Anda di halaman 1dari 4

KONSEP MAPING HARGA DIRI

RENDAH

PENGKAJIAN :
Harga diri rendah adalah penilaian negatif pengumpulan data dan perumusan kebutuhan atau masalah klien. Data yang
seseorang terhadap diri termasuk hilangnya dikumpulkan melalui data biologis , psikologis, social dan spiritual . Meliputi :
kepercayaan diri dan harga diri
Identitas klien,alasan masuk,faktor predisposisi, dan psikososial

FAKTOR TERJADINYA HDR


TANDA DAN GEJALA :
1.Rasa malu terhadap penyakit yang di-
derita
FAKTOR PREDISPOSISI :
2.Rasa bersalah terhadap diri sendiri
Penolakan orang tua yang tidak realistis,kegagalan
berulang kali,kurang mempunyai tanggung jawab 3.Gangguan hubungan social
personal,ketergantungan pada orang lain.ideal diri 4.Kurang percaya diri
yang tidak realistis.
FAKTOR PRESIPITASI :
Sumber:
Kehilangan bagian tubuh,perubahan penampilan/
bentuk tubuh kegagalan atau produktifitas yang Keliat,B.A.(2005).Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa edisi
menurun. 2.jakarta : EGC.
DIAGNOSA KEPERAWATAN:
1. Gangguan konsep diri b.d Harga diri rendah
2. Kurang motivasi perawatan diri b.d defisit perawtaan diri

IMPLEMENTASI
POHON MASALAH
Implementasi adalah pelaksanaan perencanaan asuhan keperawatan
Isolasi Sosial oleh perawat dan klien. Petunjuk dalam implementasi :
a. Intervensi dilakukan sesuai dengan rencana.

b. Keterampilam interpersonal, intelektual, tekhnikal dilakukan


HDR dengan cermat dan efisien dalam situasi yang tepat.

c. Dokumentasi intrvensi dan respon klien.

Gangguan citra tubuh


TINDAKAN KEPERAWATAN

Dalam pelaksanaan implementasi, penulis menggunakan langkah-langkah komunikasi terapeutik yang terdiri dari :
1) Fase Pra Interaksi

Pra interaksi dimulai sebelum kontak pertama dengan klien, perawat mengeksplorasi perasaan, fantasi dan ketakutannya sehingga
kesadaran dan kesiapan perawat untuk melakukan hubungan dengan klien dapat dipertanggung jawabkan.
2) Fase Perkenalan

Pada fase ini dimulai dengan pertemuan dengan klien, hal-hal yang perlu dikaji adalah alasan klien meminta pertolongan yang
akan mempengaruhi terbinanya rasa percaya antara perawat dengan klien.

3) Fase Orientasi

a) Memberi salam terapeutik

b) Mengevaluasi dan memvalidasi data subjektif dan objektif yang mendukung diagnosa keperawatan.

c) Membuat kontrak untuk sebuah topik disertai waktu dan tempat dan serta mengingatkan kontrak sebelumnya.

4) Fase Kerja

Fase kerja merupakan inti hubungan perawat dengan klien yang terkait dengan pelaksanaan perencanaan yang sudah ditentukan
sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Pada fase ini perawat mengeksplorasi stressor yang tepat mendorong perkembangan
kesadaran diri dengan menghubungkan persepsi, fikiran, perasaan dan perbuatan klien.
5) Fase Terminasi

Fase terminasi merupakan fase yang amat sulit dan penting dari hubungan intim terapeutik yang sudah terbina dan berada dalam
tingkat optimal. Fase terminasi terbagi menjadi :
a) Terminasi sementara

Adalah terminasi akhir dari tiap pertemuan antara perawat dengan klien.