Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM PENGAMATAN GERAK BAKTERI

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Mikrobiologi yang dibina oleh
Agung Witjoro, S. Pd. M. Kes.

Oleh
Kelompok 5 Offering I 2018
‘Alimatul ‘Azizah 180342618024
Hamdan Fatah Ali 180341618070
Helyu Listyka Afininda 180342618057
Novan Adhi Nugroho 180342618044

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI BIOLOGI
Februari 2020
A. Topik : Pengamatan Gerak Bakteri
B. Tanggal : Selasa, 4 Februari 2020
C. Tempat : Gedung O5.305
D. Tujuan
1. Untuk menentukan ada atau tidak adanya gerak bakteri
2. Untuk mengamati gerak bakteri
E. Dasar Teori

Pada beberapa bakteri mereka memiliki kemampuan untuk bergerak, bakteri-bakteri tersebut
dapat bergerak dengan berbagai macam cara. Secara umum gerakan bakteri dibagi menjadi dua
macam yakni gerak dengan flagel (biasanya disebut greak aktif bakteri) dan gerak tanpa flagel.
Gerak ini disebabkan oleh gerakan rotasi flagel. Bakteri-bakteri meluncur seperti mixobakteri,
sianobakteri, dan spirochaetal memiliki kemampuan untuk bergerak tanpa flagel (Schlegel,
1994).

Pada bakteri, flagel merupakan ciri khusus bagi prokariota yang dapat bergerak. Umumnya
flagel-flagel pada bakteri terdapat pada bakteri yang berebtnuk batang. Berdasarkan flagelnya
secara umum bakteri memiliki beberapa macam flagel antara lain amfitrik apabila flagel terletak
pada kedua sisi lateral dari bakteri, peritrik apabila flagel terletak di semua permukaan dari
bakteri (umumnya berjumlah sangat banyak), Monotrik apabila flagel terletak hanya pada satu
bagian sisi dari bakteri, lofotrik mirip seperti monotrik namun dengan jumlah flagel yang lebih
banyak (Schlegel, 1994).

Dalam pengamatan pergerakan bakteri dibawah mikroskop perlu dibedakan antara


pergerakan yang benar-benar dilakukan flagel dan pergerakan brown yang dapat terjadi pada sel
yang telah mati. Pergerakan brown merupakan pergerakan yang terjadi pada semua benda /
makhluk mati yang berada didalam air. Pergerakan ini disebabkan oleh pergerakan air yang
dipindahkan menuju benda – benda kecil atau makhluk yang telah mati tersebut (Fardiaz, 1992).

Bakteri yang mengindikasikan pergerakan brown secara umum gerakannnya tidak teratur,
dan tidak memiliki arah yang pasti. Umumnya hanya benda-benda kecil yang mengindikasikan
pergerakan brown sedangkan bakteri yang ukurannya realtif besar dan juga khamir jarang
ditemukan adanya pergerakan brown (Fardiaz, 1992).
F. Prosedur Kerja

Diambil sebuah kaca benda Diambil sebuah kaca penutup


cekung yang bersih, lalu yang bersih, lalu dilewatkan
dilewatkan di atas api lampu di atas api lampu spiritus.
spiritus.

Secara aseptik diambil sedikit


inokulum yang berasal dari
Di teteskan satu ose aquades
koloni bakteri yang akan
steril di atas kaca penutup.
diperiksa. Cara ini dilakukan
dengan menggunakan jarum
inokulasi ujung lurus.

Diterlungkupkan bagian
cekung dari kaca benda
Disentuhkan inokulum pada cekung tepat di atas kaca
tetesan aquades steril pada kaca penutup yang telah diberi
penutup, lalu diratakan inokulum.
perlahan-lahan.

Dibalikkan dengan cepat kaca


Diamati preparat dibawah benda dan kaca penutup,
mikroskop. diusahakan agar tetesan
aquades tersebut
menggantung dan terkurung
di dalam cekungan kaca
benda.
Dicatat bentuk sel dan
kemampuannya untuk bergerak.
Dimasukkan data ke dalam tabel
hasil pengamatan.
G. Hasil Pengamatan dan Analisis Data

Nomor Koloni Bentuk Koloni Gerak Koloni


Koloni 1 Basil -
Koloni 2 Basil Gerak sebenarnya

Pengamatan gerak bakteri dilakukan dengan melewat – lewatkan kaca benda yang
tengahnya cekung dan kaca penutup pada spiritus kemudian memberi satu oase akuades steril
pada kaca penutup lalu mengambil koloni bakteri selanjutnya meletakkan pada kaca penutup.
Kaca penutup yang sudah diberi aquades steril dan koloni bekteri ditelungkupkan pada kaca
benda yang bagian cekung lalu dibalikkan dengan cepat. Setelah membuat sediaan, langkah
selanjutnya adalah mengamatinya pada mikroskop untuk mengamati gerak bakteri pada koloni.
Pengamatan yang dilakukan menunjukkan tidak adanya gerak pada bakteri koloni satu
sedangkan pada koloni 2 menunjukkan gerak sebenarnya.
H. Pembahasan
Bakteri memiliki berbagai macam cara untuk bergerak. Gerakan bakteri dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu gerak dengan flagel (aktif) dan gerak tanpa flagel, yang bergerak aktif
disebabkan oleh gerakan rotasi flagel (Schlegel, 1994). Berdasarkan hal tersebut, pergerakan
bakteri dapat digolongkan dalam bakteri yang bersifat motil (memiliki flagel) dan bersifat
nonmotil (tidak memiliki flagel) (Darkuni, 2001).
Pada praktikum pengamatan gerak bakteri, bakteri didapatkan dari tempat wudhu kanopi
hijau. Praktikum tersebut dilakukan dengan meneteskan aquades pada kaca penutup, kemudian
menyuplik bakteri ke tetesan tersebut, kemudian ditutup dengan kaca benda cekung dan
membalikkan posisinya untuk diamati pada mikroskop. Berdasarkan hasil pengamatan yang
telah dilakukan, bakteri pada koloni 1 didapatkan bakteri yang berbentuk basil namun
pergerakannya tidak terlihat pada mikroskop, hal tersebut tidak sesuai dengan pernyataan Volk
(1988) yang menyatakan bahwa sebagian bakteri berbentuk basil bersifat motil.
Kesalahan yang mungkin terjadi saat proses pengamatan yang mungkin mengakibatkan
bakteri tersebut tidak bergerak, diantaranya terlalu lama dalam memanaskan jarum inokulasi
pada saat ingin mengambil bakteri, membuat bakteri yang ingin diamati mati terlebih dahulu
karena jarum yang dipakai terlalu panas, selain itu dari segi alat yang digunakan, hal tersebut
bisa disebabkan karena mikroskop yang digunakan tidak fokus ataupun terjadinya kesalahan saat
pembuatan preparat untuk amatan.
Pada koloni 2 ditemukan bakteri dengan bentuk basil, bakteri tersebut diketahui bergerak
sebenarnya, hal ini karena bakteri pada koloni 2 merupakan bakteri yang berflagel. Menurut
Schlegel (1994), Flagel merupakan benang-benang yang terikat secara heliks dan terdiri atas tiga
bagian, yaitu filamen flagel, sebuah cantelan flagel dekat permukaan sel dan sebuah benda basal.
Pada beberapa bakteri, flagel dapat bertindak sebagai pendorong sel melintasi medium. Gerakan
flagel menyebabkan bakteri terdorong kedepan, jadi flagel mempunyai fungsi seperti baling-
baling pada kapal laut (Dwijoseputro, 1978).
Pergerakan flagella membutuhkan energi dari sel. Organisme yang mempunyai flagella
peritrik pada umumnya pergerakannya lurus dan lambat, sedangkan yang mempunyai flagel
polar bergerak lebih cepat, berputar-putar dan berpindah-pindah arah (Fardiaz, S., 1992).
I. Kesimpulan
1. Untuk mengatahui ada tidaknya gerak pada bakteri dengan malakukan praktikum dengan
cara melewat – lewatkan kaca benda cekung dan kaca penutup diatas spiritus yang sudah
dinyalakan kemudian meletakkan satu oase aquades steril pada kaca penutup selanjutnya
meletakkan koloni bakteri diatasnya. Kaca penutup yang sudah diberi aquades steril dan
koloni bakteri ditelungkupkan pada kaca benda yang cekung kemudian dibalik dengan
cepat. Setelah siap langsung diamati pada mikroskop ada tidaknya gerak pada bakteri.
2. Gerak pada bakteri dibagi menjadi 2 yaitu gerak aktif dengan menggunakan flagel dan
gerak tanpa flagel pada beberapa jenis bakteri tertentu seperti bakteri meluncur. Pada
pengamatan ini didapatkan bahwa bakteri yang bergerak hanyalah bakteri koloni 2 yaitu
gerak sebenarnya dengan menggunakan flagel sedangkan pada koloni 1 gerakan bakteri
tidak dapat diamati.
J. Rujukan

Darkuni, N. 2001. Mikrobiologi. Malang: JICA

Dwijoseputro. 1978. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan.

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. Jakarta.PT Gramedia Pustaka Utama.

Schlegel, Hans G. 1994. Mikrobiologi Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Volk, Swisley A & Margargareth F Wheeler. 1988. Mikrobiologi Dasar. Jakarta:Erlangga.


K. Jawaban Diskusi
1. Keuntungan apakah yang diperoleh melalui penggunaan metode “tetesan bergantung”
dalam pengamatan gerak bakteri?

Sel bakteri lebih leluasa bergerak, karena media akuades steril yang menggantung
memberikan ruangan yang lebih luas untuk pergerakan bakteri. Kemudian, kaca benda
yang digunakan adalah kaca benda yang cekung di tengahnya sehingga sel bakteri tidak
terhimpit. Lalu metode ini memudahkan untuk mengamati pergerakan bakteri.

2. Bagaimanakah ciri-ciri gerakan bakteri?

Cirinya ada dua yaitu gerak aktif dan gerak brown. Gerak aktif yaitu gerak berpindah
tempat karena dengan bantuan flagel. Sedangkan gerak brown yaitu gerak pada bakteri
yang tidak memiliki flagel, namun gerakannya dihasilkan oleh pergerakan molekul air
yang saling bertumbukan.
Laporan Sementara