1. Latar Belakang
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan
yang dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat
menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-
kegiatan di masyarakat. Lokasi PHBS dapat dilakukan dimana saja, khususnya
di rumah sakit. Kebijakan pembangunan kesehatan ditekankan pada upaya
promotif dan preventif agar orang yang sehat menjadi lebih sehat dan produktif.
Pola hidup sehat merupakan perwujudan paradigma sehat yang berkaitan dengan
perilaku perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang berorientasi
sehat dengan meningkatkan, memelihara, dan melindungi kualitas kesehatan
baik fisik, mental, spiritual maupun social.
Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, tempat
berkumpulnya orang sakit dan sehat, sehingga berpotensi menjadi sumber
penularan penyakit bagi pasien, petugas kesehatan, maupun pengunjung.
Terjadinya infeksi oleh bakteri atau virus yang ada di fasilitas pelayanan
kesehatan ini disebut dengan infeksi rumah sakit. Infeksi rumah sakit terjadi
karena kurangnya kebersihan fasilitas pelayanan kesehatan yang melakukan
prosedur medis kurang terampil. Penularan penyakit juga dapat terjadi karena
tidak memadainya fasilitas sanitasi seperti ketersediaan airbersih, jamban dan
pengelolaan limbah.
PHBS di rumah sakit merupakan upaya untuk memberdayakan pasien,
masyarakat pengunjung, dan petugas agar tahu, mau dan mampu untuk
mempraktekkan PHBS seperti cuci tangan, cara etika batuk yang benar dan
penggunaan sampah di rumah sakit dan berperan aktif dalam mewujudkan
fasilitas pelayanan kesehatan yang sehat dan mencegah penularan penyakit di
fasilitas pelayanan kesehatan

2. Tujuan Instruksional
 Tujuan Umum :
Setelah melakukan penyuluhan, diharapkan peserta keluarga mampu
memahami dan mengerti tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
seperti cuci tamgan, cara etika batuk yang benar dan pemilahan sampah.
 Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan peserta dapat :
1. Menjelaskan tentang definisi seperti cuci tamgan, cara etika batuk yang
benar dan pemilahan sampah.
2. Menjelaskan tentang tujuan seperti cuci tamgan, cara etika batuk yang
benar dan pemilahan sampah.
3. Menjelaskan manfaat seperti cuci tamgan, cara etika batuk yang benar
dan pemilahan sampah.
4. Melakukan langkah-langkah etika batuk dan bersin yang benar

3. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab / diskusi

1. Media
1. Powerpoint dan leaflet
2. LCD
3. Laptop
2. Kegiatan Penyuluhan
No Tahap Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta

1. Pendahuluan 5 menit - Mengucapkan salam - Menjawab salam


- Memperkenalkan diri - Mendengarkan dan
- Menjelaskan tujuan memperhatikan
penyuluhan - Menjawab
- Meminta kontrak waktu
- Menggali pengetahuan
peserta penyuluhan
tentang penyakit
Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS)
2. Penyajian 15 menit 1. Menjelaskan - Mendengar dan
tentang definisi memperhatikan
seperti cuci tamgan,
cara etika batuk
yang benar dan
pemilahan sampah.
2. Menjelaskan
tentang tujuan
seperti cuci tamgan,
cara etika batuk
yang benar dan
pemilahan sampah.
3. Menjelaskan
manfaat seperti
cuci tamgan, cara
etika batuk yang
benar dan
pemilahan sampah.
4. Mendemonstrasika
n langkah-langkah
etika batuk dan
bersin yang benar

3. Tanya jawab 10 menit - Memberikan kesempatan - Peserta bertanya bagian


kepada peserta untuk yang tidak dimengerti
bertanya - Menjawab pertanyaan
- Menanyakan kembali
kepada peserta mengenai
materi yang telah
diberikan (untuk
evaluasi)
4. Penutupan 5 Menit - Mencari kesimpulan - Menjawab salam
Menutup dan
mengucapkan salam

5. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
 Peserta hadir di tempat penyuluhan
 Peralatan dan media penyuluhan siap
 Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di R IPJT RSUD Dr. Saiful
Anwar Malang
 Tepat waktu dalam pelaksanaan penyuluhan
2. Evaluasi Proses
 Peserta memperhatikan dan mendengarkan pemateri dengan seksama
 80% peserta aktif bertanya dan menjawab pertanyaan
 100% peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir
3. Evaluasi hasil
 Peserta mampu memahami konsep dasar Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS) cuci tangan, etika batuk, dan pemilahan sampah yang
benar.
 80 % peserta mampu menjawab pertanyaan saat evaluasi

6. Materi
1. Mencuci tangan 6 langkah dengan bersih dan sabun
Mencuci tangan adalah salah satu tindakan membersihkan tangan
dan jari jemari dengan menggunakan air atau cairan lainnya oleh manusia
dengan tujuan untuk menjadi bersih. Kita harus mencuci tangan karena
tangan meruapakan media perpindahan kuman tersaring di rumah sakit,
dengan tangan kita memindahkan kuman dari satu pasien ke pasien lain atau
dari permukaan lingkungan ke pasien.
Ada 5 waktu yang wajib untuk mencuci tangan, antara lain sebelum
kontak dengan pasien, sebelum melakukan tindakan bersih/aseptic, setelah
melakukan tindakan atau terpapar cairan pasien, setelah kontak dengan
pasien dan setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien. Sebelum
melakukan cuci tangan, terdapat prinsip dari 6 langkah cuci tangan yang
perlu diketahui, antara lain :
a) Dilakukan dengan menggosokkan tangan menggunakan cairan
antiseptik (handrub) atau dengan air mengalir dan sabun antiseptik
(handwash). Rumah sakit akan menyediakan kedua ini di sekitar
ruangan pelayanan pasien secara merata. Kriteria kapan
menggunakan handwash antara lain :
1) Diduga kotor atau terkontaminasi materi protenius
2) Terkena darah atau produk darah ata cairan tubuh
3) Jika terkena benda yang diduga terpapar
4) Setelah dari kamar kecil
Sedangkan kriteria kapan menggunakan handrub antara lain :
5) Untuk antiseptik tangan
6) Pada kondisi tangan yang tidak tampak kotor
7) Pada kondisi yang tidak memungkinkan melakukan cuci tangan
dengan air dan sabun

b) Durasi mencuci tangan dengan teknik handrub dilakukan selama 20-


30 detik sedangkan handwash 40-60 detik.
c) Setelah melakukan 5 kali handrub sebaiknya diselingi 1 kali
handwash
Adapun 6 langkah cuci tangan yang benar, yaitu :
a) Gosok tangan dengan posisi telapak dengan telapak
b) Gosok punggung tangan dengan telapak tangan, lakukan bergantian
c) Gosok telapak tangan dengan sela-sela jari saling menjalin
d) Gosok punggung jari pada telapak tangan dengan jari saling
mengunci
e) Gosok memutar dengan ibu jari mengunci pada telapak tangan
lakukan bergantian
f) Gosok memutar ujung-ujung jari pada telapak tangan, lakukan
bergantian
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mencuci tangan yaitu pastikan
tidak sedang memakai perhiasan seperti gelang, arloji, dan cincin, karena
menurut penelitian, kulit dibawah perhiasan sulit untuk dibersihkan atau
didekontaminasi
2. Membuang sampah pada tempatnya
Kantong plastik yang sangat umum digunakan di rumah sakit adalah
kantong plastik warna hitam dan kuning. Kedua jenis kantong plastik
tersebut di distribukan oleh gudang ATK sentral. Limbah padat medis
adalah limbah padat yang terdiri dari limbah infeksius, limbah patologi,
limbah benda tajam, dll. Sedangkan limbah padat non medis yaitu limbah
padat yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit di luar medis yang berasal
dari dapur, perkantoran, taman dan halaman yang dapat dimanfaatkan
kembali bila ada teknologinya.
Jenis kantong plastik yang didistribusikan oleh gudang ATK sentral antara
lain :
1. Kantong plastik hitam
Digunakan utuk pewadahan sampah non medis seperti :
a. Sampah sisa dapur
b. Kertas
c. Koran
d. Ranting dan daun
e. Botol bekas minuman
2. Kantong plastik kuning
Digunakan sebagai pewadahan sampah medis yang berupa :
a) Botol dan selang infus
b) Kasa, verband, spuit, jarum
c) Kateter
d) Sarung tangan
e) Masker
f) Bungkus atau botol ampul obat
g) Pampers
h) Kantong darah
Catatan: untuk sampah medis berupa benda tajam seperti alat suntik,
pisau, jarum infus, dan lain-lain pewadahannya menggunakan safety
box
3. Kantong plastik ungu
Limbah sitotoksis berasal dari aktivitas kemoterapi yang dilakukan
kepada pasien.
Adapun banyak manfaat yang diperoleh dari pembuangan sampah sesuai
jenis kantong, antara lain :
a) Menghindari penyebaran penyakit
b) Menghindari kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan pewadahan
c) Meningkatkan kenyamanan pengunjung dan pasien
d) Meningkatkan nilai estetika rumah sakit
3. Tidak meludah sembarangan
4. Memberantas jentik nyamuk di rumah
5. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
6. Makan buah dan sayuran setiap hari
7. Tidak merokok di Rumah Sakit

A. Langkah-Langkah Etika Batuk dan Bersin yang Benar


Adapun langkah-langkah etika batuk dan bersin yang benar antara lain :
1. Langkah 1 yaitu sedikit berpaling dari orang yang ada disekitar dan tutup
hidung dan mulut dengan menggunakan tisu atau sapu tangan atau lengan
dalam baju
2. Langkah 2 yaitu segera buang tisu yang sudah terpakai ke dalam tempat
sampah
3. Langkah 3 yaitu tinggalkan ruangan / tempat anda berada dengan sopan dan
cuci tangan di kamar kecil terdekat atau menggunakan hand rub
4. Langkah 4 yaitu gunakan masker untuk mencegah penyakit menular ke
orang lain
DAFTAR PUSTAKA

Carter, M. A. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses penyakit Edisi IV,


Buku II, 1242-1246. Jakarta: EGC.