Anda di halaman 1dari 2

Obat Emergency

1. Aspirin/aspilet : antitrombus (menghancurkan trombus sehingga trombosit berkurang dan


penggunaan
2. Colistin/pelastin/epibenem (antibiotik untuk passien infeksi serius)
3. Diazepam (penenang/anti kejang/ pelemas otot)
4. Heparin (mempercepat inaktivasi pembekuan darah mencegah platelet lebih banyak, untuk
mendapatkan darah yang tidak membeku)
5. Midazolam/aprazolam (anti cemas/anti kejang)
6. Tramadol (sudah dilarang karena masuk dalam narkotika dengan efek samping jelek)
7. Teophilin/aminophilin (broncodilator)
8. Benzodiasepine
9. Nitrogliserin (anti angina) vasodilator
10. Epineprin (untuk penangan henti jantung)
11. Atropin sulfat (penangan henti jantung : 2 ampul)
12. ISDN/Cedocard (vasodilator)
13. Metildopa (antihipertensi)
14. Dobutamin (inotropik : meningkatkan kontratilitas jantung)
15. Dopamine (intropik)
16. Furosemide (meningkatkan aliran darah/diuretik : banyak kencing)
17. Insulin (obat diabetik)
18. Fenobarbetal/lumital (obat epilepsi)
19. Sodium Bicarbonat (penangan asidosis)
20. Noradrenalin (
21. Norepineprin

Titrasi pemberian obat secara terus menerus sampai dosis maksimal.

Pemberiannnya syringe pump (spuit 50 cc)

0.9 % (normalsalin : sama tekanannya dengan tubuh manusia)

Dosis x BB (kg) x Waktu (60 menit)


Konsentrasi obat dalam 1 menit

Contoh :
Dobutamine 250 mg/5 ml (mg dirubah jadi mikrogram)
I mg = 1000 mikrogram
25000 mcg /50 = 5000

Dosis x BB (kg) x Waktu (60 menit) = 5 mcg x 60x60 = 3.6


Konsentrasi obat dalam 1 menit 5000