Anda di halaman 1dari 3

1.

Diskusikan jenis karbohidrat dan hubungannya dengan kadar gula darah

2. Diskusikan bagaimana cara pengujian aktivitas hipoglikemik dan indeks glikemik


pangan!

Perhatikan gambar berikut.

1. Jelaskan bagian-bagian penyusun dalam sel.

2. Jelaskan hierarki organisasi molekul di dalam sel.

Jelaskan mengapa diperlukan nutrifikasi dan jelaskan tiga istilah penting dalam nutrifikasi.

Nutrifikasi pada suatu bahan pangan biasanya dilakukan sebelum bahan itu diolah
menjadi suatu produk pangan olahan, seperti penambahan kacang-kacangan pada minuman
serealia, biskuit, kudapan (snack) dan sebagainya. Zat gizi (nutrisi) yang ditambahkan dapat
berupa komponen nutrisi (serat, protein) atau zat gizi mikro (vitamin, zat besi). Nutrifikasi
diperlukan untuk memperbaiki, mengembalikan (memulihkan), meningkatkan, menambah
nilai gizi alami atau nilai gizi semula dari bahan pangan tersebut agar konsumen yang
mengkonsumsi bahan/pangan dapat memperoleh asupan jenis-jenis gizi yang lebih lengkap
dan seimbang. Nutrifikasi dapat meningkatkan status gizi masyarakat atau populasi melalui
pemberian makanan yang dinutrifikasi atau disuplementasi dalam upaya mengatasi masalah
defisiensi. Nutrifikasi saat ini masih menjadi salah satu strategi global untuk mengatasi
masalah gizi kurang di masyakat tidak hanya di Indonesia, namun di dunia. Nutrifikasi
biasanya dilakukan sebagai upaya untuk mencegah dan menghambat/ mengatasi masalah
kekurangan gizi (nutritional disorder), seperti defisiensi asam folat, iodin, zat besi, vitamin
A, dan zinc, khususnya pada ibu hamil dan anak. Selain itu, nutrifikasi dilakukan untuk
menjadi nilai tambah suatu produk seperti yang dilakukan oleh industri makanan dan juga
bisa digunakan untuk menjaga keutuhan nilai gizi yang terkandung di dalamnya. Tetapi,
nutrifikasi tentunya perlu melewati berbagai perhitungan dan pertimbangan sesuai peraturan
yang berlaku agar tidak berefek negatif bagi masyarakat dan tidak merugikan industri karena
penambahan biaya produksi.
Tiga istilah penting dalam nutrifikasi adalah sebagai berikut.
1. Fortifikasi (fortification)
Fortifikasi merupakan proses dimana zat gizi makro dan zat gizi mikro ditambahkan
kepada pangan atau campuran pangan yang dikonsumsi secara umum untuk
mempertahankan dan atau memperbaiki kualitas gizi (meningkatkan taraf
(kandungan) zat gizi yang lebih tinggi dari pada kandungan asal) sehingga produk
tersebut menjadi sumber yang baik bagi zat gizi yang ditambahkan (umumnya target
telah ditentukan). Dalam paparannya terdapat Istilah double fortification dan multiple
fortification yaitu apabila 2 atau lebih zat gizi yang ditambahkan kepada pangan atau
campuran pangan.
Fortifikasi merupakan cara paling praktis untuk menurunkan resiko defisiensi.
Misalnya, penambahan iodine pada garam untuk mencegah penyakit gondok). Selain
itu, fortifikasi memiliki target pasar yang jelas sebagai “kelebihan” produk, seperti
penambahan asam folat pada susu ibu hamil. Fortifikasi juga dilakukan untuk tujuan
teknis, misalnya penambahan vitamin C sebagai antioksidan untuk memperpanjang
umur simpan produk pangan.
2. Pengayaan atau enrichment
Pengayaan adalah penambahan satu atau lebih zat gizi ke dalam produk panganuntuk
memenuhi standar kandungan yang ditetapkan secara internasional. Standar yang
ditentukan pemerintah melalui lembaga khusus tertentu, misalnya Food and Drug
Administration di Amerika Serikat dan Badan Pengawas Obat dan Makanan di
Indonesia merupakan standar baku yang menjadi identitas suatu produk yang bersifat
wajib dipenuhi. Susu pertumbuhan untuk anak usia 1-3 tahun harus memenuhi energi
sebesar 1000 kkal, protein sebesar 25 gram, vitamin A sebesar 400 RE, zat besi
sebesar 8 mg, dan yodium 90 mcg.
3. Restorasi (restoration)
Restorasi adalah substitusi atau mengganti komponen nutrisi yang hilang atau rusak
karena proses pengolahan dengan menambahkan nutrisi hingga kadar yang setara
dalam bahan asal. Namun, tidak semua zat gizi perlu ditambahkan, hanya merupakan
zat gizi yang menjadi “ciri khas” utama, seperti vitamin C untuk jus jeruk serta
vitamin B dan zat besi untuk terigu
Jenis nutrifikasi yang lain adalah suplementasi (supplementation), standarisasi, dan
substitusi. Suplementasi yaitu penambahan komponen pangan (misalnya serat, protein) ke
dalam bahan/pangan dengan tujuan memperkaya, menambah kekurangan (defisiensi),
memperbaiki fungsi pangan untuk alasan kesehatan. Standarisasi merupakan penambahan zat
gizi tertentu ke dalam produk pangan untuk mengurangi variasi komposisi gizi bahan baku
(umumnya untuk memenuhi standar/ label yang ditentukan). Standarisasi dilakukan karena
adanya perbedaan kandungan gizi bahan baku akibat variasi musim sehingga tidak
menghasilkan kualitas produk yang sama/ standar. Substitusi adalah penambahan zat gizi
tertentu ke dalam produk pangan yang dibuat menyerupai atau pengganti produk pangan yang
asli. Misalnya, susu kedelai sebagai subsitusi susu sapi di mana susu kedelai ditambahkan
kalsium sehingga kadar kalsiumnya mirip dengan susu sapi.

Benar, asam amino adalah adalah senyawa organik dengan kandungan gugus asam
(umumnya asam karboksilat) dan gugus amino. Ada sekitar 500 macam asam amino, di mana
sebagian besarnya itu ialah yang non-fisiologis. Akan tetapi apabila menyatu kepada
biokimia, maka istilah asam amino biasanya mengacu ke apada salah satu macam dari 20
variasi unit monomer yang digunakan dalam membangun protein..
Struktur utama dari protein adalah polimer linear dengan serangkaian asam amino. Asam
amino yang dihubungkan oleh ikatan CN, juga dikenal sebagai ikatan peptida . Berikut ini
adalah uraian tentang ikatan peptida yang mungkin bisa sedikit memberikan pencerahan bagi
anda semua. Ikatan peptida terbentuk ketika atom karbon pada gugus karboksil suatu
molekul berbagi elektron dengan atom nitrogen pada gugus amina molekul lainnya, seperti
gambar dibawah ini:

Anda mungkin juga menyukai