Anda di halaman 1dari 9

Bimtek Perenacanaan Jaringan

MODUL 10
SISTEM JARINGAN PIPA TRANSMISI DAN DISTRIBUSI

I. JARINGAN PIPA TRANSMISI / SALURAN TRANSMISI

Fungsi dari saluran transmisi adalah untuk membawa air baku dari
bangunan pengambilan air baku ke unit produksi, atau membawa air
hasil olahan unit produksi ke reservoir. Saluran transmisl terbagi dalam
dua jenis aliran :
 Saluran transmisi untuk aliran bebas/ tidak bertekanan
 Saluran transmisi untuk aliran bertekanan

Saluran transmisi untuk aliran bebas/ tidak bertekanan terdiri dari


beberapa macam bentuk sebagai berikut :
 Open Canals
Saluran transmisi open canals biasanya terbuat dari beton
bertulang. Potongan melintang saluran open canal berbentuk
trapesium
 Aquaduct
Aquaduct adalah open canals yang disanggah oleh jembatan untuk
membawa aliran air yang tidak bertekanan melewati lembah/
jurang.
 Tunnels
Tunnel adalah saluran air berbentuk canal namun tertutup. Jenis
saluran air ini digunakan pada saat saluran open canel harus
menembus bukit.

1
Bimtek Perenacanaan Jaringan

Saluran transmisi untuk aliran yang bertekanan biasanya


menggunakan pipa sebagai saluran pipa transmisi. Saluran transmisi
untuk aliran yang bertekanan dapat membawa air melalui jalur yang
turun-naik mengikuti kontour permukaan tanah yang dilewatinya. Pipa
transmisi pada aliran bertekanan perlu memperhatikan titik yang
paling tinggi dan titik yang paling rendah. Pada titik yang paling tinggi,
udara akan terjebak didalamnya, yang akan menyebabkan
penyumbatan aliran airnya. Untuk mengatasi hal tersebut, maka
diperlukan penempatan katup pelepas udara (air release valve). ). Air
release vale juga berfungsi untuk memasukkan udara ke dalam pipa
agar dapat mempercepat aliran air pada saat pengurasan pipa.
Sedangkan pada titik yang paling rendah pada jalur pipa bertekanan
akan terkumpul kotoran yang terbawa oleh aliran air. Untuk
mengatasi hal tersebut maka dibutuhkan penempatan katup
penguras (drain valve).

Jaringan pipa transmisi d i b a g i m e n j a d i 2 , y a i t u :


1. Jaringan pipa transmisi air baku, yang berfungsi
untuk mengalirkan air dari sumber air baku ke
instalasi pengolahan air.
2. Jaringan pipa transmsi air bersih/air minum,
berfungsi untuk mengalirkan air bersih/air minu m
hasil olahan ke reservoir penampungan hasil
pengolahan air atau dari reservoir induk
(Penampung hasil olahan) ke reservioir pembagi
sebelum distribusi.

2
Bimtek Perenacanaan Jaringan

Untuk melakukan perencanaan perpipaan jaringan transmisi, maka


beberapa data yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut :
 Peta wilayah pelayanan yang berisikan informasi mengenai jalur
jalan, jenis pemanfaatan lahan seperti untuk perumahan,
perkantoran, pasar maupun untuk komersial, jarak antar lokasi
dan kontour wilayah.
 Kebutuhan air pada masing-masing wilayah pelayanan, baik
untuk domestik maupun non domestik.
 Jenis pipa yang akan digunakan.
 Perhitungan kebutuhan kapasitas pelayanan.

II. JARINGAN PIPA DISTRIBUSI

Jaringan pipa distribusi air bersih/air minum berfungsi untuk


mengalirkan air dari unit produksi ( R e s e r v o i r ) ke pelanggan.
Jaringan distribusi menggunakan pipa dengan aliran yang
bertekanan, dimana disepanjang perpipaannya dihubungkan
dengan sambungan pelanggan. Jenis sambungan pelanggan dapat
berupa Sambungan Rumah (SR), sambungan Hidran Umum (HU)
maupun sambungan untuk pelanggan usaha komersial. Jalur pipa
distribusi biasanya ditanam mengikuti jalur jalan yang ada.

3
Bimtek Perenacanaan Jaringan

Sistem jaringan distribusi air bersih/air minum dibagi dalam


beberapa jenis, sperti:
1. Sistem cabang (Branch)
2. Sistem Melingkar (Loop)
3. Sistem Gridion, dan
4. Sistem Radial.

Pada dasarnya ada dua jenis sistim jaringan perpipaan distribusi


yang banyak digunakan, yaitu :
- Sistem Cabang (branched)
- Sistem melingkar (Loop)

III. SISTEM JARINGAN PIPA

1. Sistem Branch (Sistem Cabang).

Sistem ini merupakan sisem jaringan perpipaan distribusi, dimana

pengaliran air hanya menuju ke satu arah saja dan terdapat titik

akhir yang merupakan ujung pipa. Sistem ini biasanya digunakan

pada daerah dengan sifat – sifat sebagai berikut :

1. Perkembangan kota dengan arah memanjang.

2. Sarana jaringan jalan tidak saling berhubungan.

3. Keadaan topografi dengan kemiringan medan yang menuju

satu arah.

4
Bimtek Perenacanaan Jaringan

Keuntungan dari sistem Branch ini adalah :

1. Jaringan distribusi relatif lebih sederhana, sederhana yang

dimaksudkan disini adalah perhitungan dimensi pipa yang

dipakai;

2. Pemasangan pipa lebih mudah;

3. Penggunaan pipa lebih sedikit, karena pipa distribusinya

hanya dipasang pada daerah yang paling padat

penduduknya;

4. Tekanan air bersih relatif lebih tinggi.

Sedangkan kelemahan dari sistem branch ini, adalah :

1. Kemungkinan terjadi penimbunan kotoran dan pengendapan

di ujung pipa tidak dapat dihindari. Sehingga diperlukan

pembersihan intensif.

2. Bila terjadi kerusakan atau perbaikan pada suatu

bagian sistem maka akan mengganggu distribusi untuk

bagian yang lain.

3. Kemungkinan tekanan air yang diperlukan tidak cukup jika ada

sambungan baru.

5
Bimtek Perenacanaan Jaringan

4. Keseimbangan pengaliran air dalam pipa kurang terjamin,

terutama terjadinya tekanan kritis pada bagian pipa yang

terjauh.

Sistim branched atau cabang adalah sistim jaringan perpipaan


distribusi yang terbuka. Sistim ini biasanya digunakan pada
wilayah perdesaan dimana besar wilayah pelayanan tidak terlalu
luas. Perhitungan hidrolis pada sistim branched ini cukup
sederhana yaitu setiap jalur pipa dihitung secara terpisah.

6
Bimtek Perenacanaan Jaringan

Sistem Jaringan Branch

2. Sistem loop (melingkar / tertutup)

Jaringan perpipaan distribusi sistim loop biasanya digunakan di


wilayah perkotaan dimana besar wilayah pelayananya sangat
luas. Sistim loop juga disebut sistim tertutup. Perhitungan hidrolis
sistim loop ini lebih sulit dibandingkan dengan sistim Branched
karena perlu menghitung kesetimbangan aliran pada masing-
masing julur pipa di jaringan loopnya. Keunggulan dari jaringan
perpipaan transmisi dengan sistim loop adalah dapat

7
Bimtek Perenacanaan Jaringan

memberikan pelayanan yang stabil baik dari segi jumlah air yang
disalurkan maupun besar tekanan ke seluruh wilayah pelayanan.

Pada sistem ini jaringan pipa induk saling berhubungan satu


dengan yang lain membentuk lingkaran – lingkaran, sehingga
pada pipa induk tidak ada titik mati. Sistem ini
diterapkan pada :

1. Daerah dengan jaringan jalan yang saling berhubungan.

2. Daerah yang perkembangan kota cenderung ke segala arah.

3. Keadaan topografi yang relatif datar.

8
Bimtek Perenacanaan Jaringan

Keuntungan :

1. Kemungkinan terjadinya penimbunan kotoran dan

pengendapan lumpur dapat dihindari (air dapat disirkulasi

dengan bebas).

2. Keseimbangan pengaliran air mudah tercapai, distribusi

merata.

3. Jika ada kerusakan pada suatu bagian sistem, maka

distribusi air untuk bagian lain tidak terganggu karena

disuplai dari bagian lain.

Kelemahan :

1. Sistem perpipaan rumit dan kompleks.

2. Perlengkapan pipa yang digunakan sangat banyak jumlah

dan macamnya.

3. Tekanan air relatif rendah dan fluktuatif.

4. Rumit dalam perhitungan