Anda di halaman 1dari 12

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Jenis penelitian ini adalah survei analitik yaitu satu bentuk penelitian ingin mengetahui
korelasi variable satu dengan yang lainnya, Desain penelitian ini cross sectional yaitu
peneliti mempelajari dinamika korelasi faktor resiko (cause) atau paparan dan faktor efek,
dengan cara pengumpulan data sekaligus dalam satu waktu (point time approach), akan
tetapi bukan berarti semua subjek penelitian di amati pada waktu yang bersamaan (Swarjana,
2015). Dinamika korelasi dalam penelitian ini yaitu Hubungan onset laktasi dengan kejadian
ikterus pada bayi baru lahir.

Ikterus
Onset Laktasi ≤ 24 jam
Tidak Ikterus
Onset Laktasi
Ikterus
Onset Laktasi > 24 jam
Tidak Ikterus

Gambar 4.1 Skema desain penelitian


Keterangan:
Penelitian ini dilakukan pada satu kelompok responden yaitu pasangan ibu post partum dan
bayi baru lahir dengan karakteristik pemberian onset laktasi yang berbeda kemudian akan di
akumulasikan korelasi incident kejadian ikterik yang di akibatkan oleh waktu pemberian
onset laktasi yang berbeda.

B. Tempat dan Waktu Penelitian


1. Lokasi penelitian/ Tempat pemgumpulan data
Penelitian ini akan dilakukan di Rumah Sakit Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan
Senopati Bantul.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan pada …………………
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah seluruh objek atau subjek penelitian dengan karakteristik tertentu
yang akan diteliti (Hidayat, 2008). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien
ibu post partum dan bayi baru lahir di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati
Bantul. Jumlah populasi pada tahun 2018 bulan September hingga November terdapat
……. ibu post patum dan bayi baru lahir.

2. Sampel
Sampel adalah objek yang akan diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi
penelitian, pengambilan sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat
diperoleh sampel yang benar - benar dapat menggambarkan keadaan populasi sebenarnya
(Hidayat, 2007). penghitungan sampel menggunakan formula slovin, yaitu:

𝑁
𝑛=
1 + 𝑁 (𝑒 2 )

Keterangan:

n = Ukuran sampel/jumlah responden


N = Ukuran populasi
e = Presentase kelonggaran ketelitian kesalahan pengambilan sampel yang masih bisa
ditolerir; e = 0,1 (10%)
……
𝑛=
1 + ⋯ . (𝑒 2 )

51
𝑛=
51(0,01 )
……….
𝑛=
1 + 1,51

𝑛 = ⋯ … … ….
Berdasarkan hasil perhitugan jumlah sampling mengguakan formula slovin dengan
jumlah popolasi ……… responden dan tingkat kesalahan 0,1 % didapatkan hasil
……….. dibulatkan menjadi ………. responden.

3. Sampling
Teknik pengambilan sampel secara non probabilitas sampling dengan metode
consecutive sampling, yaitu peneliti mengambil sampel yang memenuhi kriteria
penelitian, baik kriteria inklusi ataupun ekslusi dalam waktu tertentu (Hidayat, 2007).
1. Kriteria sampel
a. Inklusi
Kriteria inklusi adalah kriteria atau ciri - ciri yang perlu dipenuhi oleh setiap
anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel (Notoatmodjo, 2012).
Kriteria inklusi dalam penelitian ini terdiri dari:
1) Ibu dan bayi bersalin di Rumah Sakit Rumah Sakit Umum Daerah
Panembahan Senopati Bantul
2) Bersedia dan mau dijadikan sampel penelitian atau responden
3) Bayi dan ibu rawat gabung satu rumah sakit.
4) Bayi lahir tanpa penyulit, tidak asfiksia, tidak infeksi berat, tidak mengalami
gangguan nafas, bayi berat lahir ≥ 2500 - 4000 gram
5) Bayi lahir tanpa cacat kongenital
6) Ibu dan bayi tidak tidak mengalami Rh inkompatibilitas dengan ketidak
cocokan golongan darah ABO inkmpatibilitas.
7) Gestasi usia kehamilan ≥ 35 minggu
8) Bayi diberikan asi tanpa MP-ASI
b. Ekslusi
Kriteria ekslusi adalah ciri-ciri anggota populasi yang tidak dapat diambil sebagai
sampel (Notoatmodjo, 2012). Kriteria ekslusi dalam penelitian ini terdiri dari:
1) Klien yang tidak kooperatif
2) Yang tidak bisa menulis dan membaca.
3) Kelahiran bayi dengan penyulit
4) Bayi yang mengalami defisiensi G6PD
5) Bayi mengalami sepsis
6) Bayi dengan komplikasi pasca persalinan

D. Variable Penelitian
1. Variable independen
Variabel independen (Variable Bebas) adalah variabel yang menjadi sebab timbulnya
perubahan pada variabel dependen, jadi variabel independen adalah variabel yang
mempengaruhi (Swarjana, 2015). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Onset
laktasi ibu post partum.
2. Variable dependen
Variabel dependen (Variabel Terikat), yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang
menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Swarjana, 2015). Variabel terikat dalam
penelitian ini adalah insiden ikterus neonatorum
3. Variable confounding
Variabel luar/penganggu adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah
hubungan variabel bebas dan terikat yang mempengaruhi kedua variabel tersebut
(Sugiono, 2007). Variabel ini ada apabila terdapat faktor atau variabel ketiga yang
berkaitan dengan faktor resiko dan faktor efek (Notoatmodjo, 2010). Variabel
pengganggu dalam penelitian yang dapat dikendalikan yaitu kelainan kongenital,
perbedaan golongan darah ABO incompatibilitas, bayi lahir sepsis, bayi BBLR, dan usia
gestasi, variabel ini akan di kendalikan dengan memilih responden berdasarkan
ketetapan kriteria responden dalam penelitian ini. Sedangkan variabel yang tidak
dikendalikan dalam penelitian ini yaitu Jenis kelamin bayi, variabel ini tidak
dikendalikan oleh peneliti karena peneliti belum mengetahui jumlah sebaran data yang
ada dan peneliti akan mengelompokan responden sesuai jenis kelamin pada
pembahasan. kelahiran SC peneliti tidak melakukan pemilahan cara kelahiran
dikarnakan belum mengetahui sebaran data pasangan responden.

E. Definisi Operasional
Variable Definisi Operasional Alat Ukur Hasil Ukur Skala
Pengukuran
Onset Onset laktasi adalah Quesioner 1. Onset laktasi ≤ 24 Ordinal
laktasi jangka waktu yang jam
diperlukan untuk 2. Onset laktasi > 24
mengeluarkan ASI jam
pertama kali pasca
persalinan
Ikterus Ikterus neonatorum Observasi 1. Ikterus ≥ 5 mg/dl Ordinal
neonatorum adalah 2. Tidak ikterus < 5
meningkatnya kadar mg/dl
bilirubin dalam
darah ditandai
dengan warna
kuning pada kulit,
mukosa, yang terjadi
pada bayi baru lahir.
3.1 Definisi Operasional

F. Instrument dan Metode Pengumpulan Data


1. Instrument pengumpulan data
a. Data demografi
Data demografi adalah memberikan gambaran karakteristik, frekuensi data responden
dan dalam hal ini sebagai data pendukung dalam pengolahan data dan pembahasan
(Notoatmodjo, 2010). Data demografi responden yang diambil dalam penelitian ini
meliputi , usia BBL, Jenis kelamin Bayi, Cara kelahiran, Berat badan BBL, Usia
gestasi partum diambil dengan cara pengisian lembar kuesioner.
b. Kuesioner/angket
Kuesioner/angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis yang harus dijawab
responden untuk mendapatkan informasi data primer dari responden tersebut
(Hidayat, 2007). Untuk mengukur onset laktasi pada ibu post partum dan kejadian
ikterus pada bayi baru lahir digunakan kuesioner dan lembar observasi sebagai
berikut:
1. Kuesioner onset laktasi, Intrumen ini menggambarkan onset laktasi pada ibu post
partum berdasarkan indikator secara teoritis. Bentuk pernyataan dalam kuesioner
ini adalah bentuk pernyataan tertutup secara dichotomous choice dimana
pernyataan dalam kuisioner ini hanya mempunyai 2 alternatif jawaban. Kuisioner
ini terdiri dari 2 bagian yaitu bagian pertama pernyataan tentang identitas
responden dan bagian ke dua berisi tentang pernyataan untuk mengukur onset
laktasi berdasarkan indikator keberhasilan laktasi pasien yang di ukur dengan
skala ordinal, kuesioner ini terdiri dari 14 butir pernyataan. Dimana jika jawaban
pada pertanyaan positif “Ya” diberi nilai (1) dan jawaban “Tidak” diberi nilai (0).
Sedangkan pada pertanyaan negatif jawaban “Ya” diberi skor (0) dan jawaban
tidak di beri skor (1). Alat ukur ini mempunyai 2 kategori kesimpulan yaitu onset
laktasi ≤ 24 jam = X > cut of point, onset laktasi > 24 jam = X < cut of point .
3. 2 Kisi – Kisi Kuisioner Onset Laktasi

No. Item
Komponen yang
Variable Total
Diukur
Favorable Unfavorable
Fisiologis 2, 6, 8,
4, 5, 7, 6
Onset Produksi ASI
Lantasi Manajemen 1, 3, 9, 10, 11,
13
laktasi 12, 14 8
3.2.Tabel Kisi – Kisi Kuesioner
2. Lembar Observasi
Lembar observasi berisi penilaian area ikterik pada bayi usia 48 jam dan 72 jam
pasca kelahiran dimana akan diberikan tanda check list bila ditemukan tanda
ikterik secara kasat mata. Indicator penilaian ini di adopsi dari Ermalinda, (2016),
Pan dan Rivas (2018) ikterus neonaturum dibedakan menjadi lima derajat, yaitu
sebagai berikut:
1) Derajat 1 : kuning daerah kepala, leher perkiraan bilirubin 4-8 mg/dl
2) Derajat 2 : kuning sampai badan atas, perkiraan bilirubin 5-12 mg/dl
3) Derajat 3 : kuning sampai badan bagian bawah hingga tungkai, perkiraan
kadar bilirubin 8-15 mg/dl
4) Derajat 4 : kuning hingga meliputi tangan dan tugkai, perkiraan bilirubin
dalam darah >15 mg/dl
5) Derajat 5 : kuning meliputi telapak tangan dan kaki, perkiraan kadar
bilirubin 16 mg/dl
2. Metode Pengumpulan Data
a) Sumber Primer
Sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data diperoleh
melalui kuesioner, angket, lembar observasi, lembar evaluasi yaitu teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan,
melakukan evaluasi atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya
(Sugiyono, 2014). Data primer penelitian ini didapatkan dengan menggunakan lembar
observasi dengan memberi tanda ceklist ( √ ) pada data primer tentang onset laktasi
dan ikterik pada bayi baru lahir.
b) Sumber sekunder
Sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya
lewat orang lain atau dokumen (Sugiyono, 2014). Data sekunder dalam penelitian ini
adalah data Ibu post partum dan riwayat kelahiran bayi..
c) Prosedur pengumpulan data
1) Menentukan responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, peneliti
memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan, prosedur penelitian dan bagi
responden yang bersedia untuk mengikuti penelitian maka mengisi surat
persetujuan (informed concent).
2) Peneliti melakukan observasi terkait ikterik dan memberikan kuesioner onset
laktasi pada ibu post partum

3. Uji Validitas dan Reliabilitas


1. Validitas
Validitas adalah menyatakan apa yang seharusnya diukur dimana mengacu pada
pengukuran yang benar dengan menggunakan instrumen yang benar (Nursalam,
2008). Uji validitas dilakukan diruang ibu post partum rumah sakit RSU Panembahan
Senopati Bantul pada 20 responden ibu pasca melahirkan di olah dengan bantuan
program komputer Spss 16.0 dengan menggunakan formula, sebagai berikut
Rumus Pearson Product Moment:
𝑁∑𝑋𝑌−∑𝑋.∑𝑌
Rxy=
√{∑𝑋 2 −(∑𝑋)2 }{𝑁∑𝑌 2 −(∑𝑌)2 }
Keterangan:
r : koefisien tiap butir pertanyaan
x : jumlah skor tiap pertanyaan
y : jumlah skor total tiap pertanyaan
xy : jumlah total skor responden kali tiap pertanyaan
N : jumlah responden percobaan.

2. Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana pengukuran orang-orang
pada situasi yang berbeda memberikan hasil yang sama (Nursalam, 2008). Uji
reliabilitas ini menggunakan Alpha Cronbach’s test karena merupakan teknik yang
handal untuk mengukur konsistensi internal pertanyaan, keputusan dinyatakan
reabilitas jika koefisien alpha ≥ 0,6 maka alat tersebut reliabel (Riyanto, 2011).

𝑘 ∑ 𝑆𝑖2
rii = [1 − ]
𝑘−1 𝑆𝑡2

Keterangan:

rii = Koefisien reliabilitas test

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

Si2 = varians skor butir

St2 = varians skor total

G. Metode Pengolahan dan Analisis Data


1. Metode pengolahan data
Menurut Notoatmodjo (2010) Pengolahan data menggunakan perangkat lunak computer,
dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Edit data (editing)
Data yang sudah ada diamati dengan mengoreksi kelengkapan dan, kejelasan
kuesioner. Apabila ditemukan kesalahan maka dilakukan konfirmasi untuk
memperoleh data yang sebenarnya.
b. Pemberian kode (coding)
Data diklasifikasikan menurut kategori masing-masing. Setiap kategori jawaban
yang berbeda diberi kode yang berbeda untuk mempermudah pengolahan data atau
memberi kode atau simbol pada data dengan merubah kata-kata menjadi angka.
Pengkodean dalam kueisioner penelitian adalah sebagai berikut:
1. Untuk lembar kuesioner dan lembar evaluasi bilirubin
a. Setiap jawaban dilakukan pengkodingan untuk memasukan data da
mempermudah pengolahan.
b. Tabulasi (tabulating)
Data distribusi yang telah diberikan skor kemudian disusun dan dibagikan.
Selanjutnya pengolahan data atau analisis.
c. Memasukkan data (entry)
Data dimasukkan dengan menggunakan program yang telah ada. Biasanya
data dimasukan kekomputer dengan menggunakan aplikasi program
perangkat lunak komputer.
d. Pembersihan data (cleaning).
Pembersihan data yang sudah dimasukkan untuk memastikan bahwa data
telah bebas dari kesalahan-kesalahan.
e. Penjumlahan/Scoring
Dilakukan untuk mengetahui total skor dari hasil pengisian kuesioner dan
hasil observasi responden.

2. Analisis data
a. Analisis univariat
Analisis univariat yang dilakukan untuk menganalisis variabel-variabel yang ada
secara deskriptif dengan menghitung distribusi frekuensi. Tabel distribusi frekuensi
ini menggambarkan jumlah dan presentasi dari setiap variabel yang ada. Adapun
variabel bebas dalam penelitian ini adalah onset laktasi, terkait variabel terikat yaitu
tentang ikterik pada bayi baru lahir, meliputi faktor internal (usia BBL, Jenis
kelamin Bayi, Cara kelahiran, Berat badan BBL, Usia gestasi partum). Adapun
rumus analisa data univariat adalah sebagai berikut:

𝑓
P= 𝑛 × 100%

Keterangan:
P : Prosentase
F : Jumlah data
n : Jumlah seluruh item

b. Analisis bivariat atau uji hipotesis


Analisis bivariat digunakan untuk melihat kemungkinan pengaruh antara variabel
independen dan variabel dependen yaitu onset laktasi terhadap kejadian ikterik bayi baru
lahir . Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji Non parametric dengan
formula Spearman Rank karena skala variabel berupa ordinal dan ordinal (kategorik)
(Riwidikdo, 2009). Melalui uji korelasi tersebut akan diperoleh nilai p, dimana dalam
penelitian ini digunakan tingkat kemaknaan sebesar 0,05 (5%). Penelitian dikatakan
bermakna jika mempunyai nilai p hitung > p tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima
artinya ada hubungan atau ada perbedaan yang signifikan.

H. Etika Penelitian
Ketika melakukan penelitian, peneliti perlu mendapatkan rekomendasi dari institusinya dan
dari pihak lain dengan mengajukan izin kepada institusi tempat peneliti. Setelah
mendapatkan persetujuan, maka peneliti dapat melakukan penelitian dengan menekankan
etika penelitian yang mengacu pada Aziz Alimul (2008) :
1. Informed Consent
a. Pada awal pertemuan, peneliti telah menjelaskan tentang penelitian yang dilakukan
berikut dengan tujuan, manfaat, dan kerugian penelitian kepada responden
b. Setelah responden diberikan penjelasan, peneliti telah memberikan lembar
persetujuan kepada responden dan seluruh responden telah bersedia untuk
menandatangi lembar tersebut.
2. Anomity (tanpa nama)
Pada data yang diinput kedalam SPSS versi 16.0 peneliti tidak mencantumkan nama
responden, tetapi data tersebut telah peneliti berikan kode.
3. Confidentiality
Peneliti telah menjaga kerahasiaan data responden, dan peneliti tidak memasukan data
apapun yang bersifat rahasia pada laporan akhir.
4. Kejujuran
Dalam penelitian ini peneliti jujur dalam pengumpulan bahan pustaka, pengumpulan data,
pelaksanaan metode, dan prosedur penelitian.
5. Tidak melakukan diksriminasi
Dalam penelitian ini peneliti telah menghindari perbedaan perlakuan karena alasan jenis
kelamin, ras, suku, dan faktor-faktor lain.

I. Jalannya Penelitian
1. Persiapan Penelitian
Tahap persiapan merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum penelitian, meliputi:
a) Melakukan konsultasi dengan pembimbing untuk menentukan langkah - langkah
penyusunan usulan penelitian.
b) Pengajuan judul penelitian
c) Studi pustaka untuk menentukan acuan penelitian yang bersumber dari buku,
makalah, jurnal, dan lain-lain.
d) Melakukan studi pendahuluan pada tangga 26 Desember - 29 Desember 2018 di
RSUD Panembahan Senopati Bantul
e) Menyusun proposal dan mengkonsulkan kepada pembimbing.
f) Mempresentasikan proposal yang telah di konsulkan kepada pembimbing.
g) Memperbaiki proposal yang sudah di presentasikan.
h) Melakukan uji instrumen di RSUD Sleman
i) Melakukan izin penelitian kepada instansi terkait.
2. Tahap Pelaksanaan Penelitian
a. Melakukan perjanjian kerja sama dengan perawat ruangan untuk membantu
memberikan informasi kepada peneliti.
b. Peneliti mendatangi calon responden di bangsal bersalin dan post partum
c. Peneliti memperkenalkan diri kepada calon responden dengan menjelaskan maksud
dan tujuan penelitian yang akan dilakukan.
d. Peneliti menjelaskan bahwa peneliti akan menjaga kerahasiaan data dari masing –
masing responden.
e. Peneliti memilih responden yang sesuai kriteria inklusi.
f. Peneliti meminta persetujuan responden untuk kesediaannya menjadi responden dan
responden menandatangani informed consent.
g. Memberikan kuesioner kepada responden ibu post partum dan melakuklan observasi
pada bayi 24 jam pertama, 48, jam dan 72 jam.
h. Setelah di adakan pengecekan kemudian dianalisis dengan dibuat kode – kode untuk
memudahkan dalam tabulasi data kemudian dikelompokkan dianalisis, dan dibuat
kesimpulan hasil penelitian.
1. Tahap Akhir Penelitian
Tahap akhir dari penelitian ini adalah mengolah dan menganalisis data. Selanjutnya
peneliti melakukan penyelesaian dan menyusun laporan hasil penelitian, revisi laporan sesuai
saran dan koreksi dari pembimbing untuk mempersiapkan seminar hasil penelitian.