Anda di halaman 1dari 10

Pendidikan Karakter Dan Anti Korupsi

NAMA : CHALISTA SALSABILLA

STAMBUK : F 221 18 059

Pengertian karakter
Karakter adalah watak, sifat, akhlak ataupun kepribadian yang membedakan seorang individu dengan
individu lainnya. Atau karakter dapat di katakan juga sebagai keadaan yang sebenarnya dari dalam diri
seorang individu, yang membedakan antara dirinya dengan individu lain.

Pengertian karakter menurut para ahli

1. Menurut Maxwell
Pengertian karakter sebenarnya jauh lebih baik dibandingkan dengan sekedar perkataan. Lebih dari hal
tersebut, karakter merupakan pilihan yang dapat menentukan sebuah tingkat kesuksesan dari seseorang.

2. Menurut Wyne
Pengertian karakter menandai bagaimana teknis maupun cara yang digunakan dalam memfokuskan penerapan
dari nilai-nilai kebaikan ke dalam sebuah tingkah laku maupun tindakan.

3. Menurut Kamisa
Pengertian karakter merupakan sifat kejiwaan, akhlak serta budi pekerti yang dimiliki seseorang yang
membuatnya berbeda dibandingkan dengan orang lainnya. Berkarakater juga dapat diartikan sebagai memiliki
sebuah watak serta kepribadian.

4. Menurut Doni Kusuma


Pengertian karakter adalah sebuah gaya, sifat, ciri, maupun karakteristik yang dimiliki seseorang yang berasal
dari pembentukan atupun tempaan yang didapatkannya melalui lingkungan yang ada di sekitar.

5. Menurut Gulo W
Pengertian karakter merupakan kepribadian yang dapat dilihat dari titik moral maupun tolak etis, misalnya saja
kejujuran seseorang. Biasanya karakter memiliki hubungan pada sifat-sifat yang umumnya tetap.

6. Menurut W.B Saunders


Pengertian karakter adalah sifat yang nyata serta berbeda yang mana ditunjukkan oleh seseorang. Jarakter
tersebut dapat dilihat dari beragam macam atribut di dalam tingkah laku seseorang.

7. Menurut Alwisol
Pengertian karakter adalah penggambaran dari tingkah laku yang dilakukan dengan memperlihatkan serta
menonjolkan nilai, baik itu benar atau salah secara implisit maupun eksplisit. Karakter tentu berbeda dengan
sebuah kepribadian yang memang di dalamnya tidak menyangkut nilai sama sekali.

8. Menurut Soemarno Soedarsono


Pengertian karakter merupakan sebuah nilai yang sudah terpatri di dalam diri seseorang melalui pengalaman,
pendidikan, pengorbanan, percobaan, serta pengaruh lingkungan yang kemudian dipadupadankan dengan nilai
nilai yang ada di dalam diri seseorang dan menjadi nilai intrinsik yang terwujud di dalam sistem daya juang
yang kemudian melandasari sikap, perilaku, dan pemikiran seseorang.

9. Menurut Ryan & Bohlin


Pengertian karakter merupakan sebuah pola perilaku seseorang. Orang dengan karakter yang baik tentu saja
akan paham mengenai kebaikan, menyenangi kebaikan, serta mengerjakan sesuatu yang baik pula. Orang
dengan perilaku yang memang sesuai kaidah moral disebut sebagai orang yang berkarakter mulia.

10. Menurut Imam Al-Ghajali


Pengertian karakter merupakan sifat yang mana tertanam di dalam sifat dan jiwa seseorang tersbeut. Sehingga
akan secara spontan dan mudah sikap, tindakan, dan perbuatan tersebut akan terpencarkan.

11. Menurut Drs. Hanna Djumhana Bastaman M.Psi


Pengertian karakter merupakan bentuk dari aktualisasi diri serta internalisasi nilai serta moral yang berasal dari
luar menjadi satu ke dalam bagian kepribadiannya.

12. Menurut Prof. Dr. H.M Quraish Shihab


Pengertian karakter merupakan himpunan pengalaman mengenai pendidikan dan sejarah yang kemudian
mendorong kemampuan yang ada di dalam diri seseorang untuk bisa menjadi alat ukur ataupun sisi manusia
untuk mewujudkannya. Baik itu dalam bentuk pemikiran, perilaku, sikap, serta karakter dan budi pekerti.

13. Menurut Kemedikbud


Pengertian karakter merupakan bentuk cara berpikir serta berperilaku seseorang yang nantinya akan menjadi
ciri khasnya.

14. Menurut KBBI


Pengertian karakter dapat diistilahkan sebagai sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, akhlak yang dimiliki seseorang
yang nantinya akan membedakan seseorang tersebut dengan orang lainnya.

15. Menurut Pusat Bahasa Depdiknas (2008)


Pengertian karakter merupakan bawaan dari hati, jiwa, budi pekerti, kepribadian, sifat, tabiat, personalitas,
temperamen, dan watak. Berkarakter dapat pula diartikan sebagai kepribadian, bersifat, berperilaku, berwatak,
dan bertabiat
Pengertian Korupsi Secara Umum, Menurut
Para Ahli & Undang Undang
Pengertian korupsi

Korupsi atau rasuah adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta
pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal
menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan
keuntungan sepihak.

Pengertian Korupsi Menurut Undang Undang

UU No 31 Tahun 1999
Pengertian korupsi menurut UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi mengartikan bahwa Korupsi adalah Setiap orang yang dikategorikan melawan hukum,
melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau
suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan maupun kesempatan atau sarana yang ada
padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau
perekonomian negara.

UU No 20 Tahun 2001
Pengertian Korupsi Menurut UU No. 20 Tahun 2001 adalah tindakan melawan hukum dengan
maksud memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korupsi yang berakibat merugikan negara atau
perekonomian negara

UU No 24 Tahun 1960
Pengertian Korupsi Menurut UU No.24 Tahun 1960 adalah perbuatan seseorang, yang dengan
atau karena melakukan suatu kejahatan atau dilakukan dengan menyalah gunakan jabatan atau
kedudukan.

Pengertian Korupsi Menurut KBBI

Pengertian korupsi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah penyelewengan atau
penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang
lain.
Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

Selain penjelasan mengenai pengertian korupsi secara umum, para ahli dan pakar memiliki
pandangan dan pendapat yang berbeda beda dalam mendefinisikan apa itu korupsi. Berikut ini
pengertian korupsi menurut para ahli secara lengkap,

Alatas (1987)
Pengertian korupsi menurut Alatas adalah pencurian yang melalui penipuan dalam situasi yang
mengkhianati kepercayaan. Korupsi merupakan wujud perbuatan immoral dari dorongan untuk
mendapatkan sesuatu menggunakan metode penipuan dan pencurian. Poin penting yang harus
anda tahu bahwa nepotisme dan korupsi otogenik itu merupakan bentuk korupsi.

Bank Dunia
Pengertian Korupsi menurut Bank Dunia adalah pemanfaatan kekuasaan untuk mendapat
keuntungan pribadi. Bila anda perhatikan dengan seksama definisi korupsi ini maka kolusi, dan
nepotisme merupakan bagian dari korupsi atau bentuk korupsi itu sendiri (Kusuma, 2003).

Kusuma (2003)
Korupsi adalah pemanfaatan kekuasaan untuk mendapat keuntungan pribadi. Bila anda
perhatikan dengan seksama definisi korupsi ini maka kolusi, dan nepotisme merupakan bagian
dari korupsi atau bentuk korupsi itu sendiri.

Asyumardi Mazhar
Pengertian korupsi adalah berbagai tindakan gelap dan tidak sah (illicit or illegal activities) untuk
mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok.

Guy Benveniste
Guy Benveniste membagi pengertian korupsi menjadi tiga bagian yaitu korupsi ilegal (corruption
illegal), mercenery corruption dan ideological corruption (korupsi ideologis).

 Pengertian illegal corruption (illegal corruption) adalah suatu jenis tindakan yang
membongkar atau mengacaukan, bahasa ataupun maksud maksud hukum, peraturan dan
regulasi tertentu. Efektivitas untuk jenis korupsi ini bisa diukur. Namun ia jauh lebih
mudah untuk dikendalikan.
 Pengertian mercenary corruption adalah sejenis korupsi dengan maksud untuk
memperoleh keuntungan individual / pribadi. Umumnya korupsi jenis ini banyak
digunakan oleh kompetitor politik dalam suksesi ataupun kampanye politik.
 Pengertian korupsi ideologis (ideological corruption) adalah korupsi yang dilakukan lebih
karena kepentingan kelompok, karena komitmen ideologis seseorang yang mulai
tertanam diatas nama kelompok tertentu. Ummnya korupsi ideologis sangat sulit dilacak
dan diketahui secara material.
The Lexicon Webster Dictionary
Korupsi adalah kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral,
penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan yang menghina atau memfitnah.

Nurdjana (1990)
Pengertian Korupsi Menurut Nurdjana, korupsi berasal dari bahasa Yunani yaitu “corruptio”
yang berarti perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral,
menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama materiil, mental dan hukum.

Muhammad Ali (1998)


Ia membagi arti korupsi menjadi tiga pengertian, yakni 1) korup, 2) korupsi, dan 3) koruptor):

 “Korup” diartikan sebagai sifat yang busuk, suka menerima uang suap/sogok, memakai
kekuasaan untuk kepentingan sendiri dan sebagainya.
 “Korupsi” artinya perbuatan busuk seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok,
dan sebagainya
 “Koruptor” artinya orang yang melakukan korupsi
Agus Mulya Karsona (2011 :23)
Mendefinisikan korupsi sebagai sesuatu perbuatan yang busuk, jahat, dan merusak yang
menyangkut perbuatan yang bersifat amoral, sifat dan keadaan yang busuk, menyangkut jabatan
instansi atau aparatur pemerintah, penyelewengan kekuasaana dalam jabatan karena pemberian,
menyangkut factor ekonomi dan politik dan penempatan keluarga atau golongan ke dalam
kedinasaan di bawah kekuasan jabatan.

Haryatmoko
Korupsi adalah upaya campur tangan menggunakan kemampuan yang didapat dari posisinya
untuk menyalahgunakan informasi, keputusan, pengaruh, uang atau kekayaan demi kepentingan
keuntungan dirinya.

Brooks

Menurut Brooks, korupsi adalah dengan sengaja melakukan kesalahan atau melalaikan tugas
yang diketahui sebagai kewajiban, atau tanpa keuntungan yang sedikit banyak bersifat pribadi.

Poerwadarminta
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia ia menyimpulkan bahwa korupsi ialah perbuatan yang
buruk seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan sebagainya.

Soedarsono
Ia menyimpulkan bahwa korupsi adalah penyelewengan atau penggelapan uang negara atau
perusahaan sebagai tempat seseorang bekerja untuk kepentingan pribadi atau orang lain.

Kartono (1983)
Arti Korupsi Menurut Kartono adalah tingkat laku individu yang menggunakan wewenang dan
jabatan guna mengeduk keuntungan pribadi, dan atau merugikan kepentingan umum dan negara.

Robert Klitgaard
Korupsi adalah suatu tingkah laku yang meyimpang dari tugas-tugas resmi jabatannya dalam
negara, dimana untuk memperoleh keuntungan status atau uang yang menyangkut diri pribadi
(perorangan, keluarga dekat, kelompok sendiri), atau melanggar aturan pelaksanaan yang
menyangkut tingkah laku pribadi. Pengertian korupsi yang diungkapkan oleh Robert yaitu
korupsi dilihat dari perspektif administrasi negara.

Nathaniel H. Left
Pengertian Korupsi adalah suatu cara diluar hukum yang digunakan oleh perseorangan atau
golongan-golongan untuk mempengaruhi tindakan-tindakan birokrasi.

Jose Veloso Abueva


Korupsi adalah mempergunakan kekayaan negara (biasanya uang, barang-barang milik negara
atau kesempatan) untuk memperkaya diri.

Juniadi Suwartojo (1997)


Definisi Korupsi Menurut Juniadi Suwartojo adalah tingkah laku atau tindakan seseorang atau
lebih yang melanggar norma-norma yang berlaku dengan menggunakan dan/atau
menyalahgunakan kekuasaan atau kesempatan melalui proses pengadaan, penetapan pungutan
penerimaan atau pemberian fasilitas atau jasa lainnya yang dilakukan pada kegiatan penerimaan
dan/atau pengeluaran uang atau kekayaan, penyimpanan uang atau kekayaan serta dalam
perizinan dan/atau jasa lainnya dengan tujuan keuntungan pribadi atau golongannya sehing
langsung atau tidak langsung merugikan kepentingan dan/atau keuangan negara/masyarakat.

Philip
Pengertian Korupsi adalah tingkah laku dan tindakan seseorang pejabat publik yang
menyimpang dari tugas-tugas publik formal untuk mendapatkan keuntungan pribadi, atau
keuntungan bagi orang yang tertentu yang berkaitan erat dengan pelaku korupsi seperti keluarga
koruptor, karib kerabat koruptor, dan teman koruptor.

Jeremy Pope (2002)


Bahwa korupsi sebagai penyalahgunaan kekuasaan dan kepercayaan untuk kepentingan pribadi
atau perilaku tidak memathui prinsip mempertahankan jarak (keeping distance). Dalam artian
dalam mengambil keputusan (decision making) di bidang ekonomi, apakah ini dilakukan oleh
perorangan di sektor swasta atau oleh pejabat publik (elite) , hubungan pribadi (personal
relationship) atau keluarga tidak memainkan peranan. Dalam pengertian korupsi oleh Jeremy
pope ditekankan bahwa korupsi disebabkan oleh karena seseorang lalai dalam wacana
mempertahankan jarak.

Johston
Pengertian Korupsi Menurut Johnston adalah sebagai tingkah laku yang menyimpang dari tugas
tugas resmi dalam perang sebagai pegawai pemerintah (yang dipilih ataupun diangkat) karena
kekayaan yang dianggap mliki sendiri (pribadi, keluarga dekat ataupun kelompok sendiri) atau
perolehan status atau melanggar peraturan terhadap pelaksanaan jenis jenis tertentu dari
pengaruh yang dianggap milik sendiri.

Anwar (2006:10)
Pengertian Korupsi Menurut Anwar adalah penyalahgunaan amanah untuk kepentingan pribadi.

Mohtar Mas’oed (1994)


Korupsi adalah perilaku yang menyimpang dari kewajiban formal suatu jabatan publik karena
kehendak untuk memperoleh keuntungan ekonomis atau status bagi diri sendiri, keluarga dekat
atau klik.

Alfiler (1986)
Pengertian Korupsi Menurut Alfiler yang disebut sebagai korupsi birokrasi adalah sebagai suatu
perilaku yang dirancang yang sesungguhnya merupakan suatu perilaku yang menyimpang dari
norma-norma yang diharapkan yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan imbalan material atau
penghargaan lainnya.

Prof R.Subekti, SH. dan Tjitrosudibio


Pengertian Korupsi Menurut Prof R.Subekti, SH. dan Tjitrosudibio adalah perbuatan curang
tindakan pidana yang dapat membuat rugi keuangan negara dan perusahaan.

Prof. Subekti
Arti korupsi adalah suatu tindakan perdana yang memperkaya diri yang secara langsung
merugikan negara atau perekenomian negara.

Jacob Van Klaveren


Definisi Korupsi Menurut adalah suatu hal apabila seorang abdi negara (pegawai negeri) yang
berjiwa korup menganggap kantor/instansinya sebagai perusahaan dagang, sehingga dalam
pekerjaanya diusahakan pendapatannya akan diusahakan semaksimal mungkin.

Huntington (1968)
Pengertian Korupsi Menurut Huntington adalah perilaku pejabat publik yang menyimpang dari
norma-norma yang diterima oleh masyarakat, dan perilaku menyimpang ini ditujukan dalam
rangka memenuhi kepentingan pribadi.

Dr. Kartini Kartono


Korupsi adalah tingkah laku yang menggunakan jabawan dan wewenang guna mengeruk
keuntungan pribadi, merugikan kepentingan umum.

Nye, J.S (1967)


Pengertian Korupsi Menurut Nye, J.S dalam Corruption and political development adalah
sebagai perilaku yang menyimpang dari aturan etis formal yang menyangkut tindakan seseorang
dalam posisi otoritas publik yang disebabkan oleh motif pertimbangan pribadi, seperti kekayaan,
kekuasaan dan status.

Montesquieu
Bahwa suatu proses yang disfungsional par execellence dimana suatu sistem politik berubah
menjadi sistem yang buruk. Contohnya, suatu monarki berubah menjadi despotisme (Hasibuan).

Rousseau
Menjelaskan bahwa korupsi disebabkan oleh sistem politik yang salah.

Waterbury (1976)
Dua pengertian korupsi diajukan oleh Waterbury dalam Corruption, Political stability and
development bahwa pengertian korupsi menurut hukum dan pengertian korupsi berdasarkan
norma. Pengertian korupsi dalam hukum adalah tingkah laku yang mengurus kepentingan sendiri
dengan merugikan orang lain oleh pejabat pemerintah yang langsung melanggar batas batas
hukum atas tingkah laku tersebut. Pengertian korupsi menurut norma ialah apabila hukum
dilanggar oleh pelaku korupsi seperti pejabat yang menyalahgunakan kekuasaannya dalam
prosesnya. Dalam negara tertentu, dua pengertian korupsi ini disamakan.

Gunnar Myrdal
Pengertian korupsi adalah suatu masalah dalam pemerintahan karena kebiasaan melakukan
penyuapan dan ketidakjujuran membuka jalan membongkar korupsi dan tindakan-tindakan
penghukuman terhadap pelanggar. Tindakan pemberantasan korupsi biasanya dijadikan
pembenar utama terhadap KUP Militer.

Gunnar Myrdal
Korupsi adalah suatu masalah dalam pemerintahan karena kebiasaan melakukan penyuapan dan
ketidakjujuran membuka jalan membongkar korupsi dan tindakan-tindakan penghukuman
terhadap pelanggar. Tindakan pemberantasan korupsi biasanya dijadikan pembenar utama
terhadap KUP Militer.

Syeh Hussein Alatas


Mengemukan pengertian korupsi, menurut beliau korupsi ialah subordinasi kepentingan umum
di bawah kepentingan pribadi yang mencakup pelanggaran norma, tugas dan kesejahteraan
umum, yang dilakukan dengan kerahasian, penghianatan, penipuan dan kemasabodohan akan
akibat yang diderita oleh rakyat.
S. Hornby
Definisi Korupsi Menurut S.Hornby adalah suatu pemberian atau penawaran dan penerimaah
hadian berupa suap, serta kebusukan atau keburukan.

Henry Campbell Black


Pengertian Korupsi adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk memberikan
suatu keuntungan yang tidak sesuai dengan kewajiban resmi dan hak-hak dari pihak lain.

Fockema Andreae
Kata “korupsi” berasal dari bahasa latin yaitu “corruptio atau corruptus“. Namun kata
“corruptio” itu berasal pula dari kata asal “corrumpere“, yaitu suatu kata dalam bahasa latin yang
lebih tua. Dari bahasa latin ini kemudian turun ke banyak bahasa Eropa seperti Inggris yaitu
corruption, Prancis yaitu corruption, Belanda yaitu corruptie. Dari bahasa Belanda inilah yang
kemudian turun ke bahasa Indonesia, sehingga menjadi korupsi.

Black’s Law Dictionary


Korupsi merupakan suatu perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk memberikan
keuntungan yang tidak resmi dengan mempergunakan hak-hak dari pihak lain, yang secara salah
dalam menggunakan jabatannya atau karakternya di dalam memperoleh suatu keuntungan untuk
dirinya sendiri atau orang lain, yang berlawanan dengan kewajibannya dan juga hak-hak dari
pihak lain.

Mubyarto
Pengertian Korupsi Menurut Mubyarto adalah suatu masalah politik lebih dari pada ekonomi
yang menyentuh keabsahan (legitimasi) pemerintah di mata generasi muda, kaum elite terdidik
dan para pegawai pada umumnya. Akibat yang ditimbulkan dari korupsi ini ialah berkurangnya
dukungan pada pemerintah dari kelompok elite di tingkat provinsi dan kabupaten. Definisi
korupsi yang diungkapkan Mubyarto yaitu menyoroti korupsi dari segi politik dan ekonomi..

Menurut saya :

Menurut saya korupsi adalah penyalah gunaan kepercayaan hanya untuk mendapatkan
keuntungan untuk dirisendiri dan merugikan pihak lainnya.

Sedangkan karakter, menurut saya adalah sifat sikap ataupun ahlak yang membedakan orang
yang satu dengan orang yang lainnya ataupun bisa di bilang juga ciri khan diri dari seseorang.