Anda di halaman 1dari 3

Biografi Nanda Dwi Putri Prastiwi

Oleh: Yustia Imroatin Habibah

Nanda Dwi Putri Prastiwi namanya, dia


biasa dipanggil Nanda oleh teman-temannya
termasuk saya, dan berganti nama Puput ketika di
rumah. Dia lahir di Bojonegoro tepatnya tanggal 30 April 1999; umur 20 tahun.
Meskipun ia lahir di Bojonegoro, dia tinggal di Lamongan tepatnya di Jalan
Mendalan gang Paus RT.01 RW 01, Kel.Mendalan, Kec.Lamongan.

Dia anak kedua dari dua bersaudara, kakaknya seorang laki-laki yang
bernama Eko Sutis yang kini sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak
yang bernama Farrel, bocah lucu imut nan menggemaskan. Ayahnya Nanda
bernama Sutis, beliau bekerja di Kejaksaan Negeri Surabaya, sedangkan ibunya
bernama Tiwik bekerja sebagai Ibu rumah tangga.

Ia menginjak dunia pendidikan di TK & PG Al-Falahiyah Lamongan,


kemudian SD Negeri 3 Jetis Lamongan, SMP Negeri 2 Lamongan, SMA Negeri 2
Lamongan, dan saat ini ia sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri
Surabaya.

Pertama kali bertemu Nanda ketika masuk kuliah pertama pada saat
berkenalan di kelas PA 2017 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa.
Teman saya ini orangnya cantik, pendiam, kalem, kurus, dan mungil. Menurut
saya dia kurus karena keturunan dari Bapaknya yang kebetulan juga kurus.
Padahal dia ingin sekali menambah berat badannya tapi sepertinya dia kesulitan
karena memang sudah keturunannya, dan mungkin dia bisa gemuk hanya di
bagian pipinya saja. Dia memiliki warna kulit putih dengan rambut panjang hitam
dan lurus hingga di bawah bahu. Teman saya ini memiliki tubuh yang tidak begitu
tinggi yakni lebih kurang 145 cm dengan berat badan 35 kg. Wajahnya yang
berkilau menambah aura kecantikannya semakin memancar.
Di kelas dia cenderung menjadi anak yang pendiam, akan tetapi
sebenarnya dia juga bisa menjadi cerewet ketika seseorang itu sudah akrab atau
menjadi teman baiknya. Dia suka bercerita tentang kehidupan sehari-harinya
kepada saya maupun dengan teman lainnya. Akan tetapi seringkali dia
menyembunyikan masalah yang dia hadapi seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Karena Nanda termasuk orang yang fleksibel, bisa bergaul dengan siapapun. Dia
juga termasuk pendengar yang baik, ketika saya bercerita atau curhat tentang
suatu hal, dia memerhatikan dan sekali-sekali menanggapinya.

Salah satu kisah yang pernah diceritakan oleh Nanda yaitu ketika dia
bingung memilih jurusan waktu kuliah. Hingga dia mengikuti les Sbmptn dan
diskusi bersama orang tua akhirnya dia mantap memilih Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia. Sebenarnya dia mempunyai bakat yang jarang diketahui oleh
teman-teman kuliahnya, yakni dia suka berenang dan suka menari, baik tari
tradisional maupun modern. Dengan bakatnya tersebut, dia mengikuti extra tari di
SMAnya dan sering mengikuti event-event perlombaan. Kebetulan dulunya dia
sekolah di SMA N 2 Lamongan yang memfasilitasi dia untuk mengembangkan
bakat menarinya itu. Karena mungkin sekarang tidak begitu seaktif dulu, jadi
banyak yang tidak tahu tentang kelebihannya.

Nanda yang pecinta warna biru itu ternyata doyan sekali makan, apalagi
cemilan yang beraneka ragam. Pernah suatu hari saya menginap di rumahnya
Nanda, di tengah malam dia keluar kamar dan menuju ke dapur yang ternyata dia
membuat mie instan yang seharusnya kurang baik dikonsumsi pada malam hari.
Akan tetapi itu sudah menjadi kebiasaan dia ketika lapar di tengah malam, bahkan
Ibunya membenarkan kalau Nanda sering makan mie instan. Kalau dilihat dari
kebiasaan dia yang doyan cemilan, makan mie instan di tengah malam,
seharusnya badannya menjadi gemuk karena kebiasaanya tersebut, tetapi anehnya
dia masih saja kurus. Mungkin disebabkan oleh makanan yang kurang bergizi,
dan seharusnya dia harus sering mengonsumsi makanan sehat yang tentunya bisa
menambah berat badannya. Sebenarnya makanan favoritnya adalah nasi kuning,
nasi goreng dan pisang nugget, sedangkan minuman favoritnya adalah jus alpukat,
es teh dan es campur.
Selain doyan makan, dia juga modis. Pandai dalam mengombinasikan
pakaian yang dikenakan sesuai dengan acara atau kegiatan. Hal tersebut mungkin
terdapat persamaan dengan saya. Semua orang pasti mempunyai kelebihan dan
kekurangan masing-masing, begitu juga Nanda. Menurut saya kelebihannya
adalah dia pandai memasak dan make up. Sedangkan kekurangannya adalah
manajemen waktu. Suatu kebanggaan sendiri bisa mengenal teman seperti Nanda,
semoga kita bisa selalu menjadi teman dekat hingga selamanya.