Anda di halaman 1dari 14

SEGIEMPAT SACCHERI

(Kajian Teoretik pada Geometri Non Euclid)


I Wayan Widana
Dosen Jurusan/PS. Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Bali
iwyn_widana@yahoo.co.id

ABSTRACT
Saccheri Quadrilateral (Theoretical Study on Non-Euclidean Geometry)
Geometry is a deductive system. As a deductive system, geometry has a base
understanding (primitive concept), definitions, postulates and arguments. Non-
Euclidean geometry was born as a result of the failure of a new inspiration to
mathematicians prove Euclid's 5th axiom of parallels. Lobachevsky and Bolyai are two
characters who find Hyperbolic Geometry and Reimann is the inventor of the elliptical
Geometry.
Saccheri quadrilateral is a convex quadrilateral with sides of equal length pair
that is perpendicular to the side of the base. Based on theoretical studies that have been
done it is concluded that: (1) Saccheri Quadrilateral on Hyperbolic Geometry has the
properties: a) peak congruent angles and taper angles, b) the length of the peak is longer
than the length of the base, and c) long segment connecting the midpoints of the peak
and the reason was shorter than the legs of the Saccheri quadrilateral, (2) Saccheri
quadrilateral on Elliptic Geometry has the properties: a) the angles are congruent peaks
and obtuse angle, b) the length of the peak is less than the length of the side of its base,
and c) the length of the segment connecting the midpoints of the peak and the reason is
longer than the legs of the Saccheri quadrilateral.
Keywords: deductive system, hyperbolic geometry, elliptic geometry, quadrilateral
Saccheri

PENDAHULUAN yang merupakan awal ditemukannya


Geometri merupakan salah satu geometeri non Euclid.
cabang matematika yang mempelajari Kajian ini dimaksudkan untuk
titik, garis, bidang dan benda-benda memberikan wawasan yang lebih luas
ruang serta sifat-sifatnya, ukuran- dan mendalam tentang segiempat
ukurannya serta hubungannya satu sama Saccheri pada geometri non Euclid.
lain. Dalam perjalanannya, geometri Berdasarkan kajian tersebut akan tampak
mengalami perkembangan yang sangat perbedaan konsep segiempat Saccheri
pesat seiring dengan kemajuan teknologi secara substansial, sehingga dapat
di muka bumi ini. Geometri Euclid dibandingkan dan sangat menarik untuk
merupakan geometri yang pertama, dijadikan bahan kajian.
dikembangkan oleh Euclides dari PEMBAHASAN
Aleksandria hidup kira-kira 300 tahun Geometri Sebagai Suatu Sistem
sebelum Masehi. Geometri ini bertahan Deduktif. Moeharti (1986)
kurang lebih selama 2000 tahun dan tidak mengemukakan bahwa sebagai suatu
terbantahkan, tetapi sejak abad ke 19 para sistem deduktif, dalam geometri harus
matematikawan mulai menemukan ada pengertian-pengertian pangkal
kelemahan geometri Euclid. Hal inilah (primitive concept) yaitu unsur-unsur dan
relasi-relasi yang tidak didefinisikan.


Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124 69

Selain pengertian pangkal, masih tidak mungkin untuk menambahkan suatu
diperlukan lagi definisi-definisi dari aksioma yang konsisten dan independen
unsur lain yang menggunakan pengertian tanpa harus menambahkan pengertian
pangkal. Dari definisi-definisi tersebut pangkal yang baru.
selanjutnya memungkinkan pemberian Lahirnya Geometri Non Euclid.
nama unsur-unsur yang terkait dengan Geometri yang menggunakan sistem
pengertian pangkal. Untuk menetapkan deduktif pertama kali adalah geometri
suatu definisi tidak boleh ada lingkaran Euclid dan bertahan hampir 2000 tahun.
definisi. Suatu definisi harus reversible, Euclid (325-265 SM), seorang
artinya definisi hendaknya dapat matematikawan dari Aleksandria telah
dinyatakan dalam bentuk kalimat yang menulis 13 jilid buku. Dalam bukunya
memuat “bila dan hanya bila”. Misalnya, yang berjudul “The Elements” memuat 23
suatu segitiga samasisi adalah suatu definisi, 5 aksioma, 5 postulat dan 48
segitiga yang ketiga sisinya sama dalil. Euclid menggunakan istilah
panjang. Hal ini berarti bahwa: 1) jika postulat, merupakan aksioma yang
suatu segitiga samasisi maka ketiga khusus digunakan pada bidang geometri.
sisinya sama panjang; 2) jika suatu Euclid sudah menggunakan sistem
segitiga ketiga sisinya sama panjang deduktif dalam penyusunan buku ini.
maka segitiga itu samasisi. Sehingga Postulat yang dinyatakan oleh Euclid
dapat dikatakan bahwa suatu segitiga dinyatakan seperti berikut.
disebut samasisi bila dan hanya bila Postulat
ketiga sisinya sama panjang. Selain itu 1. Selalu dapat menarik suatu garis dari
harus ada relasi-relasi atau pernyataan suatu titik ke suatu titik yang lain.
yang dapat diterima tanpa bukti yang 2. Selalu dapat membuat ruas garis tak
disebut aksioma atau postulat. Relasi- terbatas banyaknya pada suatu garis.
relasi lainnya yang dapat dibuktikan 3. Selalu dapat melukis suatu lingkaran
menggunakan definisi dan aksioma atau berpusat di suatu titik dengan jari-jari
postulat-postulat itu disebut dalil atau ruas garis yang ditentukan.
teorema. Proses untuk mendapatkan atau 4. Semua sudut siku-siku satu sama lain
menurunkan suatu dalil dari himpunan sama besar.
pengertian pangkal, definisi, dan postulat 5. Jika suatu garis lurus memotong dua
disebut suatu deduksi. Jadi suatu sistem garis lurus dan membuat jumlah
deduktif mempunyai sejumlah pengertian sudut-sudut dalam sepihak kurang
pangkal, definisi, postulat dan dalil-dalil. dari dua sudut siku-siku, kedua garis
Dalam geometri sebagai suatu itu jika diperpanjang tak terbatas akan
sistem deduktif, himpunan postulat itu bertemu di pihak tempat kedua sudut
dapat dipandang sebagai aturan main. dalam sepihak kurang dari dua sudut
Menurut Wisna (2008), himpunan siku-siku.
postulat atau aksioma harus memenuhi 3 Keterangan postulat ke-5:
(tiga) syarat yaitu: 1) konsisten, artinya
tidak boleh menyimpulkan suatu teorema
dari aksioma-aksioma yang bertentangan
dengan aksioma atau teorema yang sudah
dibuktikan sebelumnya; 2) independen,
artinya tidak boleh ada salah satu
aksioma yang dapat diturunkan dari
aksioma yang lainnya; 3) lengkap, artinya


70 Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124


c
a
P
1

b Q 2

Gambar 1. Ilustrasi Postulat ke-5 Euclid

Perhatikan gambar 1 di atas! matematikawan menemukan sistem


Garis c memotong garis a dan b. Sudut P1 geometri baru yang sekarang dikenal
ditambah sudut Q2 kurang dari dua sudut dengan nama Geometri Non Euclid.
siku-siku. Jika a dan b diperpanjang akan Geometri Non Euclid masih berdasarkan
berpotongan di pihak tempat sudut P1 dan empat postulat pertama dari Euclid dan
sudut Q2 (di sebelah kanan gambar di hanya berbeda pada postulat kelimanya.
atas). Postulat ke-5 Euclid ini dikenal Yang termasuk dalam Geometri Non
dengan postulat paralel. Euclid adalah Geometri Hiperbolik
Beberapa matematikawan (Lobachevsky) dan Geometri Eliptik
menganggap bahwa postulat ke-5 itu (Riemann).
bukan postulat dan dapat dibuktikan A. Geometri Hiperbolik.
dengan keempat postulat lainnya. Usaha- Geometri hiperbolik, pertama kali
usaha untuk membuktikan postulat ke-5 dikembangkan oleh Lobachevsky (1793-
ini berlangsung sejak Euclid masih hidup 1856) dan Bolyai seorang
sampai kira-kira tahun 1820. Namun matematikawan Austria (1775-1856)
usaha-usaha ini tidak ada yang berhasil yang menaruh minat utamanya pada
dan tampak keunggulan Euclid. Tetapi dasar-dasar geometri dari postulat kelima
dibalik kegagalan itu, ternyata usaha- Euclid, postulat kesejajaran.
usaha yang dilakukan oleh para
Aksioma Kesejajaran Geometri Hiperbolik

A
N M

r
B

Gambar 2. Aksioma Kesejajaran Geometri Hiperbolik


Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124 71

Melalui suatu titik A dan suatu yang selanjutnya oleh Lobachevsky
garis r yang tidak melalui A ada lebih disebut sebagai sudut kesejajaran
dari satu garis melalui A dalam bidang Ar (angle of pararellisme).
yang tidak memotong r (Moeharti, 1986). Segitiga Asimtotik
Perhatikan gambar berikut ini!
Melalui titik A ditarik garis AB⊥r. Bila Misalkan AM dan BM adalah
sinar garis AM direfleksikan terhadap AB sinar garis-sinar garis yang sejajar, dan ε
akan diperoleh sinar garis AN, sehingga merupakan sudut kecil sembarang.
∠BAM=∠BAN dan keduanya lancip

A
M

B C D

Gambar 3. Segitia Asimtotik

Dalam sudut BAM ditarik suatu sinar Jika dua garis sejajar dipandang sebagai
garis dari A yang dengan AM berpotongan di jauh tak hingga, sudut
membentuk sudut yang lebih kecil dari pada titik potongnya harus sama dengan
ε. Misalkan sinar garis ini memotong nol.
BM di titik C. Pada CM diambil suatu Jika AM dan BM sinar-sinar sejajar,
titik D sedemikian sehingga CD=CA. maka bangun ABM disebut segitiga
Dalam segitiga samakaki CAD terdapat asimtotik. Segitiga-segitiga semacam
∠CAD=∠CDA, sehingga: ini sifat-sifatnya hampir sama dengan
∠CAD < ∠CAM < ε; segitiga berhingga. Dua segitiga
∠CDA < ∠CAM < ε; asimtotik disebut kongruen, jika sisi-sisi
∠BDA < ∠CAM < ε; yang berhingga dan salah satu sudutnya
Jika BD menuju ke tak terhingga sama.
sedemikian sehingga AD mendekati Dalil 2
AM, maka ∠BDA mendekati nol. Jika dua segitiga ABM dan A’B’M’
Dalil 1 mempunyai AB=A’B’ dan ∠A=∠A’
maka juga ∠B=∠B’.

B B’
M M’

A A’
Gambar 4a. Segitiga Asimtotik (i) Gambar 4b. Segitiga Asimtotik (ii)

72 Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124


AB=A’B’ dan ∠A=∠A’, maka terdapat dua sinar garis B’M’


dapat dibuktikan ∠B=∠B’. dan B’M” yang sejajar dengan
Bukti: A’M’. Hal ini tidak mungkin,
Andaikan bahwa ∠B≠∠B’, berarti pengandaian salah
berarti bahwa salah satu lebih sehingga haruslah ∠B=∠B’.
besar daripada yang lain Dalil 3
misalnya ∠B > ∠B’. Dengan Jika dua garis tidak berpotongan
demikian melalui B’ dapat dan tidak sejajar, mereka
dibuat sinar garis B’M’’ mempunyai garis tegak lurus
sedemikian sehingga persekutuan.
∠A’B’M”=∠B dan
B’M”//A’M’. Maka di B’

Bukti:
A
l
L

m
B D
C

Gambar 5. Garis Tegak Lurus Persekutuan

Misalkan A suatu titik pada garis pertama ∠ADB < ∠DAL yaitu ∠ADB=0 dan
l atau AL. Dari A ditarik garis tegak lurus ∠DAL positif. Jadi pada pergeseran D
pada garis kedua m, yaitu AB. Jika AB dari B ke M semula ∠ADB > ∠DAL
tidak tegal lurus AL, maka dapat akhirnya ∠ADB < ∠DAL. Maka ada
diandaikan ∠BAL lancip. Karena garis letak D antara B dan M sedemikian
AL dan BM tidak berpotongan dan tidak sehingga ∠ADB = ∠DAL. Untuk titik D
sejajar, maka ada sudut yang lebih kecil yang demikian diambil titik O sebagai
yaitu ∠BAM sedemikian sehingga AM titik tengah AD, dari O ditarik garis EF
sejajar dengan BM. Misalkan BCD pada tegak lurus tegak lurus BD, sehingga
garis BM, maka segitiga ACD sudut terdapat dua buah segitig yaitu segitiga
dalam di D lebih kecil daripada sudut luar ODF kongruen dengan segitiga OAE.
di C atau ∠ADB < ∠ACB. Jika BD Jadi EF tidak hanya tegak lurus BD tetapi
diperpanjang ke tak hingga, maka ∠ADB juga tegak lurus AL. Maka EF adalah
turun menjadi nol. Sedangkan ∠DAL garis tegak lurus persekutuan dari AL dan
turun dari ∠BAL ke ∠MAL. Pada saat D BM (terbukti). Garis-garis yang tidak
di B, maka ∠ADB > ∠DAL yaitu ∠ berpotongan dan tidak sejajar disebut
ADB siku-siku dan ∠DAL lancip. garis ultraparalel atau hyperparalel.
Sedangkan pada saat D di M, maka Perhatikan gambar di bawah ini.

Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124 73

A E
L

B D M
Gambar 6. Garis Ultraparalel

Dalil 4:
Jumlah besar sudut-sudut suatu segitiga kurang dari dua sudut siku-siku.
Bukti: C

D E
J I
F

A B

Gambar 7. Jumlah Besar Sudut Segitiga

Suatu segitiga tidak mungkin ∠BAC+∠ACB+∠CBA=∠BAJ+∠JA


mempunyai dua sudut siku-siku atau D+∠EBI+∠IBA=∠BAD+∠ABE.
dua sudut tumpul. Misalnya ABC Selanjutnya segiempat ABED disebut
suatu segitiga dengan A dan B lancip. Segiempat Saccheri. Pada segiempat
Titik tengah AC dan BC disebut Saccheri ABED, maka ∠BAD dan
berturut-turut J dan I. Ditarik AD, BE ∠ABE keduanya lancip, sehingga
dan CF tegaklurus garis IJ. jumlah besar sudut-sudut ΔABC
Terdapatlah Δ CFI. kurang dari dua sudut siku-siku,
AD=CF=BE (Moeharti, 1986).
∠ACB=∠JCF+∠FCI=∠JAD+∠EBI
Jumlah sudut-sudut Δ ABC ialah:
Akibat: D C

A B
Gambar 8. Sudut-Sudut Segiempat


74 Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124



Perhatikan gambar 2 di atas, Pada dasarnya geometri
segiempat ABCD dapat dibangun hiperbolik tetap menggunakan 4
dari dua buah segitiga ABC dan postulat Euclid, hanya berbeda pada
segitiga ACD, sehingga jumlah postulat ke-5 yaitu menggunakan
sudut-sudut segiempat merupakan aksioma kesejajaran: melalui suatu titik
jumlah sudut-sudut segitiga yang A dan suatu garis r yang tidak melalui A
membentuknya. Berdasarkan dalil ada lebih dari satu garis melalui A
di atas, dinyatakan bahwa jumlah dalam bidang Ar yang tidak memotong
besar sudut-sudut suatu segitiga r. Dalam geometri hiperbolik dikenal
kurang dari dua sudut siku-siku. sebuah bangun yang dinamakan
Sehingga jumlah sudut-sudut segiempat Saccheri. Segiempat
segiempat dalam geometri Saccheri adalah segiempat konveks
0
hiperbolik kurang dari 360 . dengan sepasang sisi sama panjang
Segiempat Saccheri pada Geometri yang tegak lurus terhadap sisi alasnya.
Hiperbolik.
D C

A B
Gambar 9. Segiempat Sacceri

Berikut ini akan dibuktikan sifat-sifat 1) ∠ADC ≅ ∠BCD dan lancip.


segiempat Saccheri ABCD pada geometri 2) Sisi CD lebih panjang daripada AB.
hiperbolik, dengan AB adalah sisi alas, 3) Panjang segmen yang
AD dan BC adalah sepasang sisi yang menghubungkan titik-titik tengah dari
sama panjang dan tegak lurus AB, serta puncak dan alas kurang dari kaki-
∠ADC dan ∠BCD adalah sudut puncak kakinya.
segiempat Saccheri. Akan dibuktikan Bukti:
bahwa segiempat Saccheri ABCD D F
memiliki sifat-sifat sebagai berikut. C
Perhatikan gambar berikut!

A E B

Gambar 10. Sifat-Sifat Segiempat Sacceri



Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124 75

Gambar 10 memperlihatkan segiempat ∠EAD = ∠EBC=900 (definisi
Saccheri dengan titik E adalah titik segiempat Saccheri)
tengah AB dan F adalah titik tengah Sehingga ∆EAD≅∆EBC (s, sd, s)
CD, sehingga AE=EB dan CF=FD. Akibatnya ∠ADE=∠BCE ...........(1)
Melalui titik C dan D dibuat segmen DF=CF (F titik tengah CD)
garis yang melalui E, sehingga CE=DE (karena ∆EAD≅∆EBC)
terbentuk segmen garis CE dan DE. EF=EF (berimpit)
Sifat-sifat segiempat Saccheri pada Sehingga ∆FDE≅∆FCE (s, sd, s)
Geometri Hiperbolik dapat dibuktikan Akibatnya ∠FCE=∠FDE ............(2)
sebagai berikut. Dari (1) dan (2) diperoleh:
1) Akan dibuktikan bahwa: ∠ADC ≅ ∠ADE + ∠FDE = ∠FCE + ∠BCE
∠BCD dan lancip Sehingga ∠ADC = ∠BCD.
AE=BE (E titik tengah AB) Selanjutnya akan dibuktikan bahwa
AD=BC (definisi segiempat ∠ADC dan ∠BCD lancip.
Saccheri) Perhatikan gambar berikut!

Gambar 11. Sudut-Sudut Lancip

AD=BC (segiempat Saccheri) Geometri Hiperbolik ini adalah


∠DAM=∠CBM=900 (segiempat kongruen dan lancip (terbukti).
Saccheri). Akibatnya: 2) Sisi CD lebih panjang daripada AB.
ΔDAM ≅ Δ CBM (segitiga Akan dibuktikan CD>AB.
asimtotik, dalil 2 di atas), sehingga Perhatikan kembali gambar 10 di
∠ADM=∠BCM atas!
∠ADM+∠GDM<∠BCM+∠GCM Misalkan CD=AB, maka FC=EB.
∠ADC<∠BCG Pada pembuktian sebelumnya telah
Padahal ∠BCD=∠ADC jadi ∠BCD terbukti bahwa ΔDEF ≅ ΔCEF, oleh
< ∠BCG karena itu maka sudut-sudut yang
Karena ∠BCD + ∠BCG < 180° ..(1) bersesuaian besarnya sama,
dan ∠BCD-∠BCG<0° .................(2) sehingga ∠CFE = ∠DFE. Karena
Jika (1) dan (2) dijumlahkan akan ∠CFE + ∠DFE = 180° dan ∠CFE =
diperoleh: 2 BCD<180°. ∠DFE, maka ∠CFE = 90°. EC
Sehingga ∠BCD = ∠ADC < 90° merupakan sisi persekutuan ΔCFE
Dengan demikian maka ∠BCD ≅ dan ΔEBC, maka ΔCFE ≅ ΔEBC
∠ADC lancip, atau sudut-sudut sehingga diperoleh ∠FEC=∠BCE,
puncak segiempat Saccheri pada dan ∠FCE = ∠BEC. Selanjutnya
∠FCE + ∠BEC = ∠BCE + ∠FCE


76 Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124



atau ∠FEB = ∠FCB = 90°. Hal ini Geometri eliptik dikembangkan
bertentangan dengan yang telah oleh Reimann (1826-1866) seorang
dibuktikan bahwa ∠FCB lancip. matematikawan kebangsaan Jerman. Ia
Jadi tidak mungkin FC=EB. Dari mulai dengan asumsi bahwa: garis-garis
gambar 10 dapat dilihat segiempat adalah tidak terbatas, tetapi panjangnya
BCFE dengan menggunakan berhingga. Reimann tidak
kesejajaran dua garis ∠EBC = mengindahkan postulat kesejajaran baik
∠BEF = ∠CFE = 90°, dan ∠C dari Euclid maupun Geomteri
lancip, maka FC > EB , atau CD > Hiperbolik. Geometri Reimann banyak
AB (terbukti). digunakan dalam matematika dan fisika
3) Panjang segmen yang terapan (Applied Mathematics and
menghubungkan titik-titik tengah Physics) dan merupakan dasar
dari puncak dan alas kurang dari matematika dari Teori Relativitas
kaki-kakinya. Einstein.
Perhatikan kembali gambar 10 di Postulat Reimann
atas! Selanjutnya akan dibuktikan Tidak ada garis-garis yang sejajar
EF < BC. Perhatikan ΔEFC dan Δ dengan garis lain.
EBC. Misalkan EF = AD = BC, Berdasarkan pada Postulat di atas, pada
∠EFC = ∠EBC = 90° (sudah Geometri Eliptik ini dua garis selalu
dibuktikan sebelumnya). EC=EC berpotongan dan tidak ada dua garis
(berimpit). Maka ΔEFC≅ Δ EBC sejajar. Hal ini akan menimbulkan dua
(sd, s, s). kemungkinan, yaitu:
Sehingga ∠FCE + ∠BCE = ∠BEC + 1. Setiap garis berpotongan pada satu
∠CEF atau ∠FEB = ∠FCB = 90°. titik dan tidak ada garis yang
Hal ini bertentangan dengan memisahkan suatu bidang.
pembuktian yang telah dilakukan Kemungkinan ini menghasilkan
sebelumnya bahwa ∠FCB lancip, Geometri Single Elliptic.
sehingga pemisalan salah. Jadi tidak 2. Setiap garis berpotongan pada dua
mungkin EF=AD=BC. Karena titik dan setiap garis yang
segiempat Saccheri BCFE pada memisahkan suatu bidang.
gambar 10 di atas menggunakan Kemungkinan ini menghasilkan
kesejajaran dua garis Geometri Double Elliptic.
∠EBC=∠BEF=∠CFE= 90°, dan Berikut ini disajikan model Geometri
∠BCD lancip, maka EF < BC dan Double Elliptic adalah sebuah bola dan
EF < AD (terbukti). Geometri Single Elliptic adalah
setengah bola.
B. Geometri Eliptik

Gambar 13. Model Geometri


Gambar 12. Model Geometri Eliptik Tunggal
Eliptik Ganda

Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124 77

Dua garis berpotongan tepat pada dua Dua garis yang berpotongan tepat pada
titik, dan setiap garis memisahkan bidang satu titik, tetapi tidak ada garis yang
menjadi 2 setengah bidang. memisahkan bidang menjadi 2 setengah
bidang. Dua titik yang diametral
dianggap sebagai 1 titik (A=A’).

Dalil pada Geometri Eliptik


Dalil 1
Dua garis yang tegak lurus pada suatu garis bertemu pada suatu titik.
Bukti: U

z
O
l m

S
Gambar 14. Garis-garis Tegak Lurus

Perhatikan gambar 14 di atas! Dalil 2


Andaikan garis l ⊥ garis z dan garis Semua garis tegak lurus pada suatu
m ⊥ garis z, dengan garis l dan garis garis berpotongan pada titik yang
m tidak bertemu pada suatu titik. disebut kutub dari garis itu dan
Akibatnya, Garis l dan m sejajar. sebaliknya setiap garis melalui
Maka terjadi kontradiksi dengan kutub suatu garis tegak lurus pada
postulat kesejajaran Riemann. Jadi, garis itu.
garis l dan garis m yang tegak lurus
garis z bertemu pada suatu titik U. U
Bukti:
l m
O
z

S
Gambar 15. Kutub Suatu Garis

(i) Semua garis tegak lurus pada Perhatikan gambar 15 di atas!


suatu garis berpotongan pada Misalkan dibuat 2 garis yaitu m
titik yang disebut kutub dari dan l yang ⊥ dengan garis z.
garis itu. Berdasarkan dalil 1, garis l dan
Bukti: m bertemu pada suatu titik misal
U. Titik U terletak di luar garis


78 Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124



z. Melalui Titik U dibuat garis Jadi, dari bukti (i) dan (ii) dapat
yang ⊥ garis z. Maka titik U disimpulkan semua garis tegak
disebut kutub. lurus pada suatu garis
(ii) Setiap garis melalui kutub suatu berpotongan pada titik yang
garis tegak lurus pada garis itu. disebut kutub dari garis itu dan
Bukti: sebaliknya setiap garis melalui
Sebelumnya telah diketahui titik kutub suatu garis tegak lurus
U merupakan kutub dan garis z pada garis itu.
di luar titik U. Berdasarkan sifat Dalil 3
kutub, setiap garis yang Jumlah besar sudut-sudut segitiga
menghubungkan titik U dengan lebih besar dari 180° .
suatu titik pada z maka garis-
garis tersebut ⊥ pada z.
Bukti:

Gambar 16. ∠A = 90° , karena Gambar 17. ∠A > 90° , karena


BC = jarak polar BC > jarak polar

Pada gambar 16: lebih besar dari 180° . Maka jelaslah


∠A = 90° , ∠C = 90° , ∠B positif . jumlah besur sudut-sudut dua
Sehingga ∠A + ∠B + ∠C ≥ 180° segitiga lebih besar dari 360° , dari
Pada gambar 17: hal tersebut diperoleh jumlah besar
∠C = 90° , ∠A tumpul. Sehingga sudut-sudut segiempat lebih besar
∠A + ∠B + ∠C > 180° . dari 360° .

Dalil 4 Segiempat Saccheri pada


Jumlah besar sudut-sudut segiempat Geometri Eliptik.
lebih besar dari 360° . Diberikan segiempat Saccheri
ABCD dengan sisi alas AB dengan
Bukti:
sepasang sisi AD dan BC sama
Suatu segiempat dapat dibuat dari 2 panjang yang tegak lurus terhadap
segitiga. Berdasarkan dalil 3 jumlah sisi AB.
besar sudut-sudut suatu segitiga


Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124 79

Gambar 18. Segiempat Saccheri pada Geometri Eliptik

Dari gambar 18 di atas akan dibuktikan panjang daripada kaki-kaki


sifat-sifat segiempat Saccheri pada segiempat Saccheri tersebut.
Geometri Eliptik sebagai berikut. Bukti :
1) Sudut-sudut puncak ∠ADC ≅ 1) Sudut-sudut puncak
∠BCD dan sudutnya tumpul. ∠ADC≅∠BCD dan sudutnya tumpul.
2) Panjang sisi puncak CD kurang dari (i) Sudut–sudut puncak
panjang sisi alas AB.
sama (∠ADC = ∠BCD).
3) Panjang segmen yang
menghubungkan titik-titik tengah
dari puncak dan alasanya lebih
U

F
D C F

D C
l
A E B

A E B

S
Gambar 19. Sifat-Sifat Segiempat Saccheri pada Geometri Eliptik

Perhatikan gambar 19 di atas! sehingga terbentuk FE. Kemudian


AD=BC dan buat garis yang melalui titik D dan E,
∠DAE = ∠CBE = 90° (definisi serta garis yang melalui titik C dan E
segiempat Saccheri). sehingga terbentuk DE dan CE.
Akan ditunjukkan ∠ADC ≅ ∠BCD . Perhatikan ∆ADE dan ∆BCE. Karena
Misalkan titik E dan F sebagai titik AD=BC, ∠DAE=∠CBE, dan AE=EB
tengah AB dan CD sehingga AE=EB, maka ∆ADE ≅ ∆BCE (s, sd, s).
dan DF=FC. Dibuat garis yang Akibatnya,
menghubungkan titik U, F, E dan S ∠ADE=∠BCE.......................(1)


80 Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124



Selanjutnya, pandang ∆DEF dan Akibatnya,
∆CEF. Karena ∆ADE ≅ ∆BCE maka ∠EDF=∠ECF.............................. (2)
DE=CE, EF=EF (berimpit), maka Dari langkah (1) dan (2) diperoleh:
∆DEF ≅ ∆CEF (s, s, s). ∠ADE+∠EDF=∠BCE+∠ECF
Jadi, ∠ADC=∠BCD (terbukti)

(ii) Sudut puncaknya tumpul

Gambar 20. Segiempat Saccheri pada Geometri Eliptik

Perhatikan gambar 20 di atas! sehingga AE=EB dan DF=FC. Maka


AD=BC dan ∠DAE = ∠CBE = 90° AE=EB=DF=FC.
(definisi segiempat Saccheri). Akan Perhatikan ∆ADE dan ∆BCE:
ditunjukkan ∠ADC=∠BCD > 900. AD=BC, ∠DAE=∠CBE, AE=EB,
Berdasarkan dalil 4 di atas maka: sehingga ∆ADE ≅ ∆BCE. Akibatnya
DE=CE.
∠DAB + ∠CBA + ∠ADC + ∠BCD > 360° Perhatikan ∆DEF dan ∆CEF:
⇔ 90° + 90° + ∠ADC + ∠BCD > 360° DE=CE, DF=FC dan EF=EF. Karena
∆DEF ≅ ∆CEF, maka ∠DFE=∠CFE,
⇔ 180° + ∠ADC + ∠BCD > 360° sehingga ∠DFE+∠CFE=1800 (sudut
suplementer). Jadi ∠CFE=900.
⇔ ∠ADC + ∠BCD > 180°
Perhatikan ∆CEF dan ∆BCE:
⇔ ∠BCD + ∠BCD > 180°
FC=EB, ∠CFE=∠CBE, dan CE=EC
⇔ ∠BCD > 90° (terbukti).
maka ∆CEF ≅ ∆BCE. Akibatnya,
Jadi, dari bukti (i) dan (ii) dapat ∠FEC=∠BCE dan ∠FCE=∠BEC.
disimpulkan bahwa sudut-sudut ∠FCE + ∠BEC = ∠BCE + ∠FCE
puncak ∠ADC ≅ ∠BCD dan ⇔ ∠FEB = ∠FCB . Telah dibuktikan
sudutnya tumpul. di atas ∠FEB = 90° maka
2) Panjang sisi puncak CD kurang dari ∠ FCB = 90° .
panjang sisi alas AB. Hal ini bertentangan dengan yang
Bukti: telah dibuktikan bahwa ∠FCB
Perhatikan kembali gambar 19 di tumpul. Jadi tidak mungkin EB=FC.
atas! Dari gambar di atas perhatikan
AD=BC dan ∠DAB = ∠CBA = 90° bahwa segiempat BCFE dengan
(definisi segiempat Saccheri). Akan menggunakan kesejajaran dua garis
ditunjukkan CD < AB. ∠EBC=∠BEF=∠CFE=90°, dan
Misalkan CD=AB dan titik E dan F ∠BCF tumpul, maka FC<EB atau
sebagai titik tengah AB dan CD, CD<AB (terbukti).
3) Panjang segmen yang
menghubungkan titik-titik tengah dari

Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124 81

puncak dan alasanya lebih panjang alasnya.
daripada kaki-kaki segiempat 2. Segiempat Saccheri pada Geometri
Saccheri tersebut. Hiperbolik memiliki sifat-sifat: a)
Bukti: sudut-sudut puncak kongruen dan
Perhatikan kembali gambar 19 di atas! sudutnya lancip, b) panjang sisi
AD=BC dan ∠DAB = ∠CBA = 90° puncaknya lebih panjang daripada
(definisi segiempat Saccheri). Akan panjang sisi alasnya, dan c) panjang
ditunjukkan EF>BC. ruas garis yang menghubungkan titik-
Misalkan EF=BC dan titik E dan F titik tengah dari puncak dan alasanya
sebagai titik tengah AB dan CD, lebih pendek dari kaki-kaki segiempat
sehingga AE=EB dan DF=FC. Maka Saccheri tersebut.
AE=EB=DF=FC. 3. Segiempat Saccheri pada Geometri
Eliptik memiliki sifat-sifat: a) sudut-
Perhatikan ∆ADE dan ∆BCE:
sudut puncak kongruen dan sudutnya
AD=BC, ∠DAE=∠CBE, AE=EB,
tumpul, b) panjang sisi puncaknya
sehingga ∆ADE ≅ ∆BCE. Akibatnya
kurang dari panjang sisi alasnya, dan
DE=CE.
c) panjang ruas garis yang
Perhatikan ∆DEF dan ∆CEF: menghubungkan titik-titik tengah dari
DE=CE, DF=FC dan EF=EF. Maka puncak dan alasanya lebih panjang
∆DEF ≅ ∆CEF, akibatnya daripada kaki-kaki segiempat
∠DFE=∠CFE. sehingga Saccheri tersebut.
∠DFE+∠CFE=1800 (sudut
0
suplementer). Jadi ∠CFE=90 . Daftar Rujukan
Perhatikan ∆CEF dan ∆BCE: Adler, CF. 1967. Modern Geometry. New
FC=EB, ∠CFE=∠CBE, dan CE=EC York. Mc. Graw Hill Book
maka ∆CEF ≅ ∆BCE. Akibatnya, Company.
Agustina, Ika. 2012. Segiempat Saccheri
∠FEC=∠BCE dan ∠FCE=∠BEC.
dan Segiempat Lambert pada
∠FCE + ∠BEC = ∠BCE + ∠FCE
Geometri Eliptik (Makalah Tidak
⇔ ∠FEB = ∠FCB . Telah dibuktikan
Dipublikasikan). Singaraja.
di atas ∠FEB = 90° maka
Universitas Pendidikan Ganesha.
∠FCB = 90° .
Coxeter, HSM. 1967. Intorduction to
Hal ini bertentangan dengan yang Geometry. New York. John Wiley
telah dibuktikan bahwa ∠FCB
and Sons, Inc.
tumpul. Jadi tidak mungkin EB=FC. Moeharti. 1986. Sistem-Sistem Geometri.
Dari gambar di atas lihat segiempat Jakarta. Karunika
BCFE dengan menggunakan Prayoga, T. 2011. Perbandingan
kesejajaran dua garis Segiempat Saccheri Pada Geometri
∠EBC=∠BEF=∠CFE=90°, dan Euclid Dan Geometri Non Euclid
∠BCF tumpul, maka EF>BC (Skripsi Tidak Dipublikasikan).
(terbukti). Yogyakarta. Universitas Negeri
Yogyakarta
PENUTUP Wisna Ariawan. 2008. Bahan Ajar
Berdasarkan kajian teoretik di atas dapat Geometri Bidang. Singaraja.
ditarik kesimpulan sebagai berikut. Universitas Pendidikan Ganesha.
1. Segiempat Saccheri adalah segiempat
konveks dengan sepasang sisi sama
panjang yang tegaklurus terhadap sisi


82 Jurnal EMASAINS Volume II, Nomor 3, September Tahun 2013 ISSN 2302-2124

Anda mungkin juga menyukai