Anda di halaman 1dari 6

TUGAS KIMIA

SENYAWA ALIFATIK

YULITA MARIA SULISTIA ROGA


NIM:1909010013

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN


UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Senyawa alifatik adalah senyawa organik yang mengandung karbon dan hidrogen yang
disatukan dalam rantai lurus, rantai bercabang, atau cincin non-aromatik. Ini adalah salah satu
dari dua kelas hidrokarbon yang luas, yang lainnya adalah senyawa aromatik.
Senyawa rantai terbuka yang tidak mengandung cincin bersifat alifatik, apakah mengandung
ikatan tunggal, rangkap, atau rangkap tiga. Dengan kata lain, mereka mungkin jenuh atau tidak
jenuh. Beberapa alifatik adalah molekul siklik, tetapi cincinnya tidak stabil seperti senyawa
aromatik. Sementara atom hidrogen paling sering terikat pada rantai karbon, atom oksigen,
nitrogen, sulfur, atau klor juga mungkin ada. Senyawa alifatik juga dikenal sebagai hidrokarbon
alifatik atau senyawa elifatik. Dalam kimia organik, senyawa yang tersusun dari karbon dan
hidrogen dibagi menjadi dua kelas:
 Senyawa alifatik – Senyawa kimia apa pun yang termasuk dalam kelas organik di mana
atom tidak dihubungkan bersama untuk membentuk cincin
 Senyawa aromatik – Mengandung konfigurasi cincin-atom aromatik, seperti benzena
Senyawa alifatik dapat:
 Jenuh – Bergabung dengan ikatan tunggal (alkana)
 tak jenih- Bergabung dengan ikatan rangkap (alkena) atau ikatan rangkap tiga (alkuna)
Senyawa alisiklik mengacu pada senyawa alifatik (jenuh atau tidak jenuh) di mana beberapa
atom karbon berada dalam formasi cincin (siklus), tetapi mungkin bukan benzenoid atau sistem
aromatik lainnya. Hidrokarbon alisiklik jenuh memiliki beberapa nama, termasuk sikloalkana,
sikloparafin, dan nafta. Sikloalkana, meskipun jenuh (semua ikatan adalah ikatan tunggal),
memiliki rumus umum CnH2n. Reaktivitas mereka mirip dengan rekan-rekan alkana rantai
terbuka mereka. Hidrokarbon alisiklik tak jenuh meliputi sikloalkena dan sikloalkina.
1.1 Rumusan Masalah
Apa fungsi dari senyawa alifatik dalam medik veteriner ?

1.2 Tujuan
Untuk mengetahui fungsi dari senyawa alifatik dalam medik veteriner.
BAB II
ISI

2.1 Fungsi senyawa alifatik


Berdasarkan jumlah ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh
dan tidak jenuh.
Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya berisi ikatan-ikatan tunggal
saja. Golongan ini dinamakan alkana.

Contoh senyawa hidrokarbon alifatik jenuh:

Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap
dua atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga
dinamakan alkuna. Contoh senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh:

Pada senyawa alifatik, atom karbon dapat saling mengikat dalam bentuk rantai lurus bercabang
maupun bercabang, atau cincin non aromatik (alisiklik), dengan ikatan tunggal, ganda dan tiga
ikatan kovalen. Ikatan kovalen dapat mengikat unsur lain selain hidrogen, antara lain oksigen,
nitrogen, belerang, klor.
Hidrokarbon digunakan hampir di segala bidang kegiatan di antaranya:
Bidang Industri
Banyak industry memggunakan senyawa hidrokarbon sebagai pelarut dalam prosesnya. contohnya
adalah benzene. Industry sabun dan detergen memakai marlon (alkil benzene Sulfonat, ABS)
sebagai pengganti sabun, dan industry las menggunakan gas asetilena (atau C2H2).
Bidang Pertanian.
Banyak produk hidrokarbon dipakai sebagai zat insektisida dan pembunuh bakteri yang lain.
Insektisida digunakan untuk membasmi serangga, contohnya adalah DDT, metoksi klor, aldrien,
dieldrin, endrien, baygon, sevin, dan paralion.
Bidang Tranportasi
Senyawa hidrokarbon sangat diperlukan dalam Sektor transportasi. Senyawa ini diaplikasikan
dalam bentuk minyak bumi sebagai bahan bakar seperti bensin, solar minyak diesel dan aspal yang
dapa digunakan sebagai pengeras jalan.
Keperluan Rumah Tangga
Senyawa Hidrokarbon juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Contohnya untuk
bahan bakar rumah tangga seperti untuk kompor dapur yang menggunakan minyak tanah dan gas
alam. Gas alam terdiri atas hidrokarbon dengan atom C rendah (4 ke bawah). Gas metana dengan
jumlah atom C satu digunakan untuk bahan bakar yang dapat menghasilkan api berwarna biru.
A. Alkana
Secara umum, alkana digunakan sebagai bahan bakar dan bahan baku dalam industri
petrokimia, Contohnya :
 Metana, digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak dan bahan baku pembuatan zat
kimia seperti H2 dan NH3.
 Etana, digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak dan sebagai refrigerant dalam sistem
pendinginan dua tahap untuk suhu rendah.
 Propana, digunakan sebagai komponen utama gas elpiji untuk memasak dan bahan baku
senyawa organik.
 Butana, digunakan sebagai bahan bakar kendaraan dan bahan baku karet sintetis
 Oktana, digunakan sebagai komponen utama bahan kendaraan bermotor , yakni bensin.
B. Alkena
Sebagai bahan baku dalam industri petrokimia, misal untuk pembuatan alkana, haloalkana,
alkohol, aldehid, keton, dan polimer. Etena merupakan hormon tumbuhan yang dapat mempercepat
matangnya buah, selain itu etena juga merupakan bahan baku dari plastik polietilena. Propena
merupakan bahan baku pembuatan plastik polipropilena. 1,3-Butadiena merupakan bahan baku
pembuatan karet sintetis polibutadiena. Isoprena (2-metil-1,3-butadiena) juga merupakan bahan
baku pembuatan karet poliisoprena.
C. Alkuna
Senyawa alkuna yang paling penting adalah etuna (asetilena). Asetilena digunakan sebagai
bahan bakar dalam pemotongan logam dan penyambungan logam dengan las karbit (oxyacetylene
welding). Pembakaran asetilena dengan oksigen dapat menghasilkan panas hingga sekitar 3000°C.
Dalam jumlah sedikit, asetilena dapat dibuat melalui reaksi batu karbit (kalsium karbida) dengan air
seperti berikut.

2.2 Contoh yang berkaitan dengan dunia Kedokteran Hewan


1. Metan Ternak Ruminansia
Metan merupakan gas yang terbentuk dari proses fermentasi anaerob dari bahan pakan di
dalam rumen oleh bakteri metanogen yang mencerminkan hilangnya energi pakan (Patra and
Saxena, 2010). Emisi metan (CH4) terbentuk secara alami dari reduksi CO2oleh H2yang dikatalisis
oleh enzim yang dihasilkan oleh bakteri metanogen. Pembentukan ini bertujuan untuk menjaga
tekanan H2yang sangat rendah (menghindari pembentukan laktat yang tinggi) dan hal ini
berpengaruh penting terhadap fermentasi secara keseluruhan.
2. Asam Lemak pada ikan gurame
Asam lemak EPA dan DHA sangat penting bagi manusia sebagai pencegah penyakit jantung
koroner. DHA merupakan komponen utama dari otak, retina mata dan otot jantung. Oleh karena itu
DHA merupakan komponen yang penting bagi perkembangan otak, mata dan juga kesehatan
jantung. EPA diketahui bermanfaat dalam penanganan gangguan otak dan penanganan penyakit
kanker. Ikan air tawar jika dibandingkan dengan ikan laut mengandung asam lemak tak jenuh jamak
C18 yang tinggi dan kandungan asam lemak EPA dan DHA yang rendah. Ikan air tawar biasanya
mengandung asam lemak tak jenuh jamak n-6 yang tinggi terutama asam linoeat dan arakidonat.
Komposisi asam lemak masing-masing ikan dapat beragam jumlahnya bergantung pada pakan,
lokasi, jenis kelamin dan kondisi lingkungan (Ozogul et al. 2007).
BAB III
KESIMPULAN

Senyawa alifatik adalah senyawa organik yang mengandung karbon dan hidrogen yang
disatukan dalam rantai lurus, rantai bercabang, atau cincin non-aromatik
DAFTAR PUSTAKA

https://ardra.biz/tag/pengertian-contoh-senyawa-hidrokarbon-alifatik.
https://www.studiobelajar.com/senyawa-hidrokarbon/ pemanfaatan-senyawa-metabolit-
sekunder-t-d5dd7092.pdf