Anda di halaman 1dari 3

Dasar Teori

Pertumbuhan tanaman adalah suatu proses yang kompleks yang merupakan proses yang
vital menyebabkan suatu perubahan yang tetap pada setiap tanaman atau bagiannya dipandang
dari sudut ukuran, bentuk, berat dan volumenya. Pertumbuhan tanaman setidaknya menyangkut
beberapa fase atau proses diantaranya: (1) Fase pembentukan sel, (2) Fase perpanjangan dan
pembesaran sel (3) Fase diferensiasi sel (Dwijoseputro, 1983).

Tunas apikal adalah tunas yang tumbuh di pucuk (puncak) batang. Dominasi apikal dan
pembentukan cabang lateral dipengaruhi oleh keseimbangan konsentrasi hormon. Dominasi
apikal diartikan sebagai persaingan antara tunas pucuk dengan tunas lateral dalam hal
pertumbuhan. Selama masih ada tunas pucuk atau apikal, pertumbuhan tunas lateral akan
terhambat sampai jarak tertentu dari pucuk (Morris, 2006).

Dominansi apikal disebabkan oleh auksin yang di difusikan tunas pucuk ke bawah (polar)
dan ditimbun pada tunas lateral. Hal ini akan menghambat pertumbuhan tunas lateral karena
konsentrasinya masih terlalu tinggi. Pucuk apikal merupakan tempat memproduksi auksin
(Dahlia, 2001).

Auksin merupakan hormon yang berperan dalam penghambatan tunas lateral. Sifat penting
dari auksin ialah dapat merangsang dan menghambat pertumbuhan. Auksin berperan penting
dalam perubahan sel, perbanyakan sel dan pemanjangan sel. Auksin terdapat pada bagian pucuk
apikal tanaman (Wattimena, 1998).

Dominansi apikal dapat dikurangi dengan memotong bagian pucuk tumbuhan sehingga
produksi auksin yang disintesis pada pucuk akan terhambat bahkan terhenti. Hal ini akan
mendorong pertumbuhan tunas lateral atau ketiak daun. Auksin yang terhenti dapat digantikan
dengan beberapa jenis hormon IAA yang berfungsi dengan Lanolin untuk mengetahui
pertumbuhan lateralnya (Salisbury, 1995).

Pemberian auksin pada tumbuhan yang telah dipangkas dapat menghambat pula
perkembangan tunas lateral, suatu keadaan yang mirip dengan dominansi tunas apikal, dengan
demikian tunas lateral tetap dominan (Katuuk, 1989).
Tujuan

Mahasiswa mengetahui:

1. Pengaruh dominansi apical terhadap pertumbuhan tunas lateral


2. Pengaruh auksin terhadap dominansi apical

Kesimpulan

1. Dominansi apikal merupakan suatu proses penghambatan pertumbuhan sepenuhnya atau


hampir sepenuhnya pada tunas lateral karena adanya tunas apikal. Dominansi apikal
dapat dikurangi dengan memotong bagian pucuk tumbuhan sehingga produksi auksin
yang disintesis pada pucuk akan terhambat bahkan terhenti. Hal ini akan mendorong
pertumbuhan tunas lateral.
2. Auksin merupakan hormon yang berperan dalam penghambatan tunas lateral. Dominansi
apikal disebabkan oleh auksin yang didifusikan tunas pucuk ke bawah (polar) dan
ditimbun pada tunas lateral, hal ini akan menghambat pertumbuhan tunas lateral karena
konsentrasinya masih terlalu tinggi. Konsentrasi auksin yang tinggi ini akan menghambat
pertumbuhan tunas lateral yang dekat dengan pucuk.

Dahlia.2001. Fisiologi Tumbuhan Dasar. Malang: UM Press.

Dwijoseputro, D. 1983. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia. Jakarta.

Katuuk. 1989. Tehnik Kultur Jaringan dalam Mikropropagasi Tanaman. Jakarta: Departemen
Pendidikan.

Morris. 1996. Exogenous Auxin Effects on Lateral Bud Outgrowth in Decapitated Shoots.
Journals Annals of Botany. (online).
http://aob.Oxfordjournals.org/content/78/2/255.full.pdf accessed at November 24, 2019

Salisbury. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I edisi IV. Bandung: ITB Press.

Wattimena G A. 1998. Zat Pengatur Tubuh Tanaman. Bogor: Pusat Antar Universitas Bogor.