Anda di halaman 1dari 7

Job sheet

Nama pratikum : oksigenasi

Unit : keterampilan dasar pratikum klinik

Waktu : 100 menit

Objetif Prilaku Siswa


Setelah mempelajari job sheet

1. Mahasiswa/i mampu mempersiapkan alat dan bahan dalam melakukan pemasangan


oksigenasi secara individu dengan benar
2. Dengan menggunakan phantom mahasiwa/i mampu mendemonstrasikan cara melakukan
pemasangan oksigenasi secara berurutan dan benar sesuai job sheet.

Petunjuk
1. Baca danpelajari jobsheet yang tersedia
2. Siapkan alat sebelum tindakan di mulai
3. Ikitilah petunjuk instruktur
4. Tanyakan pada pembimbing bila terdapat hal – hal yang kurang mengerti.

Referensi
http://www.scribd.com/doc/pemenuhan-kebutuhan-oksigenasi-ppt
http://elearning.poltekkes-
mks.ac.id/pluginfile.php/9444/mod_resource/content/1/MODUL%20PEMENUHAN%20
KEBUTUHAN%20OKSIGEN.pdf

https://id.scribd.com/doc/244377817/Pemberian-Oksigen-Dengan-Nasal-Kanul-Dan-Masker

Keselamatan Kerja
1. Pastikan privasi klien benar – benar terjaga
2. Lakukan pencegahan infeksi dengan mencuci tangan sebelum melakukan pemasangan
oksigenasi
3. Gunakan sarung tangan untuk mencegah infeksi
Dasar Teori
A. Pengertian
Oksigenasi adalah proses penambahan O2 ke dalam sistem (kimia atau fisika).
Oksigen (O2) merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan
dalam proses metabolism sel. Sebagai hasilnya,terbentuklah karbon
dioksida,energy,dan air. Akan tetapi,penambahan CO2 yang melebihi batas normal
pada tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktivitas sel
(Guyton & Hall, 2007).
Pemenuhan kebutuhan oksigen adalah bagian dari kebutuhan fisiologis
menurut hirarki Maslow. Kebutuhan oksigen diperlukan untuk proses kehidupan.
Oksigen sangat berperan dalam proses metabolism tubuh. Kebutuhan oksigen dalam
tubuh harus terpenuhi karena apabila kebutuhan oksigen dalam tubuh berkurang maka
akan terjadi kerusakan pada jaringan otak dan apabila hal tersebut berlangsung lama
akan terjadi kematian. Sistem yang berperan dalam proses pemenuhan kebutuhan
adalah sistem pernafasan,persyarafan,dan kardiovaskuler (Somantri, 2008).

B. Tujuan
1. Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien
2. Untuk mengatasi hipoksemia/hipoksia
3. Sebagai tindakan pengobatan
4. Untuk mempertahankan metabolisme

C. Indikasi
1. Penderita dengan kelumpuhan otot pernafasan
2. Penderita dengan narkose umum
3. Penderita dengan trauma paru
4. Hipoksemia/hipoksia

D. Kontraindikasi
Tidak ada kontaindikasi absolute :
1. Kanul nasal/ nasal prong : jika ada obstruksi nasal
2. Kateter nasal : jika ada fraktur dasar terngkorak kepala,trauma maksilofasial, dan
obstruksi nasal
3. Sungkup muka dengan kantong rebreathing : pada pasien dengan PaCO2 tinggi, akan
lebih meningkt kadar PaCO2nya lagi.
Alat Dan Bahan
1. Tabung oksigen berisi lengkap dengan flowmeter & humidifier yang berisi aquades
hingga batas pengisian
2. Kanul nasal
3. Tissue
4. Kassa steril
5. Bengkok
6. Plester
7. Handscoon
8. Bengkok

Hal – Hal Yang Perlu Di Perhatikan


1. Kanul tersumbat atau terlipat
2. Tabung pelembab kurang / cukup terisi air
3. O2 sudah tidak mencukupi
4. Mengkaji kondisi klien secara teratur
5. Mendokumentasikan prosedur

Jenis-jenis masker
a) Simple face mask mengalirkan oksigen konsentrasi oksigen 40-60% dengan kecepatan
aliran 5-8 liter/menit.
b) Rebreathing mask mengalirkan oksigen konsentrasi oksigen 60-80% dengan kecepatan
aliran 8-12 liter/menit. Memiliki kantong yang terus mengembang baik, saat inspirasi
maupun ekspirasi. Pada saat inspirasi, oksigen masuk dari sungkup melalui lubang antara
sungkup dan kantung reservoir, ditambah oksigen dari kamar yang masuk dalam lubang
ekspirasi pada kantong. Udara inspirasi sebagian tercampur dengan udara ekspirasi
sehingga konsentrasi CO2lebih tinggi daripada simple face mask.
 Indikasi : Klien dengan kadar tekanan CO2 yang rendah.
c) Non rebreathing mask mengalirkan oksigen konsentrasi oksigen sampai 80- 100%
dengan kecepatan aliran 10-12 liter/menit. Pada prinsipnya, udara inspirasi tidak
bercampur dengan udara ekspirasi karena mempunyai 2 katup, 1 katup terbuka pada saat
inspirasi dan tertutup saat pada saat ekspirasi, dan 1 katup yang fungsinya mencegah
udara kamar masuk pada saat inspirasi dan akan membuka pada saat ekspirasi.
 Indikasi : Klien dengan kadar tekanan CO2 yang tinggi. Persiapan 1. Pasien :
Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan ( bila sadar dan
diatur dalam posisi semi fowler 30 - 45 cm atau fowler( 45 - 60 cm ).
d) Nasal Kanul / Binasal kanula
 Cara pemasangan :·
 Terangkan prosedur pada klien·
 Atur posisi klien yang nyaman(semi fowler)·
 Atur peralatan oksigen dan humidiflier·
 Hubungkan kanula dengan selang oksigen ke humidiflier dengan aliran oksigeny
ang rendah
 ,beri pelicin(jelly) pada kedua ujung kanula.·
 Masukan ujung kanula ke lubang hidung·
 Fiksasi selang oksigen·
 Alirkan oksigen sesuai yang diingiinkan.
Keuntungan·
 Toleransi klien baik·
 Pemasangannya mudah·
 Klien bebas untuk makan dan minum·
 Harga lebih murah
Kerugian·
 Mudah terlepas·
 Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen lebih dari 44%·
 Suplai oksigen berkurang jika klien bernafas lewat mulut·
 Mengiritasi selaput lender, nyeuri sinus
Prosedur Kerja
No. Langkah Gambar
1. Pengkajian Awal
1. Salam terapeutik

2. Jelaskan prosedur kepada klien

3. Cuci tangan

4. Siapkan kanul nasal dengan 1 set tabung oksigen

5. Hubungkan kanul nasal dengan flowmeter pada tabung


oksigen
6. Cek fungsi flowmeter dengan memutar pengatur
konsentrasi oksigen & mengamati adanya gelembung
udara dalam humidifier
7. Cek aliran oksigen dengan cara mengalirkan oksigen
lewat kanul nasal kepunggung tangan perawat
8. Pasang kanul nasal kelubang hidung klien dengan
tepat

9. Atur pengikat kanul nasal dengan benar, jangan terlalu


kencag atau kendur
10. Atur aliran oksigen sesuai kebutuhan
11. Alat – alat dikembalikan ke tempat semula

12. Cuci tangan

13. Mengakhiri tindakan dengan mengucapkan salam


kepada klien

14. Kontak waktu selanjutnya

Evaluasi
Respon pasien selama 15 menit setelah dilakukan tindakan pemasangan therapy oksigen

Anda mungkin juga menyukai