Anda di halaman 1dari 78

DIAGNOSIS AKUPUNKTUR

Purwanto
Prodi D-IV Akupunktur
Risna Widowati
Jurusan Akupunktur
Politeknik Kesehatan Surakarta Maria Dewi Ch.
LembarPersetujuan
Modul berjudul

“Diagnosis Akupunktur ”
ini telah diperiksa, dan mendapatkan persetujuan dan pengesahan dari
Tim Editor Modul Pembelajaran
di Prodi D-IV Jurusan Akupunktur, Politeknik Kesehatan Surakarta

Disahkan tanggal_______________________2018

Direktur Poltekkes Surakarta, Ketua Jurusan Akupunktur

Satino, SKM.,M.Sc.N Sri Yatmihatun, SKep., Ns., M.Sc.


NIP. 196101021989031001 NIP.196505301988032001

i|Halaman
KATA
PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah senantiasa penulis panjatkan atas limpahan rahmat dan hidayah-
Nya sehingga Modul Perkuliahan ini dapat terselesaikan dengan baik.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya
pada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan berupa arahan dan dorongan yang
sangat berarti sejak dari persiapan sampai dengan terselesainya penulisan modul
pembelajaan Diagnosa Akupunktur ini. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terimakasih
dan penghargaan kepada :
1. Sri Yatmihatun, S.Kep.,Ns.,M.Sc selaku. Ketua Jurusan Akupunktur yang telah
memberikan rekomendasi kepada penulis untuk merencanakan pembuatan modul
Diagnosa Akupunktur ini
2. Teman sejawat, staf Jurusan Akupunktur dan berbagai pihak yang telah memberikan
dukungan moril dan spiritual.
Tak ada gading yang tak retak, mungkin dalam penulisan modul ini masih ada beberapa
kesalahan yang penulis lakukan dengan tidak sengaja. Untuk itu, penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan modul di masa yang akan datang

Surakarta, Februari 2018


Penulis.

ii | H a l a m a n
DAFTAR
ISI

Lembar Persetujuan ............................................................................................i


Kata Pengantar .............................................................................................. ii
Daftar Isi ........................................................................................................ iii
Pendahuluan ................................................................................................. iv
Kegiatan Belajar I : Metode Diagnosis ..................................................... 1
Pengamatan (Wang) .......................................................................... 2
Pengamatan Seluruh tubuh ............................................................... 2
Pengamatan Shen .............................................................................. 2
Pengamatan Kompleksi ..................................................................... 5
Pengamatan Tubuh ........................................................................... 8
Pengamatan Postur tubuh ................................................................ 9
Pengamatan Kepala dan rambut ...................................................... 10
Pengamatan 5 Panca Indera .............................................................. 12
Pengamatan Mata.............................................................................. 12
Pengamatan Telinga........................................................................... 13
Pengamatan hidung ........................................................................... 14
Pengamatan Mulut dan Bibir ............................................................. 14
Pengamatan Ekskreta ........................................................................ 15
Pengamatan Lidah ............................................................................. 17
Rangkuman Materi Kegiatan Belajar I ............................................... 24
Tes Mandiri Kegiatan Belajar I ........................................................... 25

iii | H a l a m a n
PENDAHULUAN
Standar Kompetensi
Dengan mempelajari modul ini mahasiswa mampu menjelaskan 4 cara pemeriksaan.

Kompetensi Dasar
1. Mampu melakukan pemeriksaan fisik inspeksi
2. Mampu melakukan pemeriksaan mendengar dan membau
3. Mampu melakukan pemeriksaan anamnesis
4. Mampu melakukan pemeriksaan fisik palpasi

Tujuan Pembelajaran
Pembelajaran ini bertujuan agar mahasiswa mampu:
1. Melakukan pengamatan shen, se dan singtay
2. Melakukan pemeriksaan mendengar dan membau
3. Mampu melakukan anamnesa secara komprehensif
4. Mampu melakukan palpasi terhadap pasien
5. Menjelaskan hasil analisis 4 cara pemeriksaan

Kegiatan Belajar
Dalam modul ini dibagi dalam 4 sub kegiatan pembelajaran yaitu:
1. Pengamatan (Wang)
2. Mendengar dan Memau (Wen)
3. Anamnesa (Wun)
4. Palpasi (Cie)

Petunjuk Belajar
1. Mahasiswa diminta untuk membaca keseluruhan materi satu-persatu, berurutan dari
depan ke belakang.
2. Pada akhir setiap Kegiatan Belajar akan dijumpai beberapa soal tes mandiri; dengan
mempergunakan pengetahuan yang sudah didapatkan dari bacaan-bacaan sebelumnya,

iv | H a l a m a n
mahasiswa diharapkan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan jawaban
yang tepat.
3. Nilai yang didapatkan pada tes mandiri menjadi dasar pengetahuan mahasiswa untuk
melanjutkan ke Kegiatan Belajar selanjutnya; kunci jawaban tes mandiri tersedia di
bagian akhir modul ini.

v|Halaman
KEGIATAN BELAJAR – I
Tujuan Pembelajaran
Pengantar Umum
METODE DIAGNOSIS Setelah mempelajari hal-
Metode Diagnosis merupakan metode yang digunakan hal yang dipaparkan
untuk mengumpulkan data yang terkait dengan kondisi
kegiatan belajar ini,
pathologis, yang meliputi pengamatan (wang), mendengarkan
Anda diharapkan untuk
dan membau (wen), anamnesa (wun) dan perabaan & perabaan
mampu memahami dan
nadi (cie).
menjelaskan kembali
Pengamatan berarti memeriksa manifestasi external dan
hal-hal yang berkaitan
ekskreta; mendengarkan dan membau berarti memeriksa suara
bicara, nafas, dan bau pasien; anamnesa berarti mencari tahu dengan 4 cara

tentang terjadinya suatu penyakit, perkembangan penyakit dan pemeriksaan


terapi / pengobatan penyakit serta gejala-gejala yang muncul Tujuan Pembelajaran
dan informasi lain yang relevan terhadap penyakit dengan cara Khusus
bertanya kepada pasien atau orang yang menemani pasien Untuk mencapai tujuan
berobat; perabaan berarti memeriksa nadi dan area lain yang pembelajaran di atas,
terkait dengan pasien.
Anda akan mempelajari:
Tubuh manusia merupakan kesatuan organik. Dibawah
1. Apakah metode
kondisi yang kurang fit, perubahan pathologis lokal bisa saja
diagnosis itu?
mempengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Perubahan
2. Bagaimana
pathologis internal dapat dimanifestasikan melalui 5 organ
melakukan 4
sensoris, keempat ekstremitas dan bagian superficial tubuh.
Dengan memeriksa gejala dan tanda penyakit, hal ini berarti pemeriksaan?

bahwa dengan empat metode diagnostik, kita sudah dapat 3. Apa sajakah yang
memahami penyebab penyakit dan menganalisis pathogenesis diperiksa pada
penyakit sebagai bukti untuk menentukan terapi berdasarkan pengamatan
differensiasi sindrom. (wang)?
Empat metode diagnostik (4 cara pemeriksaan) digunakan 4. Bagaimana analisis
untuk memeriksa penyakit dari sudut yang berbeda-beda tetapi
dari pemeriksaan
keempat-empatnya tidak dapat menggantikan satu sama lain
wang?
dalam diagnosis. Sehingga dalam klinik, empat cara pemeriksaan
Selamat belajar!
harus dikombinasikan untuk mendapatkan pemahaman yang

1|Halaman
Kegiatan Belajar – I

sistemik terhadap penyakit dan untuk memastikan analisis yang komprehensif serta diagnosis yang
akurat.

INSPECTION (PENGAMATAN / WANG)


Inspection berarti seorang akupunkturis menggunakan mata untuk memeriksa vitalitas (shen),
kompleksi wajah, bentuk dan postur tubuh pasien secara keseluruhan atau pengamatan daerah lokal
yang meliputi warna, kuantitas dan tekstur ekskretanya dengan tujuan untuk memahami kondisi
pathologis pasien.
Inspection merupakan metode yang mudah dan penting dalam mendiagnosis penyakit. Hal ini tidak
hanya memudahkan akupunkturis untuk mendapatkan data yang dibutuhkan tetapi juga membantu
melacak lebih lanjut dalam diagnosis. Oleh karena itu, seorang akupunkturis harus tajam dalam
observasi klinik.
Inspection harus dilakukan dalam tempat yang cahayanya terang, khususnya cahaya natural. Jika
dilakukan pada cahaya lampu, harus berhati-hati untuk menghindari pengaruh cahaya lampu itu
sendiri.
Rentang inspeksi itu sangat luas, meliputi seluruh aspek yang bisa dilihat dengan mata telanjang.
Pada umumnya, aspek pengamatan itu meliputi seluruh tubuh, daerah lokal dan lidah.

1. Pengamatan seluruh tubuh


Disebut juga dengan pengamatan general, yaitu memeriksa semangat (shen), kompleksi
wajah, bentuk dan postur seluruh tubuh untuk mendapatkan pemahaman general terhadap
penyakit.

a. Pengamatan shen (semangat / spirit)


Shen merupakan manifestasi general aktivitas kehidupan yang meliputi keadaan
mental dan aktivitas mental. Dasar material shen adalah sari pati/jing (essence). Keberadaan
jing kongenital tergantung pada nutrisi makanan. Jing mendukung berjalannya fungsi normal
viscera dalam fungsinya untuk melindungi. Oleh karena itu, shen dikatakan sebagai
manifestasi eksternal dari kondisi jing viscera. Dengan mengamati shen, kita dapat dengan
mudah memahami apakah jing dalam keadaan cukup atau defisiensi dan apakah fungsi
organ viscera kuat atau lemah. Pemahaman ini sangatlah penting untuk menganalisis apakah
kondisi pasien serius atau tidak, dan apakah prognosis pasien baik dan buruk.
Pengamatan shen difokuskan untuk memeriksa keadaan mental dan kondisi
emosional yang meliputi ekspresi wajah, kompleksi (warna muka), ekspresi mata, cara bicara,
nafas pasien, kondisi fisik pasien dan respon pada rangsangan eksternal, dsb.

2|Halaman
Kegiatan Belajar – I

Pengamatan ekspresi mata sangatlah penting karena jing organ viscera masuk ke
atas sampai mata dan system ocular yang berhubungan dengan otak, dan juga karena mata
merupakan pintu yang berhubungan dengan liver yang diatur oleh jantung (rumah pikiran).
Pengamatan shen bertujuan untuk membedakan apakah shen tergolong
bersemangat, kurang semangat dan hilang semangat. Dengan mengamati shen kita bisa
menentukan keadaan wei qi cukup atau kurang, fungsi organ viscera kuat atau lemah,
kondisi pathologis serius atau tidak dan prognosisnya buruk atau tidak.
SHEN
No. Jenis Shen Manifestasi Menandakan Contoh
1. Adanya kesadaran mental baik, tidak ada Orang sehat
semangat vitalitas normal, ekspresi kerusakan pada
(Shen Baik) wajah natural, kompleksi wei qi, fungsi organ
segar kemerah-merahan, viscera normal,
pergerakan bola mata kondisi pathologis
fleksibel dengan mata yang ringan atau
berbinar dan bersinar, prognosis yang
ekspresi verbal akurat dan baik bahkan pada
bisa menjawab pertanyaan penyakit yang
dengan baik, suara bicara dan serius.
nafas normal, pergerakan
ekstermitas natural dan
normal (tidak ada hambatan)
2. Kurang Shen kesadaran mental baik, tidak konsumsi wei qi pasien tahap
semangat, kompleksi pucat, ringan, fungsi pemulihan
ekspresi mata dangkal, nafas organ viscera pasca sakit
pendek, tidak ada keinginan lemah, penyakit atau pasien
untuk bicara dan suara bicara lebih serius dan dengan
pelan prognosis baik konstitusi
yang lemah
3. Kehilangan tidak semangat, kompleksi - kerusakan biasanya
shen, juga pucat, ekspresi mata sayu, berat pada qi terlihat pada
disebut nafas lemah atau dyspnea, primordial kondisi kronis
penurunan tampak kurus, sulit / malas (yuan qi) dan penyakit
semangat bergerak, respon lambat atau - penurunan serius dangan
(Shen buruk) tidak sadar; koma dengan fungsi organ prognosis
delirium. viscera. yang tidak
- berlebihnya baik dan pada
faktor kondisi kritis
pathogen dan dengan
gangguan serius prognosis
dari viscera yang buruk

3|Halaman
Kegiatan Belajar – I

4. Shen Palsu kompleksi dangkal / pucat adanya penurunan - penyakit


tiba-tiba berubah menjadi Jing dan Yang yang sudah
kemerah-merahan; atau melayang yang lama
tidak semangat, kerusakan diakibatkan oleh - Penyakit
mental dan respon yang gagalnya Yin yang serius
lambat tiba-tiba berubah mengontrol Yang. dan
menjadi antusias tapi dengan Secara klinik kurangnya
keresahan; atau tidak ingin kondisi ini jing secara
bicara, suara pelan dan merupakan tanda- ekstrim
lemah, kata-kata yang tidak tanda deteksi awal dengan
beraturan berubah menjadi sebelum kematian. manifestas
bicara terus-terusan, tetapi i palsu
kata-katanya sederhana yang yang
diulang-ulang bertentang
an dengan
sifat
penyakit.
5. Kerusakan - ekspresi yang acuh tak - gangguan kasus mania
Mental acuh, pendiam dan depresi, jantung oleh
yang kadang diikuti dengan api phlegm
kesurupan, sekarang - angin hati
tertawa dan menangis endogen dan
kemudian yang disebabkan phlegm yang
oleh stagnasi phlegm yang mengacaukan
mengacaukan pikiran; pikiran
manifestasinya seperti
dysphoria, berlari-lari,
berteriak, mengajak
berkelahi orang lain
- tiba-tiba koma, drooling
(liur yang menetes terus),
kejang ekstremitas dan
mengerang seperti babi
atau kambing

b. Pengamatan kompleksi
Pengamatan kompleksi meliputi perubahan warna dan kelembaban kulit wajah. Jing
visceral mengalir ke wajah. Sehingga warna wajah dan kelembabannya merefleksikan jing
visceral. Oleh karena itu pengamatan kompleksi merupakan bagian penting dalam
pemeriksaan.
Warna kulit wajah adalah merah, putih, biru, kuning dan hitam. Perubahan warna
dapat menunjukkan perubahan pathologis viscera pada beberapa kondisi. Kelembaban kulit

4|Halaman
Kegiatan Belajar – I

mengacu pada kulit yang bersinar, lembab, kasar, atau kering yang juga dapat menunjukkan
keadaan jing visceral. Sehingga inspeksi perubahan kulit wajah dapat membantu memahami
keadaan jing visceral, sifat penyakit, kondisi dan perkembangan penyakit.

1) Kompleksi yang normal


Kompleksi yang normal dan sehat adalah yang segar kemerah-merahan,
lembab dan bercahaya. Hal ini mengindikasikan jing viscera yang cukup dan fungsi
viscera yang normal. Karena perbedaan konstitusi, pengaruh iklim dan faktor lingkungan,
kompleksi normal dibagi menjadi kompleksi dominan dan kompleksi variasi.Kompleksi
dominan mengacu pada wana kulit wajah yang tidak pernah berubah karena ras dan
faktor konstitusional.
Kompleksi variasi mengacu pada perubahan warna kulit wajah karena musim
dan iklim. Sebagai contoh : kompleksi cenderung kebiru-biruan saat musim semi,
kemerah-merahan saat musim panas, kekuning-kuningan saat musim panas akhir,
keputih-putihan saat musim kering dan kehitam-hitaman saat musim dingin. Kompleksi
variasi hanya bersifat sementara. Selain itu, minum – minuman keras, latihan dan
olahraga juga bisa mempengaruhi perubahan kompleksi. Tetapi perubahannya bukan
perubahan yang abnormal.

2) Kompleksi Abnormal
Warna kulit wajah yang tampak selama perjalanan penyakit disebut kompleksi
abnormal yang ditandai dengan warna pucat dan kering, atau warna yang bersinar.

 Manifestasi yang baik dan abnormal dari 5 macam warna


Warna cerah dan lembab, tidak peduli warna kulitnya apa, menandakan
penyakitnya ringan, kondisi jing viscera normal, mudah diobati dan prognosisnya
baik.
Sedangkan warna kering dan kusam merupakan warna yang buruk dan
mengindikasikan penyakitnya serius, adanya kerusakan jing visceral, sulit diobati
dan prognosisnya buruk.

 Penyakit yang diindikasikan dengan 5 warna :


Berdasarkan teori TCM dan pengalaman klinik, 5 warna berhubungan dengan
gangguan 5 organ Zang, sebagai contoh : warna biru berhubungan dengan Hati,
warna merah berhubungan dengan jantung, warna putih berhubungan dengan
Paru, warna kuning berhubungan dengan LImpa, dan warna hitam berhubungan

5|Halaman
Kegiatan Belajar – I

dengan Ginjal. Gangguan pada 5 organ Zang dimanifestasikan dengan kompleksi


yang berhubungan dengan warna tersebut.

 Warna merah : warna merah mengindikasikan sindrom panas, juga bisa terlihat
pada sindrom dingin dan sindrom panas palsu.
Warna merah dihasilkan oleh cukupnya darah yang bersirkulasi pada meridian
dan kulit. Dengan panas, darah mengalir dengan cepat. Karena panas itu
cenderung naik dan menyebar, maka meridian dan pembuluh darah berdilatasi
dan menjadi penuh. Oleh karena itu, kompleksi wajah akan terlihat merah.
Wajah yang kemerah-merahan merupakan tanda sindrom panas ekses oleh
karena hiperaktivitas panas Yang Visceral yang dihasilkan dari demam eksogen.
Wajah dan pipi yang kemerahan mengindikasikan sindrom panas defisiensi
karena panas endogen yang dihasilkan dari defisiensi Yin.
Kompleksi pucat yang kadang-kadang terlihat kemerahan pada pasien dengan
sakit yang sudah lama dan seirus mengindikasikan sindrom dingin dan sindrom
panas palsu oleh karena naiknya Yang yang disebabkan oleh dominasi Yin
menolak Yang.

 Warna putih : mengindikasikan sindrom defisiensi dan sindrom dingin.


Warna putih mengindikasikan penurunan Qi dan darah. Kompleksi pucat
disebabkan oleh kurangnya qi dan darah pada wajah oleh karena gagalnya Yang
Qi mentransportasi darah untuk menutrisi wajah, atau karena gagalnya
defisiensi Qi dan darah untuk mengisi pembuluh darah, atau karena
pengumpulan dingin pada meridian dan pembuluh darah yang mencegah Qi dan
darah bersirkulasi dengan bebas.
Kompleksi pucat dan wajah dropsy biasanya disebabkan oleh ketidakcukupan
Yang Qi. Kompleksi pucat dan kurus biasanya terjadi oleh karena konsumsi qi
dan darah. Kompleksi pucat biasanya terlihat pada sindrom dingin ekses, seperti
sindom dingin interior dengan nyeri tajam pada abdomen. Kompleksi wajah
pucat yang terjadi tiba-tiba dengan keringat dingin profuse, ekstremitas dingin
dan nadi tidak jelas merupakan tanda – tanda kehilangan YangQi secara tiba-tiba.

 Warna kuning : mengindikasikan sindrom ekses dan sindrom lembab.


Warna kuning mengindikasikan gangguan Limpa karena akumulasi lembab.
Kompleksi wajah yang kuning bisa disebabkan oleh kurangnya nutrisi otot oleh

6|Halaman
Kegiatan Belajar – I

karena kurangnya Qi dan darah akibat Limpa yang gagal dalam mentransportasi
atau karena akumulasi lembab internal.
kompleksi kuning terang dan kering disebut kompleksi pucat oleh karena
defisiensi Qi Limpa dan Lambung dan kurangnya qi dan darah, juga terlihat pada
perdarahan kronik, ascariasis dan malnutrisi, dll. Kompleksi kekuningan dengan
wajah dropsy disebut obesitas kuning, biasanya disebabkan oleh defisiensi Qi
Limpa dan akumulasi lembab internal. Wajah kekuningan, mata dan kulit juga
menjadi kuning disebut jaundice oleh karena gagalnya cairan empedu mengalir
pada salurannya dan merembes ke kulit.

 Kompleksi kebiruan : mengindikasikan sindom dingin, sindom nyeri, sindom


stasis darah dan sindrom konvulsi.
Warna kebiruan mengindikasikan terhalangnya aliran Qi dan darah dan stagnasi
pembuluh darah dan meridian. Invasi faktor pathogen dingin menyebabkan
kontraksi dan stagnasi, spasme meridian dan pembuluh darah dan stagnasi qi
dan darah. Hal ini bisa disebabkan oleh defisiensi Yang Qi yang gagal
menghangatkan dan mentransportasi Qi dan darah atau stagnasi Qi dan stasis
darah yang memblok meridian dan pembuluh darah. Disamping itu, stagnasi qi
dan darah pada meridian dan pembuluh darah dapat menyebabkan nyeri. Oleh
karena itu secara klinik stagnasi qi dan darah biasanya disertai dengan sindrom
nyeri.
Kompleksi pucat dan kebiruan atau disertai dengan nyeri dada dan nyeri
abdomen biasanya disebabkan oleh invasi dingin, defisiensi Yang atau ekses
pathogen dingin. Kompleksi kebiruan dan keabu-abuan dengan bibir hitam
keunguan dan nyeri dada biasanya disebabkan oleh defisiensi Yang Jantung dan
stagnasi darah jantung.
Kompleksi dan bibir cyanotic dengan nafas seperti asma biasanya disebabkan
oleh stagnasi Qi Paru, defisiensi Qi Jantung, defisiensi Qi Paru dan Ginjal.
Kompleksi kekuningan bercampur dengan warna kebiruan yang disebut jaundice
kusam, biasanya terlihat pada penindasan Limpa oleh Hati, radang timpani dan
malnutrisi pada bayi. Warna kebiruan diantara alis bayi, jembatan hidung dan
bibir disertai demam tinggi merupakan tanda awal konvulsi yang biasanya
disebabkan oleh ekses pathogen panas.

7|Halaman
Kegiatan Belajar – I

 Kompleksi kehitam-hitaman : mengindikasikan sindrom defisiensi ginjal, sindom


dingin sindom stasis darah dan sindrom retensi cairan.
Kompleksi kehitam-hitaman merupakan tanda defisiensi ginjal, dominasi Yin dan
berlebihnya air atau stagnasi Qi dan Darah. Ginjal merupakan organ yang terkait
erat dengan air dan api dan merupakan sumber YangQi. Defisiensi Yang Ginjal
dan retensi cairan menyebabkan berlebihnya air dingin internal, hilangnya
kehangatan dalam darah, spasme pembuluh darah dan meridian yang
menghalangi aliran Qi dan darah. Kompleksi kehitaman juga bisa disebabkan
oleh konsumsinya Yin oleh karena api defisiensi, gagalnya jing untuk menutrisi
wajah, atau stagnasi darah yang lama di dalam tubuh.
Kompleksi wajah yang kehitaman terang biasanya disebabkan oleh defisiensi
Yang ginjal. Kompleksi kehitaman kering biasanya disebabkan oleh konsumsi jing
ginjal dalam waktu lama dan api defisiensi yang mengkonsumsi Yin. Kompleksi
kehitaman dengan squamosa dan kulit kering biasanya akibat dari stasis darah
internal. Warna kehitaman disekitar area mata mengindikasikan retensi cairan
oleh karena defisiensi ginjal atau leukorrhea oleh karena turunnya lembab
dingin.

c. Pengamatan Tubuh
Pengamatan tubuh berarti memeriksa kondisi fisik pasien. Tubuh tergantung pada
jing visceral dalam menutrisinya, sedangkan fungsi viscera dan kondisi jing viscera juga
direfleksikan melalui tubuh. Oleh karena itu, pengamatan tubuh bisa membantu
akupunkturis untuk memahami keadaan fungsi organ viscera, kondisi qi, darah, Yin dan Yang
serta konflik antara wei qi dengan faktor pathogen yang mengarah ke penyakit tertentu.
1) Kekuatan dan kelemahan fisik
Pengamatan terhadap kekuatan dan kelemahan fisik adalah untuk mengetahui
fungsi viscera dan kondisi qi dan darah. Secara umum, kondisi tubuh sesuai dengan
kondisi fungsi visceral dan kondisi qi dan darah. Hal ini berarti bahwa jika qi dan darah
cukup maka tubuh akan kuat sedangkan jika kurang maka tubuh akan lemah.
Kekuatan : kekuatan mengacu pada kekuatan fisik , manifestasinya adalah kulit yang
lembab bersinar, otot yang kuat , dada yang lebar dan tulang yang kuat. Hal ini
mengindikasikan fungsi viscera yang kuat, cukupnya qi dan darah dan tubuh yang sehat.
Tubuh yang kuat berarti pertahanannya juga kuat dalam melawan invasi pathogen,
kemungkinan terkena penyakit kecil, penyakit cepat sembuh dan prognosis yang baik.

8|Halaman
Kegiatan Belajar – I

Kelemahan : kelemahan mengacu pada penurunan kekuatan tubuh, manifestasinya kulit


kering, otot yang tipis, dada datar dan tulang tipis yang mengindikasikan kurangnya Qi
dalam tubuh, fungsi viscera yang lemah, defisiensi qi dan darah serta kelemahan fisik.
Kelemahan tubuh mengindikasikan lemahnya pertahanan tubuh dalam melawan invasi
faktor pathogen, mudah terkena penyakit, sulit disembuhkan dan prognosis yang buruk.

2) Fisik tubuh yang kurus dan gemuk


Pengamatan fisik obesitas dan kurus bisa mengarah ke kemungkinan penyakit
tertentu. Obesitas (Gemuk) : obesitas dicirikan dengan kepala yang bulat, leher pendek
dan tebal, bahu lebar dan datar, dada lebar dan bulat, pinggul yang besar, tubuh pendek,
ototnya lembek, lemah dan lesu yang mengindikasikan tanda-tanda tubuh kekurangan
Qi, mengarah pada kurangnya Yangqi dan berlebihnya phlegm lembab. Hal ini mengapa
dikatakan orang obesitas didominasi oleh lembab dan orang obes juga rentan terkena
angin stroke.
Kurus : kurus dicirikan dengan kepala yang lonjong, leher panjang dan kurus,
bahunya sempit, dada sempit dan datar, pinggul kecil, tubuh tinggi, otot tipis dan kulit
kering yang mengarah ke defisiensi darah dan berlebihnya api defisiensi internal yang
biasanya terlihat pada pasien TBC dan kerusakan internal karena terlalu lama kecapekan.
Hal ini dikatakan bahwa orang kurus didominasi oleh api dan orang kurus rentan batuk
karena TBC. Jika seluruh tubuh kurus ekstrim dan pasien hanya berbaring di tempat tidur
dan tidak mampu untuk bangkit lagi, hal ini biasanya disebabkan oleh penyakit kronis,
penyakit serius dan penurunan jing visceral dengan prognosis yang buruk.
Deformitas: meliputi bentuk dada ayam dan punggung seperti kura-kura. Dada
ayam mengacu pada suatu bentuk tonjolan jelas dari bagian sternum yang ditandai
dengan diameter yang panjang di posterior dan anterior dan diameter yang pendek pada
sisi kanan dan kiri cavum thorak, biasanya terlihat pada anak-anak. Punggung seperti
kura-kura mengacu pada tonjolan columna spinalis. Hal ini disebabkan oleh kecacatan
congenital atau malnutrisi postnatal yang menyebabkan kurangnya jing ginjal dan
perkembangan tulang yang abnormal.
3) Pengamatan postur tubuh
Pengamatan postur tubuh meliputi pemeriksaan postur tubuh pasien saat
diam, saat bergerak dan aktivitas abnormal. Pemeriksaan postur tubuh pasien saat diam
dan saat bergerak bekaitan erat dengan kondisi Yin dan Yang tubuh, juga sifat dari
sakitnya, dingin atau panas, defisien atau ekses. Pergerakan ekstremitas di bawah
kontrol shen Jantung dan berhubungan erat dengan fungsi tulang, otot, tendon, dan

9|Halaman
Kegiatan Belajar – I

pembuluh darah. Oleh karena itu, postur pasien yang diam atau saat bergerak juga
aktivitas yang abnormal merupakan manifestasi eksternal penyakit. Beda penyakit akan
direfleksikan dengan aktivitas dan postur yang berbeda pula. Pengamatan postur tubuh
membantu dalam menentukan sifat penyakit dan diagnosis pada penyakit tertentu.
 Pengamatan postur saat diam dan saat bergerak.
Yang mengatur gerak dan Yin diam. Postur duduk, berbaring dan berjalan
disimpulkan sebagai berikut : pergerakan, supinasi dan ekstensi mengindikasikan
penyakit bersifat Yang, biasanya dimanifestasikan pada sindrom eksternal, sindrom
panas, dan sindrom ekses; diam, pronasi dan membengkok mengindikasikan sifat Yin,
biasanya dimanifestasikan pada sindrom dalam, sindom dingin dan sindrom
defisiensi.
Duduk : duduk dengan kepala menunduk ke bawah, napas pendek dan
malas bicara biasanya menunjukkan defisiensi Qi Paru atau gagalnya Ginjal dalam
menerima Qi. Duduk dengan kepala tegak dan nafas asma menandakan aliran Qi
berbalik arah yang disebabkan oleh ekses Paru, asma dengan ketidakmampuan
untuk berbaring menandakan distensi Paru dan retensi cairan pada dada dan
abdomen.
Berbaring : berbaring dengan muka menghadap ke luar dengan kemampuan
memutar badan secara bebas biasanya menandakan sindrom Yang, sindrom panas,
dan sindrom ekses: berbaring dengan wajah menekuk dengan ketidakmampuan
untuk memutar tubuh secara bebas menandakan sindrom Yin, sindrom dingin, dan
sindrom defisiensi; berbaring pada posisi supinasi dengan ekstremitas ekstensi dan
menolak berselimut mengindikasikan dominan sindrom Yang dan ekses panas.
Meringkuk saat tidur dengan kecenderungan berpakaian dobel-dobel atau
berselimut mengindikasikan ekses Yin, dan defisiensi Yang atau nyeri abdomen.
Ketidakmampuan berbaring karena batuk biasanya terjadi pada musim gugur dan
dingin, biasanya disebabkan oleh retensi cairan internal; berbaring dan tidak mampu
duduk karena pusing mengindikasikan defisiensi qi dan darah.
Berjalan : berjalan tidak stabil dengan tremor pada ekstremitas biasanya
disertai dengan pusing, disebabkan oleh gangguan internal angin Hati atau
kerusakan tendon dan tulang.
Selain itu, deformitas ekstremitas bawah, trauma dan luka sendi, semuanya
dapat menyebabkan postur berjalan yang abnormal. Pada kasus ini, diagnosis harus
dibuat berdasarkan pemeriksaan yang lain.

10 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

 pengamatan pergerakan abnormal


pergerakan ekstremitas yang abnormal biasanya mengindikasikan tanda-
tanda penyakit tertentu. Sebagai contoh : spasme ekstremitas, leher kaku dan
opisthotonus mengindikasikan gangguan angin hati endogen oleh karena
berlebihnya panas yang membangkitkan angin. Biasanya terlihat pada demam febril
exogen oleh karena defisiensi cairan tubuh dan malnutrisi tendon dan pembuluh
darah. Bisa juga pada penyakit kronik yang disebabkan oleh ketidakcukupan qi dan
darah serta malnutrisi tendon dan pembuluh darah. Sakit pada ekstremitas dan
sendi, sendi yang tidak bisa menekuk atau spasme tangan dan kaki yang juga
disertai dengan pembengkakan, kekakuan dan deformitas sendi biasanya mengarah
pada sindrom obstruksi. Ekstremitas yang lembek yang sulit digerakkan atau atrophy
otot biasanya karena sindrom kelemahan. Kesulitan bergerak atau baal pada
unilateral ekstremitas mengindikasikan hemiplegia oleh karena stroke angin.

4) Pengamatan kepala dan Rambut


Kepala merupakan area bertemunya semua meridian Yang. Selain Meridian CV,
Meridian GV atau kolateral Meridian Yin juga menuju ke kepala. Oleh karena itu, jing
viscera juga menutisi kepala. Dalam kepala tersimpan otak (sumsum otak) dan sumsum
tulang belakang, yang dikuasai oleh Ginjal. Ginjal juga menguasai tulang. Perkembangan
tengkorak dan otak tergantung pada jing Ginjal dlm menutrisinya. Rambut merupakan
bagian yang tak lepas dari darah dan manifestasi eksternal dari ginjal. Limpa dan
Lambung merupakan sumber dari Qi dan darah. Oleh karena itu, pengamatan kepala
dan rambut membantu memahami kondisi ginjal , limpa dan lambung juga keadaan Qi
dan darah.

 Pengamatan kepala
Pengamatan kepala berarti memeriksa bentuk luar dan pergerakan kepala.
Bentuk kepala : kepala yang besar dengan wajah kecil, mata yang menatap ke
bawah dan kecerdasan dangkal pada anak-anak biasanya disebabkan oleh ketidak
cukupan jing ginjal dan retensi cairan, biasanya terlihat pada anak-anak
hidrocephalus. Kepala yang kecil dengan puncak bulat, fontanel menutup dini dan IQ
rendah biasanya disebabkan oleh kurangnya jing ginjal dan perkembangan otak yang
abnormal. Dahi yang menonjol dan bagian temporal tipis pada anak-anak biasanya
karena keturunan, defisiensi jing ginjal atau jing postnatal yang kurang sehingga

11 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

fungsi regulasi limpa dan lambung juga kurang. Selain itu, perkembangan tengkorak
juga abnormal, biasanya terlihat pada ricketsia.
Fontanel (Ubun-Ubun): pengamatan ubun-ubun harus dilakukan untuk
memeriksa bayi dibawah satu tahun atau setengah tahun. Ubun-ubun yang cekung
mengindikasikan sindrom defisiensi, biasanya disebabkan oleh muntah berlebihan
yang mengganggu cairan tubuh atau karena kelemahan limpa dan lambung yang
menyebabkan prolaps Qi Lambung, atau karena defisiensi Jing congenital dan
malnutrisi otak. Fontanel yang menonjol mengindikasikan sindrom ekses biasanya
disebabkan oleh panas pathogen luar penyakit febrile yang menyerang bagian atas
tubuh, atau karena retensi cairan dan stasis darah pada tengkorak. Fontanel yang
menutup lambat dan yang tidak menutup biasanya disebabkan oleh defisiensi jing
congenital, atau karena penyakit kronik dan malnutrisi setelah lahir.
Goncangan : goncangan involuntary atau tremor pada anak-anak dan
dewasa mengindikasikan adanya gangguan internal angin Hati.

 Pengamatan Rambut
Pengamatan kepala dan rambut umumnya memeriksa kemilau, bentuk,
pertumbuhan dan kehilangan rambut.
Kemilau dan bentuk : Pada ras mongoloid, rambut yang hitam, tebal dan
berkilau merupakan tanda bahwa jing ginjal, qi dan darah cukup. Rambut
kekuningan, kering, tipis, lembut dan rapuh merupakan tanda bahwa jing ginjal
kurang serta defisiensi qi dan darah yang gagal menutrisi rambut.
Rambut putih pada orang yang masih muda tanpa ada perubahan pathologis
biasanya terkait dengan konstitusi congenital dan bukan merupakan kondisi
abnormal. Jika rambut putih disertai dengan sakit pada pinggang dan lutut, tinnitus
dan amnesia, hal ini dikarenakan defisiensi Yin Hati dan Yin Ginjal dan defisiensi Jing.
Jika rambut putih disertai insomnia dan nafsu makan menurun, hal ini dikarenakan
defisiensi Jantung dan Limpa juga defisiensi qi dan darah. Jika rambut bayi terlihat
seperti jumbai dengan warna kekuningan dan kering biasanya terlihat pada
malnutrisi yang dikarenakan kerusakan pada Limpa dan Lambung dengan pemberian
makan yang salah.

Kerontokan rambut : rambut jarang, kuning, kering biasanya karena jing


ginjal defisiensi, defisiensi qi dan darah yang gagal menutrisi rambut, biasanya

12 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

terlihat pada pasien setelah sakit keras dan penyakit kronis. Rambut yang jarang
pada usia muda biasanya karena panas darah atau terkonsumsinya jing ginjal.
Rambut berminyak dengan disertai kerontokan pada puncak kepala, pruritus
dan deskuamasi biasanya disebabkan oleh akumulasi internal lembab panas.
Kerontokan rambut tiba-tiba dengan kulit kepala plonthos disebut dengan alopecia
areata karena defisiensi darah dan serangan angin atau karena kecemasan dan
kegelisahan yang menyebabkan stagnasi Qi dan juga panas api yang mengakibatkan
panas darah yang dapat membangkitkan angin.

5) Pengamatan 5 panca Indra


5 panca indra yaitu mata, telinga, hidung, mulut dan lidah yang terkait erat
dengan viscera. Masing-masing organ secara langsung dan tidak langsung terkait erat
dengan beberapa viscera dan fungsinya juga berhubungan dengan Shen Jantung. oleh
karena itu, pengamatan panca indra tidak hanya membantu dalam pemilihan terapi
berdasarkan diferensiasi sindrom tetapi juga membantu memahami perubahan
pathologis viscera.

 Pengamatan Mata
Mata merupakan jendela Hati. Namun, semua jing viscera mengalir ke atas
menuju mata. Pada zaman dahulu kala, orang membagi mata menjadi 5 bagian
dalam teori 5 roda. Berdasarkan 5 organ Zang seperti kelopak mata merupakan
bagian limpa disebut dengan roda otot, canthus merupakan bagian Jantung disebut
roda darah, sclera merupakan bagian Paru-paru yang disebut dengan roda Qi, iris
merupakan bagian dari Liver yang disebut dengan roda angin, dan pupil merupakan
bagian dari ginjal yang disebut dengan roda air. Berdasarkan teori 5 roda,
pengamatan perubahan abnormal dari bagian-bagian mata bisa menyingkap
gangguan dengan viscera yang terkait.
Warna Mata : Mata kemerahan mengindikasikan panas. Canthus kemerahan
mengindikasikan api jantung, kemerahan pada sclera mengindikasikan api paru-paru,
kemerahan pada sclera dengan vena kemerah-merahan mengindikasikan
berlebihnya api karena defisiensi Yin, kemerahan pada seluruh mata
mengindikasikan angin panas pada Meridian Hati; merah, bengkak dan ber-ulcer
pada kelopak mata mengindikasikan api limpa atau lembab panas. Sebagai contoh,
perubahan kekuningan pada sclera mata merupakan tanda jaundice dan kanthus
pucat pada kelopak mata mengindikasikan defisiensi darah.

13 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

Bentuk mata : mata cekung biasanya disebabkan oleh hilangnya jin ye oleh
karena muntah / diare yang berlebihan atau karena penurunan jing ginjal karena
sakit kronis. Kelopak mata dan pipi yang dropsy biasanya mengindikasikan adanya
oedem; kelopak mata bawah yang prolaps pada usia tua bukan merupakan keadaan
yang abnormal. Exopthalmus disertai dengan leher yang bengkak disebut dengan
gondok.
Pergerakan Mata : mata membelalak ke atas dan tegak lurus selama
periode sakit biasanya mengindikasikan gangguan internal angin Hati. Mata melotot
tapi tidak bisa bergerak merupakan kondisi parah karena penurunan jing viscera.
Mata yang hanya bisa melakukan sedikit gerakan biasanya karena retensi phlegm
panas di dalam. Mata membuka selama tidur biasanya disebabkan oleh lemahnya
fungsi limpa dan lambung. Platycoria dan tidak ada reaksi merupakan tanda-tanda
kritis keringnya jing ginjal, juga bisa terlihat pada orang yang keracunan. Miosis
menghasilkan berkobarnya api Hati dan Kandung empedu atau kerusakan Hati dan
Ginjal atau keracunan. Aniscoria mengindikasikan stasis darah atau phlegm dan
retensi cairan di otak.

 Pengamatan Telinga
Telinga merupakan lubang dari Ginjal dan tempat dimana semua meridian
bertemu. Selain itu, M. Shaoyang tangan dan kaki mengalir di depan telinga M.
Taiyang dan Yangming menyebar ke atas telinga. Sehingga telinga berhubungan erat
dengan seluruh tubuh melalui meridian dan kolateral. Oleh karena itu, banyak
gangguan viscera dapat direfleksikan di atas telinga. Secara umum, pengamatan
telinga bisa membantu dalam memahami kondisi jing ginjal dan perubahan
pathologis kandung empedu. Pengamatan telinga harus terkonsentrasi terhadap
warna, bentuk, dan bagian dalam telinga.
Warna dan bentuk telinga : telinga yang sehat memiliki ciri-ciri otot yang
segar kemerah-merahan, sedikit kuning, yang menandakan jing ginjal cukup. Otot
telinga yang pucat mengindikasikan sindrom dingin, warna kebiruan atau kehitam-
hitaman biasanya terlihat pada sindom nyeri. Telinga yang kering merupakan tanda
jing ginjal yang tidak cukup; telinga kering melepuh, kehitaman menandakan
hilangnya jing ginjal.
Perubahan pathologis yang terjadi di dalam telinga : perubahan pathologis
pada telinga umumnya otorrhea nanah. Otorrhea atau nanah kekuningan atau putih

14 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

biasanya disebabkan oleh stagnasi lembab panas yang terlalu lama pada Liver dan
kandung empedu.

 Pengamatan Hidung
Hidung merupakan lubang yang berhubungan dengan paru-paru, terkait
dengan meridian limpa dan berhubungan dengan meridian lambung. Sehingga
pengamatan perubahan hidung membantu dalam memahami perubahan paru-paru,
limpa dan lambung. Pengamatan hidung umumnya dikonsentrasikan untuk
memeiksa ekskret, warna dan bentuk hidung.
Warna dan bentuk hidung : hidung yang bengkak kemerahan dengan rasa
sakit biasanya disebabkan oleh berlebihnya panas pada lambung dan panas darah.
Ujung hidung membesar dengan kulit tebal, permukaan bengkak seperti acne atau
kutil yang disebut rosacea yang biasanya disebabkan oleh akumulasi panas pada
paru dan lambung. Jembatan hidung ber-ulcer biasa terlihat pada orang sakit syphilis,
jembatan hidung yang tenggelam dengan alis yang turun biasanya pada kondisi kritis
pada leprosy.
Asthma dengan cuping hidung kembang kempis biasanya disebabkan oleh
retensi pathogen panas dan phlegm pada Paru pada penyakit yang masih baru dan
kondisi kritis keringnya paru-paru dan jing ginjal pada kondisi kronik.

 Pengamatan Mulut dan Bibir


Limpa terbuka pada mulut, dipancarkan lewat bibir dan secara internal-
eksternal terkait dengan Lambung. Limpa dan Lambung merupakan sumber produksi
Qi dan darah, sehingga pengamatan mulut dan bibir membantu dalam memahamai
fungsi limpa dan lambung dan juga perubahan pathologis Qi dan Darah pada
seluruh tubuh. Pengamatan mulut dan bibir umumnya fokus pada pengamatan kilau,
warna, kering/lembab dan bentuknya.
Warna, kilau, kering dan kelembaban : warna normal bibir adalah segar
kemerah-merahan dan lembab. Warna bibir merah gelap dan kering
mengindikasikan konsumsi cairan karena ekses panas. Bibir berwarna keunguan dan
kecoklatan mengindikasikan berlebihnya stagnasi panas; bibir merah terang
mengindikasikan defisiensi Yin dan berlebihnya api ; bibir merah seperti cherry
biasanya mengindikasikan keracunan gas batubara; bibir pucat disebabkan oleh
defisiensi Qi dan Darah; bibir keunguan mengindikasikan stagnasi Qi dan stasis darah;
warna kehitam-hitaman disekitar mulut mengindikasikan qi ginjal diambang

15 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

kekeringan; bibir kering pecah-pecah mengindikasikan adanya defisiensi cairan; bibir


bengkak dan nyeri atau bibir dengan nanah dan rasa sakit biasanya disebabkan oleh
akumulasi panas pada Limpa dan Lambung
Bentuk : selama perjalanan penyakit, membuka mulut secara konstan
mengindikasikan defisiensi Qi Paru dan Limpa, sulit membuka mulut karena kejang
mulut terlihat pada konvulsi dan termasuk sindrom ekses.

6) Inspeksi Ekskreta
Ekskreta mengacu pada sekresi dan eksresi dari tubuh manusia, yang meliputi
air mata, liur, ingus, keringat, saliva, urine, feces, darah menstruasi, leukorhea, sputum
dan vomitus. Ekskreta dihasilkan dari aktivitas fungsional viscera. Secara normal,
ekskresi mengikuti aturan tertentu. Namun, dalam kondisi abnormal, ekskreta bisa
mengalami perubahan meliputi perubahan warna, kualitas, volume dan bentuk.
Produksi sputum dan vomitus disebabkan oleh dysfungsi viscera. Sehingga pengamatan
ekskreta sangat membantu dalam memahami sifat penyakit dan keadaan fungsional
viscera.
Inspeksi ekskreta umumnya meliputi pengamatan warna, kualitas, volume dan
bentuk. Ekskreta yang berwarna putih, terang, dan encer mengindikaskan sindrom
dingin atau sindrom defisiensi oleh karena retensi lembab akibat stagnasi pathogen
dingin dan kurangnya Yang Qi , kelemahan transportasi dan transformasi. Eksketa yang
berwarna kuning dan kental mengindikasikan sindrom panas dan sindrom ekses oleh
karena pengasapan pathogen panas yang mengentalkan cairan tubuh.

 Inspeksi Sputum
Sputum adalah substansi cairan kental yang dihasilkan akibat gangguan
metabolism cairan, yang diekskresikan oleh Paru dan trachea oleh karena disfungsi
Paru dan Limpa. Sehingga Limpa dikatakan sebagai sumber sputum dan Paru adalah
container sputum. Produksi sputum menimbulkan berbagai penyakit. Sputum
dihasilkan dari suatu penyakit dan sputum menyebabkan penyakit semakin
memburuk.
Sputum kuning, kental, atau menggumpal disebut dengan sputum panas
yang dihasilkan oleh karena angin panas, atau karena akumulasi panas endogen
yang mengasapi Paru. Sputum putih, encer atau sputum kehitam-hitaman
merupakan sputum dingin oleh karena konsumsi YangQi karena dingin, gagalnya Qi
mentransfomasi cairan dan akumulasi kelembaban. Sputum encer dan berbusa

16 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

merupakan sputum angin karena pathogen angin yang menyerang Paru. Sputum
putih dan mudah dikeluarkan merupakan sputum lembab oleh karena defisiensi
Limpa dan ekses lembab. Sputum kental, sedikit, dan sulit dikeluarkan atau batuk
tidak produktif merupakan sputum kering oleh karena pathogen kering yang
menyerang Paru dan mengkonsumsi cairan pada penyakit eksogen. Dalam penyakit
oleh karena gangguan internal. Sputum yang dihasilkan oleh terkonsumsinya Yin
Paru dan api defisiensi yang membakar Paru. Jika sputum bercampur dengan darah
segar, hal ini menandakan bahwa kolateral paru terserang pathogen panas-kering
yang masuk sampai Paru juga oleh karena defisiensi Yin dan berkobarnya api. Jika
sputum tampak seperti purulen darah dengan bau yang busuk biasanya karena
abses Paru oleh karena akumulasi panas racun di Paru dan nanah akibat stasis darah.

 Inspeksi Liur dan saliva


Liur adalah sekresi kental, sedangkan saliva sekresi encer. Liur tekait dengan
ginjal, Limpa dan lambung sedangkan saliva terkait dengan Limpa. Liur yang sedikit,
mulut dan tenggorokan kering biasanya disebabkan oleh kurangnya cairan tubuh
atau gagalnya cairan tubuh naik ke atas, biasanya terlihat pada konsumsi cairan
tubuh pada penyakit eksogen, gangguan internal atau penyakit yang telalu lama
yang ditandai dengan defisiensi Qi Limpa, gangguan Qi mentransformasi cairan atau
defisiensi Yin Ginjal. Salivasi yang sering dari sudut mulut bayi biasanya akibat
defisiensi Limpa mengontrol cairan tubuh atau karena serangan angin panas.
Gangguan mulut yang tidak bisa menutup dan ngiler pada orang dewasa biasanya
pada pasien stroke karena angin. Regurgitasi cairan jernih di mulut karena dingin
defisien di jiao tengah; defisiensi Yang dan gangguan transformasi Qi atau
berlebihnya lembab dingin internal atau naiknya pathogen lembab ke atas.

 Inspeksi Ingus
Ingus adalah cairan kental yang keluar dari hidung. Ingus terkait dengan Paru.
Inspeksi Ingus membantu dalam memahami kondisi Qi Paru dan sifat dari faktor
pathogen.
Hidung buntu dengan ingus jernih mengindikasikan angin dingin eksogen.
Ingus kuning mengindikasikan angin panas eksogen atau angin dingin yang berubah
menjadi panas. Keluarnya ingus kuning kental dengan bau yang yang tidak enak
mengindikasikan nasosinusitis oleh karena akumulasi retensi lembab panas. Ingus
yang bercampur darah biasanya disebabkan oleh panas kering yang mengaggu

17 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

kolateral, keluarnya ingus bercampur darah umumnya mengindikasikan sindrom


maligna cavum nasal.

 Inspeksi vomitus
Vomiting disebabkan oleh aliran Qi lambung yang berbalik arah. Inspeksi
vomitus membantu memahami penyebab aliran qi lambung naik ke atas dan sifat
penyakit.
Vomitus encer dan tidak berbau mengindikasikan sindrom dingin oleh
karena konsumsi Yang Limpa atau invasi pathogen dingin di lambung. Vomitus yang
asam mengindikasikan sindrom panas oleh karena berlebihnya panas di lambung
atau api Hati menyerang lambung. Vomitus asam dan berbau dengan makanan yang
tidak tercerna diikuti dengan nyeri dan distensi abdomen disebabkan oleh retensi
makanan oleh karena makanan pedas berlemak dan makanan tidak tercerna.
Vomiting makanan tidak tercerna tanpa bau asam dan busuk disebabkan oleh dingin
defisiensi di Limpa dan Lambung. Vomiting cairan jernih, sputum dan saliva iasanya
oleh karena dysfungsi Limpa oleh karena dysfungsi Limpa karena retensi cairan
lambung. Vomiting dengan cairan kuning dan pahit disebabkan oleh akumulasi
lembab panas di liver dan kandung empedu oleh karena aliran qi kandung empedu
berbalik arah yang menginvasi lambung. Vomiting dengan darah segar atau darah
keunguan dengan bercak darah atau ampas makanan biasanya disebabkan oleh
kerusakan kolateral dari panas lambung dan api hati atau stasis darah di epigastrium.
Vomitus dengan pus dan darah mengindikasikan abses lambung oleh karena
akumulasi toksin panas di lambung dan pembusukan dari stasis darah.

d. Inspeksi Lidah
Inspeksi lidah merupakan bagian inspeksi penting diagnosis dalam TCM. Inspeksi
lidah merupakan metode diagnostic yang berarti mengobservasi perubahan bentuk dan
selaput lidah.
Lidah terkait erat dengan viscera dan meridian. Lidah merupakan bagian luar dari
jantung dan terhubung dengan meridian jantung. Lidah juga memanifestasikan kondisi
Limpa karena terhubung dengan meridian Limpa. Ginjal menyimpan jing dan meridian Ginjal
mencapai kedua sisi lidah. Liver menyimpan darah dan mengatur tendon, meridian liver juga
menjangkau lidah. Paru-paru mencapai tenggorokan dan terhubung dengan lidah. Selaput
lidah terbentuk dari asap qi lambung dalam mengolah makanan.

18 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

Lidah tergantung pada qi dan darah untuk menutrisi dan cairan tubuh untuk
melembabkan. Sehingga bentuk, tekstur dan warna lidah terkait erat dengan keadaan dan
sirkulasi Qi dan darah. Lembab dan keringnya otot dan selaput lidah terkait dengan
kuantitas dan distribusi cairan tubuh. Oleh karena itu, lidah dapat memperlihatkan keadaan
viscera, qi, darah, yin, yang, faktor pathogen dan wei qi juga perjalanan penyakit. Sehingga
pemeriksaan lidah dapat memahami perubahan pathologis internal.

1) Metode Inspeksi Lidah


Pasien diminta duduk atau berbaring dan diterangi dengan cahaya natural. Lidah
dikeluarkan secara natural dan ujung lidah turun ke bawah. Mulut terbuka lebar dan
lidah keluar penuh. Pemeriksaan lidah dimulai dari ujung lidah, tengah, batas tepi lidah
dan terakhir akar lidah. Pemeriksaan lidah dimulai dari otot lidah dulu kemudian
pergerakan dan selaput lidah. Pengamatan harus lengkap dan cepat.
Terkadang pada pengamatan lidah harus dihindarkan dari berbagai manifestasi
kesalahan seperti cahaya yang kurang tepat, diet dan obat-obatan. Otot lidah dibentuk
dari otot dan pembuluh darah. Beberapa orang kuno percaya bahwa permukaan lidah
terkait erat dengan viscera. Ujung lidah merefleksikan perubahan pathologis Jantung
dan Paru, tengah lidah merefleksikan perubahan pathologis limpa dan lambung, akar
lidah merefleksikan perubahan pathologis Ginjal dan sisi lidah merefleksikan perubahan
pathologis liver dan kandung empedu.
Inspeksi otot lidah meliputi warna, bentuk, tekstur dan pegerakan lidah yang
merefleksikan kondisi viscera, qi dan darah. Inspeksi warna dan selaput lidah dapat
menceminkan kondisi dan sifat faktor pathogen juga keterkaitan antara wei qi dan faktor
pathogen.

 LIDAH NORMAL
Ukurannya pas, lembut, fleksibel, warnanya merah terang dan lembab.
Selaput lidah putih tipis tidak kering, tidak beminyak dan tidak licin, tersebar lebih
banyak di tengah lidah dan pada akar lidah sedangkan tepi lidah lebih sedikit.
Kondisi normal lidah biasanya dijelaskan sebagai lidah merah terang dengan selaput
lidah putih tipis yang mengindikasikan fungsi nomal viscera, kecukupan Qi, darah
dan cairan tubuh juga kecukupan Qi lambung.

 Inspeksi Otot Lidah


Otot lidah terkait erat dengan qi viscera dan darah yang melalui meridian.

19 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

Warna Lidah
Merah terang : pada orang sehat yang menandakan cukupnya Qi dan darah.
Kadang terlihat pada kasus ringan seperti tahap awal penyakit eksogen, kondisi
pathologis ringan, atau gangguan internal rngan.
Pucat terang : lebih terang dari lidah normal, dan lebih pucat. Kondisi ini
menandakan defisiensi qi dan darah atau defisiensi yangqi
Malnutrisi lidah oleh karena defisiensi qi dan darah. Lidah tampak pucat terang
oleh karena defisiensi qi dan darah atau defisiensi yangqi yang gagal
mentransportasi darah dalam menutrisi lidah. Contohnya, lidah pucat dan tipis
disebabkan oleh defisiensi Qi dan darah, lidah gemuk pucat disebabkan oleh
defisiensi yangqi.
Lidah merah / merah tua : lebih merah dari kondisi normal. Lidah ini
menunjukkan adanya sindrom panas. Semakin merah warna lidah, semakin
berat pathogen panasnya. Lidah meah / merah gelap biasanya disebabkan oleh
berlebihnya darah di pembuluh darah oleh karena hiperaktivitas lidah. Sedikit
kemerahan pada tepi dan ujung lidah mengindikasikan adanya sindrom panas
superficial. Ujung lidah kemerahan mengindikasikan naiknya api jantung. Lidah
merah tua dengan selaput mengindikasikan sindrom panas ekses. Lidah merah
tua dengan sedikit selaput atau tidak berselaput mengindikasikan sindrom panas
defisiensi yang terlihat pada perkembangan lebih lanjut dari penyakit febril
eksogen dengan adanya konsumsi Yin atau pada pasien dengan defisiensi Yin
dan berlebihnya api oleh karena gangguan internal dan penyakit kronik.
Lidah cyanotic / lidah keunguan : seluruh lidah cyanotic atau keunguan atau
terdapat macula cyanotic atau keunguan pada permukaan lidah yang
mengindikasikan stagnasi qi dan darah.
Lidah cyanotic dan keunguan disebabkan oleh gangguan internal Yin dingin dan
gangguan pada pembuluh darah. Atau ekses pathogen panas dan gangguan
pada pembuluh darah, atau oleh karena defisiensi Yangqi, kelemahan
transportasi darah sehingga mengganggu aliran darah, gagalnya Hati dalam
melancarkan stagnasi Qi dan stasis darah. Lidah ungu terang dan lembab akibat
stagnasi qi dan adarah oleh karena defisiensi Yang atau ekses Yin. Lidah merah
keunguan atau ungu gelap dan kering disebabkan oleh ekses panas yang
mengkonsumsi cairan dan stagnasi qi dan darah. Lidah ungu dengan macula
keunguan disebabkan oleh retensi internal stasis darah. Lidah cyanotic dan

20 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

keunguan juga bisa terlihat pada penyakit jantung congenital atau akibat
keracunan obat / makanan.

 Bentuk Lidah
Lidah kasar dan lidah lembut :lidah kasar ditandai dengan tekstur yang kasar
dan berliku, permukaannya kering dan warnanya kusam; sedangkan lidah
lembut ditandai dengan tekstur yang baik, lembab dan berkilau, warna terang
dan terlihat agak gemuk.
Lidah kasar biasanya mengindikasikan sindrom ekses dan sindrom panas oleh
karena hiperaktivitas Yang panas dan konsumsi cairan. Lidah lembut umumnya
menandakan sindrom defisiensi dan sindom dingin oleh karena gagalnya
defisiensi Yang mentransport kelembaban atau karena defisiensi qi dan
defisiensi Yin-jing yang gagal menutrisi lidah.
Lidah gemuk : lidah tampak besar dari biasanya, umumnya menandakan retensi
lembab internal dan phlegm.
Lidah gemuk disebabkan oleh defisiensi qi atau defisiensi Yang yang gagal
menghangatkan dan mentransformasi cairan sehingga menyebabkan stagnasi
cairan dan akmulasi lembab menjadi phlegm di kolateral lidah. Lidah pucat,
gemuk dan lembab dengan selaput licin disebabkan oleh defisiensi limpa dan
ginjal yang gagal mentransformasi cairan tubuh menyebabkan retensi lembab
internal dan phlegm. Lidah gemuk berwarna merah terang dengan selaput lidah
kuning berminyak umumnya disebabkan oleh lembab panas di limpa dan
lambung.
Lidah bengkak : disebabkan oleh berlebihnya panas pada Jantung dan Limpa
atau oleh gabungan dari faktor pathogen dengan toksin dari alcohol yang
menyerang bagian atas, atau bisa juga disebabkan oleh stagnasi qi dan darah di
kolateral lidah. Lidah merah tua dan bengkak disebabkan oleh berlebihnya panas
di jantung dan limpa. Lidah keunguan dan bengkak disebabkan karena
alcoholism atau orang yang mabuk.
Lidah kurus dan tipis : lidah tampak lebih tipis dari biasanya, hal ini
mengindikasikan defisiensi qi dan darah atau terkonsumsinya cairan tubuh.
Lidah tipis umunya disebabkan oleh defisiensi qi dan darah atau konsumsi cairan
dan kurangnya kelembaban dan nutrisi lidah. Lidah terang dan tipis disebabkan
oleh defisiensi qi dan darah; lidah gelap dan tipis disebabkan oleh berlebihnya
panas yang mengkonsumsi yin atau berlebihnya api oleh karena defisiensi Yin.

21 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

Lidah berfissura : ada beberapa macam fisura pada lidah yang mengindikasikan
defisiensi cairan, essence atau darah.
Lidah berfisura biasanya disebabkan oleh konsumsi cairan tubuh atau defisiensi
essence dan darah. Lidah merah gelap dan berfissura disebabkan oleh
berlebihnya api yang mengkonsumsi cairan; lidah terang dan berfisura
disebabkan oleh defisiensi jing dan darah.
Namun, kadang-kadang lidah berfisura juga tampak pada orang yang sehat yang
disebut dengan lidah fisura congenital, contohnya seperti lidah yang ditandai
dengan fisura yang ditutupi dengan selaput lidah.
Lidah berduri : lidah ditutupi dengan duri kemerahan menandakan berlebihnya
pathogen panas. Lidah berduri disebabkan oleh berlebihnya panas di viscera,
invasi panas pada darah dan akumulasi panas di kolateral lidah. Lokasi duri
mengindikasikan lokasi pathogen panas. Duri di ujung lidah mengindikasikan
hiperaktivitas api jantung; duri di tengah lidah mengindikasikan berlebihnya
panas di lambung dan usus; duri di tepi lidah mengindikasikan berlebihnya api
hati dan kandung empedu. Banyaknya duri dan semakin gelap / tua warnanya
menandakan pathogen panasnya semakin berat.
Lidah dengan tapak gigi : pada tepi lidah tampak tapak gigi mengindikasikan
defisiensi qi atau defisiensi Yang dan retensi internal kelembaban.
Limpa mengatur transportasi dan transformasi. Penurunan fungsi Qi Limpa atau
Yang Limpa menyebabkan disfungsi dalam transportasi dan transformasi
sehingga terbentuk retensi internal kelembaban di lidah, yang mengakibatkan
lidah gemuk dengan tapak gigi. Oleh karena itu, lidah gemuk dan tapak gigi
selalu tampa bersamaan. Namun, kadang tapak gigi juga terlihat pada orang
yang sehat yang ditandai dengan tapak gigi yang konstan dan tidak ada
manifestasi lidah gemuk.

 Pergerakan Lidah
Memeriksa perubahan pergerakan dari lidah. Secara normal lidah tampak
lembut dan fleksibel yang mengindikasikan cukupnya qi dan darah, sirkulasi
darah dan meridian normal mengindikasikan normalnya fungsi viscera. Ada 4
macam pergerakan lidah ;
Lidah kaku : lidah tampak kaku, tidak fleksibel dan tidak bisa bergerak. Hal ini
terlihat pada penyakit eksogen yang disebabkan oleh berlebihnya panas yang
mengkonsumsi cairan atau oleh karena panas di pericardium, dan phlegm yang

22 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

mengganggu jantung. Hal ini terlihat pada beberapa penyakit yang disebabkan
oleh gangguan internal yang disebabkan oleh phlegm yang mengganggu
kolateral. Lidah merah tua dan kaku dengan sedikit cairan disebabkan oleh
berlebihnya panas mengkonsumsi cairan tubuh atau invasi panas pada
pericardium, seringnya pada penyakit panas eksogen yang berat. Lidah kaku
dengan selaput lidah berminyak dan tebal terlihat pada penyakit gangguan
internal yang disebabkan oleh angin phlegm yang mengganggu kolateral. Jika
lidah tiba-tiba kaku diikuti dengan aphasia, baal pada ektremitas dan dizziness,
hal ini merupakan tanda awal dari stroke-angin.
Lidah bergetar : Lidah secara involunter tremor, hal ini mengindikasikan angin
Hati endogen.
Lidah bergetar disebabkan oleh konsumsi darah dan cairan tubuh yang gagal
menutrisi tendon dan pembuluh darah, atau panas ekstem yang dapat
membangkitkan angin oleh karena panas ekses yang membakar meridian Hati,
atau Yang Hati yang berubah menjadi angin. Lidah pucat dan bergetar
disebabkan oleh defisiensi qi dan darah dan defisiensi angin endogen, biasanya
terlihat pada gangguan internal, penyakit kronik dan penyakit berat; lidah merah
bergetar dengan selaput lidah sedikit & kering disebabkan oleh konsumsi cairan,
malnutrisi tendon dan pembuluh darah dan angin endogen umumnya terlihat
pada tahap perkembangan penyakit febrile; lidah merah tua dan bergetar
disebabkan oleh panas ekstrem yang membangkitkan angin, umumnya tampak
pada penyakit panas eksogen yang berat. Lidah merah dan bergetar disebabkan
oleh Yang liver yang berubah menjadi angin, umumnya pada gangguan penyakit
internal yang disertai dengan sakit kepala dan dizziness.
Lidah menyimpang : Lidah menyimpang ke satu sisi mengindikasikan stroke-
angin atau tanda awal stroke – angin oleh karena angin Hati yang bergabung
dengan phlegm atau angin Hati yang bergabung stagnasi di kolateral lidah.
Lidah lemah : Lidah sangat lemah saat dijulurkan dan ditarik kembali, hal ini
menandakan konsumsi cairan yang berlebihan atau berkurangnya qi dan darah
serta malnutrisi otot dan pembuluh darah lidah. Lidah merah tua dan lemah
dengan selaput lidah sedikit pada penyakit kronik disebabkan oleh gangguan
internal api yang menyebabkan defisiensi Yin. Lidah pucat dan lemah disebabkan
oleh defisiensi Qi dan darah. Lidah keing kemerahan dan lemah merupakan

23 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

tahap perkembangan penyakit febril eksogen yang disebabkan oleh


terkonsumsinya cairan karena panas.
Lidah yang menyusut : lidah kontraksi dan tidak bisa menjulur atau bahkan tidak
bisa mancapai gigi. Umumnya mengindikasikan kondisi kritis.
Lidah yang menyusut disebabkan oleh invasi pathogen dingin atau stagnasi
dingin endogen pada otot dan pembuluh darah lidah; panas ekses yang
mengkonsumsi cairan menyebabkan spasme otot dan pembuluh darah. Atau
stagnasi angin Hati dengan phlegm di otot dan pembuluh darah. Lidah pucat
atau cyanotic, keunguan, lembab dan menyusut disebabkan oleh stagnasi dingin
di otot dan pembuluh darah. Meah tua, kering dan menyusust disebabkan oleh
panas ekses yang mengkonsumsi cairan; lidah gemuk dan menyusut dengan
selaput lidah berminyak disebabkan oleh angin hati yang bercampur dengan
phlegm.

 PENGAMATAN SELAPUT LIDAH


Selaput lidah abnormal disebabkan oleh naiknya qi lambung dengan faktor pathogen.
Pengamatan selaput lidah dapat membantu memahami lokasi dan sifat penyakit
serta hubungan antara wei qi dan faktor pathogen. Pengamatan selaput lidah
meliputi pemeriksaan sifat dan warna selaput lidah.
Ketebalan : ketebalan lidah merefleksikan derajat faktor pathogen dan
perkembangan penyakit. Secara umum, selaput lidah tipis : perkembangan awal
penyakit eksogen yang mengindikasikan bahwa faktor pathogen masih superficial,
penyakit bersifat ringan. Juga bisa terlihat pada defisiensi Qi karena hipofungsi limpa
dan lambung
Selaput lidah tebal : merupakan tanda berlebihnya faktor pathogen, adanya stagnasi
phlegm, lembab dan retensi makanan.
Selama perjalanan penyakit, perubahan selaput lidah dari tipis ke tebal
mengindikasikan adanya peningkatan faktor pathogen, pekembangan penyakit
eksterior menjadi interior,dan perkembangan kondisi pathologis dari ringan ke berat.
Perubahan selaput lidah dari tebal ke tipis menindikasikan wei qi lebih dominan
daripada faktor pathogen, perkembangan kondisi pathologis dari berat menjadi
ringan.
Selaput lidah yang lembab dan kering
Selaput lidah dengan kelembaban sedang disebut selaput lidah yang lembab.
Selaput lidah dengan banyaknya kelembaban dan licin disebut selaput lidah licin.

24 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

Selaput lidah yang kering dan berfisura disebut selaput lidah kering. Selaput lidah
yang kering dan kasar disebut dengan selaput lidah kasar.
Kelembaban dan keringnya selaput lidah merefleksikan kondisi dan distribusi cairan
tubuh. selaput lidah yang lembab : cukup cairan
Selaput lidah licin : lembab dingin, retensi cairan, lembab dingin endogen, defisiensi
Yang qi, gagalnya Qi mentransformasi cairan.
Selaput lidah kasar dan kering : konsumsi cairan tubuh karena panas ekses
Selaput lidah berminyak dan berbau busuk :
Selaput lidah yang tebal di tengah, tipis di tepi dan sulit mengelupas disebut selaput
lidah berminyak.
Selaput lidah yang jarang dan mudah mengelupas dengan ketebalan di tengah dan
tepi lidah disebut Selaput lidah kotor.
Selaput lidah berminyak dan kotor merefleksikan penurunan dan perkembangan
Yang qi dan kelembaban. Selaput lidah berminyak umumnya disebabkan oleh
gangguan lembab endogen dan Yang qi biasanya pada sindrom lembab, phlegm, dan
retensi makanan. Selaput lidah kotor disebabkan oleh pengasapan ekses panas,
biasanya terlihat pada sindrom retensi makanan lambung atau akumulasi phlegm.
Selaput lidah mengelupas : Selaput lidah mengelupas sebagian atau seluruhnya
selama perkembangan penyakit. Jika semua selaput lidah terkelupas disebut dengan
lidah seperti cermin.
Terkelupasnya lidah disebabkan oleh kegagalan defisiensi qi lambung dalam
mengasapi lidah atau kurangnya Yin lambung dalam melembabkan lidah. Lidah
merah dan terkelupas : konsumsi Yin karena panas ekses. Selaput lidah terkelupas
dan berwarna terang mengindikasikan terkonsumsinya Yin dan Qi. Lidah seperti
cermin mengindikasikan sindrom defisiensi Yin lambung.

 WARNA SELAPUT LIDAH


Warna selaput lidah umumnya terlihat putih, kuning dan hitam abu-abu yang
tampak singular atau simultan. Pemeriksaan warna lidah dilakukan bersama-
sama dengan analisis tekstur, warna dan bentuk lidah.
Selaput lidah putih : terlihat pada sindrom eksternal dan sindrom dingin.
Selaput lidah putih tipis tampak pada tahap awal penyakit eksogen karena faktor
pathogen masih menyerang di lapisan superficial. Lidah terang dengan selaput
tipis, putih dan lembab mengindikasikan adanya sindrom eksternal karena angin
dingin. Tepi dan ujung lidah kemerah-meahan dengan selaput lidah tipis, putih

25 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

dan lembab mengindikasikan sindrom eksternal angin panas. Lidah pucat


dengan selaput putih tipis terlihat pada sindrom dingin defisiensi.
Selaput lidah putih lengket biasanya oleh karena retensi lembab, phlegm dan
cairan karena retensi makanan tanpa perubahan menjadi panas.
Selaput Lidah Kuning : Selaput lidah kuning biasanya mengindikasikan sindrom
internal dan sindom panas.
Selama perjalanan penyakit, perubahan selaput lidah dari putih ke kuning
artinya faktor pathogen telah berubah menjadi panas dan telah masuk ke dalam.
Semakin kuning, penyakit semakin berat. Selaput lidah berwarna kuning terang
mengindikasikan panas ringan, kuning tua menandakan panas yang berat. Oleh
karena itu selaput lidah kuning biasanya tampak bersamaan dengan lidah yang
merah dan merah tua.
Selaput lidah kuning dan tipis mengindikasikan faktor pathogen yang masih
ringan biasanya pada sindom eksternal angin panas. Atau transformasi angin
dingin menjadi panas. Selaput lidah putih dan kuning menandakan faktor
pathogen yang berubah dari eksterior ke interior dan dingin yang berubah
menjadi panas. Selaput lidah kuning dan lengket karena akumulasi lembab
panas, atau karena retensi phlegm dan cairan berubah menjadi panas atau
karena retensi makanan yang membusuk dan menjadi panas. Selaput lidah
kuning dan kasar disebabkan oleh pathogen panas yang mengkonsumsi cairan
tubuh atau retensi panas di usus. Tetapi jika selaput lidah kuning, licin, lemabab
dan warna otot lidah pucat dan gemuk disebabkan oleh penurunan Yang Qi yang
gagal mentransformasi lembab dan air.
Selaput lidah hitam ke abu-abuan : menandakan sindrom panas internal yang
berat atau sindrom dingin internal. Semakin gelap warna maka semakin parah
kondisi pathologisnya. Dalam sindom dingin warna hitam ke abu-abuan umunya
merupakan perkembangan dari selaput lidah yang putih.

 ANALISIS KOMPREHENSIF LIDAH


Perubahan lidah dan selaput lidah merefleksikan kondisi pathologis tubuh yang
rumit. Otot lidah merefleksikan kondisi viscera, qi dan darah. Kondisi selaput
lidah merefleksikan derajat dan sifat penyakit terkait wei qi dan faktor pathogen.
Biasanya perubahan otot lidah dan selaput lidah adalah sama begitu pula
dengan pathogenesis dan indikasinya.

26 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

Contoh : otot lidah merah dan selaput lidah kuning kering : sindrom panas ekses.
Otot lidah pucat, selaput lidah putih tipis dan lembab : sindrom dingin defisien.
Tetapi kadang perubahan otot lidah dan selaput lidah berbeda. Sehingga dalam
kasus, analisis komprehensif harus dibuat meliputi penyebab, pathogenesis dan
hubungannya.
Contoh: jika lidah pucat dan selaput lidah kuning lengket. Lidah pucat
mengindikasikan defisiensi Qi dan darah sedangkan selaput lidah kuning lengket
mengindikasikan akumulasi lembab panas internal. Analisisnya adalah adanya
sindrom kompleks defisiensi –ekses oleh karena defisiensi qi dan darah yang
ditambah dengan adanya serangan lembab panas. Misalnya saja, jika otot lidah
merah gelap dan selaput lidah putih lengket, lidah merah tua menunjukkan
berlebihnya panas internal /defisiensi Yin / ekses api, sedangkan selaput lidah
putih lengket mengindikasikan retensi makanan atau berlebihnya phlegm
lembab.

Rangkuman Materi Kegiatan Belajar – I

 Metode Diagnosis merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yang terkait
dengan kondisi pathologis, yang meliputi pengamatan (wang), mendengarkan dan membau
(wen), anamnesa (wun) dan perabaan & perabaan nadi (cie).
 Metode diagnosis disebut juga dengan 4 cara pemeriksaan. Dengan 4 cara pemeriksaan kita
dapat mengetahui keadaan fungsi viscera, kondisi qi, darah dan cairan tubuh, pertentangan
antara zheng qi (daya tahan) dengan faktor pathogen, perkembangan penyakit dan prognosis
penyakit. Empat cara pemeriksaan ini sangat vital karena dengan pemeriksaan yang detail dan
lengkap maka kita dengan mudah akan menegakkan diagnosis berdasarkan diferensiasi sindrom.
 Pengamatan meliputi seluruh aspek tubuh yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Pemeriksaan
pengamatan (wang) meliputi pemeriksaan seluruh tubuh (shen, se, sing tay, 5 panca indera,
ekskreta dan lidah)
 Pengamatan lidah meliputi otot lidah, kelembaban, pergerakan, selaput lidah yang meliputi
ketebalan, warna, kelembaban, dan pengelupasan.

27 | H a l a m a n
Kegiatan Belajar – I

Tes Mandiri Kegiatan Belajar – I

Setelah membaca dan memahami materi di atas, jawablah beberapa pertanyaan di bawah
ini:
1. Apa sajakah yang perlu diamati pada 4 cara pemeriksaan? (bobot nilai: 20)
2. Bagaimanakah Shen yang normal itu? Jelaskan! (bobot nilai: 20)
3. Bagaimanakah kompleksi wajah yang normal itu? Jelaskan! (bobot nilai: 20)
4. Apa sajakah yang perlu diamati pada pemeriksaan lidah ? (bobot nilai: 20)
5. Jelaskan macam-macam warna otot lidah yang abnormal! (bobot nilai: 20)
Jawaban dari soal-soal tersebut dapat Anda cocokkan dengan kunci jawaban yang Anda
jumpai pada bagian akhir Modul ini.

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Sekarang Anda telah selesai mengerjakan tes mandiri. Cocokkanlah jawaban Anda dengan
kunci jawaban tes mandiri yang terdapat pada bagian akhir modul ini dan hitunglah
bobot/skor nilai keseluruhan, kemudian gunakan daftar arti tingkat penguasaan di bawah ini
untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan Belajar I.
Arti tingkatan penguasaan yang Anda capai:
Nilai Arti Tindak Lanjut
90 – 100 Baik Sekali SELAMAT! Anda telah menyelesaikan Kegiatan Belajar
80 – 89 Baik ini dan dapat melanjutkan ke Kegiatan Belajar
selanjutnya.
70 – 79 Sedang Mohon maaf, Anda harus mengulangi kembali
Kegiatan Belajar ini terutama bagian yang belum Anda
kuasai.

28 | H a l a m a n
KEGIATAN BELAJAR – II
Tujuan Pembelajaran
Pemeriksaan Auskultasi dan Olfaksi Umum
Auskultasi berarti mendengarkan berbagai suara dari pasien. Setelah mempelajari hal-
Olfaksi berarti mencium bau dan ekskreta tubuh pasien sehingga
hal yang dipaparkan
dapat memahami kondisi pathologis pasien.
kegiatan belajar ini,
1. Auskultasi /Mendengarkan Suara Anda diharapkan untuk
Suara terkait dengan paru-paru, tenggorokan, epiglottis, mampu memahami,
lidah, gigi, bibir dan hidung. Segala macam suara dihasilkan menjelaskan dan
dari aktivitas paru-paru karena paru-paru menguasai qi dan menganalisis hasil
pernapasan. Mendengarkan suara tidak hanya memeriksa pemeriksaan ausultasi
kondisi organ yang secara langsung terkait dengan suara
dan olfaksi secara TCM
tetapi juga mendiagnosis penyakit viscera berdasarkan
Tujuan Pembelajaran
perubahan suara.
Khusus
a. Bicara Untuk mencapai tujuan
Dalam mendengarkan suara bicara yang pembelajaran di atas,
didengarkan adalah suara bicara pasien apakah keras Anda akan mempelajari:
atau lemah, kata-katanya koheren / tidak. Suara bicara
1. Hal-hal apa sajakah
yang normal adalah pengucapannya natural, ekspresi
yang diperiksa
jelas dan kata-katanya konsisten. Suara yang tinggi dan
dalam pemeriksaan
sonor pada orang sehat mengindikasikan cukupnya yuan
auskultasi dan
qi dan qi paru. Tetapi perlu diingat bahwa suara yang
olfaksi secara TCM
dikeluarkan oleh tiap-tiap orang juga berbeda. Sebagai
contoh, suara pria lebih rendah dan penuh, suara wanita 2. Bagaimana analisis

lebih tinggi dan jelas, suara anak-anak lebih tajam dan hasil pemeriksaan
merdu, dan suara orang tua lebih rendah dan dalam. auskultasi dan
Ada hubungan antara suara bicara dengan emosi. olfaksi?
Contohnya, suara bahagia adalah ceria, suara orang Selamat belajar!
marah adalah berteriak dan cepat, suara kesedihan
adalah bersedih. Dan hal itu adalah normal.

29 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

1) Suara
Perubahan abnormal terdiri dari suara yang lemah, berat, serak atau tidak bersuara.
Suara kuat dan suara lemah : suara sonor dengan keresahan dan polylogia
mengindikasikan sindrom ekses dan sindrom panas; suara rendah, lemah dan sedih
dengan olylogia mengindikasikan sindom defisiensi dan sindrom dingin.
Suara dalam dan berat : biasanya disebabkan oleh gagalnya qi Paru-paru untuk
mendispersi dan karena gangguan hidung oleh karena pathogen angin, dingin dan
lembab atau obstruksi jalan napas karena stagnasi lembab.
Suara serak dan aphonia : aphonia berarti secara total kehilangan suara. Pathogenesis
suara serak dan aphonia hampir sama. Jika suara serak yang sangat serius dapat
berkembang menjadi aphonia.
Sindrom ekses : faktor pathogen yang menyerang Paru-paru atau gagalnya Qi Paru-paru
mendispersi mengakibatkan stagnasi phlegm.
Sindrom defisiensi : kurangnya cairan karena defisiensi Yin Paru-paru dan Ginjal; api
defisiensi yang membakar Paru-paru.

Paraphasia
Delirium : mengoceh dengan suara tinggi saat koma. Merupakan kondisi abnormal yang
termasuk ke dalam sindrom ekses oleh karena gangguan pikiran. Gangguan pikiran yang
disebabkan oleh invasi faktor pathogen pada pericardium / sindrom ekses Yangming
organ Fu.
Bergumam : ditadai dengan ketidak sadaran, yang terjadi berulang, inkoheren dan
dengan suara pelan. Hal ini disebabkan oleh defisiensi qi jantung biasanya pada pasien
yang sakitnya sudah lama dan kronik.
Berbicara sendiri : ditandai dengan depresi mental, mengoceh dengan ocehan yang
tidak koheren, biasanya disebabkan oleh koagulasi phlegm yang mengganggu pikiran
atau gangguan qi jantung yang berat. Contohnya pada orang epilepsy.
Mengoceh : ditandai dengan bergerak aktif, berteriak-teriak dengan suara tinggi,
biasanya disebabkan oleh api phelgm yang menyerang jantung.
Paraphasia : pasien berbicara omong kosong dalam keadaan sadar. Kondisi ini
disebabkan oleh kurangnya qi ginjal dan kurangnya shen. Biasanya pada pasien yang
sudah tua / penyakit kronis.

30 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Bicara Cadel
Ditandai dengan suara bicara yang tidak jelas, biasanya pada stroke –angin atau sequele
stroke angin. Hal ini disebabkan oleh obstruksi kolateral karena phlegm angin, malnutrisi
otot dan pembuluh darah lidah yang membuat lidah menjadi tidak fleksibel.

b. Pernapasan

Paru-paru menguasai qi dan pernapasan, sedangkan ginjal menguasai penerimaan qi.


Sehingga gangguan pernapasan biasanya oleh karena perubahan pathologis paru-paru dan
ginjal.

Pernapasan Cepat dan Lemah


Penyakit dengan serangan akut dan pernapasan yang cepat dengan suara tinggi digolongkan
ke sindrom panas dan sindrom ekses.
Penyakit yang lama dengan napas lemah dan pendek digolongkan ke sindom defisiensi dan
sindrom dingin.

Dyspnea dan Bronchial Wheezing


Dyspnea adalah kesulitan bernapas dengan napas pendek dan cepat bahkan dengan
membuka mulut, mengangkat bahu. Dyspnea bisa bersifat ekses ataupun defisiensi. Dyspnea
ekses ditandai dengan napas yang dalam dan cepat saat menghembuskan yang dsebabkan
oleh faktor pathogen di Paru-paru yang menghambat aliran Qi.
Dyspnea defisiensi ditandai dengan napas lemah dan lambat, lebih banyak menghembuskan
napas daripada menarik napas dan lebih suka mengambil napas dalam biasanya disebabkan
oleh defisiensi qi paru-paru dan ginjal.
Bronchial wheezing ditandai dengan napas cepat seperti dyspnea, stridor di tenggorokan,
berulang dan susah diobati, biasanya disebabkan oleh retensi phlegm internal yang
bergabung dengan faktor pathogen yang mendorong terjadinya retensi cairan. Atau bisa
juga karena intake makanan yang asam, asin, tidak dimasak dan makanan dingin.
Dyspnea dan wheezing yang terjadi bersamaan disebut dengan asthma.

Napas Pendek dan Lemah


Sindrom defisiensi ditandai dengan napas pendek dan suara lemah, biasanya disertai
dengan tidak bersemangat, lemah dan keringat spontan oleh karena kelemahan dan
penyakit kronik yang mengkonsumsi qi primordial dan qi dada.

31 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Sindrom ekses :napas pendek, suara serak yang disertai dengan tekanan dada, batuk dan
dypnea oleh karena stagnasi phlegm dan retensi cairan yang menghambat aliran Qi.
Napas lemah biasanya karena kurangnya qi visceral terutama defisiensi qi Paru-paru dan
Ginjal.

c. Batuk
Batuk disebabkan oleh gagalnya Paru-paru dalam mendispersi dan aliran qi Paru-
paru yang berbalik arah. Batuk biasanya terkait erat dengan sputum. Sehingga dalam
diagnosis, harus diperhatikan dalam menganalisis karakteristik suara batuk, waktu dan
durasi batuk, warna sputum, kuantitas dan kualitas sputum beserta komplikasinya.
Batuk yang keras dengan sputum putih tipis dan obstruksi nasal biasanya karena
serangan angin dingin pada paru-paru, atau karena retensi pathogen dingin di Paru-paru.
Batuk lemah dengan sputum putih yang banyak, mudah dikeluarkan disertai dengan takanan
di dada dan rasa penuh di epigastric biasanya disebabkan oleh stagnasi phlegm dan lembab
di Paru-paru.
Batuk lemah dengan sputum kuning kental dan mudah dikeluarkan disertai dengan
tenggorokan kering dan panas disebabkan oleh invasi pathogen panas yang mengkonsumsi
Yin Paru-paru dan menghambat aliran qi Paru-paru. Batuk kering tanpa sputum atau dengan
sputum kental dan sedikit dan tenggorokan kering disebabkan oleh invasi pathogen kering
ke Paru-paru atau defisiensi Yin Paru-paru. Batuk lemah disertai napas pendek atau dyspnea
disebabkan oleh defisiensi Paru-paru atau karena konsumsi Qi Paru-paru pada penyakit
kronik.
d. Cegukan Dan Sendawa
Cegukan dan sendawa disebabkan oleh aliran qi lambung yang berbalik arah.
Cegukan
Diferensiasi sindom cegukan berdasarkan suara, durasi dan komplikasi lain.
Cegukan berulang disebabkan oleh retensi pathogen panas di lambung. Cegukan dalam,
panjang dan lemah disebabkan oleh lemahnya Limpa dan lambung. Cegukan dengan suara
normal, durasi pendek dan tidak ada komplikasi yang disebabkan oleh makan yang tergesa-
gesa atau karena setelah makan terpapar angin dingin. Cegukan jenis ini dianggap normal.
Tiba-tiba cegukan dengan suara yang lemah dan lama pada penyakit kronik atau penyakit
serius mengindikasikan penurunan qi lambung.

32 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Sendawa
Sendawa mengacu pada suara yang dalam, panjang, dan lemah di dalam tenggorokan oleh
karena naiknya qi lambung. Diferensiasi sindromnya berdasarkan tinggi rendahnya suara dan
baunya, apakah berbau asam atau busuk.
Sendawa dengan suara keras disertai bau yang asam dan busuk, distensi abdomen, selaput
lidah yang tebal dan berminyak menandakan adanya retensi makanan di lambung.
Sendawa dengan suara keras berulang disertai nyeri hipokondrium dan epigastrium, nadi
tegang dan berkurang setelah sendawa disebabkan oleh emosi sedih akibat invasi qi hati ke
lambung. Sendawa dengan suara dalam, bau asam dan busuk, rasa hambar di mulut, otot
lidah terang, nadi lemah disebabkan oleh kelemahan limpa dan lambung biasanya pada
penyakit kronik dan orang yang sudah tua. Sendawa setelah makan biasanya disebabkan
oleh teralalu banyak makan dan ini adalah normal.

2. Olfaksi
Secara normal tidak ada bau abnormal pada orang yang sehat yang fungsi organ visceranya
normal dan sirkulasi qi dan darahnya lancar. Jika fungsi viscera terganggu, qi, darah dan cairan
tubuh terganggu oleh faktor pathogen atau transportasi dan transfomasi makanan dan air juga
abnormal dapat menyebabkan produksi bau abnormal.
Sedikit bau atau bau yang tidak busuk mengindikasikan sindrom defisiensi, sindom dingin atau
sindrom lembab dingin. Bau menyengat mengindikasikan sindom ekses atau sindrom panas atau
sindrom lembab. Bau asam dan busuk biasanya mengindikasikan adanya retensi makanan. Bau
darah mengindikasikan penyakit dengan perdarahan. Bau busuk mengindikasikan adanya luka
dan ulkus.

a. Mencium Bau Tubuh


Bau Mulut
Bau mulut tampak pada penyakit mulut seperti karies. Bau mulut biasanya disebabkan oleh
panas lambung. Bau asam dari mulut mengindikasikan retensi makanan. Bau busuk dari
mulut mengindikasikan abses internal.
Bau Sputum Dan Ingus
Sputum berbau dengan disertai pus dan darah biasanya terlihat pada ekses panas racun atau
akumulasi panas racun di dalam Paru-paru. Sputum yang tipis dan tidak berbau terlihat pada
penyakit eksogen oleh karena angin dingin. Banyaknya ingus yang kental berbau
menandakan nasosinusitis menyebabkan panas Paru-paru atau lembab panas di meridian
kandung empedu.

33 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Bau Badan
Bau badan yang busuk mengindikasikan adanya luka atau ulcer. Bromhidrosis disebabkan
oleh pengasapan lembab panas.
b. Bau Feces Dan Urine
Urine jernih dan sedikit berbau mengindikasikan sindrom defisiensi dan sindrom dingin, juga
pada orang yang sehat. Urine sedikit dan kemerah-meahan mengindikasikan turunnya
lembab panas. Loose stool menandakan adanya dingin di Limpa dan usus. Feces yang berbau
asam dan busuk / flatus dengan bau yang menyengat mengindikasikan adanya retensi
makanan.
c. Bau Menstruasi
Darah menstruasi dan leukorrea mengindikasikan sindrom defisiensi atau sindrom lembab
dingin. Leucorrhea yang kuning kental dan berbau disebabkan oleh turunnya lembab panas.

Rangkuman Materi Kegiatan Belajar – II

 Auskultasi berarti mendengarkan berbagai suara dari pasien. Olfaksi berarti mencium bau dan
ekskreta tubuh pasien sehingga dapat memahami kondisi pathologis pasien
 Auskultasi terdiri dari mendengarkan suara, bicara, napas, batuk, sendawa dan cegukan.
Sedangkan Olfaksi terdiri dari mencium bau mulut, bau badan, sputum dan ingus, feces dan
urine serta bau menstuasi.
 Secara umum, dengan auskultasi dan olfaksi, kita dapat mengetahui keadaan pasien apakah
dalam kondisi ekses ataukah defisiensi. Biasanya kondisi ekses ditandai dengan suara yang keras,
berat dan kuat sedangkan kondisi defisiensi ditandai dengan suara yang lemah dan pelan.

34 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Tes Mandiri Kegiatan Belajar – II

Setelah membaca dan memahami materi di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini:
1. Sebutkan jenis-jenis suara batuk dan analisis penyebabnya ! (bobot : 50)
2. Sebutkan macam-macam bau dari pasien dan analisis penyebabnya ! (bobot : 50)
Jawaban dari soal-soal tersebut dapat Anda cocokkan dengan kunci jawaban yang Anda
jumpai pada bagian akhir Modul ini.

Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Sekarang Anda telah selesai mengerjakan tes mandiri. Cocokkanlah jawaban Anda dengan
kunci jawaban tes mandiri yang terdapat pada bagian akhir modul ini dan hitunglah
bobot/skor nilai keseluruhan, kemudian gunakan daftar arti tingkat penguasaan di bawah ini
untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan Belajar II.
Arti tingkatan penguasaan yang Anda capai:
Nilai Arti Tindak Lanjut
90 – 100 Baik Sekali SELAMAT! Anda telah menyelesaikan Modul Terpadu
80 – 89 Baik ini dan dapat melanjutkan ke Modul lainnya.
70 – 79 Sedang Mohon maaf, Anda harus mengulangi kembali
≤ 69 Kurang Kegiatan Belajar ini terutama bagian yang belum Anda
kuasai.

35 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

KEGIATAN BELAJAR – III


Tujuan Pembelajaran
Pemeriksaan Anamnesa Umum
Setelah mempelajari hal-
Anamnesa adalah menanyakan tentang riwayat penyakit pasien hal yang dipaparkan
yang meliputi terjadinya penyakit, perkembangan dan terapi
kegiatan belajar ini,
penyakit, serta manifestasi yang terkait dengan penyakitnya.
Anda diharapkan untuk
Anamnesa bisa dilakukan langsung kepada pasien ataupun
mampu memahami,
keluarga / teman yang menemani saat berobat.
menjelaskan dan
Anamnesa merupakan metode utama yang digunakan untuk
melakukan pemeriksaan
memahami riwayat penyakit pasien dan gejala-gejala subyektif
pasien. anamnesa secara TCM.

Anamnesa meliputi Informasi umum, keluhan, riwayat penyakit


Tujuan Pembelajaran
sekarang, riwayat penyakit dahulu, gejala-gejala, dan riwayat
Khusus
penyakit keluarga.
Untuk mencapai tujuan
Informasi Umum pembelajaran di atas,
Informasi umum meliputi nama, jenis kelamin, usia, status Anda akan mempelajari:
perkawinan, kebangsaan, pekerjaan, alamat dan tanggal
1. Hal-hal apa saja
kunjungan.
yang harus
1. Anamnesa Keluhan Utama Dan Riwayat Penyakit Sekarang ditanyakan saat
a. Anamnesa Keluhan Utama pemeriksaan
Keluhan utama adalah gejala dan tanda yang paling anamnesa?
dirasakan pasien ketika pasien itu datang untuk berobat. 2. Bagaimana analisis
Keluhan utama merupakan alasan utama pasien datang hasil pemeriksaan
untuk berobat.
anamnesa?
Keluhan utama yang akurat merupakan kunci dalam
Selamat belajar!
memahami kondisi pathologis pasien. Sehingga keluhan
utama sangat membantu dalam klasifikasi utama dan
diagnosis penyakit.
Keluhan utama merupakan keterangan penting dalam
anamnesa, analisis dan terapi penyakit.

36 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

b. Anamnesa Riwayat penyakit Sekarang


Riwayat penyakit sekarang meliputi keseluruhan terjadinya penyakit, perkembangan dan
perubahan penyakit mulai awal terjadinya sampai pasien datang berobat.
Anamnesa riwayat penyakit sekarang meliputi 3 aspek : terjadinya penyakit, perubahan
pathologi, diagnosis dan terapi.

Terjadinya Penyakit
Meliputi waktu serangan, tiba-tiba atau bertahap, penyebab serangan, awal gejala, sifat dan
tempat gejala muncul dan pengobatan yang sudah dilakukan. Hal ini penting untuk
membedakan penyebab, lokasi dan sifat penyakit.
Perkembangan Penyakit
Meliputi perubahan pathologis dari terjadinya penyakit sampai pasien datang berobat. Hal
ini meliputi sifat, derajat dan perubahan dari gejala utama, kapan waktu gejala berkurang
dan kapan semakin memburuk, jika ada perubahan pathologis baru. Hal ini penting untuk
memahami pertarungan yang terjadi antara zheng qi (daya tahan tubuh) dengan faktor
pathogen juga kecenderungan perkembangan perubahan penyakit.
2. Anamnesa gejala-gejala
Meliputi hal-hal yang membuat pasien tidak nyaman. Gejala saat ini mencerminkan
perubahan pathologis dan merupakan keterangan penting dalam mendiagnosis dan diferensiasi
sindrom. Anamnesa gejala meliputi lokasi, sifat, derajat, terjadinya, lamanya, apa yang membuat
semakin buruk dan apa yang membuat gejala menjadi ringan.
Anamnesa gejala meliputi anamnesa tentang demam dan dingin, keringat, nyeri,
kondisi tidur, diet dan nafsu makan, BAB, BAK, gejala di kepala, wajah, punggung dan
ekstremitas.
a. Anamnesa demam dan dingin
Anamnesa demam dan dingin berarti menanyakan pasien apakah pasien merasakan
sensasi demam dan takut dingin. Demam dan dingin merupakan gejala umum yang tampak
pada perjalanan penyakit.
Takut dingin merupakan sensasi subyektif yang meliputi gejala tidak menyukai
dingin dan takut akan dingin. Jika pasien merasakan dingin dan tetap merasa dingin
meskipun menambah tebal pakaiannya atau berada di dekat perapian, ini disebut dengan
benci dingin. Jika pasien merasakan dingin dan dapat bekurang dengan penghangatan, ini
disebut dengan takut dingin.
Demam berarti bahwa suhu tubuh lebih tinggi dibandingkan dari biasanya yang
meliputi sensasi subjektif general maupun lokal seperti sensasi panas di 5 pusat (telapak

37 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

tangan, telapak kaki, dan dada) yang tidak berarti suhu badan ikut naik. Terjadinya demam
dan dingin tergantung pada faktor pathogen apakah berkurang / dominan begitu pula
dengan Yin dan Yang tubuh.
Pada penyakit yang disebabkan oleh faktor pathogen, pathogen dingin
menyebabkan benci dingin dan pathogen panas menyebabkan demam. Berlebihnya Yang
menyebabkan demam, berlebihnya Yin menyebabkan dingin. Defisiensi Yin menimbulkan
demam, defisiensi Yang menimbulkan dingin.

1) Takut Dingin Dan Demam


Artinya adalah pasien tidak menyukai dingin dan suhu badannya meningkat, biasanya
pada tahap awal penyakit eksogen yang dibagi menjadi :
Sindrom eksternal disebabkan oleh retensi faktor pathogen di superficial dan masih
terjadi pertentangan antara Zheng Qi dan faktor pathogen.
Takut dingin disebabkan oleh invasi faktor pathogen di kulit yang mempengaruhi fungsi
Yang Qi dalam menghangatkan otot-otot. Demam disebabkan oleh faktor pathogen
berada di superficial dan resisten terhadap zheng qi.
Ada 3 tipe :
 Sangat takut dingin dan demam ringan
mengindikasikan sindrom eksternal oleh karena angin dingin. Dingin merupakan
faktor pathogen yang bersifat Yin. Ketika faktor pathogen dingin menginvasi
superficial, yang Qi stagnasi dan daerah superficial kehilangan kehangatan yang
menyebabkan sangat takut dingin. Dingin cenderung berkoagulasi. Sehingga ketika
Yang Qi stagnasi dan faktor pathogen lebih dominan, maka timbullah demam.
 Demam serius dan takut dingin yang ringan.
Mengindikasikan sindrom eksternal oleh karena angin panas. Angin panas
merupakan faktor pathogen yang besifat Yang. Ketika faktor pathogen bersifat Yang
menimbulkan penyakit, Yang selalu ekses. Inilah mengapa dikatakan demamnya
serius / tinggi. Ketika angin panas menginvasi superficial, celah-celah otot akan
menjadi longgar. Inilah mengapa takut dinginnya bersifat ringan.
 Demam ringan dan takut angin
Mengindikasikan sindrom eksternal oleh karena serangan angin. Takut angin berarti
timbul sensasi dingin ketika terpapar angin dan berkurang saat menghindari angin,
biasanya disebabkan oleh pathogen angin. Angin cenderung membuka, sehingga
celah-celah otot menjadi longgar ketika terserang angin. Sehingga timbul demam
ringan dan takut angin.

38 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Derajat takut dingin dan demam pada sindrom eksternal tidak hanya terkait dengan
sifat faktor pathogen tetapi juga pertentangan antara zheng qi dan faktor pathogen.
Sebagai contoh : takut dingin dan demam serius menandakan faktor pathogen dan
zheng qi sama-sama kuat
Takut dingin dan demam ringan : jika faktor pathogen dan zheng qi sama-sama
lemah
Takut dingin yang serius dan demam ringan : faktor pathogen berlebih dan zheng qi
defisiensi.
2) Dingin tanpa demam
Dingin tanpa demam berarti pasien hanya merasakan dingin tetapi tidak
demam. Biasanya disebabkan oleh faktor pathogen dingin secara langsung ke
interior yang mengakibatkan Yang qi stagnasi sehingga Yang qi tidak bisa ke
permukaan. Atau karena kurangnya Yang qi dalam menghangatkan tubuh.
Ada 2 macam :
 Benci dingin pada awal penyakit (dingin ekses)
Disebabkan oleh serangan pathogen dingin yang menyebabkan stagnasi Yang qi
dan menghilangkan kehangatan tubuh. Takut dingin tiba-tiba disertai dengan
ekstremitas dingin, nyeri dingin di abdomen atau dyspnea digolongkan ke
sindrom dingin ekses
 Takut dingin pada penyakit kronik (dingin defisien)
Disebabkan oleh berkurangnya Yang qi. Pasien merasa dingin dan
ekstremitasnya pun juga dingin. Berkurang dengan penghanagatan, otot lidah
lembut warnanya terang, nadinya dalam, lemah dan lambat. Kondisi ini
digolongkan ke sindrom dingin defisiensi.
3) Demam Tanpa Dingin
Pasien hanya merasakan demam tetapi tidak merasakan dingin sama sekali dan
pasien tidak menyukai panas. Hal ini biasanya digolongkan ke sindrom panas
internal oleh karena berlebihnya Yang atau defisiensi Yin.
Berdasarkan derajat, waktu dan sifatnya. Demam dibagi menjadi :
 Demam tinggi
Pasien demam tinggi berkurang dengan dingin. Hal ini biasanya disebabkan oleh
angin dingin yang menginvasi interior dan berubah menjadi panas atau karena
transmisi angin panas ke interior. Demam tinggi digolongkan ke dalam sindrom

39 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

panas ekses biasanya disertai dengan pipi kemerah-merahan, keringat banyak,


dysphoria, haus dan lebih suka minum dingin.
 Demam Tidal
Berdasarkan penyebab dan pathogenesisnya dibagi menjadi :
Yangming Demam sore hari : ditandai dengan demam berkelanjutan yang
semakin memburuk di sore hari (jam 3-5 sore) ketika Qi M. Yangming berlebih
disertai dengan konstipasi, nyeri abdomen, retensi panas kering di lambung dan
usus.
Lembab panas demam tidal : lembab panas demam tidal ditandai dengan
demam, yang memburuk di sore hari, biasanya disertai dengan tekanan
epigastric dan abdomen, nausea, vomiting, sensasi berat di kepala dan tubuh,
loose stool dan diare serta selaput lidah yang tebal dan berminyak, biasanya
disebabkan oleh retensi lembab panas di jiao tengah, stagnasi lembab dan panas.
Defisiensi Yin demam tidal : ditandai dengan demam di sore hari dan ada sensasi
panas di lima pusat (telapk tangan, telapak kaki, dan dada) biasanya disertai pipi
kemerahan, keringat malam, mulut dan tenggorokan kering, lidah kemerah-
merahan dengan sedikit cairan, biasanya disebabkan oleh konsumsi cairan Yin,
gagalnya Yin megontrol Yang dan panas defisiensi.
Demam ringan : pasien merasa demam tetapi suhu badannya normal. Demam
ringan yang durasinya panjang. Contohnya, panas internal yang disebabkan oleh
defisiensi Yin, emosi sedih dan gagalnya Liver dalam melancarkan Qi
menyebabkan demam karena stagnasi Qi.
4) Panas Dan Dingin Secara Bergantian
Terjadi secara bergantian akibat dominasi faktor pathogen yang menyebabkan
takut dingin, sedangkan dominasi zheng qi menyebabkan demam. Jika dominasi
antara faktor pathogen dan zheng qi terjadi bergantian, maka demam dan dingin
pun juga terjadi secara bergantian.

b. ANAMNESA KERINGAT
Keringat ditransfomasi dari Jin Ye oleh Yang Qi dan diekskresikan melalui pori-pori.
Fungsi normal keringat adalah mengatur Yingqi dan Wei Qi dalam melembabkan kulit.
Keringat menjadi abnormal jika ada serangan faktor pathogen dan ketidak seimbangan Yin
dan Yang tubuh. Tujuan anamnesa keringat adalah untuk memahami sifat faktor pathogen
dan kondisi Yin Yang di dalam tubuh.

40 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

 Anhidrosis
Biasanya disebabkan oleh pathogen dingin eksogen atau kurangnya darah &
cairan tubuh (Yin) serta defisiensi Yang qi.
Anhidrosis pada sindrom eksternal : biasanya pada sindrom ekses karena pathogen
dingin. Karena dingin cenderung stagnasi dan kontraksi , celeh-celah otot akan
menjadi tegang sehingga pori-pori menutup dan keringat tidak bisa keluar. Gejala
yang umum adalah takut dingin, demam ringan, nadi tegang dan mengambang.
Anhidrosis pada sindrom internal : biasanya pada sindom defisiensi darah dan
defisiensi Yang oleh karena kurangnya jin ye. Jika disertai dengan beberapa gejala
seperti kulit kering, mulut kering, feces kering, hal ini biasanya disebabkan oleh
penurunan cairan tubuh oleh karena terkurasnya sumber keringat. Jika disertai
dengan kompleksi dan bibir yang pucat, otot lidah pucat, hal ini biasanya disebabkan
oleh defisiensi (darah) yin. Jika disertai dengan takut dingin dan ekstremitas dingin
hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya Yang qi dan hipofungsi dalam
mentransformasi qi.

 Hidrosis
Berkeringat dapat disebabkan oleh serangan pathogen angin panas yang menginvasi
superfiiscial, berlebihnya panas endogen, panas endogen oleh karena defisiensi Yin,
lemahnya Wei Qi karena defisiensi qi atau ekskresi cairan tubuh karena hilangnya
Yang qi tiba-tiba.
 Hidrosis pada sindrom eksternal
Penyebabnya :
Sindrom ekses karena serangan angin eksogen
Sindom panas eksternal karena angin panas
Penyakit karena kelemahan wei qi ditambah dengan serangan pathogen angin
eksogen
Angin cenderung membuka dan melemahkan sedangkan panas cenderung naik
dan menyebar. Adanya serangan angin dan panas menyebabkan calah-celah
otot menjadi longgar dan keringat banyak keluar. Keringat cenderung keluar jika
Wei Qi lemah dan celah-celah otot longgar. Jika disertai dengan demam, takut
angin dan nadi yang mengambang dan pelan disebut sindrom eksternal. Jika
disertai dengan demam tinggi, sedikit takut dingin, tenggorokan sakit dan nadi
mengambang dan cepat disebut sindrom panas eksternal.

41 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

 Hidrosis pada sindrom internal


Kondisi ini biasanya terlihat pada :
Sindrom ekses panas endogen
Sindom panas endogen karena defisiensi Yin
Kelemahan Wei Qi oleh karena defisiensi Qi
Hilangnya Yang Qi tiba-tiba
 Keringat spontan : tiba-tiba berkeringat khususnya setelah beraktivitas. Biasanya
pada sindom defisiensi Qi dan sindrom defisiensi Yang. Karena Yang Qi gagal
melindungi superficial sehingga pori-pori keringat menjadi longgar dan keringat
keluar.
 Keringat malam : keringat malam adalah keringat yang terjadi ketika pasien sedang
tidur dan berhenti ketika pasien bangun. Hal ini biasanya pada sindrom panas
karena defisiensi Yin, sindrom defisiensi Qi dan Yin. Bisa juga disebabkan oleh panas
endogen karena defisiensi Yin.
 Ketika seseorang tidur, Yangqi masuk ke tubuh, celah otot menjadi longgar dan
panas defisiensi mengukus cairan tubuh untuk keluar. Oleh karena itu keringat
keluar saat sedang tidur. Setelah seseorang bangun Yang qi akan kembali ke
superficial, celah –celah otot kembali menutup rapat. Sehingga panas endogen
dengan defisiensi Yin tidak dapat mengukus cairan tubuh untuk dikeluarkan. Oleh
karena itu keringat berhenti setelah bangun tidur. Defisiensi Qi dan Yin biasanya
menyebabkan keringat spontan dan keringat malam.
 Keringat Profuse : keringat profuse dengan demam tinggi, kompleksi kemerah-
merahan, haus, lebih suka minum dingin dan nadi penuh terlihat pada sindrom
panas ekses oleh karena berlebihnya panas endogen yang menyebabkan cairan
tubuh keluar. Jika keringat profuse keluar pada pasien yang sakitnya lama disertai
dengan gejala seperti kompleksi pucat, ekstremitas dingin, nadi yang tidak jelas, hal
ini menyebabkan sindrom terkurasnya Yang oleh karena hilangnya Yang yang
menyebabkan cairan tubuh keluar.
 Keringat di Kepala : keringat tampak di kepala. Penyebab keringat di kepala adalah
bermacam-macam, meliputi :
 Berlebihnya panas di jiao atas yang mendorong cairan tubuh keluar di atas. Biasanya
disertai kompleksi kemerah-merahan dan rasa haus.

42 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

 Akumulasi lembab panas di jiao tengah, stagnasi lembab yang mengukus panas
mendorong cairan tubuh keluar di atas. Biasanya disertai rasa penuh pada abdomen,
sensasi berat di kepala dan tubuh.
 Penyakit yang lama dan serius disertai kompleksi yang pucat dan ekstremitas dingin
oleh karena defisiensi Yuan Qi yang menyebakan keringat keluar bersama Yang
 Hemihidrosis : keringat hanya pada satu sisi saja, entah itu di sisi kiri, kanan, atas
atau bawah tubuh dan ekstremitas. Hal ini biasanya disebabkan oleh retensi phlegm
angin atau angin lembab di meridian yang mencegah Wei Qi dan Ying Qi ikut
bersirkulasi dengan Qi. Biasanya pada apoplexy, kelemahan ekstremitas dan
hemiplegic.
 Keringat di telapak tangan dan telapak kaki : jika disertai dengan mulut dan
tenggorokan kering, sensasi panas di telapak tangan, talapak kaki dan dada, nadi
tipis dan cepat. Biasanya disebabkan oleh penguapan stagnasi panas di meridian Yin.
Jika disertai dengan haus, suka minum dingin, urine kecoklatan, konstipasi, nadi
penuh dan cepat biasanya disebabkan oleh ekses panas di meridian Yangming. Jika
disertai dengan rasa berat di kepala dan tubuh, demam, selaput lidah berminyak,
biasanya disebabkan oleh penguapan lembab panas di jiao tengah.
Dalam klinik, keringat di telapak tangan dan telapak kaki harus dibedakan antara
clammy sweat (keringat basah) dan warm sweat (keringat hangat). Clammy sweat
biasanya disebabkan oleh lemahnya daerah superficial oleh karena defisiensi Yang
dan defisiensi Wei qi. Warm sweat biasanya mengindikasikan panas internal atau
paparan angin panas.
 Keringat di dada :Biasanya pada sindrom defisiensi. Jika disertai dengan kelemahan,
anorexia, palpitasi dan insomnia biasanya disebabkan oleh defisiensi Yang Jantung
dan Limpa. Jika disertai dengan palpitasi, dysphoria, insomnia, mudah mimpi, sakit
di pinggang dan lutut biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara Jantung
dan Ginjal. Keringat dingin disebabkan oleh penurunan Yang qi, sensasi panas
disebabkan oleh angin panas eksogen atau penguapan panas endogen.

c. Anamnesa Nyeri
Nyeri umumnya merupakan gejala subyektif yang dirasakan pasien. Nyeri bisa timbul
di beberapa bagian tubuh. Bisa disebabkan oleh keadaan ekses, seperti invasi faktor
pathogen, stagnasi qi dan stasis darah, stagnasi phlegm, retensi makanan, yang dapat

43 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

mengobstruksi meridian, aliran qi dan darah menjadi tidak lancar sehingga menimbulkan
nyeri.
Nyeri juga bisa disebabkan oleh keadaan defisiensi, seperti defisiensi qi dan darah,
terkonsumsinya yin sehingga viscera dan meridian kurang nutrisi sehingga timbullah nyeri.
Anamnesa nyeri meliputi lokasi nyei, sifat nyeri, derajat nyeri, waktu terjadinya nyeri dan
kecenderungan lebih menyukai apa dan menghindari apa.

1) Anamnesa Lokasi Nyeri


 Nyeri Kepala : tiga meridian Yang tangan dan kaki secara langsung berhubungan dengan
kepala, Meridian Hati juga mencapai kepala, begitu pula dengan meridian Yin yang
secara tidak langsung juga mencapai kepala. Lokasi nyeri di kepala dapat menentukan
meridian dan viskus apa yang terkena. Contohnya adalah leher termasuk dalam kepala,
maka yang bermasalah adalah Meridian Taiyang. Jika nyeri pada kedua sisi kepala , maka
yang bermasalah adalah Meridian Shaoyang yaitu Kandung Empedu dan San Jiao. Jika
nyeri kepala di dahi dan tulang supraorbita, maka terkait dengan Meridian Lambung dan
usus besar. Jika nyeri di puncak kepala, maka yang bermasalah adalah Meridian Jueyin
dan berhubungan dengan liver.
 Penyebab sakit kepala bermacam-macam. Sakit kepala pada sindrom ekses disebabkan
oleh serangan faktor pathogen angin, dingin, musim panas, lembab, api, gangguan
orificium atas oleh phlegm dan stasis darah. Sakit kepala pada sindrom defisiensi
disebabkan oleh kurangnya qi dan darah, defisiensi jing dan sumsum yang gagal
menutrisi kepala.
 Nyeri dada : Paru-paru terletak di dada, sehingga nyeri dada biasanya terkait dengan
masalah Jantung dan Paru-paru. Nyeri dada sampai sisi dalam lengan mengindikasikan
lokasi nyeri di Jantung oleh karena defisiensi Yang Jantung, stagnasi qi dan darah. Nyeri
dada tajam dan menusuk disebabkan oleh stasis darah di pembuluh darah Jantung.
Nyeri di atas dada berarti lokasi nyeri di paru-paru oleh karena faktor pathogen yang
menginvasi paru-paru atau retensi phlegm dan cairan di paru-paru yang mengganggu
aliran qi. Nyeri dada dengan keluarnya sputum bercampur pus dan darah
mengindikasikan abses Paru-paru oleh karena pathogen panas di Paru-paru yang
menyebabkan stagnasi qi dan darah karena abses.
 Nyeri Hipokondrium : Hati dan kandung empedu terletak di hipokondrium. Meridian
Hati dan kandung empedu bersirkulasi di sisi-sisinya. Oleh karena itu, nyeri
hipokondrium seringnya terkait dengan gangguan hati dan kandung empedu. Contohnya
adalah nyeri hipokondrium terlihat pada gangguan seperti depresi Hati dan stagnasi qi,

44 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

lembab panas di hati dan kandung empedu, ekses panas di hati dan kandung empedu
dan retensi cairan di hipokondrium.
 Nyeri Epigastrik :epigastrium merupakan bagian di bawah processus xiphoideus dimana
lambung berada. Nyeri epigastrik biasanya disebabkan oleh gagalnya lambung mengirim
makanan ke bawah dan stagnasi qi. Stagnasi menyebabkan nyeri. Jika nyeri menjadi
bertambah setelah makan, ini termasuk ke dalam sindrom ekses. Jika nyeri berkurang
setelah makan, ini termasuk ke sindrom defisiensi.
 Nyeri Abdomen : Abdomen dibagi menjadi abdomen besar, abdomen kecil dan
abdomen bawah. Bagian abdomen besar adalah diantara epigastrium dan umbilicus,
bagian antara umbilicus dan batas daerah pubis merupakan abdomen kecil, dimana
ginjal, kandung kemih, usus dan uterus berada. Kedua sisi bagian lateral tempat dimana
meridian hati masuk adalah abdomen kecil. Disamping itu, nyeri di atas sisi lateral
abdomen kecil terkait dengan gangguan usus besar. Penyebab nyeri abdomen bervariasi.
Sindrom ekses nyeri abdomen biasanya disebabkan oleh stagnasi dingin, retensi panas,
obstruksi qi, stasis darah, dan retensi makanan. Sedangkan sindrom defisiensi
disebabkan oleh defisiensi qi, darah dan Yang. Dalam pemeriksaan pasien dengan nyeri
abdomen, anamnesa harus dilakukan bersamaan dengan pemriksaan nadi untuk
menentukan lokasi nyeri dan menentukan viscera apa yang terkena serta
mendiferensiasi penyebab dan sifat dari nyeri.
 Nyeri punggung : nyeri punggung dengan susah meregang atau membungkukkan
punggung biasanya disebabkan oleh kerusakan M. GV; nyeri punggung sampai leher
biasanya disebabkan oleh retensi angin dingin di M. Taiyang; sakit di pundak dan
punggung biasanya disebabkan oleh obstruksi angin dan lembab yang mengganggu
meridian.
 Lumbago : nyeri di daerah pinggang dan sakrum biasanya disbebakan oleh obstruksi
dingin dan lembab, obstruksi stasis darah di meridian, defisiensi ginjal. Lumbago sampai
ekstremitas bawah biasnya disebabkan oleh retensi lembab dingin di meridian yang
dapat mengakibatkan stagnasi qi dan darah. Nyeri pinggang karena terjatuh / sprain
ditandai dengan tidak bisa bergerak dan menekuk yang biasanya karena stasis darah.
Nyeri ringan di kedua sisi pinggang biasanya disebabkan oleh defisiensi ginjal.
 Nyeri di Ekstremitas : Nyeri di ekstremitas biasanya disebabkan oleh serangan angin,
dingin , lembab atau akumulasi lembab panas yang mengobstruksi sirkulasi qi dan darah.
Nyeri di ekstremitas dapat disebabkan oleh kelemahan limpa dan lambung yang gagal

45 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

mentranspotasi nutrisi ke ekstremitas. Nyeri di tumit biasanya disebabkan oleh


defisiensi ginjal biasanya pada orang yang sudah tua dan lemah.
 Nyeri general : Nyeri general pada penyakit yang masih baru biasanya sindromnya ekses
yang disebabkan oleh pathogen angin, dingin dan lembab. Nyeri general pada penyakit
yang sudah lama termasuk dalam sindrom defisiensi qi dan darah yang gagal menutisi
tubuh.
2) Anamnesa Sifat Nyeri
Sifat nyeri bervariasi tergantung penyebab dan pathogenesis. Sehingga anamnesa
sifat nyeri dapat membantu dalam membedakan penyebab dan pathogenesisnya. Nyeri
pada penyakit akut bersifat serius, konstan dan tidak teraba. Sindromnya ekses dan karena
faktor pathogen. Nyeri pada penyakit kronik biasanya ringan, hilang timbul dan teraba.
Sindromnya defisiensi.
 Distending Pain : biasanya disebabkan oleh stagnasi Qi. Jika nyerinya di dada,
hipokondrium, epigastrium dan abdomen juga disebabkan oleh stagnasi qi. Jika terjadi di
mata dan kepala biasanya karena hiperaktivitas Yang hati / berkobarnya api hati.
 Stabbing Pain : merupakan tanda dari stasis darah, biasanya di dada, hipokondrium,
epigastrium dan abdomen.
 Wandering Pain : artinya nyeri tidak menetap / berpindah-pindah. Wandering pain pada
sendi biasanya pada pada penyakit obstruktif karena serangan angin dan lembab.
Wandering pain di dada, epigastrium, hipokondrium dan abdomen disebabkan oleh
stagnasi qi.
 Fixed Pain : fixed pain di dada, hipokondrium, epigastrium dan abdomen biasanya
disebabkan oleh stasis darah. Sedangkan fixed pain di ekstremitas dan sendi biasanya
pada penyakit obstruktif yang disebabkan oleh dingin dan lembab.
 Cold Pain : nyeri yang disertai dengan sensasi dingin dan lebih suka kehangatan, yang
diperparah dengan dingin dan berkurang dengan penghangatan. Nyeri terasa sangat
nyeri disebabkan oleh dingin ekses yang mengobstruksi meridian; sedangkan nyeri
dingin yang ringan dengan lebih suka hangat disebabkan oleh dingin defisien oleh karena
kurangnya YangQi yang gagal menghangatkan tubuh.
 Scorching pain : nyeri dengan sensasi terbakar, lebih suka dingin dan tidak menyukai
panas. Sangat nyeri sekali dan termasuk ke dalam sindrom ekses panas, biasanya
disebabkan oleh invasi pathogen api ke meridian; nyeri scorching ringan termasuk dalam
sindom panas defisiensi, biasanya disebabkan oleh api ekses yang menyebabkan
defisiensi Yin yang mengganggu viscera dan meridian.

46 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

 Colic Pain : colic pain adalah nyeri yang tajam biasanya disebabkan oleh faktor pathogen
yang mengobstruksi qi atau koagulasi dingin yang mengganggu aliran Qi. Contohnya
adalah angina pectoris oleh karena gangguan di pembuluh darah, nyeri kolik lumbar
yang disebabkan oleh saluran urinary oleh kalkulus, kolik pain di epigastrium dan
abdomen yang disebabkan oleh invasi pathogen dingin ke lambung dan usus.
 Dull Pain : dull pain artinya nyeri yang tidak tajam dan bisa ditoleransi tetapi konstan.
Dull pain biasanya pada kepala, dada, hipokondrium, epigastrium, dan abdomen yang
mengkonsumsi jing dan darah, kurangnya Yang qi dan ekses dingin endogen yang dapat
menghilangkan kehangatan tubuh.
 Heavy Pain : heavy pain biasanya di kepala, ekstremitas, pinggang oleh karena pathogen
lembab yang mengganggu aliran qi. Namun, heavy pain di kepala juga bisa disebabkan
oleh hiperaktivitas Yang Hati dan akumulasi qi dan darah.
 Dragging Pain : biasanya mengenai bagian tubuh yang lain, biasanya disebabkan oleh
malnutrisi meridian dan obstruksi meridian. Karena Hati menguasai tendon, dragging
pain biasanya disebabkan oleh gangguan Hati.
d. Anamnesa Tidur
Tidur terkait erat dengan sirkulasi Wei Qi, kondisi Yin Yang, kondisi qi dan darah serta kondisi
Jantung dan Ginjal. Anamnesa tidur meliputi :
 Apakah waktu tidurnya lama / sebentar ?
 Apakah bisa tidur dengan mudah / sulit ?
 Apakah ada mimpi / tidak?
1) Insomnia
Ciri –ciri : sulit tidur, mudah terbangun dan sulit untuk tidur lagi, tidur tidak nyenyak,
mudah terganggu saat tidur, tidak bisa tidur sepanjang malam, disertai dengan sering
bermimpi.
Pathogensis : gagalnya Yang masuk ke Yin dan gagalnya Shen menjaga ketenangan.
Penyebab insomnia banyak sekali. Sindrom defisiensi disebabkan oleh kurangnya darah
dan berlebihnya api akibat defisiensi Yin dan malnutrisi shen Jantung.
Sindrom ekses insomnia disebabkan oleh ekses api phlegm, retensi makanan dan
gangguan shen jantung.
Jika insomnia disertai dengan palpitasi, dysphoria, lidah kemerah-merahan dengan
selaput lidah sedikit, biasanya disebabkan oleh kurangnya Yin Jantung. Jika insomnia
disertai dengan palpitasi dan kelemahan di pinggang dan lutut, biasanya disebabkan
oleh ketidakseimbangan antara jantung dan ginjal. Jika mudah terbangun disertai

47 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

dengan palpitasi, nafsu makan menurun, otot lidah pucat, nadi lemah, biasnya
disebabkan oleh defisiensi limpa dan jantung. Jika insomnia disertai sputum profuse dan
selaput lidah lengket disebabkan oleh phlegm panas yang mengganggu jantung, jika
gangguan tidur disertai dizziness, nausea dan rasa pahit di mulut, disebabkan oleh
depresi kandung empedu, gangguan phlegm.
2) Mimpi
Penyebab dan pathogenesis mimpi umumnya sama dengan insomnia. Mimpi dan
insomnia sering muncul di waktu yang sama. Diagnosis mimpi hampir sama dengan
insomnia.
3) Somnolonce
Rasa kantuk sepanjang hari dan sepanjang malam. Somnolence biasanya pada penyakit
defisiensi Yang dan dominasi Yin atau ekses phlegm lembab. Contohnya, somnolence
yang disertai dengan kelelahan, rasa berat di mata dan kepala, rasa penuh di dada dan
rasa berat di ekstremitas biasanya disebabkan oleh phlegm lembab yang gagal
menaikkan lucid (substansi jernih). Somnolence yang disertai kelelahan, nafsu makan
menurun biasanya disebabkan oleh defisiensi qi limpa dan lambung dalam transportasi
dan transformasi.
e. Anamnesa Diet
Anamnesa diet meliputi anamnesa tentang kehausan, keinginan minum, dan intake
makanan. Hal-hal yang harus ditanyakan adalah : kehausan, kuantitas air yang diminum,
lebih menyukai minuman hangat/dingin, nafsu makan, jumlah intake makanan, makanan
yang disukai dan makanan yang tidak disukai, rasa abnormal dalam mulut dan bau mulut.
Anamnesa tentang diet dapat digunakan untuk memahami :
 Penyakit bersifat panas atau dingin
 Penyakit bersifat defisiensi dan ekses
 Fungsi limpa, lambung, hati dan kandung empedu kuat atau lemah
 Cairan tubuh cukup atau kurang
 Distribusi cairan tubuh, normal atau tidak
1) Kehausan dan Minum
Haus berarti keinginan untuk minum. Minum berarti jumlah air yang diminum. Pasien
yang haus lebih suka minum dan pasien yang tidak haus tidak ingin minum. Dalam klinik
harus ditanyakan apakah ada kehausan atau tidak dan jumah air yang diminum lebih
banyak atau sedikit merupakan tanda dari kondisi cairan tubuh beserta distribusinya.

48 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

 Tidak haus tetapi ingin minum : kondisi ini mengindikasikan cairan tubuh yang tidak
terkonsumsi, biasanya pada sindom dingin dan lembab.
 Haus dengan keinginan untuk minum air : kondisi ini merupakan tanda
terkonsumsinya cairan tubuh, biasanya pada sindrom kering, sindrom panas, juga
pada penyakit yang cairan tubuhnya tidak terkonsumsi, disfungsi transformasi qi dan
gagalnya cairan tubuh naik ke atas.
 Haus yang ekstrim dengan keinginan minum air dingin disertai kompleksi
kemerah-merahan, berkeringat dan nadi cepat biasanya disebabkan oleh
berlebihnya api internal dan konsumsi cairan tubuh. Haus dengan banyak minum air,
disertai dengan urine profuse, polyphagia, sering merasa lapar, dan berangsur-
angsur menjadi kurus biasanya disebabkan oleh ekskresi cairan yang menyebabkan
gagalnya ginjal mentransformasi cairan tubuh karena defisiensi. Haus dengan
keinginan minum tetapi minum hanya sedikit biasanya disebabkan oleh retensi
internal phlegm, defisiensi Yangqi dan gagalnya cairan tubuh naik ke atas. Haus
tanpa banyak minum air disertai dengan demam ringan, sensasi berat pada tubuh
dan kepala, biasanya disebabkan oleh stagnasi internal lembab panas. Mulut kering
dan senang berkumur tetapi tidak minum air disertai dengan ecchymosis keunguan
di lidah biasanya disebabkan oleh retensi internal stasis darah, gagalnya qi dalam
mentransformasi cairan dan cairan tubuh mengalir ke atas.
2) Nafsu Makan
Nafsu makan adalah keinginan akan makanan. Asupan makanan adalah jumlah
makanan yang dimakan. Anamnesa nafsu makan dan asupan makanan adalah untuk
memahami kondisi limpa dan lambung serta prognosis penyakit.
 Nafsu makan menurun :
Nafsu makan meliputi anoreksia, nafsu makan buruk, dan gangguan pencernaan.
Nafsu makan yang menurun di awal penyakit merupakan tanda adanya pertarungan
antara zheng qi dengan faktor pathogen.
Nafsu makan menurun pada penyakit yang sudah lama disertai kurangnya Shen,
kompleksi pucat, lidah pucat dan nadi lemah biasanya disebabkan oleh kelemahan
lambung dan limpa dalam mentransportasi dan mentrasnformasi. Nafsu makan
menurun dan gangguan pencernaan disertai sensasi berat di kepala dan tubuh,
selaput lidah kuning berminyak disebabkan oleh gagalnya limpa dalam
mentrasformasi dan mentransportasi oleh karena lembab.

49 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

 Anoreksia : anoreksia berarti tidak mau makan atau membau makanan, biasanya
disebabkan oleh retensi makanan di lambung, akumulasi lembab panas di hati,
kandung empedu, limpa dan lambung. Anoreksia disertai dengan regurgitasi asam
dan rasa penuh di epigastrium dan abdomen biasanya disebabkan oleh adanya
gangguan pencernaan karena adanya retensi makanan di lambung dan usus.
Tidak menyukai makanan pedas dan berminyak disertai dengan dada tertekan,
vomiting dan rasa penuh di epigastrium dan abdomen biasanya disebabkan oleh
retensi makanan di lambung. Tidak menyukai makanan berlemak disertai rasa tidak
nyaman di hipokondrium dan rasa pahit di mulut umumnya disebabkan oleh
akumulasi internal lembab panas di hati dan kandung empedu. Anoreksia pada
wanita hamil disebabkan oleh aliran qi yang berbalik arah dari M.Chong sehingga qi
lambung menjadi naik. Hal ini adalah fenomena normal.
 Polyphagia dan banyak makan : polyphagia dan banyak makan mengacu pada
hyperorexia dan lapar lagi setelah makan, biasanya disebabkan oleh berlebihnya api
lambung dan pencernaan yang cepat. Polyphagia dan sering makan tetapi kurus
biasanya pada penyakit konsumtif.
 Banyak makan dan mudah lapar dengan loose stool : kondisi ini mengindikasikan
fungsi lambung kuat sedangkan limpanya lemah. Fungsi lambung yang kuat
menyebabkan pencernaan cepat sehingga menyebabkan banyak makan dan mudah
lapar, sedangkan kelemahan limpa menyebabkan lemahnya fungsi tansportasi dan
tranformasi sehingga terjadi loose stool.
 Lapar tetapi tidak ingin makan : hal ini berarti bahwa pasien merasa lapar tetapi
malas untuk makan atau hanya makan sedkit saja. Hal ini biasanya disebabkan oleh
defisiensi Yin lambung dan gangguan api defisiensi. Gangguan internal api defisiensi
menyebabkan mudah lapar, sedangkan defisiensi Yin gagal melembabkan lambung
yang dapat menyebabkan hipofungsi lambung dalam mencerna makanan. Sehingga
tidak nafsu makan.
 Selama proses terjadinya penyakit, jika nafsu makan kembali membaik maka
merupakan tanda bahwa qi lambung mulai membaik dan kecenderungan untuk
segera sembuh.
 Sedangkan anoreksia dan penurunan nafsu makan merupakan tanda limpa dan
lambung yang semakin lemah, yang mengindikasikan semakin berat penyakitnya.

50 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

3) Rasa
Rasa mengacu pada sensasi di mulut. Rasa abnormal di mulut merefleksikan
gangguan limpa dan lambung.
 Rasa hambar di mulut : hypogeusesthesia oleh karena defisiensi qi lambung
pada sindrom dingin.
 Rasa pahit di mulut : biasanya pada sindrom hiperaktivitas api hati dan kandung
empedu yang naik ke atas bersamaan dengan aliran qi kandung empedu yang
berbalik arah.
 Rasa manis di mulut : rasa manis di mulut biasanya disebabkan oleh lembab
panas akibat intake makanan manis yang berlebihan, akumulasi lembab panas
eksogen di limpa dan lambung. Rasa manis di mulut dengan selaput lidah tipis
dan sering ngiler biasanya disebabkan oleh defisiensi limpa dalam transportasi.
 Rasa asam di mulut : rasa asam di mulut atau regugitasi asam biasanya
disebabkan oleh stagnasi qi liver yang menyerang lambung yang mengakibatkan
dysharmoni antara hati dan lambung dan gagalnya qi lambung untuk turun.
 Rasa asam dan busuk di mulut : biasanya disebabkan oleh gagalnya limpa dan
lambung dalam mencerna, mentransportasi dan mentransformasi atau retensi
makanan yang mengakibatkan pembusukan dan menyebabkan regurgitasi asam.
 Rasa asin di mulut : rasa asin di mulut biasanya disebabkan oleh defisiensi ginjal
 Rasa lengket dan berminyak di dalam mulut : biasanya disertai degan selaput
lidah yang tebal dan berminyak, disebabkan oleh retensi dan stagnasi phlegm.
Rasa lengket dan berminyak disertai dengan rasa manis disebabkan oleh lembab
panas di limpa dan lambung. Jika disertai rasa pahit di mulut disebabkan oleh
lembab panas di hati dan kandung empedu. Jika disertai dengan dada tertekan,
rasa penuh di epigastrium, sputum yang banyak dan kental disebabkan oleh
akumulas lembab panas.
f. Anamnesa BAB dan BAK
BAB diatur langsung oleh usus besar yang terkait erat dengan fungsi limpa dan
lambung dalam transportasi dan transformasi, fungsi liver dalam melancarkan qi, fungsi
mingmen dalam penghangatan dan fungsi Paru-paru dalam membersihkan dan menurunkan.
BAK meskipun secara langsung dikuasai oleh kandung kemih, tetapi terkait erat dengan
fungsi ginjal dalam mentrasnformasi qi, fungsi limpa lambung dalam transportasi dan
distribusi, fungsi paru-paru dalam membersihkan dan menurunkan dan fungsi sanjiao dalam
mengatur saluan air. Sehingga anamnesa BAB dan BAk tidak hanya untuk mengetahui fungsi

51 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

pencernaan dan metabolisme cairan, tetapi juga keterangan penting untuk menentukan
apakah termasuk sindrom dingin, panas, defisiensi maupun ekses. Anamnesa BAK dan BAB
meliputi sifat, warna, bau, waktu, kuantitas, frekuensi dan sensasi yang disertai dengan
gejala berkemih dan BAB.

1) Defekasi
Secara umum, seseorang BAB sehari sekali dan fecesnya bentuknya normal, tidak
kering, sedikit lembab, mudah dikeluarkan, warnanya kuning tanpa disertai pus, mucus dan
makanan tidak tercerna.

 Frekuensi Abnormal Defekasi


Konstipasi : susah BAB, BAB lama atau bahkan tidak BAB selama beberapa hari karena feces kering.
Konstipasi biasanya disebabkan oleh :
 Retensi panas di usus
 Konsumsi cairan tubuh
 Kurangnya darah (yin) yang gagal melembabkan usus dan menyebabkan kering di usus.
 Defisiensi qi
 Koagulasi dingin di usus akibat defisiensi Yang

Konstipasi yang disertai dengan rasa penuh, demam, selaput lidah kuning kering : retensi panas di
usus
Konstipasi dengan sensasi dingin di abdomen, ekstremitas dingin, lidah pucat dengan selaput lidah
putih, nadi dalam dan lemah disebabkan oleh defisiensi Yang
Konstipasi disertai napas pendek, shen yang lemah, lidah pucat, nadi lemah biasanya disebabkan
oleh defisiensi qi.
Konstipasi yang disertai kompleksi pucat, bibir dan lidah pucat, dizziness dan palpitasi biasanya
disebabkan oleh defisiensi darah.
Konstipasi disertai dengan mulut kering, pipi kemerahan, lidah merah dengan sedikit selaput
biasanya disebabkan oleh konsumsi cairan tubuh.
Diare disebabkan oleh :
 diet yag tidak tepat,
 adanya faktor pathogen eksogen
 kurangnya Yang qi
 gangguan emosi

52 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Kesemuanya menyebabkan gagalnya Limpa dalam mentransformasi dan gagalnya usus kecil
memisahkan yang jernih dan yang keruh.
Diare akut dalam sindrom ekses, diare pada penyakit lama masuk dalam sindrom defisiensi.
Diare dengan nyeri panas dan sensasi panas di anus biasanya disebabkan oleh akumulasi panas di
usus
Diare dengan loose stool, air bercampur dengan feces disertai dengan nyeri abdomen, borborigmus
dan selaput lidah putih lengket disebabkan oleh invasi lembab dingin
Diare dengan nyeri abdomen yang ditandai dengan bau busuk yang berkurang setelah diare
disebabkan oleh retensi makanan
Loose stool disertai feces kering, distensi abdomen, nafsu makan turun, semakin memburuk setelah
makan disebabkan oleh defisiensi qi limpa dalam mentransport dan mentransformasi. Diare disertai
loose stool dan makanan yang tidak tercerna disebut diare di pagi hari, biasanya oleh karena
penurunan api mingmen dan akumulasi internal dingin dan lembab. Diare yang disertai dengan nyeri
abdomen semakin memburuk dengan emosi biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara
hati dan limpa.

Tekstur feces abnormal


 feces kering
 feces lembek : defisiensi limpa dan lambung
 feces dengan makanan yang tidak tercerna : disebabkan oleh defisiensi dingin di limpa dan
lambung; defisiensi Yang Ginjal / defisiensi api mingmen.
 feces dengan pus dan darah : biasanya pada penyakit disentri oleh karena akumulasi lembab
panas di usus yang merusak meridian yang mengkoagulasi qi dan darah menjadi pus
bercampur darah.
 Hematochezia
- Distal bleeding : feces berdarah dengan darah keunguan
- Proximal bleeding : feces disertai darah segar
 Feces lembek dengan warna hitam disebabkan oleh kerusakan kolateral lambung dan retensi
stasis darah

Sensasi Abnormal Defekasi


Sensasi panas di anus biasanya disebabkan oleh turunnya lembab panas atau invasi panas di
usus besar hingga rectum, biasanya tampak pada diare & disentri karena lembab panas. Nyeri
abdominal dengan keinginan untuk BAB & sensasi prolaps anus yang disebut tenesmus, biasanya
disebabkan oleh retensi internal lembab panas.

53 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Sulit BAB disertai dengan nyeri abdomen & sering flatus disebabkan oleh qi liver yang
mengganggu limpa. Inkontinensia feces biasanya disebabkan oleh defisiensi limpa dan ginjal
yang gagal mengontrol anus. Biasanya pada pasien dengan diare kronis.

Buang Air Kecil


Secara normal, frekuensi orang BAK adalah 3-5 kali sehari dan 0-1 kali dalam semalam. Volume
uine normal dalam sehari semalam adalah 1,2 – 2 liter.
Frekuensi dan volume urine dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti banyaknya air yang
diminum, suhu tubuh, keringat dan usia. Urine ditransformasi dari cairan tubuh. Anamnesa urine
membantu dalam memahami kondisi cairan tubuh dan fungsi transformasi qi .

Volume Urine abnormal : urine jernih dan banyak biasanya disebabkan oleh sindrom dingin
defisiensi. Urine jernih dan banyak juga penting dalam mendiagnosis penyakit lain seperti
polyuria dalam penyakit diabetes.
Urine sedikit biasanya disebabkan oleh berlebihnya panas yang mengkonsumsi cairan tubuh,
berkeringat, vomiting dan diare yang dapat melemahkan fungsi transformasi. Poliuria juga
disebabkan oleh dysfungsi Paru-paru, Limpa, dan Ginjal.

Frekuensi Abnormal Urine


Sering BAK dengan urine sedikit dan kecoklatan biasanya disebabkan oleh lembab panas di jiao
tengah; gagalnya kandung kemih dalam mentransformasi qi. Sering BAK dengan urine yang
banyak, jernih dan seringnya di malam hari biasanya disebabkan oleh dingin defisiensi atau
defisiensi Yang ginjal, defisiensi qi ginjal dan kandung kemih.
Retensi urine yang ditandai dengan urine menetes disebabkan oleh lembab panas atau stasis
darah (sindrom ekses); retensi urine pada sindrom defisiensi disebabkan oleh defisiensi Yang
ginjal, gangguan transformasi qi, defisiensi Yin Ginjal dan defisiensi jin ye.

Sensasi abnormal saat BAK


Nyeri saat BAK disertai dengan sensasi panas, biasanya disebabkan oleh akumulasi lembab panas
di kandung kemih dan fungsi kandung kemih yang gagal mentransformasi qi, biasanya pada
stranguria. Urine menetes disebabkan oleh defisiensi qi ginjal.
BAK spontan/tidak bisa BAK disebut dengan inkontinensia urine biasanya disebabkan oleh
defisiensi qi ginjal. BAK spontan saat tidur disebut enuresis yang disebabkan oleh defisiensi qi
ginjal dan gagalnya kandung kemih dalam mengontrol urine.

54 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

g. Anamnesa Kepala dan Wajah


Vertigo berarti secara subjektif merasa bahwa tubuhnya serasa berputar. Vertigo disebabkan
oleh naiknya Api Hati, hiperaktivitas Yang Hati, stagnasi phlegm lembab, defisiensi qi dan darah
dan defisiensi jing. Vertigo disertai nyeri distensi, tinnitus dan kelemahan pinggang dan lutut
biasanya disebabkan oleh hiperaktivitas Yang; vertigo yang disertai dengan rasa berat di kepala,
dada tertekan, nausea dan rasa berat di ekstremitas biasanya disertai oleh retensi internal
phlegm lembab dan gagalnya essence naik ke atas. Vertigo yang disertai dengan rasa kelelahan,
malas bicara, kompleksi pucat, lidah pucat disebabkan oleh defisiensi qi dan darah yang gagal
menutrisi kepala. Vertigo yang disertai tinnitus, amnesia, kelemahan pinggang dan lutut
biasanya disebabkan oleh defisiensi jing ginjal.

Tinnitus
Sindrom ekses disebabkan oleh api hati dan kandung empedu. Sindrom defisiensi disebabkan
oleh defisiensi Yin Hati dan Ginjal / defisiensi jing ginjal.

Tuli
Diartikan sebagai pendengaran berkurang atau tidak bisa mendengar sama sekali, tidak bisa
mendengar dengan jelas, atau mendengar suara berulang-ulang. Tiba-tiba tuli, masuk ke dalam
sindrom ekses naiknya api hati dan kandung empedu di telinga. Atau karena phlegm dan
pathogen angin yang mengganggu telinga. Tuli pada sindrom defisiensi disebabkan oleh
defisiensi jing.

Dizziness
Dizziness dan vertigo biasanya terjadi bersama-sama. Dizziness disebabkan oleh pathogen angin
dan api atau phlegm lembab; dizziness pada sindrom defisiensi disebabkan oleh prolaps qi
lambung, dan Yang gagal naik ke atas, biasanya karena defisiensi Hati, ginjal, jing dan darah.

Sakit mata
Salah satu atau kedua mata terasa nyeri biasanya pada sindom ekses. Sakit mata dengan mata
merah, rasa pahit di mulut, mudah marah, biasanya disebabkan oleh naiknya api hati. Nyeri,
bengkak dan merah, photophobia dan keluarnya ekskreta mata merupakan tanda adanya angin
panas biasanya pada conjungtivitis.

Pandangan Mata kabur, kebutaan di malam hari, diplopia

55 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Ketiganya merupakan tanda-tanda hypoakusis. Biasanya disebabkan oleh defisiensi Hati dan
ginjal, defisiensi jing dan darah, sehingga mata menjadi malnutrisi biasanya pada pasien dengan
penyakit kronik dan pada orang tua.

Lidah nyeri dan mati rasa


Biasanya disebabkan oleh berlebihnya api di Hati, jantung & lambung yang mempengaruhi lidah.
Lidah baal disebabkan oleh defisiensi darah, yin atau stagnasi phlegm di lidah dan kolateral.

h. Anamnesa Dada dan abdomen

Dada tertekan
Biasanya akibat sirkukasi qi jantung, paru-paru dan hati yang tidak lancar. Dada tertekan dengan
batuk dan sputum profuse disebabkan oleh retensi internal phlegm lembab dan gangguan qi
paru-paru. Dada tertekan dengan palpitasi dan napas pendek disebabkan oleh defisiensi qi
jantung dan paru-paru, dada tertekan dengan sering menghela napas panjang disebabkan oleh
emosi dan stagnasi qi hati.

Palpitasi
Palpitasi biasanya merupakan tanda gangguan jantung atau shen jantung. Jika palpitasi
disebabkan oleh rasa takut atau palpitasi yang disertai dengan kecemasan mengindikasikan
kondisi pathologis masih ringan. Jika jantung berdetak lebih cepat dari dada ke pusar dengan
waktu yang lama, ini disebut dengan palpitasi berat yang mengindikasikan kondisi pathologis
serius.
Ketakutan yang mengganggu qi, sehingga shen jantung disharmoni; defisiensi darah
menyebabkan malnutrisi jantung; defisiensi Yin menyebabakan berlebihnya api yang
mengganggu shen jantung; defisiensi qi jantung dan yang Jantung dalam menghangatkan dan
menutrisi; defisiensi Yang Limpa dan Ginjal;

Distensi Hipokondrium
Rasa tidak nyaman pada satu sisi atau kedua sisi hipokondrium biasanya pada gangguan hati dan
kandung empedu. Distensi hipokondrium dengan rasa ingin marah biasanya disebabkan oleh
emosi dan stagnasi qi hati. Distensi hipokondrium dengan rasa pahit di mulut dan selaput lidah
lengket biasanya disebabkan oleh lembab panas di hati dan kandung empedu.

Distress epigastrium

56 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Biasanya karena gangguan limpa dan lambung. Massa epigastrium dengan regurgitasi asam
biasanya disebabkan oleh retensi makanan di lambung; dada tertekan dengan nafsu makan
menurun dan loose sool disebabkan oleh kelemahan limpa dan lambung.

Distensi Abdomen
Distensi abdomen biasanya disebabkan oleh defisiensi limpa dan lambung, retensi panas ekses.
Pada sindrom defisiensi disebabkan oleh kelemahan limpa dan lambung yang gagal menjalankan
fungsi transportasi dan transformasi. Pada sindrom ekses disebabkan oleh retensi makanan di
lambung dan usus atau retensi panas yang mengganggu sirkulasi qi.
Borborigmus
Disebabkan oleh defisiensi qi limpa, defisiensi Yang Limpa, ekses lembab dingin, disharmoni hati
dan limpa, retensi cairan dan disharmoni qi usus. Borborigmus dengan diare, nyeri abdomen,
lebih menyukai hangat dan tekanan disebabkan oleh defisiensi Yang Limpa; borborigmus dengan
sensasi prolaps abdomen disebabkan oleh prolaps qi lambung. Borborigmus dengan suara yang
keras, disertai dengan nyeri dingin di abdomen, lebih menyukai hangat, ekstremitas dingin dan
lembab; borborigmus dengan suara gemericik disebabkan oleh retensi cairan di usus.

i. Anamnesa gejala di pinggang, punggung dan keempat ekstremitas


Sensasi dingin di punggung
Disebabkan oleh angin dingin eksogen atau dominasi Yin karena defisiensi Yang atau retensi
internal phlegm dan cairan
Nyeri Pinggang
Biasanya karena defisiensi ginjal atau obstruksi angin dan lembab, bisa juga karena sprain dan
kelelahan.
Sensasi berat di tubuh
Biasanya disebabkan oleh kegagalan Paru-paru dalam dispersing dan descending, kegagalan
sanjiao melancarkan saluan air, kegagalan limpa dalam transformasi dan transportasi, kegagalan
ginjal dalam mengatur air, menyebabkan retensi cairan di otot. Sensasi berat di tubuh dengan
kelemahan spiritual dan dyspnea disebabkan oleh kegagalan limpa dalam tansformasi oleh
karena defisiensi limpa karena lembab dn obstruksi Yangqi.
Rasa baal keempat ekstremitas
Biasanya disebabkan oleh defisiensi qi dan darah atau gangguan angin hati, phlegm lembab,
gangguan meridian dan pembuluh darah karena stagnasi darah.

Anamnesa pada gejala andropathy


Impotensi

57 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Biasanya disebabkan oleh kurangnya Yang Ginjal, defisiensi jing ginjal, defisiensi jantung dan
limpa, adanya lembab panas dan stagnasi qi hati. Impotensi disertai dengan kelemahan
pinggang dan lutut, takut dingin dan ekstremitas dingin, biasanya disebabkan oleh defisiensi
Yang Ginjal.
Impotensi yang disertai dengan dizziness, tinnitus, amnesia dan nyeri pinggang biasanya
disebabkan oleh defisiensi jing ginjal. Impotensi yang disertai dengan palpitasi, napas pendek,
keringat spontan, shen lemah, distensi abdomen dan nafsu makan menurun biasanya
disebabkan oleh defisiensi jantung dan limpa. Impotensi yang disertai lembab panas, gatal dan
nyeri di skrotum, biasanya disebabkan oleh turunnya lembab panas, impoten disertai keresahan,
mudah marah dan depresi biasanya disebabkan oleh depresi qi hati.

Emisi seminal (Beser Mani)


Emisi seminal adalah sering mengeluarkan sperma tanpa adanya coitus. Emisi seminal di dalam
mimpi disebut nocturnal emission; emisi seminal tanpa mimpi disebut emisi spontan. Emisi
seminal biasanya disebabkan oleh defisiensi Yin dan berlebihnya api, hiperaktivitas Api Ginjal,
kelemahan qi ginjal, invasi lembab panas. Emisi seminal disertai mudah ereksi, keringat malam,
pinggang dan lutut lemah biasanya disebabkan oleh defisiensi Yin dan hiperaktivitas api ginjal.
Emisi seminal disertai takut dingin, ekstremitas dingin, pinggang dan lutut pegal biasanya
disebabkan oleh penurunan Yang ginjal dan defisiensi qi ginjal. Emisi seminal yang disertai
dengan BAK menetes dan nyeri, gatal di selangkangan biasanya disebabkan oleh invasi lembab
panas.

Ejakulasi Dini
Biasanya disebabkan oleh kurangnya Yang ginjal, kelemahan qi ginjal, berlebihnya api oleh
karena defisiensi Yin atau stagnasi qi hati. Jika ditambah dengan takut dingin, sensasi dingin dan
pegal di daerah pinggang dan lutut biasanya disebabkan oleh defisiensi Yang ginjal. Jika disertai
dengan kemampuan ereksi, keringat malam, pegal di pinggang dan lutut, biasanya disebabkan
oleh defisiensi yin ginjal. Jika disertai dengan urine yang menetes dan nyeri biasanya disebabkan
oleh lembab panas.

j. Anamnesa gejala ginekologi


Meliputi : menstruasi, leukorrhea, kehamilan, melahirkan.
Anamnesa Menstruasi
Nomalnya, menstruasi terjadi sebulan sekali. Anamnesa menstruasi meliputi : siklus menstuasi,
durasi menstruasi, kuantitas menstruasi, warna menstruasi, sifat dan gejala menstruasi. Jika

58 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

perlu, anamnesa menstruasi juga meliputi tanggal terakhir menstruasi, awal pertama menstruasi
dan usia menopause.
Siklus abnormal menstruasi : siklus menstruasi normal adalah setiap 28 hari dan terlambatnya
3-5 hari. Jika menstruasi terjadi 8-9 lebih maju, hal ini disebut dengan mentruasi maju. Biasanya
disebabkan oleh kelemahan meridian chong dan meridian ren; berlebihnya Yang dan panas
darah, depresi hati, dan panas darah sebagai akibat defisiensi Yin dan berlebihnya api yang
mengganggu meridian chong, meridian ren dan uterus. Menstruasi terjadi 8-9 hari lebih lambat
dibandingkan biasanya disebut dengan menstruasi yang tertunda, biasanya disebabkan oleh
defisiensi darah; defisiensi Yang qi, kurangnya penghangatan dan nutrisi di uterus; stagnasi qi
dan stasis darah yang menghambat aliran qi di sepanjang meridian ren dan meridian chong.
Koagulasi dingin dan stasis darah yang mengganggu meridian ren dan chong.
Jumlah abnormal darah menstruasi : jumlah darah yang dikeluarkan saat menstruasi adalah 50-
100 ml yang sangat tergantung pada konstisusi dan factor usia. Polimenorrhea adalah jumlah
darah yang dikeluarkan sangat banyak, biasanya disebabkan oleh panas darah yang mengganggu
meridian ren dan chong. Defisiensi qi, lemahnya meridian rend an chong dalam mengontrol
darah; stagnasi darah di kolateral uterus. Jumlah darah menstruasi yang sedikit disebut dengan
oligomenorrhea yang biasaya disebabkan oleh defisiensi qi ginjal, defisiensi darah di uterus,
defisiensi jing dan darah dan koagulasi dingin, stasis darah dan obstruksi phlegm lembab.
Warna dan tekstur abnormal dari darah menstruasi : warna normal darah menstruasi adalah
merah, kekentalannya cukup, dan biasanya bercampur dengan gumpalan darah. Warna darah
yang pucat dan agak encer merupakan tanda dari defisiensi darah, darah menstruasi kental dan
kecoklatan menandakan adanya panas darah. Darah yang berwarna keunguan dengan gumpalan
darah yang disertai dengan nyeri abdomen disebabkan oleh koagulasi dingin dan stasis darah.
Amenorrhea : tidak menstruasi selama lebih dari 3 bulan tanpa adanya kehamilan atau saat
menyusui. Biasanya disebabkan oleh defisiensi qi dan darah, defisiensi yin hati dan ginjal,
gagalnya jing untuk ditransformasi menjadi darah dan malnutrisi meridian chong dan meridian
ren, stagnasi qi, stasis darah, koagulasi dingin, retensi phlegm, obstruksi pembuluh darah uterus.
Dysmenorrhea : ditandai dengan nyeri abdomen, selama menstruasi, sebelum menstruasi dan
sesudah menstruasi, atau nyeri di daerah pinggang. Nyeri sebelum menstruasi biasanya
disebabkan oleh stagnasi qi dan stasis darah; nyeri abdomen bawah yang berkurang dengan
penghangatan disebabkan oleh koagulasi dingin atau defisiensi Yang. Nyeri setelah menstruasi
biasanya disebabkan oleh defisiensi qi dan darah.

Anamnesa Leukorrhea

59 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Leukorrhea merupakan keluarnya cairan seperti susu, tidak berbau, keluarnya sedikit dan untuk
lubrikasi vagina. Anamnesa leukorrhea meliputi kuantitas, warna, tekstur dan baunya.
Leukorrhea yang banyak, berwarna dan berbau tidak sedap merupakan leukorrhea yang
pathologis. Leukorrhea yang putih dan encer biasanya disebabkan oleh defisiensi Limpa dan
Ginjal, atau lembab dingin. Leukorrhea yang kuning, kental, lengket dan berbau disebabkan oleh
lembab panas. Leukorrhea yang bercampur dengan darah disebabkan oleh stagnasi panas di
meridian liver atau lembab panas.

60 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Rangkuman Materi Kegiatan Belajar – III

Pemeriksaaan

61 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

KEGIATAN BELAJAR – IV
Tujuan Pembelajaran
Umum
PERABAAN NADI Setelah mempelajari hal-
hal yang dipaparkan
Kondisi nadi terkait erat dengan viscera, qi dan darah.
kegiatan belajar ini, Anda
Jantung terhubung dengan pembuluh darah, qi jantung
diharapkan untuk mampu
memompa darah ke seluruh tubuh. Paru-paru membantu
jantung dalam memompa darah. Limpa dan lambung memahami, menjelaskan

merupakan sumber qi dan darah, limpa menjaga darah tetap dan menganalisis hasil
mengalir di pembuluh darah. Hati mengatur lancarnya sirkulasi pemeriksaan palpasi
qi dan darah di seluruh tubuh. Hati juga menyimpan darah dan secara TCM
ikut mengatur aliran darah. Ginjal menyimpan essence yang Tujuan Pembelajaran
dapat diubah menjadi darah, cukupnya essence menjamin Khusus
kecukupan darah di dalam tubuh. Pembuluh darah merupakan
Untuk mencapai tujuan
jalur qi dan darah dalam bersirkulasi. Kondisi dan sirkulasi qi dan
pembelajaran di atas,
darah, tekanan, elastisitas, ketebalan pembuluh darah sangat
Anda akan mempelajari:
mempengaruhi keadaan nadi. Selain itu, faktor pathogen yang
masuk ke tubuh juga dapat menyebabkan disfungsi viscera, qi,
darah dan cairan tubuh sehingga kondisi nadi juga dapat
1. Bagaimana cara
berubah. Oleh karena itu, pemeriksaan nadi dapat membantu
perabaan yang
diagnosis penyakit.
benar secara
Tempat dan metode perabaan nadi TCM?
Tempat perabaan Nadi
2. Apa sajakah yang
Cunkou merupakan daerah yang biasanya digunakan
perlu di palpasi
dalam perabaan nadi. Cunkou juga bisa disebut dengan qikou
dan apa sajakah
(pembukaan qi) atau maikou (pembukaan nadi) yang mengacu
macam-macam
pada denyut nadi di arteri radialis pergelangan tangan. Qi dan
nadi ssecara
darah semua organ viscera bersirkulasi di meridian Paru-paru
dan menyebar di cunkou. Sirkulasi qi dan darah 12 meridian TCM?

berawal dan berakhir di meridian Paru-paru, dan kemudian 3. Bagaimana


menyebar di cunkou. Oleh karena itu, cunkou dapat menganalisis hasil
merefleksikan kondisi semua organ viscera, qi, darah dan perabaan nadi
meridian di tubuh. secara TCM?

62 | H a l a m a n
Selamat belajar!
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Nadi di cunkou dibagi menjadi 3 bagian yaitu : cun, guan dan chi. Guan terletak di bawah
processus stiloideus sisi radial. Anterior guan disebut cun, posterior guan disebut dengan chi. Kedua
tangan memiliki 3 divisi nadi yaitu nadi cun, nadi guan dan nadi chi. Sehingga ada 6 divisi nadi.

Dalam kitab Neijing dijelaskan bahwa, nadi atas (nadi cun) mereflksikan viscera & bagian atas
tubuh sedangkan nadi bawah (nadi chi) merefleksikan viscera dan bagian bawah tubuh.
a. Nadi cun kiri : jantung dan danzhong (CV 17)
b. Nadi cun kanan : Paru-paru dan thoraks
c. Nadi guan kiri : hati dan kandung empedu
d. Nadi guan kanan : limpa dan lambung
e. Nadi chi kiri dan kanan : ginjal dan abdomen bawah

Metode Perabaan Nadi

Waktu : di pagi hari adalah waktu yang baik untuk memeriksa nadi karena kondisi nadi belum
dpengaruhi oleh makanan atau aktivitas lain. Namun dalam praktik klinik hal ini sulit untuk dilakukan.
Untuk menjamin ke akuratan dalam memeriksa nadi maka pasien harus beristirahat dulu sejenak.

Normal dan Napas tenang : seseorang yang sehat bernapas 16-18 kali per menit. Nadi berdenyut 4-5
kali dalam 1 kali tarikan dan hembusan napas, atau sekitar 60-90 denyut per menit.

Postur : pasien duduk tegak atau berbaring dan pergelangan tangan rileks sejajar dengan jantung.
Pergelangan tangan lurus, telapak tangan menghadap ke atas, jari-jari tangan relaks untuk
merentangkan cunkou sehingga qi dan darah dapat mengalir bebas.

Pengaturan jari-jari : akupunkturis meletakkan jari tengah di nadi guan, jari telunjuk pada nadi cun
dan jari manis di nadi chi

Penekanan umum dan penekanan tunggal : penekanan general yaitu menekan nadi dengan ketiga
jari untuk membedakan kondisi cun, guan dan chi pada kedua tangan. Penekanan tunggal untuk
memeriksa nadi satu tangan untuk membedakan kondisi cun, guan dan chi.
Angkat, tekan dan cari : tekanan ringan (mengangkat) tekanan kuat ( menekan), tekanan sedang dan
bergerak disebut searching yang digunakan untuk melihat nadi secara jelas.
Memeriksa kondisi nadi : kondisi nadi adalah sensasi nadi yang dirasakan jari jemari. Pemeriksaan
kondisi nadi berarti membedakan kondisi nadi berdasarkan letak nadi, ritme nadi, bentuk nadi, dan
kekuatan nadi.

63 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

NADI NORMAL

Bentuk nadi normal : tidak mengambang atau tenggelam, tidak cepat dan tidak lambat, teraba pada
tekanan rata-rata, biasanya berdenyut 4-5 kali sekali napas (atau sekitar 60-90 denyut/menit), cukup
kuat, ukuran sedang, berdenyut teratur dan juga tergantung dari aktivitas fisik dan perubahan
lingkungan.

Karakteristik nadi Normal


Nadi normal ditandai dengan letaknya di tengah, tidak mengambang dan tidak tenggelam,
berdenyut normal, ukuran sedang. Nadi lembut, kut dan ritmis. Nadi chi kuat dan berdenyut konstan
dengan penekanan kuat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi nadi


Usia, jenis kelamin, dan postur tubuh : nadi kecil dan cepat pada anak-anak, lembut dan licin pada
remaja dan orang dewasa, tegang dan kaku pada orang tua. Nadi sedang dan kuat pada laki-laki,
lembut dan tipis pada wanita, licin dan cepat pada wanita hamil, tenggelam dan tipis pada orang
obesitas, mengambang dan besar pada orang kurus, panjang pada orang tinggi dan pendek pada
orang pendek.

Pola hidup : setelah aktivitas, makan dan minum anggur nadi teraba licin, cepat dan kuat. Nadi
teraba lemah pada orang yang lapar, nadi tegang pada orang yang marah, nadi tidak teratur pada
orang yang ketakutan.

Musim dan faktor geografis :


a. Musim panas : nadi penuh
b. Musim semi : nadi tegang
c. Musim gugur : nadi mengambang
d. Musim dingin: nadi tenggelam
e. Siang hari : mengambang dan kuat
f. Malam hari : kecil dan lambat

NADI ABNORMAL
No. Jenis nadi Gambaran Signifikansi Klinik
1. Nadi mengambang Sensitif pada tekanan ringan, Sindrom eksternal, mengambang dan
melemah saat ditekan kuat. kuat (sindrom ekses eksternal),
Denyutnya superficial mengambang dan lemah (sindrom
defisiensi eksternal), sindrom defisiensi

64 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

internal (konsumsi jing dan darah pada


penyakit kronik),
2. Scattered pulse Tidak berakar, aritmik, menghilang Penurunan yuan qi, kurangnya jing
pada penekanan viscera
3. Hollow pulse (Nadi Mengambang, besar dan kosong Kehilangan darah dan kerusakan Yin
kosong) seperti menekan daun bawang
4. Sunken pulse (Nadi Teraba pada tekanan kuat Sindrom internal, tenggelam dan kuat
tenggelam) (sindrom ekses internal), tenggelam
lemah (sindrom defisiensi internal)
5. Slow pulse (Nadi Kurang dari 4-5 denyut per napas, Sindrom dingin, lambat dan cepat
lambat) atau kurang dari 60 denyut/ menit (sindrom dingin ekses), lambat dan
lemah (sindrom dingin defisiensi),
6. Moderate pulse (Nadi Nadi moderate dan kuat, Penyakit lembab, defisiensi lambung dan
sedang) berdenyut 4 kali dalam 1 napas, limpa
7. Nadi cepat Berdenyut 5-6 kali dalam 1 napas Sindrom panas, cepat dan kuat (sindrom
atau 90-110 kali per menit panas ekses), cepat dan lemah (sindrom
panas defisiensi),
8. Nadi swift (nadi super Nadi berdenyut lebih dari 7 kali per Hiperaktivitas Yang, penurunan Yin ginjal
cepat) 1 kali napas (≥140 kali / menit) atau mendekati penurunan yuan qi
9. Nadi lemah Nadi cun, guan & chi lemah Sindrom defisiensi, defisiensi qi dan
darah, biasanya pada defisisensi qi s
10. Nadi kuat Nadi kuat pada cun, guan, chi dan
pada tekanan ringan, sedang dan
kuat
11. Nadi Licin Nadi berdenyut bebas dan lembut Retensi phlegm dan cairan, dyspepsia,
seperti pergerakan kelerang ekses panas
Biasanya pada wanita hamil.
12. Astringent pulse Seperti menggaruk sebuah bambu Astringent dan kuat (stagnasi qi dan
stasis darah) astringent dan lemah
(kurangnya jing dan darah)
13. Nadi penuh Ukuran lebar dan penuh, sensitive Ekses panas internal
pada penekanan ringan
14. Nadi tipis Tipis seperti benang, lemah dan Defisiensi qi dan darah, kelelahan atau
sensitive dengan penekanan penyakit karena pathogen lembab
15. Nadi lembut Nadi lembut, superficial dan tipis, Defisiensi qi dan darah, sindrom lembab
sensitive dan lemah pada
penekanan ringan

65 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

16. Feeble pulse (Nadi Dalam dan tipis, sensitive dan Penurunan qi dan darah
lembut) lemah pada penekanan kuat
17. Indistinct pulse Sangat tipis, lembut dan tidak Defisiensi ekstrim qi dan darah /
teraba dengan penekanan defisiensi Yang qi
18. Taut pulse Nadi tegang berarti kencang, dan Gangguan hati dan kandung empedu,
keras seperti memegang senar sindrom nyeri, retensi phlegm dan cairan
violin
19. Tense Pulse Nadi seperti menarik tali, dan Sindrom dingin, sindrom nyeri dan
menjentikkan jari ketika ditekan retensi makanan
20. Nadi cepat dan Cepat dan tidak teratur Cepat dan kuat (hiperaktivitas Yang,
intermittent stagnasi qi, stasis darah, retensi phlegm
dan makanan), cepat dan lemah
(kelemahan qi dan kurangnya darah0
21. Lambat dan Lambat dan tidak teratur Lambat dan kuat (dominan Yin, stagnasi
intermittent qi, retensi phlegm dan stasis darah).
Nadi lambat dan lemah mengindikasikan
penurunan qi dan darah
22. Nadi panjang Nadi melebihi cun, guan dan chi Sindrom Yang, sindrom panas, sindrom
ekses
23. Slow intermittent Berdenyut lambat dengan teratur Penurunan qi viscera, defisiensi yuan qi
regular pulse dan panjang
24. Nadi pendek Nadi cun, guan dan chi-nya pendek Gangguan qi, nadi pendek dan kuat
(stagnasi qi), pendek dan lemah
(defisiensi qi)

Biasanya penyakit diindikasikan dengan nadi yang kombinasi. Sebagai contohnya nadi
mengambang mengindikasikan sindrom eksternal, nadi cepat mengindikasikan sindrom panas,
sehingga nadi yang mengambang dan cepat mengindikasikan sindrom panas eksternal. Nadi
mengambang mengindikasikan sindrom eksternal, nadi tegang mengindikasikan sindrom dingin
sehingga nadi mengambang dan tegang mengindikasikan sindrom dingin eksternal. Taut pulse
mengindikasikan gangguan hati dan kandung empedu, nadi cepat mengindikasikan sindrom panas.
Nadi tegang dan cepat mengindikasikan stagnasi qi hati yang berubah menjadi api atau lembab
panas di hati dan kandung empedu.

PALPASI
Untuk mengetahui keadaan daerah lokal panas/dingin, kering/lembab, lembut/keras. Palpasi
tidak hanya membantu dalam memahami tempat, sifat, dan keparahan penyakit tetapi juga

66 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

membantu dalam membuat manifestasi beberapa penyakit secara objektif, dengan melengkapi data
yang didapatkan dari wang, wen dan wun dalam menganalisis kondisi pathologis dan menentukan
sifat penyakit.

METODE PALPASI
Postur : posisi palpasi dipilih berdasarkan daerah yang akan dipalpasi. Biasanya duduk atau tidur
terlentang.
Ketika pasien duduk, akupunkturis berdiri di depan pasien, tangan kiri memegang pasien dan tangan
kanan melakukan palpasi. Biasanya melakukan palpasi pada kulit, tangan, kaki dan akupoint.
Jika pasien tidur terlentang dengan kaki lurus atau ditekuk, akupunkturis berdiri di sebelah kanan
dan palpasi menggunakan tangan kanan / kedua tangan, biasanya palpasi pada dada dan abdomen.

TEKNIK PALPASI
Palpasi : menggunakan jari atau telapak tangan, untuk merasakan dahi, keempat ekstremitas,
dada,abdomen dan kulit untuk memahami apakah teraba dingin, panas, kering dan lembab.
Merasakan : menggunakan jari dan telapak tangan untuk merasakan dada, abdomen, keempat
ekstremitas pasien untuk melihat apakah ada nyeri superficial atau benjolan termasuk bentuk dan
ukurannya
Penekanan ringan : penekanan ringan di dada, abdomen, keempat ekstremitas, dan benjolan untuk
mengetahui batas, tekstur, dan pergerakan benjolan, juga derajat dan sifat pembengkakan lokal.
Penekanan kuat : menekan kuat daerah yang abnormal untuk mendeteksi apakah ada nyeri di
lapisan dalam atau adanya nanah.
Tapping : menggunakan tangan untuk mengetuk daerah tertentu untuk meghasilkan suara dan
sensasi ombak / getaran untuk menentukan sifat dan derajat perubahan pathologis. Tapping bisa
dilakukan langsung ataupun tidak langsung. Tapping langsung yaitu dengan mengetuk daerah
superficial ; tapping yang tidak langsung berarti telapak tangan kiri diletakkan di permukaan tubuh
pasien, lalu tangan kanan mengetuk dorsum tangan kiri. Selama tapping, akupunkturis menanyakan
sensasi ketukan untuk menentukan lokasi dan derajat penyakit.

Menekan Dada Dan Abdomen


Menekan dada berguna untuk mendeteksi perubahan pathologis jantung, paru-paru dan precordium
Dada mengembung dengan suara cairan ketika diketuk-ketuk menandakan pneumothorak. Nyeri
dada dengan suara dangkal ketika diketuk menandakan adanya retensi cairan di dada dan diafragma
atau akumulasi phlegm panas di Paru-paru.

67 | H a l a m a n
METODE DIAGNOSIS Kegiatan Belajar – III

Menekan hipokondrium
Penekanan pada hipokondrium membantu mendeteksi penyakit yang terkait dengan hati dan
kandung empedu. Nyeri distensi pada hipokndrium dengan adanya benjolan di bawah sternum
menandakan adanya stagnasi qi hati dan kandung empedu oleh karena lembab panas. Benjolan di
hipokondrium dengan nyeri tajam yang tidak teraba disebabkan oleh stagnasi qi hati dan stasis
darah.

Penekanan di epigastrium dan abdomen


Membantu dalam mendeteksi gangguan lambung, limpa, usus kecil, usus besar, kandung kemih dan
uterus. Secara umum, sensasi dingin di kulit ketika ditekan dan lebih menyukai kehangatan biasanya
disebabkan oleh sindrom dingin, sensasi panas di kulit dan lebih menyukai dingin adalah tanda
sindrom panas. Nyeri epigastrik dan abdomen dengan tidak menyukai penekanan masuk dalam
sindrom ekses. Rasa penuh di epigastrium dan tidak sakit ketika ditekan disebabkan oleh kelemahan
lambung. Nyeri epigastrik yang semakin sakit saat ditekan biasanya disebabkan oleh akumulasi
faktor pathogen di epigastrium. Nyeri distensi di epigastrium dan ada suara gurgling ketika ditekan
menandakan adanya retensi cairan di lambung akibat defisiensi jiao tengah dan stagnasi qi. Sensasi
penuh di abdomen dengan penekanan disebabkan oleh stagnasi qi, stasis darah, dan retensi cairan.

Palpasi pada keempat ekstremitas


Mendeteksi dingin dan panas
Rasa dingin dan panas di tangan dan kaki dapat membantu dalam menentukan keadaan penyakit
seperti dingin dan panas, defisiensi dan ekses, internal eksternal dan juga prognosis yang baik
ataukah buruk.
Sensasi dingin di tangan dan kaki biasanya disebabkan oleh sindrom dingin oleh karena defisiensi
Yang atau ekses dingin; sensasi panas di tangan dan kaki biasanya pada sindrom panas oleh karena
dominasi Yang dan ekses panas. Jika dahi lebih panas daripada telapak tangan, maka panas masih di
superficial, tetapi jika telapak tangan lebih panas dari dahi, menandakan panas internal.

Palpasi akupoint
Penekanan pada akupoint tertentu dapat mendiagnosis gangguan viscera tertentu. Sebagai contoh
adanya nodul di feishu dan zhongfu teraba keras mengindikasikan adanya penyakit paru-paru.

68 | H a l a m a n
PENUTUP

Setelah mempelajari dengan seksama dan menyelesaikan beberapa latihan soal dalam
modul Diagnosa Akupunktur ini, penulis yakin Anda sudah dapat menerapkannya dalam
praktek klinis, sebagai pengetahuan dan ketrampilan esensial yang mendukung penanganan
penyakit yang Anda lakukan.
Akhirnya penulis mengharapkan agar pemahaman Anda tersebut mampu diaplikasikan
dengan baik dan benar.
Untuk mengukur kembali pemahaman Anda tentang isi dari modul ini, jangan lupa
mengikuti tes akhir modul yang dapat Anda minta pada dosen pengajar.
Selamat atas keberhasilan Anda dan terimakasih!

69 | H a l a m a n
DASAR PEMIJATAN: KUNCI JAWABAN TES MANDIRI Penutup

Kunci Jawaban Tes Mandiri I

1. Definisi pemijatan (massage) merupakan salah satu cara perawatan tubuh paling tua
dan paling bermanfaat dalam perawatan fisik (badan) Massage mengarahkan penerapan
manipulasi (penanganan) perawatan dari bagian luar tubuh yang dilakukan dengan
perantaraan tangan atau dengan bantuan alat-alat listrik (mekhanik) seperti steamer
facial, vibrator dsb.
2. Tujuan atau manfaat pengurutan (massage) :
a. Meningkatkan fungsi kulit.
b. Melarutkan lemak.
c. Meningkatkan refleksi pada pencernaaan.
d. Meningkatkan fungsi jaringan otot
e. Meningkatkan pertumbuhan tulang dan gerak persendian
f. Meningkatkan fungsi jaringan syaraf.
g. Sistem Getah Bening. Pijat dapat mengosongkan saluran getah bening dan
menyembuhkan bengkak..
h. Sistem Kandung Kemih: Pijat di bagian punggung dan perut akan meningkatkan
aktivitas ginjal yang mendorong pembuangan produk sisa metabolisme dan
mengurangi penumpukkan cairan.
i. Sistem Reproduksi: Pijat pada bagian perut dan punggung dapat membantu
meredakan masalah haid, seperti rasa sakit, pra menstruasi, haid tidak teratur, dan
lain-lain.
3. Pemijatan pada muka dan kepala berkhasiat terhadap :
a. Kelancaran fungsi kulit dan semua jaringan di muka dan kepala
b. Kulit menjadi halus dan lemas
c. Peredaran darah diperbaiki
d. Aktivitas kelenjar-kelenjar kulit dirangsang
e. Keadaan jaringan otot diperbaiki karena peredaran darah di dalam otot pun lebih
lancar
f. Gerakan berulang terhadap susunan saraf dapat menenangkan
g. Rasa sakit dapat dikurangi

70 | H a l a m a n
DASAR PEMIJATAN: KUNCI JAWABAN TES MANDIRI Penutup

Kunci Jawaban Tes Mandiri II

Lima macam gerakan pokok massage :


1. Effleurage atau mengusap.
2. Friction atau menggosok.
3. Petrisage atau memijit/meremas.
4. Tapotage atau mengetik/menepuk.
5. Vibratie atau menggetar

71 | H a l a m a n
BIOGRAFI
PENULIS

Kristian Sanjaya, dr., MBioMed (AAM), lahir di Surakarta pada tahun 1981. Menamatkan
pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta pada tahun
2006, dan menempuh berbagai pendidikan lanjutan di bidang estetika hingga kemudian
mendirikan berbagai klinik kecantikan di kota Surakarta dan sekitarnya. Menempuh dan
menyelesaikan pendidikan S-2 dalam bidang Anti Aging di Jurusan Pasca Sarjana Universitas
Udayana, Denpasar pada tahun 2011. Saat ini aktif sebagai managing director Benning Clinic,
Surakarta.

72 | H a l a m a n

Anda mungkin juga menyukai