Anda di halaman 1dari 1

DASAR TEORI SISTEM OTOT

Otot merupakan bagian penting dari tubuh karena termasuk alat gerak aktif. Otot juga berperan dalam
pembentukan bentuk tubuh dan perlindungan pada organ visera. Otot dapat dibagi menjadi 2 yaitu otot
somatis dan visera. Otos somatis disebut juga otot rangka karena otot tersbut letaknya menempel pada
rangka. Otot somatis merupakan otot lurik. Otot ini bekerja secara sadar (volunter). Sedangkan otot visera
adalah otot yang terletak pada organ dalam seperti jantung, kandung kemih, pembuluh darah dll. Otot
visera tersusun atas otot polos yang bersifat involunter. Ada juga otot visera yang tersusun atas otot lurik,
yaitu otot visera yang berhubungan dengan lengkung visera dan otot jantung yang terdapat pada jantung.

Otot memiliki bentuk yang bermacam-macam antara lain : silinder panjang, tear drops, kumparan,
lembaran, seperti kipas, dan bulatan berongga. Otot mempunyai tempat perlekatan yang relatif diam
disebut origo dan tempat perlakatan yang relatif bergerak saat kontraksi disebut insersio. Otot
berdasarkan pergerakannya juga dapat dibedakan menjadi fleksor, ekstensor, aduktor, abduktor, levator,
depresor dll. Otot tentunya tidak dapat bekerja sendiri sehingga otot perlu bekerja sama dengan otot yang
lain. Otot yang kerjanya saling menunjang atau melengkapi disebut sinergis. Sedangkan otot yang kerjanya
berlawanan disebut antagonis.

Pada ikan otot tersusun tersusun dalam lingkaran konsentris. Dinding tubuh ikan tersusun dari coni
musculi yang disebut miomer dan masing-masing dilapisi oleh jaringan ikat yang disebut miosepta. Otot
sumbu pada pisces dipisahkan oleh septum horizontal menjadi otot apaksial (atas) dan hepaksial (bawah).
Hal ini juga berlaku pada tetrapoda.

Kehidupan hewan didarat lebih berat sehingga menyebabkan perubahan besar terhadap otot somatis.
Otot tersebut berubah sesuai dengan peruntukannya karena hewan di darat lebih banyak melakukan
pergerakan. Otot memerlukan kapiler darah yang mendatangkan makanan dan oksigen serta
mengangkut keluar produk sisa yang toksik. Pembuluh darah itu terdapat dalam jaringan ikat fibrosa yang
berfungsi mengikat serat serat otot menjadi satu dan sebagai pembungkus pelindung sehingga tarikannya
dapat berlangsung secara efektif.