Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI PT KIMIA FARMA

(Persero) Tbk PLANT BANDUNG

Disusun Oleh:

Naura Annatasya 10060316184

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
BANDUNG
1441 H/ 2019 M
PENDAHULUAN

Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di


Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun
1817. Perusahaan ini pada awalnya bernama NV Chemicalien Handle
Rathkamp & Co. Berdasarkan kebijaksanaan nasionalisasi atas eks
perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan, pada tahun 1958
Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah
perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi)
Bhinneka Kimia Farma. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971,
bentuk badan PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas, sehingga nama
perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero). Pada tanggal
4 Juli 2001, PT Kimia Farma (Persero) kembali mengubah statusnya
menjadi perusahaan publik, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, dalam
penulisan berikutnya disebut Perseroan.

Tujuan kunjungan industri:

1. Mahasiswa dapat mengetahui tentang cara pembuatan obat yang


baik (CPOB)
2. Mahasiswa dapat mengetahui kondisi gudang
3. Mahasiswa dapat mengetahui Higiene industri
PEMBAHASAN

Kimia Farma memiliki lima fasilitas produksi yang terbesar di


enam kota di Indonesia, salah satunya berada di kota Bandung. Pada
Kimia Farma Plant Bandung memproduksi obat, obat tradisional.
Fasilitas produksi telah dilengkapi dengan sertifikat CPOB dan CPOTB
dari BPOM RI. Pada Kimia Farma Plant Bandung ini menerapkan
manajemen mutu ISO-9001:2008 dan telah mendaptakna Proper
Peringkat Biru pada pengelolaan lingkungan hidup dari Kementerian
Lingkungan Hidup.

Penerapan Aspek CPOB:

1. Personalia
Seluruh karyawan yang berada di PT Kimia Farma diharuskan
untuk mengikuti pelatihan terutama yang bersentuhan langsung
dalam kegiatan pembuatan obat, yang bertujuan untuk
memahami prinsip CPOB. Struktur organisasi pada PT Kimia
Farma sesuai dengan ketentuan CPOB yaitu, manajer produksi
dan manajar pengawasan mutu adalah seorang apoteker.
2. Bangunan dan Fasilitas
PT Kimia Farma telah memiliki desain, konstruksi dan letak yang
memadai sesuai dengan syarat CPOB. Penataan ruang di PT
Kimia Farma telah dirancang dan telah disesuaikan dengan
fungsinya seperti kegiatan pergudangan (penyimpanan),
penimbangan, pencampuran, pembuatan granul, pencetakan,
pengemasan. Pada daerah penyimpanan PT Kimia Farma telah
dirancang untuk pemisahan produk yang memiliki perlakuan
khusus, seperti mudah terbakar, mudah meledak, sangat beracun,
narkotika dan bahan yang dilakukan penolakan (riject). Pada
permukaan bagian dalam licin, lantai terbuat dari bahan kedap air
dengan permukaan yang rata yang bertujuan agar mudah
dibersihkan secara cepat, dinding dan langit-langit dibuat
melengkung yang bertujuan agar tidak adanya kotoran yang
menempel pada dinding dan langit-langit. Pada ruang produksi
dilengkapi dengan AHU (Air Habdling Unit) yaitu untuk
mencapai persyaratan suhu, kelembapan, jumlah partikel dan
perbedaan tekanan antara ruangan dalam dan luar. Dalam
pengolahan limbahnya dilakukan beberapa kali penyaringan
sampai bisa dipastikan limbah tersebut tidak berbahaya,
dibuktikan dengan terdapatnya ikan mas pada kolam yang dialiri
oleh air limbah yang telah dilakukan penyaringan. Terdapat
ruangan Grey Area dan Black Area yang bertujuan untuk
mencegahnya kontaminasi silang antar karyawan. Lampu yang
digunkan juga disesuaikan dengan sifat dari zatnya. Terdapat unit
kesehatan untuk karyawan, untuk memastikan kesehatan pada
karyawan.
3. Produksi
Terdapat no bets, tanggal penerimaan, tanggal pengeluaran,
tanggal kadaluarsa. Bahan yang digunakan harus dinyatakan
lulus untuk digunakan, disimpan dikarantina terlebih dahulu
sampai bahan tersebut dinyatakan lulus. Jika bahan tersebut tidak
lulus syarat maka bahan tersebut dikembalikan ke pemasok atau
dimusnahkan.
4. Sanitasi dan Higiene

Pada karyawan PT Kimia Farma bagian produksi menggunakan


pakaian pelindung badan, menggunakan penutup rambut, sepatu
khusus agar terhindarnya kontaminasi. Pada segi bangunannya
memiliki toilet yang cukup dan terdapat tempat cuci yang
letaknya mudah dicapai. Pada peralatan, perlengkapan dan ruang
produksi dipastikan telah dibersihkan sebelum dan sesudah
dilakukannya produksi.

5. Pengawasan Mutu
Bagian yang menuntukan produk tersebut memenuhi persyaratan
atau tidak untuk dipasarkan. Pada pengawasan mutu ini
dilakukan sejak datangnya bahan baku dan bahan kemas dari
distributor hingga menjadi produk jadi yang siap untuk
didistribusikan.

PENUTUP

Dari hasil kunjungan industri di PT Kimia Farma (Persero) Tbk


Plant Bandung dapat disimpulkan bahwa mahasiswa menjadi tahu
bahwa kimia farma ini perusahaan yang memproduksi obat narkotika,
pil kontrasepsi, dan mengetahui penerapan CPOB pada PT Kimia
Farma dari segi personalia, bangunan dan fasilitas, santasi dan higiene,
produksi, pengewasan mutu.