Anda di halaman 1dari 45

KURSUS PELATIH DASAR

PANDUAN TEKNIK PENYAJIAN MODUL


KURSUS PELATIH PEMBINA PRAMUKA TINGKAT DASAR (KPD)

I. Pendahuluan

Latar belakang perubahan kurikulum KPD pertama, adalah karena banyaknya laporan hasil kursus
dari para Kapusdiklatda dan Kapusdiklatcab, mengenai banyaknya proses penyelenggaraan
kursus yang 90% dilakukan secara naratif. Sebagian besar waktu peserta hanya digunakan untuk
mendengar penjelasan para pelatih, sehingga mereka kurang diberdayakan untuk memahami
sendiri, mencoba sendiri, meramu sendiri dan menyajikan program pelatihan. Kedua, adalah
perlunya penyesuaian materi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perlunya
penyesuaian bagian-bagian yang penting antara materi KPD dengan matei CALT APR-WOSM.

Panduan teknis penyajian modul Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) disusun
dalam rangka standarisasi pola penyajian KPD, dengan harapan dapat menjadi panduan bagi
Pelatih Pembina Pramuka, yang nantinya akan lebih banyak mengedepankan praktik.

II. Tujuan dan Sasaran KPD

1. Tujuan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar, disingkat KPD, adalah untuk memberi
bekal pengetahuan dasar kepada para Calon Pelatih Pembina Pramuka tentang penguasaan
pembelajaran, bagaimana meramu materi kursus dengan baik dan benar, memilih metode
dengan tepat dan mengelola proses pembelajaran dengan penuh makna, variatif, dan
menyenangkan.

2. Sasaran
Peserta setelah mengikuti Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar, diharapkan mampu :
a. Memahami kepramukaan dan mampu mengimplementasikan UU No. 12 Tahun 2010 tentang
Gerakan Pramuka, AD & ART, proses perkembangan Gerakan Pramuka, sistem pendidikan dan
pelatihan dalam Gerakan Pramuka, dan prinsip-prinsip pembelajaran.
b. Memiliki keterampilan mengelola pembelajaran, menguasai materi pelatihan atau bahan kursus.
c. Menguasai metode pembelajaran secara andragogis.
d. Menguasai keterampilan kepramukaan.
e. Merencanakan dan melaksanakan kursus-kursus.
f. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi.
g. Memadukan antara kebutuhan peserta didik, kebutuhan pelatihan bagi pembina, dan potensi yang
ada di daerahnya.

III. Metode

Materi KPD disajikan dengan pendekatan andragogi, berfokus pada pembelajaran diri secara
interaktif progresif dengan melibatkan peserta secara langsung untuk merancang, mencoba,
mengalami sendiri pembelajaran dalam proses pembelajaran yang baik dengan menggunakan
metode, di antaranya:
1. Dinamika kelompok
2. Brain Storming
3. Buzz method
4. Diskusi kelompok
5. Diskusi Panel, seminar, loka-karya
6. Metta Plan/Country Fair
7. Studi kasus
8. Kerja kelompok
9. Demonstrasi
10. Bermain peran
11. Presentasi
12. Bola salju (snow balling)
13. Debat
14. Fish Bowl
15. Class students have
16. Simulasi
17. Base Method
18. Berbagai kegiatan praktek di alam terbuka
19. Open Forum
20. Rencana Tindak lanjut (RTL)/Action Plan

IV. Rencana Pembelajaran


Dalam menyusun rencana pembelajaran pendekatan yang digunakan adalah andragogi, strategi
pembelajaran dilakukan dengan cara “Do-Look-Learn”,untuk itu diperlukan petunjuk
pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan materi sajian yang ada berupa persiapan
pembelajaran oleh pelatih (format terlampir) dan petunjuk pembelajaran bagi peserta kursus
(format terlampir).

Pada akhir pertemuan sesi, pelatih mengadakan sharring dengan tujuan mengadakan
pembulatan/pencerahan berupa kesimpulan.

V. Strategi pembelajaran
1. Strategi pembelajaran dilaksanakan dengan tata urut sebagai berikut:
a. Pelatih menciptakan suasana belajar sesuai dengan topik sajian yang ada. Jumlah Pelatih
hendaknnya mencukupi kebutuhan kursus. Pelatih Pembina Pramuka bukan seperti dosen atau
guru di sekolah yang kalau setelah selesai memberikan materi pulang. Pelatih harus tetap berada
di tempat selama kursus berangsung kecuali ada hal-hal yang sangat mendesak yang tak bisa
ditinggalkan, dan setelah selesai harus kembali ke tempat kursus. Pelatih yang tidak sanggup
terus-menerus berada di tempat kursus sebaiknya dipasang di lain kali. Masing-masing kelompok
didampingi oleh seorang Pelatih Pendamping yang terus berada di tempat selama kursus
berlangsung.
b. Peserta memahami makna pembelajaran yang diberikan. Peserta dibagi menjadi beberapa
kelompok agar dapat menerapkan kepemimpinan yang baik. Pembelajaran dapat berlangsung
saling asah, saling asuh, dan saling asih di antara peserta sendiri. Peserta memperoleh temuan-
temuan yang bermanfaat dari proses pembelajaran tersebut. Di dalam setiap kursus peserta juga
bertanggung-jawab atas kelancaran jalannya kursus termasuk kebersihan ruangan kursus,
pengaturan/design tempat pembelajaran, dan saling memotivasi agar seluruh peserta tetap
bersemangat mengikuti kursus.
c. Proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan petunjuk pembelajaran atas kesepakatan bersama
dengan situasi pembelajaran yang disiplin, tertib, teratur dan menyenangkan. Proses
pembelajaran yang berlangsungadalah “saling memberi dan saling menerima (share & care)”.
d. Setelah selesai di tiap-tiap pembelajaran dilakukan pembulatan/pencerahan/ kesimpulan.

2. Pembagian waktu penyajian pada setiap Pokok Bahasan:


a. Pengantar dan penjelasan materi untuk pemahaman konsep: 30 %. Khusus untuk materi-materi
yang bernilai sejarah, nilai-nilai dan aturan-aturan penjelasan atau pemaparan materi boleh
sampai 70%, sehingga kegiatan praktek/diskusi/simulasi/dialog cukup 20% dari keseluruhan
materi yang digunakan. Pelatih tidak boleh terjebak dengan mengenalkan diri dan
kemampuannya sampai menghabiskan waktu lebih dari 2 menit.
b. Kegiatan praktek/simulasi/demonstrasi/ kerja kelompok atau mandiri secara umum: 60 %. Dalam
setiap kegiatan kursus tidak boleh peserta hanya jadi pendengar
c. Pembulatan/pencerahan/kesimpulan: 10%;
d. Satu jam pelajaran = 45 menit.

3. KPD dilaksanakan di dalam ruangan 2/3 alokasi waktu dan 1/3 waktu diselenggarakan di alam
terbuka dalam bentuk perkemahan, atau + 4,5 hari di kelas + 2,5 hari di perkemahan.

VI. Pendukung Proses Belajar Mengajar dengan pendekatan Andragogi

1. Sarana Prasarana:
a. Ruang belajar yang bersih, sehat, terang dan sepadan dengan kapasitas.
b. Alat bantu pembelajaran kelas yang memadai kuantitas dan kualitas.
c. Alat bantu pembelajaran kelompok yang representatif.
d. Alat bantu pembelajaran individu yang cukup.
e. Tersedianya alam terbuka dan kelengkapan sarana untuk kegiatan outdoor.
2. Adanya bahan serahan yang up to date.
3. Suasana pendukung proses pembelajaran: terhindar dari gangguan kegaduhan, polusi udara.
4. Alunan musik yang dapat membengkaitkan semangat belajar.

VII. Rencana Tindak Lanjut


1. Rencana Tindak Lanjut (RTL) disusun oleh peserta pada tahapan terakhir pelaksanaan kursus
sebagai motivator pada diri mereka sendiri untuk melakukan kegiatan tindak lanjut setelah
mengikuti pelatihan.
2. RTL juga berfungsi sebagai pendorong peserta pelatihan untuk mengikuti program masa
pengembangan/naratama 1 oleh kwartir, yang akan menjadi persyaratan untuk mengikuti
pelatihan berikutnya (Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan/KPL). Setelah selesai
melakukan RTL nya barulah yang bersangkutan diberikan “Tanda Jabatan Pelatih lDasar” dan
disematkan oleh Kwartir Cabangnya.
3. Lulusan KPD yang aktif dan memiliki keterampilan melatih dapat diberikan Surat Hak Latih (SHL)
oleh Kwartir Cabangnya.
VIII. Penutup
Dengan disusunnya panduan ini diharapkan Pelatih dapat memiliki pola penyajian dalam modul
KPD tersebut, dan selanjutnya kepada para pelatih dapat mengembangkannya sesuai dengan
kebutuhan.

KURIKULUM KPD
LAPORAN PESERTA KPD TAHUN 2017
KWARDA JAWA TIMUR
DI KWARCAB KOTA MOJOKERTO

I. PENDAHULUHAN
A. Latar Belakang
Pendidikan kepramukaan merupakan suatu proses pendidikan yang progresif dalam bentuk
kegiatan menarik, menantang, menyenangkan, sehat, terarah, praktis dan berkesinambungan di
alam terbuka dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.
Kegiatan tersebut didukung dan dibina oleh anggota dewasa yang bekerja secara sukarela dengan
penuh tanggungjawab. Kehadiran anggota dewasa di antara kaum muda baik secara langsung
maupun tidak langsung sangat diperlukan. Agar mereka dapat berperan dengan baik sesuai dengan
tugas dan fungsinya, maka disusunlah kebijakan pengelolaan dan pengembangan anggota dewasa
dalam Gerakan Pramuka.
Fungsi anggota dewasa dalam pendidikan kepramukaan adalah sebagai Pembina, Pembantu
Pembina, Pelatih, Pamong Satuan Karya, Instruktur, Andalan Kwartir, Anggota Majelis
Pembimbing, Anggota Pimpinan Satuan Karya dan anggota Gugus Darma. Tiap fungsi tersebut
memiliki tugas, wewenang dan tanggungjawab sesuai dengan kedudukannya baik di kwartir
maupun di satuan

B. Dasar Hukum
1. Undang-undang Nomor : 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka.
2. AD/ART Gerakan Pramuka
3. Keputusan Kwarnas No. 202 Tahun 2011 Tentang Sistem Pendidikan dan Pelatihan Gerakan
Pramuka
4. Keputusan Kwarnas No. 201 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pengelolaan dan Pengembangan
Sumber Daya Anggota Dewasa Gerakan Pramuka.
5. Surat Kwarda Jawa Timur Tentang Pengiriman Peserta KPD Kwartir Daerah Jawa Timur di
Kwarcab Kota Mojokerto Tahun 2017.

C. Maksud dan Tujuan


1. Maksud KPD adalah :
a. Sebagai sarana proses pendidikanbagi peserta didik dan pelatihanbagi anggota dewasa yang
teratur, berkesinambungan dan berjenjang untuk meningkatkan kinerja anggota Gerakan Pramuka.
b. Sebagai sarana pembekalan dan pemberdayaan anggota Gerakan Pramuka
dalam berbagai kegiatan peserta didik, serta pelatihanbagi anggota dewasa.
2. Tujuan KPD adalah memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap mental bagi para
Pelatih Pembina Pramuka untuk menangani dan melatih berbagai kursus.

D. Hasil Yang Diharapkan


1. Peserta KPD mampu menjabarkan kebijakan Kwartir, merencanakan, melaksanakan dan
mengevaluasi kursus atau pelatihan, memimpin berbagai kursus bagi anggota dewasa.
2. Lulusan KPD yang aktif membina di satuan, berpengalaman melatih KMD/KML minimal 3 kali
dan mendapat rekomendasi dari Kwarcabnya serta pernah bertugas di bidang administrasi
pendidikan kepramukaan.

II. PELAKSANAAN KEGIATAN


A. Tempat dan Waktu
Tempat dan waktu kegiatan Pelatihan Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar adalah :
Tempat : Pusdiklatda Argayonya Kwarda Jawa Timur
Waktu : Tanggal 10-15 Juli 2017
B. Pelatih dan Peserta
1. Pelatih Dalam Pelatihan Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar Kwartir Daerah Jawa Timur di
Kwarcab Kota Mojokerto Tahun 2017 adalah Tim Pelatih berasal dari Kwartir Daerah Jawa
Timur sebagai Berikut :
- Kak Roy
- Kak Nurhayati
- Kak Djian
- Kak Djaswadi
- Kak Rindatuti
- Kak Farida
- Kak Ali Mashar
- dll.
2. Peserta Pelatihan Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar Tahun 2017 Kwartir Daerah Jawa
Timur di Kwarcab Kota Mojokerto tahun 2017 terdiri dari :
1). Kwarcab Mojokerto : 2 Orang
2). Kwarcab Kota Mojokerto : 2 Orang
3). Kwarcab Kota Malang : 4 Orang
4). Kwarcab Gersik : 3 Orang
5). Kwarcab Ngawi : 3 Orang
6). Kwarcab Tuban : 3 Orang
7). Kwarcab Bojonegoro : 1 Orang
8). Kwarcab Nganjuk : 1 Orang
9). Kwarcab Malang : 2 Orang
10. Kwarcab Pasuruan : 1 Orang
C. Kurikulum KPD

TAHAPAN MATERI JAMPEL

Orientasi 1. Upacara Pembukaan 1 JP


2. Orientasi Kursus 1 JP
3. Tes Awal 1 JP
4. Dinamika Kelompok 2 JP
5. Kontrak Belajar 1 JP
Penguatan 6. Fundamental Gerakan Pramuka 5 JP
a. Kebijakan Gerakan Pramuka
b. Undang-Undang Gerakan Pramuka
c. Pendalaman AD & ART
d. Penguatan Petunjuk Penyelenggaraan Kegiatan
Kepramukaan yang Terbaru
e. Pemahaman PDK dan MK sebagai satu sistem
pendidikan
7. Peran Orang Dewasa Dalam Pendidikan 2 JP
8. Sistem Pendidikan dan Latihan ( SISDIKLAT ) serta 2 JP
pengelolaan dan pengembangan ( lobang ) Anggota
Orang Dewasa Gerakan Pramuka
9. Pengembangan diri pelatih Pembina Pramuka 5 JP
10. Ragam Metode dan teknik Pelatihan 7 JP
11. Managemen Pelatihan 4 JP
Pembiasaan12. Praktik Tehnik memilih, membuat dan menggunakan 5 JP
media pelatihan
13. Praktik Upacara dalam Satuan 2 JP
14. Workshop Penyusunan Rencana Melatih dan pembuatan 3 JP
alur pelatihan
15. Praktik Melatih 4 JP
16. Permainan di alam terbuka / outdoor Games 4 JP
17. Api Unggun 2 JP
Pengukuhan18. Refleksi Kursus 2 JP
19. Open Forum 1 JP
20. Rencana Tindak Lanjut 1 JP
21. Tes Akhir 1 JP
22. Upacara Penutupan 1 JP
JUMLAH 62 JP

D. RTL ( Rencana Tindak Lanjut )


RENCANA TINDAK LANJUT
KURSUS PELATIH PEMBINA PRAMUKA TINGKAT DASAR

NAMA : MUNIF ARIFIN S.Pd.I, S.Pd


GUDEP : MI MIFTAHUL HUDA NOGOSARI PACET
ASAL : KWARCAB. KAB. MOJOKERTO

Uraian Aktivitas
Bulan Ke
No Indikator Bukti Fisik yang akan
dilakukan 1 2 3 4 5 6
1 Melapor ke Surat Konsultasi kepada 
Pusdiklatcab Keterangan Kapusdiklatcab /
dan melaksanakan Kwarcab kab.
Mendapatkan Naratama 1 Mojokerto
Pelatih
Pendamping
2 Aktif Membina Daftar Hadir Aktif di Gudep MI 
di Gudepnya dan Agenda Miftahul Huda
Kegiatan Nogosari Pacet, dan
SMA Islam Al
Hikmah Surabaya
3 Aktif SK atau Surat Aktif di Kwartir , dan   
Membantu Tugas dan Gudep Perkemahan
kegiatan orang Sertifikat / dan Up. HUT
Dewasa Piagam Pramuka
4 Melatih KMD SK / Surat - Koordinasi dengan    
atau KML Tugas Pelatih PUSDIKLATCAB
sedikitnya 4 dan Piagam - Melatih KMD /
kali dari Kwarcab KML
- Koordinasi dengan
Kwartir untuk
menyelenggarakan
KMD
5 Menjadi Pinsus SK / Surat - Ikut Rapat di     
/ Wakil Pinsus Tugas Pinsus PUSDIKLATCAB
KMD dan Piagam - Menjadi PINSUS /
Wapinsus
6 Menjadi Daftar - Mendorong peserta     
Konsultan bagi Pertemuan KMD atau KML /
sedikitnya 4 dan Agenda Pembina Pramuka
orang Pembina Pertemuan untuk melaksanakan
Pramuka Narakarya 1 dan
Narakarya 2
7 Dapat Membuat Program Siap sedia membantu    
Program Pelatihan dan pinsus
Pelatihan dan atau Kursus di
atau Kursus di Kwartir
Kwartir
8 Mengadakan Daftar Karang Pamitran dan      
Pertemuan Peserta, Pertemuan Forum
Pembina dan Jadwal dan Pembina Pramuka
atau Pelatih Materi MI Se- Kec. Pacet
Kegiatan dan Kwartir Ranting
Pacet
9 Membuat dan Program dan DikltaSar BP. 13.16     
Melaksanakan Laporan Kwarcab Mojokerto
Program Diklat proses diklat Istruktur Muda SMA
bagi Anggota bagi anggota Islam Al Hikmah
Muda maupun muda maupun Surabaya
Dewasa anggota
dewasa

III. PENUTUP
Demikian laopran keikutsertaan kami dalam Pelatihan Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar
yang diadakan Kwartir Daerah Jawa Timur di Kwarcab Kota Mojokerto Tahun 2017. Kami
sampaikan Banyak terima Kasih telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada kami
untuk ikut serta sebagai Peserta KPD dan kami akan selalu siap sedia sebagai Pelatih Pembina
Pramuka Di Kwartir Maupun di Satuan Gerakan Pramuka Mojokerto Khusunya dan Gerakan
Pramuka Indonesia.

IV. LAMPIRAN-LAMPIRAN
1 Fotocopy Ijazah KPD
2 Foto – foto selama KPD

Mojokerto, 20 Juli 2017


Mengetahui,
Pusdiklatcab Kab. Mojokerto Peserta KPD Tahun 2017
H. ZAINUL ARIFIN MUNIF ARIFIN, S.PdI, S.Pd

Lampiran 1.

Foto Kegiatan
NARATAMA I
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN
PROGRAM KEGIATAN PENEMPUHAN NARATAMA I
DI GUGUS DEPAN 07.057-07.058
PANGKALAN SDN TAMBAK AJI 05
TAHUN 2014

DISUSUN OLEH :
SUDARMANTO, A.Md
SHB : 043/SHB/XI.33
PEMBINA GUGUS DEPAN 07.057-07.058
LULUSAN KPD TAHUN 2013
DI SD-SMP AL AZHAR 14 SEMARANG

PUSDIKLATCAB CAKRABASWARA
GERAKAN PRAMUKA KWARTIR CABANG KOTA SEMARANG
TAHUN 2014
PENGESAHAN
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN
PROGRAM KEGIATAN PENEMPUHAN NARATAMA I
DI GUGUS DEPAN 07.057-07.058
PANGKALAN SDN TAMBAK AJI 05
TAHUN 2014

DISUSUN SEBAGAI SYARAT


UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT NARATAMA I
KEGIATAN PASCA KPD

Disusun oleh :
Sudarmanto, A.Md
Pembina Gugus Depan 07.057-07.058
Pangkalan SD Negeri Tambak Aji 05

Laporan ini disahkan:

Hari :
Tanggal :
Di : Kota Semarang
Oleh,
Ka.Mabigus Pelatih Konsultan
SDN Tambak Aji 05 lapangan

Kusmiyati, S.Pd
NIP.19590702 197911 2 004 Mulyono, S.Pd, M.Pd
SHL. 079/SHL/X1.33

Kapusdiklatcab
Cakrabaswara
Gerakan Pramuka Kwartir
Cabang Kota Semarang,
JCH. Suwardi, B.A
SHL. 094/SHL/11.33

PENGESAHAN
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN
PROGRAM KEGIATAN PENEMPUHAN NARATAMA I
DI GUGUS DEPAN 07.057-07.058
PANGKALAN SDN TAMBAK AJI 05
TAHUN 2014

DISUSUN SEBAGAI SYARAT


UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT NARATAMA I
KEGIATAN PASCA KPD

Disusun oleh :
Sudarmanto, A.Md
Pembina Gugus Depan 07.057-07.058
Pangkalan SD Negeri Tambak Aji 05

Laporan ini disahkan:

Hari :
Tanggal :
Di : Kota Semarang

Oleh,

Ka.Mabigus Pelatih Konsultan


SDN Tambak Aji 05 lapangan
Kusmiyati, S.Pd
NIP.19590702 197911 2 004 Mulyono, S.Pd, M.Pd
SHL. 079/SHL/X1.33

Kapusdiklatcab
Cakrabaswara
Gerakan Pramuka Kwartir
Cabang Kota Semarang,

JCH. Suwardi, B.A


SHL. 094/SHL/11.33

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Sasaran
BAB II ANALISIS KONDISI GUGUS DEPAN
A. Analisis SWOT Gugus Depan
B. Identifikasi Fokus Masalah
C. Strategi
BAB III LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PROGRAM
A. Perencanaan Program
B. Pelaksanaan Program
C. Ketercapaian Program
D. Kesulitan Yang Dihadapi Dan Upaya Penyelesaiannya
BAB IV PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran
LAMPIRAN – LAMPIRAN
1. Daftar pustaka
2. Dokumentasi
a) Susunan program kegiatan
b) Jadwal pelaksanaan program kegiatan
c) Materi pelaksanaan program kegiatan
d) Daftar hadir peserta kegiatan
e) Daftar hadir pembina
f) Catatan khusus pembina
g) Alat ukur ketercapaian pelaksanaan program
h) Hasil pengukuran ketercapaian pelaksanaan program
i) Foto – foto kegiatan
j) Surat rekomendasi dari kamabigus atas pelaksanaan program kegiatan

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha
Esa, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita, Sehingga Penulis dapat
menyelesaikan “LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN
PENEMPUHAN NARATAMA I DI GUGUS DEPAN 07.057-07.058 PANGKALAN
SDN TAMBAK AJI 05 TAHUN 2014” ini dapat tersusun.
Laporan ini merupakan implementasi dan integrasi dari hasil Kursus Pelatih Pramuka
Tingkat Dasar, sehingga diharapkan memberi kontribusi nyata dalam peningkatan Gerakan
Pramuka. Penyusunan laporan Pengembangan Kursus Pelatih Pramuka Tingkat Dasar ini
dipersembahkan kepada :
1. Ketua Pusdiklatcab Cakrabaswara Kota Semarang
2. Kamabigus SDN Tambak Aji 05 Kec. Ngaliyan Kota Semarang
3. Pembina Gudep SDN Tambak Aji 05 Kec. Ngaliyan Kota Semarang
4. Isteri Tercinta yang selama ini selalu memberi dukungan , semangat , motivasi dan do’a
5. Segenap Tim Pelatih Pengembangan Kursus Pelatih Pramuka Tingkat Dasar
6. Teman – Teman Sejawat
7. Adik – adik penggalang SDN Tambak Aji 05 Kec. Ngaliyan Kota Semarang

Akhirnya Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, yang telah
memotivasi dan membantu Penulis dalam penyusunan laporan pengembangan Kursus
Pelatih Pramuka Tingkat Dasar ini. Dan, kami menyadari dalam penyusunan laporan ini
masih jauh dari apa yang diharapkan,dengan segala keterbatasan serta kemampuan kami yang
masih dalam tahap belajar, kami mohon maaf atas segala kekurangan yang terdapat dalam
laporan Pengembangan Kursus Pelatih Pramuka Tingkat Dasar ini.

Semarang, Mei 2014

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Gerakan Pramuka adalah sebagai wadah pembinaan generasi muda dan Anggota
dewasa yang senantiasa mengembangkan pendidikan dan pembinaan watak serta keterampilan
dengan menerapkan prinsip-prinsip dasar, metodik kepramukaan, guna menciptakan kader-
kader pembangunan bangsa yang berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan
dilandasi Iman dan Taqwa (IMTAQ) serta Keperibadian Pancasila.
Pendidikan dan Latihan untuk Anggota Dewasa merupakan bagian dari proses
pembinaan anggota dewasa yang secara garis besar terdiri atas kursus, pertemuan dan kegiatan.
Kursus Pelatih Pembina Pramukayang diikuti oleh seorang Pelatih Pramuka adalah
Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) dan Kursus Pelatih Pembina Pramuka
Tingkat Lanjutan (KPL).
KPD adalah jenjang pertama Kursus Pelatih Pembina Pramuka. Peserta KPD adalah
anggota dewasa yang akan membina anggota muda di gugus depan. Setelah lulus KPD,
seorang Pelatih Pembina Pramuka diharuskan mempraktikkan dan mengembangkan
pengetahuan yang diperolehnya, guna mendapatkan pengalaman membina di Gugus depan
dalam program pemantapan dasar.
Setelah mengikuti KPD, seorang Pelatih pembina Pramuka harus melakukan
pemantapan lanjutan untuk menjadi seorang Pelatih Pembina Pramuka, dan menuangkan
rencana tersebut dalam sebuah action plan atau Rencana Tindak Lanjut (RTL). Rencana ini
berupa perencanaan kegiatan perorangan dan merupakan tali pengikat peserta KPD atas
komitmen dan pengabdiannya terhadap masyarakat melalui Gerakan Pramuka.

B. TUJUAN
Rencana Tindak Lanjut ini disusun sebagai pedoman kegiatan Kepramukaan yang
dilaksanakan di gugus depan 07.057-07.058 yang berpangkalan di SDN Tambak Aji 05 dan
sebagai tindak lanjut keikutsertaan dalam kursus Pelatih Pembina Pramuka tingkat
dasar (KPD).
Setelah mengikuti KPD, diharapkan segala dedikasi, motivasi, kegiatan, dan komitmen
dapat dipertahankan dan ditingkatkan. dituangkan dalam RTL sebagai berikut:
1. Pengikat peserta KPD atas komitmen dan pengabdiannya terhadap masyarakat melalui
Gerakan Pramuka;
2. Mengendalikan diri dengan melaksanakan program yang telah disusun;
3. Mengembangkan pengetahuan pembinaan kepramukaan; dan
4. Meningkatkan kepercayaan diri.

C. SASARAN
Sasaran yang ingin dicapai oleh penulis dalam masa pengembangan ini adalah sebagai
berikut :
1) Gugus Depan dapat menyususn Administrasi dengan baik dan benar
2) Peserta didik dapat mengimplementasikan Kode Etik dan Kode Kehormatan dalam kehidupan
sehari-harinya
3) Orang tua wali murid dapat memberikan dorongan kepada putra – putrinya untuk mengikuti
kegiatan kepramukaan

BAB II
ANALISIS KONDISI GUGUS DEPAN

A. ANALISIS SWOT GUGUS DEPAN

Gugus Depan adalah satuan terdepan dalam gerakan pramuka yang merupakan wadah
untuk menghimpun dan membina peserta didik sesuai dengan golongan usia dan jenis kelamin
yang bertujuan untuk memudahkan pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan kepramukaan
dalam mencapai tujuan gerakan pramuka. Pembentukan gugus depan dilaksanakan berdasarkan
wilayah, pangkalan tertentu antara lain asrama, lembaga pendidikan, lembaga khusus, dan
perwakilan Indonesia di luar negri. Semua gugus depan dihimpun dan dibina oleh kwartir ranting.
Setiap gugus depan menggunakan nomor gugus depan yang diatur oleh kwartir cabang, dimana
anggota putera dan anggota puteri dihimpun dalam gugus depan yang terpisah.
Gugus Depan 07.057-07.058 Pangkalan SD Negeri Tambak Aji 05 Semarang adalah
gugus depan yang berada di wilayah kecamatan Ngaliandibawah binaan kwartir
ranting Ngalian dan menggunakan nomor gugus depan yang telah diatur oleh kwartir
cabang Kota Semarang. Gugus Depan 07.057-07.058 Pangkalan SD Negeri Tambak Aji
05 tergolong pangkalan berupa lembaga pendidikan yang dapat dikatagorikan sebagai gugus
depan semi lengkap karena hanya terdiri dari perindukan siaga dan pasukan penggalang.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa keberadaan Gerakan pramuka di Gugus
Depan tidak lepas dari berbagai permasalahan yang perlu dipecahkan secara bersama – sama.
Untuk memecahkan permasalahan tersebut perlu adanya menganalisis permasalahan yang
sedang dihadapi satu demi satu, agar semua permasalahan dapat teridentifikasi secara cermat
maka penulis menggunakan analisis SWOT yaitu Kekuatan (Strength) , Kelemahan (Weakness)
, Peluang ( Opportunity), dan Tantangan / Kendala ( Threat )
Pentingnya analisis ini memungkinkan untuk memberikan komitmen pada ativitas yang
objektif pada kegiatan masa akan datang dengan strategi mengumpulkan informasi menyeluruh,
menganalisa untuk menentukan alternative dan implikasinya yang diarahkan pada masa yang
akan datang dengan melihat terhadap Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weakness) ,
Peluang (Opportunity), dan Tantangan / Kendala (Threat ) sesuai dengan sumber daya di
gugus depan yang ada.

Tabel 2.1 : SWOT untuk menentukan program


KEKUATAN ( Strenght) KELEMAHAN ( Weakness )
a. Jumlah peserta didik yang cukup besar dalama. Kurangnya Minat siswa yang menyenangi
mengikuti latihan pramuka latihan pramuka. (75%)
b. Jumlah Pembina 4 orang b. Jumlah Pembina yang ada hanya 8 orang
c. Pembina yang sudah KMD sebanyak 2 orang pembina aktif membina. (73%)
d. Lokasi cukup luas sehingga memadai untuk c. Pembina yang lain berencana ikut KMD
kegiatan d. Lokasi yang cukup luas belum dimanfaatkan
e. Program-program latihan sudah menggali semaksimal mungkin
kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor  Program latihan hanya terfokus pada
siswa kemampuan kognitif dan psikomotor kurang
tajam pada aspek afektifnya
 Kurang mengintegrasikan pendidikan karakter
bangsa dalam kegiatan Pramuka dalam
penyusunan program

PELUANG ( Opportunity ) TANTANGAN / KENDALA ( Threat )


a. Adanya dukungan dari Kamibagus a. Orang tua terlalu sibukdi luar rumah
b. Adanya dukungan dari Dana BOS b. Belum optimalnya dukungan dana dari orang
c. Adanya himbauan dari Pemerintah untuk tua dan pihak lain
mengintegrasikan Pendidikan Karakter c. Kondisi kesibukan orang tua yang kurang
Bangsa pada setiap latihan-latihan kontrol pembentukan perilaku siswa
d. Adanya pertemuan siaga dan penggalang d. Dampak negatif kemampuan IPTEK sekarang
sekolah-sekolah sekota Semarang dan mempengaruhi perilaku menyimpang pada
sekitarnya. siswa
e. Adanya pertemuan Pembina e. Guru- guru muda belum ikut KMD atau KML.

B. IDENTIFIKASI FOKUS MASALAH

Berbagai persoalan yang timbul terkait dengan Pengembangan Gugus Depan Sebagai
Berikut :
1. Hanya 75% jumlah siswa yang aktif Pramuka.
2. Hanya 73% jumlah Pembina yang ada, aktif melatih atau membina.
3. Lokasi yang cukup luas belum dimanfaatkan semaksimal mungkin.
4. Program latihan hanya terfokus pada kemampuan aspek kognitif kurang tajam pada
penggalian aspek afektif dan psikomotornya.
5. Belum semua Pembina ikut dalam KMD dan KML.
6. Kurang kontrolnya orang tua terhadap penyimpangan perilaku siswa saat berada di rumah.
7. Belum terintegrasinya pendidikan karakter bangsa dalam penyusunan program-program
latihan kegiatan Pramuka.
8. Kondisi kesibukan orang tua kurang mendukung pembentukan karakter siswa.
9. Dampak negatif kemajuan IPTEK sehingga mempengaruhi bentuk-bentuk penyimpangan
perilaku siswa.
10. Masih kurang banyaknya pengelolaan administrasi dan kesekretariatan di tingkat gugus depan.
11. Belum Semua Pembina yang telah mengikuti KMD menerapkan pendidikan dalam membina
Peserta Didik

Berdasarkan identifikasi masalah diatas , maka rumusan masalah dalam Penulisan laporan ini
adalah : “ BAGAIMANA UPAYA PEMBINA MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM RANGKA
MENINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITAS YANG DILAKUKAN DI SDN TAMBAK AJI 05
SEMARANG”

C. STRATEGI PEMECAHAN MASALAH


1. Kerangka teoritis
Teori-teori yang digunakan dalam landasan teoritis, dimana pembelajaran akan terjadi jika
anak bekerja atau menangani tugas-tugas yang belum akup: teori-teori belajar yang mengacu
pada pembentukan karakter,yaitu Karakter Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa serta
pendidikan Kepramukaan.
1.1 Teori-teori belajar yang mengacu pada pembentukan karakter
Piaget ( Asikin, 2009 ), menyatakan bahwa menusia tumbuh, beradaptasi , dan berubah
melalui perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosial emosional, dan
perkembangan kognitif. Perkembanganm kognitif sebagian besar bergantung kepada seberapa
jauh anak memanipulasi dan aktif dalamberinteraksi dengan lingkungannya.
Sedangkan menurut Vygotsky( Trianto,2007), menyatakan bahwa proses pembelajaran
akan terjadi jika anak bekerja atau menangani tugas-tugas yang belum dipelajari, namun tugas-
tugas tersebut masih berada dalam jangkauan mereka disebut Zone Of Proximal Development,
yakni daerah tingkat perkembangan sedikit diatas daerah perkembangan seseorang saat ini.
Dengan kata lain bahwa fungsi mental yang lebih tinggi pada umumnya muncul dalam
percakapan dan kerjasama antara individu sebelum fungsi mental yang lebih tinggi itu terserap
ke dalam individu tersebut.

Kedua teori belajar tersebut jika dipadukan akan bermanfaat sekali bagi Pembina atau guru
dalam upaya pembentukan karakter siswa secara efektif. Di satu pihak, pembina perlu
mengupayakan supaya setiap siswa berusaha agar mengembangkan diri masing-masing secara
maksimal, yaitu mengembangkan kemampuan berfikir dan bekerja secara independen (sesuai
teori Piaget). Di pihak lain, pembina perlu juga mengupayakan supaya tiap-tiap siswa juga aktif
berinteraksi dengan siswa-siswi lain dan orang-orang lain
Di lingkungannya masing-masing (sesuai dengan teori Vygotsy).
1.2 Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berfikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan
(belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. Sistem berfikir,nilai, moral, norma, dan keyakinan
itu adalah hasil interaksi manusia dengan sesamanya dan lingkungan alamnya dan menghasilkan
sistem sosial, sistem ekonomi, sistem kepercayaan, sistem pengetahuan, teknologi, seni, dan
sebagainya.

Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian sesorang yang terbentuk dari hasil
internalisasi berbagai kebajikan (Virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk
cara pandang, berfikir, dan bersikap, serta bertindak.

Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi
peserta didik dan juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi
mudanya bagi berlangsungnya kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa
depan.

Berdasarkan pengertian budaya, karakter bangsa dan pendidikan yang dikemukakan di


atas maka pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang
mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka
memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya menerapkan nilai-nilai tersebut dalam
kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga Negara yang religius, nasionalisme,
produktif, dan kreatif.

Nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa diidentifikasi dari sumber-sumber
berikut ini:

 Agama
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang beragama, oleh karena itu kehidupan individu,
masyarakat, dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya.
 Pancasila
Negara Indonesia ditegakkan atas dasar prinsip-prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan
yang disebut Pancasila. Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 yang dijabarkan lebih
lanjut dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945. Artinya nilai-nilai yang terkandung
dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi,
kemasyarakatan, budaya, dan seni.
 Budaya
Nilai-nilai budaya dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam
komunikasi antar anggota masyarakat
 Tujuan Pendidikan Nasional
Memuat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia.

Berdasarkan keempat nilai di atas, teridentifikasi sejumlah nilai pendidikan budaya dan
karakter bangsa sebagai berikut :
NO NILAI DESKRIPSI
1 Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan
ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap
pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan
pemeluk agama lain.
2 Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya
sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam
perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3 Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama,
suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang
berbeda dengan dirinya.
4 Disiplin Tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh
pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5 Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh
dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas,
serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6 Kreatif Berfikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara
atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7 Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada
orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8 Demokratis Cara berfikir dan bertindak yang menilai sama hak dan
kewajiban dirinya dan orang lain.
9 Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk
mengetahui lebih mendalam dan meluas dKak Endah
sesuatu yang dipelajarri, dilihat, dan didengar.
10 Semangat Kebangsaan Cara bertikir, bertindak, dan berwawasan yang
menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas
kepentingan diri dan kelompok.
11 Cinta Tanah Air Cara berfikir, bersikap, dan berbbuat yang menunjukkan
kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi
terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial budaya,
ekonomi, dan politik bangsa.
12 Menghargai prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk
menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan
mengakui, serta mengakui, serta menghormati
keberhasilan orang lain.
13 Bersahabat/ Komunikatif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara,
bergaul, dan bekerjasa dengan orang lain.
14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang
lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

15 Gemar membaca Kebiasaan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang


memberikan kebajikan bagi dirinya.
16 Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah
kerusakan pada lingkungan alam dan sekitarnya dan
mengembangkan upaya-upaya untuk mencegah
kerusakan alam yang sudah terjadi.
17 Peduli sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan
pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18 Tanggung jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan
tugasd an kewajiban yang seharusnya dia lakukan
terhadap diri sendi,masyarakat ,lingkungan ( alam ,
sosial, dan budaya) negara dan Tuhan Yang Maha Esa

Itulah 18 nilai –nilai karakter bangsa yang dapat dipakai sebagai acuan dan diintegrasikan
melalui kegiatan kepramukaan.
1.3 Pendidikan Kepramukaan
Kepramukaan merupakan pendidikan progresifsepanjang hayat, artinya bahwa sebagai
suatu proses pembinaan sepanjang hayat yang berkesinambungan atas peserta didik baik
sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dengan sasaran menjadikan mereka
sebagai manusia mandiri, peduli, bertanggungjawabdan berpegang teguh pada nilai dan norma
masyarakat.
Kepramukaan merupakan pelengkap pendidikan sekolah dan dalam keluarga, dengan
demikian kepramukaan harus mampu mewadahi dan mengisi kebutuhan peserta didik yang tidak
terpenuhi pada kedua pusat pendidikan tersebut.
Melalui kepramukaan peserta didik menemukan dunia lain di luar ruangan kelas( sekolah),
mereka saling bertukar pendapat, pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan secara terus
menerus dan berkesinambungan dalam proses pendidikan.
Kepramukaan mengembangkan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik,
mengembangkan minat melakukan penelelitian untuk mendapatkan temuan-temuan
pengembangan kreatifitas dalam bidang teknologi, maupun sosial budaya, pengembaraan/
penjelajahan, serta pengabdian masyarakat.
Adapun komponen-komponen pendidikan kepramukaan diantaranya:
- Tujuan kepramukaan pembentukan karakter
- Prinsip dasar kepramukaan
- Metode kepramukaan
- Kegiatan yang mendidik, menyenangkan, dan menantang
- Alam terbuka

o Prinsip dasar kepramukaan adalah asas yang mendasKak Endah kegiatan kepramukaan dalam
upaya membina watak peserta didik.
o Prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan
kepramukaan dengan bentuk-bentuk pendidikan yang lain.

2. Kerangka Sistematis
Pembinaan Pramuka Penggalang pada peserta didik, khususnya anak SD memerlukan perhatian
dan pemahaman terhadap dasar – dasar serta berbagai kondisi yang mempengaruhi dan
menentukan perkembangan gugus depan yang terencana, sistematis dan berlanjut dari
lingkungan. Strategi tersebut terbagi menjadi 3 Bagian yaitu :
1. Pembenahan Administrasi dan Kesekretariatan
2. Aktivitas dan bermain
3. Pembelajaran

1. Strategi Pembenahan Administrasi dan Kesekretariatan


Strategi ini memaparkan hal apa saja yang akan dipersiapkan dan akan dilaksanakan dalam
kegiatan pembinaan.
Apabila melihat definisi administrasi secara formal dan legitimasi,
administrasi diartikan sebagai usaha atau kegiatan yang meliputi penetapan
tujuan serta penetapan cara-cara penyelenggaraan pembinaan
organisasi. Beberapa unsur pokok di dalam administrasi yang dimaksud
ialah : (1) sekelompok orang, (2) tujuan, (3) tugas dan fungsi, (4) peralatan
dan perlengkapan yang diperlukan. Akan tetapi di dalam RTL ini, hal yang terkait Administrasi
hanya mengambil unsur keempat, yaitu peralatan dan perlengkapan.
Administrasi dalam buku ini didefinisikan sebagai perlengkapan ketatausahaan yang mendukung
tertibnya manajemen gugus depan.
Administrasi yang dipersiapkan adalah:
a) Program Kerja Tahunan
Merupakan rencana kegiatan yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan selama satu tahun.
Prota ini dijabarkan menjadi 3 tahapan yang masing-masing berlaku selama 4 bulan (caturwulan)
Pelaksanaannya dapat dilakukan menurut skala prioritas, mana yang perlu didahulukan sesuai
dengan kondisi Peserta Didik dan lingkungannya.
Bulan
NO Kegiatan Ket
1 2 3 4

b) Program Kegiatan Mingguan


Memuat runtutan kegiatan yang akan dilaksanakan pada waktu latihan rutin.
PROGRAM KEGIATAN MINGGUAN
hari, tanggal :
tempat :
NO Kegiatan Acara Pengganti Keterangan

c) Buku Induk Anggota


Buku induk anggota sebagai penertiban data, memuat data diri anggota serta tingkat kecakapan
anggota. Format seperti di bawah ini:
NAMA TEMPAT, TGL NAMA
NO NTA AGAMA ALAMAT
ANGGOTA LAHIR ORANG TUA

Dilantik Tanggal Mendapat TKK tanggal


PEKERJAAN
Ramu Rakit Terap 1 2 3 4 5

d) Buku presensi (kehadiran)


Buku ini dipakai ketika latihan rutin, untuk mengecek kehadiran anggota di tiap regu.
Buku Kehadiran
Regu :
Hari, tanggal :
Jabatan dalam
NO Nama Hadir S I A Paraf
regu

e) Buku Iuran dan buku tabungan


Buku ini dapat disatukan dengan buku presensi.
Buku Kehadiran
Regu :
Hari, tanggal :
Tabung-
NO Nama Jabatan Hadir S I A Iuran Paraf
an

f) Buku Agenda Latihan


Buku Agenda memuat kegiatan yang dilaksanakan ketika latihan.
NO Kegiatan Waktu Tempat Peserta Biaya Ket

g) Buku Catatan Rapat (Notula)


untuk mencatat hal-hal penting ketika pertemuan, rapat, atau pengarahan dari pembina.

hari/ tanggal :
waktu :
tempat :
acara :
NO Permasalahan Pemecahan Keterangan

h) Buku Inventaris
Untuk mencatat perbendaharaan benda dan peralatan Gudep.
Keadaan
NO Barang Klasifikasi Jumlah Sumber Ket
(B/RR/RB)

i) Buku Log
Buku ini mencatat peristiwa atau kegiatan penting yang terjadi di gugus depan.
NO Tanggal Catatan Keterangan

j) Buku Catatan Pribadi


merupakan catatan rahasia tentang tadik yang dipegang oleh pembina.
NO nama tadik yang teramati Catatan Keterangan

k) Buku Upacara Pelantikan


untuk mencatat kegiatan pelantikan.
pelantikan pembina
NO Hari, tanggal, waktu tempat nama terlantik Ket
tingkat pelantik

l) Buku Tamu
Buku ini mencatat tamu yang berkunjung ke Gugus Depan, berisikan maksud dan tujuan serta
saran-saran dari tamu.
Hari, tanggal,
NO nama/ alamat jabatan maksud kesan dan pesan Ttd
waktu

m) Buku ekspedisi
Buku untuk mencatat keluar masuk surat
NO No. Surat Tanggal Surat Perihal Tujuan paraf ket

Dengan penertiban administrasi, diharapkan akan menunjang kelancaran dan keberhasilan


kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
2. Strategi Aktivitas dan bermain
Bermain ialah suatu fenomena yang sangat menarik perhatian para pendidik yang
dikaitkan dengan tingkah manusia. Bermain bukan hanya tampak pada tingkah laku anak tetapi
pada usia dewasa bahkan bukan hanya manusia.
Metode bermain ialah Sistem perencanaan yang dilakukan oleh pendidk untuk memilih ,
mengorganisasikan , dan menyajikan materi bermain secara teratur dalam pembinaan
ketrampilan berbahasa , sebagai hasil dari pengalaman. Batasan bermain yang dikemukakan
oleh schwartman(1979) dalam soemiarti (2003) batasan bermain sebagai berikut :

Bermain dalam tatanan sekolah dapat digambarkan sebagai suatu rentang rangkaian
kesatuan yang berujung pada bermain bebas, bermain dengan bimbingan dan berakhir pada
bermain dengan diarahkan dalam bermain bebas dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan
bermain dimana anak mendapatkan kesempatamn melakukan berbagai pilihan alat dan mereka
dapat memilih bagaimana menggunakan alat – alat tersebut. Sedangkan bermain dengan
bimbingan , guru memilih alat permainan dan diharapkan anak – anak dapat memilih guna
menemukan suatu konsep tertentu. Dalam bermain yang diarahkan guru mengajarkan
bagaimana menyelesaikan suatu tugas yang khuhsus. Beberapa kelebihan dan kelemahan dari
metode bermain yaitu ;
a. Kelebihan Metode Bermain
 Siswa dirangsang untuk aktif , berfikir logis , sportif , dan merasa senang dalam proses belajar
mengajar
 Konsep – konsep bahasa Indonesia dapat lebih cepat dipahami
 Kemauaan memecahkan masalah pada siswa dapat meningkat
b. Kelemahan Metode Bermain
 Tidak semua topik disajikan dengan metode permainan
 Dapat memakan waktu yang banya dalam proses pembelajaran
 Permainan dapat mengakibatkan kelas gaduh sehingga dapat mengganggu kelas sekitarnya

3. Strtategi Pembelajaran
PAKEM adalah singkatan dari pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan , PAKEM
merupakan model pembelajaran yang diterapkan dalam kurikulum yang disempurnakan di bawah
bimbingan MBE ( Managing Based Of Education ) dari UNESCO yang dalam aplikasinya
pembelajaran yang mengembangkan kemampuan Kritis , kreatif dan kemauan memecahkan
masalah.
Metode PAKEM merupakan salah satu model pembelajaran yang diinginkan dalam
implementasi Kurikulum Sekolah. Hal ini didasarkan dari bahwa PAKEM merupakan salah satu
pilar dalam pembangun kurikulum sekolah selain manajemen sekolah dan PSM ( Peran Serta
Masyarakat )
PAKEM juga merupakan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik
melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan, sikap, dan pemahaman
dengan penekanan kepada belajar sambil melakukan, sementara Pembina mengggunakan
berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran
lebih menarik, menyenangkan, dan efektif. pengertian pembelajaran PAKEM dapat dijabarkan
sebagai berikut :
a) Pembelajaran aktif
Model belajar aktif terkait erat dengan motivasi belajar karena adanya hubungan timbal balik di
antara kedua hal tersebut ; untuk belajar aktif diperlukan motivasi belajar yang kua ; sebaiknya
belajar aktif akan menyebabkan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih berhasil dan
menyenangkan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar, dengan motivasi belajar yang
meningkat maka peserta didik dapat membuat keputusaan yang positif
Menurut mulyasa, “ Pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang lebih banyak
melibatkan aktifitas peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk
di bahas dan di kaji dalam proses pembelajaran , sehingga mereka mendapatkan berbagai
pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensinya. Hal ini di terapkan
dalam bentuk pendekatan PAKEM pada pembelajaran.
Dalam pembelajaran ini , Pembina lebih memposisikan dirinya sebagai Fasilitator pembelajaran
yang mengatur sirkulasi dan jalannya pembelajaran dengan terlebih dahulu menyampaikan
tujuan dan kompetensi yang akan di capai dalam sutau pembelajaran. Sedangkan peserta didik
terlibat secara aktif dan banyak berperan dalam proses pembelajaran. Sebagai pusat belajar,
peserta didik harus lebih aktif berkegiatan untuk membangun suatu pemahaman , ketrampilan,
dan sikap / perilaku tertentu. Aktifitas siswa menjadi penting karena belajar pada hakikatnya
adalah proses yang aktif dimana peserta didik menggunakan pikirannya untuk membangun
pemahaman ( constructivism approach). Dari proses pembelajaran aktif akan menyebabkan
peserta didik mampu berfikir inovatif dan kreatif.

b) Pembelajaran Kreatif
Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan pembina untuk
memotivasi dan memunculkan kreatifitas peserta didik selama pembelajaran berlangsung,
dengan menggunakan beberapa metode dan strategi bervariasi , misalnya kerja kelompok,
bermain peran , dan pemecahan masalah. Untuk itu Pembina dituntut untuk mampu merangsang
kreatifitas peserta didik dalam hal kecakapan berfikir maupun dalam melakukan suatu tindakan
Kreatifitas yang dimaksud adalah kemampuan peserta didik dalam menghasilkan sebuah
kegiatan atau aktifitas yang baru yang diperoleh dari hasil berfikir kreatif dengan mewujudkannya
dalam bentuk sebuah hasil karya yang baru.

c) Pembelajaran Efektif
Pembelajaran dapat dikatan efektif jika mampu memberikan pengalaman baru, dan membentuk
kompetensi peserta didik, serta mengantarkan mereka ke tujuan yang ingin dicapai secara
optimal. Hal ini dapat dicapai dengan cara melibatkan seluruh peserta didik dmerencanakan
proses pembelajaran
Pendapat senada juga dikemukakan oleh Khaerudin dan mahfud Junaedi yang menyatakan , “
Pembelajaran dikatakan efektif jika peserta didik mengalami berbagai pengalaman bar dan
perilakunya menjadi bwerubah menuju titik akumulasi kompetensi yang diharapkan :.
Pembelajaran efektif menuuntut keterlibatan peserta didik secara aktif , karena mereka
merupakan pusat kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi. Pembelajaran ini juga
perlu di tunjaang oleh suasana dan lingkungan yang memadai. Untuk itu Pembina harus mampu
mengelola tempat belajar dengan baik , mengelola peserta didik , mengelola kegiatan
pembelajaran , mengelola isi / materi pembelajaran, dan mengelola sumber – sumber belajar.

d) Pembelajaran Menyenangkan
Pembelajaran menyenangkan ( Joyfull Instruction ) merupakan suatu proses pembelajaran yang
di dalamnya terdapat sebuah kohesi yang kuat antara Pembina dan peserta didik , tanpa ada
perasaan terpaksa atau tetekan ( not under pressure) dalam pembelajaran ini Pembina
memposisikan diri sebagai mitra belajar peserta didik agar tercipta suasana keakraban antara
Pembina dan peserta didik dalam proses belajar mengajar
Peter Kline dalam Gordon Dryden & Jeannette Vos mengatakan. “ Belajar akan efektif jika
dilakukan dalam suasana menyenangkan”. Menyenangkan atau membuat suasana belajar dalam
keadaan gembira bukan berarti menciptakan suasana ribut dan hura-hura. Ini tidak ada
hubungannya dengan kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal. “
kegembiraan” disini berarti bangkitnya minat, adanya keterlibatan penuh , serta terciptanya
makna, pemahaman ( Penguasaan materi yang dipelajari), dan nilai yang membanggakan pada
diri si pemelajar. Itu semua adalah kegembiraan dalam melahirkan sesuatu yang baru.
Pembelajaran yang menyenangkan ini daapat terwujud apabila guru mampu mendesain materi
pembelajaran dengan baik serta mengkombinasikannya dengan strategi pembelajaran yang
mengedepankan keterlibatan aktif peserta didik di kelas, seperti simulasi , game , team quiz, role
playing daan sebagainya.

BAB III
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PROGRAM

A. Perencanaan Program
Perencanaan Program Kerja Tahun 2014 dilakukan dengan :
a. Mengevaluasi perencanaan dan pelaksanaan Rencana Kerja Tahun 2013, guna menemukan
keadaan Gugus depan Gerakan Pramuka Pangkalan SDN Tambak Aji 05 Semarang,
menyangkut potensi, kelemahan, peluang maupun hambatan.
b. Program disusun berdasar pula pada kemampuan dukungan dana dan kemampuan administrasi.
Adapun rencana kerja tersebut meliputi 5 Bidang Kegiatan yaitu :
1) Bidang Teknik Kepramukaan
 Memfungsikan perangkat organisasi sesuai dengan tugasnya.
 Memfungsikan peranan Dewan Penggalang dalam Pasukan.
 Memfungsikan Dewan Kehormatan Gugusdepan.
2) Bidang Kegiatan Operasional
 Meningkatan pencapaian syarat-syarat kecakapan umum (SKU), dan syarat-syarat kecakapan
khusus (SKK).
 Selalu ikut serta dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh kwartir-kwartir maupun Satuan
Pramuka lain.
 Mengadakan Persami sebagai orientasi anggota kelas 5 baru dengan kegiatan yang menarik dan
menantang.
 Mengadakan Upacara Hari Pramuka

3). Bidang Administrasi Dan Keuangan


 Melaksanakan Sistem Administrasi
 Pengadaan sarana dan peralatan administrasi (ATK).
 Mengelola Dana Tahunan dari Sekolah secara efektif.

4). Bidang Hubungan Masyarakat


 Pemantapan koordinasi dan komunikasi dengan Kwartir Ranting dan Kwartir Cabang.
 Mengadakan kerjasama dengan satuan Pramuka lain dan organisasi lain.
 Penerbitan Weblog SDN Tambak Aji 05 Semarang secara baik dan terus menerus.
 Peningkatan penyampaian informasi ke dalam dan keluar Gerakan Pramuka.
 Peningkatan citra Pramuka melalui pembenahan model kegiatan dan metode belajar di
kepramukaan.
 Penataan dan penertiban dokumentasi dan data kepramukaan di SDN Tambak Aji 05
Semarang, serta selalu mengupayakan adanya dokumentasi pada setiap kegiatan Gugusdepan.
 Selalu berperan aktif dalam membantu kegiatan di Sekolah.

5). Bidang Sarana Fisik


 Mengadakan Perbaikan barang dan perlengkapan kepramukaan yang rusak.
 Menambah barang – barang invetaris secara bertahap.

B. PELAKSANAAN PROGRAM

Rencana tolak ukur yang ingin dicapai sesuai dengan waktu pelaksanaan, penyusun membagi
rencana pelaksanaan intervensi di masyarakat menjadi tiga yaitu :
 Rencana Pelaksanaan jangka Pendek yaitu Kegiatan yang dilaksanakan dalam jangka waktu 1
tahun
 Rencana Pelaksanaan jangka menengah yaitu kegiatan yang dilaksanakan dalam jangka waktu
1-3 tahun
 Rencana pelaksanaan jangka panjang yaitu kegiatan yang dilaksanakan dalam jangka waktu 3-5
tahun

C. KETERCAPAIAN PROGRAM
Setelah mengembangkan dan mengintegrasikan 18 nilai-nilai karakter bangsa ke dalam
kegiatan pramuka di gudep SD Tambak Aji 05 Semarang. Serangkaian kegiatan pramuka yang
sudah dilaksanakan dengan mengembangkan dan mengintegrasikan 18 nilai-nilai karakter
bangsa ke dalam kegiatan pramuka di Gudep 07.057-07.058 yang berpangkalan SDN Tambak
Aji 05 Semarang hasilnya ternyata sangat memuaskan.

Hal tersebut dapat dilihat pada tabel hasil pemecahan masalah di bawah ini:

TABEL PEMECAHAN MASALAH


NO ASPEK YANG DIAMATI Kondisi Awal (%) Kondisi Akhir (%)
1 Jumlah siswa yang aktif latihan
75 % 90 %
Pramuka
2 Jumlah Pembina yang aktif membina 73 % 80 %
3 Pemanfaatan lokasi kegiatan 50 % 80 %
4 Program latihan yang sendiri hanya
pada penggalian aspek kognitif, afektif, 60 % 85 %
dan psikomotor
5 Pembina yang ikut dalam KMD dan
1% 2%
KML
6 Kontrol orang tua terhadap
75 % 90 %
penyimpangan perilaku saat di rumah
7 Terintegrasinya pendidikan nilai
karakter bangsa dalam penyusunan 75 % 90 %
program-program latihan
8 Kondisi kesibukan orang tua siswa yang
mendukung pembentukan karakter 73 % 90 %
siswa
9 Dampak positif kemajuan IPTEK yang
mendukung pembentukan karakter 50 % 80 %
siswa
10 Administrasi dan Kesekretariatan 50 % 80 %
Tabel di atas menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hal mengembangkan dan
mengupayakan pembentukan karakter siswa di SDN Tambak Aji 05 Semarang.

Hal ini terlihat dari hasil pengamatan yang menunjukkan peningkatan keberhasilan yang
dilakukan oleh Pembina dalam mengembangkan dan mengintegrasikan 18 nilai-nilai karakter
bangsa dalam kegiatan Pramuka. Aspek-aspek yang diamati yaitu:
1. Jumlah siswa yang aktif latihan dari 75 % menjadi 90 %.
2. Jumlah Pembina yang aktif dari 73 % menjadi 80 %.
3. Pemanfaatan lokasi kegiatan dari 50 % menjadi 80 %.
4. Program latihan yang sudah menggali aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dari 60 % menjadi
85 %.
5. Pembina yang ikut KMD dan KML dari 1 % menjadi 2 %
6. Kontrol orang tua terhadap penyimpangan perilaku saat di rumah dari 75% menjadi90%.
7. Terintegrasinya pendidikan nilai karakter bangsa dalam penyusunan program-program latihan
dari 75 % menjadi90 %.
8. Kondisi kesibukan orang tua siswa yang mendukung pembentukan karakter siswa dari 73%
menjadi 90 %.
9. Dampak positif kemajuan IPTEK yang mendukung pembentukan karakter siswa dari 50 %
menjadi 80 %.
10. Administrasi dan Kesekretariatan berangsur – angsur telah tertata dengan baik dari 50 %
Menjadi 80 %

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembentukan karakter dengan pengembangan


pendidikan nilai-nilai karakter bangsa dapat diupayakan melalui kegiatan Pramuka.

D. KESULITAN YANG DIHADAPI DAN UPAYA PENYELESAIAN


Masa Pengembangan KPD di Gugus depan 07.057-07.058 Pangkalan SD
Negeri Tambak Aji 05Semarang tentu mengalami berbagai macam hambatan-hambatan serta
banyak pula faktor yang mendukung terlaksananya apa yang telah dituangkan oleh saya dalam
Rencana Tindak Lanjut (RTL). Adapun faktor yang menghambat pelaksanaan RTL pada masa
pengembangan KPD ini diantaranya yaitu:
1. Kurangnya media dalam penyampaian materi.
2. Kurangnya buku-buku referensi yang mendukung pelaksanaan kegiatan kepramukaan.
3. Keterbatasan Sumber Daya Manusia akan keterampilan dan pengetahuan kepramukaan secara
utuh dan benar.
4. Waktu pengembangan yang relatif singkat sehingga proses evaluasi terhadap tindak lanjut dari
RTL yang telah dibuat masih dirasa belum dapat dianalisis secara utuh.
Sedangkan ada berbagai faktor yang tentunya mendorong terlaksananya RTL yang telah
dibuat pada masa pengembangan KPD di Gugus depan 07.057-07.058 Pangkalan SD
Negeri Tambak Aji 05 Semarang adalah sebagai berikut:
1. Antusiasme peserta didik Gerakan Pramuka di SD Negeri Tambak Aji 05 Semarang , terutama
anak-anak usia penggalang yang baru merasakan kegiatan Pramuka lagi.

2. Dukungan masyarakat sekitar dan orang tua peserta didik yang pada umumnya mendukung
kegiatan Kepramukaan sebagai kegiatan positif yang berdampak baik bagi anak-anaknya.

BAB IV
PENUTUP
A. SIMPULAN

Dari masa pengembangan KPD yang telah saya lakukan di Gugus


depan 07.057-07.058 Pangkalan SD Negeri Tambak Aji 05 Semarang, banyak
pelajaran yang di dapat. Meskipun secara formalitasnya masa Pengembangan adalah masa yang
harus di alami sebagai satu tahapan untuk dinyatakan lulus mengikuti Kursus Pelatih Pramuka
Tingkat Dasar (KPD) yang diselenggarakan di SD-SMP Al Azhar 14 pada bulan Desember 2013.
Laporan Masa Pengembangan KPD ini dibuat sebagai satu pertanggung jawaban moril
untuk mendapatkan tanda kelulusan oleh Ka.Pusdiklat. Dalam hal ini Gugus depan 07.057-
07.058 Pangkalan SD Negeri Tambak Aji 05 Semarang adalah tempat dimana saya melakukan
Masa Pengembangan KPD. Pada masa itu yang saya lakukan adalah menindak lanjuti RTL yang
telah disusun pada akhir kegiatan KPD meliputi pengadministrasian kegiatan di Satuan Pasukan
Penggalang Gugus depan 07.057-07.058 Pangkalan SD Negeri Tambak Aji 05 Semarang.
Sejauh ini apa yang direncanakan pada RTL telah dijalankan, namun tentu memiliki hambatan
yang diantaranya adalah kurangnya media dalam penyampaian materi, kurangnya buku-buku
referensi yang mendukung pelaksanaan kegiatan kepramukaan, keterbatasan Sumber Daya
Manusia akan keterampilan dan pengetahuan kepramukaan secara utuh dan benar serta waktu
pengembangan yang relatif singkat sehingga proses evaluasi terhadap tindak lanjut dari RTL
yang telah dibuat masih dirasa belum dapat dianalisis secara utuh.
Namun dari semua hambatan itu, tetap saja apa yang direncanakan dalam RTL dapat
saya realisasikan meski belum sepenuhnya. Hal itu didukung dengan adanya beberapa faktor
yang mendukung terlaksananya RTL yang direncanakan jauh hari sebelum masa pemantapan
atau masa pengembangan KPD yaitu diantaranya dengan adanya antusiasme peserta didik
Gerakan Pramuka di SD Negeri Tambak Aji 05 Semarang, terutama anak-anak usia penggalang
yang baru merasakan kegiatan Pramuka dan adanya dukungan masyarakat sekitar dan orang
tua peserta didik yang pada umumnya mendukung kegiatan Kepramukaan sebagai kegiatan
positif yang berdampak baik bagi anak-anaknya.

B. SARAN
Dengan berakhirnya masa Pemantapan atau masa Pengembangan KPD, ada beberapa
saran yang saya akan kemukakan yaitu apa yang tertulis di prosedur kegiatan Pemantapan
KPD serasa belum terlaksana sepenuhnya, diantaranya keberadaan konsultan lapangan
yang seharusnya senantiasa memberikan bimbingan.

C. MOTO
Jangan pernah putus asa dan berhenti ketika gagal karena kesuksesan dibentuk oleh
kegagalan dan kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Kepentingan Kwartir Gerakan Pramuka No.107 Tahun 1999, AD / ART Gerakan Pramuka.
2. Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3. Makalah “Kepramukaan dalam abad ke-21 yang penuh tantangan” Drs. H.Edy R. Atmasulistya.
4. Pendidikan Nilai Gerakan Pramuka, Jakarta : Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, 1999.
5. Trianto, 2007, Model-model pembelajaran inovatif.
6. Bahan Pelatihan, 2010, penguatan metodologi pembelajaran berdasarkan nilai-nilai budaya
untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa, Kementrian Pendidikan Nasional. Badan
penelitian dan pengembangan pusat kurikulum.
7. Mencetak Anak Genius, Jamal Mak’mur Asmani
8. Schwartman, 1979, Metode Pembelajaran soemiarti (aktifitas dan bermain)
NARAKARYA 1 DAN NARAKARYA 2

TUGAS-TUGAS NARAKARYA PASCA KMD DAN KML 2012


GERAKAN PRAMUKA KWARTIR CABANG TRENGGALEK

TUGAS-TUGAS NARAKARYA 1 PASCA KMD 2012


TUGAS I
Salam Pramuka,
Kakak-Kakak untuk tugas pertama MP adalah :
1. Membuat Struktur Gugusdepan lengkap
2. Terangkan dengan singkat tugas dan fungsi Ka. Mabigus
3. Siapkan buku administrasi Kakak
 Silahkan dikerjakan di buku tugas
 Apabila mengalami kesulitan konsultasikan dengan Pelatih

TUGAS 2
Penugasan
Narakarya 1
Pasca KMD

Salam Pramuka ,
Para Pembina yang telah mengkuti KMD dan akan mengikuti kejenjang selanjutnya yaitu KML hendaknya mengikuti
kegiatan Masa Pengembangan/Narakarya 1. Maksud dan tujuannya adalah mengimplementasikan ilmu yang diperoleh
dari KMD.
Semoga pengalaman yang telah Kakak alami dapat menambah wawasan guna meningkatkan diri dan adik didik kakak
dalam menimbah ilmu kepramukaan.

Untuk tugas pertama Narakarya 1 ini adalah sbb :


1. Kakak baca Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tahun 2009 pahami
dengan seksama.
2. Cari Salah satu Bab dan Pasal yang menyangku Status Hukum Organisasi Gerakan
Pramuka.
3. Bagaimana menurut Kakak dengan adanya Organisasi yang menyerupai dengan
Gerakan Pramuka.
4. Terangkan sala-satu pasal yang berhubungan dengan tanggungjawab seorang
pembina terhadap dirinya, keluarganya, serta adik didiknya.
 Selamat mengerjakan
 Jangan lupa diskusikan dengan teman kelompokmu
 Konsultasikan dengan pelatih yang telah kakak tunjuk.
TUGAS 3
Salam Pramuka,
Semoga sampai hari ini Kakak tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan
dari Lemdikacab Sidoarjo.
Kakak setiap kali kita sebenarnya digaruskan membuat rencana harian , atau sering kali disebut dengan buku harian.
Untuk apa rencana di buat, yaitu untuk mengetahui sampai sebarapakan kita dalam satu hari menkjalankan aktifitas.
Dengan demikian kita dapat mengevaluasi apakag kita telah berhasil atau belum untuk mencapai suatu tujuan.

Nah, sekarang Kakak silahkan mengerjakan tugas berikut ini


1. Buatlah Program/Rencana Kerja Gugusdepan yang kakak Bina selama satu tahun.
2. Dari Program satu tahun Kakak Buat Program Kerja Triwulan .
3. Dari Program kerja tri wulan Kakak buat program kegiatan mingguan, dilengkapai
dengan waktu, tempat kegiatan, alat bantu membina yang digunakan,
 Selamat mengerjakan
 Jangan lupa diskusikan dengan teman kelompokmu
 Konsultasikan dengan pelatih yang telah kakak tunjuk.

Sekretariat Pusdiklatcab Trenggalek

Ditengah tengan hutan


Dibawa langin biru
Tenda terpancang di tiup sang bayu

Api menjilat jilat


Terang rimbah raya
Membawa kelana dalam impian

Dengarlah-dengarlah
Sayup sayup
Suara nan merdu memecah alam
Jauhlah dari kampung
Turuti kata hati
Guna bakti pada bunda pertiwi
TUGAS 4
Penugasan
Narakarya 1
Pasca KMD

Salam Pramuka ,
Setiap kali mau mengadakan kegiatan Pramuka pastila di dahului dengan pembuatan proposal. Karena dengan proposal
sistimatika kegiatan terlihat jelas dari administrasi samapai dengan Rencana kegiatan.

Tugas kali ini Kakak. Dimohon untuk membuat Kegiatan pramuka dengan pilihan sebagai berikut ;
1. Pesta Siaga tingkat Kwartir Ranting *)
2. Jambore Ranting *)
3. Perkemahan Wira Karya Ranting *)
4. Buatlah Surat Edaran ke Gugusdepan
5. Buatlah Surat Ijin Tempat/Lokasi
Keterangan :
*). Pilih salah satu

 Selamat mengerjakan
 Jangan lupa diskusikan dengan teman kelompokmu
 Konsultasikan dengan pelatih yang telah kakak tunjuk.

Sekretariat Pusdiklatcab Trenggalek

TUGAS-TUGAS MP PASCA KML


PENUGASAN 1
MP KML 2010
Judul : Pendidikan Progresif untuk Kepramukaan abad 21
Tujuan : Setelah ini para peserta dapat menjelaskan tentang Pendidikan Progresif untuk Kepramukaan dan
Kepramukaan abad 21
Tugas :
1. Baca ” Kepramukaan Merupakan Pendidikan Progresif ” dan Kepramukaan abad
21
2. Analisa dan apa yang dimaksud keduanya
3. Tuangkan kasil analisamu dalam buku tugas
4. Konsultasikan dengan Pelatih yang ditunjuk

PENUGASAN 2
MP KML 2010
Judul : Program Kegiatan Peserta Didik ( Prodik )
Tujuan : Peserta dapat menyusun Program Kegiatan Peserta didik bersama – sama dengan Peserta didik dan dapat
mengaplikasikan di Satuannya
Sasaran :
1.Menyusun Prodik yang dibutuhkan peserta didik.
2.Menyusun Prodik yang menjaman
3.Melaksanakan Prodik dengan konsisten
4.Menyusun Prodik yang Progresif
Tugas:
1. Buatlah Program Kegiatan Satuan Kakak selama 6 (enam) bulan kedepan
2. Konsultasikan dengan semua unsur satuan di gugusdepan
3. Cakupan Prodik terdiri dari :
-Kapan ada ujian SKU, Kapan ada pelantikan, Kapan Penyematan TKK, Kapan
mengadakan kunjungan Satuan ke Gugusdepan lain, kapan siap menerima
kunjungan konsultan MP, serta unsur-unsur lain.
4. Lihatlah kembali “ Prodik” KMD
5. Bila mengalami kesulitan konsultasikan dengan Pelatih Konsultan Kakak .
6. Buatlah 3 lembar, 1 untuk buku tugas, 1 untuk Satuan Kakak, 1 untuk Gugusdepan
Kakak.
Prodik yang Kakak buat harus di syahkan oleh Pembina Gudep dan Mabigus.

PENUGASAN 3
MP KML 2010
Judul : Merencanakan kegiatan Satuan ( kegiatan Besar )
Tujuan : Peserta MP mampu merencanakan suatu kegiatan besar bagi Satuan
Sasaran : Peserta MP dapat :
1.Kemampuan untuk menerapkan Satya Darma bagi Pramuka
2.Kemampuan menyalurkan kegemaran berlomba para Pramuka.
3.Kemampuan membina, ,mengembangkan mental / fisik, moral, intelektual,emosional dan sosial bagi para Pramuka.
4.Mampu mengembangkan rasa percaya diri.
5.Kemampuan merencanakan suatu kegiatan besar bagi para Pramuka.
Tugas :
1. Buatlah suatu rencana / proposal kegiatan besar :
Lomba Tingkat I (LT 1) untuk Penggalang
Raimuna Ambalan selama se hari untuk Penegak
2. Proposal bersifat menyeluruh yang memuat
- Pendahuluan
- Susunan Panitia
- Sasaran
- Jadwal Perencanaan
- Dasar dan Moto
- Jadwal Kegitan
- Waktu dan Tanggal
- Persyaratan Peserta
3. Diskusikan dengan kelompok Kakak atau Pelatih yang Kakak inginkan
4. Tulis dalam buku tugas dan Presentasikandi hadapan Pelatih dan peserta MP
lainnya.
PENUGASAN 4
MP KML 2010
Judul : Membaca buku “ MEMANDU UNTUK PUTRA” atau Scouting for boys karangan Boden Powell
Tujuan : Agar peserta MP, memahami mengetahui latar belakang keinginan Baden Powell untuk memberikan
Kepramukaan kepada anak dan Pemuda Inggris
Sasaran : Peserta MP dapat :
1.Memahami logika Boden Powell
2.Memahami obsesi Boden Powell yang sampai jaman modern ini masih juga relevan untuk dilaksanakan
3.Menjiwai benar maksud Boden Powell
4.Mengevaluasi kelemahan / kekurangan pada saat dilaksanakan.

Tugas :

1.Baca buku acuan Dasar Kepramukaan “MEMANDU UNTUK PUTRA/ SCOUTING FOR BOYS”
2.Kakak dapat meminjam di Perpustakaan umum atau membeli buku tersebut sendiri.
3.Buatlah sinopsisnya
4.Apa kesan Kakak terhadap buku tersebut dan juga terhadap Boden Powell ?
5.Tulis dalam buku tugas Kakak.dan presentasikan di depan Pelatih atau peserta MP lainnya
6.Diskusikan dengan kelompok Kakak atau Pelatih yang Kakak inginkan
PENUGASAN 5
MP KML 2010
Judul : “KOMUNIKASI DALAM PERMAINAN”
Tujuan : Peserta memiliki kemampuan mengimplementasikan komunikasi dalam permainan yang dilakukan pada acara
latihan
Sasaran : Peserta MP dapat
1. Mencitakan permainan untuk kegiatan satuan yang berintikan “KOMUNIKASI”
2. Melaksanakan permainan yang telah direncanakan
3. Mengevaluasi kelemahan / kekurangannya pada saat dilaksanaan

Tugas :
1. Buatlah dua macam permainan untuk Penggalang dan dua macam permainan
untuk Penegak yang dapat dilaksanakan padaacara latihan satuan yang bertemakan
“ KOMUNIKASI “
2. Tulislah dengan jelas kegiatan apa, bagaimana cara melaksanakannya, siapa yang
melaksanakan, bagaimana partisipasi peserta didik.
3. Permainan yang kakak buat tidak menyimpang darii Prodik satuan Kakak.
4. Kakak dapat berdiskusi dengan kelompokatau dengan konsultan / Pelatih yang
Kakak inginkan
5. Tulis dalam buku tugas Kakak
6. Presentasikan tugas Kakak didepan peserta MP lainnya.

PENUGASAN 6
MP KML 2010
Judul : KOMPETENSI
Tujuan : Agar peserta MP memahami, menghayati, bahwa menjadi Pembina Mahir bukanlah hal yang ringan
Sasaran : Peserta MP dapat :
1.Menjadi Pembina Mahir yang berkualitas
2.Pembina Mahir yang memiliki kecerdasan intelektual,emosional dan spiritual yang memadai
3.Menjadi Pembina Mahir yang dapat dijadikan Panutan, utamanya bagi peserta didik dan Pembina.

Tugas :
1. Memahami dan menghayati lagi materi / bahan serahan KMD / KML
2. Jawablah pertanyaan sebagai berikut:
Pembina Mahir yang bagaimana yang diharapkan dalam Keputusan Ka. Kwarnas
Gerakan Pramuka No. 090 Tahun 2001
Jujurlah pada diri sendiri, apakah Kakak sudah seperti yang diharapkan seperti itu
?
Bila Kakak menjawab pertanyaan 2.2. dengan jawaban “ SUDAH” tulislah
kemampuan apa saja yang Kakak miliki.
Bila Kakak menjawab “BELUM” tulislah apa kekurangan Kakak dan bagaimana
mengatasi kekurangan itu
Dari sisi altitude, benarkah Kakak sudah memiliki nilai sebagaimana yang
diharapkan ? bila sudah, kualitas nilai apa yang Kakak miliki dan bila belum
bagaiman memperbarui nilai yang Kakak miliki
3. Tulis jawaban pada buku tugas
4. Kakak dapat berdiskusi dengan kelompok Kakak, konsultan atau Pelatih lain yang
Kakak inginkan.

PENUGASAN 7
MP KML 2010
Judul : Membaca buku “ MENGEMBARA MENUJU BAHAGIA” atau ROVERING TO SUCCES karangan Boden
Powell
Tujuan : Agar peserta MP dapat:
1.Memahami, menghayati pikiran-pikiran Boden Powell
2.Mengimplementasikan pikiran-pikiran Boden Powell di satuannya masing-masing.
3.Mengambil intisari pikiran-pikiran Boden Powell

Sasaran : Peserta MP dapat :


Membaca, memahami, menghayati, mengambil pikiran-pikiran Boden Pwell dan dapat menimplementasikan dalam
kegiatan satuan.

Tugas :

1.Baca buku acuan Dasar Kepramukaan “Menuju Bahagia atau Roverng To success
2.Kakak dapat meminjam di Perpustakaan umum atau membeli buku terSebut sendiri.
3.Kakak dapat berdiskusi dengan kelompok, atau onsultasi dengan Pelatih Konsultan atau pelatih lain yang Kakak
inginkan
4.Jawablah Pertanyaan berikut :
a.Apa kesan Kakak tentang Buku itu
b.Apa kesan Kakak tentang Boden Powell
c.Buatlah sinopsisnya
d.Tulis semua jawaban pada buku tugas
PENUGASAN 8
MP KML 2010
Judul : Scouting Skill
Tujuan : Peserta dapat melaksanakan sendiri Scouting Skill di Satuan
Sasaran : Peserta MP dapat :
1.Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi salah satu kegiatan scouting skill disatuan.
2.Menyiapkan Peserta didik agar mempunyai kemampuan yang sama.
3.Menyadari pentingnya scouting skill dalam pengembangan diri peserta didik

Tugas : Salah satu kegiatan scouting skill adalah baris berbaris dan bentuk – bentuk barisan. Bentuk-bentuk barisan
antara lain , lingkaran, angkare, saf, lomba, anak panah, setengah lingkaran. Bila Kakak membina Perindukan / Pasukan
/ Ambalan yang terdiri dari 5 (lima) barung/ Regu/ sangga.:

1. Dimana posisi masing-masing satuan kecil tersebut dalam setiap bentuk barisn diatas.
2. Bagaimana aba-aba atau tanda yang Kakak berikan untuk masing-masing bentuk ?
3. Sebutkan posisi barung / regu / sangga n0 1 dan n0. 5 untuk tiap bentuk ?
4. Agar jelas gambarlah, dan tunjukkanposisinya.
5. Carilah literatur yang yang diperlukan atau berdiskusilah dengan kelompok Kakak, atau
6. Konsultasikan dengan Pelatih Konsultan atau Pelatih yang Kakak inginkan.
7. Tulis Jawaban dibuku tugas.
PENUGASAN 9
MP KML 2010
Judul : Api Unggun
Tujuan : Peserta dapat merencanakan kegiatan Api Unggun untuk Pramuka di Satuan
Sasaran : Peserta MP dapat :
1.Merencanakan, kegiatan Api unggun yang berkesan bagi para Pramuka
2.Menyusun acara Upacara Pembukaan dan Penutupan Api Unggun
3.Menciptakan suasana yang riang gembira dalalm kegiatan api unggun
Tugas :

1.Susunlah Urutan acara


a.Upacara Pembukaan Api unggun di Satuan Kakak yang tidak berbahaya tetapi amat mengesankan.
b.Acara kegiatan Api Unggun
c.Upacara Penutupan Api unggun
2.Api unggun yang di maksud adalah menggunakan kayu
3.Lihatlah referensinya di buku KMD / KML / buku lain.
4.Diskusikan dengan kelompok Kakak, konsultasikan dengan Pelatih konsultan atau Pelatih yang Kakak inginkan.
5.Tulis di buku tugas
PENUGASAN 10
MP KML 2010
Judul : Management Skill
Tujuan : Peserta MP Memiliki kemampuan merencanakan kegiatan yang menjaman dan dibutuhkan Pramuka
Satuannya
Sasaran :
1. Merencanakan kegiatan di satuan diluar kegiatan latihan rutin
2. Menciptakan kegiatan yang menarik untuk satuannya

Tugas :

1. Rencanakan kegiatan PERSARI (Perkemahan Sehari) , untuk salah satu Golongan


2. Hanya susunan acara dengan Silabus sbb:
SASARAN LANGKAH
No. WAKTU KEGIATAN PETUGAS PESERTA KETERANGAN
KEGIATAN KEGIATAN

1.

2.

3.

.....
3. Kakak dapat berdiskusi dengan kelompok Kakak, atau dengan Pelatih
4. Konsultan atau Pelatih yang Kakak inginkan.
PENUGASAN 11
MP KML 2010
Judul : Membina Satuan
Tujuan : Agar Peserta MP memiliki dan dapat menghayati sistem Pendidikan dalam Kepramukaan
Sasaran : Agar peserta MP dapat
1. Memiliki kemampuan membina satuan dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan
2. Mampu Menciptakan kegiatan Satuan dilatar belakangi dengan kemampuan Learning to Live (Mencari Nafkah
untuk Hidup)
Tugas : Salah satu upaya mencapai tujuan Gerakan Pramuka adalah mendasari semua kegiatan yang dilakukan Pembina
dengan Prinsip Dasar dan Metode Gerakan Pramuka
Salah satu hal kecil dari sistem yang Besar adalah Learning to Live untuk semua Golongan :
1. Buatlah 3 (tiga) Kegiatan yang mengarah Kepada Learning to Live tersebut.
2. Pakai sistematika
NAMA SASARAN LANGKAH
No. GOLONGAN KETERANGAN
KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN

1.

2.

3.

.....
3. Diskusikan dengan kelompo |Kakak, konsultasikan dengan Pelatih Konsultan atau Pelatih yang lain
4.Tulis di buku tugas